Anda di halaman 1dari 7

KONSEP MANUSIA Manusia adalah mahluk tuhan, pemimpin makhluk dimuka bumi dan manusia sebagai makhluk social

dan memiliki tiga dimensi yaitu badan, akal, dan ruh. Manusia dengan seluruh perwatakannya dan cirri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua faktor yaitu warisan dan lingkungan dan manusia juga mempunyai motivasi, kecendrungan, dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lain. o Manusia sebagai makhluk social Apabila manusia hidup seorang diri, ia akan mati karena rindu. Manusia dari kodratnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri, manusia hanya berarti, bermakna dan ada dalam relasinya dengan yang lain. Teori social bertentangan dengan paham individualism. Pada mulanya manusia hidup berkaum-kaum dan berkampung-kampung. Tak pernah ia hidup seorang diri, penghidupan manusia berdasarkan kemasyarakatan orang-seorang akan mati karena rindu jika ia hidup terpencil dengan seseorang diri saja, kita tidak bisa mengirakan adanya manusia dengan tidak ada masyarakat. o Manusia sebagai makhluk politik Manusia yang hidup bersama dalam masyarakat tidak bisa hanya bersama-sama hidup. Relasi satu sama lain mengandalkan adanya aturan, tata hidup bersama. Aturan atau sistem tata hidup bersama itu lantas bisa disebut politik. Hidup manusia akan berarti jika ia berelasasi dengan sesamanya, relasasi itu tidak hanya demi kemajuan peribadi, melainkan juga untuk kemajuan bersama. Manusia sebagai pribadi akan berdosa kepada masyarakat kalau ia memikirkan kepentingan sendiri. Adalah kewajiban bagi setiap orang berusaha menyempurnakan masyarakat dengan sepenuh tenaganya. Sebaliknya manusia sebagai makhluk politis bergantung pada masing-masing pribadi, masyarakat akan hancur apabila pribadi-pribadi di dalamnya tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Itu berarti bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup dan berkembang dan masyarakat wajib melindungi individu.

Keselamatan orang-orang lantas datang dari masyarakat, dengan demikian hidup bersama mengandalkan politik dan politik mengandalkan ada hak dan kewajiban individu yang harus diterima dan diberikan untuk membangun masyarakat. o Manusia sebagai makhluk ekonomi Manusia pertama-tama membutuhkan kehidupan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Untuk itu manusia membutuhkan akses-akses dibidang ekonomi, politik lantas dimaksudkan untuk menata perekonomian masyarakat. Bagaimana mungkin manusia hidup bahagia dan sejahtra bila sumber hidupnya (ekonomi) dikuasai oleh manusia lain yang berkuasa. Ekonimi menjadi point penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap penjajahan (politik) yang berlangsung diseluruh dunia termasuk Indonesia didasari oleh motif ekonomi ini. o Manusia secara jiwa Manusia dipandang sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya : manusia adalah makhluk yang selalu berfikir (homo sapiens). Decrates dan kant menyimpulkan bahwa jiwalah yang menjadi alat utama pengetahuan, bukan alat indra. Jiwa menafsirkan pengalaman indrawi secara aktif: mencipta, mengorganisasikan, menafsirkan, mendistorsi, dan mencari makna. Tidak semua stimuli kita terima. Para psikologi Gestalt menyatakan bahwa manusia tidak memberikan respon kepada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan. Sebelum memberikan respon, manusia menangkap dulu pola stimuli secara keseluruhan dalam satuan-satuan yang bermakna. Menurut lewin, perilaku manusia harus dilihat dari korteksnya. Dari fisika lewin meminjam konsep medan (field) untuk menunjukan totalitas gaya yang mempengaruhi seseorang pada saat tertentu. Perilaku manusia bukan sekedar respons terhadap stimuli, tetapi produk berbagai gaya yang mempengaruhi manusia sebagai ruang hayat (live space). Ruang hayat terdiri dari tujuan kebutuhan individu, semua faktor yang disadarinya, dan kesadaran diri.

