Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH AGAMA DAN KONSEP SEHAT SAKIT

SGD 8 IDA AYU INTEN RATNA KESWARI DEWA AYU MADE YUNI MARYASTUTI PUTU RIAN PRADNYANI NI MADE KARISMA WIJAYANTI I DEWA MADE SURYA WIBAWANTARA HARISTA MIRANDA SALAM NI WAYAN ARI SATRIYANI NI KETUT LELYANA ARESTA SANTI NI MADE YULI KUSUMA DEWI DEWA AYU DWI SHINTYA ANGGRENI (1302105029) (1302105030) (1302105031) (1302105032) (1302105034) (1302105059) (1302105061) (1302105063) (1302105066) (1302105067)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2013

Learning Task 3 Keterkaitan Agama dan konsep sehat sakit 1. Uraikan tentang konsep sehat sakit, Agama, budaya dan spiritual! 2. Jelaskan pengaruh agama terhadap konsep sehat sakit! 3. Uraikan keterkaitan agama dengan penanganan dan pencegahan penyakit! 4. Bagaimana peran perawat dalam memfasilitasi kebutuhan pasien terhadap pelaksanaan keagamaan, baik dalam kondisi sehat maupun sakit! 5. Bagaimana bentuk kolaborasi perawat dengan ahli agama dalam pelayanan kesehatan! 6. Apakah perawat perlu memahami semua ajaran agama untuk perawatan pasien di RS? 7. Bagaimana perbedaan kepercayaan terkait Sehat dan Sakit pada Agama-Agama yang ada di Indonesia? 8. Bagaimana persamaan kepercayaan terkait sehat dan sakit pada agama-agama di Indonesia? 9. Buatlah salah satu ilustrasi kasus tentang penerapan teori konsep sehat sakit dan solusi yang diambil berkaitan dengan peran Agama! a. Klp 1-4 : di lingkungan RS b. Klp 5-8 : di lingkungan Masyarakat

PEMBAHASAN

1. Pengertian Konsep Sehat Sakit, Agama, Budaya dan Spiritual a. Konsep Sehat Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya. Jadi menurut model ini sehat adalah keadaan dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagai perubahan pada lingkungan internal dan eksternalnya untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, inteletual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat. Definisi sehat menurut pendapat para ahli yaitu sebagai berikut : Definisi Sehat Pender (1982). Sehat adalahperwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. Definisi Sehat Paune (1983). Sehat adalah fungsi efektif dari sumbersumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care Aktions) secara adekual.Self care Resouces :

mencangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap.Self care Aktions merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkanfungsi psikososial dan spiritual. Konsep Sehat dapat diinterpretasikan orang berbeda-beda, berdasarkan komunitas. Keanekaragaman kebudayaan, maka secara kongkrit akan mewujudkan perbedaan pemahaman terhadap konsep sehat yang dilihat secara emik dan etik. Sehat dilihat berdasarkan pendekatan etik, sebagaimana yang yang dikemukakan oleh Linda Ewles & Ina Simmet (1992) adalah sebagai berikut : Konsep sehat dilihat dari segi jasmani yaitu dimensi sehat yang paling nyata karena perhatiannya pada fungsi mekanistik tubuh. Konsep sehat dilihat dari segi mental, yaitu kemampuan berpikir dengan jernih dan koheren. Istilah mental dibedakan dengan emosional dan sosial walaupun ada hubungan yang dekat diantara ketiganya Konsep sehat dilihat dari segi emosional yaitu kemampuan untuk mengenal emosi seperti takut, kenikmatan, kedukaan, dan kemarahan, dan untuk mengekspresikan emosi-emosi secara cepat Konsep sehat dilihat dari segi sosial berarti kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain Konsep sehat dilihat dari aspek spiritual yaitu berkaitan dengan kepercayaan dan praktek keagamaan, berkaitan dengan perbuatan baik, secara pribadi, prinsip-prinsip tingkah laku, dan cara mencapai kedamaian dan merasa damai dalam kesendirian Konsep sehat dilihat dari segi societal, yaitu berkaitan dengan kesehatan pada tingkat individual yang terjadi karena kondisi-kondisi sosial, politik, ekonomi dan budaya yang melingkupi individu tersebut. Adalah tidak mungkin menjadi sehat dalam masyarakat yang sakit yang tidak dapat menyediakan sumbersumber untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan emosional. (Djekky, 2001:8). b. Konsep Sakit Sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya. Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit.

Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relatif dan mempunyai tingkatan sehingga akan lebih akurat jika ditentukan seseuai titik-titik tertentu. Jadi definisi sehat-sakit yaitu status kesehatan seseorang terletak antara 2 kutub yaitu sehat optimal dan kematian yang sifatnya dinamis. Bila kesehatan seseorang bergerak ke kutub kematian maka seseorang berada pada area sakit (illness area) dan bila status kesehatan bergerak kearah sehat (optimal well being) maka seseorang dalam area sehat (wellness area). c. Konsep Agama Agama adalah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manivestasi-Nya, dan kehidupan beragama adalah hal-hal yang berhubungan dengan konsep agama yang sedang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Agama berperan sebagai panutan, control, bimbingan, motivasi, sarana sosialisasi dan sarana meningkatkan kecerdasan spiritual.Untuk selalu mejaga spirituality dalam diri mahluk hidup, diperlukan adanya upaya seperti menjaga tubuh agar tetap sehat. Dalam membantu pasien untuk sembuh dari keadaan sakit, disini perawat selalu menjaga etika profesi keperawatan, dan selalu mementingkan keselamatan pasien. Selain dalam pemenuhan medis, seorang perawat juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. d. Konsep Budaya Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. hasil cita, rasa, dan karsa manusia yang diturunkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. e. Konsep Spiritual Konsep spiritual berkaitan dengan nilai, keyakinan, dan kepercayaan seseorang. Kepercayaan itu sendiri memiliki cakupan mulai dari atheisme (penolakan terhadap keberadaan Tuhan) hingga agnotisme (percaya bahwa Tuhan ada dan selalu mengawasi) atau theism (Keyakinan akan Tuhan dalam bentuk personal tanpa bentuk fisik) seperti dalam Kristen dan Islam. Keyakinan merupakan hal yang lebih dalam dari suatu kepercayaan seorang individu. Keyakinan mendasari seseorang untuk bertindak atau berpikir sesuai dengan kepercayaan yang ia ikuti

(Hawari, 2004). Keyakinan dan kepercayaan akan Tuhan biasanya dikaitkan dengan istilah agama. Di dunia ini, banyak agama yang dianut oleh masyarakat sebagai wujud kepercayaan mereka terhadap keberadaan Tuhan. Tiap agama yang ada di dunia memiliki karakteristik yang berbeda mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan keyakinan sesuai dengan 14 prinsip yang mereka pegang teguh. Keyakinan tersebut juga mempengaruhi seorang individu untuk menilai sesuatu yang ada sesuai dengan makna dan filosofi yang diyakininya.

2. Pengaruh Agama Terhadap Konsep Sehat Sakit Pengaruh agama dalam mempengaruhi sehat dan sakit seseorang adalah agama dapat menginisiasi seseorang untuk mencari solusi yang tidak merugikan kesehatan dan tidak menimbulkan penyakit. Seperti yang kita ketahui, di masyarakat banyak nilai-nilai dan kepercayaan yang berbeda-beda, dan disini peran agama sebagai pedoman dan tuntunan serta mengawasi bahwa masyarakat boleh memiliki kepercayaan yang berbeda-beda namun harus tetap berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam agama dan tidak boleh melenceng dari nilai-nilai agama itu sendiri. Apabila kita mendalami ajaran agama dengan baik dan menerapkannya dengan benar maka kita akan sehat secara jasmani dan rohani begitu pula sebaliknya. Memberi suatu dasar melalui perilaku contoh : minum berakohol, merokok,

