Anda di halaman 1dari 8

NUTRISI

A. Prinsip-prinsip Nutrisi Tubuh memerlukan bahan bakar untuk menyediakan energy untuk pungsi organ dan pergerakan badan, untuk mempertahankan suhu tubuh , dan untuk menyediakan material mentah untuk fungsi enzim, pertumbuhan, dan penempatan kembali dan perbaikan sel.metabulisme mengacu pada semua reaksi biokimia dalam sel tubuh.proses metabolic dapat menjadi anabolic (membangun) atau katabolic (merusak). Makanan dimakan, di cerna, dan di serap untuk menghasilkan energi yang yang di perlukan untuk reaksi ini. Nutrien merupakan elemen penting untuk proses dan funsi tubuh, enam kategori zat makanan adalah Air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. a. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energy utama dalam diet.Tiap gram karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori(kkal). Karbohidrat di peroleh terutama dari tumbuhan, kecuali laktosa (gula susu). Jumlah karbohidrat yang berlebih akan di simpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. Glikogen yang di sintesis dari glukosa menyediakan eneri selama periode puasa yang singkat. Kelebihan kalori karbohidrat di simpan sebagai lemak. Metabolism karbohidrat terdiri dari 3 proses utama. 1. Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbondioksida dan air (glikogenolisisis) 2. Anabolisme glukosa menjadi glikogen untuk penyimpanan(glokogenesis) 3. Perubahan asam amimo dan gliserol menjadi glikogen untuk energy

(glukoneogenesis) Rentang asupan karbohidrat dalam diet yang di rekomendasi adalah 50 % - 60% dari total kalori. b. Protein Meskipun protein memberikan sumber energi 4 kkal/g. juga penting untuk mensintesis / memebangun jaringan tubuh dalam pertumbuhan,pemeliharaan, dan perbaikan. Bentuk protein paling sederhana adalah asam amino.

Protein yang lengkap terdiri dari semua asam amino esensial dalam kualitas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan mempertahankan keseimbangan nitrogen. Contoh protein yang mengandung nilai biologis tinggi adalah daging, hewan ternak, susu dan telur. Contoh protein yang tidak lengkap adalah sereal, polong-polongan, (kacang, buncis). Protein terdiri dari 16 % nitrogen dan satu-satunya. Tubuh berada dalam keseimbangan nitrogen ketika asupan dan haluaran nitrogen adalah sama. Protein dapat digunakan untuk menyediakan energi, tetapi karena peranan karena protein esensial dalam pertumbuhan,pemeliharaan dan perbaikan kalori yang cukup harus disediakan dalam diet dari sumber nonprotein.protein di hemat sebagai sumber energi ketika ada karbohidrat yang cukup dalam diet untuk memenuhi kebutuhan energy tubuh. c. Lipid Lipid merupakan nutria padat yang paling berkalori dan menyediakan 9 kkal/g. lipid termasuk lemak yang padat pada suhu ruangan dan minyak yang cair pada suhu ruangan. Lipid tersusun dari karbon, hydrogen, dan oksigen, taoi porporsi dari setiap elemen berbedadari karbohidrat. Lipid dasar disusun dari trigliserida dan asam lemak. Trigliserida bersirkulasi dalam darah dan dibentuk oleh tiga asam lemak yang melekat pada gliserol. Lemak merupakan bentuk penghasil energi tubuh yang

utama.monogliserida dari porsi lipid yang dicerna dapat diubah menjadi glukosa dengan proses glukoneogenesi. Semua sel tubuh kecuali sel darah merah dan neuron dapat mengoksidasi asam lemak dan energy. d. Air Air merupakan komponen kritis dalam tubuh karena fungsi sel bergantung pada lingkungan cair. Air menyusun 60% hingga 70% dari seluruh berat badan. Kebutuhan cairan di penuhi oleh konsumsi cairan dan makanan padat yang tinggi kadar air, seperti buah-buahan segar dan sayuran, dan air yang di produksi selama oksidasi makanan. Pada individu yang sehat, asupan cairan dari semua sumber sama dengan haluaran cairan melalui eliminasi, respirasi, dan berkeringat. e. Vitamin Vitamin larut dalam air adalah vitamin C dan vitamin B kompleks yang terdiri dari delapan vitamin. Vitamin yang larut dalam air tidak dapat di simpan dalam tubuh harus tersedia sebagai asupan makanan setiap hari, Hipervitaminosis adalah kondisi yang