Konsep manusia Manusia adalah makhluk hidup yang sempurna di muka bumi dan diciptakan oleh tuhan yang memiliki tubuh (body), jiwa (mind), dan roh (spirit/soul). Konsep tiga satu dianut oleh banyak disiplin ilmu (body, mind, spirit saling berintraksi). o Carl Roger Setiap manusia hidup dalam dua pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia-sang aku, ku, atau diriku (the, me, or myself), menjadi pusat. Manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengaktualisasikan diri, individu bereaksi pada situasi sesuai dengan persepsi tentang dirinya dan dunianya. Anggapan adanya nacaman terhadap diri akan diikuti oleh pertahanan diri dan kecendrungan batiniah manusia ialah menuju kesehatan dan keutuhan diri. Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana aku merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan apa dan siapa aku sebenarnya dan apa yang sebenarnya harus saya perbuat. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Konsep diri terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi yaitu: 1. Incongruence Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.

2. Congruence Congruence berarti situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati. Menurut Rogers, para orang tua akan memacu adanya incongruence ini ketika mereka memberikan kasih sayang yang kondisional kepada anak-anaknya. Orang tua akan menerima anaknya hanya jika anak tersebut berperilaku sebagaimana mestinya, anak tersebut akan mencegah perbuatan yang dipandang tidak bisa diterima. Disisi lain, jika orang tua menunjukkan kasih sayang yang tidak kondisional, maka si anak akan bisa mengembangkan congruence-nya. Remaja yang orang tuanya memberikan rasa kasih sayang kondisional akan meneruskan kebiasaan ini dalam masa remajanya untuk mengubah perbuatan agar dia bisa diterima di lingkungan. Dampak dari incongruence adalah Rogers berfikir bahwa manusia akan merasa gelisah ketika konsep diri mereka terancam. Untuk melindungi diri mereka dari kegelisahan tersebut, manusia akan mengubah perbuatannya sehingga mereka mampu berpegang pada konsep diri mereka. Manusia dengan tingkat incongruence yang lebih tinggi akan merasa sangat gelisah karena realitas selalu mengancam konsep diri mereka secara terus menerus. o Achievement Dalam hidupnya manusia digerakan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab social dalam masyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. o Homo sapiens Manusia disebut homo sapiens, artinya makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya, yang belum diketahuinya, berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahuan. Homo sapiens (manusia berfikir) bersumber dari Plato, Descartes, Kant, Meinong, Stumpf,

Gestalt Kurt Lewin, Heider, Fistinger. Menurut pandangan para ahli tersebut manusia bertindak atas dua faktor, yaitu personal dan lingkungan. Manusia adalah organisme aktif dan selektif menangkap stimoli yang diterimanya. Dari psikologi kognitif seperti menjawab orang ketika behaviorisme tidak mampu menjawab mengapa ada orang yang bisa berperilaku berbeda dari lingkungannya hal ini disebutkan manusia memiliki motif pribadinya sendiri (self motivated). Dalam psikologi kognitif kita menemukan penjelasan atas konsep sikap bahasa dan berfikir, dinamika kelompok dan propaganda. Psikologi kognitif memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhlik yang selalu berfikir. Prilaku manusia harus dilihat dari konteksnya. Menurut Teori Out of Africa : Penyebaran homo sapiens merupakan rute terpanjang yang dilalui oleh manusia purba Homo sapiens yang terjadi 4 juta tahun yg lalu, dalam penyebarannya mulai dari Afrika melalui darat ke seluruh bagian bumi sampai Amerika Selatan. Menurut hasil-hasil penelitian mutakhir, manusia (Homo sapiens) pertama yang meninggalkan Afrika mencapai Semenanjung Arabia melalui bagian selatan Laut Merah. Mereka mencapai Anak Benua India melalui Timur Tengah dan mencapai Oseania melalui Indonesia . Diperkirakan 50 sampai 60 ribu tahun lalu mereka telah sampai di Australia lebih dahulu sebelum menyebar di wilayah Asia lainnya. o Homeostasis Kehidupan manusia didasarkan atas keseluruhan, keserasian, dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai individu, hubungan manusia dengan alam, hubungan bangsa dengan bangsa, dan hubungan manusia dengan tuhannya, maupun manusia dalam mengajar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Secara natural tubuh manusia akan berespon untuk mempertahankan diri dalam keadaan seimbang. Homeostasis dibagi menjadi homeostasis Fisiologis & Psikologis 1. Homeostasis fisiologis Homeostasis fisiologis lingkungan internal tubuh relatif stabil &konstan

