Anda di halaman 1dari 267

Profil ANak Indonesia

2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

PROFIL ANAK INDONESIA 2012


ISSN : 2089-3523
Ukuran Buku
Naskah
Gambar Kulit
Diterbitkan Oleh

: 17 cm x 24 cm
: Badan Pusat Statistik (BPS)
: Badan Pusat Statistik (BPS)

: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


(KPP&PA)
Dicetak Oleh
: CV. Miftahur Rizky
Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya.

Profil Anak Indonesia 2012

SAMBUTAN

erdasarkan Konvensi Hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan BangsaBangsa (PBB) pada tanggal 20 November 1989 dan diratifikasi Indonesia pada tahun
1990, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah setiap orang yang berusia
di bawah 18 tahun. Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
dalam Pasal 1 juga menyebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18
tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Undang-undang tersebut merupakan
bentuk dari hasil ratifikasi Convention on the Rights of the Child (CRC). Konvensi ini
merupakan instrumen internasional di bidang hak asasi manusia dengan cakupan hak yang
paling komprehensif. CRC terdiri dari 54 pasal yang hingga saat ini dikenal sebagai satusatunya konvensi di bidang Hak Asasi Manusia khususnya bagi anak-anak yang mencakup
baik hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial dan budaya. Berbagai kebijakan
untuk anak juga telah dibuat oleh pemerintah diantaranya adalah Program Nasional Bagi
Anak Indonesia (PNBAI) yang didalamnya mencakup empat program besar yaitu bidang
kesehatan, pendidikan, perlindungan anak dan penanggulangan HIV/AIDS.
Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan
generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap
anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan
dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan
orangtua, memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam
rangka membangun anak Indonesia. Diantaranya yang dilakukan pemerintah adalah
dengan menetapkan berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan serta
komitmen internasional terkait hak-hak anak dan perlindungannya, antara lain Undangundang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kebijakan Kota Layak Anak
dan ditetapkannya Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli, serta komitmen terhadap deklarasi
A World Fit for Children (WFC) dalam 27th United Nations General Assembly Special
Session on Children pada tahun 2001. Dalam melakukan upaya-upaya tersebut, dan untuk
mengetahui berbagai permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan dan hak-hak anak,
sangat dibutuhkan data dan informasi mengenai kondisi anak Indonesia.
Publikasi ini menyajikan data dan informasi mengenai anak Indonesia di segala bidang,
diantaranya mengenai hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan
alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak.
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi acuan maupun masukan bagi pemerintah dalam
perencanaan dan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan yang peduli anak.

iii

Profil Anak Indonesia 2012


Dengan tersusunnya publikasi ini, disampaikan apresiasi dan penghargaan yang
tinggi kepada tim penyusun dan semua pihak yang berpartisipasi atas upaya dan
kerjasamanya, terutama kepada Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) beserta jajarannya.
Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam upaya
peningkatan ketersediaan data anak.

Jakarta, Oktober 2012


Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia

Linda Amalia Sari Gumelar

iv

Profil Anak Indonesia 2012

KATA PENGANTAR

ndonesia merupakan salah satu negara besar di dunia, dengan populasi mencapai 237,6
juta penduduk pada 2010, lebih dari sepertiganya adalah penduduk berusia 0-17 tahun
yaitu 34,66 persen. Pada pertemuan Millennium Summitdi tahun 2000, para pemimpin
dunia meletakkan dasar-dasar Pencapaian Pembangunan Milenium atau Millennium
Development Goals (MDG), yang diantaranya meningkatkan akses terhadap pendidikan
dasar, dan pengurangan angka kematian bayi yang harus dicapai pada tahun 2015.
Karena itulah, negara-negara maju berkomitmen tinggi untuk membantu negara-negara
berkembang dan negara miskin di dunia untuk mencapai target MDG tersebut.
Untuk memonitor kemajuan pencapaian pembangunan khususnya yang berkaitan
langsung dengan kondisi anak-anak Indonesia, maka publikasi ini dibuat sebagai salah
satu alat ukurnya. Edisi Profil Anak Indonesia 2012 ini merupakan publikasi tahun kedua.
Pada publikasi ini dicantumkan beberapa indikator yang menggambarkan pencapaian
pembangunan anak-anak sekaligus beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian
khusus oleh pemerintah karena pencapaiannya masih belum seperti yang diharapkan.
Publikasi ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak dan Badan Pusat Statistik.
Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian publikasi ini, disampaikan
penghargaan dan terima kasih. Kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan untuk
penyempurnaan publikasi ini di masa mendatang.

Jakarta, Oktober 2012


Kepala Badan Pusat Statistik

Dr. Suryamin, M.Si

Profil Anak Indonesia 2012

RINGKASAN EKSEKUTIF

rofil Anak Indonesia 2012 memotret keadaan anak Indonesia berumur 0-17 tahun
pada tahun 2011. Sekitar 82,5 juta (proyeksi penduduk hasil SP 2010) anak Indonesia
berumur 6-17 tahun pada tahun 2011 merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya.
Aset tersebut harus disiapkan dengan baik guna menyongsong masa depan bangsa yang
lebih cemerlang. Anak Indonesia pada 2011 mencapai sepertiga dari total penduduk
Indonesia (33,9 persen). Jika dilihat menurut jenis kelamin, 51,3 persen diantaranya
adalah laki-laki dan 48,7 lainnya adalah perempuan.
Manfaat Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) bagi anak usia 0-6 tahun telah ditunjukkan
oleh berbagai macam studi, manfaat itu bisa dalam jangka pendek, menengah dan jangka
panjang. Manfaat jangka pendek diantaranya adalah peningkatan kualitas kesehatan
dan perbaikan nutrisi, pencegahan terhadap tindak kekerasan dan pengabaian. Manfaat
jangka menengah adalah penurunan angka pengulangan kelas dan angka drop out.
Sedangkan keuntungan jangka panjang diantaranya adalah peningkatan pendidikan dan
peningkatan upah serta penurunan tingkat kejahatan. Sayangnya pada 2011, tercatat
baru 14,8 persen anak 0-6 tahun di seluruh indonesia yang mengikuti PAUD. Bahkan di
perdesaan tercatat hanya 12,6 persen yang mengikuti PAUD, dan di perkotaan terpaut
sedikit saja yaitu 17,1 persen. Di provinsi tertentu persentasenya sangat rendah, misalnya
di Provinsi Papua yang hanya 4,8 persen anak yang sekolah di PAUD sedangkan di DI
Yogyakarta 34,77 persen anak 0-6 tahun berpartisipasi di PAUD.
Penyebab pernikahan dibawah umur sangat kompleks, diantaranya adalah
ketidaksetaraan jender, kemiskinan, praktik agama dan nilai-nilai tradisi yang negatif,
kegagalan hukum, konflik, bencana dan keadaan darurat lainnya. Kontrasnya, praktik
pernikahan dibawah umur di Indonesia bahkan dilindungi oleh Undang-Undang No 1
Tahun 1974. Tahun 2011 tercatat 1,62 persen anak perempuan 10-17 tahun di Indonesia
berstatus kawin dan pernah kawin. Di Jawa Timur, ada 3,38 persen perempuan 1017 tahun berstatus kawin dan pernah kawin. Diantara anak-anak perempuan yang
berstatus kawin dan pernah kawin tersebut 40,86 persen diantaranya bahkan menikah
pada umur kurang dari 15 tahun. Konsekuensi dari hal tersebut adalah akan berakibat
terhadap terjadinya siklus kemiskinan dan ketidakberdayaan pada perempuan, mereka
juga rentan mengalami kekerasan, penganiayaan dan pemaksaan hubungan seksual,
memperburuk kesehatan seksual dan reproduksi, serta peningkatan buta huruf dan
kurangnya pendidikan.
Dalam hal kesehatan dasar, Indonesia berhasil menurunkan angka kematian balita
dari 91 per seribu kelahiran pada 1990 menjadi 35 per seribu kelahiran pada 2010.

vi

Profil Anak Indonesia 2012


Selain itu, proporsi balita dengan berat badan kurang menurun dari 38 persen pada 1990
menjadi 20 persen pada 2007.
Pada 2011, 81,25 persen balita di Indonesia lahir dengan pertolongan bidan,
dokter maupun tenaga kesehatan lainnya, sedangkan di perdesaan masih ada 25,66
persen yang balita yang proses kelahirannya dibantu oleh dukun. Dalam hal pemberian
ASI eksklusif, baru sekitar 40,25 persen anak berumur 2-4 tahun mendapatkannya.
Imunisasi lengkap pada anak berumur 1-4 tahun baru mencakup 65,25 persen.
Dalam beberapa dekade terakhir, hasil pembangunan telah dirasakan oleh
seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali penduduk berusia 0-17 tahun. Keberhasilan
tersebut diantaranya adalah di bidang pendidikan. Pada 2011, sekitar 80,29 persen
anak 5-17 tahun berstatus masih sekolah. Meskipun jika dilihat menurut kelompok
umur, kecenderungannya adalah semakin meningkat umur maka semakin menurun
persentase penduduk masih sekolah. Pada kelompok umur 7-12 tahun, persentase
yang masih sekolah adalah 97,58 persen dan menurun hampir 10 persen (87,78
persen) pada kelompok umur 13-15 tahun dan menurun lagi lebih dari 20 persen pada
kelompok umur 16-17 tahun menjadi hanya 67,17 persen saja. Menurut Bank Dunia,
fenomena menurunnya partisipasi sekolah di Indonesia besar kemungkinan dipengaruhi
oleh tingkat kesejahteraan rumahtangga, dimana pada kelompok masyarakat yang
lebih kaya, persentase penduduk yang masih sekolah cenderung lebih tinggi daripada
kelompok masyarakat miskin. Gambaran ini didapatkan dari penghitungan data Susenas
2004 dalam laporan yang berjudul Early Childhood Education and Development, an
Investment of a Better Life.
Angka Putus Sekolah anak berumur 7-17 tahun adalah sebesar 2,91 persen pada
tahun 2011. Angka putus sekolah pada kelompok umur 7-12 tahun sebesar 0,67 persen,
pada kelompok umur 13-15 tahun angka putus sekolah mencapai 2,21 persen dan
pada kelompok umur 16-17 tahun angka putus sekolah mencapai 2,32 persen. Hampir
separuh (49,51 persen) anak berumur 7-17 tahun yang putus sekolah disebabkan
oleh tidak adanya biaya, 9,2 persen karena bekerja, 3,05 persen karena menikah atau
mengurus rumahtangga, dan sisanya karena alasan lainnya. Selain itu, masih ada sekitar
1 persen anak berusia 16-17 tahun yang tidak mempunyai kemampuan baca tulis.
Ada sekelompok anak yang mempunyai ketidakmampuan melakukan aktifitas
normal sehari-hari. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, sekitar 0,44 persen anak
berumur 10-17 tahun sulit berkonsentrasi/berkomunikasi, dan diantara yang sulit
berkonsentrasi/ berkomunikasi itu 41,25 persen diantaranya ada di tingkat kesulitan
yang parah. Lalu ada 0,51 persen anak berumur 10-17 tahun yang masih kesulitan
mengurus dirinya sendiri, 0,18 persen kesulitan berjalan/naik tangga, 0,14 tahun
kesulitan mendengar dan 0,2 persen kesulitan melihat.

vii

Profil Anak Indonesia 2012


Di bidang ketenagakerjaan, masih ada 3,4 juta jiwa anak berumur 10-17 tahun yang
bekerja. Papua adalah propinsi dengan partisipasi anak yang bekerja tertinggi di Indonesia.
Mayoritas mereka yang bekerja hanya tamat SD yaitu 75,83 persen. Anak yang bekerja
lebih banyak terserap di sektor pertanian yaitu 49,24 persen, hampir sepertiganya (32,36
persen) di sektor jasa, dan ada 18,4 persen di sektor manufaktur. Di sisi lain, 58,16 persen
anak yang bekerja adalah pekerja keluarga tidak dibayar. Di sektor pertanian proporsi
anak yang bekerja sebagai pekerja keluarga tak dibayar mencapai 39,13 persen.

viii

Profil Anak Indonesia 2012

TIM PENYUSUN
Penanggung Jawab :
Drs. Razali Ritonga, MA
Drs. Wynandin Imawan, M.Sc
Ir. Lies Rosdianty, M.Si
Editor :
Gantjang Amanullah, MA
Krismawati, MA
Ir. Meity Trisnowati
Ir. Thoman Pardosi, SE, M.Si
Sumarwanto, Dip. REIS
Wachyu Winarsih, M.Si
Ir. FB. Didiek Santoso
Drs. Suprapto, MM
Sucipto, SSi
Anita Putri Bungsu, SSI
Sylvianti Angraini, SSi
Indah Lukitasari, SSi
Penulis :

Al Huda Yusuf, M.Si
Eva Yugiana, S.ST
Mariet Tetty Nuryetty, MA
Dendi Handiyatmo, M.Si
Nashrul Wajdi, M.Si
Tono Iriantono Wirananggapattie, S.Si
Ahmad Muhammad Saleh
Pengolah Data :
Al Huda Yusuf, M.Si
Eva Yugiana, S.ST
Ferandya Yoedhiandito, SE
Rida Agustina, S.ST
Sapta Hastho Ponco, S.ST
Setting :
Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan

ix

Profil Anak Indonesia 2012

AKRONIM
ABH
AKA

AKABA
AKB

APK

APM
APS

ASEAN
ASI
BA
Bappenas
BBLR
BCG

BKB
BKG

BPS

DI

Dikdas
DKI
DPT

KB
KF

KLA
Kemendiknas
Kemendagri
Kemenkeu
Kemenag
KPP dan PA
MDGs
MI

MTs
MA
Menkokesra
NTB
PAUD
PUS

Angka Buta Huruf


Angka Kematian Anak
Angka Kematian Balita
Angka Kematian Bayi
Angka Partisipasi Kasar
Angka Partisipasi Murni
Angka Partisipasi Sekolah
Association of South East Asian Nations
Air Susu Ibu
Bustanul Athfal
Badan Perencana Pembangunan Nasional
Berat Badan Lahir Rendah
Basillus Calmatto Guenin
Bina Keluarga Balita
Balita Kurang Gizi
Badan Pusat Statistik
Daerah Istimewa
Pendidikan Dasar
Daerah Khusus Ibukota
Difteri Pertusis Tetanus
Kelompok Bermain
Keaksaraan Fungsional
Kota Layak Anak
Kementerian Pendidikan Nasional
Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Keuangan
Kementerian Agama
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Millenium Development Goals
Madrasah Ibtidaiyah
Madrasah Tsanawiyah
Madrasah Aliyah
Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat
Nusa Tenggara Barat
Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Untuk Semua

Profil Anak Indonesia 2012


PMS
PNBAI
Posyandu
PPI
PT
Puskesmas
Pustu
RA

Riskesdas
RPJM
Sakernas
SD
SDKI

SDLB
SDM
SMP
SMPLB
SMA
SMK
Sisdiknas
Susenas
Sukma
TBM
TK
TPA

UU
UUD
Wajar
WHO

Penyakit Menular Seksual


Program Nasional Bagi Anak Indonesia
Pos Pelayanan Terpadu
Program Pengembangan Imunisasi
Perguruan Tinggi
Pusat Kesehatan Masyarakat
Puskesmas Pembantu
Raudatul Athfal
Riset Kesehatan Dasar
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Survei Angkatan Kerja Nasional
Sekolah Dasar
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
Sekolah Dasar Luar Biasa
Sumber Daya Manusia
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa
Sekolah Menengah Atas
Sekolah Menengah Kejuruan
Sistem Pendidikan Nasional
Survei Sosial Ekonomi Nasional
Surat Keterangan Buta Aksara
Taman Bacaan Masyarakat
Taman Kanak-kanak
Taman Penitipan Anak
Undang Undang
Undang Undang Dasar
Wajib Belajar
World Health Organization

xi

Profil Anak Indonesia 2012

DAFTAR ISI
SAMBUTAN
KATA PENGANTAR
RINGKASAN EKSEKUTIF
TIM PENYUSUN
AKRONIM
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sumber Data
1.4 Sistematika Penyajian

iii
v
vi
ix
x
xii
xiv
xvi
1
1
2
3
3

BAB II STRUKTUR PENDUDUK USIA 0-17 TAHUN


2.1 Jumlah dan Komposisi Anak
2.2 Tren Penduduk 0-17 Tahun
2.3 Rasio Jenis Kelamin (RJK)

5

5
7
8

BAB III HAK SIPIL DAN KEBEBASAN


3.1 Kepemilikan Akte Kelahiran
3.2 Akses Terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

9
9
13

BAB IV LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGASUHAN ALTERNATIF


4.1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
4.2 Anak dan Keluarga yang Tinggal Bersama
4.3 Perkawinan Usia Dini

17
17
21
24

BAB V KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN


5.1 Penolong Kelahiran
5.2 Air Susu Ibu (ASI)
5.3 Imunisasi
5.4 Keluhan Kesehatan
5.5 Akses ke Pelayanan Kesehatan
5.6 Tingkat Kunjungan

29
29
30
33
36
39
40

xii

Profil Anak Indonesia 2012


BAB VI PENDIDIKAN
6.1 Status Sekolah
6.2 APS, APM dan APK

6.2.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS)

6.2.2 Angka Partisipasi Murni (APM)

6.2.3 Angka Partisipasi Kasar (APK)
6.3 Angka Putus Sekolah
6.4 Alasan Tidak Sekolah
6.5 Angka Buta Huruf
6.6 Sarana Ke sekolah

41
42
44
45
46
48
49
53
55
57

BAB VII PERLINDUNGAN KHUSUS


7.1 Perkembangan Perlindungan Anak di Indonesia
7.2 Perlindungan Khusus
7.3 Anak Bermasalah Hukum
7.3.1 Anak Pelaku Tindak pidana
7.3.2 Anak Korban Tindak pidana
7.3.3 Perdagangan Anak (Trafficking)
7.4 Anak dengan Kesulitan Fungsional
7.4.1 Kesulitan Melihat
7.4.2 Kesulitan Mendengar
7.4.3 Kesulitan Berjalan/Naik Tangga
7.4.4 Kesulitan Mengingat/Berkonsentrasi/Berkomunikasi
7.4.5 Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
7.5 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja
7.5.1 Umur Anak yang Bekerja
7.5.2 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Provinsi
7.5.3 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Pendidikan
7.5.4 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan
7.5.5 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama
7.5.6 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Status Pekerjaan dan
Lapangan Pekerjaan Utama
7.5.7 Anak 10-17 Tahun Bekerja di Kegiatan Informal
7.5.8 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Jam Kerja Pada
Pekerjaan Utama
7.5.9 Anak 10-17 Tahun Bekerja menurut Pendapatan/Upah/Gaji

59
59
61
61
62
64
65
66
67
69
70
71
73
74
76
77
79
80
82

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

91
93

xiii

83
86
88
89

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 2.1
Tabel 2.2
Tabel 2.3

DAFTAR TABEL
Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin
(dalam juta) dan Rasio Jenis Kelamin (RJK), 2011

Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur Sekolah, 2011


(dalam juta)

Proyeksi Penduduk Indonesia Umur 0-17 Tahun, 2010-2015


(dalam juta)

Tabel 3.1

Proporsi Anak Berusia 5-17 tahun yang Mengakses Internet dalam 3


Bulan Terakhir menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011
14

Tabel 3.2

Proporsi Anak Berusia 5-17 tahun dan Masih Sekolah yang


Mengakses Internet dalam 3 Bulan Terakhir menurut Kelompok
Umur dan Jenis Kelamin, 2011

15

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD


Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin, dan Kelompok Umur, 2011

19

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD


Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin dan Jenis PAUD, 2011

21

Persentase Anak yang Berobat Jalan menurut Jenis Fasilitas


Kesehatan dan Tipe Daerah, 2011

39

Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 5.1
Tabel 6.1

Persentase Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Tipe Daerah, Jenis


Kelamin dan Partisipasi Sekolah, 2011
43

Tabel 6.2

Persentase Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Kelompok Umur


dan Partisipasi Sekolah, 2011

44

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Pernah/ Sedang


Sekolah menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011

50

Angka Putus Sekolah Penduduk menurut Tipe Daerah, Jenis


Kelamin dan Kelompok Umur Sekolah, 2011

51

Tabel 6.3
Tabel 6.4
Tabel 6.5

Angka Putus Sekolah Penduduk Berumur 7-17 Tahun menurut Tipe


Daerah, Jenis Kelamin dan Jenjang Pendidikan, 2011
52

Tabel 6.6

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Tidak/ Belum


Pernah Sekolah/ Tidak Bersekolah Lagi menurut Alasan Tidak/
Belum Pernah Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi, Tipe Daerah, dan
Jenis Kelamin, 2011

xiv

53

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 6.7

Angka Buta Huruf Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Tipe Daerah,
Jenis Kelamin dan Kelompok Usia Sekolah, 2011
56

Tabel 6.8

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Masih Sekolah


menurut Sarana Angkutan ke Sekolah, Tipe Daerah, dan Jenis
Kelamin, 2011

57

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun ke Atas yang Masih


Sekolah menurut Sarana Angkutan ke Sekolah dan Jenjang
Pendidikan, 2011

Jumlah Narapidana dan Tahanan Menurut Kelompok Usia dan


Jenis Kelamin, 2011

63

Tabel 6.9

Tabel 7.1

58

Tabel 7.2

Jumlah Korban Perdagangan Orang Menurut Kelompok Umur dan


Jenis Kelamin, Tahun 2007 2011
66

Tabel 7.3

Jumlah Anak Usia 10-17 tahun menurut Jenis dan Tingkat


Kesulitan, 2010 (dalam ribuan)

Persentase Anak usia 10-17 Tahun menurut Kelompok Umur dan


Tingkat Kesulitan Melihat, 2010

68

Persentase Anak Usia 10-17 Tahun menurut Kelompok Umur dan


Tingkat Kesulitan Mendengar, 2010

69

Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan


Tingkat Kesulitan Berjalan/Naik Tangga, 2010

70

Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan


Tingkat Kesulitan Mengingat/ Berkonsentrasi/Berkomunikasi, 2010

72

Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan


Tingkat Kesulitan Mengurus Diri Sendiri, 2010

73

Tabel 7.4
Tabel 7.5
Tabel 7.6
Tabel 7.7
Tabel 7.8

xv

67

Profil Anak Indonesia 2012

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1

Penduduk 0-4 Tahun Menurut Kepemilikan Akte Kelahiran, 2011

10

Gambar 3.2

Persentase Penduduk 0-4 Tahun yang Memiliki Akte Kelahiran


Menurut Provinsi, 2011

11

Persentase Penduduk 0-4 tahun yang Tidak Memiliki Akte


Kelahiran Menurut Alasan, 2011

12

Persentase Penduduk 0-4 tahun yang Tidak Memiliki Akte


Kelahiran Menurut Alasan, 2011

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD


Menurut Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011

20

Persentase Anak yang Tinggal Serumah dengan Ibu Kandung


Menurut Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011

22

Persentase Anak yang Tinggal Serumah dengan Ibu Kandung


Menurut Provinsi, 2011

23

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Kawin dan


Pernah Kawin Menurut Provinsi, 2011

25

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun Menurut Status


Perkawinan, 2011

26

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Berstatus Kawin


dan Pernah Kawin Menurut Umur Kawin Pertama, 2011

26

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran dan Tipe Daerah,


2011

30

Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI Menurut Jenis Kelamin


dan Tipe Daerah, 2011

31

Gambar 5.3 Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan) bagi Balita Menurut Tipe
Daerah dan Jenis Kelamin, 2011

32

Gambar 3.3
Gambar 3.4
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Gambar 5.1
Gambar 5.2

Gambar 5.4

Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan) Tanpa Makanan Tambahan


dan ASI dengan Makanan Tambahan bagi Balita Menurut Tipe
Daerah, 2011

Gambar 5.5 Persentase Balita Berumur 2-4 Tahun yang Memiliki Riwayat
Mendapat ASI Ekslusif (6 Bulan) Menurut Jenis Kelamin dan
Tipe Daerah, 2011

xvi

13

32

33

Profil Anak Indonesia 2012


Gambar 5.6 Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Jenis
Kelamin dan Tipe Daerah, 2011

34

Gambar 5.7 Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Jenis
Imunisasi dan Jenis Kelamin, 2011

34

Gambar 5.8 Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Mendapat Imunisasi
Lengkap Menurut Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011

35

Gambar 5.9 Persentase Anak yang Sakit Menurut Tipe Daerah dan Jenis
Kelamin, 2011

36

Gambar 5.10 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Menurut


Jenis Keluhan Terbesar dan Jenis Kelamin, 2011

37

Gambar 5.11 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan


Mengobati Sendiri Menurut Daerah Tempat Tinggal dan Jenis
Kelamin, 2011

37

Gambar 5.12 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan


Penggunaan Obat menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin,
2011

38

Gambar 5.13 Tingkat Kunjungan Anak ke Fasilitas Kesehatan, 2011

40

Gambar 6.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Berumur 7-17 Tahun
menurut Jenis Kelamin, 2011

45

46

Gambar 6.3 Angka Partisipasi Murni (APM) Anak menurut Jenis Kelamin, 2011

47

Gambar 6.4 Angka Partisipasi Murni (APM) Anak menurut Tipe Daerah, 2011

47

Gambar 6.5 Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak menurut Jenis Kelamin, 2011

48

49

Gambar 6.2

Gambar 6.6

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Berumur 7-17 Tahun


menurut Tipe Daerah, 2011

Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak menurut Tipe Daerah, 2011

Gambar 7.1 Persentase Korban Kejahatan Selama Tahun 2011 Menurut


Kelompok Usia dan Tipe Daerah

64

Gambar 7.2 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan
Melihat menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010

68

Gambar 7.3
Gambar 7.4

Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan


Mendengar menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010

70

Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan


Berjalan/Naik Tangga menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin

71

xvii

Profil Anak Indonesia 2012


Gambar 7.5

Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan


Mengingat/ Berkonsentrasi/Berkomunikasi menurut Tipe Daerah
dan Jenis Kelamin, 2010

72

Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan


Mengurus Diri Sendiri menurut Tipe Daerah dan Jenis
Kelamin, 2010

74

Gambar 7.7

Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja, 2011

76

Gambar 7.8

TPAK 10-17 Tahun dan Persentase Penduduk 10-17 yang Bekerja


Menurut Provinsi, 2011

78

Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut


Tingkat Pendidikan, 2011

Gambar 7.6

Gambar 7.9

79

Gambar 7.10 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut
Lapangan Pekerjaan Utama, 2011

80

Gambar 7.11 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut
Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2011

81

Gambar 7.12 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut
Lapangan Pekerjaan Utama dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

81

Gambar 7.13 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan, 2011

82

Gambar 7.14 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011

82

Gambar 7.15 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

83

Gambar 7.16 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Lapangan Uasha, 2011

83

Gambar 7.17 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Lapangan Usaha (Perkotaan), 2011

84

Gambar 7.18 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Lapangan (Perdesaan)

84

Gambar 7.19 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Lapangan (Laki-laki), 2011

85

Gambar 7.20 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Status Pekerjaan dan Lapangan (Perempuan), 2011

85

xviii

Profil Anak Indonesia 2012


Gambar 7.21 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Sektor Formal-Informal, 2011

87

Gambar 7.22 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Sektor Formal-Informal dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

87

Gambar 7.23 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Sektor Formal-Informal dan Jenis Kelamin, 2011

88

Gambar 7.24 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama, 2011

88

Gambar 7.25 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Jam Kerja pada Pekerjaan Utama dan Daerah tempat Tinggal,
2011

89

Gambar 7.26 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Jam Kerja pada pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2011

89

Gambar 7.27 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Rata-Rata Upah/Gaji/Pendapatan, 2011

90

xix

Profil Anak Indonesia 2012

1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hasil Proyeksi Sensus Penduduk 2010, pada 2011 penduduk Indonesia diperkirakan
mencapai 243,8 juta jiwa, dan sekitar 33,9 persen diantaranya adalah anak-anak usia
0-17 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa berinvestasi untuk anak adalah berinvestasi
untuk sepertiga lebih penduduk Indonesia. Gambaran kondisi anak saat ini menjadi dasar
yang penting bagi pengambilan kebijakan yang tepat bagi anak. Anak-anak merupakan
kelompok penduduk usia muda yang mempunyai potensi untuk dikembangkan agar dapat
berpartisipasi aktif dalam pembangunan di masa mendatang. Mereka adalah kelompok
yang perlu disiapkan untuk kelangsungan bangsa dan negara di masa depan.
Perwujudan anak-anak sebagai generasi muda yang berkualitas, berimplikasi
pada perlunya pemberian perlindungan khusus terhadap anak-anak dan hak-hak yang
dimilikinya sehingga anak-anak bebas berinteraksi dalam kehidupan di lingkungan
masyarakat. Sesuai dengan isi Pasal 4 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,
bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi
secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Undang-undang tersebut merupakan
bentuk dari hasil ratifikasi Convention on the Rights of the Child (CRC).
Salah satu aspek penting untuk melihat kualitas anak adalah dari sisi pendidikan.
Hasil Susenas 2011 menunjukkan bahwa anak usia 5-17 tahun yang berstatus sekolah
sebesar 80,29 persen. Dan ternyata pada kelompok usia tersebut terdapat 7,36 persen
yang tidak bersekolah lagi dan yang belum pernah sekolah sebesar 12,35 persen.
Meskipun persentase anak usia sekolah yang masih bersekolah cukup tinggi, namun
kualitas dari anak tersebut juga harus ditingkatkan demi terciptanya Sumber Daya Manusia
yang berkualitas bagi bangsa dan negara di masa mendatang. Hal ini dikarenakan masih
adanya permasalahan terbatasnya akses pendidikan berkualitas bagi anak, terutama bagi
anak keluarga miskin dan di masyarakat terpencil. Dampaknya dapat terlihat dari semakin
meningkatnya kasus-kasus kekerasan, jumlah anak yang bermasalah dengan hukum,
eksploitasi (termasuk trafficking), dan diskriminasi terhadap anak.

Profil Anak Indonesia 2012


Dilihat dari sisi kesehatan, angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2007 sebesar
34 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut jauh dari target MDGs (23
kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup) yang ingin dicapai pada tahun 2015. Sementara
pada tahun yang sama, Angka Kematian Balita adalah sebesar 44 per 1.000 kelahiran
hidup, sedangkan target MDGs pada tahun 2015 adalah 32 kematian balita per 1.000
kelahiran hidup. Indikator lainnya adalah status gizi anak, dimana berdasarkan hasil Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, prevalensi Balita Kurang Gizi (BKG) pada tahun 2010
adalah sebesar 17,9 persen yang terdiri dari 4,9 persen gizi buruk dan 13 persen gizi
kurang.
Di samping itu, perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan, perdagangan
anak, eksploitasi, dan diskriminasi masih belum optimal. Hal ini antara lain terlihat
dari jumlah anak bekerja yang relatif masih tinggi. Hasil Survei Pekerja Anak (SPA) yang
merupakan kerjasama antara BPS dan ILO (International Labour Organization) pada tahun
2009 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 4,1 juta anak usia 5-17 tahun yang bekerja.
Sedangkan berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2011, terdapat 3,4 juta anak berumur 1017 tahun pada 33 provinsi di Indonesia yang bekerja.
Disisi lain belum terpenuhinya hak sipil anak, dimana balita yang memiliki akte
kelahiran baru sekitar 59 persen (Susenas 2011) dan 41 persen lainnya tidak mempunyai
akte kelahiran. Hal ini mencerminkan belum terpenuhinya hak anak terhadap identitasnya
dan masih lemahnya sistem pendataan atau registrasi kelahiran. Tidak dimilikinya akta
kelahiran menyebabkan ketidakjelasan identitas anak, yang akan membawa sejumlah
implikasi seperti diskriminasi, tidak memiliki akses terhadap pelayanan dasar pendidikan
dan kesehatan, rawan menjadi korban perdagangan manusia, mudah dijadikan pekerja
anak, rawan menjadi korban kejahatan seksual, dan lain-lain.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, maka diperlukan adanya data profil anak sebagai
gambaran keadaan anak-anak di Indonesia secara menyeluruh diberbagai bidang. Oleh
karena itu KPP&PA bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik melakukan suatu kajian
analisis deskriptif mengenai situasi dan kondisi anak-anak di Indonesia. Penyusunan profil
dalam jangka pendek menjadi sangat penting untuk disusun dan dikembangkan sebagai
basis data dan masukan dalam upaya pemenuhan hak-hak anak.
1.2 Tujuan
Publikasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan informasi tentang kondisi
anak-anak Indonesia yang diamati dari aspek lingkungan keluarga, pendidikan, kesehatan,
dan perlindungan anak baik terhadap masalah sosial, hukum, kekerasan, anak bekerja
dan anak cacat.

Profil Anak Indonesia 2012


1.3 Sumber Data
Publikasi ini menggunakan berbagai macam sumber data yaitu:
a. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2011
b. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2011
c. Sensus Penduduk 2010 dan Proyeksi Penduduk
d. Lembaga Pemasyarakatan Republik Indonesia
e. Bareskrim, Mabes Polri
1.4 Sistematika Penyajian
Secara sistematis publikasi ini disajikan dalam tujuh bab. Pemilihan bab dalam
penyusunan Profil Anak disesuaikan dengan lima kluster hak anak pada Konvensi Hak Anak
(KHA) yakni: hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif;
kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
seni budaya, dan perlindungan khusus. Pengelompokan tentang isi KHA ke dalam lima
kluster oleh Komisi Hak Anak PBB dilakukan dengan pertimbangan mempermudah
pemahaman publik serta mempermudah dalam penyusunan laporan implementasinya
kepada PBB. Dalam setiap kluster telah ditentukan indikator rinci, meskipun demikian
karena keterbatasan data, tidak semua indikator tersebut disajikan dalam publikasi ini.
Bab pertama menyajikan pendahuluan yang berisi latar belakang penyusunan
publikasi, tujuan, sumber data serta sistematika publikasi. Bab ke-dua menyajikan
tentang Struktur Penduduk 0-17 tahun. Bab ke-tiga menyajikan tentang Hak Sipil dan
Kebebasan. Bab ke-empat tentang Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, bab
ke-lima Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Bab ke-enam Pendidikan, Pemanfaatan
Waktu Luang dan Kegiatan Seni budaya, sedangkan bab ke-tujuh Perlindungan Khusus
yang berisi tentang anak bermasalah hukum, anak bermasalah sosial, anak bekerja dan
anak cacat.

Profil Anak Indonesia 2012

2
STRUKTUR PENDUDUK USIA 0 -17 TAHUN
2.1 Jumlah dan Komposisi Anak
Karakteristik usia secara jelas mendefinisikan perbedaan yang memisahkan antara
anak dari orang dewasa. Anak yang dimaksud disini adalah seorang yang berusia . Anak
adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa.
Dari sudut pandang anak sebagai aset, anak merupakan salah satu modal sumber daya
manusia, jika dipenuhi semua kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan dan
kebutuhan sosial ekonomi lainnya. Pemenuhan kebutuhan ini akan membentuk anak
tumbuh menjadi manusia berkualitas. Sebaliknya jika kebutuhan anak tidak terpenuhi,
dikhawatirkan akan menurunkan kualitas hidup anak atau sebagian dari mereka akan
menimbulkan masalah bagi keluarga, masyarakat maupun negara.
Hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010), menunjukkan bahwa penduduk Indonesia
berjumlah 237,6 juta jiwa, yang terdiri dari 119,6 juta laki-laki dan 118,0 juta perempuan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 81,4 juta orang atau sekitar 34,26 persen diantaranya anak
berumur di bawah 18 tahun.
Tabel 2.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin (dalam juta)
dan Rasio Jenis Kelamin (RJK), 2011
Kelompok
Umur

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki+
Perempuan

Rasio Jenis
Kelamin

Jumlah

Jumlah

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

0-17

42.332

34 ,6

40.206

33 ,2

82.572

33 ,9

105 ,3

18+

80.146

65 ,4

81.056

66 ,8

161.268

66 ,1

98 ,9

Jumlah

122..478

100,0

121.262

100,0

243.840

100,0

101 ,0

Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 Berdasar Hasil SP2010

Profil Anak Indonesia 2012


Pada tahun 2011 penduduk Indonesia berumur 0-17 tahun mencapai 82,6 juta (Tabel
2.1) atau sebesar 33,9 persen dari keseluruhan penduduk. Apabila dilihat dari sudut
pandang ketergantungan maka sepertiga dari penduduk Indonesia masih membutuhkan
perlindungan baik oleh keluarga, masyarakat ataupun negara.
Kebutuhan dasar yang harus disiapkan oleh pemerintah untuk anak terlihat masih cukup
besar misalnya dibidang kesehatan dan pendidikan. Masih sangat dibutuhkan peran serta
orang tua untuk akses kepada pelayanan kesehatan agar mengurangi angka kesakitan dan
angka kematian pada bayi, balita dan anak. Anak bayi maupun balita membutuhkan layanan
kesehatan yang baik, sehingga mereka bisa melewati tahun kritis di awal kehidupannya
dimana kesehatannya sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Usaha pemerintah
meningkatkan kesehatan anak melalui layanan imunisasi, pemberian vitamin, dan makanan
tambahan berperan penting dalam menurunkan kematian bayi dan meningkatkan kualitas
kesehatannya.
Dibidang pendidikan juga tidak kalah pentingnya dimana pendidikan merupakan
sarana untuk membentuk generasi yang berkualitas. Penyediaan penyelengaraan
pendidikan oleh pemerintah mutlak diperlukan disamping pendidikan yang diberikan oleh
orang tua. Persebaran penduduk menurut usia sekolah maupun pra sekolah sebagaimana
terlihat pada Tabel 2.2. Penduduk pada kelompok usia pendidikan dasar yaitu 7-12 tahun
tercatat sebanyak 27,3 juta orang, sedangkan pada kelompok usia pendidikan pra sekolah
0-6 tahun tercatat sebanyak 32,6 juta orang, lalu pada kelompok pendidikan usia menengah
13-17 tahun tercatat sebanyak 22,4 juta orang. Besarnya jumlah penduduk muda yang
memerlukan pendidikan ini menjadi kewajiban pemerintah sebagai penyelenggara negara
untuk menyediakan akses pendidikan yang adil dan merata. Sehingga pendidikan dapat
dinikmati oleh seluruh warga negara Indonesia.
Tabel 2.2 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur Sekolah, 2011 (dalam juta)
Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

(1)

(2)

(3)

(4)

0-4

12.155

11.531

23.687

5-6

4.658

4.432

9.090

7-12

14.022

13.282

27.304

13-15

7.060

6.691

13.750

16-17

4.437

4.270

8.707

Jumlah

42.332

40.206

82.538

Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 Berdasar Hasil SP2010

Profil Anak Indonesia 2012


2.2 Tren Penduduk 0-17 Tahun
Dengan jumlah penduduk 237,6 juta jiwa berdasarkan hasil SP 2010, Indonesia
merupakan negara terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.
Pada kurun waktu 2000-2010, proporsi penduduk berusia 0-17 tahun terhadap total
penduduk telah mengalami penurunan. Sekitar 2,5 persen, dari 36,76 persen pada tahun
2000 menjadi 34,25 persen pada tahun 2010.
Sekitar satu diantara tiga penduduk Indonesia adalah anak. Ini terlihat dari proporsinya
terhadap total penduduk Indonesia yaitu sekitar 33,9 persen. Yang menarik untuk diamati
adalah adanya peningkatan proporsi penduduk berumur 0 tahun dari 4,72 persen pada
tahun 2000 menjadi 5,4 persen pada tahun 2010. Implikasi kebijakan di masa mendatang
diantaranya adalah perlunya pemerintah merevitalisasi program pengendalian penduduk.
Program pengendalian penduduk melalui Keluarga Berencana (KB) sudah terbukti
berhasil menghindarkan Indonesia dari ledakan penduduk yang tidak terkendali beberapa
dasawarsa yang lalu. Namun, lemahnya komitmen pemerintah setelah era orde baru dalam
hal pengendalian jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah penduduk usia
muda. Meskipun laju pertumbuhan penduduk secara nasional menurun, namun jumlah
pasangan usia produktif selalu meningkat, sehingga jumlah kelahiran tetap tinggi.
Tabel 2.3 Proyeksi Penduduk Indonesia Umur 0-17 Tahun, 2010-2015 (dalam juta)
Kelompok Umur
(1)

Tahun
2010

2011

2012

2013

2014

2015

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

0-4

23,769

23,687

23,438

23,028

22,522

22,024

5-9

22,837

22,656

22,742

23,032

23,391

23,645

10-14

22,831

22,991

22,931

22,772

22,677

22,780

15-17

12,929

13,204

13,498

13,732

13,820

13,684

Jumlah

82,366

82,538

82,609

82,564

82,411

82,132

Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 Berdasar Hasil SP2010

Dalam periode 2010-2015 yang diperlihatkan oleh Tabel 2.3 diproyeksikan akan
terjadi penurunan jumlah penduduk 0-17 tahun dalam periode lima tahun ke depan,
hal yang sama juga terjadi pada penduduk kelompok umur 0-4 tahun. Namun pada
penduduk kelompok memiliki pola yang sedikit acak, dimana terjadi peningkatan pada
tahun tertentu dan terjadi penurunan ditahun berikutnya. Perbedaan tren antar kelompok

Profil Anak Indonesia 2012


umur ini di masa akan datang harus diantisipasi oleh pemerintah dengan merencanakan
program-program yang tepat agar perubahan komposisi penduduk 0-17 tahun ini tidak
menjadi penghambat jalannya pembangunan.
2.3 Rasio Jenis Kelamin (RJK)
Pada Tabel 2.1 tampak bahwa RJK kelompok umur 0-17 tahun sebesar 105,3, yang
secara umum dapat dikatakan bahwa pada tahun 2011 penduduk berumur 0-17 lebih
banyak berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Sedangkan pada kelompok umur
yang lebih tua, RJK sebesar 98,9 yang artinya proporsi penduduk laki-laki berkurang.
Secara alami ini berkaitan dengan angka harapan hidup laki-laki yang memang lebih
rendah daripada perempuan.
Walaupun laki-laki tercatat lebih banyak daripada perempuan, dalam mendukung
kesetaraan gender maka baik anak laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang
setara untuk memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang baik.

Profil Anak Indonesia 2012

3
HAK SIPIL DAN KEBEBASAN
3.1 Kepemilikan Akte Kelahiran
Kepemilikan akte kelahiran juga merupakan salah satu bukti telah terpenuhinya hak
memiliki identitas sebagai anak. Pasal 9 konfensi PBB mengenai hak-hak anak menentukan
bahwa semua anak harus didaftarkan segera setelah kelahirannya dan juga harus
mempunyai nama serta kewarganegaraan. Laporan ini menghimbau agar dilaksanakan
pendaftaran kelahiran gratis bagi semua anak dan merupakan tujuan yang dapat dicapai
oleh semua negara. Konvensi itu diratifikasi oleh indonesia pada tahun 1990.
Akta kelahiran merupakan hasil pencatatan terhadap peristiwa kelahiran seseorang
di wilayah suatu negara. Sampai saat ini masih banyak anak Indonesia yang identitasnya
tidak atau belum tercatat dalam akta kelahiran, sehingga secara de jure keberadaannya
dianggap tidak ada oleh negara. Hal ini mengakibatkan anak yang lahir tersebut tidak
tercatat namanya, silsilah dan kewarganegaraannya serta tidak terlindungi keberadaanya.
Ketika tidak ada bukti diri, dikemudian hari dapat disalahgunakan dengan membuat
keterangan identitas yang dimanipulasi sehingga banyak permasalahan yang terjadi
berpangkal dari manipulasi identitas anak. Semakin tidak jelas identitas seorang anak,
maka semakin mudah terjadi eksploitasi terhadap anak, seperti anak menjadi korban
perdagangan bayi dan anak, tenaga kerja dan kekerasan.
Akta kelahiran bersifat universal, karena hal ini terkait dengan pengakuan negara
atas status keperdataan seseorang. Indonesia termasuk salah satu negara yang cakupan
pencatatan kelahirannya buruk. Banyak faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan
pencatatan kelahiran, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
pencatatan kelahiran, biaya yang tinggi untuk pencatatan, prosedur yang sulit, serta
kurangnya akses terhadap pelayanan pencatatan yang biasanya berada di tingkat
kabupaten/kota.

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011

Gambar 3.1 Penduduk 0-4 Tahun Menurut Kepemilikan Akte Kelahiran, 2011
Pada Gambar 3.1, dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2011
menunjukkan masih rendahnya kepemilikan akte kelahiran untuk anak 0-4 tahun. Susenas
2011 mencatat hanya sebesar 59 persen dari penduduk 0-4 tahun yang memiliki akte
kelahiran dan terdapat 40 persen yang tidak memilki akte kelahiran, sisanya sebesar 1
persen responden yang ditanya tentang akte kelahiran anaknya menyatakan tidak tahu
tentang akte kelahiran. Rendahnya kepemilikan akte menunjukkan kepedulian tentang
hak anak oleh orang tua dan pemerintah perlu ditingkatkan. Tingkat kepedulian ini
berbeda untuk setiap provinsi sebagaimana tercermin dalam Gambar 3.2, terdapat 3
provinsi dengan angka kepemilikan akte kelahiran tertinggi yaitu Provinsi DI Yogyakarta
sebesar 89,9 persen, Kepulauan Riau sebesar 89,3 persen dan DKI Jakarta sebesar
85,3 persen. Sementara 3 provinsi dengan angka kepemilikan akte kelahiran terendah
disandang oleh provinsi Nusa Tenggara Timur dengan 29,9 persen, Papua 30,5 persen dan
Sumatera Utara 31,3 persen.
Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan
generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap
anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan
dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan
orangtua, memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak.
Realitanya keinginan sebagian penduduk untuk memiliki akta kelahiran seringkali
mendapatkan hambatan karena biaya pembuatannya yang mahal, persyaratannya
banyak, prosesnya yang panjang dan butuh waktu lama, atau hambatan yang sifatnya
menyangkut keturunan seseorang. Mencermati permasalahan dalam pencatatan
kelahiran tersebut, maka persoalan yang lebih mendasar yaitu pengetahuan orang tua
dan keluarga akan pentingnya akte kelahiran perlu ditingkatkan. Oleh karena itu akte
kelahiran juga perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan masyarakat. Tanggung

10

Profil Anak Indonesia 2012


jawab ini diemban oleh pemerintah pusat maupun daerah karena di dalam akta kelahiran
terdapat Hak Asasi Manusia (HAM) dan sesungguhnya merupakan pelaksanaan amanat
UUD 1945, UU No. 23/2002 yang berkaitan keperdataan seseorang berupa hak identitas
dan kewarganegaraan.

Sumber: Susenas 2011

Gambar 3.2 Persentase Penduduk 0-4 Tahun yang Memiliki Akte Kelahiran Menurut
Provinsi, 2011

11

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011

Gambar 3.3 Persentase Penduduk 0-4 tahun yang Tidak Memiliki Akte Kelahiran
Menurut Alasan, 2011
Dari Gambar 3.3, diketahui bahwa alasan orang tua yang anaknya tidak memiliki
akte kelahiran 31,7 persen diantaranya adalah karena biaya yang mahal. Masalah biaya ini
cukup bervariasi antar provinsi. Alasan jarak yang jauh disebutkan oleh responden sebesar
6,1 persen. Jarak yang menjadi kendala bagi orang tua untuk mengurus dan memperoleh
akte kelahiran, menunjukkan bahwa akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat
masih menjadi kendala di beberapa provinsi. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah
jawaban tidak tahu sebesar 25,2 persen, baik tidak tahu cara mengurusnya maupun tidak
merasa perlu memiliki akte kelahiran, hal ini memperlihatkan pengetahuan yang kurang
pada masyarakat tentang akte kelahiran. Bagi pemerintah sangat perlu memperkenalkan
hal ini berkaitan dengan tanggung jawab dalam pemenuhan hak anak.
Pada Gambar 3.4, kendala biaya disebutkan dengan persentase terbesar di Provinsi
Banten yaitu 57,6 persen, Jawa Barat 48,9 persen dan DKI Jakarta 45,4 persen. Namun
masalah biaya tidak terlalu menjadi masalah di Papua dan Papua Barat yang menyebutkan
sebesar 5,9 dan 6,8 persen. Sementara alasan tidak tahu terbesar dicatat pada Provinsi
Papua sebesar 64,7 persen, Sulawesi Barat 37,5 persen dan Sulawesi Selatan 35,6 persen.
Untuk alasan ketidaktahuan ini persentase terendah terdapat di Provinsi DI Yogyakarta
sebesar 5,7 persen.

12

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011

Gambar 3.4 Persentase Penduduk 0-4 tahun yang Tidak Memiliki Akte Kelahiran
Menurut Alasan, 2011
3.2. Akses Terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penemuan terhebat yang merubah
peradaban manusia di abad 21 adalah penemuan teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi antara satu dengan lainnya.
Interaksi antar manusia telah mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Dahulu,
orang menggunakan sarana kertas untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi

13

Profil Anak Indonesia 2012


dari satu tempat ke tempat lain melalui surat menyurat. Karena semakin meningkatmya
kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat, surat menyurat melalui media kertas
mulai ditinggalkan. Meskipun demikian, kertas sampai sekarang masih banyak digunakan
sebagai media penyampai informasi seperti majalah, koran dan sebagainya. Kemudian
muncullah media lain seperti telepon kabel, lalu telepon nirkabel dan terus berevolusi
hingga ditemukannya internet. Dengan itu, cara manusia berinteraksi antar satu dengan
yang lain telah berubah secara drastis menjadi lebih cepat dan mudah.
Internet adalah salah satu keajaiban penemuan di dunia. Penemuan internet merubah
dunia menjadi lebih dinamis dan serba cepat. Kemajuan internet telah menyentuh banyak
sisi kehidupan manusia. Kejadian di belahan dunia lain bisa kita ketahui dengan segera
melalui internet. Manusia pun saling berinteraksi melalui internet. Aktifitas perdagangan
juga berkembang pesat dengan bantuan internet. Menurut catatan Internet World Statistics,
Amerika Utara adalah pengguna akses internet terbesar di dunia dengan penetrasi mencapai
78,6 persen, Australia/Oseania 67,8 persen, Eropa mencapai 63,5 persen, Amerika Latin/
Karibia 43 persen, Timur Tengah 40,2 persen, Asia 27,5 persen, dan terakhir adalah Afrika
15,6 persen. Jumlah totalnya mencapai sekitar 2,4 milyar orang atau lebih dari sepertiga
penduduk dunia.
Di Asia, sebagai benua terbanyak populasinya di dunia memiliki pengguna
internet sebanyak 1,08 milyar pengakses internet. Sebagai bagian masyarakat dunia,
perkembangan internet di Indonesia juga berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk
yang sangat besar yaitu 237,6 juta berdasarkan SP 2010, Indonesia merupakan pasar
internet dunia. Pengguna layanan internet di Indonesia tumbuh 18 persen pada tahun
2011 dari tahun 2010.

Tabel 3.1 Proporsi Anak Berusia 5-17 tahun yang Mengakses Internet dalam 3 Bulan
Terakhir menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011
Kelompok Umur

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki+Perempuan

(1)

(2)

(3)

(4)

5-6

0,53

0,41

0,47

7-12

6,56

6,06

6,32

13-15

27,17

31,02

29,02

16-17

40,02

43,43

41,66

Total

14,76

15,88

15,30

Sumber: Susenas 2011

14

Profil Anak Indonesia 2012


Internet juga telah digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat dan kelompok umur,
termasuk anak-anak usia 5-17 tahun. Berdasarkan hasil Susenas 2011, ada sekitar 15,3
persen anak di Indonesia berusia 5-17 tahun pernah mengakses internet dalam tiga
bulan terakhir sebelum tanggal survei. Tabel 3.1 menyajikan proporsi anak-anak yang
mengakses internet. Proporsi pengguna internet semakin banyak bersamaan dengan
meningkatnya kelompok umur. Hampir separuh (44,66 persen) anak berusia 16-17
tahun pernah mengakses internet selama 3 bulan terakhir. Proporsi terkecil adalah pada
kelompok umur 5-6 tahun (0,47 persen).
Pola umum penggunaaan internet juga terlihat pada pola penggunaan internet
menurut jenis kelamin. Proporsi pengguna internet pada anak laki-laki dan perempuan
meningkat seiring dengan meningkatnya umur. Secara total proporsi anak perempuan
5-17 tahun yang menggunakan internet lebih besar daripada anak laki-laki, masingmasing sebesar 15,88 dan 14,76 persen.
Tabel 3.2 Proporsi Anak Berusia 5-17 tahun dan Masih Sekolah yang Mengakses
Internet dalam 3 Bulan Terakhir menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011
Kelompok Umur

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki+Perempuan

(1)

(2)

(3)

(4)

7-12

6,54

6,03

6,30

13-15

26,52

30,30

28,34

16-17

36,41

40,05

38,16

Total

14,02

15,18

14,57

Sumber: Susenas 2011


Pada Tabel 3.2 disajikan proporsi anak yang masih sekolah menurut kelompok umur
sekolah yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir. Tabel tersebut menunjukkan
bahwa anak yang mengakses internet sebagian besar adalah pelajar. Tabel tersebut
menunjukkan bahwa pemakaian internet di kalangan pelajar mengikuti pola umum, yaitu
penggunaan internet semakin banyak seiring dengan bertambahnya umur pelajar.
Pemakaian internet di kalangan pelajar lebih banyak pelajar perempuan daripada
pelajar laki-laki yaitu 15,18 persen berbanding 14,02 persen. Lebih banyaknya proporsi
pelajar perempuan yang mengakses internet daripada pelajar laki-laki terjadi pada pelajar
kelompok umur 16-17 tahun dan kelompok umur 13-15 tahun dengan selisih masingmasing adalah 3,63 persen dan 3,78 persen. Sedangkan pada kelompok umur 7-12 tahun
atau usia SD, proporli pelajar laki-laki yang mengakses internet lebih banyak dibanding
perempuan dengan selisih 0,51 persen.

15

Profil Anak Indonesia 2012

4
LINGKUNGAN KELUARGA DAN
PENGASUHAN ALTERNATIF
Anak merupakan harapan bagi masa depan bangsa. Mereka terlahir sebagai generasi
penerus dan calon pemimpin di masa mendatang. Cita-cita pembangunan bangsa yang
lebih baik ke depannya dapat tercapai bila generasi penerus yang terlahir memiliki
kualitas mumpuni. Untuk itu, maka selayaknya bagi anak-anak untuk bisa memperoleh
hak-haknya sedini mungkin, sehingga tumbuh kembang anak tidak terganggu.
Salah satu aspek yang mampu memengaruhi tumbuh kembang anak ialah
pembelajaran yang diperoleh si anak dari lingkungan sekitarnya. Sementara lingkungan
terdekat yang paling memberikan pengaruh pada tumbuh kembang anak adalah
lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikannya. Untuk itu, diharapkan kepada kedua
lingkungan ini untuk dapat memberikan contoh teladan yang baik bagi anak-anak agar
cita-cita terciptanya generasi emas dapat diraih oleh bangsa di masa yang akan datang.
4.1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Pada saat anak berada di usia dini, proses perkembangan fisik, motorik, intelektual,
emosional, bahasa dan sosial berlangsung dengan sangat cepat. Karena hal itu, anakanak lebih cenderung mampu dengan mudahnya mempraktekkan apa yang telah ia lihat
sebelumnya. Perilaku-perilaku yang diperlihatkan oleh anak-anak ialah wujud visualisasi
adegan-adegan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Usia dini pada anak-anak merupakan masa-masa emas bagi perkembangan anak
(golden age). Pada masa-masa ini, anak-anak lebih suka meniru kebiasaan-kebiasaan
orang di sekitarnya. Untuk itu, perlu diberikan pendidikan terbaik sedini mungkin kepada
anak, sebagai langkah pencegahan bagi anak untuk tidak mencontoh hal-hal yang tidak
baik. Salah satu wujud pendidikan yang dapat diberikan kepada anak-anak usia dini ialah
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD dapat diberikan kepada anak-anak sebelum
mereka terjun ke jenjang pendidikan dasar. PAUD turut membantu dalam merangsang
pertumbuhan jasmani maupun rohani si anak, sehingga pribadi anak menjadi lebih siap
untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Umumnya PAUD diberikan kepada
anak sejak ia lahir hingga berusia enam tahun.

17

Profil Anak Indonesia 2012


Wacana PAUD di Indonesia mulai berkembang pesat sejak tahun 2002. Pemerintah
kemudian menuangkan hal tersebut dalam Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 28 ayat (1) dinyatakan bahwa
pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pada pasal
28 ayat (2) dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui
jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan
formal dapat berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudatul Athfal (RA) atau bentuk lain
yang sederajat. Sedangkan untuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal dapat berbentuk
Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
Sementara untuk PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga
atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan seperti Bina Keluarga Balita (BKB).
Tujuan utama PAUD adalah untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu
anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga
memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi
kehidupan di masa dewasa. Sedangkan tujuan tambahannya adalah untuk membantu
menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Didalam RPJM Nasional 2010-2014 disebutkan bahwa sasaran pembangunan
pendidikan adalah meningkatnya mutu pendidikan termasuk PAUD yang antara lain
ditandai dengan meningkatnya proporsi anak yang terlayani PAUD.
Untuk keperluan menganalisis partisipasi anak dalam PAUD digunakan data
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2011. Pada tahun 2011, Susenas turut
mengumpulkan data partisipasi PAUD di seluruh Indonesia. Tabel 4.1 menyajikan
persentase anak usia 0-6 tahun yang sedang mengikuti PAUD menurut tipe daerah, jenis
kelamin, dan kelompok umur. Persentase anak yang sedang mengikuti PAUD dibagi atas
beberapa kelompok umur. Kelompok umur di sini dibedakan menjadi: 0-2 tahun, 3-4
tahun, 5-6 tahun, 3-6 tahun, dan 0-6 tahun. Untuk kelompok umur 0-6 tahun, partisipasi
anak yang mengikuti PAUD ada sebanyak 14,08 persen.
Jika rentang umurnya dipersempit menjadi 3-4 tahun, partisipasinya sedikit
membesar menjadi 15,90 persen. Jika rentang umur dipersempit lagi menjadi 5-6 tahun,
partisipasinya meningkat dua kali lipat menjadi 33,35 persen. Hal ini menandakan
partisipasi PAUD lebih banyak diikuti oleh anak kelompok umur 5-6 tahun dibanding
kelompok umur lainnya. Artinya, partisipasi PAUD lebih banyak diisi oleh anak-anak yang
berada pada kelompok umur Taman Kanak-kanak (TK) dibanding kelompok umur lainnya.

18

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 4.1 Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD Menurut Tipe
Daerah, Jenis Kelamin, dan Kelompok Umur, 2011
Tipe Daerah

Kelompok Umur (Tahun)

Jenis Kelamin

0-2

3-4

5-6

3-6

0-6

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Laki-laki

1,15

17,11

37,84

27,24

16,51

Perempuan

1,30

19,96

39,53

29,28

17,73

Laki-laki + Perempuan

1,22

18,49

38,64

28,22

17,10

Laki-laki

0,75

12,48

28,05

20,20

12,16

Perempuan

1,17

14,31

28,75

21,41

13,08

Laki-laki + Perempuan

0,95

13,36

28,39

20,78

12,60

Laki-laki

0,94

14,76

32,81

23,65

14,29

Perempuan

1,23

17,11

33,93

25,26

15,35

Laki-laki + Perempuan

1,08

15,90

33,35

24,42

14,80

Perkotaan:

Perdesaan:

Perkotaan + Perdesaan:

Sumber: Susenas 2011, BPS

Dari data partisipasi PAUD di seluruh Indonesia yang dihimpun melalui Susenas 2011
lalu, dapat disajikan pula gambaran mengenai angka partisipasi anak usia dini dalam kegiatan
PAUD yang dibedakan menurut jenis kelamin dan tipe daerah. Dari Gambar 4.1 terlihat bahwa
baik di daerah perkotaan maupun perdesaan, tingkat partisipasi PAUD anak perempuan
sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat partisipasi PAUD anak laki-laki. Di samping
itu juga tampak bahwa kegiatan PAUD di daerah perkotaan lebih tinggi daripada di daerah
perdesaan, baik bagi kelompok anak yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.
Hal ini dibuktikan dengan angka partisipasi PAUD anak perempuan dan laki-laki di daerah
perkotaan yakni masing-masing sebesar 17,73 dan 16,51 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi
daripada angka partisipasi PAUD anak perempuan dan laki-laki di daerah perdesaan yang
berjumlah sebesar 13,08 dan 12,16 persen. Sementara secara nasional angka partisipasi PAUD
untuk anak perempuan sebesar 15,35 persen, dan untuk anak laki-laki sebesar 14,29 persen.

19

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011, BPS

Gambar 4.1 Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD Menurut
Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
Bila dilihat per provinsi, terdapat lima besar provinsi yang memiliki angka partisipasi
PAUD tertinggi yaitu: D.I Yogyakarta sebesar 34,77 persen, diikuti Jawa Timur sebesar
25,16 persen, Gorontalo sebesar 23,32 persen, Jawa Tengah dengan angka sebesar 19,16
persen, dan DKI Jakarta sebesar 18,50 persen. Sedangkan provinsi dengan angka partisipasi
PAUD terkecil terdapat di Provinsi Papua dengan angka sebesar 4,76 persen. Untuk uraian
persentase anak usia 0-6 tahun yang sedang mengikuti PAUD menurut tipe daerah di setiap
provinsi tahun 2011 lalu, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel Lampiran 1.
Pada publikasi kali ini, disajikan beberapa macam jenis PAUD, diantaranya TK/RA/BA,
Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Pos PAUD/PAUD Terintegrasi BKB/Posyandu,
dan satuan PAUD Sejenis Lainnya, seperti PAUD-TAAM, PAUD-PAK, PAUD-BIA, TKQ dan
PAUD Lembaga Lainnya. Pengelompokan mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 28 ayat (2).

20

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 4.2 Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD Menurut Tipe
Daerah, Jenis Kelamin dan Jenis PAUD, 2011
Jenis PAUD

Tipe Daerah

Pos PAUD/
PAUD
Terintegrasi
BKB/
Posyandu

Satuan
PAUD
Sejenis
Lainnya

Jenis Kelamin

TK/RA/
BA

Kelompok
Bermain

Taman
Penitipan
Anak

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Laki-laki

69,64

5,03

1,60

10,84

12,89

100,00

Perempuan

67,35

4,76

1,53

12,00

14,37

100,00

Laki-laki + Perempuan

68,50

4,89

1,56

11,42

13,63

100,00

Laki-laki

69,10

2,11

0,94

13,27

14,58

100,00

Perempuan

64,96

2,08

1,18

14,85

16,93

100,00

Laki-laki + Perempuan

67,04

2,09

1,06

14,06

15,75

100,00

Laki-laki

69,41

3,76

1,31

11,90

13,62

100,00

Perempuan

66,31

3,59

1,37

13,24

15,48

100,00

Laki-laki + Perempuan

67,87

3,68

1,34

12,57

14,55

100,00

Total

Perkotaan:

Perdesaan:

Perkotaan + Perdesaan:

Sumber : Susenas 2011, BPS

Dari berbagai jenis PAUD tersebut, yang paling banyak diikuti oleh anak usia 0-6
tahun adalah TK/RA/BA yaitu sebesar 67,87 persen. Berikutnya disusul oleh Satuan PAUD
Sejenis Lainnya yang diikuti sebanyak 14,55 persen, Pos PAUD/PAUD Terintegrasi BKB/
Posyandu sebesar 12,57 persen, dan Kelompok Bermain sebesar 3,68 persen. Sementara
Taman Penitipan Anak merupakan jenis PAUD yang paling sedikit diikuti, yakni hanya
sebesar 1,34 persen.
4.2 Anak dan Keluarga yang Tinggal Bersama
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga
atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang
terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan
anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan
derajat ketiga.

21

Profil Anak Indonesia 2012


Lingkungan keluarga merupakan salah satu lingkungan yang paling berpengaruh
pada tumbuh kembang anak. Pembelajaran awal bagi anak-anak dimulai dari lingkungan
keluarganya masing-masing. Untuk itu, penting bagi setiap orang tua untuk dapat
memberikan contoh-contoh positif agar anak dapat meniru kebiasaan baik tersebut,
sehingga hal ini penting bagi anak dalam rangka pembentukan kepribadian yang baik
ke depannya. Oleh karena itu, keberadaan kedua orang tua dalam hal ini bapak dan
ibu kandung sangatlah penting. Pada Profil Anak 2011 yang lalu, sub bab ini mengulas
mengenai anak yang tinggal dengan bapak kandung saja, anak yang tinggal dengan ibu
kandung saja, anak yang tinggal dengan bapak dan ibu kandung dan anak yang tinggal
dengan keluarga lain. Namun untuk Profil Anak 2012, sub bab ini mengulas mengenai
anak yang tinggal serumah dengan ibu kandung. Hal ini dikarenakan data yang tersedia
pada Susenas 2011 hanya data tersebut.
Anak yang tinggal serumah dengan ibu kandung di sini mencakup anak yang tinggal
serumah dengan ibu kandung saja, serta anak yang tinggal serumah dengan ibu kandung
beserta bapak kandungnya pula. Secara naluri, seorang anak akan lebih dekat dengan ibu
kandungnya, karena ibu mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk dekat dengan
anak dibanding ayahnya. Beberapa kesempatan yang dimiliki ibu (tidak dimiliki ayah)
adalah karena ibulah yang mengandung dan yang menyusui anak. Karena itu, peluang
seorang anak untuk dapat tinggal serumah dengan ibu kandungnya menjadi lebih besar.
Berdasarkan hasil Susenas 2011 diperoleh data bahwa persentase anak yang tinggal
serumah dengan ibu kandung mencapai sebesar 90,85 persen. Sementara sisanya
sebesar 9,15 persen anak tinggal tidak bersama ibu kandungnya, dengan kemungkinan
ibu kandung telah meninggal atau ibu kandung tinggal di rumah tangga yang berbeda.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 4.2 Persentase Anak yang Tinggal Serumah dengan Ibu Kandung Menurut
Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
Jika dilihat menurut jenis kelamin, tidak ada perbedaan yang berarti antara persentase
anak yang tinggal serumah dengan ibu kandung untuk anak laki-laki (91,14 persen) dengan
anak perempuan (90,54 persen). Hal yang sama juga terjadi bila dibedakan menurut daerah
perkotaan dan daerah perdesaan. Hal ini terbukti bahwa untuk di daerah perkotaan,

22

Profil Anak Indonesia 2012


persentase anak laki-laki dan perempuan yang tinggal serumah dengan ibu kandung
ditunjukkan dengan angka masing-masing sebesar 91,75 persen dan 90,78 persen. Keduanya
sedikit lebih besar daripada persentase anak laki-laki dan perempuan di perdesaan yang
tinggal serumah dengan ibu kandung, yaitu masing-masing 91,14 persen dan 90,54 persen.
Bila diuraikan per provinsi, tiga provinsi dengan persentase terbesar untuk anak
yang tinggal serumah dengan ibu kandung terdapat di Provinsi Kepulauan Riau (94,88
persen), Aceh (94,76 persen), dan Kalimantan Timur (94,34 persen). Tiga provinsi dengan
persentase terkecil adalah Provinsi Maluku (87,66 persen), Nusa Tenggara Barat (86,39
persen), dan Nusa Tenggara Timur (85,69 persen). Menarik untuk dikaji lebih lanjut terkait
dengan fenomena yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang
menunjukkan tingginya persentase anak yang tinggal tidak serumah dengan ibu kandung.
Apakah angka-angka tersebut disebabkan oleh maraknya para ibu yang pergi bekerja ke
luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW) atau disebabkan hal yang lain? Salah satu
cara untuk menjawab dugaan ini, dapat dibuktikan melalui penelitian yang mendalam
(indepth study) seputar masalah tersebut.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 4.3 Persentase Anak yang Tinggal Serumah dengan Ibu Kandung Menurut
Provinsi, 2011

23

Profil Anak Indonesia 2012


4.3 Perkawinan Usia Dini
Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 pengertian perkawinan adalah ikatan
lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan
membina keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang
Maha Esa. Dalam undang-undang perkawinan tersebut, umur menjadi salah satu syarat
dalam melaksanakan perkawinan. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
dijelaskan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 tahun
dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.
Kebijakan pemerintah dalam menetapkan batas minimal usia perkawinan ini telah
melalui berbagai proses dan pertimbangan. Hal tersebut agar kedua pihak baik pria
maupun wanita menjadi benar-benar siap baik secara fisik, mental, ataupun psikis.
Tetapi, kenyataan yang terjadi sebenarnya masih ada perkawinan yang dilakukan sebelum
mencapai batas umur yang ditentukan baik pada pria maupun pada wanita, dan hal
tersebut dikenal dengan istilah perkawinan usia dini.
Perkawinan usia dini disebabkan oleh berbagai faktor. Ada faktor yang berasal
dari dalam diri anak maupun dari luar diri anak. Faktor yang berasal dari dalam diri
anak yaitu faktor pendidikan, faktor telah melakukan hubungan biologis, dan hamil
sebelum nikah. Faktor yang berasal dari luar diri anak yaitu faktor pemahaman agama,
faktor ekonomi, dan faktor sosial budaya. Perkawinan usia dini sangat memengaruhi
fisik ataupun psikologis anak. Hal tersebut disebabkan karena kondisi organ reproduksi
pada ibu yang menikah pada usia muda belum berfungsi secara optimal sehingga akan
berpengaruh pada kondisi anak yang dilahirkan. Selain itu, ibu yang menikah pada usia
muda pada umumnya belum siap untuk menjadi ibu dalam arti kemampuan mengasuh
anak serta dalam pengendalian emosi dan tindakannya masih rendah. Hal tersebut akan
berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak.
Perkawinan usia dini juga berdampak pada perkawinan itu sendiri dimana tingkat
kemandirian dari pasangan tersebut masih rendah, masih rawan dan masih belum
stabil sehingga dapat menyebabkan banyak terjadinya perceraian. Oleh karena itu, dari
perkawinan usia dini tersebut akan sulit untuk memperoleh keturunan yang berkualitas.
Selain itu jika dilihat dari segi kependudukan, perkawinan usia dini mempunyai tingkat
fertilitas yang tinggi sehingga kurang mendukung pembangunan di bidang kependudukan.
Pada profil anak ini, yang dimaksud dengan perkawinan usia dini adalah jika anak
wanita berumur 10-17 tahun yang berstatus kawin dan pernah kawin dengan umur
kawin pertamanya 15 tahun ke bawah. Berdasarkan Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa
secara nasional, sebesar 1,62 persen anak perempuan berumur 10-17 tahun di Indonesia
berstatus kawin dan pernah kawin. Persentase terbesar terdapat di Provinsi Jawa Timur
yaitu sebesar 3,33 persen dan persentase terkecil terdapat pada Provinsi DKI Jakarta
sebesar 0,17 persen.

