Anda di halaman 1dari 4

Oksidasi Alkohol Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan

oleh sebuah gugus OH yang memiliki rumus kimia CnH2n+ 1OH. Alkohol dibagi menjadi beberapa kelompok, tergantung bagaimana posisi gugus OH pada rantai atomatom karbonnya. (Sutresna,2007) a. Alkohol Primer Alkohol primer merupakan alkohol yang gugus OH terika pada atom C primer (atom C yang terikat pada satu atom C yang lainnya) Contoh: etanol CH3 CH2 OH b. Alkohol Sekunder Alkohol sekunder merupakan alkohol yang terikat pada atom C sekunder (atom C yang terikat pada 2 atom C lainnya) Contoh: 2-Butanol CH3 CH CH2 CH3 OH c. Alkohol Tersier Alkohol Tersier merupakan atom karbon yang mengikat gugus OH berikatan langsung dengantiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda. Contoh: 2-metil, 2- propanol CH3 CH3 C CH3 OH Reaksi Oksidasi Reaksi oksidasi digunakan untuk membedakan jenis alkohol primer, sekunder, dan tersier. Pengoksidasian yang digunakan berupa KMnO4 untuk reaksi dalam suasana basa dan K2Cr2O7 untuk reaksi dalam suasana asam. a. Oksidasi alkohol primer Reaksi oksidasi alkohol primer menghasilkan senyawa aldehid. Jika aldehid dioksidasikan lebih lanjut maka akan dihasilkan asam karboksilat, dengan persaman sebagai berikut; (REAKSI) Zat antara yang terbentuk tidak stabil. Oleh kerena itu salah satu gugus OH akan diberikan ke atom H dari gugus OH yang lain dan membentuk molekul H2. Kemudian , atom C dan atom O membentuk ikatan rangkap dua. (REAKSI) Setelah senyawa aldehid terbentuk, senyawa aldehid dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat. (REAKSI)

b. Oksidasi alkohol sekunder Reaksi oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton melalui mekanisme berikut: (REAKSI) c. Oksidasi alkohol tersier Pada alkohol tersier tidak terjadi oksidasi karena atom C yang mengikat gugus OH pada alkohol tersebut tidak mengikat atom H. Berbeda dengan alkohol primer dan sekunder yang mengikat atom H. Untuk menngidentifikasi akohol tersier yaitu dengan menggunakan cara uji Lucas Yaitu direaksikan dengan ZnCl2 dalam HCl pekat. Uji lucas ini berdasarkan reaksi antara alcohol dan katalis ZnCl2. Alkohol tersier bereaksi cepat dengan gejala reaksi berupa terbentuknya kabut dipermukaan larutan. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu sekitar 5 menit, sedangkan alcohol primer tidak menunnjukkan terjadinya reaksi. Oksidasi Eter Eter adalah suatu senyawa organik yang mengandung unsur R-O-R`, dengan R sebagai alkil. Gugus eter ini juga sngat umum digunakan sebagai penghubung pada senyawa karbohidrat dan lignin. (suyatno, 2006) Reaksi oksidasi Contoh: CH3 O CH3 + 3O2 2 CO2 + 3H2O Eter mudah terbakar dan membentuk gas karbon dioksida dan uap air Oksidasi Aldehid Aldehida merupakan senyawa organik yang memiliki gugus karbonil terminal. Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang berikatan dengan atom hidrogen dan berikatan rangkap dengan atom oksigen. Golongan aldehid juga dinamakan golongan formil atau metanoil. Kata aldehida merupakan kependekan dari alkohol dehidrogenasi yang berarti alkohol yang terhidrogenasi. Golongan aldehid bersifat polar (suhendar,2010) Reaksi Oksidasi Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator lemah. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat. Salah satu reaksi untuk pembuatan aldehid adalah oksidasi dari alkohol primer. Kebanyakan oksidator tak dapat dipakai karena akan mengoksidasi aldehidnya menjadi asam karboksilat. Oksidasi khrompiridin komplek seperti piridinium khlor kromat adalah oksidator yang dapat merubah alkohol primer menjadi aldehid tanpa merubahnya menjadi asam karboksilat (Petrucci, 1987).

a. Pereaksi Fehling (REAKSI) Reaksi antara aldehid dengan fehling akan menghasilkan endapan merah jika benar terdapat aldehid.

b. Pereaksi Tollens Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi ini dibuat dengan cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. (REAKSI) Reaksi aldehid dengan tollens akan menghasilkan endapan mengkilap seperti cermin perak. Oksidasi Hidrokarbon Reaksi Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan gas karbondioksida dan air, sedangkan pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon monoksida dan air. Terjadinya pembakaran sempurna atau tidak sempurna tergantung pada perbandingan antara konsentrasi (kadar) senyawa hidrokarbon dengan konsentrasi (kadar) oksigen. 1. Oksidasi Pada Alkana Reaksi suatu senyawa alkana dengan oksigen menghasilkan karbon dioksida dan air disebut dengan reaksi pembakaran. Perhatikan persamaan reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon berikut. CH4(g) + O2(g) CO2(g) + H2O(g) Reaksi pembakaran tersebut, pada dasarnya merupakan reaksi oksidasi. Pada senyawa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) mengandung satu atom karbon. Kedua senyawa tersebut harus memiliki bilangan oksidasi nol maka bilangan oksidasi atom karbon pada senyawa metana adalah 4, sedangkan bilangan oksidasi atom karbon pada senyawa karbon dioksida adalah +4. Bilangan oksidasi atom C pada senyawa karbon dioksida meningkat (mengalami oksidasi), sedangkan bilangan oksidasi atom C pada senyawa metana menurun. Oksidasi Pada Alkana a. Sulit dioksidasi dengan oksidator lemah/agak kuat seperti : KMnO4 dan K2Cr2O7. b. Mudah diokdidasi oleh oksigen dari udara, jika dibakar keluar panas (eksotermik) percikan api CH4 + 2O2 --> CO2 + 2 H2O + 211 Kkal/mol metana oksigen Propana + 5O2 --> 3CO2 + 4 H2O + 526 Kkal/mol Pembakaran Tidak Sempurna Pembakaran dengan jumlah oksigen yang kurang Contoh : bunga api

CH4 + O2 2CH4 + 3 O2

--> -->

C + 2 H2O 2 CO + 4H2O

2. Oksidasi Pada Alkena Sama halnya dengan alkana, jika alkena dibakar dengan oksigen berlebih maka pembakaran akan berlangsung dengan sempurna dan menghasilkan CO2 dan H2O. Alkena dapat dioksidasi dengan KMnO4 dan K2Cr2O7. Oksidasi alkena dengan KMnO4 pada suasana netral dan suhu kamar akan di hasilkan suatu di alkohol yang disebut Glikol. Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O. Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O.

3. Oksidasi alkuna Pembakaran alkuna melibatkan reaksi antara alkuna dengan oksigen. Reaksi ini bersifat eksotermik. Sama halnya dengan alkena, jika alkuna dibakar dengan oksigen berlebih maka pembakaran akan berlangsung dengan sempurna dan menghasilkan CO2 dan H2O. Alkuna dapat dioksidasi dengan KMnO4 dan K2Cr2O7. Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O.