di sebabkan oleh asupan vitamin yang berlebihan jarang terjadi dengan vitamin yang larut air. Kendati demikian disis besar vitamin C dan vitamin B mengarah pada toksisitas. Vitamin adalah zat kimia yang digunakan sebagai katalis dalam reaksi biokimia. Vitamin larut lemak adalah vitamin A,D,E, dan K disimpan dalam tubuh. Dengan pengecualian vitamin D yang disediakan melalui asupan diet. Toksisitas untuk beberapa vitamin yang larut lemak telah di ketahui selama bertahun-tahun. Toksisitas dapat dihasilkan dalam dosis besar dari vitamin sintetik. Jumlah berlebihan pada makanan yang di perkaya dan diet yang mencakup banyaknya asupan minyak hati ikan.vitamin tertentu dapat akhirnya di pertimbangkan peranannya sebagai anti oksidan substansi yang menetralisir disebut radikal bebas yang di ajarkan untuk memproduksi kerusakan oksidatif pada sel dan jaringan tubuh. f. Mineral Mineral merupakan elemen esensial nonorganic pada tubuh sebagai katalis dalam reaksi kimia. Mineral di klarisifikasikan sebagai makro mineral ketika kebutuhan seharihari adalah 100 mg atau lebih dan elemen renik ketika berkurang dari 100 mg yang di perlukan setiap hari.

B. PENCERNAAN Pencernaan makanan terdiri dari pemecahan mekanik dengan mengunyah, mengaduk, menggabungkan dengan cairan, dan reaksi kimia sehingga makanan berkurang menjadi bentuk yang paling sederhana. Pencernaan dimulai dari mulut, tempat makanan di pecahkan secara mekanik dengan mengunyah. Makanan di campur dengan saliva, yang mengandung ptyalin, suatu enzim yang bertindak pada zat tepung. Untuk memulai konversinya menjadi maltose. Makanan yang lebih lama di kunyah, pencernaan zat tepung lebih banyak terjadi di dalam mulut.makanan yang telah di telan memasuki esophagus dan sepanjang nya dengan kontraksi otot seperti gelombang peristaltis .massa makanan yang berada pada kardiak spingter berlokasi pada pembukaan atas lambung menyebabkan spingter relaks dan memungkinkan makana masuk ke lambung.

Di dalam lambung pepsinogen di sekresikan dan di aktipkan oleh asam basa hidroklorik menjadi pepsin, enzim pemecah protein.makanan meninggalkan lambung pada spingter pilorik sebagai asam , massa cair yang di sebut kimus, kimus mengalir ke duodenum dan bercampur cepat dengan empedu, getah intestinal, sekresi pangkreas. Empedu mengelmusi lemak untuk mengizinkan aksi enzim dan menahan asam lemak dalam larutan. Sekresi terdiri dari tujuh enzim yaitu lipase,dua peptide, amylase, sukrosa, laktosa, dan maltose untuk pencernaan karbohidrat. Sekresi pangkreas mengandung lima enzim yaitu amylase,lipase, tripsin, kimotripsin, dan karboksipeptidase untuk memecahkan protein. Peristaltis terjadi secara terus menerus dalam usus kecil mencampurkan sekresi dengan kimus, campurannya menjadi alkalin yang mengikat, menghalangi aksi enzim lambung dan meningkatkan aksi sekresi duodenal. Porsi besar dari pencernaan terjadi dalam usus kecil yang memproduksi glukosa, fruktosa dan galaktosa dari karbohidrat; asam amino dan difeptida dari protein; dari asam lemak, gliserida dan gliserol dari lipid,

C. ABSORPSI Usus kecil merupakan tempat penyerapan utama nutrient.sepanjang daerah ini terdapat penonjolan seperti jari yang di sebut vili, untuk meningkatkan area permukaan yang ada untuk absorbs.nutrien di absorpsi oleh difusi fasip dan osmosi, transport aktif dan pinositosis. a. Metabolism Dua tipe dasar metabolism adalah anabolisme dan katabolisme. Anabolisme merupakan produksi dari substansi kimia yang lebih kompleks dengan sintesis nutrient. Katabolisme merupakan pemecahan substansi kimia menjadi substansi yang lebihg sederhana. Walaupun katabolisme memproduksi beberapa energi, kedua proses tersebut memerlukan energi yang harus tersedia dari makanan atau sumber eneergi yang tersimpan. b. Penyimpanan Beberapa tapi tidak semua nutrient yang di perlukan tubuh di simpan dalam jaringan tubuh, bentuk pokok tubuh dari energy yang di simpan adalah lemak, yang di simpan sebagai jaringan adipose. Glikogen di simpan dalam cadangan kecil di hati dan

jaringan otot dan protein di simpan dalam massa otot. Ketika keperluan energy tubuh melebihi persediaan energy dari nutrient yang di makan maka energy yang di simpan di gunakan. Sebaliknya, energy yang tidak digunakan harus disimpan, terutama lemak.