24

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011, BPS


Gambar 4.4 Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Kawin dan Pernah Kawin
Menurut Provinsi, 2011
Jika dilihat berdasarkan tipe daerah, persentase anak perempuan berumur 10-17
tahun yang kawin dan pernah kawin di daerah perdesaan lebih banyak daripada di daerah
perkotaan. Persentase anak perempuan 10-17 tahun yang kawin dan pernah kawin
sebesar 2,34 persen untuk daerah perdesaan, sedangkan persentase sebesar 0,86 persen
untuk daerah perkotaan. Kecenderungan menikah di usia muda pada anak di daerah
perdesaan dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya ekonomi, sosial, budaya dan lainlain. Jika anak perempuan tidak segera menikah maka akan dianggap sebagai perawan

25

Profil Anak Indonesia 2012


tua. Selain itu, banyak orang tua menikahkan anaknya karena alasan ekonomi dalam
hal ini anak diharapkan dapat meringankan beban perekonomian keluarganya setelah
menikah sehingga mengakibatkan persentase anak perempuan berumur 10-17 tahun
yang berstatus kawin dan pernah kawin di perdesaan lebih besar daripada di perkotaan.
Rincian persentase anak perempuan berumur 10-17 tahun yang kawin dan pernah kawin
menurut provinsi dan tipe daerah dapat dilihat di Lampiran 2.

Sumber: Susenas 2011, BPS

Gambar 4.5 Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun Menurut Status Perkawinan, 2011

Dari Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa sebagian besar anak perempuan berumur 1017 tahun berstatus belum kawin yaitu sebesar 98,38 persen. Masih ada sebagian kecil
anak perempuan berumur 10-17 tahun di Indonesia yang pernah kawin. Dari sebagian
kecil tersebut, 1,54 persen di antaranya berstatus kawin dan 0,08 persen berstatus cerai
(cerai hidup dan cerai mati). Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, karena dalam usia
yang sangat muda anak-anak tersebut sudah mengalami perceraian baik cerai hidup
maupun cerai mati.

Sumber: Susenas 2011, BPS

Gambar 4.6 Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Berstatus Kawin dan
Pernah Kawin Menurut Umur Kawin Pertama, 2011

26

Profil Anak Indonesia 2012


Jika dilihat dari umur kawin pertamanya, anak perempuan berumur 10-17 tahun yang
berstatus kawin dan pernah kawin dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu yang umur
kawin pertamanya 15 tahun ke bawah, 16 tahun, serta 17 tahun ke atas. Pada Gambar
4.6 terlihat untuk anak perempuan berumur 10-17 tahun yang umur kawin pertamanya
15 tahun ke bawah sebesar 40,86 persen. Sedangkan yang umur kawin pertamanya 16
tahun sebesar 36,85 persen dan yang umur kawin pertamanya 17 tahun ke atas sebesar
22,29 persen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak perempuan
berumur 10-17 tahun yang berstatus kawin dan pernah kawin melakukan perkawinan
usia dini (umur perkawinan pertama 15 tahun ke bawah).
Jika dilihat berdasarkan sebaran provinsi, maka provinsi dengan persentase
perkawinan usia dini terbesar adalah Provinsi Sulawesi Barat yaitu sebesar 76,47 persen
dan Provinsi Gorontalo dengan persentase sebesar 73,32 persen. Sedangkan provinsi
dengan persentase perkawinan usia dini terkecil adalah Provinsi Jawa Tengah dengan
persentase sebesar 18,14 persen seperti terlihat pada Tabel Lampiran 4.
Terdapat 30,73 persen anak perempuan berumur 10-17 tahun yang berstatus kawin
dan pernah kawin yang masih bersekolah. Angka putus sekolah akibat perkawinan pun
cukup tinggi yaitu sebesar 67,29 persen. Sementara itu, terdapat perbedaan fenomena
yang cukup mencolok antara daerah perkotaan dan di perdesaan, dimana anak
perempuan berumur 10-17 tahun yang berstatus kawin dan pernah kawin yang sudah
tidak bersekolah lagi di perdesaan cukup tinggi yaitu sebesar 72,12 persen. Lain halnya
di daerah perkotaan, dimana persentase anak perempuan yang tidak bersekolah lagi
sebesar 57,50 persen dan 41,33 persen anak perempuan masih bersekolah meskipun
berstatus kawin dan pernah kawin.
Perkawinan usia dini terjadi pada usia sekolah dan hal tersebut tentunya akan
memungkinkan terjadinya peningkatan putus sekolah pada anak. Masih banyaknya
perkawinan usia dini yang terjadi di Indonesia seharusnya menjadi perhatian banyak
pihak, tidak hanya dari pemerintah saja. Oleh karena itu, dengan adanya perhatian
dari segala pihak untuk menanggulangi perkawinan usia dini maka akan dapat tercipta
generasi penerus bangsa yang berkualitas, untuk membentuk negara Indonesia yang
semakin baik dan dapat bersaing dengan negara lainnya.

27

Profil Anak Indonesia 2012

5
KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN
Kesehatan merupakan salah satu investasi negara yang perlu diperhatikan,
karena berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia yang menentukan
nasib bangsa. Pentingnya pembangunan kesehatan ini telah menjadikannya sebagai
salah satu tujuan Millennium Development Goals (MDGs). Oleh karena itu, pemerintah
terus berupaya keras dalam meningkatkan pembangunan kesehatan dengan membuat
kebijakan-kebijakan serta penyediaan fasilitas penunjang dalam peningkatan kesehatan
masyarakat. Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat sangat diperlukan untuk melihat
perkembangan pencapaian yang didapat serta dapat dijadikan sebagai landasan untuk
membuat kebijakan-kebijakan baru guna mendapatkan hasil yang lebih baik.
Berikut akan disajikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Namun,
pada publikasi ini, untuk sub bab tentang pelayanan antenatal dan kematian anak tidak
dapat ditampilkan dikarenakan belum tersedianya data terbaru.
5.1 Penolong Kelahiran
Penolong kelahiran merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi
tingkat keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi dalam proses persalinan. Penolong
kelahiran yang memiliki keterampilan dan kualitas yang baik, seperti dokter, bidan dan
tenaga kesehatan lain yang sudah terlatih, akan cenderung membuat proses persalinan
berjalan dengan lancar dan aman dibandingkan dengan penolong kelahiran yang bersifat
tradisional seperti dukun. Namun, tidak sedikit proses persalinan di Indonesia yang masih
ditolong oleh dukun.

29

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011, BPS

Gambar 5.1 Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran dan Tipe Daerah, 2011
Berdasarkan data Susenas 2011 seperti yang disajikan pada Gambar 5.1, dapat
dilihat bahwa sebagian besar kelahiran di Indonesia ditolong oleh bidan yaitu sebesar 63,71
persen, sedangkan kelahiran yang ditolong oleh dokter hanya mencapai 16,88 persen lebih
kecil dibandingkan kelahiran yang ditolong oleh dukun yang mencapai 17,34 persen. Baik di
daerah perkotaan maupun di perdesaan, penolong kelahiran terbanyak adalah bidan yaitu
sekitar 65,48 persen di daerah perkotaan dan 62,00 persen di daerah perdesaan. Selain
oleh bidan, di daerah perkotaan sebagian besar kelahirannya ditolong oleh dokter (24,86
persen), sedangkan di daerah perdesaan ditolong oleh dukun (25,66 persen).
5.2 Air Susu Ibu (ASI)
Balita merupakan calon penerus bangsa yang akan memengaruhi masa depan suatu
negara. Bila balita sehat maka akan memiliki peluang yang besar untuk membangun
negara di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kesehatan balita menjadi hal yang
penting untuk diperhatikan.
Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan balita adalah makanan yang
dikonsumsi sejak lahir. Makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI. Salah satu
kandungan ASI yang paling fenomenal adalah kolostrum yang mengandung zat kekebalan
(immunoglobulin), protein dan vitamin A yang tinggi. ASI memberikan manfaat bagi bayi
diantaranya bayi mendapat nutrisi dan enzim terbaik yang dibutuhkan, bayi mendapat
zat-zat imun, serta perlindungan dan kehangatan melalui kontak dari kulit ke kulit
dengan ibunya yang memberikan manfaat secara psikologis. Susu formula tidak akan

30

Profil Anak Indonesia 2012


bisa menyamai ASI dalam hal kandungan maupun manfaat bagi bayi (Yuliarti: 2010). Oleh
karena itu, pemberian ASI pada balita menjadi hal yang harus diperhatikan.
Persentase balita yang mendapat ASI di Indonesia sudah cukup tinggi. Ini terlihat oleh
banyaknya persentase balita yang pernah diberi ASI yaitu sebesar 94,94 persen dari seluruh
balita di Indonesia dimana persentase balita perempuan sebanyak 95,22 persen dan lakilaki sebanyak 94,69 persen. Berdasarkan daerah, balita di daerah perdesaan lebih banyak
menerima ASI dibandingkan balita yang ada di daerah perkotaan dengan perbedaan yang
cukup signifikan dimana persentase balita di daerah perdesaan yang pernah diberi ASI ada
sekitar 96,08 persen sedangkan di perkotaan 93,77 persen (Gambar 5.2).

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.2 Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI Menurut Jenis Kelamin dan Tipe
Daerah, 2011
Lama pemberian ASI berpengaruh positif terhadap kondisi kesehatan dan proses
tumbuh kembang anak balita. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama
6 bulan. Para ahli menyatakan bahwa manfaat ASI akan meningkat jika bayi hanya
diberi ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya. Peningkatan itu sesuai dengan
pemberian ASI eksklusif, serta lamanya pemberian ASI ditambah makanan padat setelah
bayi berumur 6 bulan. Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya
tahan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. Selain pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan, standar pemberian makanan bagi balita yang lain adalah memberikan
makanan pendamping ASI setelah 6 bulan dan ASI dilanjutkan hingga 2 tahun. Jika hal
itu dilakukan maka anak tidak hanya sehat dan pandai, tetapi juga memiliki kemampuan
spiritual (SQ) dan emosional (EQ) jauh lebih tinggi (Yuliarti: 2010).

31

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Susenas 2011, BPS

Gambar 5.3 Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan) bagi Balita Menurut Tipe Daerah
dan Jenis Kelamin, 2011
Dari Gambar 5.3, terlihat bahwa di Indonesia rata-rata lama pemberian ASI adalah
sekitar 16 bulan. Bila dilihat berdasarkan daerahnya rata-rata lama pemberian ASI di daerah
perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan, dimana untuk daerah perkotaan
rata-rata lama pemberian ASI adalah sekitar 15 bulan dan untuk daerah perdesaan sekitar
16 bulan. Sedangkan menurut jenis kelamin, tidak terlihat perbedaan dalam hal lamanya
pemberian ASI, bayi laki-laki menerima ASI sekitar 15,88 bulan dan bayi perempuan 16,22
bulan. Lama pemberian ASI yang lebih dari setahun tersebut mengindikasikan bahwa
kesadaran ibu-ibu akan pentingnya manfaat ASI masih cukup tinggi di Indonesia. Namun
pola pemberian ASI tanpa makanan tambahan (ASI eksklusif) masih perlu ditingkatkan
karena rata-rata lama pemberian ASI eksklusif masih dibawah 6 bulan yaitu rata-rata selama
4 bulan, baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan (Gambar 5.4).

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.4 Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan) Tanpa Makanan Tambahan dan ASI
dengan Makanan Tambahan bagi Balita Menurut Tipe Daerah, 2011

32

Profil Anak Indonesia 2012


Rata-rata lama pemberian ASI tanpa makanan tambahan yang hanya sekitar 4 bulan
mengindikasikan masih ada balita yang tidak mendapat ASI ekslusif. Dari Gambar 5.5 dapat
dilihat bahwa pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih cukup rendah. Balita berumur
2-4 tahun yang memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan hanya sebesar
40,25 persen dimana balita laki-laki berumur 2-4 tahun sebanyak 39,45 persen, sedikit
lebih rendah daripada balita perempuan berumur 2-4 tahun yang mendapat ASI eksklusif.
Sementara itu, sebanyak 40,94 persen balita berumur 2-4 tahun di daerah perkotaan
mendapat ASI eksklusif, sedikit lebih banyak daripada di daerah perdesaan sebanyak
39,58 persen. Hal ini berarti lebih dari separuh balita berumur 2-4 tahun di Indonesia
tidak mendapatkan ASI eksklusif, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan
kesadaran orang tua khususnya ibu akan pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan dan
perkembangan balita.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.5 Persentase Balita Berumur 2-4 Tahun yang Memiliki Riwayat Mendapat
ASI Ekslusif (6 Bulan) Menurut Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
5.3 Imunisasi
Pentingnya kesehatan balita dalam menentukan masa depan bangsa, maka
pemerintah melakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesehatan balita di
Indonesia salah satunya dengan imunisasi. Program Pengembangan Imunisasi (PPI)
menganjurkan agar semua anak mendapatkan imunisasi terhadap enam penyakit utama
anak yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus
dan campak. Sesuai dengan pedoman WHO, anak dinyatakan telah di imunisasi lengkap
bila telah mendapatkan satu kali imunisasi BCG, tiga kali imunisasi DPT, tiga kali imunisasi
polio, dan satu kali imunisasi campak (BPS, 2007).

33

Profil Anak Indonesia 2012


Pemberian imunisasi pada balita seharusnya diberikan secara lengkap dan tepat
waktu. Keseluruhan imunisasi sudah harus diberikan secara lengkap sebelum bayi
berumur 1 tahun.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.6 Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Jenis Kelamin
dan Tipe Daerah, 2011
Data Susenas 2011 menunjukkan bahwa balita yang pernah diberi imunisasi pada
tahun 2011 adalah sekitar 94,32 persen; dengan distribusi yang hampir sama antara
pemberian imunisasi balita laki-laki (94,11 persen) dengan balita perempuan (94,54
persen). Berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase balita di daerah perkotaan yang
pernah diberi imunisasi lebih banyak yaitu sebesar 96,20 persen dibandingkan dengan
balita di daerah perdesaan yang hanya sekitar 92,49 persen (Gambar 5.6).

Sumber : BPS, Susenas 2011

Gambar 5.7 Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Jenis Imunisasi
dan Jenis Kelamin, 2011

34

Profil Anak Indonesia 2012


Berdasarkan jenis imunisasi yang diberikan, secara umum capaian imunisasi BCG,
DPT, Polio, dan Hepatitis B telah melampaui 85 persen tetapi imunisasi campak masih
dibawah 80 persen. Persentase balita yang pernah diberikan imunisasi BCG adalah sekitar
91,85 persen (laki-laki 91,69 persen dan perempuan 92,02 persen). Untuk imunisasi DPT,
sebesar 89,07 persen balita yang pernah mendapat imunisasi tersebut (88,74 persen lakilaki dan perempuan 89,42 persen). Persentase balita yang pernah diberi imunisasi polio
ada sekitar 89,34 persen (laki-laki 88,97 persen dan perempuan 89,74 persen). Untuk
balita yang mendapat imunisasi campak persentasenya sekitar 76,88 persen (laki-laki
76,68 persen dan perempuan 77,09 persen). Balita yang diimunisasi Hepatitis B yaitu
sebesar 85,01 persen (laki-laki 84,62 persen dan perempuan 85,42 persen). Dari data
tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan jenis imunisasi yang diberikan, persentase
yang paling kecil adalah balita yang pernah diimunisasi campak (Gambar 5.7), mengingat
imunisasi campak diberikan pada saat bayi berusia 9 bulan. Jika dilihat lebih lanjut,
persentase balita berumur 1-4 tahun yang pernah diberi imunisasi campak sebesar 90,34
persen, dimana tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada balita laki-laki
(90,17 persen) dan perempuan (90,51 persen) seperti terlihat pada Tabel Lampiran 16.

Sumber : BPS, Susenas 2011

Gambar 5.8 Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Mendapat Imunisasi Lengkap
Menurut Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
Balita berumur 1-4 tahun yang mendapatkan imunisasi DPT 3 kali sebanyak 74,24
persen, sedangkan yang mendapatkan imunisasi polio 3 kali sebanyak 76,74 persen (lihat
Tabel Lampiran 17 dan 18). Balita berumur 1-4 tahun yang mendapat imunisasi lengkap
sebanyak 65,25 persen, dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara balita
laki-laki (65,28 persen) dan perempuan (65,22 persen). Sementara itu, balita berumur

35

Profil Anak Indonesia 2012


1-4 tahun di perkotaan yang mendapat imunisasi lengkap (68,40 persen) lebih banyak
daripada di perdesaan (62,20 persen). Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya
kesadaran masyarakat di perdesaan akan pentingnya imunisasi bagi anak, akses untuk
imunisasi yang masih sulit, ekonomi maupun sebab lainnya.
5.4 Keluhan Kesehatan
Keluhan kesehatan adalah gangguan terhadap kondisi fisik maupun jiwa, termasuk
karena kecelakaan, atau hal lain yang menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari.
Seseorang yang memiliki keluhan kesehatan tentunya akan menghambat aktivitas sehariharinya. Dalam Susenas 2011, keluhan kesehatan yang dicakup di antaranya panas,
batuk, pilek, asma/napas sesak/cepat, diare/buang-buang air, sakit kepala berulang,
sakit gigi dan lainnya. Pertanyaan mengenai keluhan kesehatan tersebut digunakan untuk
menghitung angka kesakitan (morbiditas). Seseorang dikatakan sakit jika dia mengalami
keluhan kesehatan dan terganggu aktivitas sehari-harinya.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.9 Persentase Anak yang Sakit Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Dari Gambar 5.9 dapat dilihat tingkat morbiditas anak Indonesia adalah sebesar
16,12 persen. Jika dilihat dari jenis kelaminnya, persentase anak yang sakit tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara anak laki-laki dan anak perempuan yaitu 16,28 persen
anak laki-laki dan 15,95 persen anak perempuan. Sementara itu jika dilihat dari tipe
daerahnya, persentase anak di daerah perdesaan yang sakit lebih banyak daripada anak
di daerah perkotaan yaitu 17,22 persen di daerah perdesaan dan 14,95 persen di daerah
perkotaan.

36

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber : Susenas 2011, BPS


Gambar 5.10 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Menurut Jenis
Keluhan Terbesar dan Jenis Kelamin, 2011
Jenis keluhan kesehatan yang akan dibahas dalam Profil Anak 2012 adalah panas,
batuk, pilek, dan lainnya (gabungan keluhan selain panas, batuk, dan pilek). Dari Gambar
5.10 dapat dilihat bahwa lebih dari separuh anak di Indonesia menderita panas, batuk
dan pilek yaitu 53,88 persen menderita panas, 58,84 persen menderita batuk dan 60,23
persen menderita pilek. Sedangkan untuk keluhan kesehatan lainnya sebesar 36,35
persen. Sementara itu jika dilihat dari jenis kelamin anak, tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antar jenis keluhan kesehatan yang diderita anak laki-laki dan anak perempuan.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.11 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Mengobati
Sendiri Menurut Daerah Tempat Tinggal dan Jenis Kelamin, 2011

37

Profil Anak Indonesia 2012


Orang-orang yang mengalami keluhan kesehatan, tidak selamanya melakukan
pengobatan ke fasilitas kesehatan, diantara mereka ada yang mengobati sendiri.
Sebanyak 61,21 persen anak yang mempunyai keluhan kesehatan mengobati sendiri
penyakitnya. Yang dimaksud dengan mengobati sendiri disini adalah termasuk anakanak belum mampu mengurus diri sendiri dan dirawat/diobati oleh orang tua, keluarga
atau orang dewasa lainnya. Jika dilihat dari tipe daerahnya, anak di daerah perdesaan
yang mempunyai keluhan kesehatan dan mengobati sendiri sebesar 62,51 persen, lebih
banyak daripada di daerah perkotaan (59,79 persen).

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.12 Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Penggunaan
Obat menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Anak yang mengobati sendiri ketika mengalami keluhan kesehatan menggunakan
berbagai macam jenis obat, di antaranya obat modern, obat tradisional dan lainnya.
Sebanyak 92,80 persen anak di Indonesia menggunakan obat modern untuk mengobati
sendiri keluhan kesehatan yang dialaminya. Penggunaan obat tradisional sebanyak 19,27
persen, sedangkan obat lainnya sebanyak 3,74 persen. Secara garis besar, obat modern
lebih banyak digunakan daripada obat tradisional dan obat lainnya baik untuk anak
laki-laki maupun anak perempuan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal
penggunaan ketiga jenis obat antara anak laki-laki dan anak perempuan. Sementara itu,
penggunaan obat tradisional masih cukup banyak digunakan di daerah perdesaan yaitu
24,72 persen (Tabel Lampiran 26).

38

Profil Anak Indonesia 2012


5.5 Akses ke Pelayanan Kesehatan
Akses ke pelayanan kesehatan merupakan salah satu permasalahan yang ada di
Indonesia. Adanya ketidakmerataan pelayanan kesehatan dan sulitnya akses ke pelayanan
kesehatan masih menjadi masalah yang sering terjadi. Sulitnya akses ke pelayanan
kesehatan dapat menjadi salah satu penyebab masih adanya masyarakat yang berobat ke
bukan tenaga kesehatan.
Tabel 5.1 Persentase Anak yang Berobat Jalan menurut Jenis Fasilitas Kesehatan dan
Tipe Daerah, 2011
Fasilitas Kesehatan

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki + Perempuan

(1)

(2)

(3)

(4)

Rumah Sakit Pemerintah

3,57

3,03

3,31

Rumah Sakit Swasta

3,32

3,17

3,25

Praktek Dokter/Poliklinik

26,62

26,60

26,61

Puskesmas/Pustu

38,91

40,00

39,43

Praktek Tenaga Kesehatan

30,96

30,41

30,70

Praktek Pengobatan Trsdisional

1,72

1,20

1,47

Dukun Bersalin

0,42

0,40

0,41

Lainnya

2,00

1,71

1,86

Sumber : Susenas 2011, BPS

Dari Tabel 5.1 dapat dilihat bahwa fasilitas kesehatan yang merupakan tenaga
kesehatan sudah menjadi pilihan masyarakat di antaranya praktek dokter/poliklinik,
puskesmas/pustu dan praktek tenaga kesehatan. Jenis fasilitas kesehatan yang paling
banyak dikunjungi oleh anak-anak adalah puskesmas/pustu (39,43 persen). Meskipun
demikian, masih ada anak yang berobat ke bukan tenaga kesehatan seperti ke praktek
pengobatan tradisional (1,47 persen), dukun bersalin (0,41 persen) dan lainnya (1,86
persen). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persentase anak laki-laki dan
anak perempuan yang berobat jalan ke masing-masing fasilitas kesehatan, baik tenaga
kesehatan maupun bukan. Masih adanya anak yang berobat ke bukan tenaga kesehatan
sudah seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan
kuantitas tenaga kesehatan serta mempermudah akses ke pelayanan kesehatan demi
terwujudnya kesehatan masyarakat.

39

Profil Anak Indonesia 2012


5.6 Tingkat Kunjungan
Tingkat kunjungan merupakan banyaknya kunjungan pasien ke salah satu fasilitas
kesehatan dibandingkan dengan jumlah seluruh kunjungan. Tingkat kunjungan anak ke
salah satu fasilitas kesehatan dapat menggambarkan jenis fasilitas kesehatan yang paling
diminati sebagai tempat untuk berobat jalan seorang anak.

Sumber : Susenas 2011, BPS

Gambar 5.13 Tingkat Kunjungan Anak ke Fasilitas Kesehatan, 2011



Dari Gambar 5.13 dapat dilihat bahwa tingkat kunjungan anak yang tertinggi adalah
tingkat kunjungan ke puskesmas/pustu 36,90 persen. Hal ini berarti dari semua kunjungan
anak yang berobat jalan ke berbagai fasilitas kesehatan, 36,90 persen di antaranya berkunjung
ke puskesmas/pustu. Tingkat kunjungan ke rumah sakit sangat rendah, baik kunjungan ke
rumah sakit pemerintah (3,65 persen) maupun rumah sakit swasta (3,39 persen).
Tingkat kunjungan ke bukan tenaga kesehatan (praktek batra, dukun bersalin dan
lainnya) masih terdapat di Indonesia. Dari total kunjungan anak yang berobat jalan, 4,46
persen di antaranya berkunjung ke bukan tenaga kesehatan. Sementara itu jika dilihat dari
sebaran provinsinya (lihat Tabel Lampiran 30), provinsi dengan tingkat kunjungan anak yang
berobat jalan ke bukan tenaga kesehatan yang tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat
(10,00 persen) dan yang terendah adalah Provinsi Papua Barat (1,22 persen).
Berdasarkan Survei Rumah Tangga tentang Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak serta Pola
Pencarian Pengobatan di Tingkat Masyarakat yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,
Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia dan didukung oleh GTZ pada tahun 2007,
besarnya tingkat kunjungan ke bukan tenaga kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor kepercayaan, masalah keuangan dan
hambatan geografis untuk mengakses petugas kesehatan. Hal ini sudah seharusnya menjadi
perhatian pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
tenaga kesehatan, memperbanyak jumlah tenaga kesehatan dan sebagainya, tidak hanya di
Provinsi Nusa Tenggara Barat akan tetapi juga di provinsi lainnya.

40

Profil Anak Indonesia 2012

6
PENDIDIKAN
Pada hakekatnya, pembangunan yang sesungguhnya adalah menjadikan
manusia sebagai tujuan akhir dalam pembangunan (BPS, Bappenas dan UNDP, 2004).
Pembangunan manusia merupakan perwujudan tujuan jangka panjang dari suatu
masyarakat, dan meletakkan pembangunan di sekeliling manusia, bukan manusia di
sekeliling pembangunan. Dalam Pembukaan UUD 1945 secara jelas disebutkan tujuan
negara antara lain memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa. Pendidikan merupakan proses untuk mendapatkan masyarakat cerdas. Untuk
mencapai tujuan tersebut, pembangunan manusia menjadi prioritas yang sangat penting.
Faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara diantaranya adalah
ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan
salah satu jalan bagi peningkatan kualitas SDM tersebut. Oleh sebab itu pemerintah
secara terus menerus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dimulai dengan
pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengecap
pendidikan terutama pada tingkat dasar hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas
sarana dan prasarana pendidikan. Upaya yang saat ini masih digalakkan diantaranya
mengupayakan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat Amandemen UndangUndang Dasar 1945 Pasal 31, agar program sekolah gratis minimal pada tingkat dasar di
seluruh wilayah di Indonesia dapat terwujud sehingga tidak ada hambatan dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan tersebut.
Indonesia telah menandatangani Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on The Rights
of the Child) pada tahun 1990. Dalam Konvensi Hak-Hak Anak dinyatakan bahwa setiap
negara di dunia melindungi dan melaksanakan hak-hak anak tentang pendidikan dengan
mewujudkan wajib belajar pendidikan dasar bagi semua secara bebas (Artikel 28) dan
konvensi mengenai HAM yang menyatakan Setiap orang berhak atas pendidikan. UUD
1945 juga mengamanatkan bahwa pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara
Indonesia, karenanya setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan
sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status
ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender.
Undang Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap warga
negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar (SD/sederajat dan

41

Profil Anak Indonesia 2012


SMP/sederajat). Melalui UU tersebut, Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh anak
dapat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Sesuai dengan Undang Undang No 23 Tahun
2002 Tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum
berusia 18 (delapan belas) tahun. Sesuai dengan definisi anak tersebut, penulisan analisis
pendidikan anak menggunakan umur 5-17 tahun.
6.1 Status Sekolah
Untuk mengetahui seberapa banyak anak umur 5-17 tahun yang memanfaatkan
fasilitas pendidikan dapat dilihat dari penduduk menurut kategori partisipasi sekolah.
Seseorang dengan status masih sekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti
pendidikan baik di suatu jenjang pendidikan formal (pendidikan dasar yaitu SD/MI dan SMP/
MTs, pendidikan menengah yaitu SMA/SMK/MA dan pendidikan tinggi yaitu PT) maupun
pendidikan non formal (Paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA)
yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),
Kementerian Agama (Kemenag), Instansi Negeri lain maupun Instansi Swasta.
Tabel 6.1 menyajikan persentase anak umur 5-17 tahun menurut tipe daerah, jenis
kelamin serta partisipasi sekolah untuk pendidikan formal dan non formal. Pada tahun
2011, terdapat 80,29 persen anak berumur 5-17 yang sedang bersekolah. Sedangkan
sisanya sebesar 12,35 persen belum/tidak pernah bersekolah dan sebesar 7,36 persen
sudah tidak bersekolah lagi.
Tabel 6.1 Persentase Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin
dan Partisipasi Sekolah, 2011
Tipe Daerah/Jenis Kelamin

Formal + Non Formal

Jumlah

Tdk/ Blm Sekolah

Masih Sekolah

Tdk Sekolah lagi

(2)

(3)

(4)

(5)

Laki-laki (L)

12,15

81,75

6,11

100,00

Perempuan (P)

11,39

82,53

6,08

100,00

L+P

11,78

82,12

6,10

100,00

Laki-laki (L)

13,11

77,71

9,18

100,00

Perempuan (P)

12,62

79,51

7,87

100,00

L+P

12,88

78,56

8,55

100,00

Laki-laki (L)

12,65

79,65

7,70

100,00

Perempuan (P)

12,02

80,98

7,00

100,00

L+P

12,35

80,29

7,36

100,00

(1)
Perkotaan (K):

Perdesaan (D):

K+D:

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

42

Profil Anak Indonesia 2012


Berdasarkan tipe daerah, terlihat bahwa persentase anak umur 5-17 tahun di
perkotaan yang masih bersekolah (82,12 persen) lebih besar dibanding di perdesaan
(78,56 persen). Hal ini diduga karena akses untuk memperoleh pendidikan di perkotaan
jauh lebih baik dibanding dengan di perdesaan, serta ketersediaan sarana dan prasarana
pendidikan di perkotaan yang lebih lengkap dan lebih memadai dibandingkan dengan
di perdesaan. Persentase anak umur 5-17 tahun di perkotaan yang tidak/belum pernah
sekolah sebesar 11,78 persen lebih kecil dibanding di perdesaan yang sebesar 12,88
persen.
Akses masyarakat pada pendidikan juga dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin. Pada
Tabel 6.1, terlihat bahwa persentase anak perempuan umur 5-17 tahun yang tidak/belum
pernah sekolah lebih rendah dari anak laki-laki. Persentase anak perempuan umur 5-17
tahun yang tidak/belum pernah sekolah secara keseluruhan tercatat sebesar 12,02 persen,
sedangkan untuk laki-laki sebesar 12,65 persen. Kesenjangan terhadap akses pendidikan
antar jenis kelamin ditemukan baik di perkotaan maupun perdesaan. Di daerah perkotaan
persentase anak perempuan umur 5-17 tahun yang tidak/belum pernah sekolah tercatat
sebesar 11,39 persen dan laki-laki sebesar 12,15 persen. Di daerah perdesaan persentase
anak perempuan umur 5-17 tahun yang tidak/belum pernah sekolah sebesar 12,62
persen dan anak laki-laki sebesar 13,11 persen.
Faktor demografis lain yang memengaruhi akses penduduk pada pendidikan
antara lain adalah umur. Semakin tinggi kelompok usia sekolah semakin rendah tingkat
partisipasi sekolahnya. Persentase penduduk yang masih sekolah pada kelompok umur
7-12 tahun (kelompok usia SD/MI) tercatat sebesar 97,58 persen, kelompok umur 1315
tahun (kelompok usia SMP/MTs) sebesar 87,78 persen dan kelompok umur 1617 tahun
(kelompok usia SM/MA) sebesar 67,17 persen. Penurunan ini tentunya dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti akses dan ketersediaan fasilitas sekolah pada jenjang yang lebih
tinggi.
Perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kecenderungan orangtua
menyekolahkan anaknya untuk pertama kali pada usia yang masih muda atau sebelum
umur yang direkomendasikan. Hasil Susenas tahun 2011 menunjukkan bahwa terdapat
anak berumur 5-6 tahun yang saat ini bersekolah (25,72 persen), meskipun pada kelompok
umur ini bukan merupakan usia wajib sekolah. Jika dilihat berdasarkan kelompok umur
pendidikan yang direkomendasikan yaitu 7-17 tahun, terlihat bahwa anak pada kelompok
umur 7-17 yang bersekolah sebesar 90,07 persen, anak yang tidak/belum sekolah sebesar
1,25 persen dan anak yang tidak sekolah lagi sebesar 8,68 persen.

43

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 6.2 Persentase Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Kelompok Umur dan
Partisipasi Sekolah, 2011
Kelompok Umur
(1)
56

Formal + Non Formal

Jumlah

Tdk/Blm Sekolah

Masih Sekolah

Tdk Sekolah lagi

(2)

(3)

(4)

(5)

74,26

25,72

0,02

100,00

7 12

1,53

97,58

0,89

100,00

13 15

0,84

87,78

11,37

100,00

16 17

0,87

67,17

31,96

100,00

5 17

12,35

80,29

7,36

100,00

7 17

1,25

90,07

8,68

100,00

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Berdasarkan sebaran menurut provinsi (Lampiran Tabel 40), terlihat persentase


terbesar anak berumur 7-17 tahun yang tidak bersekolah berada di Provinsi Papua yaitu
sebesar 23,96 persen, kemudian di susul oleh Nusa Tenggara Timur (2,78 persen) dan
Kalimantan Barat (2,04 persen).
6.2 Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka
Partisipasi Kasar (APK)
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
menyatakan bahwa wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti
oleh semua warga negara Indonesia, pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab
terhadap program tersebut. Pencanangan program wajib belajar dimulai pada tahun 1984
yaitu gerakan wajib belajar 6 tahun dan ditingkatkan menjadi wajib belajar 9 tahun pada
tahun 1994. Program wajib belajar merupakan bagian dari kerangka aksi dasar pendidikan
untuk semua (PUS) atau Education for All (EFA) yang telah disepakati secara global. Untuk
mengukur partisipasi penduduk usia sekolah dalam mengikuti pendidikan berdasarkan
jenjang dan umur dapat diketahui melalui indikator Angka Partisipasi Sekolah (APS),
Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK).
APS digunakan untuk melihat partisipasi sekolah penduduk menurut kelompok
usia sekolah tertentu. APS dibedakan menjadi APS 7-12 tahun, APS 13-15 tahun, APS
16-18 tahundan APS 19-24 tahun. APS 7-12 tahun berarti angka partisipasi penduduk
berumur 7-12 yang saat ini masih bersekolah di jenjang manapun. Sementara itu APM
digunakan untuk melihat partisipasi sekolah menurut kelompok usia tertentu dan jenjang
pendidikan. APM dibedakan menjadi APM SD, APM SMP, APM SM dan APM PT. APM
SD berarti angka partisipasi penduduk berumur 7-12 tahun yang masih bersekolah
di SD/Paket A. Sedangkan APK digunakan untuk melihat partisipasi sekolah penduduk

44

Profil Anak Indonesia 2012


menurut jenjang pendidikan tertentu tanpa melihat umur. Seperti APM, APK dibedakan
menjadi APK SD, APK SMP, APK SM dan APK PT. Interpretasi APK SD yaitu angka partisipasi
penduduk yang masih bersekolah di jenjang SD/MI pada usia apapun.
Meskipun konsep anak dalam publikasi ini adalah penduduk yang berusia sampai
dengan 17 tahun, khusus untuk APK SM dan APM SM mengacu pada konsep Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yaitu menggunakan kelompok usia 16-18 tahun.
Hal ini dilakukan agar interpretasi yang digunakan dalam publikasi ini sama dengan yang
dikeluarkan oleh Kemdikbud. Sementara itu kelompok umur APS menyesuaikan dengan
kelompok umur anak yaitu kelompok umur 7-12 tahun, 13-15 tahun dan 16-17 tahun.
6.2.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS)
Angka partisipasi sekolah (APS) merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan
terhadap penduduk usia sekolah dan sebagai indikator dasar yang digunakan untuk
melihat akses pada pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah. APS adalah
gambaran penduduk yang bersekolah menurut kelompok umur. Kegiatan bersekolah
tidak saja bersekolah di jalur formal akan tetapi juga termasuk bersekolah di jalur non
formal seperti paket A setara SD/MI, paket B setara SMP/MTs dan paket C setara SM/MA.
Gambar 6.1 menunjukkan bahwa pada tahun 2011 APS 7-12 tahun sebesar 97,58
persen. Hal ini berarti dari 100 anak usia 7-12 tahun, sebanyak 97 anak bersekolah dan 3
anak tidak sekolah (tidak pernah sekolah dan tidak sekolah lagi), APS 13-15 tahun sebesar
87,78 persen dan APS 16-17 tahun sebesar 67,17 persen. Jika dilihat menurut jenis
kelamin, tampak bahwa secara umum APS anak perempuan lebih tinggi dibandingkan
APS anak laki-laki. Kondisi ini terjadi pada setiap kelompok umur baik untuk anak lakilaki maupun anak perempuan. Gambar 6.1 juga memperlihatkan bahwa semakin tinggi
kelompok usia sekolah semakin rendah persentase anak yang bersekolah.

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Berumur 7-17 Tahun menurut
Jenis Kelamin, 2011

45

Profil Anak Indonesia 2012


Dilihat menurut tipe daerah, terdapat perbedaan antara APS anak umur 7-17 tahun
daerah perkotaan dengan perdesaan. APS anak usia 7-17 tahun di perkotaan cenderung
lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan. Hal ini terjadi pada setiap kelompok umur,
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.2. Kondisi ini sedikit memberikan gambaran
bahwa penduduk di perkotaan memiliki kesempatan yang lebih besar dalam memperoleh
pendidikan dibanding mereka yang tinggal di perdesaan. Hal ini terkait dengan lebih
maraknya jumlah sekolah di daerah perkotaan serta mudahnya akses ke sekolah
dibandingkan dengan perdesaan.

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.2 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Berumur 7-17 Tahun menurut
Tipe Daerah, 2011
6.2.2 Angka Partisipasi Murni (APM)
APM digunakan untuk melihat penduduk usia sekolah yang dapat bersekolah tepat
waktu. APM merupakan proporsi jumlah anak kelompok usia sekolah tertentu yang
sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah
seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan. Sebagai gambaran misalnya
APM SD adalah proporsi jumlah murid SD/Sederajat yang berusia 7 12 tahun terhadap
jumlah seluruh anak yang berusia 7 12 tahun. Bila seluruh anak usia sekolah dapat
bersekolah tepat waktu, maka APM akan mencapai 100 persen.
Sesuai dengan target MDGs, disebutkan bahwa pencapaian APM SD ditargetkan
dapat mencapai 95 persen pada tahun 2015. Sejalan dengan target secara global, dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014, diharapkan APM SD/SDLB/
MI/Paket A meningkat menjadi sebesar 96 persen. Gambar 6.3 menunjukkan bahwa pada
tahun 2011, pencapaian APM SD sebesar 91,03 persen, APM SMP sebesar 68,12 persen
dan APM SM sebesar 47,97 persen. Berdasarkan jenjang pendidikan, terlihat bahwa
semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin rendah besaran APM atau dengan kata
lain berbanding terbalik antara APM dan jenjang pendidikan.

46

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.3 Angka Partisipasi Murni (APM) Anak menurut Jenis Kelamin, 2011
Dilihat menurut jenis kelamin, tampak bahwa pada jenjang yang lebih rendah (SD/
Sederajat) APM anak laki-laki lebih besar dari APM anak perempuan (APM SD anak laki-laki
sebesar 91,56 persen dan APM SD anak perempuan sebesar 90,46 persen). Sementara itu
pada jenjang yang lebih tinggi (SMP/sederajat dan SM/sederajat), APM anak perempuan
lebih tinggi dibanding APM anak laki-laki.
Secara umum, APM anak di daerah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan
daerah perdesaan, kecuali pada jenjang SD yang persentasenya relatif hampir sama
(Gambar 6.4). Seperti halnya APS, terlihat bahwa kesenjangan APM antara anak di
perkotaan dan perdesaan semakin tinggi sejalan dengan semakin meningkatnya jenjang
pendidikan. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa terdapat perbedaan kesempatan
bersekolah serta sarana dan prasarana antara anak yang tinggal di daerah perkotaan
dibanding anak yang tinggal daerah di perdesaan.

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.4 Angka Partisipasi Murni (APM) Anak menurut Tipe Daerah, 2011

47

Profil Anak Indonesia 2012


6.2.3 Angka Partisipasi Kasar (APK)
Angka Partisipasi Kasar (APK) mengindikasikan partisipasi penduduk yang sedang
mengenyam pendidikan menurut jenjang pendidikan tanpa melihat umur. APK digunakan
untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan
dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan.
APK SD merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang sekolah di SD/sederajat
terhadap jumlah penduduk usia 7 12 tahun. Nilai APK bisa lebih dari 100 persen apabila
jumlah murid yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan mencakup anak di luar
batas usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan (misal anak bersekolah di
SD/sederajat berumur kurang dari 7 tahun atau lebih dari 12 tahun).
Berdasarkan Gambar 6.5 diketahui bahwa APK SD sebesar 102,58 persen, APK
SMP sebesar 89,57 persen dan APK SM sebesar 64,66 persen. Semakin tinggi jenjang
pendidikan semakin rendah APK. Penurunan APK pada jenjang pendidikan yang semakin
tinggi sejalan dengan kecenderungan penurunan APS dan APM pada usia atau jenjang
yang semakin tinggi.
APK SD sebesar 102,58 persen (lebih dari 100 persen) menunjukkan bahwa ada
sekitar 2,58 persen anak yang bersekolah di SD/sederajat berusia kurang dari 7 tahun
dan lebih dari 12 tahun. Dengan kata lain angka tersebut menunjukkan bahwa murid SD/
sederajat selain mencakup anak yang berusia 7 12 tahun, juga mencakup anak yang
berusia kurang dari 7 tahun dan lebih dari 12 tahun. Kenyataan ini menunjukkan bahwa
terdapat anak yang terlambat masuk sekolah pada jenjang SD/sederajat atau sebaliknya
terdapat anak yang terlalu dini untuk bersekolah SD/sederajat.
Dilihat menurut jenis kelamin terlihat bahwa pada jenjang pendidikan SD/sederajat
APK laki-laki lebih tinggi dibanding APK anak perempuan (APK SD anak laki-laki sebesar
103,24 dan APK SD anak perempuan sebesar 101,87). Sebaliknya pada jenjang SMP/
sederajat dan SM/sederajat, APK anak perempuan lebih tinggi dibanding APK anak lakilaki (Gambar 6.5).

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.5 Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak menurut Jenis Kelamin, 2011

48

Profil Anak Indonesia 2012


APK anak di daerah perkotaan cenderung lebih tinggi dari daerah perdesaan, kecuali
untuk APK SD dimana persentasenya lebih tinggi daerah perdesaan dibanding daerah
perkotaan (Gambar 6.6). Di daerah perkotaan APK SMP sebesar 92,74 persen dan APK
SM sebesar 72,93 persen, sedangkan untuk daerah perdesaan APK SMP sebesar 86,66
persen dan APK SM sebesar 55,60 persen.

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Gambar 6.6 Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak menurut Tipe Daerah, 2011
6.3 Angka Putus Sekolah
Pendidikan merupakan hak yang sangat fundamental bagi anak untuk tumbuh dan
berkembang secara optimal dan terarah. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Bab II Pasal 9 Ayat (1) menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan
dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya
sesuai dengan minat dan bakatnya. Melalui pendidikan, terutama pendidikan di sekolah,
seorang anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga dapat mengembangkan
kepribadiannya sehingga menjadi pribadi yang matang secara kognitif, afektif, maupun
motorik. Selanjutnya, di dalam UU No. 23 Tahun 2002 Bab IX Pasal 49 juga disebutkan
bahwa negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan. Namun, pada kenyataannya
tidak semua anak mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan
seluas-luasnya hingga menyebabkan mereka putus sekolah.
Putus sekolah didefinisikan sebagai seseorang yang tidak dapat menyelesaikan
pendidikan atau berhenti bersekolah dalam suatu jenjang pendidikan sehingga belum
memiliki ijazah pada jenjang pendidikan tersebut. Dalam upaya penuntasan wajib
belajar sembilan tahun, putus sekolah masih merupakan persoalan tersendiri yang perlu
penanganan serius dalam mencapai pendidikan untuk semua (Education for All).
Tabel 6.3 menyajikan persentase penduduk berumur 7-17 tahun yang pernah/
sedang bersekolah menurut tipe daerah, jenis kelamin dan status sekolahnya. Pada tahun
2011, persentase penduduk usia 7-17 tahun yang pernah sekolah dengan status putus

49

Profil Anak Indonesia 2012


sekolah di Indonesia sebesar 2,91 persen, artinya dari setiap 1000 orang penduduk usia
7-17 tahun terdapat 29 anak yang putus sekolah. Angka ini mencerminkan anak-anak
usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu jenjang
pendidikan tertentu, dan sering digunakan sebagai salah satu indikator keberhasilan
pembangunan di bidang pendidikan. Bila dilihat menurut tipe daerah, anak putus sekolah
lebih banyak terjadi di perdesaan (3,51 persen) dibandingkan di perkotaan (2,28 persen).
Sementara itu, jika diamati berdasarkan jenis kelamin, putus sekolah lebih banyak dialami
oleh anak laki-laki (3,60 persen) dibanding anak perempuan (2,17 persen). Pola ini terjadi
baik di daerah perkotaan maupun perdesaan.
Tabel 6.3 Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah
menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Tipe Daerah/Jenis Kelamin

Masih Sekolah

Pernah Sekolah

Total

Putus Sekolah

Tamat Sekolah

(2)

(3)

(4)

(5)

Laki-laki

92,72

2,78

4,49

100,00

Perempuan

92,82

1,74

5,44

100,00

Laki-laki+Perempuan

92,77

2,28

4,95

100,00

Laki-laki

88,99

4,36

6,65

100,00

Perempuan

90,55

2,57

6,88

100,00

Laki-laki+Perempuan

89,73

3,51

6,76

100,00

Laki-laki

90,79

3,60

5,61

100,00

Perempuan
Laki-laki+Perempuan

91,66
91,21

2,17
2,91

6,17
5,88

100,00
100,00

(1)
Perkotaan :

Perdesaan :

Perkotaan+Perdesaan :

Sumber: Susenas Kor 2011, BPS

Lampiran Tabel 52 menunjukkan bahwa persentase anak berumur 7-17 tahun yang
putus sekolah antar provinsi sangat bervariasi. Wilayah yang memiliki persentase anak
putus sekolah tertinggi adalah Provinsi Gorontalo sebesar 9,0 persen, disusul kemudian
oleh Provinsi Sulawesi Barat sebesar 7,5 persen, dan Provinsi Bangka Belitung sebesar
7,3 persen. Sebaliknya, wilayah yang memiliki persentase anak putus sekolah terendah
adalah Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,6 persen, kemudian Provinsi Bali sebesar 1,8
persen, dan Provinsi Aceh sebesar 2,0 persen.
Salah satu upaya pemerintah dalam rangka memberikan jaminan perlindungan hak
setiap anak untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang nyaman diciptakan suatu
kawasan atau kota layak untuk tempat tinggal anak atau sekarang dikenal dengan Kota
Layak Anak (KLA). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP

50

Profil Anak Indonesia 2012


dan PA) mengembangkan 31 indikator KLA yang dikelompokkan melalui 5 kluster. Salah
satu kluster menyebutkan bahwa semua anak berhak untuk memperoleh akses pendidikan
dengan indikator rinci yaitu tidak ada anak yang mengalami drop out atau putus sekolah
pada semua jenjang pendidikan. Indikator ini menjadi ukuran capaian pemenuhan hakhak anak dalam bidang pendidikan. Sejalan dengan masih adanya anak yang mengalami
putus sekolah, peran aktif dari berbagai pihak (stakeholder) sangat diperlukan agar tidak
ditemukan lagi adanya anak yang putus sekolah di semua jenjang pendidikan.
Hasil Susenas 2011 menunjukkan bahwa anak putus sekolah cenderung meningkat
seiring bertambahnya kelompok umur, seperti pada Tabel 6.4. Pada kelompok umur
7-12 tahun terdapat 0,67 persen anak yang putus sekolah. Selanjutnya, pada kelompok
umur 13-15 tahun sebesar 2,21 persen dan pada kelompok umur 16-17 tahun meningkat
menjadi 2,32 persen anak putus sekolah.
Tabel 6.4 Angka Putus Sekolah Penduduk menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin dan
Kelompok Umur Sekolah, 2011
Tipe Daerah/Jenis Kelamin

Kelompok Umur
7 - 12

13 - 15

16 - 17

(2)

(3)

(4)

Laki-laki

0,50

2,36

2,38

Perempuan

0,38

1,51

1,56

Laki-laki+Perempuan

0,45

1,95

1,97

Laki-laki

1,05

3,15

3,21

Perempuan

0,66

1,75

2,46

Laki-laki+Perempuan

0,87

2,47

2,84

Laki-laki

0,79

2,76

2,72

Perempuan

0,53

1,63

1,92

Laki-laki+Perempuan

0,67

2,21

2,32

(1)
Perkotaan :

Perdesaan :

Perkotaan+Perdesaan :

Sumber: Susenas Kor 2011, BPS

Dari semua kelompok umur yang berbeda, anak yang bertempat tinggal di daerah
perdesaan lebih banyak yang mengalami putus sekolah dibandingkan anak yang berada
di daerah perkotaan. Bila dilihat menurut jenis kelamin, anak laki-laki cenderung lebih
banyak yang mengalami putus sekolah dibandingkan anak perempuan. Pola yang sama
terjadi baik pada kelompok umur 7-12 tahun, 13-15 tahun maupun 16-17 tahun. Jika dilihat
menurut provinsi pada Lampiran Tabel 53 s.d 61, anak yang mengalami putus sekolah
terdapat di semua provinsi dengan persentase yang berbeda-beda. Pada umumnya
semakin tinggi kelompok umur, semakin tinggi pula persentase anak yang putus sekolah.

51

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 6.5 Angka Putus Sekolah Penduduk Berumur 7-17 Tahun menurut Tipe Daerah,
Jenis Kelamin dan Jenjang Pendidikan, 2011
Tipe Daerah/Jenis Kelamin
(1)

Jenjang Pendidikan
SD/Sederajat

SMP/Sederajat

SM/Sederajat

(2)

(3)

(4)

1,41

1,05

0,33

Perkotaan :
Laki-laki
Perempuan

0,85

0,67

0,22

Laki-laki+Perempuan

1,14

0,87

0,27

Perdesaan :
Laki-laki

2,89

1,19

0,28

Perempuan

1,58

0,77

0,22

Laki-laki+Perempuan

2,27

0,99

0,25

2,18

1,12

0,30

Perkotaan+Perdesaan :
Laki-laki
Perempuan

1,22

0,72

0,22

Laki-laki+Perempuan

1,72

0,93

0,26

Sumber: Susenas Kor 2011, BPS

Pencanangan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun oleh pemerintah sejak
tahun 1994 menunjukkan keberhasilan jika dilihat dari angka partisipasi sekolah di semua
tingkatan (lihat Sub bab 6.2). Angka partisipasi murni SD saat ini sudah mencapai 90
persen lebih, sedangkan SMP di angka 60-an persen dengan tren membaik setiap tahun.
Meskipun angka partisipasi sekolah terus meningkat, namun masih terdapat sejumlah
siswa yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya atau putus sekolah, terutama
di jenjang pendidikan dasar (SD-SMP). Hasil Susenas 2011 menunjukkan bahwa angka
putus sekolah masih didominasi pada jenjang pendidikan SD/sederajat yaitu sebesar 1,72
persen, kemudian disusul jenjang SMP/sederajat sebesar 0,93 persen, dan SM/sederajat
sebesar 0,26 persen (Tabel 6.5).
Bila dilihat menurut tipe daerah, anak putus sekolah yang tinggal di daerah perdesaan
lebih besar persentasenya dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan.
Kondisi ini berlaku pada jenjang pendidikan SD dan SMP/sederajat, sedangkan pada
jenjang SM/sederajat berlaku sebaliknya. Menurut jenis kelamin, anak laki-laki memiliki
kecenderungan yang lebih tinggi untuk putus sekolah dibandingkan anak perempuan.
Pada jenjang SD/sederajat, angka putus sekolah anak laki-laki (2,18 persen) lebih tinggi
daripada anak perempuan (1,22 persen). Begitu pula pada jenjang SMP/sederajat, angka
putus sekolah anak laki-laki (1,12 persen) lebih tinggi daripada anak perempuan (0,72
persen). Pada jenjang SM/sederajat juga berlaku hal yang sama yaitu angka putus sekolah
anak laki-laki (0,30 persen) lebih tinggi daripada anak perempuan (0,22 persen).

52

Profil Anak Indonesia 2012


6.4 Alasan Tidak Sekolah
Kenyataan menunjukkan bahwa pendidikan belum dapat dinikmati oleh seluruh
anak Indonesia sehingga masih terdapat anak-anak yang tidak/belum pernah sekolah
atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi
karena disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa alasan yang melatarbelakanginya antara
lain karena tidak ada biaya, bekerja, menikah/mengurus rumah tangga, sekolah jauh,
tidak suka/malu, tidak diterima, cacat, dan lain-lain. Alasan karena tidak ada biaya dan
bekerja umumnya berkaitan erat dengan faktor ekonomi (kemiskinan atau kemampuan
ekonomi orang tua). Alasan sekolah jauh berkaitan dengan faktor geografis seperti daerah
perbukitan, wilayah pedalaman, dan kepulauan sehingga akses sekolah sulit dijangkau
ataupun ketersediaan jumlah sekolah yang minim. Sementara untuk alasan karena
tidak suka/malu, menikah/mengurus rumah tangga, dll umumnya berkaitan dengan
faktor sosial budaya seperti tidak naik kelas, motivasi anak rendah, kurangnya perhatian
orang tua memotivasi anak, atau adanya anggapan bahwa perempuan sebaiknya tidak
bersekolah terlalu tinggi.Tabel 6.6 Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang
Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi menurut Alasan Tidak/Belum Pernah
Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi, Tipe Daerah, dan Jenis Kelamin, 2011
Tabel 6.6 Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Tidak/Belum Pernah
Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi menurut Alasan Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak
Bersekolah Lagi, Tipe Daerah, dan Jenis Kelamin, 2011
Alasan Tidak/Belum Pernah
Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi
(1)

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

L+P

L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Tidak ada biaya

49,96

55,48

52,57

46,91

48,50

47,61

48,03

51,29

49,51

Bekerja/Mencari Nafkah

10,43

13,58

11,92

9,14

5,47

7,53

9,61

8,71

9,20

Menikah/Mengurus RT

0,29

4,61

2,33

0,32

7,54

3,50

0,31

6,37

3,05

Merasa Pendidikan cukup

3,30

3,24

3,27

3,51

4,75

4,06

3,44

4,15

3,76

Malu Karena Ekonomi

1,42

0,91

1,18

1,30

1,28

1,29

1,34

1,13

1,25

Sekolah Jauh

0,33

0,65

0,48

5,66

6,35

5,96

3,70

4,08

3,87

Cacat

4,97

3,50

4,27

3,35

3,37

3,36

3,95

3,42

3,71

Menunggu Pengumuman

0,83

1,42

1,11

0,18

0,45

0,30

0,42

0,84

0,61

Tidak Diterima

0,41

0,16

0,29

0,43

0,60

0,50

0,42

0,42

0,42

28,07

16,44

22,56

29,20

21,69

25,89

28,79

19,60

24,62

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

100,0

Lainnya
Jumlah

Sumber:BPS RI - Susenas 2011

53

Profil Anak Indonesia 2012


Dari beberapa faktor yang dikemukakan di atas, permasalahan ekonomi sangat
dominan menjadi penyebab anak tidak sekolah. Seperti yang ditunjukkan pada Tabel
6.6, mayoritas anak berumur 7-17 tahun tidak/belum pernah sekolah atau tidak sekolah
lagi dengan alasan tidak ada biaya yaitu sebesar 49,51 persen. Faktor ekonomi juga bisa
menyebabkan seorang anak harus bekerja/mencari nafkah sehingga mendorong mereka
untuk tidak sekolah. Ada sebesar 9,20 persen anak yang tidak sekolah dengan alasan
bekerja/mencari nafkah. Selain itu terdapat anak yang tidak bersekolah karena alasan
sekolah jauh (3,87 persen), merasa pendidikan cukup (3,76 persen), cacat (3,71 persen),
menikah/mengurus rumah tangga (3,05 persen), malu karena ekonomi (1,25 persen),
menunggu pengumuman (0,61 persen), tidak diterima (0,42 persen), dan sisanya adalah
alasan lainnya (24,62 persen).
Peraturan Pemerintah RI No. 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar Bab VI Pasal 9 Ayat
(1) menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya
program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Untuk menunjang program wajib belajar tersebut, pemerintah telah meluncurkan program
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang pada dasarnya bertujuan untuk meringankan
beban semua siswa dan membebaskan siswa miskin dari kewajiban membayar uang
sekolah. Namun, seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa persentase anak usia 7-17
tahun yang tidak bersekolah dengan alasan tidak ada biayarelatif masih tinggi. Kondisi
ini mencerminkan bahwa program sekolah gratis untuk tingkat pendidikan dasar yang
didengungkan pemerintah, ternyata belum sepenuhnya terealisasi dan dinikmati oleh
masyarakat luas.
Di sisi lain, juga masih ditemukan alasan anak yang tidak bersekolah karena
sekolah jauh. Di wilayah-wilayah yang secara geografis sangat luas (seperti wilayah
pedalaman) dimana sarana transportasi tidak memadai dan jumlah sekolah yang terbatas
menjadi pendorong mereka tidak/belum sekolah atau tidak bersekolah lagi. Hal ini
mengindikasikan belum meratanya fasilitas sekolah yang dapat diakses oleh penduduk
sehingga menyebabkan anak tidak dapat bersekolah.
Tabel 6.6 juga menunjukkan bahwa alasan anak yang tidak bersekolah karena tidak
ada biaya, bekerja, cacat, dan menunggu pengumuman lebih banyak dijumpai pada anak
yang tinggal di daerah perkotaan dibandingkan perdesaan. Sebaliknya, alasan karena
menikah/mengurus rumah tangga, merasa pendidikan cukup, malu karena ekonomi,
sekolah jauh, dan lainnya banyak dijumpai pada anak yang berada di daerah perdesaan.
Bila dilihat menurut jenis kelamin, proporsi anak perempuan yang tidak bersekolah
dengan alasan menikah sebesar 6,37 persen atau jauh lebih tinggi dibanding anak laki-laki
sebesar 0,31 persen. Begitu pula untuk alasan tidak ada biaya, merasa pendidikan cukup,
sekolah jauh, dan menunggu pengumuman angkanya lebih tinggi pada anak perempuan
dibanding anak laki-laki. Sebaliknya, anak laki-laki yang tidak bersekolah karena alasan

54

Profil Anak Indonesia 2012


bekerja, malu karena ekonomi, cacat, dan lainnya memiliki persentase lebih besar
dibanding anak perempuan.
6.5 Angka Buta Huruf
Buta huruf adalah ketidakmampuan seseorang untuk membaca dan menulis.
Kemampuan membaca dan menulis dianggap penting karena melibatkan pembelajaran
berkelanjutan oleh seseorang sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya,
dimana hal ini berkaitan langsung bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan,
menggali potensinya, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat yang lebih luas. Masih
tingginya jumlah penduduk yang tidak dapat membaca dan menulis dapat berakibat pada
rendahnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya perlu dilakukan pemberantasan
buta huruf secara menyeluruh, serentak dan terpadu dengan dilandasi semangat gotong
royong dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Masalah buta huruf menjadi persoalan yang terjadi hampir di semua negara,
khususnya negara berkembang yang erat kaitannya dengan kondisi kemiskinan,
keterbelakangan, kebodohan, dan ketidakberdayaan masyarakatnya. Dalam rangka
menangani permasalahan tersebut, badan dunia seperti UNESCO, UNICEF, WHO, World
Bank dan badan-badan internasional lainnya melakukan kampanye dan sosialisasi
pentingnya pemberantasan buta huruf di seluruh dunia. UNDP menjadikan angka melek
aksara sebagai variabel dari empat indikator untuk menentukan Indeks Pembangunanan
Manusia (IPM) suatu negara, di samping rata-rata lama pendidikan, rata-rata usia harapan
hidup (indeks kesehatan) serta indeks perekonomian berupa pengeluaran per kapita.
Di Indonesia, berbagai upaya dalam pemberantasan buta huruf telah dilakukan oleh
pemerintah bahkan sejak awal kemerdekaan tahun 1945. Pada tahun 2006, Presiden
menginstruksikan kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk mengambil langkahlangkah yang diperlukan dalam rangka memberantas buta aksara yang tertuang dalam
Inpres No. 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta
Aksara (GN-PPBA). Keseriusan dan komitmen pemerintah juga diimplementasikan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 bahwa salah satu target
pembangunan pendidikan adalah menurunnya angka buta huruf penduduk 15 tahun ke
atas menjadi sekitar 4 persen pada tahun 2014.
Sebagai implementasinya pemerintah telah melakukan berbagai program seperti
program Keaksaraan Fungsional (KF) sejak tahun 2007. Program ini dimaksudkan untuk
memberantas kebutaaksaraan dengan fokus kegiatan melalui diskusi, membaca, menulis,
berhitung dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam aktivitas yang berkaitan dengan
kebutuhan keseharian. Bentuk penghargaan atas mereka yang mengikuti kegiatan
keaksaraan dan dinyatakan lulus, pemerintah memberikan sertifikat SUKMA (Surat

55

Profil Anak Indonesia 2012


Keterangan Melek Aksara) yang dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk mengikuti
program Paket A setara SD/MI. Selain itu, guna melayani kebutuhan membaca di kalangan
masyarakat pemerintah menyediakan program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang
diharapkan dapat ikut memberantas buta huruf dan meningkatkan minat baca masyarakat.
Tabel 6.7 Angka Buta Huruf Anak Berumur 5-17 Tahun menurut Tipe Daerah, Jenis
Kelamin dan Kelompok Usia Sekolah, 2011
Tipe Daerah/Jenis Kelamin
(1)

Kelompok Usia Sekolah


5-6

7-12

13-15

16-17

5-17

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

65,62

3,09

0,45

0,52

11,79

Perkotaan :
Laki-laki
Perempuan

61,32

2,23

0,24

0,29

10,35

Laki-laki+Perempuan

63,59

2,68

0,35

0,40

11,10

Perdesaan :
Laki-laki

78,88

7,24

1,47

1,83

16,09

Perempuan

75,46

6,29

1,29

1,45

15,16

Laki-laki+Perempuan

77,24

6,79

1,39

1,65

15,65

72,43

5,27

0,99

1,16

14,02

Perkotaan+Perdesaan :
Laki-laki
Perempuan

68,66

4,36

0,79

0,83

12,82

Laki-laki+Perempuan

70,63

4,84

0,89

1,00

13,45

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Menurut data hasil Susenas, pada tahun 2011 angka buta huruf (ABH) anak berumur
5-17 tahun masih relatif tinggi yaitu sebesar 13,45 persen atau sekitar 8,16 juta orang
dari keseluruhan jumlah penduduk berumur 5-17 tahun (Tabel 6.7). Relatif tingginya ABH
anak tersebut disebabkan sumbangan ABH yang cukup tinggi pada kelompok usia 5-6
tahun sebesar 70,63 persen atau sekitar 6,52 juta orang. Hal ini dapat dipahami karena
anak pada kelompok umur tersebut pada umumnya belum duduk di bangku sekolah.
Pada anak kelompok usia sekolah (7-17 tahun), ABH semakin menurun dengan
meningkatnya usia sekolah. Hal ini mengindikasikan program pelaksanaan wajib belajar
berjalan dengan baik, yang salah satu hasilnya adalah pemberantasan buta huruf. Namun
terlihat adanya perbedaan ABH yang cukup signifikan antara daerah perkotaan dan
perdesaan, terutama pada anak usia 7-12 tahun yaitu ABH di perkotaan sebesar 2,68
persen, sedangkan di perdesaan jauh lebih tinggi yaitu sebesar 6,79 persen. Sementara
pada kelompok usia 13-15 dan 16-17 tahun relatif hanya terjadi sedikit perbedaan antara
ABH anak laki-laki dan perempuan.