3. Keterkaitan Agama dengan Penanganan dan Pencegahan Penyakit Terapi keagamaan yang diberikan berupa bimbingan tentang konsep sehat-sakit dari sudut pandang agama, bimbingan untuk berdzikir dan berdoa. Dengan beragama yang benar, hidup menjadi lebih ikhlas atau pasrah terhadap segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, sehingga akan terjadi proses homeostasis (keseimbangan). Semua protektor yang ada didalam tubuh manusia bekerja dengan ketaatan beribadah, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pandai bersyukur sehingga

tercipta suasana keseimbangan dari neuro transmiter yang ada di dalam otak (Sholeh, 2005). Didalam agama diajarkan adanya penyakit atau masalah dalam bidang kesehatan, itu dianggap sebagai sesuatu cobaan dan ujian keimanan seseorang. Oleh karena itu orang harus bersabar dan tidak boleh berputus asa, berusaha untuk mengobatinya dengan senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bila dikaji secara mendalam, maka sesungguhnya di dalam agama banyak memberikan tuntunan agar manusia sehat seutuhnya, baik dari segi fisik, kejiwaan, sosial maupun kerohanian. Dalam penanganan agama menganjurkan untuk melakukan meditasi atau beryoga dalam kondisi yang tepat dan mendekatkan diri pada Tuhan dengan melakukan persembahyangan atau berdoa. Sedangkan untuk pencegahan maka dianjurkan untuk mendalami ajaran-ajaran agama agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk yang dapat menimbulkan sebuah penyakit. Peran agama : memberikan suatu dharma wacana

4. Peran Perawat dalam Memfasilitasi Kebutuhan Pasien terhadap Pelaksanaan Keagamaan, Baik dalam Kondisi Sehat Maupun Sakit Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf dan pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan. Perawat dituntut mampu memberikan pemenuhan kebutuhan yang diperlukan pasien seperti : mendatangkan pemuka agama untuk pasien, menyediakan sarana dan prasarana persembahyangan untuk pasien.

5. Bentuk Kolaborasi Perawat dengan Ahli Agama dalam Pelayanan Kesehatan

Bentuk kolaborasi perawat dengan ahli agama dalam pelayanan kesehatan adalah ketika memberikan sosialisasi mengenai suatu penyakit, perawat bisa meminta bantuan pada para tokoh agama ataupun orang yang berkompeten di bidang agama untuk membangkitkan spiritual masyarakat agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga masyarakat bisa hidup lebih sehat baik secara jasmani maupun rohani.

6. Perawat Perlu Memahami Semua Ajaran Agama Untuk Perawatan Pasien di RS Perawat tidak perlu memahami semua ajaran agama untuk perawatan pasien di RS. Namun perawat cukup mengetahui pengetahuan dasar tentang agama secara universal. Karena terkadang perawat tidak selalu bertemu dengan pasien yang agamanya sama dengan si perawat, jadi apabila perawat bertemu dengan pasien yang berbeda agama, perawat tetap dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya. Selain itu perawat juga tidak boleh memberi batasan pada suatu agama tertentu saja. Bimbingan agama ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien. Dalam konteks ini, bimbingan agama merupakan pelengkap pengobatan dan pelayanan medis di rumah sakit. Kegiatan bimbingan agama jelas dapat memberikan nilai tambah dalam hal pelayanan bagi pasiennya. Rumah sakit mendapat citra yang baik di mata masyarakat nilai.