D. ELIMINASI Isi usus bergerak melalui segmen usus besar yang bervariasi dengan peristalsis. Sebagai material bergerak kea rah rectum, air di absorbsi ke dalam mukosa. Material yang lebih panjang tetap tinggal dalam usus besar, lebih banyak air di absorbsi dan menjadi lebih keras material padat yang tetap. Feses mengandung selulosa dan substansi yang berserat sama sehingga tubuh tidak mampu mencerna, sel yang mengelupas dari dinding intestinal usus, mucus, sekresi disgestif, air dan mikroorganisme.

E. NUTRISI DAN PENINGKATAN KESEHATAN Nutrisi dan peningkatan kesehatan terdiri dari : 1. Piramida panduan makanan 2. Kebutuhan yang dianjurkan setiap hari 3. Pedoman diet yang lain 4. Pola makan alternative F. VARIABELP ERKEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN DAN

MEMPERTAHANKAN NUTRISI YANG SEHAT 1. Bayi 2. Bayi yang minum asi 3. Bayi yang minum susu botol 4. Pengenalan makanan padat 5. Todler dan Pra sekolah 6. Anak usia sekolah 7. Remaja 8. Dewasa awal dan Dewasa tengah

9. Kehamilan 10. Masa menyusui (laktasi) 11. Lansia

G. NUTRISI DAN PROSES KEPERAWATAN a. Pengkajian Perawat berkolaborasi dengan ahli diet dalam memimpin pengkajian nutrisi yang komprehensif. Karena makanan dan cairan adalah kebutuhan dasar biologis semua makhluk hidup maka pengkajian nutrisi penting khususnya bagi klien yang beresiko masalah nutrisi yang berhubungan dengan stress, penyakit hospitalisasi, kebiasaan gaya hiduyp, dan factor-faktor lain. Pusat pengkajian nutrisi sekitar empat area pokok. a. Pengukuran fisik (tinggi dan berat) dan antropometri b. Tes laboratorium c. Riwayat diet dan kesehatan d. Observasi klinik b. Diagnose keperawatan Pengkajian keperawatan memungkinkan perawat untuk menentukan apakah terdapat masalah nutrisi yang actual atau potensial. Pernyataan diagnostic keperawatan berdasarkan pada karakteristik diagnostik yang mendukung ada pengkajian data dasar, selain itu etiologi yang di curigai dari diagnostis di nyatakan. c. Perencanaan Perencanaan untuk memelihara status gizi yang tepat menyediakan perawatan yang lebih tinggi daripada perbaikan deposit yang telah terjadi, identifikasi klien yang beresiko masalah nutrisi harus berakibat pada rencana asuhan keperawatan yang akan mencegah atau meminimalkan masalah nutrisi. Pendidikan dan konseling nutrisi penting bagi klien yang diet teratur untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Klien dengan diet terapiutik yang memahami rasional untuk diet adalah seperti lebih rela. Untuk kelompok klien ini rencana asuhan keperawatan berdasarkan pada satu atau lebih tujuan berikut ini: 1. Klien akan kembali dalam 10% rentang berat-tinggi badan yang baik

2. Klien akan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam batasan yang normal. 3. Klien akan ingesti atau telah di berikan diet atau terapi nutrisi yang secara minimal memenuhi RDA 4. Tidak ada komplikasi akan dihasilkan terpi nutrisi. d. Implementasi Klien yang sakit atau lemah seringkali memilikinafsu makan yang buruk.ketosis yang menyertai kelaparan adalah penekan nafsu makan dan prosedur bedah dan trauma yang menyebabkan nyeri. 1. Menstimulasi nafsu makan Perawat dapat membantu menstimulasi nafsu makan klien dengan cara sebagai berikut: a. Adaptasi lingkungan b. Konsultasi dengan ahli gizi c. Ketentuan diet dan pilihan makanan d. Pemberian obat yang menstimulasi nafsu makan e. Konseling klien dan f. Keluarga 2. Terapi diet dalam manajemen penyakit 3. Makan sendiri 4. Konseling klien dan keluraga 5. Pemberian makan oral 6. Nutrisi enteral dan infuse 7. Nutrisi parenteral (NP) e. Evaluasi Evaluasi nutrisi harus berlangsung terus menerus untuk mengevaluasi hasil intervensi perawat. Akan tetapi, terapi nutrisi tidak menghasilkan hasil dengan cepat. Penambahan atau kehilangan berat badan sebanyak 2,5 kg atau lebih dalam beberapa hari bisa mengindikasi perubahan cairan tidak menambah atau mengurangi massa tubuh yang kurus.

Terapi nutrisi, khususnya nutrisi enteral seringkali terganggu. Evaluasi dari pesan pemberian versus yang bervolume yang mengindikasikan apakah laju harus di naikkan atau mengimbangi gangguan tersebut. Jika penambahan berat badan yang bertahap tidak terlihat atau pengurangan berat badan yang terus menerus maka membutuhkan peningkatan penggunaan resep dokter.