56

Profil Anak Indonesia 2012


Jika dilihat menurut jenis kelamin, ABH anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan
ABH anak perempuan. Pola ini berlaku pada semua kelompok usia sekolah, terutama
pada kelompok usia 7-12 tahun dimana ABH anak laki-laki sebesar 5,27 persen dan ABH
anak perempuan sebesar 4,36 persen. Pola ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun
perdesaan.
6.6 Sarana ke Sekolah
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan penunjang penting bagi tercapainya
suatu tujuan dari pendidikan dan menjadi prasyarat awal dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan. Oleh karenanya, merupakan hal yang penting untuk mendapatkan
gambaran kondisi pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, agar kebijakan di bidang
pendidikan khususnya di bidang sarana dan prasarana dapat lebih tepat arah dan tepat
sasaran.
Salah satu sarana pendidikan yang merupakan komponen penting dalam menunjang
keberhasilan pendidikan adalah sarana angkutan ke sekolah. Informasi mengenai sarana
ke sekolah ini sangat berguna untuk melihat sampai seberapa jauh pemerintah melakukan
upaya penyediaan sarana angkutan terutama bagi penduduk yang bertempat tinggal jauh
di pedalaman dan belum terjangkau sarana angkutan yang memadai.
Tabel 6.8 Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Masih Sekolah menurut
Sarana Angkutan ke Sekolah, Tipe Daerah, dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan + Perdesaan

Sarana Angkutan
ke Sekolah

L+P

L+P

L+P

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Tanpa Kendaraan

74,43

73,12

73,79

82,94

83,00

82,97

78,74

78,09

78,43

Sepeda

5,56

4,85

5,22

5,54

5,42

5,48

5,55

5,14

5,35

Sepeda Motor Pribadi

9,69

9,69

9,69

6,66

5,79

6,24

8,15

7,73

7,95

Becak/Dokar

0,36

0,42

0,38

0,12

0,14

0,13

0,24

0,27

0,26

Kendaraan Umum dgn


Rute Tertentu

6,47

7,57

7,00

2,54

3,25

2,88

4,48

5,39

4,92

Kendaraan Bermotor
Umum Lainnya

1,79

2,32

2,05

1,21

1,49

1,35

1,50

1,90

1,69

Mobil Pribadi

0,56

0,74

0,64

0,02

0,03

0,02

0,29

0,38

0,33

Kendaraan Dinas

0,09

0,13

0,10

0,08

0,10

0,09

0,09

0,11

0,10

Lainnya

1,07

1,17

1,12

0,87

0,79

0,83

0,97

0,98

0,97

100,00 100,00

100,00

100,00 100,00

100,00

Jumlah

100,00

100,00

100,00

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

57

Profil Anak Indonesia 2012


Hasil Susenas 2011 menunjukkan bahwa mayoritas siswa atau lebih dari tiga
perempat (78,43 persen) penduduk usia 7-17 tahun yang masih sekolah pergi ke sekolah
tanpa menggunakan kendaraan atau hanya berjalan kaki, seperti yang terlihat pada Tabel
6.8. Sementara sisanya sekitar 21,57 persen siswa pergi ke sekolah menggunakan sarana
kendaraan, yaitu berturut-turut 7,95 persen siswa menggunakan sepeda motor pribadi,
6,61 persen siswa mengunakan kendaraan umum, 5,35 persen siswa menggunakan
sepeda, dan hanya 0,69 persen siswa menggunakan mobil pribadi, becak/dokar, serta
kendaraan dinas.
Tabel 6.9 Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah
menurut Sarana Angkutan ke Sekolah dan Jenjang Pendidikan, 2011
Sarana Angkutan
ke Sekolah

SD/Sederajat

SMP/Sederajat

SM/Sederajat

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Tanpa Kendaraan

86,81

69,22

58,52

78,43

Sepeda

4,86

8,13

2,47

5,35

Sepeda Motor Pribadi

5,06

8,48

19,60

7,95

Becak/Dokar
Kendaraan Umum dgn
Rute Tertentu
Kendaraan Bermotor
Umum Lainnya

0,23

0,28

0,31

0,26

1,05

9,39

13,74

4,92

0,68

2,93

3,89

1,69

Mobil Pribadi

0,32

0,39

0,25

0,33

Kendaraan Dinas

0,10

0,09

0,10

0,10

Lainnya

0,89

1,09

1,12

0,97

Jumlah

100,00

100,00

100,00

100,00

Sumber: BPS RI - Susenas 2011

Bila dilihat menurut jenjang pendidikan, sebagian besar siswa SD/sederajat (86,81
persen) dan SMP/sederajat (69,22 persen) pergi ke sekolah tanpa kendaraan atau dengan
berjalan kaki (Tabel 6.9). Hal ini dapat menggambarkan jarak tempuh ke sekolah yang
relatif dekat. Adanya Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 1973, tentang pembangunan SD
di setiap desa/kelurahan memudahkan masyarakat untuk menyekolahkan anak disekitar
daerah tempat tinggal atau jarak tempuh yang jauh namun karena belum tersedia
transportasi yang memadai sehingga mereka harus berjalan kaki. Dilihat menurut sarana
ke sekolah, sarana kendaraan terutama sepeda motor pribadi dan kendaraan umum
lebih banyak digunakan oleh pelajar SM/sederajat. Hal ini dimungkinkan karena pada
umumnya sarana gedung SM/sederajat hanya tersedia di pusat kota.

58

Profil Anak Indonesia 2012

7
PERLINDUNGAN KHUSUS
7.1. Perkembangan Perlindungan Anak di Indonesia
Pelaksanaan kegiatan perlindungan anak di Indonesia hingga saat ini masih
terkesan jalan di tempat. Secara umum, rapor tentang masalah perlindungan anak
di Indonesia masih nampak buruk di mata Komite Hak Anak PBB terutama menyangkut
masalah diskriminasi pada anak berdasarkan jenis kelamin khususnya terkait dengan
usia perkawinan. Indonesia masih membedakan batas usia perkawinan, untuk lakilaki 19 tahun sedangkan untuk perempuan 16 tahun. Ini menunjukkan bahwa negara
masih memberikan diskriminasi bagi anak perempuan, diskriminasi juga masih terlihat
pada anak-anak yang hidup dalam kemiskinan dan anak-anak yang menjadi kelompok
minoritas.
Sejalan dengan penerapan Undang-Undang No. 3/1997 tentang Peradilan Anak,
maka patut menjadi perhatian kita semua bahwa anak-anak yang harus menjalani
hukuman penjara di Indonesia jumlahnya cukup signifikan. Menurut catatan UNICEF
(2009) jumlahnya telah mencapai lebih dari 4.000 orang anak per tahun. Padahal sebagian
besar dari mereka adalah melakukan kejahatan ringan. Bagi sebagian pakar hukum dan
masyarakat awam, batasan usia 8 tahun sebagai batas usia tanggung jawab kriminal
bagi anak-anak dianggap terlalu rendah. Komitmen terhadap upaya perlindungan anak
yang masih rendah juga nampak dari masih sering terjadinya kasus anak-anak pelaku
kriminalitas yang ditahan atau dimasukkan penjara bersama-sama atau dicampur dengan
orang dewasa dalam kondisi yang mengenaskan.
Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO 138 tentang batasan usia minimum yang
diperkenankan bagi anak-anak untuk bekerja dan Konvensi ILO 182 tentang Penghapusan
Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan untuk Anak. Indonesia juga telah memiliki rencana
aksi nasional penghapusan bentuk-bentuk terburuk pekerjaan yang diperuntukan bagi
anak. Namun kenyataan tingginya jumlah anak yang bekerja baik di sektor formal maupun
informal menunjukkan masih belum teratasinya permasalahan yang terkait dengan pekerja
anak. Di lain pihak, gambaran situasi ketenaga-kerjaan ini juga menunjukkan bahwa upaya
perlindungan anak terhadap berbagai tindakan eksploitasi untuk mempekerjakan anak
belum maksimal.

59

Profil Anak Indonesia 2012


Di bagian eksploitasi seksual anak, pemerintah mengakui tidak adanya data akurat,
namun diperkirakan dari semua kasus eksploitasi seksual sekitar 60 persen korbannya adalah
anak-anak. Mayoritas korbannya adalah perempuan disamping anak laki-laki. Mengenai
eksploitasi seksual komersial anak dilaporkan bahwa semua bentuk eksploitasi komersial
anak dijumpai di Indonesia seperti anak yang dilacurkan, pelacuran anak, perdagangan
anak untuk tujuan seksual, dan pornografi anak. Diperkirakan sekitar 30 persen dari pekerja
seksual di Indonesia yang jumlahnya 30.000-70.000 adalah anak-anak. Hingga saat ini
Indonesia belum meratifikasi optional protocol Konvensi Hak Anak (protokol tambahan
PBB) tentang penjualan anak, pelacuran anak dan pornografi anak sehingga undang-undang
yang ada masih dinilai kurang efektif akibatnya anak-anak korban eksploitasi seksual sering
tidak mendapatkan perlidungan atau bantuan pemulihan yang efektif.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak secara eksplisit
menyebutkan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi
secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Sebagai bagian dari umat
manusia, hak-hak anak secara keseluruhan merupakan bagian dari hak asasi manusia
termasuk diantaranya adalah hak untuk menganut agama berdasarkan pilihannya dan hak
untuk memperoleh pelayan di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial.
Seperti yang diuraikan pada Bab IX Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002,
penyelenggaraan pelindungan anak dilakukan melalui berbagai mekanisme dan kegiatan,
antara lain berupa penyediaan fasilitas umum; perlakuan khusus bagi anak antara lain
adanya pengadilan anak dan lembaga pemasyarakatan anak yang khusus diperuntukkan
bagi anak-anak; bantuan pendampingan bagi anak yang bermasalah hukum dan
pelayanan cuma-cuma bagi anak dari keluarga kurang mampu. Perlindungan anak dalam
aspek keagamaan antara lain berupa jaminan bagi anak untuk memeluk agama sesuai
dengan keinginannya (Pasal 42 ayat 1). Bentuk perlindungan lainnya adalah berupa
pembinaan, bimbingan dan pengamalan ajaran agama bagi anak sesuai dengan agama
yang dipeluknya (Pasal 43 ayat 2). Perlindungan anak dalam aspek kesehatan selain
berupa penyediaan fasilitas, penyelenggaraan upaya kesehatan yang komprehensif bagi
anak (Pasal 44 ayat 1), juga berupa pelayanan cuma-cuma bagi anak yang berasal dari
keluarga kurang mampu (Pasal 44 ayat 4).
Perlindungan anak dalam aspek pendidikan mencakup kewajiban pemerintah untuk
menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak (Pasal
48). Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan dan
atau bantuan cuma-cuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu,
anak terlantar, dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil (Pasal 53 ayat 1).
Sementara itu, perlindungan anak dalam aspek sosial antara lain berupa kewajiban
pemerintah untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar, baik
dalam lembaga maupun di luar lembaga.

60

Profil Anak Indonesia 2012


7.2. Perlindungan Khusus
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak secara eksplisit
menyebutkan bahwa penyelenggaraan upaya perlindungan anak secara keseluruhan
mencakup juga perlindungan khusus. Perlindungan anak dalam rangka menjamin
terpenuhinya hak-hak anak merupakan upaya perlindungan yang diberikan untuk semua
anak tanpa kecuali. Sedangkan perlindungan khusus seperti yang disebutkan pada Bab
I Undang-Undang tersebut merupakan upaya perlindungan yang hanya diberikan bagi
anak yang mengalami situasi dan kondisi tertentu. Perlindungan tersebut antara lain
diberikan kepada anak dalam situasi darurat, anak yang bermasalah hukum, anak yang
dieksploitasi secara ekonomi atau seksual, anak korban tindak pidana, anak penyandang
cacat dan anak terlantar.
Pasal 59 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 secara rinci menyebutkan bahwa
perlindungan khusus diberikan kepada :
1. Anak dalam situasi darurat (anak pengungsi, anak korban kerusuhan, anak
korban bencana alam, dan anak dalam situasi konflik bersenjata)
2. Anak yang berhadapan dengan hukum
3. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi
4. Anak tereksploitasi secara ekonomi dan atau seksual
5. Anak yang diperdagangkan
6. Anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika
dan NAPZA
7. Anak korban penculikan, penjualan, dan perdagangan
8. Anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental
9. Anak korban perlakuan salah/penelantaran
10. Anak penyandang cacat.
Ulasan pada bagian ini difokuskan untuk melihat gambaran secara rinci mengenai
kondisi dan perkembangan anak-anak yang mengalami situasi dan kondisi tertentu atau
anak yang membutuhkan perlindungan khusus selama periode lima tahun terakhir. Pada
bagian ini juga akan dibahas mengenai jenis dan efektifitas perlindungan khusus yang
diberikan pada mereka. Terkait dengan masalah keterbatasan data, cakupan anak yang
memerlukan perlindungan khusus bermasalah dalam kajian ini hanya dibatasi pada anak
bermasalah hukum, anak bermasalah sosial, anak yang mengalami tindak kekerasan,
pekerja anak dan anak penyandang cacat.
7.3. Anak Bermasalah Hukum
Anak bermasalah hukum yang dimaksudkan dalam kajian ini merujuk pada konsep
anak yang berhadapan dengan hukum yang digunakan dalam Undang-Undang Nomor

61

Profil Anak Indonesia 2012


23 Tahun 2002. Pada Pasal 64 ayat (1) disebutkan bahwa anak yang berhadapan dengan
hukum meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana.
Sesuai dengan delik hukum, konflik hukum yang dialami oleh anak-anak maupun orang
dewasa, pada umumnya merupakan konsekuensi dari tindakan atau perbuatan melanggar
hukum yang dilakukannya. Atas perbuatan tersebut, pelakunya dapat diancam dengan
sanksi atau hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Dalam konteks hukum
pidana, tindakan atau perbuatan melanggar hukum tersebut dikategorikan sebagai tindak
pidana, sedangkan sanksi hukumannya disebut sebagai pidana.
Anak yang melakukan tindak pidana atau perbuatan yang dinyatakan terlarang
bagi anak dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak disebut
sebagai anak nakal. Sedangkan yang dikategorikan sebagai anak adalah mereka yang
telah mencapai umur 8 (delapan) tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun
dan belum pernah kawin. Klasifikasi serupa juga digunakan oleh Kepolisian Republik
Indonesia dan Lembaga Pemasyarakatan untuk menentukan kriteria anak pelaku tindak
pidana dan narapidana anak.
Sejalan dengan itu, analisis mengenai profil dan perkembangan anak bermasalah
hukum pada bagian ini dilakukan dengan menggunakan data narapidana anak/anak
pidana hasil registrasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sedangkan analisis mengenai
profil dan perkembangan anak korban tindak pidana dilakukan dengan menggunakan
data anak korban tindak kejahatan/kriminalitas berdasarkan hasil registrasi Bareskrim
(Bagian Reserse dan Kriminalitas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
7.3.1. Anak Pelaku Tindak Pidana
Dilihat dari proses penyelesaian hukumnya, anak nakal atau anak pelaku tindak
pidana mencakup dua kriteria anak, yaitu anak didik pemasyarakatan (anak pidana) dan
tahanan anak. Sebagaimana disebutkan pada Pasal 1 (Ketentuan Umum) Butir 8 UU Nomor
12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan dijelaskan bahwa anak didik pemasyarakatan
adalah :
a. Anak Pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di
Lapas Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.
b. Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan pada
negara untuk dididik dan ditempatkan di Lapas Anak paling lama sampai berumur
18 (delapan belas) tahun.
c.

Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua/walinya memeroleh penetapan
pengadilan untuk dididik di Lapas Anak paling lama sampai dengan berumur 18
(delapan belas) tahun.

62

Profil Anak Indonesia 2012


Seperti dijelaskan dalam Pasal 1 (Ketentuan Umum), anak didik pemasyarakatan
apapun kriterianya baik anak pidana, anak negara, maupun anak sipil semuanya telah
menerima keputusan pengadilan. Sementara itu, sejumlah tahanan anak yang tinggal
di Rumah Tahanan Anak, Cabang Rutan Anak dan tempat-tempat tertentu masih harus
menunggu keputusan pengadilan. Sesuai dengan penjelasan pada Butir 4, Pasal 1 Bab 1
bahwa penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa di Rumah Tahanan Negara,
Cabang Rumah Tahanan Negara dan tempat tertentu. Pejabat pelaksana hukum seperti
Penyelidik, Penuntut Umum dan Hakim (Hakim Pengadilan, Hakim Banding dan Hakim
Kasasi) berwenang mengeluarkan surat perintah penahanan anak untuk melaksanakan
berbagai macam kepentingan antara lain penyidikan (Pasal 44), penuntutan (Pasal 46)
dan pemeriksaan (Pasal 47, Pasal 48 dan Pasal 49).
Sesuai dengan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, jumlah anak nakal atau
anak pelaku tindak pidana di seluruh Indonesia pada tahun 2011 mencapai sebanyak
54.712 anak. Dari jumlah tersebut, seperti yang disajikan pada Tabel 7.1 sebanyak 51.400
anak (94,0 persen) masih berstatus sebagai tahanan dan sebanyak 3.312 anak (6,0
persen) lainnya telah berstatus narapidana atau anak didik. Tabel 7.1 juga menunjukkan
bahwa anak laki-laki pelaku tindak pidana jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan
anak perempuan. Jumlah anak nakal seluruhnya berjumlah sebanyak 54.712 anak yang
mencakup sebanyak 52.276 anak laki-laki (sekitar 95,55 persen) dan sebanyak 2.436
anak perempuan (4, 45 persen).
Tabel 7.1 Jumlah Narapidana dan Tahanan Menurut Kelompok Usia dan
Jenis Kelamin, 2011
Kelompok Usia
(1)
Dewasa

Anak-Anak

Dewasa + Anak-Anak

Status

Laki-Laki

(2)

Jumlah

(4)

(5)

82.675

4.269

86.944

Tahanan

3.226

83

3.309

Jumlah

85.901

4.352

90.253

3.038

274

3.312

Tahanan

49.238

2.162

51.400

Jumlah

52.276

2.436

54.712

Narapidana

85.713

4.543

90.256

Tahanan

52.464

2.245

54.709

Jumlah

138.177

6.788

144.965

Narapidana

(3)

Perempuan

Narapidana

Sumber : Lembaga Pemasyarakatan RI

63

Profil Anak Indonesia 2012


Jumlah dan sebaran anak nakal atau anak pelaku pidana pada masing-masing provinsi
nampak cukup bervariasi. Lima provinsi yang memiliki angka kenakalan anak atau jumlah
anak pelaku tindak pidana yang paling tinggi selama tahun 2011 berturut-turut adalah
provinsi Jambi (7.082 anak), Banten (6.566 anak), Papua Barat (6.170 anak), Lampung
(4.535) dan Bengkulu (3.382 anak). Sebaliknya, lima provinsi berikutnya yaitu provinsi
Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Sulawesi
Tenggara memiliki jumlah anak nakal paling rendah yang berkisar antara 235 286 anak.
7.3.2. Anak Korban Tindak Pidana
Tren tindak kenakalan dan kriminalitas di kalangan anak dan remaja yang terus
meningkat ini secara faktual antara lain terlihat dari berbagai tayangan berita kriminal di
televisi dan media massa lainnya. Sejalan dengan perkembangan itu, jumlah anak yang
menjadi korban tindak pidana juga semakin meningkat. Kenakalan di kalangan anakanak atau remaja yang pada awalnya hanya berupa tawuran pelajar antar sekolah atau
perkelahian di dalam sekolah, saat ini semakin mengarah pada tindakan yang tergolong
sebagai tindak kejahatan atau kriminalitas, seperti pencurian, pemerkosaan dan
pemakaian narkoba. Tindak kejahatan yang dialami oleh anak juga semakin berkembang
dan beragam jenis baik, cakupan maupun kualitasnya, termasuk di antaranya adalah
tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA), kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT), penelantaran anak dan perdagangan anak (trafficking).
Data Susenas menunjukkan bahwa anak yang menjadi korban kejahatan selama tahun
2011 jumlahnya mencapai sekitar 385,5 ribu anak. Seperti yang nampak pada Gambar 7.1,
sekitar 61,3 persen (236,5 ribu anak) dari keseluruhan anak yang menjadi korban kejahatan
selama tahun 2011 tinggal di perkotaan dan sekitar 38,7 persen lainnya (149 ribu anak)
adalah anak perdesaan. Kondisi ini juga menunjukkan indikasi bahwa wilayah perdesaan
lebih aman dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Gambaran serupa juga dirasakan oleh
penduduk dewasa korban kejahatan. Dari Gambar 7.1 nampak bahwa sekitar 58,6 persen
(sekitar 1.523,4 ribu jiwa) dari total orang dewasa yang menjadi korban kejahatan selama
tahun 2011 adalah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan, sedangkan 41,4 persen
lainnya (sekitar 1,074,8 ribu jiwa) adalah penduduk dewasa yang tinggal di perdesaan.
Anak (< 18 Tahun)

Dewasa (18 Tahun +)

Gambar 7.1 Persentase Korban Kejahatan Selama Tahun 2011 Menurut Kelompok Usia
dan Tipe Daerah

64

Profil Anak Indonesia 2012


Anak korban kejahatan selama tahun 2011 menyebar di masing-masing provinsi di
seluruh Indonesia dengan persentase berkisar antara 2,97 20,72 persen. Lima provinsi
yang memiliki angka persentase anak korban kejahatan paling tinggi selama tahun 2011
secara berturut-turut adalah provinsi Kalimantan Barat (20,7 persen), Sulawesi Utara (20,0
persen), Kepulauan Bangka Belitung (19,7 persen), Papua (19,5 persen) dan Maluku Utara
(18,6 persen). Sebaliknya, angka persentase anak korban kejahatan terkecil selama tahun
2011 berturut-turut ditemukan di provinsi Bali (3,0 persen), Sulawesi Barat (3,9 persen),
Kepulauan Riau (5,1 persen), Yogyakarta (6,5 persen) dan Kalimantan Timur (7,0 persen).
7.3.3. Perdagangan Anak (Trafficking)
Perdagangan anak (trafficking) merupakan jenis tindak pidana yang membutuhkan
perhatian dan campur tangan atau intervensi pemerintah dalam upaya penanggulangannya.
Seperti yang dijelaskan pada mukadimah Undang-Undang RI No.21 Tahun 2007 Tentang
Perdagangan Orang bahwa perdagangan orang merupakan tindakan yang bertentangan
dengan harkat dan martabat manusia dan melanggar hak asasi manusia. Selain itu
disebutkan juga bahwa tindak kejahatan perdagangan orang telah meluas dalam bentuk
jaringan kejahatan yang terorganisir secara internasional sehingga proses penanganannya
membutuhkan kerja sama antar pemerintah baik bilateral maupun multilateral.
Seperti yang diungkapkan Romli Atmasasmita (1994)1 bahwa globalisasi
mengakibatkan semakin meningkatnya lalu lintas tindak pidana lintas teritorial antara
negara satu dengan lainnya atau tindak pidana internasional. Kasus-kasus tindak pidana
internasional yang semakin sering terjadi antara lain adalah: perdagangan narkoba,
pencucian uang (money laundry), penyelundupan, terorisme dan perdagangan orang
(trafficking) yang mencakup perdagangan perempuan dan anak. Sejalan dengan pendapat
tersebut, selama lima tahun terakhir sejak diberlakukannya UU No.21 Tahun 2007, kasuskasus tindak pidana internasional terutama tindak pidana perdagangan narkoba dan
pencucian uang meningkat secara signifikan, sedangkan jumlah kasus tindak pidana
perdagangan orang, baik kasus perdagangan perempuan, maupun perdagangan anak
nampak fluktuatif.
Data jumlah tindak pidana perdagangan orang selama tahun 2007 2011 hasil
registrasi Polri seperti yang disajikan pada Tabel 7.2 secara umum menunjukkan indikasi
bahwa fenomena tindak pidana perdagangan orang di Indonesia sangat perlu untuk
diwaspadai. Hal ini terlihat dari jumlah kasus tindak pidana perdagangan orang yang cukup
signifikan. Seperti umumnya data yang dihasilkan Polri, data tersebut diduga lebih rendah
dari keadaan yang sebenarnya (under estimated). Namun meskipun demikian, data tersebut
dapat memberikan gambaran secara makro mengenai dinamika dan perkembangan tindak
pidana penjualan orang di Indonesia selama periode lima tahun terakhir.

65

Profil Anak Indonesia 2012


Seperti yang disajikan pada Tabel 7.2, fenomena atau kejadian tindak pidana
perdagangan orang di Indonesia nampak mempunyai pola tersendiri. Korban tindak
pidana perdagangan orang di Indonesia pada umumnya adalah kaum perempuan, baik
untuk anak-anak maupun orang dewasa. Dari Tabel 7.2 nampak bahwa jumlah korban
perempuan dewasa cenderung lebih besar dari jumlah korban laki-laki dewasa, kecuali
untuk tahun 2008. Sementara itu, nampak bahwa jumlah korban anak perempuan
cenderung lebih besar dari jumlah korban anak laki-laki.
Tabel 7.2 Jumlah Korban Perdagangan Orang Menurut Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin, Tahun 2007 2011
Tahun

Dewasa

Anak

Jumlah

Perempuan

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2007

207

69

281

2008

212

307

75

13

607

2009

145

63

66

275

2010

70

10

50

132

2011

94

23

34

151

Sumber : Bareskrim, Mabes Polri

7.4 Anak dengan Kesulitan Fungsional


Tidak semua anak lahir akan mengalami perkembangan fisik secara normal.
Beberapa diantara mereka kemungkinan akan mengalami kesulitan/gangguan dalam
melihat, mendengar, berjalan/naik tangga, mengingat/berkonsentrasi/berkomunikasi,
dan mengurus diri sendiri. Hal ini akan menyebabkan mereka tidak dapat melakukan
aktivitas sehari-hari secara normal. Ketidakmampuan seseorang melakukan aktivitas
sehari-hari secara normal disebut sebagai Kesulitan Fungsional (functional difficulty).
Anak usia 10-17 tahun hasil pengolahan Sensus Penduduk 2010 ada sebanyak 35,5
juta jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 35,2 juta jiwa anak sebagai responden yang ditanyai
mengenai kesulitan fungsional, sisanya sebesar 293 ribu penduduk tidak ditanyakan
mengenai kesulitan fungsional karena mereka penghuni flat/apartemen/perumahan
sangat ekslusif, atau masyarakat terpencil (akses sangat sulit), atau rumah tangga di
kolong jembatan (bangunan sangat tidak layak huni), atau pengungsi tenda, tunawisma,
awak kapal, orang tinggal di gerbong kereta api, suku terasing, penghuni penjara dan
barak militer, serta pasien rumah sakit jiwa.

66

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 7.3 Jumlah Anak Usia 10-17 tahun menurut Jenis dan Tingkat Kesulitan,
2010 (dalam ribuan)
Jenis Kesulitan

Tidak Ada
Kesulitan

Sedikit

Parah

Total

% Anak 10-17 Tahun


yang Mengalami
Kesulitan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Melihat

35.106,3

58,3

11,8

70,1

0,20

Mendengar

35.127,1

28,6

20,7

49,3

0,14

Berjalan/Naik Tangga

35.111,4

33,3

31,7

65,0

0,18

Mengingat/ Berkonsentrasi/
Berkomunikasi

35.022,0

90,7

63,7

154,4

0,44

Mengurus Diri Sendiri

34.998,2

132,9

45,4

178,3

0,51

Mengalami Kesulitan

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Tabel 7.3 menyajikan jumlah anak usia 10-17 tahun menurut jenis dan tingkat
kesulitan yang dialami. Tabel tersebut memperlihatkan bahwa jenis kesulitan yang
paling banyak dialami anak usia 10-17 tahun adalah kesulitan mengurus diri sendiri,
sebanyak 132,9 ribu jiwa dengan tingkat kesulitan sedikit dan 45,4 ribu jiwa dengan
tingkat kesulitan parah. Jenis kesulitan lainnya yang dialami oleh anak adalah kesulitan
mengingat/ berkonsentrasi/ berkomunikasi (154,4 ribu jiwa), kesulitan melihat (70,1 ribu
jiwa), berjalan/naik tangga (65,0 ribu jiwa), dan kesulitan mendengar (49,3 ribu jiwa).
7.4.1 Kesulitan Melihat
Berdasarkan hasil SP2010, persentase anak usia 10-17 tahun yang mengalami
kesulitan melihat sebesar 0,20 persen (kesulitan melihat sedikit sebesar 0,17 persen dan
kesulitan melihat parah sebesar 0,03 persen). Berdasarkan kelompok umur, semakin
tinggi kelompok umur semakin tinggi persentase anak yang mengalami kesulitan melihat,
baik yang mengalami kesulitan sedikit maupun parah. Kesulitan melihat banyak dialami
oleh anak pada kelompok umur 16-17 tahun (sebesar 0,22 persen mengalami kesulitan
sedikit dan 0,04 persen mengalami kesulitan parah). Anak yang mengalami kesulitan
melihat akan mengalami hambatan terutama dalam kegiatan belajar, sehingga dalam
proses belajar perlu penggunaan tulisan braille khususnya bagi anak yang mengalami
kesulitan melihat parah.

67

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 7.4 Persentase Anak usia 10-17 Tahun menurut Kelompok Umur dan Tingkat
Kesulitan Melihat, 2010
Kelompok
Umur

Tidak Ada
Kesulitan (%)

(1)

Jumlah
Anak Usia 10-17 Tahun

Mengalami Kesulitan
Sedikit(%)

Parah(%)

Jumlah(%)

N(Ribuan)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

10-12

99,85

0,12

0,03

0,15

100,00

13.642,4

13-15

99,79

0,18

0,03

0,21

100,00

13.263,2

16-17

99,74

0,22

0,04

0,26

100,00

8.270,8

10-17

99,80

0,17

0,03

0,20

100,00

35.176,4

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Berdasarkan tipe daerah, persentase anak usia 10-17 tahun di perkotaan yang
mengalami kesulitan melihat sebesar 0,26 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan
sebesar 0,14 persen. Berdasarkan jenis kelamin, persentase anak perempuan usia 10-17
tahun yang mengalami kesulitan melihat (0,22 persen) lebih tinggi dibandingkan anak lakilaki (0,18 persen). Kondisi yang sama juga terjadi di perkotaan dimana anak perempuan
yang mengalami kesulitan melihat sebesar 0,31 persen lebih tinggi dibandingkan anak
laki-laki sebesar 0,22 persen. Sedangkan di perdesaan, persentase anak usia 10-17 tahun
yang mengalami kesulitan melihat baik anak laki-laki maupun anak perempuan relatif
sama yaitu sebesar 0,14 persen.

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Gambar 7.2 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat
menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010

68

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel lampiran 68 sampai 76 menyajikan jumlah anak usia 10-17 tahun yang
mengalami kesulitan melihat menurut provinsi dan tingkat kesulitan. Tiga provinsi yang
memiliki persentase tertinggi anak usia 10-17 tahun yang mengalami kesulitan melihat
adalah DKI Jakarta (0,57 persen), Kepulauan Riau (0,42 persen), dan Gorontalo (0,28
persen). Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa persentase anak perempuan yang
mengalami kesulitan melihat lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki. Tiga provinsi
dengan persentase tertinggi anak perempuan memiliki kesulitan melihat adalah DKI Jakarta
(0,67 persen), Kepulauan Riau (0,49 persen), dan Sumatera Barat (0,31 persen). Sedangkan
tiga provinsi dengan persentase tertinggi anak laki-laki memiliki kesulitan melihat adalah
DKI Jakarta (0,46 persen), Kepulauan Riau (0,36 persen), dan Gorontalo (0,26 persen).
7.4.2 Kesulitan Mendengar
Persentase anak usia 10-17 tahun yang mengalami sedikit kesulitan mendengar
sebesar 0,08 persen dan yang mengalami kesulitan parah sebesar 0,06 persen (Tabel 7.5).
Kondisi dalam kesulitan mendengar sama halnya dengan kesulitan melihat, semakin tinggi
kelompok umur semakin tinggi persentase anak yang mengalami kesulitan mendengar.
Kesulitan mendengar banyak dialami oleh anak pada kelompok umur 16-17 tahun,
dimana sebesar 0,09 persen mengalami kesulitan sedikit dan 0,06 persen mengalami
kesulitan parah.
Tabel 7.5 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun menurut Kelompok Umur dan Tingkat
Kesulitan Mendengar, 2010
Kelompok
Umur

Tidak Ada
Kesulitan (%)

(1)

Jumlah
Anak Usia 10-17 Tahun

Mengalami Kesulitan
Sedikit(%)

Parah(%)

Jumlah(%)

N(Ribuan)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

10-12

99,87

0,08

0,05

0,13

100,00

13.642,4

13-15

99,85

0,09

0,06

0,15

100,00

13.263,2

16-17

99,85

0,09

0,06

0,15

100,00

8.270,8

10-17

99,86

0,08

0,06

0,14

100,00

35.176,4

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Berdasarkan tipe daerah, persentase anak usia 10-17 tahun di perdesaan yang
mengalami kesulitan mendengar sebesar 0,17 persen, lebih tinggi dibandingkan di perkotaan
sebesar 0,11 persen. Berdasarkan jenis kelamin, kesulitan mendengar anak usia 10-17 tahun
lebih banyak dialami oleh anak laki-laki (0,15 persen) dibandingkan anak perempuan (0,13
persen). Kondisi yang sama juga terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan.

69

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Gambar 7.3 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar
menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010
Provinsi yang memiliki persentase cukup tinggi anak usia 10-17 tahun dengan
kesulitan mendengar adalah Gorontalo (0,34 persen), Nusa Tenggara Timur (0,27 persen),
dan Sulawesi Barat (0,22 persen). Bila dibandingkan antara anak laki-laki dan anak
perempuan, persentase anak laki-laki yang mengalami kesulitan mendengar lebih tinggi
dibandingkan dengan anak perempuan. Provinsi dengan persentase tertinggi anak lakilaki yang mengalami kesulitan mendengar adalah Gorontalo (0,35 persen), Nusa Tenggara
Timur (0,30 persen), Sulawesi Tenggara (0,23 persen) dan Sulawesi Barat (0,23 persen).
Sedangkan provinsi dengan persentase tertinggi anak perempuan yang mengalami
kesulitan mendengar adalah Gorontalo (0,33 persen), Nusa Tenggara Timur (0,25 persen),
dan Sulawesi Barat (0,21 persen) (Tabel Lampiran 77 sampai 85).
7.4.3 Kesulitan Berjalan/Naik Tangga
Persentase anak yang mengalami kesulitan berjalan atau naik tangga sebesar 0,18
persen, dengan tingkat kesulitan sedikit sebesar 0,09 persen dan kesulitan parah sebesar
0,09 persen). Kesulitan berjalan atau naik tangga banyak dialami oleh anak usia 16-17 tahun,
dimana kesulitan sedikit sebesar 0,10 persen dan kesulitan parah sebesar 0,09 persen.
Tabel 7.6 Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan Tingkat
Kesulitan Berjalan/Naik Tangga, 2010
Kelompok
Umur
(1)
10-12

Tidak Ada
Kesulitan (%)

Mengalami Kesulitan
Sedikit(%)

Parah(%)

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun

Jumlah(%)

N(Ribuan)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

99,81

0,09

0,09

0,18

100,00

13.642,4

13-15

99,82

0,09

0,09

0,18

100,00

13.263,2

16-17

99,81

0,10

0,09

0,19

100,00

8.270,8

99,82

0,09

0,09

0,18

100,00

35.176,4

10-17

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

70

Profil Anak Indonesia 2012


Persentase anak usia 10-17 tahun di perkotaan yang mengalami kesulitan berjalan/
naik tangga lebih rendah dibandingkan di perdesaan (0,15 persen perkotaan dibanding
0,21 persen perdesaan). Berdasarkan jenis kelamin, kesulitan berjalan/naik tangga lebih
banyak dialami oleh anak laki-laki (0,20 persen) dibandingkan anak perempuan (0,17
persen). Kondisi yang sama juga terjadi di perkotaan maupun perdesaan.

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Gambar 7.4 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/
Naik Tangga menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010
Provinsi yang memiliki persentase cukup tinggi anak usia 10-17 tahun dengan
kesulitan berjalan/naik tangga adalah Nusa Tenggara Timur (0,27 persen), Sulawesi Utara
(0,26 persen), dan Gorontalo (0,24 persen). Provinsi dengan persentase tertinggi anak
laki-laki yang memiliki kesulitan berjalan/naik tangga adalah Nusa Tenggara Timur (0,29
persen), Sulawesi Utara (0,29 persen), Sumatera Barat (0,26 persen) dan Gorontalo (0,26
persen). Sedangkan provinsi dengan persentase tertinggi anak perempuan yang memiliki
kesulitan berjalan/naik tangga adalah Nusa Tenggara Timur (0,25 persen), Sulawesi Utara
(0,23 persen), dan Gorontalo (0,23 persen) (Tabel Lampiran 86 sampai 94).
7.4.4 Kesulitan Mengingat/Berkonsentrasi/Berkomunikasi
Persentase anak yang mengalami kesulitan mengingat/berkonsentrasi/
berkomunikasi sebesar 0,44 persen dimana 0,26 persen anak mengalami tingkat kesulitan
sedikit dan 0,18 persen dengan tingkat kesulitan parah. Semakin tinggi kelompok umur
semakin tinggi persentase anak yang mengalami kesulitan mengingat/berkonsentrasi/
berkomunikasi.

71

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 7.7 Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan Tingkat
Kesulitan Mengingat/Berkonsentrasi/Berkomunikasi, 2010
Kelompok
Umur

Tidak Ada
Kesulitan (%)

(1)

Mengalami Kesulitan

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun

Sedikit(%)

Parah(%)

Jumlah(%)

N(Ribuan)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

10-12

99,57

0,26

0,17

0,43

100,00

13.642,4

13-15

99,56

0,25

0,19

0,44

100,00

13.263,2

16-17

99,56

0,25

0,19

0,44

100,00

8.270,8

99,56

0,26

0,18

0,44

100,00

35.176,4

10-17

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Seperti kesulitan mendengar dan berjalan/naik tangga, persentase anak laki-laki


yang mengalami kesulitan mengingat/berkonsentrasi/ berkomunikasi (0,48 persen) lebih
tinggi dibandingkan anak perempuan (0,39 persen). Kondisi ini terjadi juga di perkotaan
dan di perdesaan.

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Gambar 7.5 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/
Berkonsentrasi/Berkomunikasi menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010
Provinsi dengan persentase tertinggi anak usia 10-17 tahun yang mengalami
kesulitan mengingat/berkonsentrasi/berkomunikasi adalah Nusa Tenggara Timur (0,65
persen), DI Yogyakarta (0,62 persen), dan Gorontalo (0,59 persen). Tiga provinsi dengan
persentase tertinggi anak laki-laki yang mengalami kesulitan mengingat/berkonsentrasi/

72

Profil Anak Indonesia 2012


berkomunikasi adalah DI Yogyakarta (0,71 persen), Nusa Tenggara Timur (0,71 persen),
dan Sumatera Barat (0,65 persen). Sedangkan tiga provinsi dengan persentase tertinggi
anak perempuan yang mangalami kesulitan mengingat/berkonsentrasi/berkomunikasi
adalah Nusa Tenggara Timur (0,59 persen), Gorontalo (0,55 persen), dan DI Yogyakarta
(0,53 persen) (Tabel Lampiran 95 sampai 103).
7.4.5 Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Persentase anak usia 10-17 tahun yang mengalami kesulitan mengurus diri sendiri
sebesar 0,51 persen, dengan 0,38 persen mengalami kesulitan sedikit dan sebesar 0,13
persen mengalami kesulitan parah. Berdasarkan kelompok umur, kesulitan mengurus diri
sendiri banyak dialami oleh anak usia 10-12 tahun, dengan 0,59 persen tingkat kesulitan
sedikit dan 0,15 persen tingkat kesulitan parah.
Tabel 7.8 Persentase Anak usia 10-17 tahun menurut Kelompok Umur dan Tingkat
Kesulitan Mengurus Diri Sendiri, 2010
Kelompok
Umur

Tidak Ada
Kesulitan (%)

(1)

Jumlah
Anak Usia 10-17 Tahun

Mengalami Kesulitan
Sedikit(%)

Parah(%)

Jumlah(%)

N(Ribuan)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

10-12

99,27

0,58

0,15

0,73

100,00

13.642,4

13-15

99,60

0,28

0,12

0,40

100,00

13.263,2

16-17

99,69

0,20

0,11

0,31

100,00

8.270,8

10-17

99,49

0,38

0,13

0,51

100,00

35.176,4

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Berdasarkan tipe daerah, persentase anak usia 10-17 tahun di perkotaan yang
mengalami kesulitan mengurus diri sendiri (0,52 persen) lebih tinggi dibandingkan dengan
di perdesaan (0,49 persen). Kesulitan mengurus diri sendiri lebih banyak dialami oleh
anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Di perkotaan, persentase anak laki-laki yang
mengalami kesulitan mengurus diri sendiri sebesar 0,54 persen lebih tinggi dibandingkan
anak perempuan yang sebesar 0,44 persen. Kondisi ini juga terjadi di perdesaan, dimana
persentase anak laki-laki yang mengalami kesulitan mengurus diri sendiri (0,56 persen)
lebih tinggi dibandingkan anak perempuan (0,47 persen).

73

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

Gambar 7.6 Persentase Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus
Diri Sendiri menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2010
Provinsi yang memiliki persentase cukup tinggi anak usia 10-17 tahun yang mengalami
kesulitan mengurus diri sendiri adalah Nusa Tenggara Timur (0,72 persen), Sulawesi Utara
(0,72 persen), dan Kalimantan Timur (0,65 persen). Provinsi dengan persentase tertinggi
anak laki-laki yang mengalami kesulitan mengurus diri sendiri adalah Sulawesi Utara
(0,80 persen), Nusa Tenggara Timur (0,78 persen), Sumatera Barat (0,71 persen) dan
Kalimantan Timur (0,71 persen). Sedangkan provinsi dengan persentase tertinggi anak
perempuan yang mengalami kesulitan mengurus diri sendiri adalah Nusa Tenggara Timur
(0,66 persen), Sulawesi Utara (0,62 persen), Kalimantan Timur (0,58 persen) dan Maluku
Utara (0,58 persen) (Tabel Lampiran 104 sampai 112).
7.5 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja
Untuk menjamin terpenuhinya hak anak, maka anak yang bekerja perlu mendapat
perlindungan. Terdapat aturan internasional dan hukum yang mengatur tentang pekerja
anak, diantaranya Konvensi ILO No. 138 tentang umur minimum pekerja anak dan
Konvensi No. 182 tentang pelarangan dan tindakan cepat untuk penghapusan segala
bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Namun sepertiga dari pekerja anak di seluruh
dunia hidup di negara-negara yang belum meratifikasi konvensi tersebut, artinya secara
hukum internasional mereka belum terlindungi oleh konvensi tersebut. Pada 2011 ILO
mencatat ada sekitar 215 juta pekerja anak di seluruh dunia dimana sekitar 115 juta di
antaranya bekerja pada pekerjaan yang berbahaya. Hak-hak mereka sebagai anak juga
terlanggar karena sebagian dari mereka bekerja penuh, mereka tidak sekolah, tidak
memiliki kesempatan untuk bermain bahkan mendapat perawatan dan nutrisi yang tidak
memadai (www.ILO.org).

74

Profil Anak Indonesia 2012


Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut meratifikasi konvensi ILO
tersebut. Aturan hukum tentang pekerja anak tertuang dalam Pasal 68 hingga Pasal 75
UU No. 23 Tahun 2003. Pasal 68 secara tegas menyatakan bahwa pengusaha dilarang
mempekerjakan anak. Namun pada pasal 69 tertuang beberapa pengecualian di
antaranya anak usia 13 hingga 15 tahun dapat melakukan pekerjaan ringan asalkan tidak
menganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosial anak. Pengusaha yang
mempekerjakan anak untuk pekerjaan ringan harus mampu memenuhi kriteria sebagai
berikut :
a. Izin tertulis dari orang tua atau wali
b. Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali
c. Waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam
d. Dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah
e. Keselamatan dan kesehatan kerja
f. Adanya hubungan kerja yang jelas
g. Menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Ketentuan huruf a,b,f dan g tidak berlaku jika anak usia 13 hingga 15 tahun tersebut
bekerja pada usaha keluarganya.
Selanjutnya pada Pasal 74 disebutkan mengenai beberapa jenis pekerjaan yang
dilarang dilakukan oleh anak-anak :
(1) Siapapun dilarang mempekerjakan dan melibatkan anak pada pekerjaanpekerjaan yang terburuk
(2) Pekerjaan-pekerjaan yang terburuk yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. segala pekerjaan dalam bentuk perbudakan atau sejenisnya;
b. segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan, atau menawarkan anak
untuk pelacuran, produksi pornografi, pertunjukkan porno, atau perjudian;
c. segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan, atau melibatkan anak
untuk produksi dan perdagangan minuman keras, narkotika, psikotropika,
dan zat adiktif lainnya; dan/atau
d. semua pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan, atau
moral anak
(3) Jenis-jenis pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan, atau
moral anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d ditetapkan dengan
Keputusan Menteri.
Sub bab ini membahas anak 10-17 tahun yang bekerja. Anak dianggap berkerja jika
mereka berkerja minimal satu jam secara berturut-turut dalam periode seminggu yang
lalu dan pekerjaan itu dilakukan dengan maksud untuk memperoleh atau membantu
memperoleh pendapatan dalam bentuk uang maupun barang. Tabel-tabel deskriptif
pada lampiran, anak dibedakan dalam dua kelompok umur yaitu umur 10-14 tahun dan
umur 15-17 tahun. Adapun pertimbangan yang digunakan adalah kelompok umur 10-

75

Profil Anak Indonesia 2012


14 semestinya belum terklasifikasi sebagai bagian dari Angkatan Kerja, sedangkan umur
15-17 tahun sudah terklasifikasi sebagai bagian dari Angkatan Kerja dimana persoalan
ketenagakerjaan umur 15-17 tahun juga merupakan bagian dari persoalan Youth
Employment.

7.5.1 Umur Anak yang Bekerja


Keterlibatan anak-anak dalam pekerjaan merupakan salah satu permasalahan yang
perlu menjadi perhatian pengambil kebijakan. Hasil Sakernas Agustus 2011 menunjukkan
sekitar 3,4 juta anak usia 10-17 tahun masuk dalam kelompok pekerja. Jumlah ini
mencapai sekitar 8,99 persen dari total penduduk usia 10-17 tahun (37,7 juta jiwa).
Dilihat berdasarkan jenis kelamin, persentase pekerja anak berjenis kelamin lakilaki, lebih besar dibandingkan dengan pekerja anak yang berjenis kelamin perempuan.
Persentase pekerja anak laki-laki adalah 10,70 persen, sedangkan persentase pekerja
anak perempuan adalah 7,15 persen. Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal,
persentase pekerja anak di perdesaan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan
persentase pekerja anak di perkotaan. Di perdesaan, dari 19,4 juta penduduk usia 1017 tahun terdapat 11,83 persen yang bekerja; sedangkan di perkotaan dari 18,3 juta
penduduk usia 10-17 tahun hanya 5,96 persen yang bekerja.

30,00
25,00

persen

20,00
15,00
10,00
5,00
0,00

10

11

12

13

14

15

16

17

Laki-laki

1,51

2,28

3,99

5,68

9,01

14,15

19,56

28,37

Perempuan

1,32

2,11

2,63

4,31

5,72

8,99

12,38

19,17

Total

1,42

2,20

3,32

5,01

7,40

11,70

16,13

23,89

Gambar 7.7 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja, 2011

76

Profil Anak Indonesia 2012


Distribusi pekerja anak berdasarkan umur dan jenis kelamin yang tersaji pada
Gambar 7.7 menunjukkan bahwa dominasi laki-laki untuk memasuki pasar kerja bahkan
pada usia anak-anak terlihat tinggi. Seiring meningkatnya umur, terlihat semakin tinggi
perbedaan partisipasi antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja. Pada usia 10 tahun,
persentase pekerja laki-laki adalah 1,51 persen, sedangkan persentase pekerja perempuan
adalah 1,32 persen (selisih 0,29 persen poin), sedangkan pada usia 17 tahun, persentase
laki-laki yang bekerja adalah 29,37 persen dan 19,17 persen untuk perempuan dengan
selisih 10,19 persen poin.
7.5.2 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Provinsi
Gambar 7.8 pada halaman berikutnya merupakan ilustrasi persentase penduduk 1017 yang berpartisipasi di pasar kerja dan persentase penduduk usia 10-17 tahun yang
bekerja berdasarkan provinsi. Provinsi dengan tingkat partisipasi penduduk usia 10-17
tahun yang paling tinggi adalah Provinsi Papua yaitu sebesar 34,72 persen. Artinya, di
Papua dari 100 penduduk usia 10-17 tahun, terdapat sekitar 35 orang yang aktif secara
ekonomi. Dari jumlah tersebut, di Provinsi Papua terdapat sekitar 88 persen penduduk
yang terserap ke dalam pasar kerja (bekerja), sementara sisanya 12 persen menganggur.
Tingkat partisipasi untuk penduduk usia 10-17 tahun yang paling rendah berdasarkan
provinsi adalah di Provinsi Kepulauan Riau yaitu sebesar 5,60 persen. Dari jumlah tersebut
72 persen diantaranya bekerja dan 28 persen mencari kerja.
Dari sisi utilitas tenaga kerja, Provinsi Banten adalah Provinsi dengan Tingkat Ekses
Suplai tenaga kerja yang paling besar, karena di Banten terdapat sekitar 60 persen tenaga
kerja usia 10-17 tahun yang tersedia tetapi tidak terserap di pasar kerja. Padahal jika dilihat
dari Tingkat Partisipasinya terdapat 14 dari 100 penduduk yang aktif secara ekonomi
di Banten. Sedangkan provinsi dengan penyerapan tenaga kerja usia 10-17 tahun yang
paling tinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara (97 persen) dimana dari 100 penduduk
usia 10-17 tahun tersedia 21 penduduk yang aktif secara ekonomi. Artinya dari 21 dari
100 penduduk yang aktif secara ekonomi, 20 orang diantaranya bekerja.

77

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.8 TPAK 10-17 Tahun dan Persentase Penduduk 10-17 yang Bekerja Menurut
Provinsi, 2011
Secara absolut, dari total 3,4 juta penduduk usia 10-17 tahun yang bekerja, 3 provinsi
utama penyumbang terbesar adalah Jawa Barat (13,03 persen), Jawa Tengah (11,41
persen) dan Jawa Timur (11,38 persen). Tetapi, dibandingkan dengan total penduduk usia
10-17 tahun, Provinsi Papua merupakan provinsi dengan proporsi tenaga kerja yang paling
besar (30,72 persen), diikuti oleh Provinsi Sulawesi Tenggara (20,46 persen) dan Provinsi
Sulawesi Barat (19,82 persen). Jawa Barat sendiri menyumbang sekitar 6,16 persen dari
total populasi penduduk 10-17 tahun, sementara Jawa Timur menyumbang sebesar 7,37
persen, sedangkan Jawa Tengah menyumbang sebesar 7,90 persen.

78

Profil Anak Indonesia 2012


7.5.3 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Pendidikan
Jumlah anak-anak (10-17 tahun) yang aktif secara ekonomi berdasarkan data
Sakernas 2011 adalah 4,7 juta orang. Dari jumlah itu terdapat 3,4 juta anak yang terserap
di pasar kerja sebagai pekerja, dimana 1,1 juta tinggal di perkotaan dan 2,3 juta tinggal di
perdesaan.
Pekerja anak yang tinggal di perkotaan secara rata-rata menempuh pendidikan
yang lebih baik dibandingkan dengan pekerja anak yang tinggal di daerah perdesaan.
Persentase pekerja anak yang tidak/belum tamat SD (termasuk diantaranya yang belum
pernah sekolah sama sekali) dan tinggal di perkotaan adalah sebesar 12,62 persen.
Sementara yang tinggal di perdesaan dengan kategori yang sama, angkanya hampir dua
kali lipat (23,18 persen).
Perbedaan mencolok terlihat pada anak usia 10-14 tahun. Di perdesaan terdapat
43,58 persen anak-anak usia 10-14 tahun yang belum tamat SD (termasuk belum pernah
bersekolah), sedangkan di perkotaan terdapat 27,36 persen yang belum pernah sama
sekolah sekali.
a) Penduduk Bekerja Usia 10-14 Tahun

(b) Penduduk Bekerja Usia 15-17 Tahun

(c) Penduduk Bekerja Usia 10 -17 Tahun

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011

Gambar 7.9 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut
Tingkat Pendidikan, 2011

79

Profil Anak Indonesia 2012


Berdasarkan jenis kelamin, rata-rata tingkat pendidikan pekerja laki-laki ternyata
lebih rendah dibandingkan dengan perempuan. Pekerja anak laki-laki yang belum
tamat SD adalah sebesar 21,81 persen, sedangkan untuk perempuan, persentase yang
belum tamat SD adalah sebesar 16,54 persen. Jika diperhatikan lebih dalam, perbedaan
persentase ini disebabkan karena besarnya persentase pekerja anak laki-laki yang berusia
15-17 tahun yang mengenyam pendidikan kurang dari SD (15,38 persen). Baik laki-laki
maupun perempuan pada kelompok umur 15-17 tahun, lebih dari 80 persen diantaranya
telah menamatkan pendidikan dasar (SD dan atau SMP). Tetapi, berdasarkan data
Sakernas, perempuan ternyata memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan lebih
baik daripada laki-laki. Hal ini terlihat dari persentase perempuan dengan pendidikan
tamat pendidikan menengah (tamat SD-SMP) yang lebih tinggi daripada laki-laki.
7.5.4 Anak -17 Tahun yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan
Seperti halnya tenaga kerja pada umumnya, pekerja anak juga bekerja pada lapanganlapangan pekerjaan yang digeluti oleh orang dewasa. Struktur lapangan pekerjaan
penduduk usia 10-17 tahun berdasarkan Sakernas 2011 dapat dilihat pada Gambar 7.10.

Gambar 7.10 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut Lapangan
Pekerjaan Utama, 2011
Secara umum, terdapat 3 sektor utama yang menampung pekerja anak, yaitu 49,24
persen di sektor pertanian; 32,36 persen di sektor jasa-jasa dan sisanya 18,40 persen di
sektor industri. Pekerja anak berusia 10-14 tahun lebih dominan di pertanian dibandingkan
dengan pekerja anak berusia 15-17 tahun. Bahkan, di sektor industri, persentase pekerja
anak yang berusia 15-17 tahun yang bekerja di sektor ini hampir dua kali lipat dari pekerja
anak berusia 10-14 tahun.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, pekerja anak yang berjenis kelamin laki-laki
cenderung bekerja di sektor pertanian, sedangkan pekerja anak perempuan cenderung
memilih sektor jasa. Untuk pekerja anak yang bekerja di sektor industri, persentasenya
relatif berimbang antara laki-laki dan perempuan.

80

Profil Anak Indonesia 2012


Komposisi pekerja anak laki-laki berdasarkan sektor adalah 58,27 persen di
sektor pertanian; 23,36 persen di sektor jasa-jasa dan 18,37 persen di sektor industri,
sedangkan komposisi pekerja perempuan berdasarkan lapangan usaha adalah: 46,74
persen bekerja di sektor jasa-jasa; 34,82 persen di pertanian dan 18,44 persen di sektor
industri (Gambar 7.11).

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011

Gambar 7. 11 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut Lapangan
Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2011

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011

Gambar 7.12 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja menurut Lapangan
Pekerjaan Utama dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

Berbeda dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin, komposisi berdasarkan
daerah tempat tinggal menunjukkan betapa daerah perdesaan kental dengan pertanian
dan perkotaan lekat dengan sektor jasa.
Di perdesaan, 66,46 persen pekerja anak terserap di sektor pertanian; 19,48 persen
di sektor jasa dan 14,06 persen di industri. Berbeda dengan perkotaan yang hanya
menyerap 12,95 persen di sektor pertanian; tetapi dominan di jasa-jasa (59,50 persen)
dan industri (27,54 persen).

81

Profil Anak Indonesia 2012


7.5.5 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama
Anak-anak yang bekerja sebagian besar (58,16 persen) ternyata bekerja dengan
status sebagai pekerja keluarga/pekerja tak dibayar. Jika ditilik berdasarkan kelompok
umur, terdapat 78,57 persen pekerja anak yang berusia 10-14 tahun yang bekerja sebagai
pekerja keluarga, sedangkan untuk anak berusia 15-17 tahun, terdapat 41,00 persen yang
berstatus sebagai pekerja keluarga/tak dibayar.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.13 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan, 2011
Keterangan:
1. Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu Buruh Tetap dan Buruh Tidak Dibayar
2. Buruh/Karyawan/Pegawai
3. Pekerja bebas pertanian
4. Pekerja bebas non pertanian
5. Pekerja tak dibayar
Berdasarkan jenis kelamin, terlihat perbedaan yang nyata hanya pada status buruh/
karyawan/pegawai, dimana persentase pekerja anak perempuan yang berstatus buruh/
karyawan/pegawai lebih besar dibandingkan dengan pekerja anak laki-laki.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7. 14 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011

82

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.15 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011
Keterangan:
1. Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu Buruh Tetap dan Buruh Tidak Dibayar
2. Buruh/Karyawan/Pegawai
3. Pekerja bebas pertanian
4. Pekerja bebas non pertanian
5. Pekerja tak dibayar
7.5.6 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Status Pekerjaan dan Lapangan
Pekerjaan Utama
Hasil Sakernas 2011 menunjukkan bahwa sekitar 39,13 persen pekerja anak bekerja
di sektor pertanian sebagai pekerja keluarga/pekerja tidak dibayar. Terdapat sekitar 14,82
persen pekerja anak yang bekerja di sektor jasa dan berstatus pekerja keluarga/pekerja
tak dibayar, dan 12,97 persen pekerja anak yang bekerja sebagai buruh/karyawan/
pegawai di sektor jasa.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.16 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Lapangan Usaha, 2011

83

Profil Anak Indonesia 2012


Keterangan:
1. Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu Buruh Tetap dan Buruh Tidak Dibayar
2. Buruh/Karyawan/Pegawai
3. Pekerja bebas pertanian
4. Pekerja bebas non pertanian
5. Pekerja tak dibayar
Dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pekerja anak yang tinggal di perkotaan
27,71 persen bekerja di sektor jasa sebagai buruh/karyawan/pegawai, sementara di
perdesaan 58,83 persen pekerja anak bekerja sebagai pekerja keluarga/pekerja tak
dibayar di sektor pertanian. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, baik laki-laki maupun
perempuan didominasi oleh mereka yang bekerja di sektor pertanian dengan status
pekerja keluarga/pekerja tak dibayar (Laki-laki: 44,49 persen dan perempuan: 30,57
persen).

Gambar 7.17 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Lapangan Usaha (Perkotaan), 2011

Gambar 7.18 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Lapangan Usaha(Perdesaan), 2011

84

Profil Anak Indonesia 2012

Gambar 7.19 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Lapangan Usaha (Laki-laki), 2011

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.20 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan dan Lapangan Usaha (Perempuan), 2011
Keterangan:
1. Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu Buruh Tetap dan Buruh Tidak Dibayar
2. Buruh/Karyawan/Pegawai
3. Pekerja bebas pertanian
4. Pekerja bebas non pertanian
5. Pekerja tak dibayar

85

Profil Anak Indonesia 2012


7.5.7 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja di Kegiatan Informal
Kegiatan formal dan informal dalam hal ketenagakerjaan selayaknya dikoneksikan
dengan aspek legalitas suatu kegiatan yang biasanya terkait perizinan atau payung hukum
suatu kegiatan. Mereka yang bekerja pada kegiatan formal seharusnya lebih memiliki
kepastian dalam hal aktivitas, pengupahan maupun jaminan ketenagakerjaan dari pada
mereka yang bekerja pada kegiatan informal. Namun dalam Sakernas, batasan ini tidak
sepenuhnya benar mengingat konsep sederhana yang diterapkan dalam pengukuran
kegiatan formal maupun informal. Penduduk dikategorikan sebagai bekerja pada kegiatan
formal jika mereka bekerja sebagai buruh/karyawan dan juga mereka yang berusaha
dibantu buruh/karyawan. Seperti diketahui, tidak semua buruh/karyawan bekerja pada
kegiatan yang memiliki aspek legalitas kegiatan. Sebagai gambaran, seorang pembantu
rumah tangga juga terklasifikasi sebagai pekerja formal mengingat statusnya sebagai
buruh/karyawan. Dalam ketenagakerjaan, konsep buruh/karyawan adalah mereka yang
bekerja dengan mendapatkan upah/gaji berupa uang maupun barang dari majikan yang
tetap, dalam hal ini termasuk juga pembantu rumah tangga.
Bagi seorang anak dengan sifat keluguannya, mengambil keputusan bekerja
tentunya tidak terlalu berpikir panjang apakah sifat kegiatan yang akan dijalaninya
bersifat formal maupun informal. Yang dia pikirkan cenderung sebatas ia suka beraktivitas
sekaligus untuk memperoleh pendapatan bagi dirinya maupun bagi orang-orang yang
dikasihinya. Untuk itu fungsi proteksi semestinya datang dari penduduk dewasa, orang
tua, masyarakat maupun para pengusaha. Jika Pasal 68 UU No 13 Tahun 2003 dipatuhi,
tentunya persentase anak yang bekerja pada kegiatan formal akan sedikit jumlahnya.
Kalaupun mereka bekerja pada sektor fomal, tentunya jam kerja mereka juga cenderung
rendah karena ada pembatasan maksimum jam kerja 3 jam per hari khususnya bagi
pekerja anak usia 13 hingga 15 tahun.
Pekerja anak (10-17 tahun) yang terlibat dalam kegiatan informal berdasarkan
Sakernas 2011 secara total adalah sebesar 73,45 persen. Pekerja anak berusia 10-14
tahun secara persentase lebih besar bekerja di informal dibandingkan dengan pekerja
anak usia 15-17 tahun. Dari total pekerja anak usia 10-14 tahun terdapat 88,35 persen
yang bekerja di kegiatan informal, sedangkan dari total pekerja anak usia 15-17 tahun,
terdapat 68,23 persen yang bekerja pada sektor informal.

86

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.21 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Sektor
Formal-Informal, 2011
Dirinci berdasarkan daerah tempat tinggal, meskipun secara total persentase
pekerja informal lebih banyak, tetapi jika dibandingkan, persentase pekerja di masingmasing kegiatan (formal-informal), di daerah perkotaan persentase pekerja anak yang
bekerja di sektor formal lebih besar dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan
(formal perkotaan: 48,41 persen; formal perdesaan: 16,17 persen). Sedangkan jika dilihat
menurut jenis kelamin perempuan ternyata secara persentase lebih banyak dibandingkan
dengan laki-laki untuk bekerja di kegiatan formal (perempuan: 32,76 persen; laki-laki:
22,66 persen).

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.22 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Sektor
Formal-Informal dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

87

Profil Anak Indonesia 2012

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.23 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Kegiatan
Formal-Informal dan Jenis Kelamin, 2011
7.5.8 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Jam kerja yang dilakoni oleh anak-anak yang bekerja merupakan salah satu
permasalahan yang menjadi perhatian pengambil kebijakan. Data Sakernas 2011
menunjukkan terdapat 38,89 persen pekerja anak bekerja selama 35 jam atau lebih
dalam seminggu. Tingginya persentase pekerja anak yang bekerja selama 35 jam lebih
dalam seminggu yang lalu disebabkan karena jam kerja pekerja anak usia 15-17 tahun
yang relatif lama, yaitu terdapat 46,35 persen pekerja anak usia 15-17 tahun yang bekerja
35 jam atau lebih, sedangkan untuk pekerja anak berusia 10-14 tahun kebanyakan (44,61
persen) bekerja sekitar 1 - 14 jam dalam seminggu.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.24 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Jam Kerja
Pada Pekerjaan Utama, 2011
Dirinci berdasarkan daerah tempat tinggal, pekerja anak di daerah perkotaan sekitar
59,58 persen bekerja selama 35 jam atau lebih; 18,32 persen bekerja selama 1-14 jam
dan 12,65 persen untuk mereka yang bekerja selama 15-24 jam selama seminggu. Di
perdesaan 30,66 persen pekerja anak bekerja selama 1-14 jam; 30,55 persen bekerja

88

Profil Anak Indonesia 2012


selama 35 jam atau lebih dan 23,94 persen bekerja selama 15-24 jam. Berdasarkan jenis
kelamin, hampir tidak terdapat perbedaan jam kerja menurut jenis kelamin.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.25 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Jam Kerja
Pada Pekerjaan Utama dan Daerah Tempat Tinggal, 2011

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.26 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Jam Kerja
pada Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2011
7.5.9 Anak 10-17 Tahun yang Bekerja menurut Pendapatan/ Upah/Gaji
Istilah pendapatan yang digunakan pada publikasi ini merujuk pada semua jenis
penerimaan yang diterima oleh pekerja, baik dalam bentuk tunai atau lainnya dan diukur
dalam uang rupiah.
Rata-rata upah pekerja anak pada tahun 2011 adalah sebesar 623 ribu rupiah.
Rata-rata upah pekerja anak yang berusia 10-14 tahun adalah sebesar 664 ribu rupiah,
lebih besar dibandingkan dengan rata-rata upah pekerja yang berusia 15-17 tahun yang
sebesar 616 ribu rupiah. Berdasarkan daerah tempat tinggal, rata-rata upah pekerja anak
di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata upah pekerja anak yang kerja di
daerah perdesaan. Rata-rata upah pekerja anak yang tinggal di daerah perkotaan adalah
sebesar 653 ribu rupiah, sedangkan rata-rata upah pekerja anak yang tinggal di perdesaan
adalah sebesar 590 ribu rupiah. Sementara menurut jenis kelamin, rata-rata upah pekerja

89

Profil Anak Indonesia 2012


anak laki-laki adalah 664 ribu rupiah, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata upah
pekerja anak perempuan yang senilai 600 ribu rupiah.

Sumber: Diolah dari SAKERNAS Agustus 2011.

Gambar 7.27 Persentase Penduduk Usia 10-17 Tahun Yang Bekerja Menurut Rata-rata
Upah/Gaji/Pendapatan, 2011

90

Profil Anak Indonesia 2012

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2011. Data Statistik Indonesia: Demografi. Available at: http://
www.datastatistik-indonesia.com/content/view/83/115/.
Accesed on June 27th, 2011.
Badan Pusat Statistik. 2009. Pekerja Anak di Indonesia. Jakarta: BPS dan ILO.
Badan Pusat Statistik. 2008. Booklet: MDGs (Millenium Development Goals). Jakarta:
Badan Pusat Statistik, UNICEF, dan Canadian International
Development Agency.
Badan Pusat Statistik 2007.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bengkayang


Tahun 2007. Bengkayang: Badan Pusat Statistik Kabupaten
Bengkayang.

Chang, Yunita 2006.

Determinants of Child labor in Indonesia: The Roles


of Family Affluence, Bargaining Power and Parents
Educational Attainments. Department of Economics,
National University of Singapore.

International Labour Organization 2010. Facts on Child Labor 2010. Geneva: ILO.
Republik Indonesia. 1974.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.


Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia 2003.

Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia 2003.

Undang-Undang
No.13
Tahun
2003
Ketenagakerjaan. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia 2002.

Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan


Anak. Sekretariat Negara. Jakarta.

91

tentang

LAMPIRAN

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 1.