7. Perbedaan Kepercayaan Terkait Sehat dan Sakit pada Agama-Agama yang Ada di Indonesia Menurut pendapat kami perbedaan kepercayaan terkait sehat dan sakit pada agama-agama yang ada di Indonesia hampir tidak ada, karena semua agama mengajarkan hal-hal baik dan memiliki larangan-larangan tertentu yang nantinya akan berujung pada kebaikan bagi kesehatan jasmani dan rohani. Perbedaan kepercayaan pada agama dapat dilihat dari bentuk dan cara-cara pelaksanaan agamanya, misalkan saja perbedaan antara makanan pada umat Hindu dan Islam. Seperti tidak diperkenankan mengkonsumsi daging sapi pada Hindu dan daging babi pada Islam, tapi pada akhirnya hal tersebut memberikan dampak positif bagi umatnya. Menjalani kepercayaan nya juga salah satu melaksanakan ibadah nya.

8. Persamaan Kepercayaan Terkait Sehat dan Sakit pada Agama-Agama yang Ada di Indonesia Menurut pendapat kami persamaan kepercayaan terkait dengan konsep sehat dan sakit yaitu apabila kita dapat menerapkan ajaran-ajaran agama dengan baik maka akan menimbulkan keadaan yang damai dan tentram. Dengan keadaan tersebut maka kita dapat menjadi sehat lahir dan batin.Sama-sama memuja Tuhan.

9. Ilustrasi Kasus Tentang Penerapan Teori Konsep Sehat Sakit dan Solusi yang Diambil Berkaitan dengan Peran Agama di Lingkungan Masyarakat Luas masalah kesehatan bukanlah seluas suatu bidang yang sederhana dan sempit. Kesehatan dapat mencakup keadaan fisik, mental dan sosial. Badan Kesehatan Dunia (WHO, 1947) menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna fisik, mental dan sosial, tidak terbatas pada bebas dari penyakit dan kelemahan saja. Dengan demikian sehat mempunyai pengertian yang sangat luas, sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial. Secara lebih jelas ruang lingkup sehat dan masalah kesehatan dapat meliputi 6D yakni: 1) Death (kematian) 2) Disease (penyakit) 3) Disability (kecatatan) 4) Discomfort (kekurang-nyamanan) 5) Dissatisfaction (kekurang-puasan) 6) Destitution (kemelaratan) Liputan 6D ini mencakup masalah kesehatan dari aspek sosial ekonomi (destitution) sampai ke liang lahat (kematian). Perbedaan nilai dari masing masing aspek ini kemudian akan menyebabkan perlu cara pendekatan tersendiri. Misalnya untuk masalah ekonomi memerlukan pendekatan ekonomi kesehatan (health economy).

Ekonomi kesehatan akan banyak melihat masalah ekonomi dari status ekonomi masyarakat, khususnya masalah kemiskinan atau kesehatan pada kelompok orang/keluarga miskin. Jatuh miskin akan membawa resiko lebih tinggi untuk jatuh sakit, dan selanjutnya orang miskin yang sakit lebih susah berobat dan sembuh karena keterbatasan kemampuan ekonominya mendapatkan dan memakai pelayanan kesehatan. Mengadakan penyuluhan di banjar.

KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa agama dan konsep sehat sakit memiliki kaitan yang sangat erat. Pengaruh agama dalam mempengaruhi sehat dan

sakit seseorang adalah agama dapat menginisiasi seseorang untuk mencari solusi yang tidak merugikan kesehatan dan tidak menimbulkan penyakit. Agama juga berperan dalam penanganan dan pencegahan penyakit. Selain itu perawat dan para ahli agama juga diharapkan mengadakan kolaborasi sehingga mampu bekerja sama untuk memotivasi pasien. Untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien, perawat tidak harus memahami semua ajaran agama dalam perawatan pasien di rumah sakit. Akan tetapi perawat cukup mengetahui pengetahuan dasar tentang agama secara universal. Karena pada dasarnya tidak ada perbedaan kepercayaan terkait sehat dan sakit pada agama-agama yang ada di Indonesia. Sedangkan persamaannya semua agama mengajarkan hal hal yang baik untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan memiliki larangan-larangan tertentu yang nantinya akan berujung pada kebaikan bagi kesehatan jasmani dan rohani.