Semua sel tubuh mebutuhkan suatu lingkungan yg relatif konstan utk dpt berfungsi lingkungan Internal tubuh harus dipertahankan Mekanisme fisiologis yg menjaga homeostasis adl : regulasi diri, b`fgs mll sebuah umpan balik negatif dan kompensasi dan keadaan yg abnormal Mekanisme ini diatur oleh sistem syaraf pusat 2. Homeostasis psikologi Homeostasis psikologi adalah keseimbangan emosi atau mental yang sehat Keseimbangan dipertahankan oleh berbagai koping (mekanisme koping) Tiap individu mempunyai kebutuhan psikologis tertentu yang harus dipenuhi untuk mempertahankan homeostasis psikologis, misalnya: kebutuhan mencintai dan dicintai, keamanan dan keselamatan, dan harga diri o Hirarki kebutuhan manusia Kebutuhan pada satu tingkat harus terpenuhi sebelum beralih ke tingkat berikutnya 5 Kategori kebutuhan dasar manusia menurut Maslow : 1. Kebutuhan fisiologis (Physiologic needs): Oksigen dan pertukaran gas, Cairan, Makan, Eliminasi, Istirahat dan tidur, Aktifitas, Keseimbangan temperatur tubuh, dan Sex 2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security needs): bebas dari rasa ketakutan, kecemasan, dan Kebutuhan akan perlindungan dari udara dingin dan panas, kecelakaan, infeksi. 3. Kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki (love and belonging needs): Memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahahatan, Mendapat tempat dalam keluarga dan kelompok social. 4. Kebutuhan harga diri (self-esteem needs): Perasaan tidak tergantung, kompeten, respek terhadap diri sendiri dan orang lain.

5.

Kebutuhan perwujudan diri/ Aktualisasi diri (need for self actualization): Dapat mengenal diri dengan baik tidak emosional, punya dedikasi tinggi, kreatif, percaya diri dan sebagainya.

o Dinamika kelompok manusia Dari lewin juga lahir konsep dinamika kelompok. Dalam kelompok, individu menjadi bagian yang saling berkaitan dengan anggota kelompok yang lain. Kelompok memiliki sifatsifat yang tidak dimiliki individu. Lewin juga mengatakan tentang tension (tegangan) yang menunjukan suasa kejiwaan yang terjadi ketika kebutuhan psikologis belum terpenuhi.. Sejak pertengahan tahun 1950-an berkembang penelitian mengenai perubahan sikap dengan kerangka teoritis manusia sebagai pencari konsistensi kognitif (The person as consistency seeker). Disini, manusia dipandang sebagai makhluk yang selalu berusaha menjaga keajegan dalam system kepercayaan dengan perilaku. Awal tahun 1970-an, teori disonasi dikritik, dan muncul konsepsi manusia sebagai pengolah informasi (the person as information processor). Dalam konsepsi ini, manusia bergeser dari orang yang suka mencari justifikasi atau membela diri menjadi orang yang secara sadar memecahkan persoalan. Perilaku manusia dipandang sebagai produk strategi pengolahan informasi yang rasional, yang mengarahkan penyandian, penyimpanan, dan pemanggilan informasi