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD


Menurut Tipe Daerah di Setiap Provinsi 2011
Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Indonesia

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan
(4)

(2)

(3)

14,27
13,05
11,68
8,41
11,59
14,32
10,37
17,97
13,34
12,32
18,50
16,38
13,55
21,68
34,37
26,93
15,41
13,25
12,90
10,21
14,21
17,68
11,46
9,33
22,94
16,19
12,96
16,90
8,67
9,16
9,46
9,20
7,59

7,28
6,95
10,16
7,54
10,56
10,77
5,82
12,15
8,21
11,05
11,83
7,48
17,12
35,54
23,57
8,26
10,82
9,79
4,19
7,71
17,60
10,16
10,90
23,51
14,78
10,50
11,77
10,45
9,62
7,39
3,12
7,50

9,28
9,96
10,75
7,89
11,42
11,86
7,47
15,03
9,77
11,38
18,50
14,82
11,53
19,16
34,77
25,16
12,53
11,84
10,38
6,00
9,96
17,63
10,98
10,18
23,32
15,13
11,40
12,94
9,97
9,44
7,96
4,76
7,53

17,10

12,60

14,80

Sumber: Susenas 2011, BPS

95

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 2.

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Kawin dan Pernah Kawin
Menurut Provinsi dan Tipe Daerah, 2011
Provinsi

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

(1)

(2)

(3)

(4)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

0,14
0,27
0,14
0,79
0,29
0,34
0,43
1,66
0,30
0,54
0,17
0,81
0,90
0,63
0,48
1,83
0,59
0,76
0,49
1,24
1,31
1,93
1,04
0,48
0,75
1,31
1,71
0,93
1,79
0,31
1,51
0,96
1,34

0,84
0,26
0,44
0,73
0,58
2,36
2,12
2,02
1,74
1,81
2,67
2,81
2,16
1,10
4,71
1,10
2,44
1,01
2,28
2,52
4,14
2,08
1,48
2,40
2,84
2,46
2,45
2,08
1,14
0,64
2,74
3,07

0,65
0,26
0,32
0,75
0,35
1,75
1,50
1,85
1,29
1,49
0,17
1,46
1,53
1,47
0,70
3,33
0,80
1,75
0,91
1,96
2,11
3,18
1,41
1,03
1,88
2,49
2,20
2,12
2,01
0,82
0,86
2,27
2,56

Indonesia

0,86

2,34

1,62

Sumber: Susenas 2011, BPS

96

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 3.

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun Menurut Provinsi dan Status Perkawinan, 2011

Provinsi

Status Perkawinan
Belum Kawin

Kawin

Cerai Hidup

Cerai Mati

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

99,35
99,74
99,68
99,25
99,65
98,25
98,50
98,15
98,71
98,51
99,83
98,54
98,47
98,53
99,30
96,67
99,20
98,25
99,09
98,04
97,89
96,82
98,59
98,97
98,12
97,51
97,80
97,88
97,99
99,18
99,14
97,73
97,44

0,64
0,26
0,32
0,75
0,35
1,69
1,48
1,61
1,24
1,44
0,17
1,33
1,38
1,47
0,70
3,24
0,73
1,35
0,71
1,93
2,11
3,01
1,32
0,93
1,52
2,49
2,09
2,07
1,90
0,79
0,75
2,26
2,56

0,01
0,00
0,00
0,00
0,00
0,06
0,00
0,11
0,05
0,05
0,00
0,13
0,15
0,00
0,00
0,10
0,07
0,40
0,16
0,03
0,00
0,18
0,08
0,10
0,36
0,00
0,11
0,05
0,11
0,03
0,11
0,02
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,02
0,12
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,04
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

98,38

1,54

0,07

0,00

100,00

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

97

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 4.

Persentase Anak Perempuan 10-17 Tahun yang Kawin dan Pernah Kawin Menurut Provinsi dan
Umur Perkawinan Pertama, 2011
Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Indonesia

Umur Kawin Pertama


16

(2)
25,05
63,67
34,42
25,94
51,17
48,35
36,23
39,02
49,21
46,46
46,43
36,75
18,14
43,01
43,55
19,80
50,26
43,91
36,33
46,48
46,99
35,82
26,46
73,32
36,27
46,48
76.47
53,86
35,25
41,91
51,86
58,32

(3)
39,23
29,17
33,06
43,98
34,78
40,16
34,15
46,67
28,11
28,98
36,70
37,86
43,34
44,67
32,54
31,58
80,20
31,15
43,88
39,73
25,88
36,27
41,44
57,91
16,40
47,52
41,34
23,53
28,59
58,38
46,96
33,08
26,11

(4)
35,72
7,15
32,52
30,07
14,04
11,49
29,61
14,31
22,68
24,56
63,30
15,71
19,90
37,20
24,45
24,86

17,55
6,37
11,13
15,07
15,57

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

40,86

36,85

22,29

100,00

Sumber: Susenas 2011, BPS

98

17

Total

15

18,60
12,21
23,93
27,64
16,74
22,74
15,64
10,28
16,21
12,18

(5)

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 5.

Persentase Balita Menurut Provinsi dan Penolong Kelahiran Terakhir 2011


Perkotaan

Provinsi

Dokter

Bidan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
18,85
19,57
26,45
27,52
38,21
20,73
23,64
25,64
24,62
21,36
40,86
18,36
22,95
24,39
49,47
25,44
48,15
15,75
23,75
15,98
12,27
16,79
32,00
49,16
19,39
32,48
30,16
6,79
15,48
14,40
21,09
27,80
20,33

(3)
77,55
77,47
70,60
65,56
59,99
70,22
71,76
68,82
72,14
71,24
56,96
63,49
65,04
69,05
50,19
69,98
49,25
69,25
53,15
67,88
71,53
73,38
62,72
41,05
54,51
47,67
61,54
54,00
64,47
55,60
62,88
60,83
67,28

Indonesia

24,86

65,48

Penolong Kelahiran
Tenaga
Famili/
Kesehatan Dukun
Keluarga
Lainnya
(4)
(5)
(6)
0,31
3,15
0,14
0,54
1,80
0,32
0,24
2,43
0,21
0,64
5,86
0,16
0,10
1,41
0,27
0,55
7,58
0,50
0,30
4,01
0,28
1,34
4,20
0,00
0,63
2,38
0,24
1,19
5,56
0,34
0,28
1,67
0,00
0,51
17,51
0,05
0,63
11,28
0,00
0,39
6,06
0,11
0,00
0,34
0,00
0,38
4,09
0,05
1,12
0,98
0,22
0,28
14,31
0,20
0,82
15,62
6,32
0,35
15,78
0,00
2,61
13,53
0,06
0,92
8,66
0,25
0,67
4,19
0,41
0,84
8,39
0,26
1,75
23,65
0,69
2,17
15,75
1,94
0,30
6,89
1,03
1,24
37,97
0,00
0,34
19,26
0,45
2,07
24,78
3,15
0,31
14,10
1,48
2,88
3,92
4,47
0,43
10,61
1,34
0,54

Sumber: Susenas 2011, BPS

99

8,74

0,28

Total

Lainnya

TT

(7)
0,00
0,31
0,06
0,27
0,03
0,41
0,00
0,00
0,00
0,31
0,22
0,08
0,10
0,00
0,00
0,05
0,27
0,10
0,34
0,00
0,00
0,00
0,00
0,30
0,00
0,00
0,08
0,00
0,00
0,00
0,15
0,10
0,00

(8)
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,12
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

(9)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

0,10

0,00

100,00

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 6.

Persentase Balita Menurut Provinsi dan Penolong Kelahiran Terakhir 2011


Perdesaan

Provinsi
(1)

Dokter

Bidan

Penolong Kelahiran
Tenaga
Famili/
Kesehatan Dukun
Keluarga
Lainnya

Lainnya

TT

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

7,06
8,09
15,53
9,97
22,90
8,07
6,76
8,66
10,90
7,84
5,42
3,14
12,59
24,99
13,14
31,17
5,39
6,34
4,43
5,67
6,72
12,30
23,49
9,51
6,91
6,20
4,34
4,89
3,85
4,69
5,27
12,65

79,23
72,60
71,98
65,17
57,65
57,54
67,28
65,51
69,63
67,69
55,12
36,91
73,57
73,09
72,70
61,67
70,32
40,21
48,61
53,65
67,75
61,40
55,47
41,98
47,77
58,47
38,06
43,18
33,54
32,10
28,41
39,96

0,46
1,31
0,67
0,82
1,04
1,09
0,60
0,54
0,65
0,93
0,48
0,38
0,35
0,66
0,28
0,43
0,21
1,00
1,83
1,25
0,35
2,70
2,03
1,68
2,08
0,58
1,11
0,46
0,67
0,33
3,45
5,83

12,83
14,17
10,77
23,76
18,41
33,27
24,67
24,35
18,03
23,19
38,72
59,57
13,24
1,26
13,65
4,08
23,38
42,47
43,73
38,95
24,91
22,07
17,49
46,08
37,47
30,35
50,16
50,30
59,22
58,20
14,93
27,95

0,35
3,26
0,87
0,20
0,00
0,03
0,64
0,59
0,69
0,27
0,14
0,00
0,12
0,00
0,17
2,60
0,70
9,49
1,35
0,43
0,16
1,29
0,91
0,68
5,31
4,24
6,32
1,06
2,46
4,66
43,95
12,46

0,08
0,55
0,17
0,07
0,00
0,00
0,04
0,34
0,10
0,08
0,12
0,00
0,14
0,00
0,04
0,05
0,00
0,49
0,06
0,05
0,11
0,23
0,61
0,07
0,45
0,16
0,00
0,10
0,26
0,02
3,98
1,01

0,00
0,01
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,02
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,13

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

9,15

62,00

0,78

25,66

2,18

0,23

0,00

100,00

Sumber: Susenas 2011, BPS

100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 7. Persentase Balita Menurut Provinsi dan Penolong Kelahiran Terakhir 2011
Perkotaan+Perdesaan

Provinsi

Dokter

Bidan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
10,50
13,79
19,92
16,91
35,61
11,85
12,97
16,97
15,20
11,33
40,86
13,91
16,25
17,83
40,59
18,95
41,48
9,63
9,69
7,99
8,02
11,01
24,96
35,21
12,79
13,34
14,98
4,91
7,77
7,80
9,30
11,75
14,95

(3)
78,74
75,02
71,42
65,33
59,59
61,33
68,93
67,13
70,41
68,61
56,96
60,61
55,52
71,56
58,50
71,42
54,14
69,88
42,70
54,55
60,01
70,15
62,25
48,89
46,15
47,75
59,59
41,75
48,97
41,79
40,75
37,74
48,15

Indonesia

16,88

63,71

Penolong Kelahiran
Tenaga
Famili/
Kesehatan Dukun
Keluarga
Lainnya
(4)
(5)
(6)
0,42
10,00
0,29
0,93
8,03
1,80
0,50
7,42
0,60
0,75
16,68
0,18
0,26
4,30
0,22
0,93
25,60
0,17
0,49
17,08
0,51
0,94
14,48
0,30
0,64
13,13
0,55
1,00
18,63
0,29
0,28
1,67
0,00
0,50
24,81
0,09
0,55
27,62
0,00
0,36
10,05
0,11
0,24
0,68
0,00
0,33
9,14
0,11
0,85
2,20
1,15
0,24
19,66
0,49
0,97
37,30
8,88
1,37
35,11
0,93
1,73
29,91
0,30
0,59
18,00
0,20
1,40
10,58
0,72
1,49
13,33
0,61
1,71
38,63
0,68
2,10
32,01
4,46
0,48
21,75
3,06
1,14
47,34
4,86
0,43
41,86
0,89
1,19
46,33
2,72
0,32
45,80
3,77
3,29
11,76
32,59
4,21
22,76
9,13
0,66

Sumber: Susenas 2011, BPS

101

17,34

1,24

Total

Lainnya

TT

(7)
0,05
0,43
0,13
0,15
0,02
0,12
0,03
0,17
0,07
0,14
0,22
0,09
0,07
0,08
0,00
0,05
0,19
0,04
0,46
0,04
0,03
0,06
0,08
0,47
0,05
0,34
0,13
0,00
0,08
0,16
0,06
2,87
0,71

(8)
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,01
0,00
0,05
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,09

(9)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

0,16

0,00

100,00

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 8. Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI Menurut Provinsi Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
Provinsi
(1)

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

95.12
91.32
97.04
93.24
85.29
92.12
91.91
88.90
96.09
93.99
94.10
94.84
92.07
94.96
96.24
92.04
90.47
98.50
95.86
87.04
91.12
92.92
92.45
87.74
93.02
90.68
93.66
96.50
93.92
93.71
92.79
91.42
91.70

94.08
88.66
97.39
93.91
89.49
92.77
91.88
91.12
95.09
94.89
95.29
95.74
94.74
95.67
96.19
93.59
91.51
97.64
96.22
85.92
91.83
95.43
93.68
88.22
91.60
90.22
94.34
93.31
92.29
94.09
95.01
92.84
86.74

94.60
90.04
97.20
93.55
87.34
92.42
91.89
90.00
95.63
94.43
94.67
95.28
93.41
95.30
96.22
92.78
90.97
98.09
96.03
86.53
91.46
94.12
93.04
87.97
92.34
90.45
93.99
94.87
93.14
93.91
93.77
92.09
89.59

97.14
94.81
97.33
94.58
76.00
95.38
95.70
89.25
96.50
95.57

97.11
95.27
97.75
94.24
80.07
95.29
96.32
88.51
96.15
96.20

97.13
95.02
97.53
94.42
77.93
95.34
96.00
88.87
96.33
95.87

96.69
98.38
97.45
96.47
93.96
93.49
98.74
98.59
93.77
96.64
94.88
96.32
93.05
91.74
94.15
97.57
96.59
96.82
98.47
95.40
94.78
92.01

97.29
97.58
97.24
97.52
95.33
95.17
97.78
98.55
94.08
98.12
95.90
94.73
91.99
95.77
93.42
96.81
97.95
96.35
96.83
97.12
95.05
92.92

96.97
97.99
97.35
97.01
94.61
94.29
98.29
98.57
93.92
97.39
95.38
95.59
92.55
93.66
93.80
97.19
97.24
96.60
97.67
96.21
94.90
92.44

96.55
93.11
97.21
94.03
83.67
94.40
94.33
89.07
96.37
95.16
94.10
95.50
94.25
96.32
96.32
93.06
91.67
98.65
98.05
91.62
94.62
94.04
93.86
90.62
92.17
93.29
96.11
96.57
96.03
96.74
94.64
93.84
91.91

96.23
91.92
97.61
94.12
87.93
94.54
94.66
89.78
95.83
95.86
95.29
96.25
95.68
96.56
96.70
94.51
92.93
97.72
98.11
91.66
95.94
95.71
94.05
90.28
94.38
92.61
95.92
96.82
95.24
95.77
96.55
94.39
91.20

96.39
92.55
97.40
94.07
85.74
94.47
94.49
89.43
96.11
95.50
94.67
95.86
94.96
96.44
96.50
93.75
92.28
98.21
98.08
91.64
95.28
94.84
93.95
90.46
93.22
92.96
96.02
96.69
95.66
96.26
95.53
94.09
91.59

Total

93.40

94.17

93.77

95.92

96.24

96.08

94.69

95.22

94.94

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

102

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 9. Rata-Rata Lama Pemberian ASI (Bulan) Menurut Provinsi Jenis Kelamin dan Tipe Daerah, 2011
Provinsi

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

L+P

L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

16.01
13.81
15.29
14.90
13.75
15.08
15.87
13.86
14.79
15.38
12.79
16.43
14.01
16.39
15.64
14.85
15.37
16.81
16.00
15.72
16.33
15.01
15.16
14.84
15.61
14.05
14.14
16.18
14.50
12.03
14.08
13.90
13.56

16.33
14.10
15.70
14.90
14.14
15.68
16.34
12.69
15.30
15.10
13.99
16.46
14.53
16.87
15.79
15.53
14.92
17.07
16.10
16.14
17.19
16.42
15.34
14.91
14.87
14.59
14.48
16.73
14.58
12.29
13.48
15.34
15.70

16.17
13.95
15.48
14.90
13.94
15.36
16.10
13.27
15.02
15.24
13.36
16.45
14.27
16.62
15.71
15.18
15.15
16.93
16.04
15.91
16.75
15.69
15.25
14.88
15.26
14.32
14.30
16.45
14.53
12.16
13.81
14.59
14.44

16.82
14.63
16.24
15.94
16.77
16.78
16.59
14.15
15.78
15.13
.
17.12
16.21
17.21
17.38
16.80
16.35
16.60
16.71
19.06
18.25
17.48
15.91
15.31
16.06
16.94
15.30
17.29
15.63
13.74
14.04
17.87
14.80

16.22
14.66
15.85
16.06
13.50
16.68
16.65
15.41
16.33
15.89
.
17.47
15.66
18.14
18.40
16.90
17.27
16.93
16.67
19.50
18.55
17.91
16.51
15.18
17.25
16.70
16.34
16.77
15.70
13.60
14.26
17.72
15.12

16.52
14.64
16.05
16.00
15.18
16.73
16.62
14.78
16.05
15.50
.
17.28
15.94
17.68
17.91
16.85
16.79
16.76
16.69
19.27
18.40
17.69
16.18
15.25
16.63
16.83
15.81
17.04
15.66
13.67
14.14
17.80
14.95

16.59
14.24
15.85
15.51
14.23
16.28
16.33
14.01
15.46
15.19
12.79
16.68
14.80
16.84
16.24
15.89
15.77
16.68
16.58
18.04
17.57
16.43
15.44
15.10
15.91
16.24
14.88
17.04
15.33
13.14
14.05
16.80
14.41

16.25
14.39
15.79
15.62
14.04
16.39
16.54
14.06
16.02
15.69
13.99
16.80
14.91
17.59
16.80
16.26
15.86
16.99
16.56
18.56
18.10
17.29
15.75
15.06
16.48
16.18
15.68
16.76
15.40
13.11
14.05
17.02
15.28

16.42
14.31
15.82
15.56
14.14
16.33
16.43
14.04
15.73
15.43
13.36
16.74
14.86
17.21
16.51
16.07
15.81
16.83
16.57
18.29
17.84
16.85
15.59
15.08
16.18
16.21
15.27
16.91
15.37
13.12
14.05
16.90
14.80

Indonesia

15.21

15.60

15.40

16.51

16.80

16.65

15.88

16.22

16.04

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

103

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 10. Rata-Rata Lama Pemberian ASI (Bulan) Tanpa Makanan Tambahan dan ASI dengan Makanan
Tambahan Menurut Provinsi dan Tipe Daerah, 2011

Provinsi

ASI tanpa Makanan Tambahan

ASI dengan Makanan Tambahan

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+
Perdesaan

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+
Perdesaan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

4.00
4.39
4.49
3.95
5.00
4.47
4.58
4.36
4.33
4.49
4.17
4.53
4.17
3.36
4.28
3.90
3.48
5.21
4.90
3.77
4.68
3.96
4.57
4.65
4.63
4.16
4.63
4.85
4.04
4.14
3.89
5.33
4.80

3.30
4.60
4.71
5.13
4.90
4.84
5.02
4.26
4.86
4.30
.
4.44
3.75
3.62
4.25
3.89
3.37
5.46
5.29
4.69
5.22
4.32
5.63
4.69
3.21
4.19
5.11
5.53
4.18
4.49
4.01
5.82
5.00

3.50
4.50
4.62
4.67
4.98
4.73
4.87
4.31
4.70
4.35
4.17
4.50
4.03
3.51
4.27
3.89
3.44
5.36
5.21
4.42
5.03
4.17
4.95
4.67
3.67
4.18
4.94
5.38
4.14
4.36
3.98
5.68
4.94

12.17
9.56
10.99
10.95
8.94
10.89
11.52
8.91
10.69
10.75
9.19
11.91
10.10
13.26
11.43
11.28
11.67
11.72
11.14
12.13
12.07
11.73
10.68
10.23
10.64
10.15
9.67
11.60
10.50
8.03
9.92
9.26
9.64

13.22
10.04
11.35
10.86
10.28
11.90
11.59
10.53
11.19
11.20
.
12.84
12.19
14.05
13.66
12.96
13.42
11.30
11.40
14.58
13.18
13.37
10.56
10.55
13.43
12.64
10.71
11.51
11.49
9.18
10.13
11.98
9.96

12.92
9.81
11.20
10.90
9.15
11.60
11.57
9.73
11.03
11.08
9.19
12.24
10.83
13.70
12.24
12.17
12.38
11.47
11.35
13.87
12.80
12.68
10.64
10.41
12.51
12.03
10.33
11.53
11.22
8.76
10.07
11.22
9.86

Indonesia

4.23

4.40

4.32

11.17

12.25

11.73

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

104

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 11. Persentase Balita Berumur 2-4 Tahun yang Memiliki Riwayat Mendapat ASI Eksklusif Menurut
Provinsi Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Provinsi
(1)

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

41,01
36,35
43,58
40,37
46,79
44,28
45,94
45,97
49,13
38,75
39,36
42,91
37,80
24,85
50,98
36,69
29,60
59,66
56,56
36,70
45,32
44,73
46,53
46,22
30,07
48,04
49,65
61,60
37,47
41,37
34,28
46,81
48,17

42,42
35,07
47,47
42,80
58,73
36,87
46,07
47,08
38,42
47,88
40,85
47,83
38,38
29,06
46,55
36,76
31,65
68,34
55,92
32,21
48,78
38,20
49,51
45,58
37,34
44,99
52,91
48,00
42,47
40,02
37,30
57,31
38,25

41,73
35,74
45,50
41,47
52,64
40,60
46,01
46,49
44,38
43,51
40,10
45,35
38,09
26,87
48,96
36,72
30,58
64,04
56,27
34,70
46,96
41,69
47,92
45,91
33,57
46,47
51,16
54,44
39,86
40,69
35,63
52,01
44,00

29,02
37,51
46,05
44,82
39,22
40,32
45,07
41,82
47,79
36,27
39,73
30,43
29,85
54,27
30,55
23,54
60,84
59,39
32,12
43,55
41,51
52,51
40,77
23,31
33,04
59,23
56,62
44,49
42,30
33,30
40,79
40,65

28,41
41,71
46,00
44,40
25,97
43,32
45,67
39,62
50,84
37,38
39,19
34,48
31,42
53,63
33,54
27,35
62,40
59,39
33,35
45,75
34,16
54,60
44,99
22,38
37,24
54,24
64,25
40,60
39,99
37,59
42,09
43,76

28,71
39,41
46,03
44,62
32,73
41,78
45,35
40,76
49,29
36,82
39,48
32,36
30,65
53,91
32,00
25,48
61,61
59,39
32,73
44,68
38,00
53,49
42,76
22,88
35,07
56,72
60,12
42,67
41,15
35,34
41,37
42,16

32,44
36,95
45,11
43,00
45,42
41,49
45,38
43,84
48,25
36,89
39,36
41,81
35,25
27,54
52,02
33,52
27,34
60,37
58,81
33,59
44,18
42,86
48,73
43,26
25,48
36,58
55,67
57,62
42,63
41,95
33,57
42,25
43,17

32,55
38,37
46,60
43,79
52,81
41,36
45,83
43,19
47,09
40,24
40,85
45,00
37,12
30,41
49,47
35,05
29,91
64,87
58,74
33,03
46,73
35,80
51,39
45,27
27,38
39,24
53,79
60,23
41,11
40,00
37,51
46,35
42,23

32,50
37,61
45,82
43,37
49,04
41,43
45,60
43,53
47,70
38,56
40,10
43,37
36,18
28,97
50,76
34,25
28,60
62,60
58,78
33,32
45,45
39,52
49,97
44,22
26,38
37,88
54,76
58,86
41,92
40,98
35,42
44,14
42,73

Indonesia

39,76

42,20

40,94

39,16

40,02

39,58

39,45

41,10

40,25

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

105

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 12. Persentase Balita yang Pernah Diimunisasi Menurut Provinsi Jenis Kelamin
dan Tipe Daerah, 2011

Provinsi

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

L+P

L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

94.66
93.10
91.10
93.81
98.43
93.97
97.07
95.95
97.47
95.14
97.79
96.64
94.44
97.56
99.57
97.88
99.78
98.20
96.27
90.63
95.35
89.14
95.99
94.62
98.64
94.10
96.94
89.36
94.24
93.89
98.25
97.30
95.33

93.49
92.75
93.57
91.98
96.64
94.47
97.29
94.29
94.80
95.85
98.03
96.07
93.82
98.09
99.56
97.74
98.73
99.44
97.55
93.81
92.87
89.60
97.51
97.01
99.38
91.52
96.00
91.85
93.74
94.59
95.84
95.45
92.94

94.08
92.93
92.25
92.97
97.55
94.20
97.18
95.12
96.24
95.49
97.90
96.36
94.13
97.81
99.57
97.81
99.27
98.79
96.87
92.08
94.15
89.36
96.72
95.75
98.99
92.83
96.49
90.63
94.00
94.25
97.18
96.42
94.32

90.89
88.10
89.86
88.78
96.84
93.49
91.98
91.77
95.14
95.60

90.47
88.34
90.68
90.03
98.69
92.71
93.50
87.61
95.07
95.19

90.68
88.21
90.25
89.39
97.71
93.12
92.71
89.67
95.10
95.41

92.39
89.47
97.74
97.99
93.23
98.48
97.31
93.33
89.01
88.42
89.51
95.25
96.97
94.29
84.39
90.48
81.60
89.30
82.89
87.69
72.31
88.87

94.79
88.63
98.21
100.00
94.78
99.73
97.51
93.85
90.45
87.00
92.35
96.60
96.71
93.79
87.05
91.82
84.16
89.82
80.03
89.79
71.87
90.40

93.51
89.06
97.97
99.02
93.97
99.07
97.40
93.58
89.71
87.70
90.88
95.87
96.85
94.05
85.68
91.14
82.82
89.55
81.49
88.68
72.11
89.59

91.99
90.54
90.37
90.84
98.15
93.63
93.82
93.83
95.89
95.49
97.79
95.13
92.72
97.66
99.03
95.43
99.26
97.67
93.91
89.53
90.95
89.35
95.72
95.90
95.73
86.80
92.89
83.31
90.64
86.88
90.77
79.25
90.93

91.35
90.57
91.83
90.77
96.98
93.23
94.92
90.86
94.99
95.36
98.03
95.65
92.10
98.16
99.73
96.18
99.12
98.30
94.54
91.45
89.03
91.19
97.19
96.85
95.65
88.18
93.32
86.02
90.89
85.64
91.42
78.93
91.11

91.67
90.55
91.05
90.81
97.58
93.44
94.35
92.34
95.46
95.43
97.90
95.38
92.41
97.90
99.37
95.78
99.19
97.97
94.21
90.44
89.99
90.24
96.41
96.35
95.69
87.48
93.10
84.63
90.76
86.26
91.07
79.10
91.01

Indonesia

96.28

96.13

96.20

92.03

92.99

92.49

94.11

94.54

94.32

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

106

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 13. Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Provinsi
dan Jenis Imunisasi, 2011

Provinsi
(1)

Laki-laki

Jenis Imunisasi
BCG

DPT

Polio

Campak

Hepatitis B

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

87.20
86.52
87.92
87.60
96.22
92.22
91.76
92.08
94.38
94.31
96.29
92.70
88.89
95.93
98.60
93.48
97.69
95.64
92.44
85.71
87.75
86.55
94.36
94.54
94.38
83.54
90.46
79.67
88.40
82.02
86.26
74.65
87.74

84.60
82.67
84.68
84.96
93.28
88.19
90.00
88.41
91.02
90.03
92.14
89.97
86.65
92.95
94.78
91.30
94.99
91.98
90.25
84.23
85.85
83.21
91.95
92.25
90.07
79.81
86.07
76.24
86.05
79.33
84.72
68.07
85.49

86.84
85.15
85.34
85.53
93.98
87.40
88.29
87.41
89.41
89.77
92.20
90.28
87.50
92.51
93.99
91.18
95.04
92.98
90.02
85.54
86.57
82.42
91.92
91.54
90.18
79.53
85.60
78.26
84.87
81.56
86.62
69.72
86.19

74.67
71.04
71.04
73.19
81.68
76.43
77.09
77.10
78.71
78.35
77.84
77.53
75.44
79.96
85.17
78.77
82.11
79.36
81.01
73.11
75.76
71.97
79.94
80.86
79.15
68.34
72.81
66.27
73.20
72.55
74.32
61.99
76.19

79.99
77.23
80.19
80.20
91.02
83.27
84.77
86.57
89.08
87.61
89.31
84.39
79.73
90.59
94.50
86.15
94.89
92.94
88.09
79.59
82.65
79.21
88.79
89.54
87.78
74.79
82.13
73.94
82.76
77.24
81.95
64.05
81.12

Indonesia

91.69

88.74

88.97

76.68

84.62

Sumber: Susenas 2011, BPS

107

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 14. Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Provinsi
dan Jenis Imunisasi, 2011
Perempuan
Provinsi
(1)

Jenis Imunisasi
BCG

DPT

Polio

Campak

Hepatitis B

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

86.84
86.40
89.11
87.54
95.22
90.69
92.63
89.27
93.87
94.88
95.69
92.31
88.16
96.75
99.58
93.88
98.58
96.12
92.80
88.89
86.57
89.06
95.97
95.58
95.19
84.85
91.57
82.73
89.76
81.07
88.04
74.65
88.10

84.48
83.66
84.99
84.27
92.88
88.05
89.98
84.49
90.17
91.86
95.12
90.32
85.23
94.08
96.60
91.76
94.28
93.12
90.93
86.86
83.00
85.76
94.26
91.01
91.23
80.88
88.24
81.07
85.97
78.67
85.77
68.94
85.71

86.94
85.29
86.56
83.95
92.76
88.43
89.13
84.90
90.11
90.57
94.03
91.44
86.35
93.91
96.24
91.59
94.44
93.39
91.23
87.78
83.46
84.71
93.33
90.65
89.84
81.54
87.91
81.23
85.10
79.72
86.65
71.46
85.74

73.45
71.64
70.90
73.34
81.14
74.81
78.35
69.96
77.25
81.12
79.72
77.01
73.43
80.40
87.22
78.82
82.82
81.75
80.12
75.59
73.92
72.23
83.24
78.03
79.69
70.38
77.36
69.19
75.97
69.97
78.25
62.40
75.50

78.63
77.96
80.79
79.09
91.16
83.60
85.58
82.22
89.13
88.21
93.31
84.81
79.13
91.39
96.76
87.22
94.16
91.66
88.16
83.12
80.07
81.14
91.19
88.66
87.74
77.74
85.54
78.41
82.79
75.84
83.26
65.99
81.92

Indonesia

92.02

89.42

89.74

77.09

85.42

Sumber: Susenas 2011, BPS

108

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 15. Persentase Balita yang Pernah Diberi Imunisasi Menurut Provinsi
dan Jenis Imunisasi, 2011
Laki-laki+Perempuan
Provinsi
(1)

Jenis Imunisasi
BCG

DPT

Polio

Campak

Hepatitis B
(6)

(2)

(3)

(4)

(5)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

87.02
86.46
88.48
87.58
95.74
91.49
92.18
90.67
94.13
94.59
96.01
92.51
88.53
96.33
99.08
93.67
98.12
95.87
92.61
87.22
87.16
87.76
95.12
95.03
94.77
84.18
91.00
81.16
89.05
81.54
87.09
74.65
87.91

84.54
83.13
84.83
84.63
93.09
88.13
89.99
86.44
90.61
90.91
93.56
90.14
85.95
93.50
95.67
91.52
94.65
92.52
90.57
85.48
84.43
84.44
93.04
91.66
90.62
80.33
87.13
78.59
86.01
79.00
85.20
68.47
85.59

86.89
85.22
85.91
84.78
93.39
87.89
88.70
86.15
89.74
90.15
93.07
90.84
86.93
93.20
95.08
91.37
94.75
93.18
90.60
86.60
85.02
83.52
92.59
91.12
90.02
80.51
86.73
79.71
84.98
80.64
86.63
70.51
85.99

74.06
71.32
70.98
73.26
81.42
75.66
77.70
73.51
78.01
79.69
78.74
77.28
74.44
80.18
86.17
78.79
82.45
80.50
80.59
74.29
74.84
72.10
81.49
79.51
79.40
69.34
75.02
67.69
74.52
71.26
76.14
62.18
75.88

79.31
77.57
80.47
79.67
91.09
83.42
85.16
84.38
89.10
87.90
91.22
84.59
79.43
90.98
95.60
86.66
94.54
92.33
88.12
81.26
81.37
80.14
89.92
89.12
87.76
76.23
83.79
76.11
82.77
76.54
82.56
64.94
81.49

Indonesia

91.85

89.07

89.34

76.88

85.01

Sumber: Susenas 2011, BPS

109

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 16. Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Pernah Mendapat Imunisasi Campak
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Provinsi

Laki-laki

Perempuan

(1)

(2)

(3)

(4)

85,64
83,29
83,99
85,73
95,63
91,09
91,40
91,90
95,06
92,92
93,21
90,81
87,26
94,59
99,88
92,60
96,91
95,58
94,02
85,43
85,93
84,92
94,18
92,97
93,53
82,64
88,10
79,10
87,74
85,88
87,63
67,84
87,99

84,42
84,13
85,08
86,30
94,61
88,09
91,03
86,62
93,87
93,97
95,58
90,95
85,70
95,15
99,03
92,45
96,50
95,80
93,60
86,98
84,50
86,11
95,64
92,65
93,41
83,00
90,35
82,21
90,17
84,52
90,89
68,91
84,85

85,03
83,68
84,50
86,00
95,13
89,65
91,21
89,31
94,49
93,44
94,34
90,88
86,49
94,87
99,46
92,53
96,71
95,69
93,82
86,17
85,22
85,49
94,88
92,82
93,47
82,82
89,22
80,61
88,90
85,21
89,16
68,33
86,53

90,17

90,51

90,34

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Indonesia
Sumber: Susenas 2011, BPS

110

Laki-laki+Perempuan

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 17. Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Mendapat Imunisasi DPT Sebanyak 3 Kali Menurut
Provinsi Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Provinsi
(1)

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

68,41
66,92
68,26
82,84
83,82
83,71
82,36
80,75
90,48
86,79
77,83
68,77
67,43
85,13
95,28
76,41
86,54
85,01
95,00
70,30
68,61
88,86
88,84
81,17
93,33
82,48
87,75
93,02
94,13
93,30
82,45
72,28
85,50

72,79
65,85
70,41
83,80
83,60
74,43
80,09
74,73
89,03
88,39
73,38
68,02
63,62
83,44
91,22
76,47
87,35
84,68
95,92
75,78
67,78
85,98
85,20
83,59
93,61
88,03
89,22
78,51
89,36
92,79
79,95
68,39
82,60

70,61
66,41
69,28
83,27
83,71
79,44
81,22
77,88
89,81
87,59
75,68
68,40
65,54
84,32
93,36
76,44
86,93
84,84
95,42
72,77
68,22
87,53
87,08
82,27
93,46
85,23
88,46
85,05
91,84
93,04
81,30
70,44
84,28

59,05
58,60
73,90
59,68
80,55
76,09
70,31
80,93
87,78
84,56

62,77
56,09
70,51
58,29
80,98
75,88
70,33
77,37
82,76
80,72

60,89
57,45
72,33
59,00
80,75
75,99
70,32
79,17
85,38
82,66

61,68
47,15
83,40
91,89
70,95
93,18
82,04
85,35
68,41
57,22
82,60
75,09
86,63
83,52
75,98
78,67
81,66
89,14
83,24
63,78
31,52
68,29

58,96
47,81
84,10
99,22
71,71
91,50
81,16
85,77
71,24
56,41
79,39
80,90
80,08
79,88
78,69
78,40
85,09
91,34
81,64
61,26
35,95
65,95

60,39
47,47
83,76
95,74
71,32
92,36
81,61
85,55
69,82
56,80
81,02
77,85
83,51
81,79
77,30
78,53
83,32
90,19
82,47
62,57
33,51
67,17

61,80
62,81
71,63
69,57
83,26
78,51
74,83
80,84
88,66
85,14
77,83
66,36
60,84
84,19
94,14
73,62
89,09
83,24
87,37
69,05
61,63
85,26
83,81
84,10
86,83
77,70
82,21
84,25
90,55
87,22
69,46
46,49
74,18

65,77
61,23
70,47
68,27
83,17
75,45
74,16
76,08
84,70
82,74
73,38
65,10
58,61
83,81
94,30
74,03
88,95
82,63
87,72
72,58
60,36
81,98
83,66
81,63
84,60
81,21
82,33
83,26
90,78
86,33
66,63
48,58
70,85

63,77
62,07
71,09
68,95
83,22
77,06
74,50
78,53
86,79
83,94
75,68
65,75
59,74
84,01
94,22
73,82
89,02
82,94
87,53
70,76
61,00
83,68
83,74
82,95
85,77
79,42
82,27
83,76
90,66
86,78
68,12
47,45
72,65

Indonesia

76,90

75,57

76,25

72,20

72,18

72,19

74,57

73,89

74,24

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

111

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 18. Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Mendapat Imunisasi Polio Sebanyak 3 Kali Menurut
Provinsi Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Provinsi
(1)

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

67,56
67,81
70,87
83,95
80,38
81,52
84,11
82,03
83,97
86,07
79,66
74,81
68,26
87,71
93,43
80,34
88,99
86,16
94,27
74,76
68,64
87,75
84,82
78,69
93,16
83,24
88,56
94,53
96,18
92,21
82,51
71,03
86,48

70,85
68,00
74,97
86,93
82,11
73,28
84,82
78,18
84,19
88,59
74,29
73,72
67,91
86,43
93,04
80,66
91,74
85,32
93,79
79,00
70,67
85,40
85,19
80,82
92,90
88,60
90,49
79,84
93,38
91,61
81,48
68,74
87,09

69,21
67,90
72,81
85,28
81,22
77,73
84,47
80,17
84,07
87,33
77,08
74,28
68,08
87,09
93,25
80,49
90,32
85,74
94,05
76,69
69,60
86,67
85,00
79,67
93,03
85,87
89,49
86,48
94,86
91,91
82,04
69,94
86,74

61,07
60,83
76,09
61,27
82,94
76,96
72,85
78,85
87,50
84,00

62,04
62,51
70,99
59,11
83,28
77,91
72,41
77,21
84,06
82,54

61,55
61,59
73,71
60,23
83,10
77,42
72,64
78,04
85,84
83,28

67,58
56,66
85,44
94,38
74,91
94,51
84,03
85,16
68,07
58,42
84,50
72,89
81,97
91,41
74,62
79,75
81,48
90,01
82,35
67,75
33,99
70,58

60,50
57,38
86,20
97,85
76,26
93,86
84,79
86,15
70,07
61,03
82,05
80,33
76,60
88,97
79,07
80,08
82,70
91,31
81,69
66,17
37,86
66,89

64,21
57,01
85,83
96,20
75,55
94,19
84,39
85,64
69,07
59,75
83,28
76,43
79,41
90,25
76,79
79,92
82,07
90,63
82,04
66,99
35,75
68,83

62,96
64,30
73,96
70,75
80,82
78,41
77,10
80,45
86,35
84,53
79,66
72,33
64,48
86,47
93,75
77,54
91,10
84,88
87,06
70,28
62,28
85,88
80,46
80,45
91,99
76,86
83,19
84,41
91,74
86,20
72,20
47,21
75,98

64,62
65,37
72,63
69,73
82,30
76,52
77,33
77,69
84,10
84,13
74,29
69,39
64,53
86,30
94,89
78,41
92,56
85,01
87,62
72,69
64,34
83,35
83,44
78,49
90,33
81,56
83,85
81,92
91,89
85,82
70,46
49,36
72,80

63,79
64,80
73,34
70,27
81,53
77,51
77,21
79,11
85,28
84,33
77,08
70,90
64,51
86,39
94,31
77,96
91,80
84,94
87,33
71,45
63,31
84,67
81,89
79,53
91,19
79,16
83,52
83,17
91,81
86,02
71,38
48,20
74,53

Indonesia

79,31

78,69

79,01

74,52

74,38

74,45

76,93

76,54

76,74

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

112

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 19.

Persentase Balita Berumur 1-4 Tahun yang Mendapat Imunisasi Lengkap Menurut Provinsi
Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011

Provinsi
(1)

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(9)

(10)

(11)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

59,33
55,71
55,23
73,16
75,93
76,30
75,62
72,86
81,56
77,48
68,69
62,00
56,76
77,78
90,52
69,98
82,90
80,32
92,21
58,11
60,07
75,94
80,41
67,72
89,11
74,80
80,64
80,99
82,66
84,98
75,40
67,19
75,67

62,14
56,11
60,66
75,27
76,88
61,96
71,70
67,03
80,80
83,48
65,86
60,52
53,08
77,53
87,44
69,80
83,93
81,74
89,84
64,73
60,05
72,43
79,53
67,06
89,36
76,11
83,73
70,34
82,08
86,11
74,92
62,60
70,74

60,74
55,90
57,76
74,11
76,39
69,65
73,64
70,06
81,21
80,44
67,34
61,27
54,93
77,66
89,07
69,90
83,40
81,02
91,12
61,11
60,06
74,31
79,99
67,42
89,23
75,46
82,12
75,30
82,38
85,55
75,18
65,01
73,53

49,16
44,28
61,76
48,01
68,78
68,27
60,75
68,32
80,80
77,57
50,85
36,35
78,21
91,89
62,60
87,78
76,71
77,72
56,22
47,31
70,88
68,24
77,26
76,26
59,65
66,00
62,47
78,10
66,69
52,41
16,73
56,48

51,27
43,80
58,20
47,66
73,68
66,47
60,69
64,90
76,40
74,75
49,80
39,37
78,61
96,65
63,76
86,62
76,86
78,57
59,64
46,07
71,11
76,24
69,56
72,77
61,86
67,78
65,74
80,49
63,73
52,25
19,87
53,28

50,21
44,06
60,11
47,84
71,06
67,39
60,72
66,62
78,68
76,17
50,36
37,84
78,41
94,39
63,16
87,22
76,78
78,13
57,91
46,67
70,99
72,04
73,61
74,59
60,73
66,90
64,01
79,24
65,25
52,33
18,14
54,95

52,06
49,76
59,13
58,26
74,66
70,78
66,18
70,54
81,05
77,55
68,69
58,04
49,92
78,01
90,98
66,12
84,79
78,16
80,65
56,83
52,02
73,03
75,92
72,80
80,45
63,29
71,41
66,35
79,34
73,37
58,91
29,85
62,67

54,39
50,00
59,19
58,12
76,35
65,15
64,98
65,90
77,73
77,02
65,86
56,96
48,55
78,14
90,99
66,66
84,98
78,88
80,68
61,10
50,74
71,64
78,34
68,44
78,31
65,45
73,32
66,91
80,92
72,19
58,43
31,96
58,26

53,23
49,87
59,16
58,19
75,47
68,07
65,59
68,27
79,47
77,28
67,34
57,52
49,24
78,08
90,99
66,38
84,88
78,51
80,67
58,88
51,38
72,37
77,08
70,77
79,42
64,35
72,36
66,62
80,10
72,79
58,68
30,81
60,63

Indonesia

68,86

67,92

68,40

61,82

62,61

62,20

65,28

65,22

65,25

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

113

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 20. Persentase Anak 0 - 17 Tahun yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Terganggu Aktivitas
Sehari-hari Menurut Provinsi Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Indonesia

Perkotaan
L

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

17,60
14,45
12,80
12,94
14,49
11,77
12,43
15,58
13,54
12,48
17,48
14,82
13,92
15,70
18,50
14,82
18,46
18,72
18,73
12,98
17,76
15,29
12,94
12,73
25,32
19,93
15,17
23,49
15,13
15,05
13,19
12,35
17,75

15,64
13,20
11,65
11,94
14,48
13,29
10,72
15,72
13,35
11,29
16,34
14,94
12,94
17,08
16,94
14,03
18,48
19,16
19,49
12,46
16,04
15,15
12,66
12,93
19,90
21,75
14,10
21,70
14,70
13,02
14,94
11,94
15,50

16,66
13,85
12,27
12,46
14,49
12,48
11,61
15,64
13,45
11,91
16,93
14,88
13,45
16,36
17,75
14,44
18,47
18,94
19,11
12,73
16,92
15,22
12,80
12,82
22,78
20,80
14,66
22,61
14,92
14,00
13,99
12,15
16,71

19,07
14,63
15,04
13,90
18,77
13,13
12,25
13,05
17,19
16,28
18,61
15,89
16,99
20,80
18,25
25,74
19,13
25,94
16,29
17,81
15,71
14,60
19,96
27,49
23,16
15,62
19,93
17,69
15,51
18,24
14,25
16,04

18,62
13,15
14,27
14,32
20,29
15,44
12,70
11,61
16,84
15,21
18,23
16,99
16,41
17,92
17,24
27,03
18,93
26,12
18,10
18,14
15,49
16,81
18,02
26,35
21,37
15,04
20,40
16,91
17,14
18,85
15,21
16,78

18,85
13,93
14,68
14,11
19,55
14,23
12,47
12,34
17,02
15,77
18,43
16,42
16,71
19,38
17,77
26,34
19,03
26,03
17,14
17,97
15,60
15,64
19,04
26,93
22,30
15,34
20,16
17,31
16,29
18,52
14,68
16,39

18,66
14,54
14,18
13,52
15,23
12,71
12,31
14,31
16,07
15,32
17,48
16,16
14,59
16,40
19,30
16,64
21,47
18,96
24,61
15,30
17,79
15,53
13,59
16,74
26,74
22,39
15,45
20,72
17,00
15,35
16,87
13,78
16,55

17,80
13,18
13,27
13,40
15,57
14,80
12,00
13,57
15,77
14,20
16,34
16,06
14,31
16,71
17,29
15,71
21,86
19,02
24,84
16,39
17,43
15,35
14,20
15,72
24,24
21,46
14,70
20,70
16,32
15,55
17,83
14,35
16,41

18,24
13,89
13,75
13,46
15,40
13,70
12,16
13,96
15,92
14,79
16,93
16,11
14,45
16,55
18,32
16,20
21,65
18,99
24,72
15,82
17,62
15,44
13,88
16,26
25,54
21,95
15,09
20,71
16,67
15,45
17,32
14,04
16,49

15,11

14,78

14,95

17,37

17,06

17,22

16,28

15,95

16,12

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

114

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 21. Persentase Anak 0 17 Tahun yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Jenis Keluhan
Terbesar Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Provinsi
(1)

Laki-Laki
Panas

Batuk

Perempuan

Pilek

Lainnya

Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

66,48
60,56
54,49
64,04
58,61
46,46
45,88
51,90
43,48
42,46
47,34
51,02
49,65
50,57
46,86
51,19
64,86
59,51
52,11
48,94
49,82
42,39
43,10
55,28
76,73
59,81
55,38
55,62
55,64
49,52
58,74
54,89
51,37

59,53
64,83
55,19
67,66
63,52
56,35
67,06
59,99
64,69
60,67
69,13
56,49
58,12
63,57
63,89
62,85
65,04
59,35
73,49
58,59
63,07
59,90
64,06
53,16
51,53
53,53
50,86
44,71
42,38
48,66
55,28
62,30
61,18

61,47
57,87
55,16
71,24
69,98
61,53
66,01
60,93
67,17
53,24
68,13
58,99
63,11
65,71
62,24
64,09
67,22
57,11
72,09
59,21
61,84
61,77
64,99
47,97
29,86
49,34
55,14
50,05
43,48
42,76
48,65
64,36
57,51

28,83
30,65
35,65
25,18
27,11
33,35
35,49
32,36
30,69
46,92
27,21
34,46
35,69
35,71
34,96
30,21
33,96
41,02
36,19
26,91
39,16
34,49
25,58
37,49
29,78
52,45
36,30
45,08
52,29
38,85
31,73
38,56
49,30

65,92
60,13
59,80
62,96
56,97
51,97
42,00
54,71
48,46
51,01
46,44
53,98
47,31
49,07
46,28
51,71
60,39
60,48
55,21
47,01
51,36
47,61
43,39
55,42
68,82
55,98
51,64
53,71
49,78
42,93
57,12
48,35
46,53

60,17
64,12
51,76
68,02
67,53
56,90
63,96
59,61
72,61
58,02
72,76
57,47
60,87
61,49
72,48
62,35
60,51
56,53
70,13
61,68
58,32
58,65
63,96
59,34
46,99
55,30
49,12
41,44
43,42
53,52
51,33
53,25
61,15

63,48
53,90
53,30
68,74
64,43
59,16
69,86
63,62
72,85
60,40
70,65
60,07
63,57
63,94
68,32
64,17
59,64
60,93
71,64
61,08
65,00
65,60
68,84
52,12
34,73
47,03
53,84
52,09
39,72
48,36
45,03
55,59
47,65

29,57
26,78
37,71
30,90
27,02
31,27
30,20
37,34
29,64
44,26
27,25
35,67
35,47
38,27
29,32
29,56
38,91
38,03
33,70
30,95
39,09
33,51
24,71
36,34
35,53
54,06
38,10
56,71
50,15
51,71
26,96
44,44
52,38

Indonesia

51,84

61,04

61,95

33,49

51,96

61,23

62,33

33,99

Sumber: Susenas 2011, BPS

115

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 21 (lanjutan)
Perkotaan
Provinsi

Laki-laki+Perempuan
Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(10)

(11)

(12)

(13)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

66,22
60,36
57,02
63,55
57,79
49,26
43,94
53,18
45,80
46,53
46,91
52,47
48,51
49,85
46,59
51,43
62,76
59,99
53,71
48,03
50,56
44,89
43,24
55,35
73,32
57,93
53,67
54,75
52,94
46,13
57,97
51,74
49,13

59,83
64,50
53,56
67,82
65,51
56,63
65,51
59,82
68,39
59,41
70,85
56,97
59,46
62,56
67,90
62,62
62,91
57,95
71,75
60,04
60,78
59,30
64,01
56,14
49,57
54,40
50,07
43,21
42,86
51,16
53,39
57,94
61,17

62,41
56,04
54,28
70,10
67,22
60,32
67,93
62,16
69,83
56,65
69,32
59,52
63,34
64,86
65,08
64,13
63,65
59,01
71,86
60,09
63,36
63,61
66,85
49,97
31,96
48,20
54,54
50,98
41,75
45,64
46,92
60,13
52,96

29,18
28,87
36,63
27,79
27,07
32,29
32,85
34,62
30,20
45,65
27,23
35,05
35,58
36,95
32,33
29,91
36,29
39,53
34,90
28,81
39,12
34,02
25,16
36,93
32,25
53,24
37,12
50,40
51,30
45,47
29,44
41,39
50,72

Indonesia

51,90

61,13

62,13

33,73

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

116

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 22. Persentase Anak 0 17 Tahun yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Jenis Keluhan
Terbesar Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Provinsi
(1)

Laki-Laki
Panas

Batuk

Perempuan

Pilek

Lainnya

Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

70,55
59,87
58,80
58,44
59,33
53,02
49,71
48,26
48,79
49,23
58,49
54,49
51,49
37,95
53,79
68,85
62,33
63,82
56,51
54,39
53,40
57,49
57,98
80,69
63,11
53,85
54,60
59,75
59,24
67,78
41,60
54,56

62,20
60,59
52,26
57,26
69,87
53,49
50,66
58,37
54,56
62,54
52,22
46,28
62,97
62,89
58,22
57,88
53,52
68,37
59,59
53,64
55,39
56,59
55,54
56,11
47,89
38,63
42,92
41,96
58,35
55,20
51,15
61,59

59,55
58,65
51,84
53,45
58,16
54,74
59,45
58,48
55,75
62,16
57,42
53,52
67,40
67,65
57,94
54,55
55,31
63,63
64,19
57,29
55,50
63,73
53,11
43,96
42,08
38,81
40,95
44,90
47,87
42,71
63,35
57,44

34,54
37,06
42,89
33,62
41,37
35,15
40,29
38,80
36,42
40,11
41,02
46,57
35,33
29,47
33,72
40,19
41,36
49,28
37,56
33,17
38,64
30,49
39,89
39,77
48,93
45,13
51,48
41,26
41,50
41,44
42,92
28,19

69,71
62,38
58,13
60,58
55,75
51,48
49,23
48,71
50,93
48,86
56,67
48,99
50,75
41,95
52,42
65,68
63,15
61,94
60,75
52,69
56,50
49,77
56,51
75,47
62,20
54,83
51,73
55,69
54,29
67,66
39,95
55,50

61,47
59,07
54,08
58,87
66,99
54,00
52,99
60,74
56,78
63,12
54,18
52,46
62,07
66,07
58,15
56,60
52,06
67,99
60,34
55,04
56,76
58,22
59,70
55,63
44,03
39,67
41,57
40,46
57,16
57,22
52,20
63,54

58,88
55,86
55,30
57,22
49,51
51,78
58,64
58,37
59,23
64,10
61,78
54,86
67,18
69,00
60,87
57,85
55,16
64,57
62,83
64,53
58,95
65,96
51,18
43,98
41,12
42,38
42,61
41,84
48,09
39,57
61,07
56,28

34,98
36,28
45,08
35,05
46,52
36,46
36,84
38,61
37,21
39,47
39,44
44,47
33,63
29,47
32,78
44,65
43,14
49,38
41,82
28,47
36,07
32,80
38,72
37,29
45,67
43,36
56,87
41,10
45,06
38,55
45,88
37,86

Indonesia

56,09

56,50

57,88

38,98

55,26

57,01

59,16

38,50

Sumber: Susenas 2011, BPS

117

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 22 (lanjutan)
Perdesaan
Provinsi

Laki-laki+Perempuan
Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(10)

(11)

(12)

(13)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

70,14
61,01
58,49
59,46
57,48
52,26
49,47
48,47
49,81
49,06
57,64
51,75
51,14
39,83
53,14
67,39
62,72
62,90
58,57
53,59
54,86
53,68
57,32
78,11
62,69
54,32
53,21
57,76
56,76
67,73
40,83
55,02

61,85
59,90
53,10
58,03
68,38
53,74
51,81
59,49
55,62
62,81
53,14
49,35
62,54
64,39
58,19
57,29
52,82
68,18
59,96
54,30
56,03
57,40
57,39
55,87
46,09
39,13
42,26
41,22
57,75
56,16
51,64
62,54

59,22
57,39
53,44
55,25
53,70
53,28
59,05
58,43
57,41
63,08
59,45
54,19
67,30
68,29
59,33
56,08
55,24
64,09
63,52
60,72
57,13
64,83
52,25
43,97
41,63
40,52
41,76
43,40
47,98
41,22
62,29
56,88

34,75
36,70
43,91
34,31
44,03
35,80
38,59
38,71
36,80
39,81
40,28
45,53
34,52
29,47
33,28
42,25
42,21
49,33
39,64
30,94
37,43
31,64
39,37
38,54
47,41
44,28
54,09
41,18
43,29
40,07
44,29
32,91

Indonesia

55,70

56,74

58,49

38,75

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

118

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 23

Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Jenis Keluhan Terbesar
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan + Perdesaan
Laki-Laki

Perempuan

Provinsi

Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

69,46
60,21
57,17
60,67
58,77
51,38
48,18
50,27
47,15
47,86
47,34
53,91
51,24
51,08
43,62
52,61
66,60
61,10
61,77
54,39
52,98
48,72
48,70
57,02
79,40
62,38
54,45
54,87
58,66
56,14
65,74
44,14
53,61

61,48
62,64
53,37
61,40
64,95
54,21
57,21
59,27
57,69
62,16
69,13
54,84
54,23
63,23
63,53
60,31
61,92
56,06
69,26
59,31
56,54
57,31
61,16
54,69
54,62
49,14
43,46
43,40
42,07
55,27
55,22
53,29
61,47

60,06
58,27
53,09
60,53
67,31
56,44
62,07
59,83
59,28
60,36
68,13
58,38
59,96
66,65
64,21
60,72
61,71
56,09
65,11
62,80
58,69
58,17
64,50
51,29
39,36
43,69
45,26
43,38
44,52
46,24
44,05
63,54
57,46

33,00
33,96
40,16
30,26
30,33
34,70
38,38
35,24
34,65
41,49
27,21
37,00
39,27
35,50
32,96
32,14
36,67
41,21
46,99
34,59
35,01
36,87
27,50
39,04
36,51
49,72
41,64
49,77
44,17
40,66
39,24
42,09
34,46

68,74
61,27
58,78
61,48
56,68
51,61
46,29
51,92
50,19
49,31
46,44
54,96
47,88
49,99
44,68
52,11
62,65
61,94
60,66
57,09
52,27
52,64
45,94
56,09
73,66
60,71
53,64
52,22
54,27
50,53
65,24
41,66
53,03

61,14
61,55
53,17
62,33
67,40
54,76
57,45
60,14
61,53
62,07
72,76
56,27
58,03
61,81
70,12
60,01
58,84
54,09
68,39
60,69
56,07
57,58
61,67
59,56
53,28
46,74
43,20
41,53
41,17
55,95
55,87
52,41
62,88

60,06
54,90
54,52
61,59
60,86
53,70
63,20
61,18
63,32
63,34
70,65
60,69
60,63
65,72
68,57
62,33
58,88
57,78
65,91
62,36
64,68
61,84
67,69
51,54
41,47
42,54
46,67
44,95
41,33
48,18
40,83
59,95
53,90

33,59
31,61
42,21
33,48
31,68
35,11
34,15
37,93
34,94
40,46
27,25
37,05
38,51
35,73
29,38
31,36
41,36
40,81
46,40
38,92
31,81
34,96
27,94
37,79
36,81
47,69
41,39
56,83
43,28
47,26
35,89
45,59
41,86

Indonesia

54,07

58,66

59,82

36,37

53,68

59,03

60,68

36,34

Sumber: Susenas 2011, BPS

119

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 23 (lanjutan)
Perkotaan + Perdesaan
Provinsi

Laki-laki+Perempuan
Panas

Batuk

Pilek

Lainnya

(10)

(11)

(12)

(13)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

69,11
60,69
57,92
61,05
57,72
51,49
47,25
51,03
48,59
48,54
46,91
54,41
49,59
50,56
44,12
52,38
64,75
61,51
61,22
55,69
52,64
50,58
47,35
56,59
76,67
61,59
54,07
53,61
56,54
53,30
65,50
42,99
53,33

61,32
62,14
53,28
61,84
66,18
54,48
57,33
59,67
59,52
62,12
70,85
55,53
56,09
62,55
66,62
60,17
60,48
55,10
68,83
59,98
56,32
57,44
61,41
56,93
53,98
48,01
43,34
42,51
41,63
55,61
55,53
52,88
62,15

60,06
56,73
53,76
61,03
64,08
55,08
62,63
60,46
61,20
61,76
69,32
59,49
60,29
66,20
66,25
61,47
60,38
56,92
65,51
62,59
61,54
59,91
66,06
51,41
40,36
43,15
45,92
44,13
42,98
47,22
42,52
61,87
55,75

33,29
32,89
41,12
31,77
31,01
34,90
36,28
36,49
34,79
41,00
27,23
37,02
38,89
35,61
31,28
31,77
38,86
41,02
46,70
36,68
33,49
35,96
27,71
38,47
36,66
48,76
41,53
53,14
43,74
44,00
37,65
43,72
38,02

Indonesia

53,88

58,84

60,23

36,35

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

120

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 24. Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Mengobati Sendiri
Menurut Provinsi Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan

Provinsi

(1)

Perdesaan
L+P

Perkotaan+Perdesaan
L+P

L+P

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

59,22
66,76
50,81
57,51
63,03
66,49
74,47
61,04
48,25
57,92
53,65
65,02
64,68
50,98
49,25
54,62
45,12
58,21
51,97
63,50
79,08
75,13
64,84
52,90
55,45
64,19
62,37
64,88
63,33
68,39
69,22
60,90
61,41

56,57
64,47
49,77
66,47
65,73
55,11
74,62
59,20
51,41
52,89
56,48
64,84
66,56
52,04
46,77
54,81
42,36
59,35
58,04
61,14
75,79
76,46
56,12
51,00
54,64
63,18
63,13
66,18
61,89
68,80
65,06
65,02
56,49

57,97
65,71
50,32
61,60
64,37
60,72
74,54
60,21
49,73
55,53
54,99
64,93
65,60
51,49
48,09
54,70
43,82
58,78
55,11
62,39
77,49
75,77
60,62
51,98
55,10
63,69
62,72
65,47
62,67
68,60
67,23
62,89
59,14

62,92
66,81
57,51
68,96
42,36
66,84
66,82
70,43
63,78
67,04
69,28
72,39
52,11
44,27
53,83
38,99
62,51
49,61
69,05
77,99
77,51
60,20
62,13
79,51
72,69
66,11
58,17
74,03
76,71
73,13
46,20
60,61

62,06
68,40
58,44
70,89
39,43
68,98
71,54
64,82
65,02
67,90
76,37
72,58
52,07
37,50
56,52
38,61
63,40
47,35
71,90
76,60
79,58
65,14
65,72
80,73
71,13
67,74
60,95
74,08
78,51
74,11
45,49
55,99

62,50
67,53
57,94
69,88
40,85
67,90
69,15
67,78
64,37
67,45
72,59
72,48
52,09
41,08
55,10
38,81
62,94
48,50
70,44
77,33
78,49
62,64
63,73
80,11
71,96
66,89
59,52
74,05
77,61
73,60
45,87
58,36

61,92
66,79
54,98
64,41
58,37
66,75
69,87
65,25
58,98
65,19
53,65
66,67
67,21
51,61
47,44
54,18
42,45
60,64
50,02
67,50
78,33
76,50
63,03
58,85
71,67
70,79
64,64
59,96
71,21
74,06
72,25
49,01
60,85

60,65
66,47
55,06
69,22
59,44
65,37
72,79
61,82
60,94
64,79
56,48
69,06
68,60
52,06
43,36
55,76
40,76
61,56
49,38
69,03
76,35
78,23
59,72
59,99
73,64
69,21
66,02
62,24
71,15
75,30
72,03
49,48
56,13

61,31
66,64
55,02
66,66
58,91
66,06
71,32
63,66
59,91
65,01
54,99
67,82
67,89
51,82
45,52
54,92
41,66
61,08
49,70
68,24
77,38
77,32
61,42
59,38
72,61
70,05
65,29
61,05
71,18
74,68
72,15
49,23
58,58

Indonesia

59,63

59,97

59,79

61,71

63,39

62,51

60,72

61,75

61,21

Sumber: Susenas 2011, BPS

121

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 25. Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Penggunaan Obat
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Provinsi

Obat Modern

Obat Tradisional

Lainnya

L+P

L+P

L+P

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara
Nusa Tenggara
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
92,91
93,73
83,60
94,64
86,87
99,15
96,26
96,00
95,58
93,60
94,82
96,26
97,94
95,72
92,72
95,01
87,53
88,64
96,96
95,99
98,40
96,81
92,88
94,03
96,98
94,56
92,13
91,22
91,83
92,12
89,59
87,32
85,54

(3)
94,48
92,47
90,17
95,13
95,19
95,13
96,73
93,64
83,08
93,95
96,05
96,44
97,09
94,84
90,81
94,79
88,24
89,75
98,07
94,58
97,46
97,15
94,93
87,32
95,26
93,53
90,72
92,54
94,33
91,27
92,23
88,13
87,23

(4)
93,63
93,16
86,69
94,88
91,09
97,30
96,50
94,94
89,53
93,76
95,42
96,35
97,52
95,29
91,85
94,90
87,85
89,20
97,56
95,34
97,96
96,97
93,80
90,85
96,25
94,06
91,48
91,83
92,96
91,68
90,81
87,72
86,29

(5)
21,19
14,80
25,30
18,64
28,06
14,61
13,06
11,20
16,14
13,74
9,89
12,62
7,85
10,09
10,47
11,63
23,69
21,21
7,50
13,70
18,48
13,68
14,67
10,03
9,09
9,66
17,59
12,42
15,65
16,95
27,36
27,98
17,50

(6)
20,23
17,53
24,41
16,86
20,76
15,49
12,71
15,21
13,23
11,68
10,11
11,69
7,88
12,83
11,81
12,92
23,93
16,20
5,95
20,75
17,55
16,34
11,72
13,36
13,82
9,71
14,33
13,74
10,75
15,71
29,66
24,44
14,77

(7)
20,75
16,03
24,88
17,76
24,35
15,01
12,89
12,99
14,73
12,81
10,00
12,16
7,87
11,43
11,08
12,23
23,80
18,70
6,66
16,95
18,04
14,97
13,35
11,61
11,11
9,68
16,09
13,03
13,42
16,31
28,42
26,22
16,30

(8)
3,61
3,61
2,53
4,01
4,64
1,29
2,39
5,59
3,96
6,29
2,55
2,80
2,34
3,29
2,45
3,94
6,69
4,28
0,79
6,83
3,35
3,71
2,83
1,96
3,27
3,45
5,09
3,70
3,93
1,94
2,56
3,65
6,35

(9)
1,94
3,35
1,56
3,62
2,54
1,37
3,76
4,21
16,52
4,01
2,90
2,46
1,97
2,78
0,73
3,72
6,73
2,33
1,63
2,56
1,91
3,74
1,86
5,14
0,50
1,25
2,21
1,29
1,31
6,86
1,48
4,53
1,80

(10)
2,85
3,49
2,07
3,82
3,58
1,33
3,07
4,97
10,03
5,26
2,72
2,63
2,16
3,04
1,67
3,84
6,70
3,30
1,25
4,86
2,67
3,72
2,40
3,47
2,09
2,38
3,76
2,59
2,74
4,48
2,06
4,09
4,35

Indonesia

94,88

94,95

94,91

13,04

13,04

13,04

3,29

2,85

3,08

Sumber: Susenas 2011, BPS

122

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 26. Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Penggunaan Obat
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011

Obat Modern

Provinsi

Obat Tradisional

Perdesaan
Lainnya

L+P

L+P

L+P

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara
Nusa Tenggara
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
90,75
91,38
80,38
90,64
92,44
93,22
88,56
92,99
91,86
88,73
94,73
95,55
93,01
91,85
91,63
75,32
83,43
79,84
89,77
94,91
95,63
94,20
94,18
96,36
88,60
89,53
86,25
94,25
90,27
88,78
61,43
81,38

(3)
88,41
93,52
79,94
90,98
89,70
93,18
89,02
94,55
91,25
90,58
95,05
95,87
96,27
93,41
93,91
76,87
85,15
79,77
89,73
96,05
97,40
96,59
94,35
98,37
91,98
88,72
84,19
93,90
89,34
89,58
58,54
79,50

(4)
89,62
92,36
80,18
90,80
91,07
93,20
88,80
93,69
91,57
89,60
94,89
95,71
94,57
92,52
92,74
76,04
84,26
79,80
89,75
95,44
96,47
95,43
94,26
97,36
90,15
89,14
85,23
94,08
89,80
89,16
60,10
80,50

(5)
35,60
23,63
41,75
31,47
22,74
34,32
32,30
24,26
23,65
28,25
19,81
17,09
17,37
10,61
22,21
45,06
31,65
34,73
30,70
22,19
17,32
20,83
11,83
11,35
22,28
30,14
26,79
17,92
26,18
33,78
68,92
38,62

(6)
38,42
22,19
41,28
30,14
23,45
27,00
31,01
21,67
30,24
21,42
18,94
18,96
13,10
5,52
21,70
45,77
35,85
31,11
31,70
18,42
16,17
17,50
16,99
11,79
21,41
31,30
31,30
18,69
27,94
35,16
67,07
37,72

(7)
36,96
22,97
41,53
30,83
23,09
30,64
31,64
23,09
26,83
25,02
19,39
18,02
15,33
8,42
21,96
45,39
33,67
32,99
31,20
20,42
16,77
19,12
14,20
11,57
21,88
30,71
29,03
18,30
27,07
34,44
68,07
38,20

(8)
5,09
4,24
4,36
5,13
0,68
4,74
6,38
4,79
3,09
6,73
2,67
6,93
4,61
4,79
4,72
5,99
1,86
4,24
7,81
5,18
1,56
3,29
4,14
3,13
4,09
2,83
2,58
3,78
2,47
4,84
6,08
2,20

(9)
6,05
2,82
5,68
5,59
3,34
5,87
5,05
5,10
5,88
3,56
5,40
4,00
3,27
3,86
4,92
1,44
4,63
8,84
5,03
2,48
3,37
2,13
1,58
3,86
2,06
3,81
4,76
3,09
4,40
6,13
4,21

(10)
5,55
3,59
4,98
5,35
0,34
4,03
6,12
4,91
4,06
6,33
3,11
6,17
4,32
4,13
4,30
5,50
1,66
4,43
8,32
5,11
2,00
3,33
3,22
2,36
3,99
2,46
3,19
4,26
2,79
4,63
6,10
3,14

Indonesia

90,44

91,53

90,96

25,30

24,10

24,72

4,39

4,23

4,31

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

123

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 27. Persentase Anak yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Penggunaan Obat
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan + Perdesaan
Provinsi

Obat Modern

Obat Tradisional

Lainnya

L+P

L+P

L+P

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara
Nusa Tenggara
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
91,30
92,52
81,51
92,06
87,78
94,70
91,84
94,54
92,80
89,61
94,82
95,64
97,09
94,21
92,42
93,17
82,64
85,61
82,95
91,41
95,99
96,12
93,37
94,13
96,52
89,80
90,52
87,69
93,68
90,81
88,95
67,59
82,63

(3)
89,86
93,02
83,54
92,49
94,32
93,61
92,23
94,08
89,18
91,15
96,05
95,88
96,65
95,62
91,64
94,29
83,64
87,17
83,85
90,87
96,49
97,29
95,65
92,03
97,74
92,32
89,44
86,38
93,99
89,92
90,13
66,48
81,64

(4)
90,62
92,74
82,46
92,27
91,09
94,16
92,04
94,33
91,05
90,33
95,42
95,76
96,87
94,89
92,07
93,70
83,10
86,37
83,39
91,15
96,23
96,68
94,45
93,16
97,11
90,97
90,00
87,05
93,83
90,36
89,51
67,07
82,17

(5)
31,89
19,36
36,01
26,90
27,19
29,39
24,11
17,52
21,75
25,64
9,89
15,51
11,12
14,16
10,52
17,40
32,24
27,27
29,78
26,23
21,04
15,80
16,96
11,25
10,78
19,74
25,36
22,63
17,39
23,46
32,39
59,17
32,29

(6)
34,08
19,97
35,34
25,31
21,19
24,48
23,40
18,36
25,93
19,77
10,11
14,62
11,84
12,98
9,81
17,88
32,76
27,24
25,50
29,11
18,14
16,24
14,24
15,79
12,20
18,84
25,23
26,71
17,03
24,24
34,02
55,64
31,35

(7)
32,93
19,63
35,69
26,13
24,15
26,97
23,75
17,90
23,77
22,89
10,00
15,08
11,48
13,59
10,20
17,63
32,48
27,26
27,67
27,64
19,68
16,01
15,67
13,36
11,46
19,32
25,30
24,62
17,21
23,86
33,16
57,51
31,85

(8)
4,71
3,93
3,72
4,73
3,99
3,87
4,68
5,20
3,31
6,65
2,55
2,75
3,96
4,03
3,25
4,36
6,41
2,87
3,62
7,55
4,61
2,46
3,00
3,44
3,17
3,96
3,69
2,90
3,81
2,32
4,35
5,50
3,44

(9)
5,07
3,07
4,23
4,87
2,14
2,91
4,99
4,62
7,99
5,57
2,90
2,90
3,20
3,45
1,54
3,80
6,00
1,83
3,96
7,36
4,06
3,01
2,52
3,13
1,36
3,29
2,12
3,15
4,04
4,23
3,79
5,70
3,54

(10)
4,88
3,54
3,96
4,80
3,05
3,40
4,84
4,94
5,57
6,14
2,72
2,82
3,58
3,75
2,48
4,10
6,22
2,36
3,79
7,46
4,35
2,72
2,77
3,30
2,29
3,65
2,94
3,02
3,92
3,29
4,09
5,60
3,49

Indonesia

92,51

93,12

92,80

19,57

18,95

19,27

3,88

3,59

3,74

Sumber: Susenas 2011, BPS


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

124

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 28. Persentase Anak yang Berobat Jalan di Fasilitas Kesehatan Menurut Provinsi dan
Jenis Fasilitas Kesehatan, 2011
Perkotaan
Provinsi

RS
Pemerintah

RS
Swasta

Praktek
Dokter/
Poliklinik

Puskesmas/
Pustu

Praktek
Nakes

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
10,20
3,01
5,89
5,80
5,95
7,07
3,53
8,96
3,14
2,47
3,70
3,08
3,79
2,61
4,94
3,05
4,08
2,77
7,05
3,82
9,60
5,19
6,60
2,86
2,65
8,05
6,72
4,85
7,12
8,62
7,52
23,69
16,15

(3)
1,23
7,82
3,59
8,44
12,55
3,46
3,53
4,70
2,72
2,18
8,65
4,89
5,49
3,49
7,60
4,30
3,76
0,50
4,41
2,81
1,83
5,17
11,57
3,51
0,34
0,49
0,89
0,30
3,01
2,49
2,43
4,56
5,64

(4)
21,94
34,23
21,83
40,86
29,85
38,89
33,50
34,48
30,71
35,10
52,28
36,65
50,17
32,52
34,26
31,98
43,82
28,47
20,66
33,18
26,54
29,68
45,51
45,86
33,68
27,73
23,66
18,30
24,25
23,97
43,20
39,32
32,23

(5)
46,16
23,00
35,02
27,89
44,71
36,50
40,05
41,25
27,22
30,56
34,18
45,75
31,12
35,98
35,79
29,43
23,80
51,74
67,49
40,20
47,58
41,57
33,93
38,42
52,33
52,99
58,87
46,05
54,89
61,53
44,12
30,42
44,91

(6)
27,02
34,38
34,49
20,58
9,83
21,21
20,72
24,75
34,06
32,18
3,21
14,20
18,65
29,84
20,98
33,89
29,43
18,60
4,21
23,23
22,72
21,20
6,72
13,00
17,04
14,20
11,75
28,01
11,47
10,00
5,91
4,52
3,68

(7)
1,06
2,01
3,49
1,12
0,96
1,92
2,37
1,44
1,69
0,54
0,84
1,90
0,97
0,60
1,10
1,05
6,93
1,67
0,45
2,07
0,06
0,42
1,21
2,45
0,63
4,49
0,40
0,99
0,20
-

(8)
0,47
0,02
0,72
0,30
2,07
0,29
0,36
1,58
0,24
0,31
0,15
0,18
0,36
0,19
0,13
0,22
0,42
1,26
0,10
0,99
0,20
0,31
-

(9)
0,92
1,70
1,29
1,16
0,71
2,36
0,73
4,76
1,12
1,20
1,60
1,50
2,63
1,02
1,66
1,31
0,75
1,47
0,86
1,37
0,74
1,13
1,72
1,05
1,24
1,97
1,28
0,67
4,12
0,99
1,26
0,64
0,29

Indonesia

3,93

5,01

36,75

37,85

20,42

1,21

0,36

1,46

Sumber: Susenas 2011, BPS

125

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 29. Persentase Anak yang Berobat Jalan di Fasilitas Kesehatan Menurut Provinsi dan
Jenis Fasilitas Kesehatan, 2011
Perdesaan
Provinsi

RS
Pemerintah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
4,13
1,43
2,93
2,79
2,66
3,25
3,39
4,30
3,38
0,45
2,88
2,29
2,44
2,81
1,96
2,37
2,81
2,77
1,81
3,55
1,85
6,32
4,20
1,85
1,81
3,52
4,00
2,76
2,74
3,93
11,64
7,05

Indonesia

2,69

RS
Swasta

(3)
0,25
1,47
0,51
2,22

Praktek
Dokter/
Poliklinik

Puskesmas/
Pustu

Praktek
Nakes

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

(5)
53,90
20,48
34,55
39,66
64,40
41,03
36,29
41,37
28,54
29,58
40,08
42,10
28,71
37,23
27,70
33,94
49,44
80,16
43,86
65,46
44,72
70,24
40,24
52,34
50,42
62,19
72,12
68,23
64,06
71,55
83,57
77,77

(6)
39,54
59,78
52,97
32,21
19,06
37,36
45,58
37,68
52,63
53,62
35,62
40,94
50,96
30,27
56,22
42,37
32,74
7,80
44,51
22,50
41,77
8,22
29,97
28,11
40,22
25,91
21,73
20,55
25,25
16,94
2,02
3,79

(7)
1,07
3,46
4,62
0,96
0,69
1,53
1,72
2,55
2,85
1,31
1,31
2,15
1,25
1,49
1,50
2,69
5,74
0,08
2,98
0,89
1,68

(8)
0,04
0,15
0,35
0,90

0,79
0,90
2,07
0,14
0,48
0,26
2,36
0,79
1,39
0,24
2,26
2,44

(4)
9,24
14,07
11,13
21,96
13,85
18,35
12,81
18,37
16,12
17,65
24,49
16,72
21,13
27,54
15,14
24,22
16,58
5,37
8,56
10,83
12,59
17,27
32,90
17,43
6,36
9,11
6,92
6,13
5,03
4,46
5,42
11,44

2,03
5,31
3,43
1,24
3,95
3,45
0,54
0,21
0,24
0,12

2,04
0,12

0,24
0,12

(9)
1,25
3,36
1,50
5,30
0,13
3,67
3,45
1,79
1,39
1,12
2,35
2,28
1,64
0,81
2,14
0,25
2,01
5,34
1,61
1,72
1,47
1,67
4,19
0,66
0,94
2,05
3,61
3,49
4,47
5,06
1,02
1,11

1,45

16,23

41,04

41,22

1,74

0,46

2,28

0,26
2,10
1,69
0,59
1,31
1,56
1,11
1,84
4,39
1,95
1,62
0,31
1,40
1,12

Sumber: Susenas 2011, BPS

126

0,18
1,15
0,51
0,35
0,20
0,62
0,16
0,70
0,63
0,68
0,05
0,21

0,27
1,92
0,38
0,39

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 30.

Persentase Anak yang Berobat Jalan di Fasilitas Kesehatan Menurut Provinsi dan Jenis
Fasilitas Kesehatan, 2011
Perkotaan + Perdesaan

Provinsi

RS
Pemerintah

RS
Swasta

Praktek
Dokter/
Poliklinik

Puskesmas/
Pustu

Praktek
Nakes

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
5,70
2,26
4,12
4,18
5,02
4,35
3,45
6,85
3,30
0,97
3,70
3,01
3,35
2,52
4,18
2,44
3,30
2,79
3,51
2,45
5,72
3,35
6,50
3,66
2,15
3,63
4,84
4,23
4,08
5,13
4,98
15,03
9,99

(3)
0,51
4,79
1,75
5,08
8,99
1,18
2,70
3,34
1,29
1,53
8,65
3,72
4,20
2,60
6,44
2,98
2,79
0,40
1,92
1,65
0,66
2,75
7,82
2,65
0,22
0,48
0,52
1,82
1,46
1,84
0,88
2,91
3,47

(4)
12,53
24,61
15,45
30,66
25,32
24,24
21,47
27,17
20,94
22,13
52,28
32,38
40,34
26,36
31,84
22,54
34,95
21,98
7,99
16,33
16,48
20,24
35,58
38,10
23,68
12,60
15,09
9,93
11,62
12,72
15,83
14,97
18,16

(5)
51,90
21,79
34,74
34,24
50,29
39,73
37,86
41,31
28,10
29,83
34,18
43,76
34,35
32,05
36,31
28,46
28,39
50,49
77,98
42,70
59,03
43,31
46,69
39,51
52,34
51,17
60,83
65,21
64,19
63,03
63,50
68,59
67,15

(6)
36,30
46,50
45,51
26,85
12,44
32,73
35,18
30,61
46,50
48,11
3,21
21,72
25,20
41,27
24,33
46,41
35,28
26,32
7,19
37,79
22,58
32,56
7,25
23,15
23,86
32,61
20,09
23,39
17,80
19,06
13,70
2,72
3,76

(7)
1,07
2,70
4,17
0,52
1,00
1,37
1,80
2,45
2,39
1,41
0,54
1,01
1,98
1,12
0,92
1,32
1,79
6,28
0,07
2,56
0,73
1,85
0,04
1,38
3,74
3,14
0,99
4,09
2,52
0,72
0,21
0,18
0,08

Indonesia

3,31

3,25

26,61

39,43

30,70

1,47

Sumber: Susenas 2011, BPS

127

(8)
0,03
0,32
0,22
0,49

0,20
1,41
0,26
0,64
0,06
0,26
0,08

(9)
1,16
2,49
1,42
3,39
0,54
3,30
2,31
3,42
1,30
1,14
1,60
1,80
2,53
1,36
1,35
1,77
0,53
1,76
4,57
1,53
1,37
1,32
1,70
2,93
0,88
1,24
1,73
2,83
3,68
3,06
3,95
0,92
0,85

0,41

1,86

0,33
0,80
1,36
0,23
0,15
0,29
0,45
1,16
0,49
0,20
0,42
0,10
0,53
0,04
0,20
0,06
0,14
1,39
0,56

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 31. Tingkat Kunjungan Berobat Jalan Anak Menurut Provinsi dan Jenis Fasilitas Kesehatan, 2011
Perkotaan
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

RS
Swasta

Praktek
Dokter/
Poliklinik

Puskesmas/
Pustu

Praktek
Nakes

(2)
9,90
5,55
5,84
7,83
6,67
5,97
3,02
7,68
2,68
2,15
3,43
3,15
3,18
2,64
4,74
2,73
4,88
3,50
7,17
5,62
9,19
8,40
6,14
3,38
3,02
9,25
6,41
4,89
8,07
6,39
9,15
24,86
11,79

(3)
1,44
8,84
3,27
8,44
13,11
3,04
5,65
3,49
6,19
1,68
8,72
4,80
8,10
3,39
7,05
4,13
4,12
0,59
4,12
2,12
1,72
4,14
10,77
2,95
0,51
0,34
0,81
0,24
2,34
6,86
3,41
4,43
9,26

(4)
19,36
30,19
20,80
35,84
28,63
32,58
31,50
28,07
34,58
31,86
49,43
33,64
41,29
30,94
32,39
29,26
38,93
23,58
19,14
30,26
26,02
25,26
39,72
44,89
31,31
23,94
20,69
18,11
21,27
21,94
34,41
34,59
31,37

(5)
40,95
19,35
34,71
28,39
40,54
35,44
35,38
34,19
24,03
29,58
32,63
42,11
26,41
33,77
35,58
29,28
21,51
45,92
64,91
38,65
44,91
40,23
33,21
36,32
47,07
46,91
59,95
45,38
52,59
53,64
42,62
31,75
44,26

(6)
22,30
32,25
30,86
17,60
8,41
18,06
20,48
19,24
30,28
31,67
2,92
12,32
15,87
26,79
18,03
31,24
26,58
14,89
3,99
20,32
17,00
18,70
8,08
10,85
14,42
14,92
10,54
26,39
11,96
7,31
7,43
3,66
2,69

(7)
1,95
1,76
3,51
0,00
1,88
1,12
2,35
1,90
1,34
2,13
0,63
1,35
1,63
1,02
0,68
1,49
3,00
8,91
0,00
2,00
0,33
2,33
0,09
0,32
1,27
3,06
0,46
4,47
0,31
1,29
0,30
0,00
0,00

(8)
0,00
0,47
0,04
0,00
0,00
0,96
0,47
1,70
0,00
0,00
0,43
0,43
1,35
0,24
0,24
0,21
0,28
0,90
0,00
0,00
0,14
0,10
0,49
0,32
1,21
0,00
0,07
0,00
0,00
1,29
0,30
0,24
0,00

(9)
4,10
1,59
0,97
1,91
0,76
2,85
1,17
3,73
0,90
0,92
1,81
2,20
2,17
1,20
1,31
1,65
0,70
1,70
0,67
1,03
0,68
0,85
1,50
0,96
1,20
1,58
1,06
0,53
3,46
1,29
2,38
0,48
0,63

4,07

5,22

33,33

35,39

18,36

1,51

0,41

1,71

RS
Pemerintah

Indonesia
Sumber: Susenas 2011, BPS

128

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 32. Tingkat Kunjungan Berobat Jalan Anak Menurut Provinsi dan Jenis Fasilitas Kesehatan, 2011
Perdesaan
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

RS
Pemerintah

(2)
5,59
1,44
3,16
3,47
2,13
4,81
4,22
6,30
3,74
0,43
3,09
1,87
3,62
3,73
2,43
3,28
2,87
3,39
1,54
5,42
1,49
6,22
5,80
1,58
2,27
5,52
3,00
2,39
2,46
4,27
10,53
7,55

Indonesia

3,24

RS
Swasta

Praktek
Dokter/
Poliklinik

(3)
0,21
1,39
0,54
2,18
0,00
0,19
1,98
1,53
0,70
1,57
1,87
1,37
2,02
4,20
2,21
2,18
0,22
1,56
1,19
0,00
0,63
0,71
2,10
0,10
0,46
0,30
1,74
0,63
1,76
0,18
2,61
4,51

(4)
8,72
13,30
10,47
21,96
16,45
15,67
11,90
15,26
14,86
18,04
22,85
16,92
19,82
27,07
14,17
20,89
14,75
4,99
8,41
9,38
12,11
14,82
26,82
17,70
6,18
9,06
6,33
6,58
4,57
4,12
5,77
9,55

1,58

15,27

Sumber: Susenas 2011, BPS

129

Puskesmas/
Pustu

(5)
48,86
19,99
31,99
35,80
64,16
38,67
34,00
38,11
26,91
27,21
39,10
37,78
25,91
31,40
25,40
31,38
46,55
77,54
41,96
61,59
42,62
70,09
31,61
48,92
50,43
56,82
65,40
60,59
60,69
70,26
76,54
73,82
38,40

Praktek
Nakes

(6)
33,59
54,97
45,51
30,11
16,19
32,65
39,77
32,83
48,29
48,59
28,89
37,67
44,53
28,74
50,00
36,92
26,87
7,02
41,61
21,06
40,32
6,84
24,24
24,41
36,34
24,19
16,94
19,24
23,86
16,78
2,03
3,06
36,22

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

(7)
1,79
4,23
6,22
0,90
0,97
1,68
2,23
2,44
3,66
2,53
1,53
1,93
1,73
4,21
2,08
5,17
6,13
0,08
3,58
0,94
1,64
0,00
2,30
6,31
3,27
1,89
2,67
5,10
0,64
0,16
0,67
0,18
2,28

(8)
0,05
0,25
0,36
1,03
0,00
0,13
2,41
0,56
0,53
0,30
0,69
0,23
0,81
0,00
0,91
0,00
0,58
0,00
0,18
0,16
0,00
0,00
2,08
0,24
0,00
0,40
1,30
1,06
0,49
0,00
0,67
0,18
0,60

(9)
1,20
4,44
1,75
4,55
0,10
6,19
3,49
2,97
1,31
1,32
1,99
2,22
1,57
0,65
2,81
0,18
2,02
5,41
1,54
1,45
1,19
1,32
5,05
0,74
1,05
1,83
2,61
4,41
5,53
4,22
1,18
1,16
2,41

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 33. Tingkat Kunjungan Berobat Jalan Anak Menurut Provinsi dan Jenis Fasilitas Kesehatan, 2011
Perkotaan + Perdesaan
Provinsi

RS
Pemerintah

RS
Swasta

Praktek
Dokter/
Poliklinik

Puskesmas/
Pustu

Praktek
Nakes

Praktek Dukun
Lainnya
Batra Bersalin

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

(2)
6,67
3,63
4,16
5,43
5,43
5,17
3,73
7,06
3,40
0,86
3,43
3,13
2,81
3,18
4,38
2,56
4,14
3,16
4,01
2,88
6,78
4,70
6,17
4,92
2,09
4,42
5,89
3,44
3,99
4,10
5,77
14,20
8,95

(3)
0,52
5,35
1,56
5,00
9,53
1,07
3,46
2,61
2,44
1,60
8,72
3,74
6,17
2,64
6,03
3,01
3,22
0,39
1,98
1,50
0,62
2,27
7,18
2,41
0,24
0,42
0,52
1,39
1,11
3,89
1,17
3,08
6,08

(4)
11,40
22,28
14,33
28,22
25,30
20,91
19,83
22,34
21,10
21,48
49,43
29,75
34,29
24,83
30,49
20,53
30,54
18,78
7,29
15,59
15,37
18,22
30,84
33,37
22,54
11,63
13,93
9,10
10,73
11,82
13,40
13,14
16,75

(5)
46,86
19,65
33,01
32,46
47,00
37,67
34,56
35,94
26,00
27,80
32,63
41,03
29,68
29,45
34,09
27,03
26,10
46,27
75,49
40,87
55,58
41,51
46,36
33,31
48,26
49,35
58,13
60,69
58,33
57,75
61,79
65,09
64,07

(6)
30,75
42,89
40,03
24,47
10,54
28,13
31,97
25,32
42,60
44,38
2,92
18,29
22,14
36,54
21,85
42,10
31,39
21,41
6,53
34,61
19,60
30,27
7,63
19,39
20,85
29,76
18,48
19,16
17,18
16,95
13,92
2,44
2,94

(7)
1,83
2,92
5,21
0,50
1,63
1,50
2,28
2,14
2,92
2,43
0,63
1,42
1,72
1,41
1,94
1,83
4,01
7,40
0,06
3,06
0,72
1,96
0,06
1,58
4,52
3,20
1,29
3,09
3,75
0,91
0,20
0,50
0,12

(8)
0,04
0,36
0,24
0,57
0,00
0,39
1,63
1,19
0,36
0,23
0,43
0,53
1,03
0,55
0,16
0,62
0,15
0,73
0,00
0,12
0,15
0,05
0,31
1,44
0,59
0,00
0,26
1,00
0,76
0,82
0,09
0,56
0,12

(9)
1,93
2,92
1,46
3,36
0,58
5,15
2,55
3,39
1,18
1,22
1,81
2,12
2,18
1,40
1,07
2,32
0,46
1,87
4,64
1,37
1,18
1,03
1,44
3,57
0,90
1,21
1,51
2,12
4,14
3,76
3,66
1,00
0,98

Indonesia

3,65

3,39

24,25

36,90

27,34

1,90

0,51

2,06

Sumber: Susenas 2011, BPS

130

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 34. Tingkat Kunjungan Berobat Jalan Anak Menurut Provinsi Tipe Daerah dan Kategori Fasilitas
Kesehatan, 2011
Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

Tenaga
Kesehatan

Bukan
Tenaga
Kesehatan

Tenaga
Kesehatan

Bukan
Tenaga
Kesehatan

Tenaga
Kesehatan

Bukan
Tenaga
Kesehatan

(2)

(3)

(5)

(6)

(8)

(9)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

93,95
96,18
95,48
98,09
97,36
95,08
96,01
92,67
97,76
96,94
97,14
96,02
94,86
97,53
97,77
96,64
96,02
88,48
99,33
96,97
98,85
96,72
97,92
98,39
96,33
95,36
98,42
95,00
96,23
96,14
97,02
99,29
99,37

6,05
3,82
4,52
1,91
2,64
4,92
3,99
7,33
2,24
3,06
2,86
3,98
5,14
2,47
2,23
3,36
3,98
11,52
0,67
3,03
1,15
3,28
2,08
1,61
3,67
4,64
1,58
5,00
3,77
3,86
2,98
0,71
0,63

96,96
91,09
91,67
93,52
98,93
92,00
91,87
94,03
94,51
95,85
95,80
95,62
95,90
95,14
94,20
94,65
91,27
94,51
94,70
97,45
97,18
98,68
90,58
92,70
95,68
95,88
93,41
89,43
93,34
95,62
97,48
98,49

3,04
8,91
8,33
6,48
1,07
8,00
8,13
5,97
5,49
4,15
4,20
4,38
4,10
4,86
5,80
5,35
8,73
5,49
5,30
2,55
2,82
1,32
9,42
7,30
4,32
4,12
6,59
10,57
6,66
4,38
2,52
1,51

96,20
93,80
93,09
95,58
97,79
92,96
93,54
93,28
95,54
96,12
97,14
95,94
95,08
96,63
96,83
95,23
95,38
90,00
95,29
95,45
97,95
96,97
98,19
93,41
93,99
95,58
96,94
93,79
91,35
94,51
96,05
97,94
98,78

3,80
6,20
6,91
4,42
2,21
7,04
6,46
6,72
4,46
3,88
2,86
4,06
4,92
3,37
3,17
4,77
4,62
10,00
4,71
4,55
2,05
3,03
1,81
6,59
6,01
4,42
3,06
6,21
8,65
5,49
3,95
2,06
1,22

Indonesia

96,37

3,63

94,72

5,28

95,54

4,46

Provinsi

(1)

Sumber: Susenas 2011, BPS

131

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 35. Anak Berumur 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal dan Non
Formal, 2011
Perkotaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
10,86
11,15
11,92
13,90
12,69
8,88
11,08
9,81
10,56
18,37
13,17
12,26
10,46
12,45
12,54
10,96
11,02
13,28
10,69
11,23
11,85
11,65
11,88
7,59
11,98
11,41
9,08
11,69
12,16
9,12
10,91
13,02
12,63

(3)
86,50
83,69
83,11
81,00
82,65
86,14
86,06
84,15
81,61
77,92
80,23
79,88
83,01
85,24
82,62
82,24
85,45
81,65
85,63
82,80
81,70
81,16
84,02
86,93
82,87
81,65
85,18
82,00
81,50
87,47
83,74
81,87
83,63

(4)
2,64
5,16
4,97
5,10
4,66
4,98
2,87
6,04
7,83
3,71
6,60
7,86
6,53
2,31
4,84
6,80
3,53
5,07
3,69
5,97
6,44
7,19
4,09
5,48
5,15
6,94
5,74
6,31
6,35
3,41
5,35
5,10
3,74

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

11,78

82,12

6,10

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

132

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 36. Anak Berumur 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal dan Non
Formal, 2011
Perdesaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
10,98
12,13
14,61
13,42
12,19
11,57
11,78
11,24
12,08
13,13
13,38
10,56
9,79
12,32
11,33
13,22
11,57
15,13
14,49
11,88
12,75
13,10
9,05
13,82
11,13
11,41
11,94
14,24
10,67
12,20
16,82
40,55

(3)
84,22
81,62
78,93
79,08
79,29
78,29
81,00
79,27
77,04
82,98
75,30
80,16
86,48
78,94
78,47
81,42
81,83
77,79
75,25
79,23
77,29
82,14
83,21
77,70
79,67
81,14
78,13
75,77
84,78
82,53
77,30
54,07

(4)
4,80
6,24
6,47
7,50
8,51
10,14
7,22
9,50
10,87
3,88
-11,32
9,28
3,72
8,74
10,20
5,37
6,60
7,08
10,26
8,88
9,96
4,76
7,73
8,48
9,20
7,46
9,93
9,99
4,55
5,27
5,88
5,38

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

12,88

78,56

8,55

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

133

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 37.

Anak Berumur 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal dan
Non Formal, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
10,95
11,66
13,59
13,61
12,34
10,62
11,56
10,87
11,34
17,40
13,17
12,65
10,51
11,52
12,42
11,08
11,92
12,28
14,30
13,52
11,87
12,29
12,36
8,40
13,39
11,23
10,78
11,85
13,77
10,11
11,86
15,72
33,78

(3)
84,84
82,62
80,51
79,82
80,32
81,08
82,54
80,50
79,27
78,86
80,23
78,29
81,47
85,67
80,67
80,97
83,80
81,75
79,26
77,49
80,04
78,93
83,29
84,87
78,90
80,38
82,22
79,44
77,06
85,76
82,84
78,63
61,24

(4)
4,21
5,72
5,90
6,57
7,34
8,31
5,89
8,62
9,39
3,74
6,60
9,06
8,02
2,80
6,90
7,95
4,28
5,96
6,44
8,99
8,09
8,79
4,35
6,73
7,71
8,39
6,99
8,71
9,17
4,14
5,29
5,65
4,98

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

12,35

80,29

7,36

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

134

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 38.

Anak Berumur 7-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal dan
Non Formal, 2011
Perkotaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
0,21
0,60
0,63
0,62
0,43
0,68
0,23
0,26
0,49
0,72
0,81
0,68
0,44
0,34
0,76
0,50
0,46
1,06
0,63
1,12
0,84
0,59
0,35
0,91
0,48
0,97
0,55
0,96
1,11
0,46
0,72
0,90
2,08

(3)
96,67
93,30
93,59
93,21
93,95
93,46
96,43
92,67
90,14
94,57
91,37
90,07
91,94
96,89
93,58
91,48
95,42
93,04
94,89
91,88
91,53
90,98
94,74
92,63
93,30
90,80
92,63
91,45
91,32
95,43
92,82
92,95
93,51

(4)
3,12
6,10
5,78
6,18
5,62
5,86
3,34
7,07
9,37
4,70
7,82
9,25
7,62
2,76
5,66
8,02
4,12
5,89
4,47
7,00
7,63
8,43
4,91
6,46
6,22
8,22
6,82
7,59
7,57
4,12
6,46
6,15
4,41

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

0,65

92,16

7,18

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

135

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 39.

Anak Berumur 7-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal
dan Non Formal, 2011
Perdesaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
0,43
1,10
0,85
1,24
0,69
0,84
0,97
0,86
1,54
1,61
1,25
0,62
0,38
0,89
1,17
1,52
1,15
2,91
2,44
0,73
1,30
1,43
0,73
2,13
1,44
0,91
1,21
2,07
1,40
2,11
4,28
31,03

(3)
93,90
91,50
91,45
89,78
89,25
87,16
90,48
88,06
85,62
93,76
85,44
88,54
95,35
88,91
86,99
92,11
91,15
88,55
85,38
88,81
86,95
92,90
90,21
87,68
87,76
90,17
87,07
85,97
93,19
91,52
88,58
62,49

(4)
5,67
7,40
7,70
8,99
10,06
12,00
8,55
11,08
12,84
4,63
13,30
10,84
4,26
10,21
11,85
6,37
7,70
8,54
12,18
10,46
11,75
5,68
9,06
10,19
10,81
8,92
11,72
11,96
5,41
6,38
7,14
6,49

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

1,80

88,11

10,08

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

136

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 40. Anak Berumur 7-17 Tahun Menurut Provinsi dan Partisipasi Sekolah Formal dan
Non Formal, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Tdk/Blm
Sekolah

Masih
Sekolah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
0,37
0,86
0,76
1,00
0,61
0,78
0,74
0,71
1,03
0,90
0,81
0,88
0,54
0,36
0,83
0,73
0,89
1,11
2,48
2,04
0,76
1,00
0,77
0,81
1,75
1,27
0,82
1,12
1,85
1,06
1,75
3,29
23,96

(3)
94,66
92,37
92,27
91,09
90,66
89,41
92,31
89,22
87,82
94,41
91,37
88,46
90,10
96,34
91,11
89,95
94,08
91,93
89,74
87,33
89,70
88,66
94,02
91,28
88,98
88,84
90,83
88,53
87,18
94,00
91,86
89,86
70,06

(4)
4,97
6,77
6,96
7,91
8,73
9,81
6,95
10,07
11,16
4,69
7,82
10,66
9,37
3,30
8,06
9,33
5,03
6,95
7,78
10,63
9,54
10,34
5,21
7,91
9,28
9,89
8,35
10,35
10,97
4,95
6,40
6,85
5,98

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Indonesia

1,25

90,07

8,68

100,00

Provinsi

Sumber: Susenas 2011, BPS

137

Tdk Sekolah
Lagi

Jumlah

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 41. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
99,04
98,65
98,80
98,29
98,80
98,54
99,18
99,09
97,70
98,91
98,34
98,17
98,59
99,68
97,91
98,59
99,33
97,50
98,24
98,43
97,22
99,03
98,93
98,31
99,38
97,65
96,67
97,57
96,23
99,20
99,00
97,40
96,83

(3)
97,13
88,25
87,98
89,37
90,84
90,68
97,19
86,21
84,28
94,55
92,11
87,64
90,15
98,92
94,14
91,03
94,42
91,83
93,32
88,80
86,42
81,95
93,87
86,77
88,99
84,18
88,60
83,41
83,41
92,99
90,57
92,25
94,80

(4))
89,28
79,21
78,99
74,50
76,10
79,98
81,01
79,75
65,62
66,16
75,14
65,18
71,64
87,64
81,66
75,48
85,51
79,01
82,98
72,18
71,42
74,93
80,16
67,39
80,33
69,21
77,07
70,44
73,57
84,33
71,98
80,05
78,55

(5)
99,36
98,82
98,34
98,91
98,70
98,75
100,00
98,77
96,92
98,11
97,83
98,52
99,07
99,19
98,76
99,04
99,50
98,57
98,30
98,48
99,38
97,58
99,55
97,89
98,30
98,28
98,61
97,79
98,11
98,35
98,10
97,73
95,59

(6)
96,28
92,16
94,89
93,56
98,16
93,68
94,26
92,99
92,52
98,22
91,91
89,62
92,19
97,98
92,68
90,84
95,07
91,82
97,63
91,46
91,63
88,67
94,46
92,88
93,88
90,65
90,77
94,45
92,96
95,63
91,21
91,53
94,25

(7)
88,56
82,55
83,36
80,56
81,37
80,65
92,64
77,87
71,19
83,09
65,86
65,25
70,94
88,09
75,50
66,15
79,48
78,15
84,15
72,09
77,15
74,34
78,49
84,88
73,11
74,94
82,38
79,84
81,26
85,02
83,31
78,69
86,75

(8)
99,19
98,73
98,59
98,59
98,75
98,64
99,58
98,94
97,34
98,51
98,09
98,34
98,82
99,46
98,31
98,80
99,41
98,03
98,27
98,45
98,27
98,34
99,24
98,12
98,88
97,94
97,65
97,67
97,16
98,75
98,60
97,56
96,23

(9)
96,71
90,06
91,34
91,57
94,30
92,14
95,81
89,29
88,25
96,29
92,01
88,60
91,11
98,44
93,43
90,94
94,71
91,82
95,55
90,08
89,17
85,13
94,17
89,80
91,55
87,41
89,70
89,28
87,65
94,32
90,89
91,90
94,53

(10)
88,96
80,93
80,97
77,54
78,43
80,29
86,80
78,74
68,01
73,52
70,15
65,21
71,31
87,88
78,59
70,78
82,37
78,59
83,61
72,13
73,94
74,61
79,31
76,66
77,13
72,08
79,64
74,32
77,04
84,70
76,98
79,44
82,00

Indonesia

98,35

90,14

74,06

98,64

91,97

72,98

98,49

91,03

73,53

Sumber: Susenas 2011, BPS

138

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 42. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
98,76
98,08
96,99
96,85
97,72
97,07
97,33
97,73
96,19
96,42
.
97,12
98,01
99,34
97,87
96,70
97,52
97,45
95,20
94,64
98,25
97,11
97,71
98,01
95,20
95,88
96,56
94,35
94,41
97,31
96,48
92,20
66,89

(3)
91,85
86,38
84,14
85,12
83,21
77,21
85,89
81,79
74,98
94,98
.
79,89
84,39
96,84
86,96
81,00
88,29
91,94
82,62
78,91
84,74
81,08
89,31
82,68
78,49
77,61
85,19
75,95
79,82
90,44
87,44
87,22
64,23

(4))
76,66
69,77
65,07
64,63
58,71
55,17
65,31
55,81
44,13
71,96
.
50,04
55,14
81,41
60,78
50,05
77,88
70,60
59,75
48,72
53,28
55,86
71,95
61,35
60,98
58,99
67,68
54,08
58,82
73,31
68,89
68,84
44,61

(5)
99,18
97,87
98,69
97,53
98,64
98,00
98,13
97,37
97,27
94,20
.
96,79
98,95
99,62
98,59
97,73
96,57
97,72
95,80
95,96
97,76
97,11
97,96
97,53
96,78
97,69
97,97
98,70
95,26
98,52
96,56
94,32
65,69

(6)
94,45
90,22
94,27
86,13
88,54
86,30
91,90
87,80
84,28
98,46
.
80,73
88,14
95,74
87,20
87,14
89,16
90,67
84,91
83,37
82,97
81,39
92,46
90,00
85,48
87,05
86,42
84,46
78,36
90,35
92,07
86,87
62,99

(7)
79,47
77,27
80,75
70,61
66,01
60,82
67,55
68,42
60,06
94,17
.
44,10
57,66
81,35
55,45
53,80
72,71
61,55
64,40
52,63
60,59
55,76
79,97
76,20
59,69
64,68
67,36
71,61
64,48
77,46
79,26
69,63
39,92

(8)
98,97
97,98
97,80
97,19
98,16
97,52
97,72
97,56
96,72
95,18
.
96,97
98,45
99,48
98,22
97,18
97,08
97,58
95,48
95,27
98,02
97,11
97,84
97,78
95,93
96,74
97,26
96,48
94,82
97,88
96,52
93,21
66,34

(9)
93,09
88,20
88,58
85,62
85,71
81,56
88,72
84,64
79,28
97,04
.
80,31
86,17
96,31
87,08
83,83
88,71
91,30
83,72
81,01
83,94
81,23
90,63
86,16
81,96
82,26
85,82
80,02
79,14
90,40
89,55
87,05
63,68

(10)
78,03
73,44
72,35
67,68
62,08
57,81
66,38
61,20
51,79
81,43
.
47,29
56,30
81,38
58,34
51,72
75,69
66,15
62,05
50,67
56,56
55,81
75,42
67,74
60,37
61,70
67,53
62,89
61,74
75,31
73,62
69,23
42,60

Indonesia

96,47

83,27

59,16

97,07

86,46

61,42

96,76

84,79

60,21

Sumber: Susenas 2011, BPS

139

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 43. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

7-12

13-15

16-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
98,84
98,35
97,69
97,40
98,05
97,57
97,89
98,07
96,94
98,45
98,34
97,78
98,27
99,57
97,89
97,93
98,56
97,47
95,70
95,72
97,94
97,90
98,44
98,14
96,13
96,51
96,59
95,47
94,80
97,92
97,14
93,59
73,75

(3)
93,24
87,30
85,53
86,71
85,30
81,94
89,24
82,97
79,31
94,61
92,11
84,97
86,99
98,06
90,25
87,30
92,01
91,89
84,46
81,76
85,23
81,46
91,91
84,47
80,78
79,86
86,13
78,14
80,67
91,38
88,17
88,80
71,25

(4))
80,55
74,44
70,94
68,70
64,77
65,18
70,37
61,23
55,81
67,28
75,14
60,47
63,16
85,40
70,73
67,69
82,51
74,35
65,47
56,35
60,41
64,25
76,93
63,77
66,61
62,91
70,51
60,73
62,83
77,48
69,87
72,94
54,17

(5)
99,23
98,31
98,56
98,04
98,66
98,26
98,71
97,71
97,11
97,25
97,83
97,92
99,00
99,34
98,67
98,58
98,32
98,06
96,25
96,71
98,28
97,31
98,92
97,69
97,11
97,89
98,14
98,42
95,89
98,46
96,93
95,25
72,93

(6)
94,95
91,15
94,53
89,14
91,20
88,95
92,60
89,11
88,28
98,27
91,91
86,42
89,95
97,13
89,81
89,54
92,46
91,17
87,36
85,78
86,10
84,45
93,76
91,32
87,46
88,30
87,60
87,85
81,60
92,44
91,83
88,37
71,35

(7)
81,96
80,02
81,82
74,63
71,06
68,75
76,09
71,37
65,52
85,17
65,86
58,92
64,21
86,05
65,79
62,97
77,42
68,80
69,92
59,62
66,97
64,53
78,97
80,53
63,26
68,85
71,89
74,27
68,23
80,70
80,50
72,61
52,81

(8)
99,03
98,33
98,10
97,71
98,34
97,91
98,29
97,90
97,02
97,84
98,09
97,85
98,62
99,46
98,26
98,23
98,45
97,76
95,96
96,19
98,10
97,62
98,68
97,93
96,58
97,16
97,36
96,87
95,33
98,18
97,04
94,38
73,36

(9)
94,07
89,10
89,64
87,94
88,07
85,32
90,82
85,85
83,54
96,42
92,01
85,69
88,39
97,59
90,04
88,36
92,22
91,52
85,88
83,67
85,64
82,89
92,78
87,79
84,14
84,04
86,88
82,95
81,10
91,89
89,89
88,59
71,29

(10)
81,22
77,25
75,94
71,71
67,63
66,84
73,14
65,86
60,21
75,02
70,15
59,74
63,65
85,73
68,37
65,40
80,03
71,64
67,72
58,02
63,33
64,39
77,91
71,74
65,05
65,80
71,18
67,09
65,53
79,10
74,67
72,79
53,59

Indonesia

97,36

86,54

66,77

97,81

89,12

67,60

97,58

87,78

67,17

Sumber: Susenas 2011, BPS

140

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 44. Angka Partisipasi Murni (APM) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
91,44
90,03
94,11
89,74
91,40
89,35
93,76
93,14
91,07
92,31
91,95
92,66
91,57
93,27
92,03
92,74
92,49
92,81
90,84
92,04
90,21
91,58
91,92
84,83
89,82
89,42
87,65
85,91
86,10
86,77
87,29
90,38
87,22

(3)
75,65
66,16
67,36
62,86
64,02
67,52
69,50
66,09
55,23
77,44
71,57
72,10
67,69
68,49
77,36
73,98
64,94
78,34
68,39
67,57
64,08
65,92
75,29
57,49
62,33
67,00
60,87
69,35
58,63
56,57
64,06
68,41
67,36

(4))
70,43
59,65
60,97
57,68
59,83
58,72
54,39
56,89
47,01
51,66
52,18
48,59
53,46
60,44
61,80
54,64
64,94
61,04
61,22
52,06
57,01
47,89
57,02
47,28
59,90
53,45
60,67
46,62
59,74
55,60
55,87
61,90
60,51

(5)
91,00
90,33
90,14
91,02
89,04
84,07
91,96
89,76
89,10
91,72
87,57
90,82
89,56
89,92
91,65
90,97
89,78
93,77
89,10
89,58
90,28
92,43
92,00
83,57
86,69
91,05
88,81
91,42
91,11
83,36
83,60
86,68
87,51

(6)
76,04
67,65
75,51
71,40
76,33
65,63
64,21
70,36
66,69
72,67
65,94
70,17
71,49
70,75
74,29
72,42
73,17
78,52
66,42
68,45
71,33
75,05
72,40
60,50
61,39
66,16
59,52
55,66
66,24
67,58
71,35
65,37
71,30

(7)
62,47
62,68
61,96
59,64
59,41
58,89
66,14
59,01
50,18
55,16
46,70
46,30
53,21
59,87
55,55
46,57
61,90
62,27
64,88
51,12
58,72
52,57
58,39
58,55
53,79
53,46
59,96
53,11
55,90
59,77
59,49
64,51
60,68

(8)
91,23
90,17
92,32
90,36
90,29
86,77
92,87
91,56
90,16
92,01
89,79
91,76
90,62
91,74
91,85
91,91
91,20
93,29
89,97
90,84
90,25
91,99
91,96
84,24
88,38
90,17
88,23
88,38
88,57
84,99
85,64
88,61
87,36

(9)
75,84
66,85
71,33
67,34
69,83
66,60
67,00
68,02
60,76
75,17
68,85
71,16
69,48
69,66
75,87
73,23
68,53
78,43
67,37
67,99
67,91
70,24
73,84
58,98
61,84
66,58
60,18
62,07
62,01
62,11
67,77
66,92
69,31

(10)
66,61
61,20
61,45
58,67
59,64
58,80
59,93
58,00
48,35
53,26
49,27
47,51
53,34
60,13
58,62
50,51
63,37
61,63
63,23
51,56
57,81
50,25
57,69
53,20
56,97
53,46
60,31
49,45
57,93
57,68
57,58
63,08
60,58

Indonesia

91,70

70,59

54,94

90,19

70,59

53,14

90,97

70,59

54,05

Sumber: Susenas 2011, BPS

141

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 45. Angka Partisipasi Murni (APM) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
93,41
93,09
94,34
91,47
93,79
92,11
93,13
92,72
91,94
94,82
.
93,71
90,52
88,95
92,32
92,65
90,31
92,14
92,65
92,21
93,29
93,42
92,57
87,94
90,24
89,56
89,67
88,87
89,93
89,29
91,76
87,73
65,62

(3)
71,47
67,91
61,34
60,70
61,97
60,54
67,06
62,71
56,32
56,30
.
64,79
67,99
66,79
66,52
66,31
67,62
75,38
48,99
53,27
66,16
62,25
67,02
61,59
60,07
60,07
66,96
56,28
58,58
66,58
65,92
54,72
38,78

(4))
58,22
51,09
39,93
45,19
41,11
34,13
43,33
35,37
28,92
56,56
.
33,06
41,27
60,67
41,05
31,09
61,29
48,27
31,19
26,36
33,78
37,94
46,66
41,41
43,37
44,85
47,93
33,87
42,27
46,49
45,85
42,28
21,33

(5)
92,69
92,14
93,98
93,48
93,65
90,57
92,24
90,05
92,10
89,80
.
92,53
89,07
96,17
91,45
92,72
87,99
92,44
92,51
93,32
92,97
90,44
92,67
86,47
90,70
88,61
88,32
92,93
89,18
89,90
91,01
88,63
63,92

(6)
77,49
70,25
68,50
69,68
69,08
65,18
71,62
69,75
63,57
70,78
.
68,50
72,21
70,10
70,10
68,73
72,65
75,46
60,15
56,79
64,91
62,77
74,53
64,63
63,39
69,27
64,83
59,51
61,28
64,71
64,56
51,82
37,94

(7)
60,44
57,80
59,12
53,24
45,03
41,05
46,44
46,68
37,16
60,82
.
29,54
42,02
56,35
38,41
40,89
48,27
47,59
34,50
30,26
37,88
36,70
52,37
57,46
42,24
43,39
49,15
48,78
44,06
52,10
53,60
39,07
21,07

(8)
93,06
92,63
94,17
92,46
93,72
91,36
92,69
91,43
92,02
92,01
.
93,16
89,84
92,43
91,91
92,68
89,25
92,29
92,58
92,73
93,14
92,02
92,62
87,22
90,45
89,11
89,01
90,86
89,57
89,58
91,40
88,16
64,84

(9)
74,36
69,01
64,48
65,12
65,30
62,76
69,20
66,04
59,67
64,88
.
66,65
70,00
68,38
68,19
67,43
70,06
75,42
54,37
54,93
65,60
62,50
70,18
63,03
61,71
64,60
65,87
57,82
59,84
65,70
65,30
53,33
38,40

(10)
59,30
54,34
48,80
49,17
42,94
37,23
44,81
40,31
32,89
58,39
.
31,51
41,62
58,56
39,82
35,24
55,32
47,93
32,80
28,32
35,65
37,34
49,12
48,27
42,84
44,14
48,54
41,35
43,18
49,25
49,29
40,65
21,22

Indonesia

91,44

63,75

40,08

90,71

68,13

42,70

91,09

65,84

41,30

Sumber: Susenas 2011, BPS

142

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 46. Angka Partisipasi Murni (APM) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92,87
91,61
94,25
90,82
93,06
91,17
93,32
92,83
91,51
92,77
91,95
93,04
91,00
91,80
92,18
92,71
91,57
92,41
92,35
92,16
92,38
92,67
92,18
86,54
90,14
89,51
89,16
87,84
89,12
88,48
90,59
88,44
70,56

(3)
72,58
67,05
63,52
61,51
62,53
62,99
67,78
63,61
55,81
74,40
71,57
69,58
67,85
67,79
71,48
71,13
65,99
76,62
52,33
57,40
65,55
63,83
71,74
59,80
60,56
62,44
65,27
60,11
58,60
62,91
65,49
59,03
45,34

(4))
61,82
55,34
48,44
50,27
47,55
42,97
47,08
40,45
38,77
52,65
52,18
43,53
47,15
60,51
51,11
47,12
63,56
53,95
38,37
34,77
42,34
42,22
52,98
43,85
48,18
48,20
51,83
38,94
46,83
50,12
48,86
49,09
32,54

(5)
92,24
91,30
92,58
92,57
92,28
88,33
92,15
89,98
90,70
91,30
87,57
91,41
89,30
92,19
91,55
91,59
89,06
92,97
91,89
92,21
92,11
91,27
92,27
85,21
89,82
89,45
88,45
92,46
89,61
87,50
89,23
88,10
69,63

(6)
77,09
68,99
71,36
70,38
71,08
65,34
69,41
69,90
65,08
72,27
65,94
69,57
71,89
70,50
72,09
71,12
72,94
76,78
61,36
60,26
67,24
67,92
73,15
62,74
62,91
68,19
63,39
58,20
62,38
65,85
66,41
56,19
46,85

(7)
61,02
60,35
60,33
55,89
49,73
48,10
53,07
50,46
43,50
56,20
46,70
41,30
47,54
58,90
47,43
45,16
57,47
53,91
43,28
37,71
45,80
43,82
56,38
58,02
45,66
47,59
52,48
50,24
46,83
55,21
55,51
46,62
32,34

(8)
92,57
91,46
93,47
91,67
92,69
89,79
92,75
91,47
91,12
92,01
89,79
92,26
90,19
91,98
91,88
92,18
90,39
92,69
92,13
92,18
92,25
92,01
92,23
85,91
89,99
89,48
88,80
90,04
89,35
88,00
89,95
88,28
70,13

(9)
74,76
67,96
67,10
65,98
66,54
64,12
68,55
66,56
60,19
73,34
68,85
69,57
69,77
69,15
71,77
71,12
69,16
76,70
56,74
58,75
66,35
65,79
72,40
61,22
61,74
65,29
64,31
59,17
60,34
64,33
65,92
57,66
46,03

(10)
61,43
57,83
54,05
53,07
48,55
45,34
49,91
45,06
40,91
54,25
49,27
42,50
47,34
59,68
49,32
46,17
60,54
53,93
40,84
36,28
43,93
43,01
54,58
50,55
46,99
47,89
52,16
44,33
46,83
52,64
51,88
47,88
32,45

Indonesia

91,56

67,01

47,64

90,46

69,32

48,31

91,03

68,12

47,97

Sumber: Susenas 2011, BPS

143

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 47. Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

SD

SMP

SM

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
102,88
104,10
102,74
101,31
104,14
106,82
104,15
107,39
109,36
100,68
102,03
101,26
104,06
105,50
99,76
104,92
102,08
100,39
111,68
108,20
102,26
99,43
105,83
103,06
104,08
101,23
104,81
98,37
98,83
105,00
102,81
105,70
101,47

(3)
100,93
89,06
86,32
92,61
86,14
93,80
91,92
82,81
81,09
102,13
88,83
90,58
90,72
91,37
96,86
96,41
83,05
93,83
95,71
91,69
89,15
93,74
101,10
93,76
92,27
90,56
88,64
111,89
83,60
87,24
98,69
98,36
99,59

Indonesia

102,60

91,97

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(4))
89,08
86,62
75,40
80,63
83,06
82,35
73,08
77,44
69,18
71,29
73,28
61,87
73,27
86,37
76,46
68,93
96,75
76,45
87,38
70,95
72,60
61,84
74,39
76,46
80,60
70,49
86,80
55,40
82,73
107,02
92,37
87,06
85,13

(5)
102,59
102,08
99,09
100,71
99,67
98,00
102,61
101,89
104,19
102,21
93,92
100,47
101,92
102,62
99,58
101,60
99,30
103,24
105,53
99,20
103,26
104,12
103,19
102,09
99,63
103,70
104,76
110,33
104,95
100,91
100,80
98,74
103,68

(6)
97,05
90,20
99,67
93,33
103,63
101,00
90,31
92,88
89,37
95,84
92,87
91,54
94,67
90,73
94,63
97,08
100,60
91,03
95,91
98,53
96,28
93,41
95,23
93,66
88,81
83,95
86,00
74,74
87,98
108,23
104,76
94,67
97,60

(7)
82,67
87,68
79,97
81,66
84,02
83,61
90,96
78,60
74,80
81,57
70,42
64,41
72,83
84,18
69,87
61,08
81,66
77,30
95,49
73,21
77,20
62,92
79,51
90,54
85,99
76,71
88,20
86,89
78,39
94,56
92,67
86,78
87,51

(8)
102,74
103,16
101,10
101,02
102,04
102,51
103,39
104,82
106,96
101,45
98,03
100,88
103,05
104,18
99,67
103,38
100,75
101,80
108,59
103,82
102,75
101,66
104,50
102,61
102,03
102,37
104,79
103,72
101,85
102,86
101,91
102,37
102,53

(9)
99,02
89,59
92,81
92,99
94,39
97,31
91,16
87,38
85,08
99,14
90,78
91,04
92,58
91,04
95,78
96,73
90,70
92,40
95,81
94,98
92,91
93,58
98,16
93,71
90,46
87,26
87,30
92,14
85,54
97,80
101,7
96,56
98,60

(10)
86,01
87,16
77,62
81,15
83,49
82,96
81,51
78,05
71,57
75,99
71,76
63,07
73,06
85,21
73,11
64,91
88,97
76,86
91,84
72,16
74,75
62,38
76,91
83,86
83,18
73,68
87,50
69,13
80,69
100,80
92,51
86,94
86,14

73,01

100,67

93,56

72,85

101,68

92,74

72,93

Sumber: Susenas 2011, BPS

144

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 48.

Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-laki

Provinsi

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
108,73
106,92
106,73
105,68
106,89
103,85
107,93
104,29
104,59
115,22
.
102,35
103,03
101,21
102,64
103,15
100,18
103,33
111,31
108,85
106,47
105,70
106,24
104,17
101,50
102,16
103,18
102,15
103,42
105,84
111,08
104,51
80,47

(3)
92,37
86,55
78,82
83,97
78,99
82,13
87,09
84,60
72,09
87,19
.
80,13
89,11
90,73
88,44
83,27
90,52
94,91
71,08
70,05
88,23
80,52
93,61
92,93
81,92
79,68
94,18
78,42
75,21
98,95
86,98
84,06
59,77

(4))
75,70
67,48
52,36
60,83
57,80
46,76
58,49
49,76
44,46
83,30
.
41,86
53,63
90,04
56,50
39,73
80,57
65,80
46,96
40,64
44,35
49,74
66,77
57,73
56,26
60,57
63,06
46,42
54,31
72,37
70,65
57,47
34,48

(5)
104,43
104,66
104,95
105,66
107,24
105,27
106,46
102,54
107,36
98,41
.
101,51
101,71
109,37
101,15
105,21
97,18
102,86
111,94
108,29
105,69
100,95
104,41
100,46
105,71
101,70
103,26
107,93
101,35
105,01
109,61
106,34
77,44

(6)
98,91
90,61
91,04
90,65
87,10
88,96
93,90
93,98
82,61
104,68
.
82,12
96,66
82,76
92,58
84,99
95,91
90,21
83,48
73,80
87,71
88,08
101,14
94,05
84,74
94,71
94,42
83,95
85,58
96,53
85,05
82,80
57,77

(7)
76,34
76,70
75,77
69,31
57,15
56,59
59,26
60,24
53,16
96,30
.
38,21
57,57
89,24
50,94
55,13
70,14
60,75
46,71
42,35
48,59
52,49
65,33
84,44
61,65
61,66
68,14
64,79
57,22
78,80
80,93
56,77
29,43

(8)
106,65
105,83
105,88
105,67
107,06
104,54
107,22
103,45
105,95
105,83
.
101,95
102,41
105,15
101,93
104,11
98,81
103,10
111,61
108,58
106,11
103,47
105,32
102,37
103,45
101,94
103,22
104,99
102,43
105,45
110,38
105,38
79,07

(9)
95,51
88,47
84,17
87,26
82,79
85,39
90,29
89,04
76,96
97,55
.
81,13
92,71
86,91
90,37
84,06
93,13
92,56
77,05
71,82
88,00
84,19
96,78
93,46
83,32
87,09
94,30
81,06
80,04
97,80
86,11
83,46
58,88

(10)
76,01
71,94
63,18
65,02
57,49
51,16
58,85
54,34
48,65
88,88
.
40,25
55,46
89,65
53,90
46,25
75,79
63,31
46,84
41,50
46,28
51,08
66,15
69,15
58,80
61,10
65,60
55,64
55,78
75,53
75,22
57,12
32,33

Indonesia

103,81

84,09

54,08

102,96

89,47

57,36

103,40

86,66

55,60

Sumber: Susenas 2011, BPS

145

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 49.

Angka Partisipasi Kasar (APK) Anak Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Perempuan

Laki-laki+Perempuan

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

SD

SMP

SM

(2)
107,12
105,56
105,18
104,02
106,06
104,86
106,79
105,06
106,94
103,35
102,03
101,66
103,50
104,04
101,30
104,30
101,28
102,14
111,37
108,66
105,22
103,12
105,99
103,67
102,07
101,82
103,60
100,83
102,44
105,57
108,91
104,83

(3)
94,63
87,79
81,54
87,21
80,95
86,23
88,52
84,12
76,28
99,98
88,83
86,98
89,84
91,10
92,29
91,53
85,99
94,46
75,32
76,30
88,50
86,21
97,88
93,29
84,17
83,40
92,64
88,23
77,20
94,65
89,70
88,56

(4))
79,64
76,98
61,69
68,88
66,49
59,56
63,43
56,30
57,93
73,71
73,28
55,35
63,11
87,50
66,19
59,60
90,64
70,54
56,62
50,56
54,76
54,95
71,42
65,53
63,34
64,43
70,33
49,99
61,73
86,17
77,18
67,74

(5)
103,94
103,46
102,82
103,83
104,99
102,77
105,26
102,38
105,88
101,37
93,92
100,83
101,81
105,07
100,42
102,87
98,45
103,01
110,78
105,59
104,91
102,27
103,67
101,16
104,37
102,39
103,66
108,67
102,15
103,50
107,50
104,28

(6)
98,40
90,42
94,57
91,74
91,67
93,28
92,83
93,70
85,89
97,72
92,87
88,15
95,77
87,71
93,55
92,82
98,53
90,56
85,88
81,16
90,81
90,32
97,32
93,87
85,70
90,97
92,12
80,82
86,11
101,15
90,42
86,63

(7)
78,16
82,44
77,56
74,42
65,92
67,27
69,92
65,86
63,70
84,28
70,42
56,59
65,09
85,57
60,91
59,61
77,91
67,87
60,80
53,37
59,46
57,16
74,79
87,58
68,86
67,93
74,32
72,21
62,18
85,20
84,74
65,68

(8)
105,59
104,56
104,08
103,93
105,55
103,84
106,04
103,78
106,43
102,33
98,03
101,26
102,70
104,52
100,88
103,63
99,95
102,57
111,09
107,20
105,08
102,72
104,83
102,47
103,13
102,09
103,63
104,57
102,30
104,56
108,25
104,57

(9)
96,46
89,02
87,49
89,49
85,98
89,62
90,55
88,61
80,82
98,86
90,78
87,56
92,65
89,40
92,89
92,14
91,71
92,49
80,47
78,60
89,59
88,18
97,62
93,57
84,94
87,15
92,38
84,56
81,30
97,80
90,04
87,63

(10)
78,92
79,69
69,18
71,64
66,23
63,12
66,51
60,71
60,53
78,48
71,76
55,92
64,04
86,50
63,61
59,61
84,34
69,24
58,72
52,00
56,92
56,04
73,00
75,95
65,96
66,17
72,33
60,60
61,95
85,69
80,61
66,74

85,28

68,91

48,98

83,79

68,42

45,95

84,59

68,69

47,69

103,24

87,85

63,72

101,87

91,44

65,69

102,58

89,57

64,66

Sumber: Susenas 2011, BPS

146

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 50.

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah Menurut


Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan
1*)

2*)

3*)

(4)
1,8
3,7
2,5
3,3
4,2
3,0
2,2
4,1
4,7
5,2
4,1
6,3
5,8
1,9
3,3
4,3
2,8
3,3
2,6
3,0
5,1
4,6
2,1
3,1
2,7
4,5
3,2
3,8
3,5
2,4
4,4
1,8
3,1

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(6)
96,8
94,6
95,5
94,8
96,1
94,6
97,3
93,3
92,3
97,4
90,7
91,0
92,7
97,0
93,4
90,8
95,3
94,0
96,2
92,7
93,9
91,7
95,1
95,1
93,6
92,8
94,4
94,3
94,9
96,0
94,4
94,1
96,3

(7)
0,8
2,1
2,5
1,7
1,3
2,5
1,1
2,1
3,5
1,1
1,4
1,9
1,1
0,6
1,8
1,4
0,9
1,3
1,6
2,5
1,4
3,2
2,0
2,6
2,2
2,7
2,1
2,2
1,9
1,7
3,2
3,6
1,4

4,5

100

92,8

1,7

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
97,0
93,2
93,0
92,8
92,9
93,6
96,0
92,5
89,1
93,3
93,5
90,4
92,1
97,5
95,1
93,0
96,4
94,1
94,8
93,1
90,8
91,4
95,1
92,0
93,9
90,7
91,9
90,6
90,0
95,7
92,7
93,5
94,8

(3)
1,2
3,1
4,5
3,9
3,0
3,4
1,8
3,4
6,2
1,6
2,4
3,2
2,1
0,6
1,6
2,8
0,8
2,6
2,6
3,9
4,1
4,0
2,8
4,9
3,5
4,8
4,9
5,6
6,4
1,9
2,9
4,7
2,1

Indonesia

92,7

2,8

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

147

Laki-Laki + Perempuan
1*)

2*)

3*)

(8)
2,4
3,3
1,9
3,5
2,7
2,9
1,5
4,6
4,2
1,6
7,9
7,1
6,3
2,5
4,8
7,8
3,8
4,7
2,3
4,8
4,7
5,1
2,9
2,3
4,2
4,5
3,5
3,5
3,2
2,3
2,4
2,2
2,3

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
96,9
93,9
94,2
93,8
94,4
94,1
96,7
92,9
90,6
95,3
92,1
90,7
92,3
97,2
94,3
91,9
95,9
94,0
95,5
92,9
92,3
91,5
95,1
93,5
93,7
91,7
93,1
92,3
92,3
95,9
93,5
93,8
95,5

(11)
1,1
2,6
3,6
2,8
2,2
3,0
1,5
2,8
4,9
1,3
1,9
2,6
1,6
0,6
1,7
2,1
0,9
2,0
2,1
3,2
2,8
3,6
2,4
3,8
2,9
3,8
3,5
4,0
4,3
1,8
3,0
4,2
1,8

(12)
2,1
3,5
2,2
3,4
3,5
2,9
1,9
4,3
4,5
3,4
6,0
6,7
6,0
2,2
4,0
5,9
3,3
4,0
2,4
3,9
4,9
4,9
2,5
2,8
3,4
4,5
3,3
3,6
3,4
2,4
3,5
2,0
2,7

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

5,4

100

92,8

2,3

5,0

100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 51.

Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah Menurut


Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan
1*)

2*)

3*)

(4)
4,1
4,0
3,9
5,5
6,1
7,8
4,2
8,9
7,2
1,1

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(6)
95,1
93,9
95,6
91,4
91,5
90,0
92,7
91,4
89,7
96,3

(7)
1,0
2,5
1,8
3,2
2,9
3,3
1,9
2,1
4,9
3,3

4,1
3,0
0,6
2,7
3,0
3,1
3,8
6,3
7,2
4,7
4,9
3,6
8,0
6,3
6,4
5,4
10,7
7,9
3,5
4,0
4,4
5,0

9,1
8,9
3,6
7,4
10,3
3,0
3,4
3,1
6,2
5,8
6,7
3,2
3,3
5,1
6,3
4,1
4,2
4,8
2,7
3,9
3,2
4,6

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

86,1
90,2
95,6
89,4
89,5
93,1
91,7
91,8
88,5
89,5
87,8
95,5
93,2
90,7
90,9
91,5
91,3
88,3
95,3
95,1
92,7
90,8

4,4

6,7

100

90,5

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
93,6
91,3
89,3
90,4
88,4
85,9
90,1
86,6
84,4
94,1

(3)
2,3
4,7
6,8
4,2
5,5
6,3
5,7
4,5
8,3
4,9

86,9
88,1
95,9
90,0
86,7
93,9
92,7
90,6
86,6
89,4
88,4
93,1
88,8
88,6
87,3
90,5
85,1
87,3
93,8
92,1
92,4
90,4

Indonesia

89,0

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

148

Laki-Laki + Perempuan

(8)
3,9
3,6
2,6
5,4
5,6
6,7
5,4
6,6
5,5
0,4

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
94,3
92,5
92,2
90,9
89,9
87,9
91,4
88,8
87,0
95,3

(11) (12)
1,7 4,0
3,7 3,8
4,5 3,3
3,7 5,4
4,3 5,9
4,8 7,3
3,9 4,7
3,4 7,8
6,7 6,4
4,0 0,7

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

2,9
1,2
0,2
2,1
1,7
2,0
3,8
3,6
4,4
3,5
3,1
2,0
4,3
3,5
3,0
4,3
5,7
5,1
1,9
2,9
4,0
4,1

10,9
8,6
4,3
8,5
8,8
4,9
4,6
4,5
7,1
7,0
9,1
2,5
2,5
5,8
6,1
4,2
3,0
6,6
2,8
2,0
3,3
5,1

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

86,5
89,1
95,7
89,7
88,0
93,5
92,2
91,2
87,5
89,5
88,1
94,2
90,9
89,6
89,0
91,0
88,1
87,8
94,5
93,5
92,5
90,6

3,5 10,0
2,2 8,7
0,4 3,9
2,4 7,9
2,4 9,6
2,6 3,9
3,8 4,0
5,0 3,8
5,9 6,6
4,2 6,4
4,0 7,9
2,8 2,9
6,2 2,9
5,0 5,5
4,7 6,2
4,8 4,2
8,3 3,6
6,5 5,7
2,8 2,7
3,5 3,0
4,2 3,3
4,6 4,8

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

2,6

6,9

100

89,7

3,5

100

1*)

2*)

3*)

6,8

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 52. Persentase Penduduk Berumur 7-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah
Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-Laki
Provinsi

Perempuan

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
94,5
92,2
90,8
91,3
89,8
88,7
91,9
88,1
86,8
93,4
93,5
89,2
89,9
96,9
92,4
90,8
95,4
93,3
91,4
88,5
89,8
89,6
94,3
90,2
89,8
88,5
90,9
87,0
87,9
94,5
92,2
92,7
91,7

(3)
2,0
4,0
5,9
4,0
4,7
5,3
4,5
4,2
7,3
2,1
2,4
3,5
2,6
0,6
2,2
2,8
1,8
3,3
5,6
6,2
4,6
4,6
3,1
6,6
5,6
5,8
5,3
9,0
7,5
3,0
3,7
4,5
4,1

(4)
3,5
3,8
3,4
4,6
5,5
6,1
3,6
7,7
6,0
4,5
4,1
7,3
7,5
2,5
5,5
6,4
2,9
3,4
3,0
5,2
5,6
5,8
2,6
3,2
4,6
5,7
3,9
4,1
4,5
2,6
4,1
2,8
4,1

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Indonesia

90,8

3,6

5,6

100

1*)

2*)

(6)
95,5
94,2
95,6
92,7
92,8
91,6
94,2
91,9
90,9
97,1
90,7
89,3
91,3
96,5
91,3
90,4
94,4
92,6
92,7
89,8
91,0
89,5
95,2
94,0
91,4
91,6
92,3
92,3
89,8
95,6
94,9
93,1
92,6

(7)
1,0
2,3
2,1
2,6
2,4
3,0
1,7
2,1
4,2
1,5
1,4
2,2
1,2
0,4
1,9
1,5
1,3
2,8
3,2
3,8
2,8
3,1
2,0
3,5
3,2
2,9
3,7
4,6
4,4
1,8
3,0
3,9
3,2

91,7

2,2

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

149

Laki-Laki + Perempuan

Jum
lah
(8)
(9)
3,5 100
3,4 100
2,3 100
4,7 100
4,7 100
5,4 100
4,2 100
6,0 100
4,9 100
1,3 100
7,9 100
8,4 100
7,5 100
3,1 100
6,8 100
8,1 100
4,2 100
4,6 100
4,1 100
6,4 100
6,2 100
7,4 100
2,8 100
2,4 100
5,4 100
5,5 100
4,0 100
3,1 100
5,8 100
2,6 100
2,1 100
3,0 100
4,2 100

3*)

6,2

100

1*)
(10)
95,0
93,2
93,0
92,0
91,2
90,1
93,0
89,9
88,7
95,3
92,1
89,2
90,6
96,7
91,9
90,6
94,9
93,0
92,0
89,1
90,4
89,6
94,8
92,0
90,6
90,0
91,6
89,5
88,8
95,0
93,5
92,9
92,1
91,2

2*)

3*)

(11) (12)
1,5 3,5
3,2 3,7
4,1 2,9
3,3 4,6
3,6 5,1
4,2 5,7
3,1 3,9
3,2 6,9
5,8 5,4
1,8 2,9
1,9 6,0
2,9 7,8
1,9 7,5
0,5 2,8
2,1 6,1
2,2 7,2
1,6 3,5
3,1 4,0
4,4 3,5
5,1 5,8
3,7 5,9
3,9 6,6
2,6 2,7
5,1 2,8
4,5 5,0
4,4 5,6
4,5 3,9
6,9 3,6
6,0 5,2
2,4 2,6
3,4 3,1
4,2 2,9
3,7 4,1
2,9

5,9

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 53. Persentase Penduduk Berumur 7-12 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah Menurut
Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-Laki
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Perempuan

(4)
0,2
0,3
0,1
0,2
0,2
0,2
0,1
0,0
0,0
0,8
0,1
0,1
0,3
0,0
0,2
0,3
0,1
0,2
0,4
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,3
0,0
0,9
0,0
0,0
0,0
0,0
0,2

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

0,2

100

1*)

2*)

3*)

(2)
99,5
99,2
99,2
99,1
99,3
99,5
99,9
99,6
98,2
99,1
99,3
99,3
99,3
100,0
99,5
99,3
99,9
98,8
98,8
99,7
99,0
99,5
99,4
99,2
99,5
98,8
97,6
98,9
98,2
99,5
100,0
98,2
99,7

(3)
0,4
0,5
0,7
0,7
0,5
0,3
0,0
0,4
1,8
0,1
0,6
0,6
0,4
0,0
0,3
0,4
0,0
0,9
0,9
0,3
1,0
0,5
0,6
0,8
0,5
0,9
2,4
0,2
1,8
0,5
0,0
1,8
0,1

99,3

0,5

1*)

Catatan :

1*)

2*)

3*)

(8)
0,5
0,0
0,1
0,2
0,0
0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,5
0,3
0,1
0,0
0,2
0,0
0,1
0,4
0,0
0,0
0,0
0,4
0,2
1,1
0,7
0,1
0,5
1,5
0,0
0,4
0,0
0,0
0,2

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
99,5
99,4
99,2
99,4
99,4
99,4
100,0
99,5
97,9
99,4
99,2
99,3
99,4
100,0
99,4
99,6
99,9
99,2
99,2
99,5
99,3
99,1
99,6
98,8
99,1
98,9
98,4
98,7
98,7
99,1
99,6
99,0
99,3

(11)
0,2
0,4
0,7
0,3
0,5
0,4
0,0
0,5
2,1
0,2
0,6
0,5
0,4
0,0
0,3
0,2
0,0
0,5
0,6
0,5
0,7
0,7
0,3
0,7
0,6
0,8
1,3
0,1
1,3
0,7
0,4
1,0
0,5

(12)
0,3
0,1
0,1
0,2
0,1
0,1
0,0
0,0
0,0
0,4
0,3
0,2
0,2
0,0
0,2
0,1
0,1
0,3
0,2
0,0
0,0
0,2
0,1
0,5
0,3
0,2
0,2
1,2
0,0
0,2
0,0
0,0
0,2

0,2

100

99,4

0,4

0,2

2*)

3*)

(6)
99,5
99,7
99,3
99,8
99,6
99,4
100,0
99,3
97,7
99,8
99,0
99,2
99,5
100,0
99,4
100,0
99,9
99,6
99,6
99,3
99,5
98,7
99,8
98,3
98,5
99,1
99,3
98,5
99,3
98,8
99,2
99,9
98,8

(7)
0,0
0,3
0,7
0,0
0,4
0,6
0,0
0,7
2,3
0,2
0,5
0,4
0,3
0,0
0,4
0,0
0,0
0,0
0,4
0,7
0,5
0,8
0,0
0,6
0,7
0,8
0,3
0,0
0,7
0,9
0,8
0,1
1,0

99,4

0,4

Sumber : Susenas 2011, BPS


1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

150

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 54.

Persentase Penduduk Berumur 7-12 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan

0,5
1,1
0,8
1,2
1,4
1,9
0,4
1,0
0,1
1,1
2,1
1,8
1,8
2,7
3,2
0,9
0,9
1,9
2,0

(4)
0,2
0,1
0,1
0,4
0,1
0,3
0,0
0,6
0,0
0,0
0,5
0,3
0,7
0,4
0,1
0,2
0,1
0,2
0,1
0,3
0,3
0,0
0,5
0,2
0,6
0,3
0,6
0,3
0,2
0,2
0,0
0,5

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

1,1

0,3

100

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
99,1
99,3
98,2
98,6
99,2
98,1
98,7
98,7
97,8
99,1
98,6
98,9
99,3
99,1
98,7
99,1
98,7
98,4
98,0
99,3
98,6
99,9
98,4
97,7
97,6
97,8
96,7
96,5
98,9
98,8
98,1
97,5

(3)
0,6
0,7
1,8
1,0
0,7
1,6
1,3
0,8
2,2
0,9
0,9
0,9

Indonesia

98,6

1*)

Catatan :

1*)

2*)

3*)

(8)
0,0
0,1
0,1
0,2
0,1
0,0
0,1
0,4
0,2
0,0
0,5
0,2
0,0
0,4
0,5
0,3
0,2
0,2
0,2
0,6
0,8
0,1
0,3
0,3
0,7
0,5
0,0
0,8
0,2
0,2
0,0
0,3

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
99,4
99,3
98,9
98,8
99,2
98,5
99,1
98,8
98,2
97,2
98,7
99,1
99,6
99,2
98,9
98,8
98,8
98,8
98,4
98,9
98,6
99,5
98,2
98,4
98,1
98,3
97,9
96,8
99,3
99,0
98,2
97,9

(11)
0,4
0,6
1,0
0,9
0,7
1,4
0,9
0,7
1,7
2,8
0,9
0,6
0,4
0,9
1,0
1,0
1,1
1,5
0,7
0,9
0,4
1,4
1,4
1,3
1,3
1,8
2,7
0,5
0,8
1,8
1,7

(12)
0,1
0,1
0,1
0,3
0,1
0,2
0,1
0,5
0,1
0,0
0,5
0,3
0,4
0,4
0,3
0,2
0,2
0,2
0,2
0,4
0,5
0,1
0,4
0,2
0,7
0,4
0,3
0,6
0,2
0,2
0,0
0,4

0,3

100

98,8

0,9

0,3

2*)

3*)

(6)
99,7
99,3
99,7
98,9
99,2
98,8
99,5
98,9
98,6
95,7
98,7
99,4
100,0
99,3
99,0
98,5
99,0
99,1
98,8
98,4
98,5
99,2
98,0
99,2
98,6
98,7
99,2
97,1
99,8
99,2
98,4
98,3

(7)
0,2
0,6
0,2
0,9
0,7
1,1
0,4
0,7
1,2
4,3
0,8
0,3
0,0
0,3
0,5
1,2
0,8
0,7
1,0
1,0
0,7
0,7
1,7
0,5
0,7
0,8
0,8
2,2
0,1
0,6
1,6
1,4

99,0

0,7

Sumber : Susenas 2011, BPS


1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

151

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 55.

Persentase Penduduk Berumur 7-12 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan
1*)

2*)

3*)

(4)
0,2
0,2
0,1
0,3
0,1
0,3
0,0
0,4
0,0
0,7
0,1
0,2
0,3
0,2
0,3
0,2
0,1
0,2
0,2
0,1
0,2
0,2
0,0
0,3
0,1
0,5
0,2
0,7
0,3
0,2
0,2
0,0
0,4

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(6)
99,7
99,5
99,6
99,2
99,3
99,0
99,6
99,0
98,2
98,9
99,0
99,1
99,5
100
99,3
99,6
99,3
99,2
99,2
99,0
98,7
98,6
99,6
98,1
99,1
98,8
98,9
99,0
97,6
99,4
99,2
98,8
98,5

(7)
0,2
0,5
0,4
0,6
0,6
1,0
0,3
0,7
1,7
1,1
0,5
0,6
0,3
0,0
0,4
0,2
0,5
0,5
0,6
0,9
0,9
0,8
0,3
1,3
0,6
0,7
0,6
0,6
1,8
0,4
0,7
1,2
1,2

0,2

100

99,2

0,5

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
99,2
99,2
98,6
98,8
99,2
98,6
99,0
98,9
98,0
99,1
99,3
99,1
99,0
99,8
99,3
99,1
99,6
98,8
98,5
98,4
99,2
99,0
99,6
98,8
98,1
98,0
97,8
97,4
96,8
99,1
99,1
98,1
98,1

(3)
0,6
0,6
1,4
0,9
0,7
1,2
0,9
0,7
2,0
0,2
0,6
0,7
0,6
0,0
0,4
0,7
0,3
1,1
1,3
1,5
0,6
0,8
0,4
1,0
1,8
1,5
2,0
1,9
2,9
0,8
0,7
1,9
1,5

Indonesia

99,0

0,8

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

152

Laki-Laki + Perempuan
1*)

2*)

(8)
0,2
0,0
0,1
0,2
0,1
0,1
0,1
0,3
0,1
0,0
0,5
0,4
0,2
0,0
0,3
0,2
0,2
0,3
0,1
0,2
0,4
0,7
0,2
0,6
0,4
0,5
0,5
0,5
0,6
0,2
0,1
0,0
0,3

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
99,4
99,3
99,0
99,0
99,2
98,8
99,3
99,0
98,1
99,0
99,2
99,1
99,3
99,9
99,3
99,4
99,5
99,0
98,8
98,7
99,0
98,8
99,6
98,5
98,5
98,4
98,3
98,2
97,2
99,2
99,2
98,4
98,3

(11) (12)
0,4 0,2
0,5 0,1
0,9 0,1
0,7 0,3
0,7 0,1
1,1 0,2
0,6 0,0
0,7 0,4
1,9 0,1
0,7 0,3
0,6 0,3
0,6 0,3
0,5 0,3
0,0 0,1
0,4 0,3
0,5 0,2
0,4 0,1
0,8 0,2
1,0 0,2
1,2 0,1
0,7 0,3
0,8 0,4
0,3 0,1
1,1 0,4
1,2 0,2
1,1 0,5
1,3 0,4
1,3 0,6
2,4 0,4
0,6 0,2
0,7 0,2
1,6 0,0
1,4 0,3

0,3

100

99,1

0,7

3*)

0,3

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 56.

Penduduk Berumur 13-15 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan
1*)

2*)

3*)

(4)
0,5
0,9
0,3
3,1
0,4
1,7
0,0
4,0
1,4
1,4
1,6
3,3
2,8
0,0
1,0
2,0
1,6
1,8
1,2
0,6
3,0
1,2
0,7
2,8
3,5
4,2
4,6
0,8
1,4
4,2
1,4
0,0
0,8

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(6)
96,7
95,3
98,3
96,9
99,5
98,0
96,4
94,2
96,1
99,3
95,3
94,6
96,1
98,9
96,1
94,0
98,5
96,4
99,2
95,6
96,5
93,3
95,2
97,6
96,1
94,7
92,4
97,7
96,3
96,9
94,8
92,2
99,1

(7)
1,3
3,4
0,4
0,4
0,0
1,4
0,6
2,3
2,7
0,7
1,9
1,9
0,3
0,0
1,5
1,7
0,0
0,8
0,8
2,3
0,1
2,2
1,8
1,4
1,1
1,6
3,4
1,3
0,0
0,9
2,4
4,9
0,2

2,1

100

95,7

1,5

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
99,3
95,6
95,1
94,8
97,8
95,5
99,0
92,3
94,6
98,6
96,5
94,0
95,9
98,8
97,2
95,5
98,1
94,2
97,0
96,9
95,8
97,0
97,9
91,3
93,8
93,1
92,4
92,5
92,1
93,2
96,1
95,6
96,5

(3)
0,2
3,5
4,6
2,1
1,8
2,8
1,0
3,6
4,0
0,0
1,9
2,8
1,4
1,2
1,9
2,4
0,3
4,1
1,8
2,6
1,3
1,8
1,4
5,9
2,7
2,7
3,0
6,7
6,5
2,6
2,5
4,4
2,7

Indonesia

95,5

2,4

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

153

Laki-Laki + Perempuan
1*)

2*)

3*)

(8)
2,0
1,3
1,2
2,7
0,5
0,6
2,9
3,5
1,2
0,0
2,8
3,5
3,6
1,1
2,3
4,3
1,5
2,8
0,0
2,0
3,4
4,5
3,0
1,0
2,8
3,7
4,1
1,0
3,7
2,2
2,8
3,0
0,7

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
98,0
95,5
96,8
96,0
98,7
96,6
97,8
93,2
95,4
98,9
95,9
94,3
96,0
98,9
96,7
94,8
98,3
95,3
98,1
96,3
96,2
95,1
96,6
94,4
95,0
93,9
92,4
94,9
94,0
95,2
95,4
93,9
97,8

(11)
0,8
3,5
2,5
1,1
0,9
2,2
0,8
3,0
3,3
0,3
1,9
2,4
0,8
0,6
1,7
2,1
0,2
2,4
1,3
2,5
0,7
2,0
1,6
3,7
1,9
2,2
3,2
4,2
3,5
1,7
2,4
4,6
1,4

(12)
1,2
1,1
0,8
2,9
0,5
1,2
1,4
3,8
1,3
0,7
2,2
3,4
3,2
0,6
1,6
3,1
1,6
2,3
0,6
1,3
3,2
2,9
1,9
1,9
3,2
3,9
4,4
0,9
2,5
3,1
2,1
1,4
0,8

2,8

100

95,6

1,9

2,5

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 57.

Persentase Penduduk Berumur 13-15 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
96,2
93,4
93,4
95,8
93,8
93,2
93,7
91,6
94,2
100,0
92,6
92,0
96,7
94,5
93,5
96,6
97,0
94,1
94,1
96,1
94,4
97,5
92,0
92,1
92,5
94,2
90,0
95,3
97,8
97,0
93,2
94,2

(3)
2,3
4,9
4,6
2,0
3,8
3,2
4,9
4,0
4,3
0,0
3,4
2,5
2,6
2,6
1,8
1,6
4,5
2,9
2,9
4,1
2,5
6,3
3,8
3,5
3,5
4,1
1,6
1,9
2,2
6,4
3,7

(4)
1,5
1,7
2,1
2,3
2,4
3,6
1,4
4,4
1,5
0,0
4,0
5,5
3,3
2,9
3,9
1,6
1,4
1,4
3,0
1,0
1,5
0,0
1,7
4,1
4,0
2,3
6,0
3,1
0,3
0,8
0,5
2,1

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Indonesia

93,6

3,2

3,2

100

Catatan :

1*)

2*)

3*)

(10)
96,7
94,7
95,4
96,3
95,2
94,9
95,8
91,4
94,1
99,8
92,6
93,1
95,9
93,9
94,7
96,6
96,9
94,8
95,1
95,0
93,7
97,3
93,7
92,7
93,6
94,1
90,6
96,1
97,7
96,6
93,8
94,6

(11)
1,5
3,4
2,8
1,8
2,5
2,2
2,7
2,6
3,2
0,2
3,0
1,5

2,7
0,7
0,7
1,6
2,1
1,4
3,2
3,7
2,5
3,5
4,1
1,7
2,2
3,2
1,7
1,9
3,4
4,7
2,4

(8)
2,2
2,1
1,5
1,6
2,3
2,1
1,5
7,6
4,0
0,0
4,7
5,3
5,0
4,1
3,3
2,7
1,5
2,5
2,4
3,0
3,3
0,5
0,9
2,6
3,6
3,9
5,6
1,4
0,4
0,4
0,9
2,6

2,6
1,7
1,2
1,6
3,2
2,2
3,0
3,9
2,5
5,0
3,9
2,6
2,8
3,6
1,7
1,9
2,8
5,6
3,1

(12)
1,9
1,9
1,8
1,9
2,4
2,9
1,5
6,0
2,7
0,0
4,4
5,4
4,1
3,5
3,6
2,1
1,5
2,0
2,7
1,9
2,4
0,2
1,3
3,4
3,8
3,1
5,8
2,3
0,4
0,6
0,6
2,3

1,8

3,7

100

94,1

2,5

3,4

1*)

2*)

3*)

(6)
97,2
96,2
97,9
96,8
96,6
96,7
98,2
91,3
93,9
99,6
92,6
94,2
95,0
93,2
96,0
96,6
96,9
95,4
96,2
93,7
93,1
97,0
95,7
93,3
94,6
93,9
91,2
96,9
97,7
96,2
94,4
95,1

(7)
0,6
1,7
0,6
1,6
1,1
1,2
0,3
1,2
2,0
0,4
2,6
0,5

94,6

Sumber : Susenas 2011, BPS


1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

154

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 58.

Persentase Penduduk Berumur 13-15 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
97,0
94,5
94,1
95,4
94,9
94,1
95,2
91,8
94,4
98,8
96,5
93,5
93,7
97,9
95,8
94,8
97,5
95,7
94,7
95,0
96,0
95,5
97,7
91,7
92,4
92,7
93,8
90,8
94,5
96,2
96,8
94,1
95,0

(3)
1,7
4,2
4,6
2,0
3,3
3,1
3,8
3,9
4,1
0,0
1,9
3,0
2,0
0,7
2,3
2,5
0,9
2,7
3,9
2,8
2,4
3,1
1,8
6,2
3,6
3,2
3,3
4,9
2,8
2,1
2,3
5,7
3,4

(4)
1,3
1,3
1,4
2,6
1,9
2,9
1,0
4,3
1,5
1,2
1,6
3,5
4,3
1,3
1,9
2,7
1,6
1,6
1,4
2,2
1,6
1,4
0,4
2,1
4,0
4,1
2,9
4,2
2,7
1,6
0,9
0,3
1,7

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Indonesia

94,6

2,8

2,7

100

Catatan :

1*)

2*)

3*)

(8)
2,1
1,7
1,4
2,1
1,8
1,6
1,9
6,5
2,6
0,0
2,8
4,0
4,5
2,6
3,2
4,0
2,0
2,1
2,0
2,3
3,2
3,9
2,1
0,9
2,6
3,7
3,9
4,2
2,0
1,1
1,1
1,7
1,8

(10)
97,0
95,1
96,0
96,2
96,1
95,6
96,4
91,9
94,7
99,1
95,9
93,7
94,3
97,7
95,3
94,8
97,6
96,2
95,5
95,5
95,4
94,3
96,8
94,0
93,2
93,7
93,6
92,0
95,6
96,8
96,3
93,8
95,8

(11)
1,3
3,4
2,6
1,5
2,0
2,2
2,2
2,7
3,2
0,3
1,9
2,6
1,2
0,3
2,2
1,9
0,6
2,0
2,8
2,3
2,3
3,0
1,9
4,4
3,5
2,4
2,9
3,8
2,1
1,8
2,7
5,2
2,5

(12)
1,7
1,5
1,4
2,3
1,8
2,3
1,4
5,4
2,1
0,6
2,2
3,7
4,4
2,0
2,6
3,3
1,8
1,8
1,7
2,2
2,3
2,6
1,2
1,5
3,3
3,9
3,4
4,2
2,3
1,4
1,0
0,9
1,7

3,3

100

94,8

2,2

3,0

1*)

2*)

3*)

(6)
97,1
95,8
98,1
96,8
97,5
97,2
97,7
92,0
95,0
99,4
95,3
93,9
95,1
97,4
94,6
94,7
97,7
96,7
96,2
96,0
94,8
93,1
95,9
96,5
93,9
94,7
93,5
93,2
96,8
97,4
95,8
93,6
96,7

(7)
0,8
2,5
0,5
1,1
0,8
1,3
0,4
1,5
2,4
0,6
1,9
2,2
0,4
0,0
2,1
1,4
0,3
1,2
1,9
1,7
2,1
3,0
2,0
2,6
3,4
1,7
2,5
2,6
1,3
1,5
3,1
4,8
1,5

95,1

1,6

Sumber : Susenas 2011, BPS


1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

155

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 59.

Persentase Penduduk Berumur 16-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan
Laki-Laki

Provinsi

Perempuan
1*)

2*)

3*)

(4)
1,2
4,0
2,9
3,7
4,2
1,8
3,5
2,4
5,8
18,6
4,5
4,5
3,4
3,1
1,8
3,0
2,3
2,9
2,8
1,2
4,4
3,3
2,3
10,1
0,7
6,4
5,5
8,7
0,0
3,2
17,7
6,3
8,0

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(6)
95,8
94,9
95,3
91,9
96,0
96,4
96,5
96,2
94,3
96,4
90,4
94,2
94,5
97,6
95,1
94,7
94,1
96,0
94,4
94,9
99,3
97,0
91,2
92,8
84,9
92,6
88,8
89,6
99,3
92,9
88,8
90,6
99,5

(7)
0,5
2,2
1,7
4,0
0,0
0,2
2,3
1,2
0,0
0,5
0,9
0,9
1,0
0,0
2,8
0,0
1,5
3,6
1,4
1,5
0,0
1,8
3,9
1,5
5,8
4,2
2,1
6,5
0,0
0,3
2,8
5,2
0,5

3,7

100

94,3

1,6

1*)

2*)

3*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
98,3
93,2
94,1
94,3
94,1
94,8
94,7
96,3
91,7
80,3
91,6
93,3
94,9
94,1
95,6
94,3
96,9
96,1
95,6
95,0
94,6
95,6
92,5
86,6
94,2
91,5
92,5
88,5
100,0
96,8
78,9
91,6
90,1

(3)
0,5
2,8
3,0
2,0
1,7
3,4
1,8
1,3
2,5
1,1
3,9
2,1
1,7
2,8
2,6
2,6
0,8
0,9
1,6
3,7
1,0
1,1
5,1
3,3
5,1
2,1
2,0
2,8
0,0
0,0
3,5
2,1
1,9

Indonesia

93,9

2,4

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

156

Laki-Laki + Perempuan

(8)
3,7
2,9
3,0
4,1
4,0
3,4
1,1
2,6
5,7
3,2
8,7
4,8
4,5
2,4
2,1
5,3
4,4
0,4
4,2
3,6
0,7
1,2
4,8
5,7
9,3
3,1
9,1
3,9
0,7
6,8
8,4
4,2
0,0

Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

(10)
97,1
94,1
94,6
93,0
95,0
95,6
95,7
96,2
92,9
87,8
91,0
93,8
94,7
95,9
95,3
94,5
95,4
96,1
94,9
95,0
96,7
96,4
91,8
90,2
90,0
92,1
90,6
89,0
99,7
94,7
83,2
91,1
94,0

(11) (12)
0,5 2,4
2,5 3,4
2,4 3,0
3,1 3,9
0,9 4,1
1,9 2,6
2,1 2,2
1,3 2,5
1,3 5,7
0,8 11,5
2,4 6,6
1,6 4,7
1,3 4,0
1,3 2,7
2,7 2,0
1,4 4,1
1,2 3,4
2,3 1,7
1,5 3,6
2,6 2,5
0,6 2,7
1,5 2,1
4,5 3,7
2,3 7,5
5,4 4,6
3,2 4,7
2,0 7,4
4,4 6,7
0,0 0,3
0,1 5,2
3,2 13,6
3,5 5,3
1,3 4,6

4,2

100

94,1

2,0

1*)

2*)

3*)

3,9

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 60.

Persentase Penduduk Berumur 16-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Perempuan

1*)

2*)

3*)

(2)
94,1
92,4
95,8
95,9
91,2
94,1
93,3
93,0
84,5
100,0
94,0
92,6
100,0
96,4
98,2
94,9
91,1
94,1
93,1
88,4
91,9
90,8
84,0
92,1
92,3
94,3
93,4
93,6
95,9
91,4
94,6
88,3

(3)
1,9
4,5
3,7
2,7
5,4
3,1
2,6
1,9
3,8
0,0
2,7
3,6
0,0
1,6
0,0
3,1
6,4
4,4
3,7
5,3
3,1
6,0
10,8
5,1
4,6
2,1
1,1
4,7
1,4
2,2
2,9
6,0

(4)
4,0
3,1
0,5
1,4
3,4
2,8
4,1
5,1
11,7
0,0
3,3
3,9
0,0
2,0
1,8
2,0
2,5
1,6
3,2
6,3
5,0
3,2
5,2
2,8
3,1
3,6
5,5
1,7
2,7
6,4
2,5
5,6

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

93,7

3,2

3,1

100

2*)

3*)

7,4
9,7
5,2
3,7
2,9
6,0
5,2
2,4
0,0
1,7

(10)
94,6
93,4
96,1
95,8
92,2
93,1
92,8
92,7
92,2
100,0
95,1
92,4
97,8
95,1
95,6
94,8
90,7
93,8
93,3
89,8
91,5
94,8
87,2
89,0
91,5
92,3
93,3
91,6
92,9
93,8
97,4
91,2

(11)
1,6
3,7
2,7
2,5
4,0
2,6
1,8
1,8
1,8
0,0
2,2
2,5
0,0
2,2
0,9
3,2
5,5
3,5
4,6
4,1
2,7
3,6
6,5
4,8
4,4
4,1
2,8
4,4
3,0
1,8
1,4
4,7

(12)
3,8
2,9
1,2
1,7
3,8
4,2
5,4
5,5
6,0
0,0
2,7
5,1
2,2
2,7
3,5
2,1
3,9
2,7
2,1
6,1
5,9
1,6
6,3
6,2
4,1
3,6
3,9
4,0
4,1
4,4
1,2
4,0

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

4,2

100

93,5

2,8

3,7

100

2*)

3*)

(6)
95,0
94,3
96,4
95,6
93,3
92,3
92,3
92,4
98,5
100,0
96,4
92,1
95,4
93,5
93,0
94,6
90,2
93,6
93,4
91,5
91,0
99,0
90,5
85,7
90,7
90,3
93,2
90,0
90,4
96,2
100,0
95,6

(7)
1,3
2,9
1,8
2,3
2,6
2,2
1,1
1,8
0,2
0,0
1,6
1,4

(8)
3,7
2,8
1,8
2,1
4,2
5,5
6,6
5,8
1,3
0,0
2,0
6,4
4,6
3,5
5,2
2,1
5,3
3,7
1,2
5,8
6,7

93,3

2,5

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1*)

1*)

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

157

2,9
1,8
3,3
4,5
2,7
5,4
2,8
2,3
1,0
2,1
4,5
4,1
6,0
3,9
4,1
4,4
1,4
0,0
2,8

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 61.

Persentase Penduduk Berumur 16-17 Tahun yang Pernah/Sedang Sekolah


Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan+Perdesaan
Laki-Laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Perempuan

1*)

2*)

3*)

(2)
94,1
92,4
95,8
95,9
91,2
94,1
93,3
93,0
84,5
100,0
94,0
92,6
100,0
96,4
98,2
94,9
91,1
94,1
93,1
88,4
91,9
90,8
84,0
92,1
92,3
94,3
93,4
93,6
95,9
91,4
94,6
88,3

(3)
1,9
4,5
3,7
2,7
5,4
3,1
2,6
1,9
3,8
0,0
2,7
3,6
0,0
1,6
0,0
3,1
6,4
4,4
3,7
5,3
3,1
6,0
10,8
5,1
4,6
2,1
1,1
4,7
1,4
2,2
2,9
6,0

(4)
4,0
3,1
0,5
1,4
3,4
2,8
4,1
5,1
11,7
0,0
3,3
3,9
0,0
2,0
1,8
2,0
2,5
1,6
3,2
6,3
5,0
3,2
5,2
2,8
3,1
3,6
5,5
1,7
2,7
6,4
2,5
5,6

Jum
lah
(5)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

93,7

3,2

3,1

100

2*)

3*)

7,4
9,7
5,2
3,7
2,9
6,0
5,2
2,4
0,0
1,7

(10)
94,6
93,4
96,1
95,8
92,2
93,1
92,8
92,7
92,2
100,0
95,1
92,4
97,8
95,1
95,6
94,8
90,7
93,8
93,3
89,8
91,5
94,8
87,2
89,0
91,5
92,3
93,3
91,6
92,9
93,8
97,4
91,2

(11)
1,6
3,7
2,7
2,5
4,0
2,6
1,8
1,8
1,8
0,0
2,2
2,5
0,0
2,2
0,9
3,2
5,5
3,5
4,6
4,1
2,7
3,6
6,5
4,8
4,4
4,1
2,8
4,4
3,0
1,8
1,4
4,7

(12)
3,8
2,9
1,2
1,7
3,8
4,2
5,4
5,5
6,0
0,0
2,7
5,1
2,2
2,7
3,5
2,1
3,9
2,7
2,1
6,1
5,9
1,6
6,3
6,2
4,1
3,6
3,9
4,0
4,1
4,4
1,2
4,0

Jum
lah
(13)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

4,2

100

93,5

2,8

3,7

100

2*)

3*)

(6)
95,0
94,3
96,4
95,6
93,3
92,3
92,3
92,4
98,5
100,0
96,4
92,1
95,4
93,5
93,0
94,6
90,2
93,6
93,4
91,5
91,0
99,0
90,5
85,7
90,7
90,3
93,2
90,0
90,4
96,2
100,0
95,6

(7)
1,3
2,9
1,8
2,3
2,6
2,2
1,1
1,8
0,2
0,0
1,6
1,4

(8)
3,7
2,8
1,8
2,1
4,2
5,5
6,6
5,8
1,3
0,0
2,0
6,4
4,6
3,5
5,2
2,1
5,3
3,7
1,2
5,8
6,7

93,3

2,5

Sumber : Susenas 2011, BPS


Catatan :

1*)

1*)

1 - Masih Sekolah
2 - Putus Sekolah
3 - Tamat Sekolah

158

2,9
1,8
3,3
4,5
2,7
5,4
2,8
2,3
1,0
2,1
4,5
4,1
6,0
3,9
4,1
4,4
1,4
0,0
2,8

Laki-Laki + Perempuan
Jum
lah
(9)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 62.

Persentase Anak Usia 7-17 Tahun yang Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak


Bersekolah Lagi Menurut Alasan Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak Bersekolah
Lagi, Provinsi dan Jenis Kelamin, 2011
Perkotaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
43,2
52,6
37,0
40,8
51,5
34,2
39,2
45,4
30,8
30,7
58,4
55,0
53,7
34,6
45,0
63,0
55,8
36,8
33,4
33,2
42,8
34,8
44,7
37,1
38,3
37,7
41,6
18,9
29,0
39,7
46,8
48,7
35,9

(3)
14,0
6,4
14,3
6,9
6,5
10,3
23,6
1,3
12,2
28,8
9,4
12,2
8,0
11,0
7,2
6,1
8,8
13,4
4,4
18,0
16,4
16,0
17,3
10,3
8,7
18,6
3,1
15,0
25,3
4,6
6,7
5,2
12,2

Indonesia

50,0

10,4

Meni
Merasa Malu
kah/
pendidi karena
meng
kan
ekono
urus
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
0,7
0,0
0,0
0,1
4,6
2,9
0,0
1,0
0,0
0,7
5,3
2,0
3,3
9,1
0,0
0,0
8,3
0,4
0,0
8,5
2,0
0,9
2,1
5,1
0,0
2,3
3,6
0,0
2,7
0,3
0,0
2,6
1,2
0,3
2,4
2,2
0,2
3,9
0,6
0,0
6,1
0,0
0,0
5,8
0,4
0,0
1,3
0,0
0,0
0,3
0,0
0,0
0,9
0,0
0,0
0,0
0,0
0,9
8,9
1,9
0,0
5,2
1,3
0,0
4,9
2,2
4,1
2,4
0,0
0,3
1,5
0,0
1,9
2,7
0,0
0,0
1,1
1,0
0,0
0,0
4,7
0,0
0,0
0,0
0,0
1,7
3,3
4,1
5,2
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,3
13,2
3,9
0,3

3,3

1,4

Sumber: Susenas 2011, BPS

159

Laki Laki

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(8)
8,3
4,5
4,2
8,5
1,7
8,3
2,0
1,8
1,8
3,4
9,2
3,7
5,0
0,0
8,0
3,8
9,1
6,8
3,4
0,8
8,2
2,1
5,4
2,7
3,5
5,2
3,8
6,9
7,5
3,5
3,5
0,0
2,8

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
3,9
0,5
0,0
1,4
2,2
0,0
0,0
1,8
0,0
4,7
0,0
0,5
0,0
3,7
1,4
0,7
1,0
2,5
0,8
0,0
2,5
0,7
0,8
2,8
0,0
3,4
1,8
2,1
0,0
0,0
10,3
8,0
0,0

(10)
1,4
0,2
1,9
0,0
0,0
0,0
0,0
2,3
0,0
0,0
1,7
0,0
1,0
0,0
0,1
0,0
0,0
0,6
0,0
0,0
0,0
0,6
0,0
0,0
0,0
1,1
1,1
0,0
0,0
0,0
0,0
1,0
2,9

(11)
28,3
27,9
41,0
34,3
25,7
37,5
24,7
39,3
49,3
29,3
17,5
23,5
27,4
44,6
31,4
25,1
20,8
39,1
55,7
36,3
21,3
38,1
24,5
45,4
43,3
31,4
43,7
57,1
33,2
40,9
32,7
37,1
28,8

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

5,0

0,8

0,4

28,1

100.0

Sekol
ah
jauh

Cacat

(7)
0,0
0,5
0,7
0,0
0,0
0,9
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,2
0,2
0,0
0,7
0,0
4,1
0,0
2,2
0,0
2,2
0,6
0,8
0,0
1,6
0,6
0,0
0,0
0,0
2,0
0,0
0,0
0,0
0,3

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 62. (Lanjutan)
Perkotaan

Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah
(2)
40,2
53,0
42,1
48,6
52,2
42,5
31,1
65,1
28,0
17,6
55,2
62,1
58,1
29,4
54,3
60,9
61,9
64,1
33,3
47,2
51,4
34,5
49,3
51,7
32,6
37,8
37,6
44,3
32,5
39,4
39,3
26,3
40,3

(3)
7,0
4,0
7,0
0,7
21,0
11,5
25,4
9,7
7,6
17,4
21,0
15,9
12,9
28,0
11,4
15,3
16,6
1,1
17,4
18,1
12,5
12,9
12,1
2,0
5,0
13,6
2,7
9,6
11,2
2,7
0,0
0,9
5,3

55,5

13,6

Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
6,0
7,0
0,0
0,0
5,8
1,3
5,7
1,8
0,2
6,9
1,5
1,8
0,3
0,0
4,6
1,3
7,1
0,0
0,0
5,7
2,6
0,0
8,9
0,0
4,9
2,6
1,3
0,4
0,0
7,2
8,0
0,0
16,0
0,0
8,1
2,5
0,9
0,0
0,0
2,2
11,7
12,6
0,0
1,3
4,9
4,0
2,2
0,6
9,8
14,0
0,4
3,0
1,4
0,9
4,5
2,8
3,0
0,7
0,8
2,0
3,3
5,6
0,4
0,0
4,0
10,2
0,0
0,0
0,0
7,4
12,2
1,6
0,5
0,0
2,5
2,2
4,1
1,0
0,0
2,6
3,4
1,4
0,0
0,0
5,9
6,6
0,0
0,0
0,0
1,8
0,0
0,0
5,0
2,5
7,9
3,4
2,4
1,3
1,5
3,4
11,6
4,8
2,8
0,6
1,8
11,7
1,9
0,7
1,5
4,5
14,1
2,9
0,0
2,9
4,8
5,3
3,5
3,3
0,0
8,0
19,4
6,7
0,0
2,6
2,6
9,5
1,6
1,2
4,3
5,3
15,0
3,2
4,2
0,0
5,3
11,6
0,0
8,2
0,0
0,0
6,3
1,5
6,3
0,0
13,1
4,2
1,2
5,4
1,2
1,1
17,7
3,3
0,0
0,0
3,6
10,8
5,5
0,0
4,9
7,2
8,0
2,9
1,4
1,1
4,8
4,6

3,2

0,9

Sumber: Susenas 2011, BPS

160

0,7

3,5

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
7,9
2,0
3,4
4,3
0,0
0,5
0,0
2,5
0,0
3,5
0,7
0,9
1,2
0,0
0,8
1,9
5,1
0,0
2,6
2,5
0,0
1,1
3,1
0,9
11,0
2,7
4,0
5,7
0,0
10,4
0,0
4,4
0,0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(10)
0,0
0,0
0,4
1,1
0,0
0,0
0,0
1,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,4
0,0
0,3
0,0
0,0
0,0
1,6
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,9
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
2,8

(11)
26,2
25,3
38,9
31,2
10,5
34,0
11,4
15,9
33,9
30,9
12,8
11,8
14,2
25,0
16,3
12,1
5,6
26,3
29,7
20,3
14,4
31,3
11,0
25,4
20,2
24,0
27,0
20,8
29,2
34,5
36,1
40,0
33,4

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

1,4

0,2

16,4

100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 62. (Lanjutan)
Perkotaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
41,8
52,7
38,9
44,1
51,7
37,9
36,2
54,3
29,7
26,3
56,5
58,3
55,7
31,7
49,9
61,9
59,1
49,9
33,3
40,1
46,0
34,7
47,0
42,5
35,5
37,8
40,0
27,1
30,1
39,5
43,8
38,1
37,9

(3)
10,7
5,3
11,6
4,3
11,5
10,8
24,3
5,1
10,4
25,0
16,1
13,9
10,2
20,3
9,4
11,1
13,0
7,5
10,4
18,0
15,0
14,5
14,7
7,2
6,9
16,5
3,0
13,2
20,8
3,6
4,0
3,1
9,1

Indonesia

52,6

11,9

Laki-Laki + Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
3,2
3,3
0,0
0,0
7,1
0,6
5,1
2,4
0,3
5,5
0,6
1,3
0,1
0,4
4,3
0,9
6,1
1,2
0,0
7,4
3,1
6,0
3,0
0,0
2,8
1,1
5,2
0,4
0,5
7,8
2,9
5,4
7,1
0,0
4,2
1,6
1,5
2,8
0,0
2,0
4,5
6,3
2,2
0,5
3,0
1,3
2,6
0,4
3,2
6,9
0,3
2,8
1,3
0,5
6,5
1,5
2,7
1,5
0,5
2,9
1,6
4,7
0,5
0,1
4,5
5,6
2,7
0,0
0,0
4,1
6,4
3,6
0,5
0,3
5,1
1,2
2,8
0,6
0,0
3,1
1,8
0,9
0,0
1,9
7,4
3,2
0,5
0,0
0,0
4,4
0,0
0,0
2,3
2,4
5,5
2,1
5,7
1,6
0,7
2,1
4,3
5,1
1,8
1,6
5,9
5,7
3,4
1,5
1,1
3,3
9,0
2,6
0,0
1,9
5,1
2,1
2,2
1,2
0,0
4,6
10,6
4,7
0,0
2,1
3,0
3,9
1,3
1,1
2,1
5,3
6,1
1,3
4,5
0,0
4,4
3,8
0,0
2,7
0,0
4,7
2,0
1,6
4,2
0,0
9,3
4,1
3,1
2,7
1,6
2,3
7,2
1,3
0,0
0,0
3,6
5,1
2,6
0,0
2,3
3,4
3,7
8,7
2,8
0,5
3,7
2,3

3,3

1,2

Sumber: Susenas 2011, BPS

161

0,5

4,3

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
5,8
1,1
1,3
2,6
1,5
0,2
0,0
2,1
0,0
4,3
0,4
0,7
0,5
1,6
1,1
1,4
3,2
1,3
1,6
1,2
1,6
0,9
1,9
2,1
5,4
3,1
2,7
3,3
0,0
5,3
6,1
6,3
0,0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(10)
0,8
0,1
1,3
0,4
0,0
0,0
0,0
1,8
0,0
0,0
0,7
0,0
0,7
0,0
0,2
0,0
0,0
0,3
0,7
0,0
0,0
0,3
0,0
0,0
0,0
0,6
1,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,5
2,9

(11)
27,3
26,8
40,2
33,0
20,5
36,0
19,8
28,7
43,4
29,8
14,8
18,1
21,5
33,8
23,4
18,0
12,7
33,0
43,7
28,4
18,8
34,8
17,8
37,9
31,8
28,3
36,9
45,3
32,0
37,6
34,1
38,5
30,8

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

1,1

0,3

22,6

100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 63.

Persentase Anak Usia 7-17 Tahun yang Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak


Bersekolah Lagi Menurut Provinsi Jenis Kelamin dan Alasan Tidak/Belum Pernah
Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi, 2011
Perdesaan
Laki Laki

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
57,0
41,8
41,3
35,6
39,4
42,4
41,2
56,1
30,0
33,9
60,1
57,7
39,0
50,6
67,3
41,8
52,8
33,4
36,3
34,5
25,4
43,3
43,6
32,5
33,0
35,1
25,4
29,9
34,0
29,5
28,0
34,9

(3)
9,3
10,2
4,3
9,5
10,9
16,3
4,4
9,9
7,5
17,6

Meni
Merasa Malu
kah/
pendidi karena
meng
kan
ekono
urus
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
0,6
2,3
0,6
0,0
4,2
1,9
0,0
0,8
1,7
0,4
3,4
0,9
0,4
6,5
0,8
0,0
5,1
2,7
1,5
4,5
3,1
0,0
2,6
1,7
0,0
3,0
1,6
0,0
0,0
0,0

5,0
9,1
8,7
8,7
3,9
2,9
4,7
6,7
15,0
23,5
16,0
12,9
11,8
12,0
16,4
8,3
6,3
11,2
5,3
5,3
9,6
6,2

0,5
0,2
0,0
0,6
0,0
0,0
0,0
0,4
0,9
1,5
0,0
0,5
0,1
1,0
0,1
0,1
0,4
0,7
0,5
0,0
0,0
0,2

4,7
4,9
2,7
6,0
0,7
2,1
1,2
1,2
1,7
5,0
2,5
1,1
1,9
1,2
2,4
0,8
0,4
1,9
2,8
3,3
0,0
0,8

0,5
1,2
0,0
0,9
0,7
1,1
5,3
2,0
1,5
0,0
1,8
1,4
2,3
0,8
2,0
1,5
0,6
1,7
5,6
1,8
1,7
0,2

2,3
1,3
9,1
2,0
1,9
8,1
1,0
3,8
13,0
8,9
11,2
7,5
4,4
11,2
5,4
9,6
4,5
19,7
4,1
7,8
22,7
26,4

3,0
2,6
11,8
5,2
2,4
7,9
2,2
7,2
2,5
2,5
2,9
9,1
4,7
5,3
4,7
2,7
3,5
4,6
5,4
4,9
2,4
0,4

0,0
0,1
0,0
0,2
0,3
0,0
0,1
0,0
0,1
0,2
0,0
0,2
0,0
0,5
0,3
0,0
1,2
0,0
0,0
0,0
0,0
0,1

0,9
0,3
0,0
0,3
0,0
0,0
0,0
0,5
0,1
0,0
0,7
0,3
0,2
0,0
0,8
0,7
0,4
0,8
0,0
0,0
0,0
0,0

23,0
22,6
28,7
25,5
22,7
36,1
32,7
44,7
28,9
23,9
39,5
23,9
30,9
35,4
34,9
41,1
57,3
29,4
42,3
47,4
35,6
30,8

100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

Indonesia

46,9

9,1

0,3

3,5

1,3

5,7

3,4

0,2

0,4

29,2

100.0

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

Sumber: Susenas 2011, BPS

162

Sekol
ah
jauh

Cacat

(7)
2,6
3,1
3,8
7,2
3,0
4,4
2,5
4,2
4,4
7,3

(8)
4,9
1,8
2,7
2,4
2,1
2,3
3,5
3,2
2,8
0,0

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
1,7
0,6
0,3
0,0
0,4
0,2
0,4
0,0
0,0
0,0

(10)
0,7
0,6
0,4
1,6
0,0
0,3
1,1
0,4
0,8
0,0

(11)
20,2
35,8
44,8
38,9
36,5
26,3
37,8
21,8
50,0
41,3

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 63. (Lanjutan)
Perdesaan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
54,9
46,2
43,8
38,7
44,7
44,8
48,9
51,3
39,8
16,5

(3)
1,3
9,9
3,5
4,1
4,0
8,6
0,0
2,0
3,4
0,0

Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
6,0
2,3
2,2
2,1
6,9
1,7
4,1
1,8
4,1
4,8
3,1
1,8
0,5
2,6
6,1
4,7
3,3
0,8
7,9
1,7
10,1
7,3
0,8
3,7
3,9
10,2
4,0
1,3
10,6
3,1
8,3
4,6
0,7
5,7
4,7
5,6
7,1
2,3
5,9
4,4
5,8
3,0
1,5
7,5
2,4
4,3
0,0
0,0
7,0
1,3

60,0
57,7
68,7
48,0
62,2
51,3
50,1
48,4
37,5
45,2
32,5
35,5
35,4
41,5
36,3
35,5
22,9
47,8
41,4
36,3
28,3
34,6

6,0
5,8
0,0
5,7
5,4
6,0
4,9
3,3
10,4
5,2
3,9
3,3
3,6
1,9
5,1
4,7
2,0
2,1
3,4
2,7
3,2
6,3

5,2
6,5
0,0
15,6
7,8
6,7
5,5
4,3
5,4
14,8
10,2
19,3
4,6
9,7
10,5
8,0
8,6
5,4
9,1
5,8
9,5
2,6

4,6
7,1
13,0
9,3
2,2
3,6
3,3
0,9
1,7
5,4
6,5
4,4
3,4
4,1
2,3
0,7
0,0
0,9
3,2
6,9
1,6
0,6

0,9
1,2
0,0
1,2
0,0
1,5
0,5
1,2
1,9
0,6
1,3
0,0
2,2
0,7
3,6
1,8
5,2
1,4
2,5
1,3
4,5
0,5

3,0
1,2
0,0
2,3
2,7
6,1
3,4
3,7
13,9
9,0
16,2
8,2
6,6
11,1
9,0
12,0
5,6
16,2
6,2
6,7
15,8
22,6

2,6
2,9
4,4
2,7
3,4
7,6
5,0
6,1
2,6
1,7
3,8
9,6
3,8
5,1
5,7
4,7
4,1
4,7
6,2
6,0
3,8
0,2

0,0
1,0
0,0
0,0
0,0
0,6
0,0
0,0
0,0
0,4
0,6
0,0
1,2
1,2
2,1
1,2
0,7
1,1
1,1
0,0
0,0
0,0

0,8
1,4
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1,2
0,2
0,0
0,0
0,0
0,0
0,3
1,2
0,0
0,0
0,0
0,8
0,0
0,0
0,3

16,9
15,3
13,9
15,1
16,2
16,6
27,4
30,9
26,4
17,8
25,1
19,6
39,2
24,3
24,1
31,5
50,8
20,5
25,9
34,2
33,4
32,3

100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

Indonesia

48,5

5,5

7,5

4,7

1,3

6,4

3,4

0,4

0,6

21,7

100.0

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

Sumber: Susenas 2011, BPS

163

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
0,8
1,3
0,2
0,2
0,8
0,1
2,2
0,8
0,0
0,0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(10)
1,3
0,9
2,4
0,0
0,6
0,7
2,9
0,3
0,0
0,0

(11)
22,2
25,1
36,1
38,5
24,1
16,5
22,0
20,2
36,6
70,9

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 63. (Lanjutan)
Perdesaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
(2)
Aceh
56,1
Sumatera Utara
43,7
Sumatera Barat
42,0
Riau
37,0
Jambi
41,5
Sumatera Selatan
43,4
Bengkulu
44,4
Lampung
54,3
Bangka Belitung
33,7
Kepulauan Riau
26,5
DKI Jakarta
Jawa Barat
60,0
Jawa Tengah
57,7
DI Yogyakarta
53,1
Jawa Timur
49,4
Banten
65,3
Bali
46,4
Nusa Tenggara Barat 51,3
Nusa Tenggara Timur 40,2
Kalimantan Barat
36,8
Kalimantan Tengah
39,2
Kalimantan Selatan
28,9
Kalimantan Timur
40,4
Sulawesi Utara
40,6
Sulawesi Tengah
36,4
Sulawesi Selatan
34,3
Sulawesi Tenggara
35,3
Gorontalo
24,5
Sulawesi Barat
38,3
Maluku
37,2
Maluku Utara
32,1
Papua Barat
28,2
Papua
34,7
Indonesia

47,6

(3)

5,9
10,1
4,1
7,0
8,2
13,2
2,6
6,9
5,9
10,2
5,5
7,7
4,6
7,3
4,5
4,4
4,8
5,2
12,9
15,4
10,0
9,3
8,9
7,7
12,0
6,6
4,8
6,9
4,5
4,3
6,7
6,2
7,5

Laki-Laki + Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

2,9
0,7
0,9
2,4
4,2
4,1
4,4
2,1
2,2
1,8

2,3
4,2
1,1
3,4
6,8
4,7
4,6
4,3
3,0
0,0

1,3
1,9
1,3
0,9
0,8
2,2
2,1
2,0
1,5
0,0

2,4
3,5
3,4
7,6
3,3
6,9
3,8
4,8
5,6
7,1

5,8
3,0
3,6
2,1
2,8
2,6
4,0
3,7
2,6
0,5

2,8
2,8
0,0
7,7
3,1
3,3
2,9
2,1
2,9
7,4
5,0
7,5
1,7
4,7
4,2
3,8
3,3
2,9
4,2
2,2
4,3
1,3
3,5

4,7
5,8
7,6
7,6
1,3
2,8
2,3
1,1
1,7
5,2
4,4
2,3
2,4
2,5
2,4
0,7
0,2
1,4
3,0
4,7
0,7
0,7
4,1

0,7
1,2

2,7
1,2
4,8
2,2
2,3
7,1
2,3
3,8
13,4
9,0
13,7
7,7
5,2
11,2
6,8
10,7
4,9
18,0
5,0
7,4
19,6
24,7
6,0

2,8
2,7
8,2
4,0
2,8
7,7
3,7
6,7
2,5
2,1
3,4
9,3
4,4
5,2
5,1
3,6
3,7
4,6
5,7
5,3
3,1
0,3
3,4

1,1
0,5
1,3
2,7
1,7
1,7
0,3
1,5
0,9
2,3
0,7
2,6
1,6
2,2
1,6
4,3
1,6
2,9
0,4
1,3

Sumber: Susenas 2011, BPS

164

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)

1,3
0,9
0,3
0,1
0,6
0,2
1,1
0,3
0,0
0,0

0,0
0,5
0,0
0,1
0,2
0,3
0,1
0,0
0,1
0,3
0,3
0,1
0,4
0,8
1,0
0,6
1,0
0,5
0,5
0,0
0,0
0,0
0,3

Tidak
diteri
ma
(10)

Lainn
ya
(11)

1,0
0,8
1,0
0,9
0,2
0,5
1,9
0,3
0,5
0,0

21,0
31,3
42,3
38,7
31,6
22,3
31,2
21,2
44,9
53,8

0,8
0,8
0,0
0,1
0,0
0,0
0,0
0,8
0,1
0,0
0,3
0,2
0,2
0,1
0,9
0,4
0,3
0,4
0,4
0,0
0,0
0,1
0,5

20,0
19,5
21,7
20,6
20,1
26,6
29,8
38,4
27,8
21,2
32,4
22,3
33,8
30,6
30,6
36,6
55,1
25,2
35,3
42,3
34,6
31,5
25,9

Total
(12)

100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 64.

Persentase Anak Usia 7-17 Tahun yang Tidak/Belum Pernah Sekolah/Tidak


Bersekolah Lagi Menurut Provinsi Jenis Kelamin dan Alasan Tidak/Belum Pernah
Sekolah/Tidak Bersekolah Lagi, 2011
Perkotaan+Perdesaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
54,8
46,4
40,0
37,2
41,9
40,7
40,9
54,5
30,3
31,3
58,4
57,2
56,3
36,8
48,9
65,2
47,9
46,6
33,4
35,7
36,9
28,6
43,9
41,2
33,2
34,3
36,6
23,7
29,8
35,4
33,3
32,1
34,9

(3)
10,0
8,6
7,2
8,7
10,0
15,0
7,3
8,6
9,3
26,7
9,4
9,1
8,7
9,9
8,2
5,0
5,5
8,0
6,5
15,5
21,4
16,0
15,0
11,2
11,6
17,0
7,1
8,5
13,9
5,1
5,6
8,7
6,5

Indonesia

48,0

9,6

Meni
Merasa Malu
kah/
pendidi karena
meng
kan
ekono
urus
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
0,7
1,9
0,5
0,0
4,4
2,3
0,0
0,9
1,2
0,5
4,0
1,3
1,0
7,0
0,7
0,0
5,8
2,3
1,3
5,1
3,0
0,1
2,5
2,3
0,0
2,7
2,3
0,0
2,2
0,2
0,0
2,6
1,2
0,4
3,4
1,5
0,2
4,6
1,0
0,0
4,4
0,0
0,4
6,0
0,8
0,0
1,0
0,4
0,0
1,3
0,6
0,0
1,1
3,3
0,3
1,1
1,8
0,9
3,0
1,6
1,0
5,1
0,4
0,0
3,3
1,9
2,2
1,7
0,7
0,2
1,8
1,5
1,1
1,4
0,7
0,1
2,0
1,7
0,1
0,6
2,3
0,3
0,3
0,4
0,6
1,9
2,0
1,4
3,4
4,2
0,0
2,5
1,4
0,0
1,3
0,2
1,5
0,4
0,3

3,4

1,3

Sumber: Susenas 2011, BPS

165

Laki Laki

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(8)
5,5
2,9
3,1
4,3
2,0
3,6
3,3
3,0
2,4
2,8
9,2
3,4
3,5
5,8
6,1
3,1
8,4
4,0
6,9
2,2
4,1
2,6
7,3
4,0
5,1
4,8
3,0
4,4
5,2
4,9
4,6
2,0
0,5

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
2,1
0,5
0,2
0,4
0,8
0,1
0,3
0,3
0,0
3,8
0,0
0,3
0,1
1,8
0,6
0,5
0,4
1,0
0,1
0,1
0,9
0,2
0,5
1,0
0,4
1,2
0,4
1,4
0,0
0,0
2,3
1,6
0,1

(10)
0,8
0,4
0,8
1,1
0,0
0,2
1,0
0,7
0,5
0,0
1,7
0,4
0,6
0,0
0,2
0,0
0,0
0,2
0,5
0,1
0,0
0,6
0,2
0,2
0,0
0,9
0,8
0,3
0,7
0,0
0,0
0,2
0,2

(11)
21,5
32,5
43,7
37,5
34,2
28,6
35,8
24,5
49,7
31,6
17,5
23,3
24,3
36,7
27,3
23,9
29,4
35,2
45,7
30,2
23,1
39,0
24,1
36,2
36,4
33,9
41,7
57,3
30,1
41,9
44,1
35,9
30,7

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

3,9

0,4

0,4

28,8

100.0

Sekol
ah
jauh

Cacat

(7)
2,2
2,0
2,9
5,0
2,4
3,7
2,1
3,5
2,7
1,4
0,0
1,1
0,9
4,5
1,6
1,0
6,3
0,6
3,7
10,7
7,0
7,6
4,3
2,8
10,0
4,0
7,4
3,4
16,0
3,6
6,1
18,2
25,0
3,7

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 64. (Lanjutan)
Perkotaan+Perdesaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
52,2
49,1
43,1
41,4
46,0
44,3
46,7
54,1
35,2
17,3
55,2
61,1
57,9
45,9
50,3
61,4
56,5
54,7
47,0
39,5
46,6
33,2
43,9
41,7
40,1
36,8
35,9
28,0
46,1
40,8
37,0
27,9
34,8

(3)
2,3
7,4
4,8
3,2
7,0
9,3
3,3
3,5
5,0
12,8
21,0
11,4
8,6
16,2
7,8
11,6
11,2
3,6
4,7
12,0
6,9
6,9
8,6
2,9
2,4
7,7
4,3
3,8
3,1
3,2
2,1
2,7
6,2

Indonesia

51,3

8,7

Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
6,0
3,2
1,8
1,7
6,7
1,5
4,8
1,8
2,4
5,7
2,5
1,8
0,4
1,6
5,5
3,8
4,3
0,6
5,8
2,8
8,8
6,0
2,2
3,0
4,0
8,4
3,4
1,1
8,1
4,1
8,3
4,1
2,6
5,0
5,1
5,0
5,9
1,9
4,8
4,0
8,1
6,8
0,9
5,1
3,3
4,1
1,7
0,4
9,1
10,7
0,4
3,0
1,4
0,9
4,5
3,9
3,7
0,8
1,8
2,3
5,2
6,5
0,9
0,7
3,3
5,9
5,5
0,0
0,0
6,1
14,4
6,5
1,0
1,5
2,6
4,3
3,4
0,7
1,0
2,9
5,1
2,6
0,8
3,2
6,7
5,9
2,2
0,3
2,3
3,9
3,8
0,8
1,6
3,6
6,3
5,0
1,9
1,8
11,3
2,7
14,0
5,3
1,1
7,0
1,7
10,7
4,9
1,1
11,3
4,0
16,1
3,5
0,0
5,0
6,7
4,9
3,4
2,6
4,1
5,4
11,2
4,5
0,6
9,7
4,7
10,2
2,1
2,9
7,6
5,6
9,3
1,2
2,2
9,6
4,8
9,3
0,0
5,9
4,3
3,2
5,5
1,0
1,9
14,4
5,6
7,6
2,6
3,4
4,7
4,6
8,7
6,0
1,0
5,1
5,5
9,7
2,4
3,5
13,5
4,5
2,9
0,8
0,6
21,6
0,4
6,4

4,1

1,1

Sumber: Susenas 2011, BPS

166

4,1

3,4

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
2,1
1,6
1,4
1,3
0,7
0,2
1,9
1,1
0,0
2,6
0,7
0,5
1,1
0,0
0,3
1,2
2,8
0,0
0,2
0,5
0,3
0,8
1,8
1,1
2,8
2,3
1,8
1,9
1,0
4,0
0,0
0,9
0,0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(10)
1,1
0,5
1,6
0,3
0,5
0,6
2,5
0,5
0,0
0,0
0,0
0,4
1,0
0,0
0,1
0,0
0,0
0,0
1,2
0,2
0,0
0,0
0,0
0,0
0,3
0,8
0,2
0,0
0,0
0,6
0,0
0,0
0,4

(11)
22,9
25,2
37,2
36,5
21,7
20,6
20,6
19,4
35,5
41,4
12,8
14,1
14,8
20,4
15,5
13,6
11,3
27,0
30,7
25,1
17,0
27,1
14,4
33,9
23,7
24,1
30,6
43,7
21,4
28,6
34,7
34,8
32,3

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

0,8

0,4

19,6

100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 64. (Lanjutan)
Perkotaan+Perdesaan

Provinsi

Bekerj
Tidak
a/men
ada
cari
biaya
nafkah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
53,7
47,5
41,0
39,1
43,5
42,2
43,2
54,3
32,2
26,4
56,5
59,1
56,9
41,5
49,6
63,4
52,2
50,8
39,6
37,5
41,0
30,8
43,9
41,3
36,2
35,3
36,3
25,2
37,1
37,8
34,8
30,2
34,9

(3)
6,7
8,1
6,5
6,2
8,8
12,7
5,7
6,6
7,7
21,8
16,1
10,2
8,6
13,2
8,0
8,2
8,4
5,8
5,7
13,9
15,3
11,5
12,2
8,2
7,6
13,3
5,8
6,9
9,0
4,3
4,2
6,0
6,4

Indonesia

49,5

9,2

Laki-Laki + Perempuan
Meni
Merasa Malu
kah/
Sekol
pendidi karena
meng
ah
Cacat
kan
ekono
urus
jauh
cukup
mi
rt
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
3,0
2,5
1,1
2,0
6,0
0,7
4,6
2,1
2,2
4,1
0,8
1,2
0,9
2,5
3,9
1,9
4,1
1,0
5,3
3,7
4,0
6,6
1,3
2,6
2,8
3,4
4,8
1,8
5,5
3,8
4,2
4,7
2,8
3,3
4,0
2,0
3,8
2,1
4,0
3,4
3,1
4,3
1,8
3,6
2,8
1,4
2,0
0,3
4,1
5,5
0,3
2,8
1,3
0,5
6,5
2,1
3,6
1,2
1,4
2,9
2,4
5,4
0,9
0,8
3,4
3,1
5,0
0,0
2,2
6,0
7,3
6,2
0,9
1,5
4,4
2,0
2,1
0,5
1,0
3,0
2,6
2,0
0,7
4,7
7,6
3,0
1,7
1,8
1,5
4,0
1,9
1,0
1,7
3,6
6,6
2,7
2,5
1,7
11,0
2,5
6,5
5,2
0,7
7,0
3,1
5,2
4,1
1,5
9,4
3,3
8,3
2,5
0,4
4,6
7,0
1,9
2,4
1,9
3,3
4,5
5,6
2,8
0,6
9,9
4,9
4,1
2,1
2,2
5,5
5,1
4,3
0,8
2,3
8,4
3,8
3,4
0,2
2,3
3,7
4,0
2,8
1,5
2,0
15,3
5,4
4,2
3,0
3,8
4,1
4,8
3,4
3,9
1,2
5,7
4,9
4,4
1,1
2,3
16,1
3,1
1,4
1,1
0,5
23,4
0,5
3,1

3,8

1,2

Sumber: Susenas 2011, BPS

167

3,9

3,7

Menu
nggu
peng
umu
man
(9)
2,1
1,0
0,6
0,8
0,8
0,2
0,9
0,6
0,0
3,4
0,4
0,4
0,5
0,9
0,4
0,8
1,6
0,5
0,2
0,3
0,6
0,5
1,1
1,0
1,5
1,6
1,0
1,6
0,4
1,8
1,4
1,3
0,0

Tidak
diteri
ma

Lainn
ya

Total

(10)
0,9
0,5
1,1
0,7
0,2
0,4
1,6
0,6
0,3
0,0
0,7
0,4
0,8
0,0
0,2
0,0
0,0
0,1
0,8
0,1
0,0
0,3
0,1
0,1
0,1
0,8
0,5
0,2
0,4
0,3
0,0
0,1
0,3

(11)
22,1
29,4
41,6
37,1
29,4
25,4
29,6
22,5
44,3
35,0
14,8
18,9
20,2
28,3
21,5
19,0
20,2
31,0
38,9
27,9
20,6
33,2
19,9
35,4
30,8
30,0
36,7
52,6
26,2
35,9
40,4
35,4
31,4

(12)
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0
100.0

0,6

0,4

24,6

100.0

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 65.

Angka Buta Huruf Anak Usia 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Kelompok Umur,
2011
Laki-laki

5-6

7-12

13-15

16-17

5-17

7-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
82,13
71,30
86,43
71,94
77,33
73,26
77,15
74,69
70,09
61,49
57,63
71,48
70,66
58,55
68,73
63,53
67,76
87,98
85,02
80,12
73,79
70,42
66,14
61,84
80,82
77,79
81,23
81,20
89,44
69,50
78,60
79,43
87,39

(3)
7,61
4,57
6,95
4,58
3,55
5,21
6,38
4,43
5,46
3,92
1,58
4,03
2,92
0,14
2,82
4,94
2,70
9,27
12,86
7,71
6,04
3,37
4,31
3,08
11,57
7,90
11,20
9,15
14,70
6,46
9,31
17,51
32,40

(4)
0,37
0,43
1,01
0,63
0,46
0,64
0,13
0,54
1,29
0,32
0,58
0,64
0,44
0,00
0,52
0,16
0,49
0,69
2,40
1,04
1,01
0,12
1,00
0,31
1,97
2,04
1,57
0,54
1,70
1,17
0,74
1,72
20,57

(5)
0,22
0,53
0,43
0,72
1,15
0,89
2,07
0,35
0,81
0,33
0,53
0,62
0,59
1,09
0,93
0,25
2,32
1,26
2,46
1,83
0,22
0,26
0,17
0,86
1,52
2,19
0,63
4,14
1,93
1,21
1,18
3,67
24,13

(6)
17,12
13,60
16,42
15,43
14,40
14,40
15,35
12,81
14,46
14,78
10,83
13,10
11,56
8,45
11,34
11,71
12,02
17,90
22,05
17,56
13,86
12,53
13,42
11,35
19,80
16,64
19,63
17,61
22,56
15,30
18,40
23,12
37,87

(7)
4,49
2,82
4,32
3,02
2,34
3,29
4,05
2,68
3,65
2,51
1,14
2,61
1,86
0,28
1,90
2,96
2,07
5,75
8,96
5,16
3,92
2,12
2,81
2,04
7,92
5,53
7,27
6,26
9,43
4,47
5,85
11,90
28,19

Jumlah
Penduduk
5-17
Tahun
(8)
667.141
1.971.597
725.970
805.556
439.146
1.036.110
240.321
1.034.266
163.636
195.532
1.004.116
5.840.412
4.020.852
345.051
4.330.373
1.502.406
469.258
609.345
771.843
647.515
315.667
477.221
476.888
299.887
398.552
1.144.382
347.507
154.133
188.298
243.908
170.290
117.426
500.273

Indonesia

72,43

5,27

0,99

1,16

14,02

3,50

31.654.877

Provinsi

Kelompok Umur

Sumber: Susenas 2011, BPS

168

Jumlah
Penduduk
7-17
Tahun
(9)
558.590
1.661.233
618.934
660.565
368.518
871.651
203.197
888.724
137.007
154.857
831.740
4.950.606
3.453.974
296.636
3.718.744
1.285.367
398.172
519.305
638.981
540.368
270.769
404.438
396.980
253.209
333.608
968.490
289.415
130.797
157.404
203.277
140.909
97.909
418.409
26.822.784

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 66.

Angka Buta Huruf Anak Usia 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Kelompok Umur,
2011
Perempuan

5-6

7-12

13-15

16-17

5-17

7-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
82,76
71,38
83,39
67,99
71,81
68,99
74,43
68,44
61,48
56,92
58,87
63,38
63,84
50,05
66,48
67,26
61,42
83,46
78,89
80,94
74,08
63,31
65,38
60,31
76,55
76,18
80,69
77,08
90,32
63,58
78,06
83,10
85,54

(3)
8,05
4,67
4,93
3,77
3,29
5,02
4,34
4,04
3,56
2,90
1,21
3,26
2,31
0,50
2,01
3,46
2,09
6,90
11,18
6,11
4,06
1,84
2,78
2,63
9,96
5,73
8,39
6,42
11,54
4,84
8,07
15,66
33,12

(4)
0,38
0,98
0,17
0,33
0,25
0,50
0,63
0,07
0,51
0,06
0,00
0,49
0,52
0,23
0,33
0,10
0,24
0,79
1,75
0,99
0,10
0,24
0,46
1,10
0,76
0,55
0,46
0,19
2,63
1,30
0,72
1,33
20,73

(5)
0,46
0,58
0,96
0,35
0,43
0,96
0,59
0,51
0,93
0,26
0,00
0,08
0,35
0,00
0,37
0,14
0,55
0,72
1,79
1,91
0,30
1,13
0,35
0,24
1,98
2,16
0,86
2,13
2,46
0,47
0,82
3,13
25,82

(6)
16,25
13,80
15,78
12,66
13,19
12,88
13,45
12,14
11,50
12,68
8,79
11,00
10,66
8,35
10,88
11,89
10,24
16,04
20,15
15,12
14,75
10,51
12,05
10,08
18,77
14,55
17,24
16,22
21,49
13,24
17,73
23,82
39,07

(7)
4,79
3,00
3,06
2,34
2,05
3,20
2,81
2,42
2,40
1,92
0,67
2,02
1,50
0,32
1,30
2,01
1,39
4,30
7,54
4,16
2,54
1,33
1,86
1,87
6,48
3,77
5,31
4,15
7,95
3,37
5,10
10,51
29,04

Jumlah
Penduduk
5-17
Tahun
(8)
607.076
1.805.383
633.351
767.765
389.498
951.951
223.389
931.739
145.273
191.479
961.262
5.398.629
3.607.828
330.370
3.956.033
1.350.952
411.566
603.433
733.803
586.356
284.941
442.688
455.396
270.673
361.599
1.051.639
340.732
144.604
174.071
234.169
148.829
108.941
428.466

Indonesia

68,66

4,36

0,79

0,83

12,82

2,86

29.033.883

Provinsi

Kelompok Umur

Sumber: Susenas 2011, BPS

169

Jumlah
Penduduk
7-17
Tahun
(9)
517.848
1.520.261
533.052
647.093
327.307
811.859
190.221
794.586
122.902
154.038
827.144
4.608.712
3.077.902
277.006
3.374.627
1.146.421
350.903
513.983
604.096
502.638
236.310
377.175
382.335
232.631
298.142
895.190
286.802
120.659
145.450
195.811
123.069
88.970
352.407
24.637.552

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 67.

Angka Buta Huruf Anak Usia 5-17 Tahun Menurut Provinsi dan Kelompok Umur,
2011
Laki-Laki+Perempuan

5-6

7-12

13-15

16-17

5-17

7-17

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
82,41
71,34
84,96
70,15
74,74
71,30
75,87
71,66
66,16
59,30
58,17
67,67
67,37
54,09
67,63
65,34
64,84
85,73
81,99
80,48
73,94
67,05
65,78
61,16
78,71
77,03
80,97
79,11
89,86
66,63
78,35
81,29
86,50

(3)
7,82
4,62
6,01
4,19
3,42
5,11
5,38
4,24
4,55
3,40
1,40
3,67
2,63
0,31
2,43
4,25
2,42
8,09
12,05
6,95
5,11
2,64
3,54
2,86
10,83
6,87
9,81
7,85
13,17
5,67
8,73
16,63
32,74

(4)
0,38
0,69
0,62
0,48
0,36
0,58
0,36
0,32
0,92
0,19
0,30
0,57
0,48
0,11
0,43
0,13
0,38
0,74
2,08
1,02
0,58
0,17
0,74
0,69
1,36
1,31
1,00
0,37
2,13
1,23
0,74
1,53
20,65

(5)
0,34
0,55
0,67
0,53
0,82
0,92
1,35
0,42
0,86
0,30
0,24
0,37
0,48
0,54
0,66
0,20
1,46
1,00
2,12
1,87
0,26
0,71
0,26
0,57
1,74
2,18
0,74
3,20
2,20
0,83
1,02
3,42
24,85

(6)
16,71
13,69
16,13
14,08
13,83
13,67
14,43
12,49
13,07
13,74
9,84
12,09
11,14
8,41
11,12
11,79
11,19
16,97
21,13
16,40
14,28
11,56
12,75
10,75
19,31
15,64
18,45
16,94
22,05
14,29
18,09
23,46
38,43

(7)
4,64
2,91
3,74
2,69
2,20
3,25
3,45
2,56
3,06
2,22
0,91
2,33
1,69
0,30
1,62
2,51
1,75
5,03
8,27
4,68
3,28
1,74
2,35
1,96
7,24
4,69
6,29
5,25
8,72
3,93
5,50
11,24
28,58

Jumlah
Penduduk
5-17
Tahun
(8)
1.274.216
3.776.979
1.359.322
1.573.321
828.644
1.988.061
463.710
1.966.005
308.909
387.012
1.965.378
11.239.041
7.628.681
675.421
8.286.406
2.853.358
880.824
1.212.778
1.505.645
1.233.871
600.608
919.909
932.284
570.560
760.151
2.196.021
688.239
298.737
362.368
478.077
319.120
226.367
928.740

Indonesia

70,63

4,84

0,89

1,00

13,45

3,19

60.688.760

Provinsi

Kelompok Umur

Sumber: Susenas 2011, BPS

170

Jumlah
Penduduk
7-17
Tahun
(9)
1.076.438
3.181.495
1.151.986
1.307.659
695.825
1.683.511
393.418
1.683.310
259.909
308.894
1.658.884
9.559.318
6.531.876
573.641
7.093.371
2.431.789
749.076
1.033.288
1.243.076
1.043.005
507.080
781.613
779.316
485.841
631.750
1.863.680
576.217
251.457
302.854
399.088
263.978
186.879
770.816
51.460.336

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 68. Jumlah Anak Didik (Narapidana Anak) dan Tahanan Anak Menurut Provinsi Bulan Desember
2011
ISI LAPAS/RUTAN/CABRUT
NO
.
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

KANWIL

(2)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kepulauan Bangka
Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
JUMLAH

ANAK DIDIK
L
(3)

TAHANAN (ANAK)

JUMLAH

62
351
64
160
37
61
241
17

P
(4)
1
16
1
2
1
2
-

L+P
(5)
63
367
65
162
37
62
243
17

L
(6)
501
433
2.427
393
472
6.910
135
569

P
(7)
8
26
51
37
24
110
2
87

L+P
(8)
509
459
2.478
430
496
7.020
137
656

L
(9)
563
784
2.491
553
509
6.971
376
586

P
(10)
9
42
52
39
24
111
4
87

L+P
(11)
572
826
2.543
592
533
7.082
380
673

110

112

4.248

175

4.423

4.358

177

4.535

59
179
31
265
12
240
260
75
49
89
94
56
31
47
130
12
44
27
34
83
16
23
62
17

3
3
10
5
202
1
2
1
7
2
3
5
1
1
1
2
-

3.038

274

59
182
34
275
12
245
462
76
51
90
101
58
34
47
135
12
45
28
34
83
16
24
64
17
3.3
12

3.170
6.115
843
1.308
529
1.450
528
1.539
181
143
1.118
648
723
219
90
1.622
232
2.068
727
666
558
790
1.976
5.907
49.23
8

153
269
46
69
19
67
16
107
8
3
31
25
29
4
10
58
9
114
15
51
39
58
196
246
2.16
2

3.323
6.384
889
1.377
548
1.517
544
1.646
189
146
1.149
673
752
223
100
1.680
241
2.182
742
717
597
848
2.172
6.153
51.40
0

3.229
6.294
874
1.573
541
1.690
788
1.614
230
232
1.212
704
754
266
220
1.634
276
2.095
761
749
574
813
2.038
5.924
52.27
6

153
272
49
79
19
72
218
108
10
4
38
27
32
4
15
58
10
115
15
51
39
59
198
246
2.43
6

3.382
6.566
923
1.652
560
1.762
1.006
1.722
240
236
1.250
731
786
270
235
1.692
286
2.210
776
800
613
872
2.236
6.170
54.71
2

Sumber : Direktorat Jendral Pemasyarakatan


Catatan : L=Laki-Laki, P=Perempuan

171

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 69. Persentase Penduduk Yang Menjadi Korban Kejahatan Selama Tahun 2011 Menurut Provinsi dan
Klasifikasi Daerah
Provinsi

Perkotaan

Perdesaan

Perkotaan+Perdesaan

Anak

Dewasa

Total

Anak

Dewasa

Total

Anak

Dewasa

Total

(1)
Aceh
Sumatera Utara

(2)
9,30
22,59

(3)
90,70
77,41

(4)
100
100

(5)
18,77
10,85

(6)
81,23
89,15

(7)
100
100

(8)
15,71
18,27

(9)
84,29
81,73

(10)
100
100

Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kepulauan Bangka
Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur

4,23
17,22
9,22
10,65
6,01
15,89

95,77
82,78
90,78
89,35
93,99
84,11

100
100
100
100
100
100

14,68
17,08
10,09
10,14
13,27
12,67

85,32
82,92
89,91
89,86
86,73
87,33

100
100
100
100
100
100

9,78
17,14
9,78
10,35
11,47
13,72

90,22
82,86
90,22
89,65
88,53
86,28

100
100
100
100
100
100

17,94

82,06

100

22,28

77,72

100

19,70

80,30

100

2,91
13,76
12,92
9,93
4,80
14,96
16,93
3,94
11,52
10,85

97,09
86,24
87,08
90,07
95,20
85,04
83,07
96,06
88,48
89,15

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

18,73

81,27

100

10,11
11,74
13,32
11,29
14,87
1,67
6,03
7,93

89,89
88,26
86,68
88,71
85,13
98,33
93,97
92,07

100
100
100
100
100
100
100
100

5,14
13,76
12,03
10,78
6,54
13,58
16,22
2,97
8,56
8,65

94,86
86,24
87,97
89,22
93,46
86,42
83,78
97,03
91,44
91,35

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Kalimantan Barat

12,39

87,61

100

27,18

72,82

100

20,72

79,28

100

Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara

0,71
17,46
5,08
16,30

99,29
82,54
94,92
83,70

100
100
100
100

18,32
17,84
18,80
23,58

81,68
82,16
81,20
76,42

100
100
100
100

11,14
17,68
7,02
20,04

88,86
82,32
92,98
79,96

100
100
100
100

Sulawesi Tengah

8,22

91,78

100

14,12

85,88

100

12,30

87,70

100

Sulawesi Selatan

11,91

88,09

100

14,98

85,02

100

13,18

86,82

100

Sulawesi Tenggara

16,46

83,54

100

11,94

88,06

100

13,95

86,05

100

Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

24,26
2,84
11,84
3,08
8,60
23,04
13,44

75,74
97,16
88,16
96,92
91,40
76,96
86,56

100
100
100
100
100
100
100

10,88
4,46
4,34
22,31
10,12
16,14
12,18

89,12
95,54
95,66
77,69
89,88
83,86
87,82

100
100
100
100
100
100
100

16,29
3,89
9,05
18,64
9,45
19,51
12,92

83,71
96,11
90,95
81,36
90,55
80,49
87,08

100
100
100
100
100
100
100

Sumber : Diolah dari raw data Susenas 2011 (tidak termasuk korban pembunuhan)

172

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 70.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
96.049
515.376
151.098
165.086
69.705
204.628
42.633
150.917
40.230
74.332
560.567
2.128.440
1.071.284
134.454
1.180.923
520.714
150.676
146.945
77.780
103.670
55.140
107.630
152.986
73.249
49.655
227.250
49.254
27.432
22.102
47.715
21.791
17.789
55.484

(3)

126
753
337
331
134
406
85
173
62
270
2.353
3.659
1.310
226
2.217
1.115
236
164
85
250
61
143
347
114
83
300
67
56
18
38
22
16
86

(4)
22
178
87
59
19
85
10
45
12
26
249
681
304
61
435
137
64
66
43
59
17
37
44
33
13
62
25
15
7
12
7
5
16

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
96.197
0,15
516.307
0,18
151.522
0,28
165.476
0,24
69.858
0,22
205.119
0,24
42.728
0,22
151.135
0,14
40.304
0,18
74.628
0,40
563.169
0,46
2.132.780
0,20
1.072.898
0,15
134.741
0,21
1.183.575
0,22
521.966
0,24
150.976
0,20
147.175
0,16
77.908
0,16
103.979
0,30
55.218
0,14
107.810
0,17
153.377
0,25
73.396
0,20
49.751
0,19
227.612
0,16
49.346
0,19
27.503
0,26
22.127
0,11
47.765
0,10
21.820
0,13
17.810
0,12
55.586
0,18

Indonesia

8.492.984

15.643

2.935

8.511.562

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

173

0,22

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.491
3.935
1.136
1.330
1.555
1.374
350
662
75
88
4.969
6.413
14.534
543
37.184
2.442
312
2.321
831
402
135
2.167
1.575
573
45
1.007
199
20
27
186
39
4
405

(8)
97.688
520.242
152.658
166.806
71.413
206.493
43.078
151.797
40.379
74.716
568.138
2.139.193
1.087.432
135.284
1.220.759
524.408
151.288
149.496
78.739
104.381
55.353
109.977
154.952
73.969
49.796
228.619
49.545
27.523
22.154
47.951
21.859
17.814
55.991

88.329

8.599.891

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 71.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92.480
496.319
147.473
158.324
68.400
198.658
42.301
149.859
38.367
70.808
572.730
2.045.126
1.028.174
130.462
1.142.163
502.701
143.165
143.000
79.305
104.459
54.516
102.568
145.202
71.021
49.718
222.981
48.574
27.356
21.868
45.988
21.078
16.757
49.856

(3)
149
1.098
554
548
178
631
139
337
73
356
3.600
5.013
1.837
289
3.414
1.526
355
224
119
376
103
179
481
140
134
417
76
84
25
97
46
24
87

(4)
31
171
90
53
18
108
16
51
12
37
271
644
248
51
365
157
42
52
35
39
30
32
57
36
14
82
23
11
8
11
6
3
12

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
92.660
0,19
497.588
0,26
148.117
0,43
158.925
0,38
68.596
0,29
199.397
0,37
42.456
0,37
150.247
0,26
38.452
0,22
71.201
0,55
576.601
0,67
2.050.783
0,28
1.030.259
0,20
130.802
0,26
1.145.942
0,33
504.384
0,33
143.562
0,28
143.276
0,19
79.459
0,19
104.874
0,40
54.649
0,24
102.779
0,21
145.740
0,37
71.197
0,25
49.866
0,30
223.480
0,22
48.673
0,20
27.451
0,35
21.901
0,15
46.096
0,23
21.130
0,25
16.784
0,16
49.955
0,20

Indonesia

8.231.757

22.709

2.816

8.257.282

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

174

0,31

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.404
5.125
1.053
1.482
1.402
1.425
514
848
69
58
4.726
5.097
12.813
454
43.791
2.720
161
2.432
819
483
82
1.905
1.490
413
0
396
26
32
0
28
4
0
249

(8)
94.064
502.713
149.170
160.407
69.998
200.822
42.970
151.095
38.521
71.259
581.327
2.055.880
1.043.072
131.256
1.189.733
507.104
143.723
145.708
80.278
105.357
54.731
104.684
147.230
71.610
49.866
223.876
48.699
27.483
21.901
46.124
21.134
16.784
50.204

91.501

8.348.783

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 72.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki + Perempuan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Tidak
ada
kesulitan

Mengalami
Kesulitan
Sedikit

(2)
188.529
1.011.695
298.571
323.410
138.105
403.286
84.934
300.776
78.597
145.140
1.133.297
4.173.566
2.099.458
264.916
2.323.086
1.023.415
293.841
289.945
157.085
208.129
109.656
210.198
298.188
144.270
99.373
450.231
97.828
54.788
43.970
93.703
42.869
34.546
105.340

(3)
275
1.851
891
879
312
1.037
224
510
135
626
5.953
8.672
3.147
515
5.631
2.641
591
388
204
626
164
322
828
254
217
717
143
140
43
135
68
40
173

16.724.741

38.352

Parah
(4)
53
349
177
112
37
193
26
96
24
63
520
1.325
552
112
800
294
106
118
78
98
47
69
101
69
27
144
48
26
15
23
13
8
28

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
188.857
0,17
1.013.895
0,22
299.639
0,36
324.401
0,31
138.454
0,25
404.516
0,30
85.184
0,29
301.382
0,20
78.756
0,20
145.829
0,47
1.139.770
0,57
4.183.563
0,24
2.103.157
0,18
265.543
0,24
2.329.517
0,28
1.026.350
0,29
294.538
0,24
290.451
0,17
157.367
0,18
208.853
0,35
109.867
0,19
210.589
0,19
299.117
0,31
144.593
0,22
99.617
0,24
451.092
0,19
98.019
0,19
54.954
0,30
44.028
0,13
93.861
0,17
42.950
0,19
34.594
0,14
105.541
0,19

5.751 16.768.844

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

175

0,26

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.895
9.060
2.189
2.812
2.957
2.799
864
1.510
144
146
9.695
11.510
27.347
997
80.975
5.162
473
4.753
1.650
885
217
4.072
3.065
986
45
1.403
225
52
27
214
43
4
654

(8)
191.752
1.022.955
301.828
327.213
141.411
407.315
86.048
302.892
78.900
145.975
1.149.465
4.195.073
2.130.504
266.540
2.410.492
1.031.512
295.011
295.204
159.017
209.738
110.084
214.661
302.182
145.579
99.662
452.495
98.244
55.006
44.055
94.075
42.993
34.598
106.195

179.830

16.948.674

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 73.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
278.076
602.640
255.669
276.687
166.412
376.962
94.930
459.623
46.666
21.220
1.206.560
1.317.899
74.996
1.334.020
335.764
106.854
217.440
340.891
253.920
114.731
162.357
102.650
94.731
160.261
425.376
143.856
60.083
79.831
88.815
67.665
44.625
216.156

(3)
304
545
369
284
169
321
75
352
60
42
1.174
1.199
89
1.447
224
117
251
450
346
122
140
126
162
188
427
158
124
97
103
69
52
273

(4)
126
202
95
76
65
103
39
126
18
11
349
391
33
526
76
44
85
214
97
44
42
35
49
79
174
45
34
25
32
14
12
41

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
278.506
0,15
603.387
0,12
256.133
0,18
277.047
0,13
166.646
0,14
377.386
0,11
95.044
0,12
460.101
0,10
46.744
0,17
21.273
0,25
1.208.083
0,13
1.319.489
0,12
75.118
0,16
1.335.993
0,15
336.064
0,09
107.015
0,15
217.776
0,15
341.555
0,19
254.363
0,17
114.897
0,14
162.539
0,11
102.811
0,16
94.942
0,22
160.528
0,17
425.977
0,14
144.059
0,14
60.241
0,26
79.953
0,15
88.950
0,15
67.748
0,12
44.689
0,14
216.470
0,15

Indonesia

9.528.366

9.859

3.302

9.541.527

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

176

0,14

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.066
2.231
701
1.659
1.739
753
185
2.529
148
11
2.256
4.174
22
24.295
3.415
10
283
982
347
63
243
896
8
953
835
462
3
233
115
61
242
2.976

(8)
280.572
605.618
256.834
278.706
168.385
378.139
95.229
462.630
46.892
21.284
1.210.339
1.323.663
75.140
1.360.288
339.479
107.025
218.059
342.537
254.710
114.960
162.782
103.707
94.950
161.481
426.812
144.521
60.244
80.186
89.065
67.809
44.931
219.446

54.896

9.596.423

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 74.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
265.297
567.333
243.046
257.715
156.494
353.517
88.516
424.007
43.920
19.591
1.121.449
1.217.942
69.387
1.244.003
300.694
96.906
206.631
317.572
238.402
105.846
152.044
93.893
86.297
149.314
403.826
135.238
57.488
75.393
81.666
62.092
40.833
176.884

(3)
318
603
477
314
129
301
87
393
69
44
1.187
1.207
94
1.636
215
137
190
409
338
117
136
120
171
198
411
140
128
69
85
70
50
231

(4)
85
153
86
59
43
88
19
103
16
5
332
323
25
521
56
32
59
183
81
36
29
27
30
58
120
44
28
21
20
11
13
28

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
265.700
0,15
568.089
0,13
243.609
0,23
258.088
0,14
156.666
0,11
353.906
0,11
88.622
0,12
424.503
0,12
44.005
0,19
19.640
0,25
1.122.968
0,14
1.219.472
0,13
69.506
0,17
1.246.160
0,17
300.965
0,09
97.075
0,17
206.880
0,12
318.164
0,19
238.821
0,18
105.999
0,14
152.209
0,11
94.040
0,16
86.498
0,23
149.570
0,17
404.357
0,13
135.422
0,14
57.644
0,27
75.483
0,12
81.771
0,13
62.173
0,13
40.896
0,15
177.143
0,15

Indonesia

8.853.236

10.074

2.734

8.866.044

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

177

0,14

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.175
2.474
837
1.448
1.981
732
211
2.713
83
4
2.296
4.172
24
29.539
3.316
1
309
665
199
26
40
819
0
783
904
511
0
165
59
33
61
1.895

(8)
267.875
570.563
244.446
259.536
158.647
354.638
88.833
427.216
44.088
19.644
1.125.264
1.223.644
69.530
1.275.699
304.281
97.076
207.189
318.829
239.020
106.025
152.249
94.859
86.498
150.353
405.261
135.933
57.644
75.648
81.830
62.206
40.957
179.038

58.475

8.924.519

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 75.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
543.373
1.169.973
498.715
534.402
322.906
730.479
183.446
883.630
90.586
40.811
2.328.009
2.535.841
144.383
2.578.023
636.458
203.760
424.071
658.463
492.322
220.577
314.401
196.543
181.028
309.575
829.202
279.094
117.571
155.224
170.481
129.757
85.458
393.040

(3)
622
1.148
846
598
298
622
162
745
129
86
2.361
2.406
183
3.083
439
254
441
859
684
239
276
246
333
386
838
298
252
166
188
139
102
504

18.381.602

19.933

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
211
355
181
135
108
191
58
229
34
16
681
714
58
1.047
132
76
144
397
178
80
71
62
79
137
294
89
62
46
52
25
25
69

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
544.206
0,15
1.171.476
0,13
499.742
0,21
535.135
0,14
323.312
0,13
731.292
0,11
183.666
0,12
884.604
0,11
90.749
0,18
40.913
0,25
2.331.051
0,13
2.538.961
0,12
144.624
0,17
2.582.153
0,16
637.029
0,09
204.090
0,16
424.656
0,14
659.719
0,19
493.184
0,17
220.896
0,14
314.748
0,11
196.851
0,16
181.440
0,23
310.098
0,17
830.334
0,14
279.481
0,14
117.885
0,27
155.436
0,14
170.721
0,14
129.921
0,13
85.585
0,15
393.613
0,15

6.036 18.407.571

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

178

0,14

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
4.241
4.705
1.538
3.107
3.720
1.485
396
5.242
231
15
4.552
8.346
46
53.834
6.731
11
592
1.647
546
89
283
1.715
8
1.736
1.739
973
3
398
174
94
303
4.871

(8)
548.447
1.176.181
501.280
538.242
327.032
732.777
184.062
889.846
90.980
40.928
2.335.603
2.547.307
144.670
2.635.987
643.760
204.101
425.248
661.366
493.730
220.985
315.031
198.566
181.448
311.834
832.073
280.454
117.888
155.834
170.895
130.015
85.888
398.484

113.371

18.520.942

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 76.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
374.125
1.118.016
406.767
441.773
236.117
581.590
137.563
610.540
86.896
95.552
560.567
3.335.000
2.389.183
209.450
2.514.943
856.478
257.530
364.385
418.671
357.590
169.871
269.987
255.636
167.980
209.916
652.626
193.110
87.515
101.933
136.530
89.456
62.414
271.640

(3)
430
1.298
706
615
303
727
160
525
122
312
2.353
4.833
2.509
315
3.664
1.339
353
415
535
596
183
283
473
276
271
727
225
180
115
141
91
68
359

18.021.350

25.502

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
148
380
182
135
84
188
49
171
30
37
249
1.030
695
94
961
213
108
151
257
156
61
79
79
82
92
236
70
49
32
44
21
17
57

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
374.703
0,15
1.119.694
0,15
407.655
0,22
442.523
0,17
236.504
0,16
582.505
0,16
137.772
0,15
611.236
0,11
87.048
0,17
95.901
0,36
563.169
0,46
3.340.863
0,18
2.392.387
0,13
209.859
0,19
2.519.568
0,18
858.030
0,18
257.991
0,18
364.951
0,16
419.463
0,19
358.342
0,21
170.115
0,14
270.349
0,13
256.188
0,22
168.338
0,21
210.279
0,17
653.589
0,15
193.405
0,15
87.744
0,26
102.080
0,14
136.715
0,14
89.568
0,13
62.499
0,14
272.056
0,15

6.237 18.053.089

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

179

0,18

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.557
6.166
1.837
2.989
3.294
2.127
535
3.191
223
99
4.969
8.669
18.708
565
61.479
5.857
322
2.604
1.813
749
198
2.410
2.471
581
998
1.842
661
23
260
301
100
246
3.381

(8)
378.260
1.125.860
409.492
445.512
239.798
584.632
138.307
614.427
87.271
96.000
568.138
3.349.532
2.411.095
210.424
2.581.047
863.887
258.313
367.555
421.276
359.091
170.313
272.759
258.659
168.919
211.277
655.431
194.066
87.767
102.340
137.016
89.668
62.745
275.437

143.225

18.196.314

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 77.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
357.777
1.063.652
390.519
416.039
224.894
552.175
130.817
573.866
82.287
90.399
572.730
3.166.575
2.246.116
199.849
2.386.166
803.395
240.071
349.631
396.877
342.861
160.362
254.612
239.095
157.318
199.032
626.807
183.812
84.844
97.261
127.654
83.170
57.590
226.740

(3)
467
1.701
1.031
862
307
932
226
730
142
400
3.600
6.200
3.044
383
5.050
1.741
492
414
528
714
220
315
601
311
332
828
216
212
94
182
116
74
318

17.084.993

32.783

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
116
324
176
112
61
196
35
154
28
42
271
976
571
76
886
213
74
111
218
120
66
61
84
66
72
202
67
39
29
31
17
16
40

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
358.360
0,16
1.065.677
0,19
391.726
0,31
417.013
0,23
225.262
0,16
553.303
0,20
131.078
0,20
574.750
0,15
82.457
0,21
90.841
0,49
576.601
0,67
3.173.751
0,23
2.249.731
0,16
200.308
0,23
2.392.102
0,25
805.349
0,24
240.637
0,24
350.156
0,15
397.623
0,19
343.695
0,24
160.648
0,18
254.988
0,15
239.780
0,29
157.695
0,24
199.436
0,20
627.837
0,16
184.095
0,15
85.095
0,29
97.384
0,13
127.867
0,17
83.303
0,16
57.680
0,16
227.098
0,16

5.550 17.123.326

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

180

0,22

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.579
7.599
1.890
2.930
3.383
2.157
725
3.561
152
62
4.726
7.393
16.985
478
73.330
6.036
162
2.741
1.484
682
108
1.945
2.309
413
783
1.300
537
32
165
87
37
61
2.144

(8)
361.939
1.073.276
393.616
419.943
228.645
555.460
131.803
578.311
82.609
90.903
581.327
3.181.144
2.266.716
200.786
2.465.432
811.385
240.799
352.897
399.107
344.377
160.756
256.933
242.089
158.108
200.219
629.137
184.632
85.127
97.549
127.954
83.340
57.741
229.242

149.976

17.273.302

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 78.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Melihat Menurut Provinsi dan
Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
731.902
2.181.668
797.286
857.812
461.011
1.133.765
268.380
1.184.406
169.183
185.951
1.133.297
6.501.575
4.635.299
409.299
4.901.109
1.659.873
497.601
714.016
815.548
700.451
330.233
524.599
494.731
325.298
408.948
1.279.433
376.922
172.359
199.194
264.184
172.626
120.004
498.380

(3)
897
2.999
1.737
1.477
610
1.659
386
1.255
264
712
5.953
11.033
5.553
698
8.714
3.080
845
829
1.063
1.310
403
598
1.074
587
603
1.555
441
392
209
323
207
142
677

35.106.343

58.285

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
264
704
358
247
145
384
84
325
58
79
520
2.006
1.266
170
1.847
426
182
262
475
276
127
140
163
148
164
438
137
88
61
75
38
33
97

Jumlah
Persentase Tidak
Kol (2)
Kesulitan Ditany
s/d Kol
Melihat
akan
(4)
(5)
(6)
(7)
733.063
0,16
7.136
2.185.371
0,17
13.765
799.381
0,26
3.727
859.536
0,20
5.919
461.766
0,16
6.677
1.135.808
0,18
4.284
268.850
0,17
1.260
1.185.986
0,13
6.752
169.505
0,19
375
186.742
0,42
161
1.139.770
0,57
9.695
6.514.614
0,20
16.062
4.642.118
0,15
35.693
410.167
0,21
1.043
4.911.670
0,22
134.809
1.663.379
0,21
11.893
498.628
0,21
484
715.107
0,15
5.345
817.086
0,19
3.297
702.037
0,23
1.431
330.763
0,16
306
525.337
0,14
4.355
495.968
0,25
4.780
326.033
0,23
994
409.715
0,19
1.781
1.281.426
0,16
3.142
377.500
0,15
1.198
172.839
0,28
55
199.464
0,14
425
264.582
0,15
388
172.871
0,14
137
120.179
0,15
307
499.154
0,16
5.525

11.787 35.176.415

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

181

0,20

293.201

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)
(8)
740.199
2.199.136
803.108
865.455
468.443
1.140.092
270.110
1.192.738
169.880
186.903
1.149.465
6.530.676
4.677.811
411.210
5.046.479
1.675.272
499.112
720.452
820.383
703.468
331.069
529.692
500.748
327.027
411.496
1.284.568
378.698
172.894
199.889
264.970
173.008
120.486
504.679
35.469.616

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 79.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
96.061
515.733
151.266
165.279
69.768
204.921
42.693
150.967
40.253
74.551
562.612
2.130.362
1.071.550
134.544
1.182.111
521.453
150.726
146.942
77.770
103.825
55.153
107.660
153.200
73.285
49.695
227.281
49.275
27.419
22.091
47.712
21.787
17.791
55.528

(3)

68
309
160
103
45
107
17
88
29
46
312
1.404
790
101
825
308
132
134
81
80
39
76
112
57
35
190
43
57
17
37
19
11
38

(4)
68
265
96
94
45
91
18
80
22
31
245
1.014
558
96
639
205
118
99
57
74
26
74
65
54
21
141
28
27
19
16
14
8
20

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
96.197
0,14
516.307
0,11
151.522
0,17
165.476
0,12
69.858
0,13
205.119
0,10
42.728
0,08
151.135
0,11
40.304
0,13
74.628
0,10
563.169
0,10
2.132.780
0,11
1.072.898
0,13
134.741
0,15
1.183.575
0,12
521.966
0,10
150.976
0,17
147.175
0,16
77.908
0,18
103.979
0,15
55.218
0,12
107.810
0,14
153.377
0,12
73.396
0,15
49.751
0,11
227.612
0,15
49.346
0,14
27.503
0,31
22.127
0,16
47.765
0,11
21.820
0,15
17.810
0,11
55.586
0,10

Indonesia

8.501.264

5.870

4.428

8.511.562

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

182

0,12

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.491
3.935
1.136
1.330
1.555
1.374
350
662
75
88
4.969
6.413
14.534
543
37.184
2.442
312
2.321
831
402
135
2.167
1.575
573
45
1.007
199
20
27
186
39
4
405

(8)
97.688
520.242
152.658
166.806
71.413
206.493
43.078
151.797
40.379
74.716
568.138
2.139.193
1.087.432
135.284
1.220.759
524.408
151.288
149.496
78.739
104.381
55.353
109.977
154.952
73.969
49.796
228.619
49.545
27.523
22.154
47.951
21.859
17.814
55.991

88.329

8.599.891

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 80.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92.564
497.092
147.904
158.793
68.538
199.214
42.427
150.101
38.410
71.137
576.118
2.048.816
1.029.157
130.628
1.144.684
503.993
143.359
143.068
79.338
104.741
54.579
102.684
145.622
71.126
49.821
223.191
48.622
27.376
21.866
46.048
21.097
16.776
49.915

(3)

49
284
126
68
36
103
13
87
24
40
246
1.138
615
89
699
224
119
118
73
67
47
52
68
40
28
161
28
58
17
24
21
3
29

(4)
47
212
87
64
22
80
16
59
18
24
237
829
487
85
559
167
84
90
48
66
23
43
50
31
17
128
23
17
18
24
12
5
11

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
92.660
0,10
497.588
0,10
148.117
0,14
158.925
0,08
68.596
0,08
199.397
0,09
42.456
0,07
150.247
0,10
38.452
0,11
71.201
0,09
576.601
0,08
2.050.783
0,10
1.030.259
0,11
130.802
0,13
1.145.942
0,11
504.384
0,08
143.562
0,14
143.276
0,15
79.459
0,15
104.874
0,13
54.649
0,13
102.779
0,09
145.740
0,08
71.197
0,10
49.866
0,09
223.480
0,13
48.673
0,10
27.451
0,27
21.901
0,16
46.096
0,10
21.130
0,16
16.784
0,05
49.955
0,08

Indonesia

8.248.805

4.794

3.683

8.257.282

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

183

0,10

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.404
5.125
1.053
1.482
1.402
1.425
514
848
69
58
4.726
5.097
12.813
454
43.791
2.720
161
2.432
819
483
82
1.905
1.490
413
0
396
26
32
0
28
4
0
249

(8)
94.064
502.713
149.170
160.407
69.998
200.822
42.970
151.095
38.521
71.259
581.327
2.055.880
1.043.072
131.256
1.189.733
507.104
143.723
145.708
80.278
105.357
54.731
104.684
147.230
71.610
49.866
223.876
48.699
27.483
21.901
46.124
21.134
16.784
50.204

91.501

8.348.783

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 81.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-Laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
188.625
1.012.825
299.170
324.072
138.306
404.135
85.120
301.068
78.663
145.688
1.138.730
4.179.178
2.100.707
265.172
2.326.795
1.025.446
294.085
290.010
157.108
208.566
109.732
210.344
298.822
144.411
99.516
450.472
97.897
54.795
43.957
93.760
42.884
34.567
105.443

(3)
117
593
286
171
81
210
30
175
53
86
558
2.542
1.405
190
1.524
532
251
252
154
147
86
128
180
97
63
351
71
115
34
61
40
14
67

16.750.069

10.664

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
115
477
183
158
67
171
34
139
40
55
482
1.843
1.045
181
1.198
372
202
189
105
140
49
117
115
85
38
269
51
44
37
40
26
13
31

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
188.857
0,12
1.013.895
0,11
299.639
0,16
324.401
0,10
138.454
0,11
404.516
0,09
85.184
0,08
301.382
0,10
78.756
0,12
145.829
0,10
1.139.770
0,09
4.183.563
0,10
2.103.157
0,12
265.543
0,14
2.329.517
0,12
1.026.350
0,09
294.538
0,15
290.451
0,15
157.367
0,16
208.853
0,14
109.867
0,12
210.589
0,12
299.117
0,10
144.593
0,13
99.617
0,10
451.092
0,14
98.019
0,12
54.954
0,29
44.028
0,16
93.861
0,11
42.950
0,15
34.594
0,08
105.541
0,09

8.111 16.768.844

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

184

0,11

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.895
9.060
2.189
2.812
2.957
2.799
864
1.510
144
146
9.695
11.510
27.347
997
80.975
5.162
473
4.753
1.650
885
217
4.072
3.065
986
45
1.403
225
52
27
214
43
4
654

(8)
191.752
1.022.955
301.828
327.213
141.411
407.315
86.048
302.892
78.900
145.975
1.149.465
4.195.073
2.130.504
266.540
2.410.492
1.031.512
295.011
295.204
159.017
209.738
110.084
214.661
302.182
145.579
99.662
452.495
98.244
55.006
44.055
94.075
42.993
34.598
106.195

179.830

16.948.674

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 82.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
277.948
602.281
255.651
276.628
166.325
376.775
94.878
459.381
46.647
21.219
1.206.313
1.317.340
74.952
1.333.803
335.629
106.793
217.352
340.448
253.801
114.688
162.255
102.654
94.682
160.125
425.095
143.684
60.014
79.751
88.761
67.585
44.635
216.255

(3)
314
649
300
237
175
369
90
380
55
33
1.043
1.207
93
1.218
273
123
255
710
330
133
149
90
166
248
497
220
164
129
132
112
30
161

(4)
244
457
182
182
146
242
76
340
42
21
727
942
73
972
162
99
169
397
232
76
135
67
94
155
385
155
63
73
57
51
24
54

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
278.506
0,20
603.387
0,18
256.133
0,19
277.047
0,15
166.646
0,19
377.386
0,16
95.044
0,17
460.101
0,16
46.744
0,21
21.273
0,25
1.208.083
0,15
1.319.489
0,16
75.118
0,22
1.335.993
0,16
336.064
0,13
107.015
0,21
217.776
0,19
341.555
0,32
254.363
0,22
114.897
0,18
162.539
0,17
102.811
0,15
94.942
0,27
160.528
0,25
425.977
0,21
144.059
0,26
60.241
0,38
79.953
0,25
88.950
0,21
67.748
0,24
44.689
0,12
216.470
0,10

Indonesia

9.524.348

10.085

7.094

9.541.527

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

185

0,18

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.066
2.231
701
1.659
1.739
753
185
2.529
148
11
2.256
4.174
22
24.295
3.415
10
283
982
347
63
243
896
8
953
835
462
3
233
115
61
242
2.976

(8)
280.572
605.618
256.834
278.706
168.385
378.139
95.229
462.630
46.892
21.284
1.210.339
1.323.663
75.140
1.360.288
339.479
107.025
218.059
342.537
254.710
114.960
162.782
103.707
94.950
161.481
426.812
144.521
60.244
80.186
89.065
67.809
44.931
219.446

54.896

9.596.423

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 83.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
265.248
567.304
243.217
257.812
156.465
353.456
88.498
423.943
43.918
19.603
1.121.532
1.217.809
69.383
1.244.335
300.638
96.896
206.568
317.301
238.396
105.780
152.009
93.902
86.299
149.292
403.661
135.155
57.442
75.315
81.623
62.071
40.856
176.967

(3)
246
451
231
164
122
275
74
295
43
23
857
948
75
992
191
113
174
543
247
149
116
73
116
177
427
162
132
98
99
65
29
140

(4)
206
334
161
112
79
175
50
265
44
14
579
715
48
833
136
66
138
320
178
70
84
65
83
101
269
105
70
70
49
37
11
36

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
265.700
0,17
568.089
0,14
243.609
0,16
258.088
0,11
156.666
0,13
353.906
0,13
88.622
0,14
424.503
0,13
44.005
0,20
19.640
0,19
1.122.968
0,13
1.219.472
0,14
69.506
0,18
1.246.160
0,15
300.965
0,11
97.075
0,18
206.880
0,15
318.164
0,27
238.821
0,18
105.999
0,21
152.209
0,13
94.040
0,15
86.498
0,23
149.570
0,19
404.357
0,17
135.422
0,20
57.644
0,35
75.483
0,22
81.771
0,18
62.173
0,16
40.896
0,10
177.143
0,10

Indonesia

8.852.694

7.847

5.503

8.866.044

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

186

0,15

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.175
2.474
837
1.448
1.981
732
211
2.713
83
4
2.296
4.172
24
29.539
3.316
1
309
665
199
26
40
819
0
783
904
511
0
165
59
33
61
1.895

(8)
267.875
570.563
244.446
259.536
158.647
354.638
88.833
427.216
44.088
19.644
1.125.264
1.223.644
69.530
1.275.699
304.281
97.076
207.189
318.829
239.020
106.025
152.249
94.859
86.498
150.353
405.261
135.933
57.644
75.648
81.830
62.206
40.957
179.038

58.475

8.924.519

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 84.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
543.196
1.169.585
498.868
534.440
322.790
730.231
183.376
883.324
90.565
40.822
2.327.845
2.535.149
144.335
2.578.138
636.267
203.689
423.920
657.749
492.197
220.468
314.264
196.556
180.981
309.417
828.756
278.839
117.456
155.066
170.384
129.656
85.491
393.222

(3)
560
1.100
531
401
297
644
164
675
98
56
1.900
2.155
168
2.210
464
236
429
1.253
577
282
265
163
282
425
924
382
296
227
231
177
59
301

18.377.042

17.932

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
450
791
343
294
225
417
126
605
86
35
1.306
1.657
121
1.805
298
165
307
717
410
146
219
132
177
256
654
260
133
143
106
88
35
90

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
544.206
0,19
1.171.476
0,16
499.742
0,17
535.135
0,13
323.312
0,16
731.292
0,15
183.666
0,16
884.604
0,14
90.749
0,20
40.913
0,22
2.331.051
0,14
2.538.961
0,15
144.624
0,20
2.582.153
0,16
637.029
0,12
204.090
0,20
424.656
0,17
659.719
0,30
493.184
0,20
220.896
0,19
314.748
0,15
196.851
0,15
181.440
0,25
310.098
0,22
830.334
0,19
279.481
0,23
117.885
0,36
155.436
0,24
170.721
0,20
129.921
0,20
85.585
0,11
393.613
0,10

12.597 18.407.571

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

187

0,17

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
4.241
4.705
1.538
3.107
3.720
1.485
396
5.242
231
15
4.552
8.346
46
53.834
6.731
11
592
1.647
546
89
283
1.715
8
1.736
1.739
973
3
398
174
94
303
4.871

(8)
548.447
1.176.181
501.280
538.242
327.032
732.777
184.062
889.846
90.980
40.928
2.335.603
2.547.307
144.670
2.635.987
643.760
204.101
425.248
661.366
493.730
220.985
315.031
198.566
181.448
311.834
832.073
280.454
117.888
155.834
170.895
130.015
85.888
398.484

113.371

18.520.942

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 85.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
374.009
1.118.014
406.917
441.907
236.093
581.696
137.571
610.348
86.900
95.770
562.612
3.336.675
2.388.890
209.496
2.515.914
857.082
257.519
364.294
418.218
357.626
169.841
269.915
255.854
167.967
209.820
652.376
192.959
87.433
101.842
136.473
89.372
62.426
271.783

(3)
382
958
460
340
220
476
107
468
84
79
312
2.447
1.997
194
2.043
581
255
389
791
410
172
225
202
223
283
687
263
221
146
169
131
41
199

18.025.612

15.955

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
312
722
278
276
191
333
94
420
64
52
245
1.741
1.500
169
1.611
367
217
268
454
306
102
209
132
148
176
526
183
90
92
73
65
32
74

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
374.703
0,19
1.119.694
0,15
407.655
0,18
442.523
0,14
236.504
0,17
582.505
0,14
137.772
0,15
611.236
0,15
87.048
0,17
95.901
0,14
563.169
0,10
3.340.863
0,13
2.392.387
0,15
209.859
0,17
2.519.568
0,15
858.030
0,11
257.991
0,18
364.951
0,18
419.463
0,30
358.342
0,20
170.115
0,16
270.349
0,16
256.188
0,13
168.338
0,22
210.279
0,22
653.589
0,19
193.405
0,23
87.744
0,35
102.080
0,23
136.715
0,18
89.568
0,22
62.499
0,12
272.056
0,10

11.522 18.053.089

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

188

0,15

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.557
6.166
1.837
2.989
3.294
2.127
535
3.191
223
99
4.969
8.669
18.708
565
61.479
5.857
322
2.604
1.813
749
198
2.410
2.471
581
998
1.842
661
23
260
301
100
246
3.381

(8)
378.260
1.125.860
409.492
445.512
239.798
584.632
138.307
614.427
87.271
96.000
568.138
3.349.532
2.411.095
210.424
2.581.047
863.887
258.313
367.555
421.276
359.091
170.313
272.759
258.659
168.919
211.277
655.431
194.066
87.767
102.340
137.016
89.668
62.745
275.437

143.225

18.196.314

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 86.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
357.812
1.064.396
391.121
416.605
225.003
552.670
130.925
574.044
82.328
90.740
576.118
3.170.348
2.246.966
200.011
2.389.019
804.631
240.255
349.636
396.639
343.137
160.359
254.693
239.524
157.425
199.113
626.852
183.777
84.818
97.181
127.671
83.168
57.632
226.882

(3)
295
735
357
232
158
378
87
382
67
63
246
1.995
1.563
164
1.691
415
232
292
616
314
196
168
141
156
205
588
190
190
115
123
86
32
169

17.101.499

12.641

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
253
546
248
176
101
255
66
324
62
38
237
1.408
1.202
133
1.392
303
150
228
368
244
93
127
115
114
118
397
128
87
88
73
49
16
47

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
358.360
0,15
1.065.677
0,12
391.726
0,15
417.013
0,10
225.262
0,11
553.303
0,11
131.078
0,12
574.750
0,12
82.457
0,16
90.841
0,11
576.601
0,08
3.173.751
0,11
2.249.731
0,12
200.308
0,15
2.392.102
0,13
805.349
0,09
240.637
0,16
350.156
0,15
397.623
0,25
343.695
0,16
160.648
0,18
254.988
0,12
239.780
0,11
157.695
0,17
199.436
0,16
627.837
0,16
184.095
0,17
85.095
0,33
97.384
0,21
127.867
0,15
83.303
0,16
57.680
0,08
227.098
0,10

9.186 17.123.326

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

189

0,13

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.579
7.599
1.890
2.930
3.383
2.157
725
3.561
152
62
4.726
7.393
16.985
478
73.330
6.036
162
2.741
1.484
682
108
1.945
2.309
413
783
1.300
537
32
165
87
37
61
2.144

(8)
361.939
1.073.276
393.616
419.943
228.645
555.460
131.803
578.311
82.609
90.903
581.327
3.181.144
2.266.716
200.786
2.465.432
811.385
240.799
352.897
399.107
344.377
160.756
256.933
242.089
158.108
200.219
629.137
184.632
85.127
97.549
127.954
83.340
57.741
229.242

149.976

17.273.302

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 87.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mendengar Menurut Provinsi
dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
731.821
2.182.410
798.038
858.512
461.096
1.134.366
268.496
1.184.392
169.228
186.510
1.138.730
6.507.023
4.635.856
409.507
4.904.933
1.661.713
497.774
713.930
814.857
700.763
330.200
524.608
495.378
325.392
408.933
1.279.228
376.736
172.251
199.023
264.144
172.540
120.058
498.665

(3)
677
1.693
817
572
378
854
194
850
151
142
558
4.442
3.560
358
3.734
996
487
681
1.407
724
368
393
343
379
488
1.275
453
411
261
292
217
73
368

35.127.111

28.596

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
565
1.268
526
452
292
588
160
744
126
90
482
3.149
2.702
302
3.003
670
367
496
822
550
195
336
247
262
294
923
311
177
180
146
114
48
121

Jumlah
Persentase Tidak
Kol (2)
Kesulitan Ditany
s/d Kol
Melihat
akan
(4)
(5)
(6)
(7)
733.063
0,17
7.136
2.185.371
0,14
13.765
799.381
0,17
3.727
859.536
0,12
5.919
461.766
0,15
6.677
1.135.808
0,13
4.284
268.850
0,13
1.260
1.185.986
0,13
6.752
169.505
0,16
375
186.742
0,12
161
1.139.770
0,09
9.695
6.514.614
0,12
16.062
4.642.118
0,13
35.693
410.167
0,16
1.043
4.911.670
0,14
134.809
1.663.379
0,10
11.893
498.628
0,17
484
715.107
0,16
5.345
817.086
0,27
3.297
702.037
0,18
1.431
330.763
0,17
306
525.337
0,14
4.355
495.968
0,12
4.780
326.033
0,20
994
409.715
0,19
1.781
1.281.426
0,17
3.142
377.500
0,20
1.198
172.839
0,34
55
199.464
0,22
425
264.582
0,17
388
172.871
0,19
137
120.179
0,10
307
499.154
0,10
5.525

20.708 35.176.415

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

190

0,14

293.201

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)
(8)
740.199
2.199.136
803.108
865.455
468.443
1.140.092
270.110
1.192.738
169.880
186.903
1.149.465
6.530.676
4.677.811
411.210
5.046.479
1.675.272
499.112
720.452
820.383
703.468
331.069
529.692
500.748
327.027
411.496
1.284.568
378.698
172.894
199.889
264.970
173.008
120.486
504.679
35.469.616

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 88.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
96.045
515.536
151.163
165.218
69.733
204.808
42.661
150.894
40.240
74.523
562.405
2.129.202
1.070.944
134.457
1.181.322
521.234
150.677
146.889
77.742
103.790
55.119
107.609
153.154
73.227
49.677
227.240
49.251
27.435
22.098
47.714
21.786
17.786
55.512

(3)

64
367
173
130
63
150
27
115
34
52
352
1.781
915
112
1.119
395
141
160
87
86
55
91
101
82
39
186
55
38
15
24
10
12
41

(4)
88
404
186
128
62
161
40
126
30
53
412
1.797
1.039
172
1.134
337
158
126
79
103
44
110
122
87
35
186
40
30
14
27
24
12
33

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
96.197
0,16
516.307
0,15
151.522
0,24
165.476
0,16
69.858
0,18
205.119
0,15
42.728
0,16
151.135
0,16
40.304
0,16
74.628
0,14
563.169
0,14
2.132.780
0,17
1.072.898
0,18
134.741
0,21
1.183.575
0,19
521.966
0,14
150.976
0,20
147.175
0,19
77.908
0,21
103.979
0,18
55.218
0,18
107.810
0,19
153.377
0,15
73.396
0,23
49.751
0,15
227.612
0,16
49.346
0,19
27.503
0,25
22.127
0,13
47.765
0,11
21.820
0,16
17.810
0,13
55.586
0,13

Indonesia

8.497.091

7.072

7.399

8.511.562

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

191

0,17

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.491
3.935
1.136
1.330
1.555
1.374
350
662
75
88
4.969
6.413
14.534
543
37.184
2.442
312
2.321
831
402
135
2.167
1.575
573
45
1.007
199
20
27
186
39
4
405

(8)
97.688
520.242
152.658
166.806
71.413
206.493
43.078
151.797
40.379
74.716
568.138
2.139.193
1.087.432
135.284
1.220.759
524.408
151.288
149.496
78.739
104.381
55.353
109.977
154.952
73.969
49.796
228.619
49.545
27.523
22.154
47.951
21.859
17.814
55.991

88.329

8.599.891

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 89.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92.559
496.995
147.852
158.748
68.519
199.105
42.396
150.059
38.404
71.121
576.030
2.047.876
1.028.781
130.584
1.144.211
503.811
143.308
143.029
79.321
104.709
54.568
102.646
145.564
71.079
49.802
223.201
48.610
27.395
21.861
46.037
21.104
16.763
49.894

(3)

49
297
130
93
36
139
23
98
27
40
280
1.420
705
92
897
276
106
123
70
83
39
70
92
60
31
138
36
26
17
27
17
11
38

(4)
52
296
135
84
41
153
37
90
21
40
291
1.487
773
126
834
297
148
124
68
82
42
63
84
58
33
141
27
30
23
32
9
10
23

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
92.660
0,11
497.588
0,12
148.117
0,18
158.925
0,11
68.596
0,11
199.397
0,15
42.456
0,14
150.247
0,13
38.452
0,12
71.201
0,11
576.601
0,10
2.050.783
0,14
1.030.259
0,14
130.802
0,17
1.145.942
0,15
504.384
0,11
143.562
0,18
143.276
0,17
79.459
0,17
104.874
0,16
54.649
0,15
102.779
0,13
145.740
0,12
71.197
0,17
49.866
0,13
223.480
0,12
48.673
0,13
27.451
0,20
21.901
0,18
46.096
0,13
21.130
0,12
16.784
0,13
49.955
0,12

Indonesia

8.245.942

5.586

5.754

8.257.282

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

192

0,14

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.404
5.125
1.053
1.482
1.402
1.425
514
848
69
58
4.726
5.097
12.813
454
43.791
2.720
161
2.432
819
483
82
1.905
1.490
413
0
396
26
32
0
28
4
0
249

(8)
94.064
502.713
149.170
160.407
69.998
200.822
42.970
151.095
38.521
71.259
581.327
2.055.880
1.043.072
131.256
1.189.733
507.104
143.723
145.708
80.278
105.357
54.731
104.684
147.230
71.610
49.866
223.876
48.699
27.483
21.901
46.124
21.134
16.784
50.204

91.501

8.348.783

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 90.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
188.604
1.012.531
299.015
323.966
138.252
403.913
85.057
300.953
78.644
145.644
1.138.435
4.177.078
2.099.725
265.041
2.325.533
1.025.045
293.985
289.918
157.063
208.499
109.687
210.255
298.718
144.306
99.479
450.441
97.861
54.830
43.959
93.751
42.890
34.549
105.406

(3)
113
664
303
223
99
289
50
213
61
92
632
3.201
1.620
204
2.016
671
247
283
157
169
94
161
193
142
70
324
91
64
32
51
27
23
79

16.743.033

12.658

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
140
700
321
212
103
314
77
216
51
93
703
3.284
1.812
298
1.968
634
306
250
147
185
86
173
206
145
68
327
67
60
37
59
33
22
56

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
188.857
0,13
1.013.895
0,13
299.639
0,21
324.401
0,13
138.454
0,15
404.516
0,15
85.184
0,15
301.382
0,14
78.756
0,14
145.829
0,13
1.139.770
0,12
4.183.563
0,16
2.103.157
0,16
265.543
0,19
2.329.517
0,17
1.026.350
0,13
294.538
0,19
290.451
0,18
157.367
0,19
208.853
0,17
109.867
0,16
210.589
0,16
299.117
0,13
144.593
0,20
99.617
0,14
451.092
0,14
98.019
0,16
54.954
0,23
44.028
0,16
93.861
0,12
42.950
0,14
34.594
0,13
105.541
0,13

13.153 16.768.844

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

193

0,15

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.895
9.060
2.189
2.812
2.957
2.799
864
1.510
144
146
9.695
11.510
27.347
997
80.975
5.162
473
4.753
1.650
885
217
4.072
3.065
986
45
1.403
225
52
27
214
43
4
654

(8)
191.752
1.022.955
301.828
327.213
141.411
407.315
86.048
302.892
78.900
145.975
1.149.465
4.195.073
2.130.504
266.540
2.410.492
1.031.512
295.011
295.204
159.017
209.738
110.084
214.661
302.182
145.579
99.662
452.495
98.244
55.006
44.055
94.075
42.993
34.598
106.195

179.830

16.948.674

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 91.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
277.833
601.974
255.420
276.521
166.283
376.574
94.787
459.086
46.651
21.226
1.205.475
1.316.487
74.880
1.332.746
335.475
106.665
217.266
340.487
253.712
114.646
162.174
102.576
94.628
160.148
424.987
143.724
60.080
79.778
88.786
67.643
44.645
216.268

(3)
362
735
376
279
184
442
135
527
45
18
1.349
1.435
98
1.678
334
175
273
569
360
147
204
127
168
198
536
193
94
110
78
57
22
142

(4)
311
678
337
247
179
370
122
488
48
29
1.259
1.567
140
1.569
255
175
237
499
291
104
161
108
146
182
454
142
67
65
86
48
22
60

Indonesia

9.519.631

11.450

10.446

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

194

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
278.506
0,24
603.387
0,23
256.133
0,28
277.047
0,19
166.646
0,22
377.386
0,22
95.044
0,27
460.101
0,22
46.744
0,20
21.273
0,22
1.208.083
0,22
1.319.489
0,23
75.118
0,32
1.335.993
0,24
336.064
0,18
107.015
0,33
217.776
0,23
341.555
0,31
254.363
0,26
114.897
0,22
162.539
0,22
102.811
0,23
94.942
0,33
160.528
0,24
425.977
0,23
144.059
0,23
60.241
0,27
79.953
0,22
88.950
0,18
67.748
0,15
44.689
0,10
216.470
0,09
9.541.527

0,23

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.066
2.231
701
1.659
1.739
753
185
2.529
148
11
2.256
4.174
22
24.295
3.415
10
283
982
347
63
243
896
8
953
835
462
3
233
115
61
242
2.976

(8)
280.572
605.618
256.834
278.706
168.385
378.139
95.229
462.630
46.892
21.284
1.210.339
1.323.663
75.140
1.360.288
339.479
107.025
218.059
342.537
254.710
114.960
162.782
103.707
94.950
161.481
426.812
144.521
60.244
80.186
89.065
67.809
44.931
219.446

54.896

9.596.423

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 92.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
265.183
567.055
243.078
257.658
156.405
353.296
88.437
423.737
43.940
19.597
1.120.812
1.217.142
69.339
1.243.564
300.518
96.816
206.510
317.311
238.279
105.750
151.905
93.845
86.254
149.266
403.532
135.150
57.507
75.334
81.623
62.084
40.849
176.967

(3)
277
582
304
261
143
348
97
389
35
25
1.093
1.136
68
1.336
273
133
189
428
299
152
175
115
126
169
478
154
83
87
80
51
25
116

(4)
240
452
227
169
118
262
88
377
30
18
1.063
1.194
99
1.260
174
126
181
425
243
97
129
80
118
135
347
118
54
62
68
38
22
60

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
265.700
0,19
568.089
0,18
243.609
0,22
258.088
0,17
156.666
0,17
353.906
0,17
88.622
0,21
424.503
0,18
44.005
0,15
19.640
0,22
1.122.968
0,19
1.219.472
0,19
69.506
0,24
1.246.160
0,21
300.965
0,15
97.075
0,27
206.880
0,18
318.164
0,27
238.821
0,23
105.999
0,23
152.209
0,20
94.040
0,21
86.498
0,28
149.570
0,20
404.357
0,20
135.422
0,20
57.644
0,24
75.483
0,20
81.771
0,18
62.173
0,14
40.896
0,11
177.143
0,10

Indonesia

8.848.743

9.227

8.074

8.866.044

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

195

0,20

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.175
2.474
837
1.448
1.981
732
211
2.713
83
4
2.296
4.172
24
29.539
3.316
1
309
665
199
26
40
819
0
783
904
511
0
165
59
33
61
1.895

(8)
267.875
570.563
244.446
259.536
158.647
354.638
88.833
427.216
44.088
19.644
1.125.264
1.223.644
69.530
1.275.699
304.281
97.076
207.189
318.829
239.020
106.025
152.249
94.859
86.498
150.353
405.261
135.933
57.644
75.648
81.830
62.206
40.957
179.038

58.475

8.924.519

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 93.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
543.016
1.169.029
498.498
534.179
322.688
729.870
183.224
882.823
90.591
40.823
2.326.287
2.533.629
144.219
2.576.310
635.993
203.481
423.776
657.798
491.991
220.396
314.079
196.421
180.882
309.414
828.519
278.874
117.587
155.112
170.409
129.727
85.494
393.235

(3)
639
1.317
680
540
327
790
232
916
80
43
2.442
2.571
166
3.014
607
308
462
997
659
299
379
242
294
367
1.014
347
177
197
158
108
47
258

18.368.374

20.677

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
551
1.130
564
416
297
632
210
865
78
47
2.322
2.761
239
2.829
429
301
418
924
534
201
290
188
264
317
801
260
121
127
154
86
44
120

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
544.206
0,22
1.171.476
0,21
499.742
0,25
535.135
0,18
323.312
0,19
731.292
0,19
183.666
0,24
884.604
0,20
90.749
0,17
40.913
0,22
2.331.051
0,20
2.538.961
0,21
144.624
0,28
2.582.153
0,23
637.029
0,16
204.090
0,30
424.656
0,21
659.719
0,29
493.184
0,24
220.896
0,23
314.748
0,21
196.851
0,22
181.440
0,31
310.098
0,22
830.334
0,22
279.481
0,22
117.885
0,25
155.436
0,21
170.721
0,18
129.921
0,15
85.585
0,11
393.613
0,10

18.520 18.407.571

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

196

0,21

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
4.241
4.705
1.538
3.107
3.720
1.485
396
5.242
231
15
4.552
8.346
46
53.834
6.731
11
592
1.647
546
89
283
1.715
8
1.736
1.739
973
3
398
174
94
303
4.871

(8)
548.447
1.176.181
501.280
538.242
327.032
732.777
184.062
889.846
90.980
40.928
2.335.603
2.547.307
144.670
2.635.987
643.760
204.101
425.248
661.366
493.730
220.985
315.031
198.566
181.448
311.834
832.073
280.454
117.888
155.834
170.895
130.015
85.888
398.484

113.371

18.520.942

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 94.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
373.878
1.117.510
406.583
441.739
236.016
581.382
137.448
609.980
86.891
95.749
562.405
3.334.677
2.387.431
209.337
2.514.068
856.709
257.342
364.155
418.229
357.502
169.765
269.783
255.730
167.855
209.825
652.227
192.975
87.515
101.876
136.500
89.429
62.431
271.780

(3)
426
1.102
549
409
247
592
162
642
79
70
352
3.130
2.350
210
2.797
729
316
433
656
446
202
295
228
250
237
722
248
132
125
102
67
34
183

18.016.722

18.522

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
399
1.082
523
375
241
531
162
614
78
82
412
3.056
2.606
312
2.703
592
333
363
578
394
148
271
230
233
217
640
182
97
79
113
72
34
93

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
374.703
0,22
1.119.694
0,20
407.655
0,26
442.523
0,18
236.504
0,21
582.505
0,19
137.772
0,24
611.236
0,21
87.048
0,18
95.901
0,16
563.169
0,14
3.340.863
0,19
2.392.387
0,21
209.859
0,25
2.519.568
0,22
858.030
0,15
257.991
0,25
364.951
0,22
419.463
0,29
358.342
0,23
170.115
0,21
270.349
0,21
256.188
0,18
168.338
0,29
210.279
0,22
653.589
0,21
193.405
0,22
87.744
0,26
102.080
0,20
136.715
0,16
89.568
0,16
62.499
0,11
272.056
0,10

17.845 18.053.089

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

197

0,20

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.557
6.166
1.837
2.989
3.294
2.127
535
3.191
223
99
4.969
8.669
18.708
565
61.479
5.857
322
2.604
1.813
749
198
2.410
2.471
581
998
1.842
661
23
260
301
100
246
3.381

(8)
378.260
1.125.860
409.492
445.512
239.798
584.632
138.307
614.427
87.271
96.000
568.138
3.349.532
2.411.095
210.424
2.581.047
863.887
258.313
367.555
421.276
359.091
170.313
272.759
258.659
168.919
211.277
655.431
194.066
87.767
102.340
137.016
89.668
62.745
275.437

143.225

18.196.314

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 95.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
357.742
1.064.050
390.930
416.406
224.924
552.401
130.833
573.796
82.344
90.718
576.030
3.168.688
2.245.923
199.923
2.387.775
804.329
240.124
349.539
396.632
342.988
160.318
254.551
239.409
157.333
199.068
626.733
183.760
84.902
97.195
127.660
83.188
57.612
226.861

(3)
326
879
434
354
179
487
120
487
62
65
280
2.513
1.841
160
2.233
549
239
312
498
382
191
245
207
186
200
616
190
109
104
107
68
36
154

17.094.685

14.813

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
292
748
362
253
159
415
125
467
51
58
291
2.550
1.967
225
2.094
471
274
305
493
325
139
192
164
176
168
488
145
84
85
100
47
32
83

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
358.360
0,17
1.065.677
0,15
391.726
0,20
417.013
0,15
225.262
0,15
553.303
0,16
131.078
0,19
574.750
0,17
82.457
0,14
90.841
0,14
576.601
0,10
3.173.751
0,16
2.249.731
0,17
200.308
0,19
2.392.102
0,18
805.349
0,13
240.637
0,21
350.156
0,18
397.623
0,25
343.695
0,21
160.648
0,21
254.988
0,17
239.780
0,15
157.695
0,23
199.436
0,18
627.837
0,18
184.095
0,18
85.095
0,23
97.384
0,19
127.867
0,16
83.303
0,14
57.680
0,12
227.098
0,10

13.828 17.123.326

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

198

0,17

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.579
7.599
1.890
2.930
3.383
2.157
725
3.561
152
62
4.726
7.393
16.985
478
73.330
6.036
162
2.741
1.484
682
108
1.945
2.309
413
783
1.300
537
32
165
87
37
61
2.144

(8)
361.939
1.073.276
393.616
419.943
228.645
555.460
131.803
578.311
82.609
90.903
581.327
3.181.144
2.266.716
200.786
2.465.432
811.385
240.799
352.897
399.107
344.377
160.756
256.933
242.089
158.108
200.219
629.137
184.632
85.127
97.549
127.954
83.340
57.741
229.242

149.976

17.273.302

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 96.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Berjalan/Naik Tangga Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki+Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
731.620
2.181.560
797.513
858.145
460.940
1.133.783
268.281
1.183.776
169.235
186.467
1.138.435
6.503.365
4.633.354
409.260
4.901.843
1.661.038
497.466
713.694
814.861
700.490
330.083
524.334
495.139
325.188
408.893
1.278.960
376.735
172.417
199.071
264.160
172.617
120.043
498.641

(3)
752
1.981
983
763
426
1.079
282
1.129
141
135
632
5.643
4.191
370
5.030
1.278
555
745
1.154
828
393
540
435
436
437
1.338
438
241
229
209
135
70
337

35.111.407

33.335

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
691
1.830
885
628
400
946
287
1.081
129
140
703
5.606
4.573
537
4.797
1.063
607
668
1.071
719
287
463
394
409
385
1.128
327
181
164
213
119
66
176

Jumlah
Persentase Tidak
Kol (2)
Kesulitan Ditany
s/d Kol
Melihat
akan
(4)
(5)
(6)
(7)
733.063
0,20
7.136
2.185.371
0,17
13.765
799.381
0,23
3.727
859.536
0,16
5.919
461.766
0,18
6.677
1.135.808
0,18
4.284
268.850
0,21
1.260
1.185.986
0,19
6.752
169.505
0,16
375
186.742
0,15
161
1.139.770
0,12
9.695
6.514.614
0,17
16.062
4.642.118
0,19
35.693
410.167
0,22
1.043
4.911.670
0,20
134.809
1.663.379
0,14
11.893
498.628
0,23
484
715.107
0,20
5.345
817.086
0,27
3.297
702.037
0,22
1.431
330.763
0,21
306
525.337
0,19
4.355
495.968
0,17
4.780
326.033
0,26
994
409.715
0,20
1.781
1.281.426
0,19
3.142
377.500
0,20
1.198
172.839
0,24
55
199.464
0,20
425
264.582
0,16
388
172.871
0,15
137
120.179
0,11
307
499.154
0,10
5.525

31.673 35.176.415

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

199

0,18

293.201

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)
(8)
740.199
2.199.136
803.108
865.455
468.443
1.140.092
270.110
1.192.738
169.880
186.903
1.149.465
6.530.676
4.677.811
411.210
5.046.479
1.675.272
499.112
720.452
820.383
703.468
331.069
529.692
500.748
327.027
411.496
1.284.568
378.698
172.894
199.889
264.970
173.008
120.486
504.679
35.469.616

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 97.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-Laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
95.815
514.324
150.649
164.867
69.538
204.236
42.565
150.537
40.110
74.372
561.230
2.124.256
1.067.777
133.867
1.178.176
520.214
150.325
146.526
77.556
103.454
54.998
107.311
152.734
73.056
49.496
226.612
49.120
27.348
22.033
47.612
21.750
17.759
55.394

(3)
190
1.134
472
339
161
527
95
371
110
143
1.116
5.056
3.078
515
3.315
1.094
354
362
180
286
140
269
368
188
115
553
137
74
53
90
37
27
128

(4)
192
849
401
270
159
356
68
227
84
113
823
3.468
2.043
359
2.084
658
297
287
172
239
80
230
275
152
140
447
89
81
41
63
33
24
64

Indonesia

8.475.617

21.077

14.868

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

200

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
96.197
0,40
516.307
0,38
151.522
0,58
165.476
0,37
69.858
0,46
205.119
0,43
42.728
0,38
151.135
0,40
40.304
0,48
74.628
0,34
563.169
0,34
2.132.780
0,40
1.072.898
0,48
134.741
0,65
1.183.575
0,46
521.966
0,34
150.976
0,43
147.175
0,44
77.908
0,45
103.979
0,50
55.218
0,40
107.810
0,46
153.377
0,42
73.396
0,46
49.751
0,51
227.612
0,44
49.346
0,46
27.503
0,56
22.127
0,42
47.765
0,32
21.820
0,32
17.810
0,29
55.586
0,35
8.511.562

0,42

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.491
3.935
1.136
1.330
1.555
1.374
350
662
75
88
4.969
6.413
14.534
543
37.184
2.442
312
2.321
831
402
135
2.167
1.575
573
45
1.007
199
20
27
186
39
4
405

(8)
97.688
520.242
152.658
166.806
71.413
206.493
43.078
151.797
40.379
74.716
568.138
2.139.193
1.087.432
135.284
1.220.759
524.408
151.288
149.496
78.739
104.381
55.353
109.977
154.952
73.969
49.796
228.619
49.545
27.523
22.154
47.951
21.859
17.814
55.991

88.329

8.599.891

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 98.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92.385
496.150
147.471
158.458
68.392
198.741
42.308
149.753
38.307
71.010
575.173
2.044.248
1.026.384
130.188
1.141.668
503.060
143.041
142.716
79.186
104.504
54.467
102.448
145.344
70.940
49.658
222.739
48.517
27.328
21.810
45.959
21.070
16.743
49.798

(3)
143
825
366
276
119
381
82
299
82
115
822
3.917
2.242
344
2.627
818
278
305
146
188
112
187
221
136
111
368
78
66
45
74
38
26
117

(4)
132
613
280
191
85
275
66
195
63
76
606
2.618
1.633
270
1.647
506
243
255
127
182
70
144
175
121
97
373
78
57
46
63
22
15
40

Indonesia

8.229.964

15.954

11.364

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

201

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
92.660
0,30
497.588
0,29
148.117
0,44
158.925
0,29
68.596
0,30
199.397
0,33
42.456
0,35
150.247
0,33
38.452
0,38
71.201
0,27
576.601
0,25
2.050.783
0,32
1.030.259
0,38
130.802
0,47
1.145.942
0,37
504.384
0,26
143.562
0,36
143.276
0,39
79.459
0,34
104.874
0,35
54.649
0,33
102.779
0,32
145.740
0,27
71.197
0,36
49.866
0,42
223.480
0,33
48.673
0,32
27.451
0,45
21.901
0,42
46.096
0,30
21.130
0,28
16.784
0,24
49.955
0,31
8.257.282

0,33

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.404
5.125
1.053
1.482
1.402
1.425
514
848
69
58
4.726
5.097
12.813
454
43.791
2.720
161
2.432
819
483
82
1.905
1.490
413
0
396
26
32
0
28
4
0
249

(8)
94.064
502.713
149.170
160.407
69.998
200.822
42.970
151.095
38.521
71.259
581.327
2.055.880
1.043.072
131.256
1.189.733
507.104
143.723
145.708
80.278
105.357
54.731
104.684
147.230
71.610
49.866
223.876
48.699
27.483
21.901
46.124
21.134
16.784
50.204

91.501

8.348.783

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 99.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-Laki+Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
188.200
1.010.474
298.120
323.325
137.930
402.977
84.873
300.290
78.417
145.382
1.136.403
4.168.504
2.094.161
264.055
2.319.844
1.023.274
293.366
289.242
156.742
207.958
109.465
209.759
298.078
143.996
99.154
449.351
97.637
54.676
43.843
93.571
42.820
34.502
105.192

(3)
333
1.959
838
615
280
908
177
670
192
258
1.938
8.973
5.320
859
5.942
1.912
632
667
326
474
252
456
589
324
226
921
215
140
98
164
75
53
245

16.705.581

37.031

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
324
1.462
681
461
244
631
134
422
147
189
1.429
6.086
3.676
629
3.731
1.164
540
542
299
421
150
374
450
273
237
820
167
138
87
126
55
39
104

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
188.857
0,35
1.013.895
0,34
299.639
0,51
324.401
0,33
138.454
0,38
404.516
0,38
85.184
0,37
301.382
0,36
78.756
0,43
145.829
0,31
1.139.770
0,30
4.183.563
0,36
2.103.157
0,43
265.543
0,56
2.329.517
0,42
1.026.350
0,30
294.538
0,40
290.451
0,42
157.367
0,40
208.853
0,43
109.867
0,37
210.589
0,39
299.117
0,35
144.593
0,41
99.617
0,46
451.092
0,39
98.019
0,39
54.954
0,51
44.028
0,42
93.861
0,31
42.950
0,30
34.594
0,27
105.541
0,33

26.232 16.768.844

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

202

0,38

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.895
9.060
2.189
2.812
2.957
2.799
864
1.510
144
146
9.695
11.510
27.347
997
80.975
5.162
473
4.753
1.650
885
217
4.072
3.065
986
45
1.403
225
52
27
214
43
4
654

(8)
191.752
1.022.955
301.828
327.213
141.411
407.315
86.048
302.892
78.900
145.975
1.149.465
4.195.073
2.130.504
266.540
2.410.492
1.031.512
295.011
295.204
159.017
209.738
110.084
214.661
302.182
145.579
99.662
452.495
98.244
55.006
44.055
94.075
42.993
34.598
106.195

179.830

16.948.674

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 100.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
276.932
600.432
254.366
275.594
165.790
375.522
94.519
457.812
46.494
21.140
1.202.287
1.312.009
74.496
1.328.732
334.637
106.337
216.730
338.920
252.796
114.329
161.619
102.201
94.257
159.527
423.762
143.187
59.839
79.507
88.583
67.464
44.584
216.086

(3)
909
1.728
1.026
943
493
1.070
292
1.300
133
83
3.417
4.329
365
4.438
942
406
586
1.586
951
336
524
399
410
609
1.170
486
251
243
211
189
56
288

(4)
665
1.227
741
510
363
794
233
989
117
50
2.379
3.151
257
2.823
485
272
460
1.049
616
232
396
211
275
392
1.045
386
151
203
156
95
49
96

Indonesia

9.490.490

30.169

20.868

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

203

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
278.506
0,57
603.387
0,49
256.133
0,69
277.047
0,52
166.646
0,51
377.386
0,49
95.044
0,55
460.101
0,50
46.744
0,53
21.273
0,63
1.208.083
0,48
1.319.489
0,57
75.118
0,83
1.335.993
0,54
336.064
0,42
107.015
0,63
217.776
0,48
341.555
0,77
254.363
0,62
114.897
0,49
162.539
0,57
102.811
0,59
94.942
0,72
160.528
0,62
425.977
0,52
144.059
0,61
60.241
0,67
79.953
0,56
88.950
0,41
67.748
0,42
44.689
0,23
216.470
0,18
9.541.527

0,53

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.066
2.231
701
1.659
1.739
753
185
2.529
148
11
2.256
4.174
22
24.295
3.415
10
283
982
347
63
243
896
8
953
835
462
3
233
115
61
242
2.976

(8)
280.572
605.618
256.834
278.706
168.385
378.139
95.229
462.630
46.892
21.284
1.210.339
1.323.663
75.140
1.360.288
339.479
107.025
218.059
342.537
254.710
114.960
162.782
103.707
94.950
161.481
426.812
144.521
60.244
80.186
89.065
67.809
44.931
219.446

54.896

9.596.423

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 101.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
264.439
565.896
242.294
257.019
156.032
352.447
88.195
422.687
43.782
19.549
1.118.236
1.213.784
69.066
1.240.378
299.805
96.544
206.025
316.100
237.528
105.451
151.472
93.569
86.009
148.790
402.574
134.774
57.303
75.086
81.492
61.933
40.800
176.863

(3)
711
1.244
747
720
362
866
239
1.001
118
47
2.748
3.228
262
3.464
757
319
504
1.194
770
329
459
306
291
463
989
382
190
215
156
164
58
219

(4)
550
949
568
349
272
593
188
815
105
44
1.984
2.460
178
2.318
403
212
351
870
523
219
278
165
198
317
794
266
151
182
123
76
38
61

Indonesia

8.825.922

23.522

16.600

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

204

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
265.700
0,47
568.089
0,39
243.609
0,54
258.088
0,41
156.666
0,40
353.906
0,41
88.622
0,48
424.503
0,43
44.005
0,51
19.640
0,46
1.122.968
0,42
1.219.472
0,47
69.506
0,63
1.246.160
0,46
300.965
0,39
97.075
0,55
206.880
0,41
318.164
0,65
238.821
0,54
105.999
0,52
152.209
0,48
94.040
0,50
86.498
0,57
149.570
0,52
404.357
0,44
135.422
0,48
57.644
0,59
75.483
0,53
81.771
0,34
62.173
0,39
40.896
0,23
177.143
0,16
8.866.044

0,45

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.175
2.474
837
1.448
1.981
732
211
2.713
83
4
2.296
4.172
24
29.539
3.316
1
309
665
199
26
40
819
0
783
904
511
0
165
59
33
61
1.895

(8)
267.875
570.563
244.446
259.536
158.647
354.638
88.833
427.216
44.088
19.644
1.125.264
1.223.644
69.530
1.275.699
304.281
97.076
207.189
318.829
239.020
106.025
152.249
94.859
86.498
150.353
405.261
135.933
57.644
75.648
81.830
62.206
40.957
179.038

58.475

8.924.519

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 102.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
541.371
1.166.328
496.660
532.613
321.822
727.969
182.714
880.499
90.276
40.689
2.320.523
2.525.793
143.562
2.569.110
634.442
202.881
422.755
655.020
490.324
219.780
313.091
195.770
180.266
308.317
826.336
277.961
117.142
154.593
170.075
129.397
85.384
392.949

(3)
1.620
2.972
1.773
1.663
855
1.936
531
2.301
251
130
6.165
7.557
627
7.902
1.699
725
1.090
2.780
1.721
665
983
705
701
1.072
2.159
868
441
458
367
353
114
507

18.316.412

53.691

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
1.215
2.176
1.309
859
635
1.387
421
1.804
222
94
4.363
5.611
435
5.141
888
484
811
1.919
1.139
451
674
376
473
709
1.839
652
302
385
279
171
87
157

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
544.206
0,52
1.171.476
0,44
499.742
0,62
535.135
0,47
323.312
0,46
731.292
0,45
183.666
0,52
884.604
0,46
90.749
0,52
40.913
0,55
2.331.051
0,45
2.538.961
0,52
144.624
0,73
2.582.153
0,51
637.029
0,41
204.090
0,59
424.656
0,45
659.719
0,71
493.184
0,58
220.896
0,51
314.748
0,53
196.851
0,55
181.440
0,65
310.098
0,57
830.334
0,48
279.481
0,54
117.885
0,63
155.436
0,54
170.721
0,38
129.921
0,40
85.585
0,23
393.613
0,17

37.468 18.407.571

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

205

0,50

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
4.241
4.705
1.538
3.107
3.720
1.485
396
5.242
231
15
4.552
8.346
46
53.834
6.731
11
592
1.647
546
89
283
1.715
8
1.736
1.739
973
3
398
174
94
303
4.871

(8)
548.447
1.176.181
501.280
538.242
327.032
732.777
184.062
889.846
90.980
40.928
2.335.603
2.547.307
144.670
2.635.987
643.760
204.101
425.248
661.366
493.730
220.985
315.031
198.566
181.448
311.834
832.073
280.454
117.888
155.834
170.895
130.015
85.888
398.484

113.371

18.520.942

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 103.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesan -Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
372.747
1.114.756
405.015
440.461
235.328
579.758
137.084
608.349
86.604
95.512
561.230
3.326.543
2.379.786
208.363
2.506.908
854.851
256.662
363.256
416.476
356.250
169.327
268.930
254.935
167.313
209.023
650.374
192.307
87.187
101.540
136.195
89.214
62.343
271.480

(3)
1.099
2.862
1.498
1.282
654
1.597
387
1.671
243
226
1.116
8.473
7.407
880
7.753
2.036
760
948
1.766
1.237
476
793
767
598
724
1.723
623
325
296
301
226
83
416

17.966.107

51.246

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
857
2.076
1.142
780
522
1.150
301
1.216
201
163
823
5.847
5.194
616
4.907
1.143
569
747
1.221
855
312
626
486
427
532
1.492
475
232
244
219
128
73
160

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
374.703
0,52
1.119.694
0,44
407.655
0,65
442.523
0,47
236.504
0,50
582.505
0,47
137.772
0,50
611.236
0,47
87.048
0,51
95.901
0,41
563.169
0,34
3.340.863
0,43
2.392.387
0,53
209.859
0,71
2.519.568
0,50
858.030
0,37
257.991
0,52
364.951
0,46
419.463
0,71
358.342
0,58
170.115
0,46
270.349
0,52
256.188
0,49
168.338
0,61
210.279
0,60
653.589
0,49
193.405
0,57
87.744
0,63
102.080
0,53
136.715
0,38
89.568
0,40
62.499
0,25
272.056
0,21

35.736 18.053.089

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

206

0,48

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.557
6.166
1.837
2.989
3.294
2.127
535
3.191
223
99
4.969
8.669
18.708
565
61.479
5.857
322
2.604
1.813
749
198
2.410
2.471
581
998
1.842
661
23
260
301
100
246
3.381

(8)
378.260
1.125.860
409.492
445.512
239.798
584.632
138.307
614.427
87.271
96.000
568.138
3.349.532
2.411.095
210.424
2.581.047
863.887
258.313
367.555
421.276
359.091
170.313
272.759
258.659
168.919
211.277
655.431
194.066
87.767
102.340
137.016
89.668
62.745
275.437

143.225

18.196.314

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 104.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
356.824
1.062.046
389.765
415.477
224.424
551.188
130.503
572.440
82.089
90.559
575.173
3.162.484
2.240.168
199.254
2.382.046
802.865
239.585
348.741
395.286
342.032
159.918
253.920
238.913
156.949
198.448
625.313
183.291
84.631
96.896
127.451
83.003
57.543
226.661

(3)
854
2.069
1.113
996
481
1.247
321
1.300
200
162
822
6.665
5.470
606
6.091
1.575
597
809
1.340
958
441
646
527
427
574
1.357
460
256
260
230
202
84
336

17.055.886

39.476

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
682
1.562
848
540
357
868
254
1.010
168
120
606
4.602
4.093
448
3.965
909
455
606
997
705
289
422
340
319
414
1.167
344
208
228
186
98
53
101

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
358.360
0,43
1.065.677
0,34
391.726
0,50
417.013
0,37
225.262
0,37
553.303
0,38
131.078
0,44
574.750
0,40
82.457
0,45
90.841
0,31
576.601
0,25
3.173.751
0,36
2.249.731
0,43
200.308
0,53
2.392.102
0,42
805.349
0,31
240.637
0,44
350.156
0,40
397.623
0,59
343.695
0,48
160.648
0,45
254.988
0,42
239.780
0,36
157.695
0,47
199.436
0,50
627.837
0,40
184.095
0,44
85.095
0,55
97.384
0,50
127.867
0,33
83.303
0,36
57.680
0,24
227.098
0,19

27.964 17.123.326

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

207

0,39

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.579
7.599
1.890
2.930
3.383
2.157
725
3.561
152
62
4.726
7.393
16.985
478
73.330
6.036
162
2.741
1.484
682
108
1.945
2.309
413
783
1.300
537
32
165
87
37
61
2.144

(8)
361.939
1.073.276
393.616
419.943
228.645
555.460
131.803
578.311
82.609
90.903
581.327
3.181.144
2.266.716
200.786
2.465.432
811.385
240.799
352.897
399.107
344.377
160.756
256.933
242.089
158.108
200.219
629.137
184.632
85.127
97.549
127.954
83.340
57.741
229.242

149.976

17.273.302

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 105.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengingat/


Berkonsentrasi/Berkomunikasi Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Jumlah
Persentase Tidak
Kol (2)
Kesulitan Ditany
s/d Kol
Melihat
akan
(4)
(5)
(6)
(7)
733.063
0,48
7.136
2.185.371
0,39
13.765
799.381
0,58
3.727
859.536
0,42
5.919
461.766
0,44
6.677
1.135.808
0,43
4.284
268.850
0,47
1.260
1.185.986
0,44
6.752
169.505
0,48
375
186.742
0,36
161
1.139.770
0,30
9.695
6.514.614
0,39
16.062
4.642.118
0,48
35.693
410.167
0,62
1.043
4.911.670
0,46
134.809
1.663.379
0,34
11.893
498.628
0,48
484
715.107
0,43
5.345
817.086
0,65
3.297
702.037
0,53
1.431
330.763
0,46
306
525.337
0,47
4.355
495.968
0,43
4.780
326.033
0,54
994
409.715
0,55
1.781
1.281.426
0,45
3.142
377.500
0,50
1.198
172.839
0,59
55
199.464
0,52
425
264.582
0,35
388
172.871
0,38
137
120.179
0,24
307
499.154
0,20
5.525

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
729.571
2.176.802
794.780
855.938
459.752
1.130.946
267.587
1.180.789
168.693
186.071
1.136.403
6.489.027
4.619.954
407.617
4.888.954
1.657.716
496.247
711.997
811.762
698.282
329.245
522.850
493.848
324.262
407.471
1.275.687
375.598
171.818
198.436
263.646
172.217
119.886
498.141

(3)
1.953
4.931
2.611
2.278
1.135
2.844
708
2.971
443
388
1.938
15.138
12.877
1.486
13.844
3.611
1.357
1.757
3.106
2.195
917
1.439
1.294
1.025
1.298
3.080
1.083
581
556
531
428
167
752

(4)
1.539
3.638
1.990
1.320
879
2.018
555
2.226
369
283
1.429
10.449
9.287
1.064
8.872
2.052
1.024
1.353
2.218
1.560
601
1.048
826
746
946
2.659
819
440
472
405
226
126
261

35.021.993

90.722

63.700 35.176.415

Indonesia

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

208

0,44

293.201

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)
(8)
740.199
2.199.136
803.108
865.455
468.443
1.140.092
270.110
1.192.738
169.880
186.903
1.149.465
6.530.676
4.677.811
411.210
5.046.479
1.675.272
499.112
720.452
820.383
703.468
331.069
529.692
500.748
327.027
411.496
1.284.568
378.698
172.894
199.889
264.970
173.008
120.486
504.679
35.469.616

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 106.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
95.753
513.673
150.558
164.664
69.536
203.928
42.589
150.474
40.182
74.351
559.515
2.120.841
1.068.372
133.995
1.175.944
518.680
150.277
146.534
77.610
103.389
54.899
107.366
152.445
72.947
49.488
226.343
49.151
27.370
22.068
47.643
21.693
17.745
55.254

(3)
306
1.957
638
597
212
919
88
482
78
192
2.781
9.142
3.131
494
5.931
2.737
477
455
177
414
254
273
706
327
195
941
135
87
36
80
103
46
282

(4)
138
677
326
215
110
272
51
179
44
85
873
2.797
1.395
252
1.700
549
222
186
121
176
65
171
226
122
68
328
60
46
23
42
24
19
50

Indonesia

8.465.277

34.673

11.612

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

209

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
96.197
0,46
516.307
0,51
151.522
0,64
165.476
0,49
69.858
0,46
205.119
0,58
42.728
0,33
151.135
0,44
40.304
0,30
74.628
0,37
563.169
0,65
2.132.780
0,56
1.072.898
0,42
134.741
0,55
1.183.575
0,64
521.966
0,63
150.976
0,46
147.175
0,44
77.908
0,38
103.979
0,57
55.218
0,58
107.810
0,41
153.377
0,61
73.396
0,61
49.751
0,53
227.612
0,56
49.346
0,40
27.503
0,48
22.127
0,27
47.765
0,26
21.820
0,58
17.810
0,36
55.586
0,60
8.511.562

0,54

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.491
3.935
1.136
1.330
1.555
1.374
350
662
75
88
4.969
6.413
14.534
543
37.184
2.442
312
2.321
831
402
135
2.167
1.575
573
45
1.007
199
20
27
186
39
4
405

(8)
97.688
520.242
152.658
166.806
71.413
206.493
43.078
151.797
40.379
74.716
568.138
2.139.193
1.087.432
135.284
1.220.759
524.408
151.288
149.496
78.739
104.381
55.353
109.977
154.952
73.969
49.796
228.619
49.545
27.523
22.154
47.951
21.859
17.814
55.991

88.329

8.599.891

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 107.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
92.275
495.503
147.443
158.270
68.406
198.444
42.319
149.701
38.355
70.994
573.655
2.041.457
1.026.666
130.283
1.139.890
501.745
143.011
142.767
79.228
104.434
54.386
102.433
145.083
70.792
49.664
222.421
48.515
27.353
21.847
45.983
21.010
16.725
49.671

(3)
290
1.627
496
496
144
757
90
397
65
153
2.297
7.158
2.485
323
4.791
2.187
359
357
137
307
210
254
506
307
144
817
113
71
23
70
110
48
247

(4)
95
458
178
159
46
196
47
149
32
54
649
2.168
1.108
196
1.261
452
192
152
94
133
53
92
151
98
58
242
45
27
31
43
10
11
37

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
92.660
0,42
497.588
0,42
148.117
0,46
158.925
0,41
68.596
0,28
199.397
0,48
42.456
0,32
150.247
0,36
38.452
0,25
71.201
0,29
576.601
0,51
2.050.783
0,45
1.030.259
0,35
130.802
0,40
1.145.942
0,53
504.384
0,52
143.562
0,38
143.276
0,36
79.459
0,29
104.874
0,42
54.649
0,48
102.779
0,34
145.740
0,45
71.197
0,57
49.866
0,41
223.480
0,47
48.673
0,32
27.451
0,36
21.901
0,25
46.096
0,25
21.130
0,57
16.784
0,35
49.955
0,57

Indonesia

8.220.729

27.836

8.717

8.257.282

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

210

0,44

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
1.404
5.125
1.053
1.482
1.402
1.425
514
848
69
58
4.726
5.097
12.813
454
43.791
2.720
161
2.432
819
483
82
1.905
1.490
413
0
396
26
32
0
28
4
0
249

(8)
94.064
502.713
149.170
160.407
69.998
200.822
42.970
151.095
38.521
71.259
581.327
2.055.880
1.043.072
131.256
1.189.733
507.104
143.723
145.708
80.278
105.357
54.731
104.684
147.230
71.610
49.866
223.876
48.699
27.483
21.901
46.124
21.134
16.784
50.204

91.501

8.348.783

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 108.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
188.028
1.009.176
298.001
322.934
137.942
402.372
84.908
300.175
78.537
145.345
1.133.170
4.162.298
2.095.038
264.278
2.315.834
1.020.425
293.288
289.301
156.838
207.823
109.285
209.799
297.528
143.739
99.152
448.764
97.666
54.723
43.915
93.626
42.703
34.470
104.925

(3)
596
3.584
1.134
1.093
356
1.676
178
879
143
345
5.078
16.300
5.616
817
10.722
4.924
836
812
314
721
464
527
1.212
634
339
1.758
248
158
59
150
213
94
529

16.686.006

62.509

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
233
1.135
504
374
156
468
98
328
76
139
1.522
4.965
2.503
448
2.961
1.001
414
338
215
309
118
263
377
220
126
570
105
73
54
85
34
30
87

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
188.857
0,44
1.013.895
0,47
299.639
0,55
324.401
0,45
138.454
0,37
404.516
0,53
85.184
0,32
301.382
0,40
78.756
0,28
145.829
0,33
1.139.770
0,58
4.183.563
0,51
2.103.157
0,39
265.543
0,48
2.329.517
0,59
1.026.350
0,58
294.538
0,42
290.451
0,40
157.367
0,34
208.853
0,49
109.867
0,53
210.589
0,38
299.117
0,53
144.593
0,59
99.617
0,47
451.092
0,52
98.019
0,36
54.954
0,42
44.028
0,26
93.861
0,25
42.950
0,58
34.594
0,36
105.541
0,58

20.329 16.768.844

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

211

0,49

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.895
9.060
2.189
2.812
2.957
2.799
864
1.510
144
146
9.695
11.510
27.347
997
80.975
5.162
473
4.753
1.650
885
217
4.072
3.065
986
45
1.403
225
52
27
214
43
4
654

(8)
191.752
1.022.955
301.828
327.213
141.411
407.315
86.048
302.892
78.900
145.975
1.149.465
4.195.073
2.130.504
266.540
2.410.492
1.031.512
295.011
295.204
159.017
209.738
110.084
214.661
302.182
145.579
99.662
452.495
98.244
55.006
44.055
94.075
42.993
34.598
106.195

179.830

16.948.674

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 109.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
276.749
600.293
254.202
274.811
165.786
375.303
94.557
457.930
46.536
21.193
1.201.781
1.313.619
74.627
1.327.274
334.108
106.403
216.845
338.581
252.512
114.226
161.844
101.930
94.037
159.705
423.810
143.482
59.899
79.698
88.572
67.318
44.532
215.913

(3)
1.296
2.267
1.412
1.835
606
1.557
310
1.561
143
54
4.690
3.904
314
6.688
1.574
416
668
2.139
1.448
521
477
711
703
569
1.525
394
249
160
269
347
117
449

(4)
461
827
519
401
254
526
177
610
65
26
1.612
1.966
177
2.031
382
196
263
835
403
150
218
170
202
254
642
183
93
95
109
83
40
108

Indonesia

9.488.076

39.373

14.078

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

212

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
278.506
0,63
603.387
0,51
256.133
0,75
277.047
0,81
166.646
0,52
377.386
0,55
95.044
0,51
460.101
0,47
46.744
0,44
21.273
0,38
1.208.083
0,52
1.319.489
0,44
75.118
0,65
1.335.993
0,65
336.064
0,58
107.015
0,57
217.776
0,43
341.555
0,87
254.363
0,73
114.897
0,58
162.539
0,43
102.811
0,86
94.942
0,95
160.528
0,51
425.977
0,51
144.059
0,40
60.241
0,57
79.953
0,32
88.950
0,42
67.748
0,63
44.689
0,35
216.470
0,26
9.541.527

0,56

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.066
2.231
701
1.659
1.739
753
185
2.529
148
11
2.256
4.174
22
24.295
3.415
10
283
982
347
63
243
896
8
953
835
462
3
233
115
61
242
2.976

(8)
280.572
605.618
256.834
278.706
168.385
378.139
95.229
462.630
46.892
21.284
1.210.339
1.323.663
75.140
1.360.288
339.479
107.025
218.059
342.537
254.710
114.960
162.782
103.707
94.950
161.481
426.812
144.521
60.244
80.186
89.065
67.809
44.931
219.446

54.896

9.596.423

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 110.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri Menurut
Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
264.357
565.776
242.159
256.347
156.058
352.403
88.246
422.794
43.844
19.570
1.118.189
1.214.924
69.154
1.238.896
299.413
96.606
206.100
315.783
237.337
105.399
151.645
93.309
85.925
148.919
402.689
134.964
57.349
75.253
81.472
61.806
40.766
176.639

(3)
1.032
1.685
1.095
1.459
430
1.129
246
1.242
106
43
3.497
3.015
219
5.588
1.248
313
542
1.684
1.147
469
409
618
422
467
1.196
299
218
136
212
301
96
409

(4)
311
628
355
282
178
374
130
467
55
27
1.282
1.533
133
1.676
304
156
238
697
337
131
155
113
151
184
472
159
77
94
87
66
34
95

Indonesia

8.824.091

30.972

10.981

Sedikit

Parah

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

213

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
265.700
0,51
568.089
0,41
243.609
0,60
258.088
0,67
156.666
0,39
353.906
0,42
88.622
0,42
424.503
0,40
44.005
0,37
19.640
0,36
1.122.968
0,43
1.219.472
0,37
69.506
0,51
1.246.160
0,58
300.965
0,52
97.075
0,48
206.880
0,38
318.164
0,75
238.821
0,62
105.999
0,57
152.209
0,37
94.040
0,78
86.498
0,66
149.570
0,44
404.357
0,41
135.422
0,34
57.644
0,51
75.483
0,30
81.771
0,37
62.173
0,59
40.896
0,32
177.143
0,28
8.866.044

0,47

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
2.175
2.474
837
1.448
1.981
732
211
2.713
83
4
2.296
4.172
24
29.539
3.316
1
309
665
199
26
40
819
0
783
904
511
0
165
59
33
61
1.895

(8)
267.875
570.563
244.446
259.536
158.647
354.638
88.833
427.216
44.088
19.644
1.125.264
1.223.644
69.530
1.275.699
304.281
97.076
207.189
318.829
239.020
106.025
152.249
94.859
86.498
150.353
405.261
135.933
57.644
75.648
81.830
62.206
40.957
179.038

58.475

8.924.519

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 111.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
541.106
1.166.069
496.361
531.158
321.844
727.706
182.803
880.724
90.380
40.763
2.319.970
2.528.543
143.781
2.566.170
633.521
203.009
422.945
654.364
489.849
219.625
313.489
195.239
179.962
308.624
826.499
278.446
117.248
154.951
170.044
129.124
85.298
392.552

(3)
2.328
3.952
2.507
3.294
1.036
2.686
556
2.803
249
97
8.187
6.919
533
12.276
2.822
729
1.210
3.823
2.595
990
886
1.329
1.125
1.036
2.721
693
467
296
481
648
213
858

18.312.167

70.345

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
772
1.455
874
683
432
900
307
1.077
120
53
2.894
3.499
310
3.707
686
352
501
1.532
740
281
373
283
353
438
1.114
342
170
189
196
149
74
203

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
544.206
0,57
1.171.476
0,46
499.742
0,68
535.135
0,74
323.312
0,45
731.292
0,49
183.666
0,47
884.604
0,44
90.749
0,41
40.913
0,37
2.331.051
0,48
2.538.961
0,41
144.624
0,58
2.582.153
0,62
637.029
0,55
204.090
0,53
424.656
0,40
659.719
0,81
493.184
0,68
220.896
0,58
314.748
0,40
196.851
0,82
181.440
0,81
310.098
0,48
830.334
0,46
279.481
0,37
117.885
0,54
155.436
0,31
170.721
0,40
129.921
0,61
85.585
0,34
393.613
0,27

25.059 18.407.571

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

214

0,52

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
4.241
4.705
1.538
3.107
3.720
1.485
396
5.242
231
15
4.552
8.346
46
53.834
6.731
11
592
1.647
546
89
283
1.715
8
1.736
1.739
973
3
398
174
94
303
4.871

(8)
548.447
1.176.181
501.280
538.242
327.032
732.777
184.062
889.846
90.980
40.928
2.335.603
2.547.307
144.670
2.635.987
643.760
204.101
425.248
661.366
493.730
220.985
315.031
198.566
181.448
311.834
832.073
280.454
117.888
155.834
170.895
130.015
85.888
398.484

113.371

18.520.942

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 112.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
372.502
1.113.966
404.760
439.475
235.322
579.231
137.146
608.404
86.718
95.544
559.515
3.322.622
2.381.991
208.622
2.503.218
852.788
256.680
363.379
416.191
355.901
169.125
269.210
254.375
166.984
209.193
650.153
192.633
87.269
101.766
136.215
89.011
62.277
271.167

(3)
1.602
4.224
2.050
2.432
818
2.476
398
2.043
221
246
2.781
13.832
7.035
808
12.619
4.311
893
1.123
2.316
1.862
775
750
1.417
1.030
764
2.466
529
336
196
349
450
163
731

17.953.353

74.046

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
599
1.504
845
616
364
798
228
789
109
111
873
4.409
3.361
429
3.731
931
418
449
956
579
215
389
396
324
322
970
243
139
118
151
107
59
158

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
374.703
0,59
1.119.694
0,51
407.655
0,71
442.523
0,69
236.504
0,50
582.505
0,56
137.772
0,45
611.236
0,46
87.048
0,38
95.901
0,37
563.169
0,65
3.340.863
0,55
2.392.387
0,43
209.859
0,59
2.519.568
0,65
858.030
0,61
257.991
0,51
364.951
0,43
419.463
0,78
358.342
0,68
170.115
0,58
270.349
0,42
256.188
0,71
168.338
0,80
210.279
0,52
653.589
0,53
193.405
0,40
87.744
0,54
102.080
0,31
136.715
0,37
89.568
0,62
62.499
0,36
272.056
0,33

25.690 18.053.089

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

215

0,55

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.557
6.166
1.837
2.989
3.294
2.127
535
3.191
223
99
4.969
8.669
18.708
565
61.479
5.857
322
2.604
1.813
749
198
2.410
2.471
581
998
1.842
661
23
260
301
100
246
3.381

(8)
378.260
1.125.860
409.492
445.512
239.798
584.632
138.307
614.427
87.271
96.000
568.138
3.349.532
2.411.095
210.424
2.581.047
863.887
258.313
367.555
421.276
359.091
170.313
272.759
258.659
168.919
211.277
655.431
194.066
87.767
102.340
137.016
89.668
62.745
275.437

143.225

18.196.314

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 113.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
356.632
1.061.279
389.602
414.617
224.464
550.847
130.565
572.495
82.199
90.564
573.655
3.159.646
2.241.590
199.437
2.378.786
801.158
239.617
348.867
395.011
341.771
159.785
254.078
238.392
156.717
198.583
625.110
183.479
84.702
97.100
127.455
82.816
57.491
226.310

(3)
1.322
3.312
1.591
1.955
574
1.886
336
1.639
171
196
2.297
10.655
5.500
542
10.379
3.435
672
899
1.821
1.454
679
663
1.124
729
611
2.013
412
289
159
282
411
144
656

17.044.820

58.808

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
406
1.086
533
441
224
570
177
616
87
81
649
3.450
2.641
329
2.937
756
348
390
791
470
184
247
264
249
242
714
204
104
125
130
76
45
132

Jumlah
Persentase
Kol (2)
Kesulitan
s/d Kol
Melihat
(4)
(5)
(6)
358.360
0,48
1.065.677
0,41
391.726
0,54
417.013
0,57
225.262
0,35
553.303
0,44
131.078
0,39
574.750
0,39
82.457
0,31
90.841
0,30
576.601
0,51
3.173.751
0,44
2.249.731
0,36
200.308
0,43
2.392.102
0,56
805.349
0,52
240.637
0,42
350.156
0,37
397.623
0,66
343.695
0,56
160.648
0,54
254.988
0,36
239.780
0,58
157.695
0,62
199.436
0,43
627.837
0,43
184.095
0,33
85.095
0,46
97.384
0,29
127.867
0,32
83.303
0,58
57.680
0,33
227.098
0,35

19.698 17.123.326

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

216

0,46

Tidak
Ditany
akan

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)

(7)
3.579
7.599
1.890
2.930
3.383
2.157
725
3.561
152
62
4.726
7.393
16.985
478
73.330
6.036
162
2.741
1.484
682
108
1.945
2.309
413
783
1.300
537
32
165
87
37
61
2.144

(8)
361.939
1.073.276
393.616
419.943
228.645
555.460
131.803
578.311
82.609
90.903
581.327
3.181.144
2.266.716
200.786
2.465.432
811.385
240.799
352.897
399.107
344.377
160.756
256.933
242.089
158.108
200.219
629.137
184.632
85.127
97.549
127.954
83.340
57.741
229.242

149.976

17.273.302

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 114.

Jumlah Anak Usia 10-17 Tahun yang Mengalami Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Menurut Provinsi dan Tingkat Kesulitan, 2010
Perkotaan+Perdesaan - Laki-laki + Perempuan
Mengalami
Kesulitan

Provinsi

Tidak
ada
kesulitan

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
729.134
2.175.245
794.362
854.092
459.786
1.130.078
267.711
1.180.899
168.917
186.108
1.133.170
6.482.268
4.623.581
408.059
4.882.004
1.653.946
496.297
712.246
811.202
697.672
328.910
523.288
492.767
323.701
407.776
1.275.263
376.112
171.971
198.866
263.670
171.827
119.768
497.477

(3)
2.924
7.536
3.641
4.387
1.392
4.362
734
3.682
392
442
5.078
24.487
12.535
1.350
22.998
7.746
1.565
2.022
4.137
3.316
1.454
1.413
2.541
1.759
1.375
4.479
941
625
355
631
861
307
1.387

34.998.173

132.854

Indonesia

Sedikit

Parah
(4)
1.005
2.590
1.378
1.057
588
1.368
405
1.405
196
192
1.522
7.859
6.002
758
6.668
1.687
766
839
1.747
1.049
399
636
660
573
564
1.684
447
243
243
281
183
104
290

Jumlah
Persentase Tidak
Kol (2)
Kesulitan Ditany
s/d Kol
Melihat
akan
(4)
(5)
(6)
(7)
733.063
0,54
7.136
2.185.371
0,46
13.765
799.381
0,63
3.727
859.536
0,63
5.919
461.766
0,43
6.677
1.135.808
0,50
4.284
268.850
0,42
1.260
1.185.986
0,43
6.752
169.505
0,35
375
186.742
0,34
161
1.139.770
0,58
9.695
6.514.614
0,50
16.062
4.642.118
0,40
35.693
410.167
0,51
1.043
4.911.670
0,60
134.809
1.663.379
0,57
11.893
498.628
0,47
484
715.107
0,40
5.345
817.086
0,72
3.297
702.037
0,62
1.431
330.763
0,56
306
525.337
0,39
4.355
495.968
0,65
4.780
326.033
0,72
994
409.715
0,47
1.781
1.281.426
0,48
3.142
377.500
0,37
1.198
172.839
0,50
55
199.464
0,30
425
264.582
0,34
388
172.871
0,60
137
120.179
0,34
307
499.154
0,34
5.525

45.388 35.176.415

Sumber: Sensus Penduduk 2010, BPS

217

0,51

293.201

Jumlah
Kol (5) +
Kol (7)
(8)
740.199
2.199.136
803.108
865.455
468.443
1.140.092
270.110
1.192.738
169.880
186.903
1.149.465
6.530.676
4.677.811
411.210
5.046.479
1.675.272
499.112
720.452
820.383
703.468
331.069
529.692
500.748
327.027
411.496
1.284.568
378.698
172.894
199.889
264.970
173.008
120.486
504.679
35.469.616

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 115.

Penduduk Menurut Daerah Tempat Tinggal dan Kelompok Umur, 2011

Provinsi

Perkotaan
Kelompok umur
10 - 14

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

15 - 17

Perdesaan
Total

Kelompok umur
10 - 14

15 - 17

Total

(2)
135.821
699.709
204.713
229.700
95.801
266.184
54.758
200.014
55.762
108.179
701.866
2.808.014
1.363.018
169.796
1.527.737
735.823
201.003
193.722
107.740
139.578
72.656
143.202
210.602
95.258
67.461
309.258
68.745
38.347
31.105
66.795
31.677
24.287
90.941

(3)
74.264
418.237
105.110
137.107
58.322
168.586
31.146
107.785
36.425
70.626
575.052
1.833.352
851.386
105.444
899.085
478.779
103.916
97.758
58.308
91.812
48.131
96.121
134.263
48.916
32.179
157.378
37.172
19.962
17.040
36.474
14.333
15.961
47.077

(4)
210.085
1.117.946
309.823
366.807
154.123
434.770
85.904
307.799
92.187
178.805
1.276.918
4.641.366
2.214.404
275.240
2.426.822
1.214.602
304.919
291.480
166.048
231.390
120.787
239.323
344.865
144.174
99.640
466.636
105.917
58.309
48.145
103.269
46.010
40.248
138.018

(5)
347.038
723.503
323.607
356.612
216.499
477.515
122.126
578.294
57.500
22.419
1.466.267
1.616.866
85.720
1.678.698
362.286
132.803
270.701
449.053
322.531
144.251
197.380
128.589
115.480
209.836
533.869
182.660
74.461
104.905
113.212
85.156
56.873
244.617

(6)
209.161
448.815
206.509
215.802
129.587
287.025
72.069
320.636
30.130
15.987
1.042.060
1.055.471
107.769
1.123.754
268.560
94.479
181.924
252.642
186.153
96.635
121.873
72.342
81.063
110.808
328.288
118.580
47.445
54.524
70.895
55.105
38.190
152.432

(7)
556.199
1.172.318
530.116
572.414
346.086
764.540
194.195
898.930
87.630
38.406
2.508.327
2.672.337
193.489
2.802.452
630.846
227.282
452.625
701.695
508.684
240.886
319.253
200.931
196.543
320.644
862.157
301.240
121.906
159.429
184.107
140.261
95.063
397.049

11.249.272

7.007.507

18.256.779

11.801.327

7.596.713

19.398.040

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

218

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 116.

Penduduk Menurut Provinsi Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, 2011

Provinsi

Laki-Laki
Kelompok umur
10 - 14

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

15 - 17

Perempuan
Total

Kelompok umur
10 - 14

15 - 17

Total

(2)
247.738
731.648
271.395
301.996
160.203
381.296
90.734
399.965
58.017
67.375
356.847
2.191.426
1.531.841
131.466
1.644.369
567.072
172.617
237.753
286.820
236.931
111.636
175.617
175.020
108.835
142.886
432.973
129.644
57.651
70.168
93.314
60.652
42.390
183.272

(3)
145.997
431.635
154.447
188.168
96.251
244.624
54.326
215.544
37.355
44.270
298.448
1.499.733
1.043.964
110.188
1.036.244
392.572
95.874
132.171
160.388
142.800
73.542
118.048
105.249
67.679
73.918
243.314
79.576
34.479
33.581
53.505
35.599
30.577
116.041

(4)
393.735
1.163.283
425.842
490.164
256.454
625.920
145.060
615.509
95.372
111.645
655.295
3.691.159
2.575.805
241.654
2.680.613
959.644
268.491
369.924
447.208
379.731
185.178
293.665
280.269
176.514
216.804
676.287
209.220
92.130
103.749
146.819
96.251
72.967
299.313

(5)
235.121
691.564
256.925
284.316
152.097
362.403
86.150
378.343
55.245
63.223
345.019
2.082.855
1.448.043
124.050
1.562.066
531.037
161.189
226.670
269.973
225.178
105.271
164.965
164.171
101.903
134.411
410.154
121.761
55.157
65.842
86.693
56.181
38.770
152.286

(6)
137.428
435.417
157.172
164.741
91.658
210.987
48.889
212.877
29.200
42.343
276.604
1.375.679
862.893
103.025
986.595
354.767
102.521
147.511
150.562
135.165
71.224
99.946
101.356
62.300
69.069
242.352
76.176
32.928
37.983
53.864
33.839
23.574
83.468

(7)
372.549
1.126.981
414.097
449.057
243.755
573.390
135.039
591.220
84.445
105.566
621.623
3.458.534
2.310.936
227.075
2.548.661
885.804
263.710
374.181
420.535
360.343
176.495
264.911
265.527
164.203
203.480
652.506
197.937
88.085
103.825
140.557
90.020
62.344
235.754

11.851.567

7.590.107

19.441.674

11.199.032

7.014.113

18.213.145

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

219

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 117.

Penduduk 10-14 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perkotaan

Provinsi

Bekerja

Pengang
guran

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)

(3)

Indonesia

963
21.972
6.387
6.999
2.886
3.227
990
3.524
1.149
817
10.805
43.118
21.456
3.724
16.213
11.531
7.796
6.270
3.283
3.651
2.176
4.239
3.526
941
3.204
12.467
3.561
1.044
3.005
1.831
726
263
2.595

216.339

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

872

(4)
120.142
599.587
188.979
213.269
90.393
253.477
51.716
191.198
52.375
104.252
674.074
2.619.564
1.292.534
164.778
1.453.211
685.714
187.512
175.420
102.831
129.448
64.822
93.674
197.297
90.889
21.563
216.476
39.907
13.448
2.186
63.049
13.749
23.237
86.343

(5)
1.583
17.650
1.827
2.827
1.144
2.466
795
2.520
1.110
1.275
3.992
18.278
16.020
724
14.214
6.129
2.452
2.822
494
1.478
1.102
8.937
2.064
476
14.238
18.070
9.787
7.492
9.296
939
9.501
90
554

(6)
12.677
55.554
5.868
6.033
1.241
5.675
830
2.066
343
1.559
10.977
99.199
27.315
570
37.483
26.400
2.724
9.134
752
3.284
4.256
36.036
7.366
2.471
28.249
60.353
15.222
15.946
15.948
936
7.701
697
577

(7)
135.821
699.709
204.713
229.700
95.801
266.184
54.758
200.014
55.762
108.179
701.866
2.808.014
1.363.018
169.796
1.527.737
735.823
201.003
193.722
107.740
139.578
72.656
143.202
210.602
95.258
67.461
309.258
68.745
38.347
31.105
66.795
31.677
24.287
90.941

68.031

10.277.114

182.346

505.442

11.249.272

456
4.946
1.652
572
137
1.339
427
706
785
276
2.018
27.855
5.693
6.616
6.049
519
76
380
1.717
300
316
349
481
207
1.892
268
417
670
40

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

220

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 118.

Penduduk 15-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perkotaan

Provinsi

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
4.347
46.363
14.841
18.982
7.214
15.621
4.223
12.589
6.007
4.979
70.153
228.382
120.252
11.416
108.796
54.880
16.446
17.474
6.044
14.365
7.778
14.596
14.420
5.127
3.268
20.392
6.090
3.165
3.396
3.491
1.865
1.449
4.001

(3)
1.527
24.646
13.306
8.207
647
18.319
912
14.729
873
2.521
64.547
162.154
65.534
3.763
35.951
112.306
4.908
2.229
924
5.439
1.643
10.449
27.149
5.951
1.455
10.478
561
1.359
5
2.932
437
748
652

(4)
58.102
279.991
71.301
102.784
47.264
125.626
23.989
67.796
26.612
58.607
412.256
1.282.602
587.971
83.136
691.503
280.895
78.582
70.732
49.861
70.534
34.354
34.576
86.471
33.987
9.644
86.019
10.067
5.605
982
28.781
7.256
12.027
40.782

(5)
5.330
18.061
3.781
6.165
1.824
2.610
1.380
6.717
1.463
3.740
12.205
70.447
34.750
3.928
28.242
7.494
2.079
4.403
1.307
932
2.400
14.133
3.785
3.021
10.801
17.197
11.681
5.614
9.078
1.008
3.258
705
1.485

(6)
4.958
49.176
1.881
969
1.373
6.410
642
5.954
1.470
779
15.891
89.767
42.879
3.201
34.593
23.204
1.901
2.920
172
542
1.956
22.367
2.438
830
7.011
23.292
8.773
4.219
3.579
262
1.517
1.032
157

(7)
74.264
418.237
105.110
137.107
58.322
168.586
31.146
107.785
36.425
70.626
575.052
1.833.352
851.386
105.444
899.085
478.779
103.916
97.758
58.308
91.812
48.131
96.121
134.263
48.916
32.179
157.378
37.172
19.962
17.040
36.474
14.333
15.961
47.077

Indonesia

872.412

607.261

4.860.695

301.024

366.115

7.007.507

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

221

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 119.

Penduduk 10-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perkotaan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
5.310
68.335
21.228
25.981
10.100
18.848
5.213
16.113
7.156
5.796
80.958
271.500
141.708
15.140
125.009
66.411
24.242
23.744
9.327
18.016
9.954
18.835
17.946
6.068
6.472
32.859
9.651
4.209
6.401
5.322
2.591
1.712
6.596

(3)
1.983
29.592
14.958
8.779
784
19.658
1.339
15.435
1.658
2.797
66.565
190.009
71.227
3.763
42.567
118.355
5.427
2.305
1.304
7.156
1.943
10.765
27.498
6.432
1.662
12.370
829
1.776
675
2.972
437
748
1.524

(4)
178.244
879.578
260.280
316.053
137.657
379.103
75.705
258.994
78.987
162.859
1.086.330
3.902.166
1.880.505
247.914
2.144.714
966.609
266.094
246.152
152.692
199.982
99.176
128.250
283.768
124.876
31.207
302.495
49.974
19.053
3.168
91.830
21.005
35.264
127.125

(5)
6.913
35.711
5.608
8.992
2.968
5.076
2.175
9.237
2.573
5.015
16.197
88.725
50.770
4.652
42.456
13.623
4.531
7.225
1.801
2.410
3.502
23.070
5.849
3.497
25.039
35.267
21.468
13.106
18.374
1.947
12.759
795
2.039

(6)
17.635
104.730
7.749
7.002
2.614
12.085
1.472
8.020
1.813
2.338
26.868
188.966
70.194
3.771
72.076
49.604
4.625
12.054
924
3.826
6.212
58.403
9.804
3.301
35.260
83.645
23.995
20.165
19.527
1.198
9.218
1.729
734

(7)
210.085
1.117.946
309.823
366.807
154.123
434.770
85.904
307.799
92.187
178.805
1.276.918
4.641.366
2.214.404
275.240
2.426.822
1.214.602
304.919
291.480
166.048
231.390
120.787
239.323
344.865
144.174
99.640
466.636
105.917
58.309
48.145
103.269
46.010
40.248
138.018

1.088.751

675.292

15.137.809

483.370

871.557

18.256.779

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

222

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 120.

Penduduk 10-14 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perdesaan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
6.162
86.393
16.533
11.817
9.426
20.433
4.379
38.082
3.731
337

(3)
2.039
5.047
1.426
2.404
2.331
4.981
270
9.104
235
52

(4)
302.572
564.156
295.397
323.847
196.375
432.827
113.495
503.352
50.209
20.797

(5)
6.386
17.544
3.012
8.321
2.722
9.160
1.798
12.646
1.697
446

(6)
29.879
50.363
7.239
10.223
5.645
10.114
2.184
15.110
1.628
787

(7)
347.038
723.503
323.607
356.612
216.499
477.515
122.126
578.294
57.500
22.419

26.191
46.303
1.462
48.125
6.169
25.326
23.193
32.310
16.363
5.659
12.051
2.034
5.958
18.162
48.355
26.414
5.024
14.779
5.123
5.514
3.883
86.112

18.098
9.015
824
10.435
5.491
743
1.690
5.599
340
1.005
1.016
1.258
1.642
4.791
294
236
863
119
719
207
14.161

1.334.121
1.471.971
81.223
1.539.672
317.518
104.859
229.864
398.680
288.328
127.700
95.953
116.794
103.246
73.422
326.115
44.396
41.865
29.475
95.963
59.411
50.543
127.751

24.327
29.280
729
13.687
6.479
880
4.470
7.727
4.536
1.131
22.003
3.480
2.314
39.390
41.373
49.800
6.115
18.016
3.892
4.533
507
2.331

63.530
60.297
1.482
66.779
26.629
1.738
12.431
8.646
7.705
9.421
66.368
5.265
2.704
77.220
113.235
61.756
21.221
41.772
8.115
14.979
1.733
14.262

1.466.267
1.616.866
85.720
1.678.698
362.286
132.803
270.701
449.053
322.531
144.251
197.380
128.589
115.480
209.836
533.869
182.660
74.461
104.905
113.212
85.156
56.873
244.617

661.803

106.435

9.861.897

350.732

820.460

11.801.327

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

223

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 121.

Penduduk 15-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perdesaan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
31.910
141.950
35.975
42.578
20.356
70.914
18.243
79.529
7.590
2.587

(3)
8.505
17.459
6.588
7.203
6.626
15.268
1.064
18.485
1.352
600

(4)
141.102
250.448
145.111
143.545
90.669
166.333
46.072
185.593
18.171
11.096

(5)
8.900
15.352
7.390
14.579
6.788
22.788
4.433
24.415
2.302
1.464

(6)
18.744
23.606
11.445
7.897
5.148
11.722
2.257
12.614
715
240

(7)
209.161
448.815
206.509
215.802
129.587
287.025
72.069
320.636
30.130
15.987

143.060
197.876
11.987
212.018
31.259
26.196
31.989
65.630
55.707
24.162
41.612
11.853
10.264
42.491
87.578
47.233
12.541
19.963
14.406
13.176
8.534
71.674

143.575
84.315
2.429
53.800
34.613
1.678
5.595
6.189
8.639
1.782
12.143
11.837
4.439
4.785
31.752
1.278
1.969
851
3.278
891
1.842
5.723

552.310
619.086
87.680
720.046
144.695
61.312
124.113
160.664
105.869
61.559
32.874
42.002
55.389
19.928
122.532
27.240
12.625
15.082
44.287
32.085
26.047
66.635

67.604
65.566
1.225
64.039
19.320
3.905
15.984
13.298
11.433
5.598
16.736
3.100
8.145
27.899
55.785
29.074
9.018
10.197
4.685
7.516
1.101
3.638

135.511
88.628
4.448
73.851
38.673
1.388
4.243
6.861
4.505
3.534
18.508
3.550
2.826
15.705
30.641
13.755
11.292
8.431
4.239
1.437
666
4.762

1.042.060
1.055.471
107.769
1.123.754
268.560
94.479
181.924
252.642
186.153
96.635
121.873
72.342
81.063
110.808
328.288
118.580
47.445
54.524
70.895
55.105
38.190
152.432

1.632.841

506.553

4.332.200

553.277

571.842

7.596.713

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

224

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 122.

Penduduk 10-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perdesaan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
38.072
228.343
52.508
54.395
29.782
91.347
22.622
117.611
11.321
2.924
169.251
244.179
13.449
260.143
37.428
51.522
55.182
97.940
72.070
29.821
53.663
13.887
16.222
60.653
135.933
73.647
17.565
34.742
19.529
18.690
12.417
157.786

(3)
10.544
22.506
8.014
9.607
8.957
20.249
1.334
27.589
1.587
652
161.673
93.330
3.253
64.235
40.104
1.678
6.338
7.879
14.238
2.122
13.148
12.853
5.697
6.427
36.543
1.572
2.205
1.714
3.397
1.610
2.049
19.884

(4)
443.674
814.604
440.508
467.392
287.044
599.160
159.567
688.945
68.380
31.893
1.886.431
2.091.057
168.903
2.259.718
462.213
166.171
353.977
559.344
394.197
189.259
128.827
158.796
158.635
93.350
448.647
71.636
54.490
44.557
140.250
91.496
76.590
194.386

(5)
15.286
32.896
10.402
22.900
9.510
31.948
6.231
37.061
3.999
1.910
91.931
94.846
1.954
77.726
25.799
4.785
20.454
21.025
15.969
6.729
38.739
6.580
10.459
67.289
97.158
78.874
15.133
28.213
8.577
12.049
1.608
5.969

(6)
48.623
73.969
18.684
18.120
10.793
21.836
4.441
27.724
2.343
1.027
199.041
148.925
5.930
140.630
65.302
3.126
16.674
15.507
12.210
12.955
84.876
8.815
5.530
92.925
143.876
75.511
32.513
50.203
12.354
16.416
2.399
19.024

(7)
556.199
1.172.318
530.116
572.414
346.086
764.540
194.195
898.930
87.630
38.406
2.508.327
2.672.337
193.489
2.802.452
630.846
227.282
452.625
701.695
508.684
240.886
319.253
200.931
196.543
320.644
862.157
301.240
121.906
159.429
184.107
140.261
95.063
397.049

2.294.644

612.988

14.194.097

904.009

1.392.302

19.398.040

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

225

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 123. Penduduk 10-14 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Laki-Laki
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
4.195
61.204
16.558
9.855
9.384
16.020
3.186
31.192
3.524
949
3.802
36.719
42.338
3.310
36.387
9.100
15.431
18.109
21.892
13.263
4.766
8.571
3.908
3.885
12.373
39.519
16.310
4.213
11.632
5.146
3.670
2.319
48.772

(3)
1.794
6.054
2.056
1.161
2.002
3.568
589
4.387
75
52
1.535
30.529
8.810
824
8.780
6.316
413
345
1.054
3.374
323
263
818
611
661
3.222
333
653
922
97
167
116
7.494

(4)
216.041
592.661
240.980
275.261
143.833
348.606
83.943
349.088
52.335
64.378
343.061
2.028.025
1.409.533
125.410
1.533.737
509.904
151.744
202.636
255.456
213.036
98.823
101.167
162.237
99.763
49.100
276.101
43.874
26.436
16.677
80.194
39.049
38.027
117.662

(5)
1.300
8.926
2.450
3.602
701
1.983
873
3.834
658
279
614
8.688
13.300
182
7.716
5.540
1.616
1.952
1.896
483
401
5.377
1.357
1.107
16.933
8.588
21.331
4.281
6.766
2.281
5.733
260
843

(6)
24.408
62.803
9.351
12.117
4.283
11.119
2.143
11.464
1.425
1.717
7.835
87.465
57.860
1.740
57.749
36.212
3.413
14.711
6.522
6.775
7.323
60.239
6.700
3.469
63.819
105.543
47.796
22.068
34.171
5.596
12.033
1.668
8.501

(7)
247.738
731.648
271.395
301.996
160.203
381.296
90.734
399.965
58.017
67.375
356.847
2.191.426
1.531.841
131.466
1.644.369
567.072
172.617
237.753
286.820
236.931
111.636
175.617
175.020
108.835
142.886
432.973
129.644
57.651
70.168
93.314
60.652
42.390
183.272

521.502

99.398

10.288.778

141.851

800.038

11.851.567

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

226

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 124.

Penduduk 15-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Laki-Laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
22.376
107.405
37.774
43.921
20.793
57.788
15.736
72.468
9.809
5.528
29.343
197.973
190.728
8.396
207.712
49.466
19.750
33.550
44.203
44.162
21.737
36.531
18.477
11.068
32.868
79.849
39.634
11.325
17.004
10.143
9.185
5.730
47.241

(3)
7.210
17.851
13.936
9.214
5.021
20.304
1.401
19.281
847
2.066
51.095
178.325
77.975
2.770
38.416
100.978
2.839
4.219
4.143
7.269
1.910
14.256
30.725
4.954
3.011
28.268
590
1.635
392
3.867
581
1.782
1.255

(4)
98.254
247.484
88.949
127.409
66.215
144.667
34.212
103.825
24.701
35.898
207.190
971.808
652.274
89.762
715.525
201.579
71.199
86.688
103.242
86.338
46.075
35.594
52.433
46.372
15.474
88.177
15.592
9.123
3.765
34.582
19.472
21.978
63.275

(5)
2.559
1.924
3.323
737
4
6.410
150
6.655
129
216
5.788
12.921
24.800
3.026
15.393
1.811
952
2.958
4.140
559
964
3.963
875
3.233
10.115
8.867
7.436
2.876
4.617
1.340
4.196
57
1.601

(6)
15.598
56.971
10.465
6.887
4.218
15.455
2.827
13.315
1.869
562
5.032
138.706
98.187
6.234
59.198
38.738
1.134
4.756
4.660
4.472
2.856
27.704
2.739
2.052
12.450
38.153
16.324
9.520
7.803
3.573
2.165
1.030
2.669

(7)
145.997
431.635
154.447
188.168
96.251
244.624
54.326
215.544
37.355
44.270
298.448
1.499.733
1.043.964
110.188
1.036.244
392.572
95.874
132.171
160.388
142.800
73.542
118.048
105.249
67.679
73.918
243.314
79.576
34.479
33.581
53.505
35.599
30.577
116.041

1.559.673

658.386

4.609.131

144.595

618.322

7.590.107

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

227

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 125.

Penduduk 10-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Laki-Laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
26.571
168.609
54.332
53.776
30.177
73.808
18.922
103.660
13.333
6.477
33.145
234.692
233.066
11.706
244.099
58.566
35.181
51.659
66.095
57.425
26.503
45.102
22.385
14.953
45.241
119.368
55.944
15.538
28.636
15.289
12.855
8.049
96.013

(3)
9.004
23.905
15.992
10.375
7.023
23.872
1.990
23.668
922
2.118
52.630
208.854
86.785
3.594
47.196
107.294
3.252
4.564
5.197
10.643
2.233
14.519
31.543
5.565
3.672
31.490
923
2.288
1.314
3.964
748
1.898
8.749

(4)
314.295
840.145
329.929
402.670
210.048
493.273
118.155
452.913
77.036
100.276
550.251
2.999.833
2.061.807
215.172
2.249.262
711.483
222.943
289.324
358.698
299.374
144.898
136.761
214.670
146.135
64.574
364.278
59.466
35.559
20.442
114.776
58.521
60.005
180.937

(5)
3.859
10.850
5.773
4.339
705
8.393
1.023
10.489
787
495
6.402
21.609
38.100
3.208
23.109
7.351
2.568
4.910
6.036
1.042
1.365
9.340
2.232
4.340
27.048
17.455
28.767
7.157
11.383
3.621
9.929
317
2.444

(6)
40.006
119.774
19.816
19.004
8.501
26.574
4.970
24.779
3.294
2.279
12.867
226.171
156.047
7.974
116.947
74.950
4.547
19.467
11.182
11.247
10.179
87.943
9.439
5.521
76.269
143.696
64.120
31.588
41.974
9.169
14.198
2.698
11.170

(7)
393.735
1.163.283
425.842
490.164
256.454
625.920
145.060
615.509
95.372
111.645
655.295
3.691.159
2.575.805
241.654
2.680.613
959.644
268.491
369.924
447.208
379.731
185.178
293.665
280.269
176.514
216.804
676.287
209.220
92.130
103.749
146.819
96.251
72.967
299.313

2.081.175

757.784

14.897.909

286.446

1.418.360

19.441.674

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

228

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 126.

Penduduk 10-14 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perempuan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja
(2)
2.930
47.161
6.362
8.961
2.928
7.640
2.183
10.414
1.356
205
7.003
32.590
25.421
1.876
27.951
8.600
17.691
11.354
13.701
6.751
3.069
7.719
1.652
3.014
8.993
21.303
13.665
1.855
6.152
1.808
2.570
1.827
39.935
356.640

Pengang
guran
(3)

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

611
62
552
91
7.539

(4)
206.673
571.082
243.396
261.855
142.935
337.698
81.268
345.462
50.249
60.671
331.013
1.925.660
1.354.972
120.591
1.459.146
493.328
140.627
202.648
246.055
204.740
93.699
88.460
151.854
94.372
45.885
266.490
40.429
28.877
14.984
78.818
34.111
35.753
96.432

(5)
6.669
26.268
2.389
7.546
3.165
9.643
1.720
11.332
2.149
1.442
3.378
33.917
32.000
1.271
20.185
7.068
1.716
5.340
6.325
5.531
1.832
25.563
4.187
1.683
36.695
50.855
38.256
9.326
20.546
2.550
8.301
337
2.042

(6)
18.148
43.114
3.756
4.139
2.603
4.670
871
5.712
546
629
3.142
75.264
29.752
312
46.513
16.817
1.049
6.854
2.876
4.214
6.354
42.165
5.931
1.706
41.650
68.045
29.182
15.099
23.549
3.455
10.647
762
6.338

(7)
235.121
691.564
256.925
284.316
152.097
362.403
86.150
378.343
55.245
63.223
345.019
2.082.855
1.448.043
124.050
1.562.066
531.037
161.189
226.670
269.973
225.178
105.271
164.965
164.171
101.903
134.411
410.154
121.761
55.157
65.842
86.693
56.181
38.770
152.286

75.068

9.850.233

391.227

525.864

11.199.032

701
3.939
1.022
1.815
466
2.752
108
5.423
945
276
483
15.424
5.898
8.271
5.224
106
474
1.016
3.942
317
1.058
547
1.128
1.188
3.461
229

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

229

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 127.

Penduduk 15-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perempuan

Provinsi

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
13.881
80.908
13.042
17.639
6.777
28.747
6.730
19.650
3.788
2.038
40.810
173.469
127.400
15.007
113.102
36.673
22.892
15.913
27.471
25.910
10.203
19.677
7.796
4.323
12.891
28.121
13.689
4.381
6.355
7.754
5.856
4.253
28.434

(3)
2.822
24.254
5.958
6.196
2.252
13.283
575
13.933
1.378
1.055
13.452
127.404
71.874
3.422
51.335
45.941
3.747
3.605
2.970
6.809
1.515
8.336
8.261
5.436
3.229
13.962
1.249
1.693
464
2.343
747
808
5.120

(4)
100.950
282.955
127.463
118.920
71.718
147.292
35.849
149.564
20.082
33.805
205.066
863.104
554.783
81.054
696.024
224.011
68.695
108.157
107.283
90.065
49.838
31.856
76.040
43.004
14.098
120.374
21.715
9.107
12.299
38.486
19.869
16.096
44.142

(5)
11.671
31.489
7.848
20.007
8.608
18.988
5.663
24.477
3.636
4.988
6.417
125.130
75.516
2.127
76.888
25.003
5.032
17.429
10.465
11.806
7.034
26.906
6.010
7.933
28.585
64.115
33.319
11.756
14.658
4.353
6.578
1.749
3.522

(6)
8.104
15.811
2.861
1.979
2.303
2.677
72
5.253
316
457
10.859
86.572
33.320
1.415
49.246
23.139
2.155
2.407
2.373
575
2.634
13.171
3.249
1.604
10.266
15.780
6.204
5.991
4.207
928
789
668
2.250

(7)
137.428
435.417
157.172
164.741
91.658
210.987
48.889
212.877
29.200
42.343
276.604
1.375.679
862.893
103.025
986.595
354.767
102.521
147.511
150.562
135.165
71.224
99.946
101.356
62.300
69.069
242.352
76.176
32.928
37.983
53.864
33.839
23.574
83.468

Indonesia

945.580

455.428

4.583.764

709.706

319.635

7.014.113

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

230

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 128.

Penduduk 10-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011
Perempuan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
16.811
128.069
19.404
26.600
9.705
36.387
8.913
30.064
5.144
2.243
47.813
206.059
152.821
16.883
141.053
45.273
40.583
27.267
41.172
32.661
13.272
27.396
9.448
7.337
21.884
49.424
27.354
6.236
12.507
9.562
8.426
6.080
68.369

(3)
3.523
28.193
6.980
8.011
2.718
16.035
683
19.356
2.323
1.331
13.935
142.828
77.772
3.422
59.606
51.165
3.853
4.079
3.986
10.751
1.832
9.394
8.808
6.564
4.417
17.423
1.478
1.693
1.075
2.405
1.299
899
12.659

(4)
307.623
854.037
370.859
380.775
214.653
484.990
117.117
495.026
70.331
94.476
536.079
2.788.764
1.909.755
201.645
2.155.170
717.339
209.322
310.805
353.338
294.805
143.537
120.316
227.894
137.376
59.983
386.864
62.144
37.984
27.283
117.304
53.980
51.849
140.574

(5)
18.340
57.757
10.237
27.553
11.773
28.631
7.383
35.809
5.785
6.430
9.795
159.047
107.516
3.398
97.073
32.071
6.748
22.769
16.790
17.337
8.866
52.469
10.197
9.616
65.280
114.970
71.575
21.082
35.204
6.903
14.879
2.086
5.564

(6)
26.252
58.925
6.617
6.118
4.906
7.347
943
10.965
862
1.086
14.001
161.836
63.072
1.727
95.759
39.956
3.204
9.261
5.249
4.789
8.988
55.336
9.180
3.310
51.916
83.825
35.386
21.090
27.756
4.383
11.436
1.430
8.588

(7)
372.549
1.126.981
414.097
449.057
243.755
573.390
135.039
591.220
84.445
105.566
621.623
3.458.534
2.310.936
227.075
2.548.661
885.804
263.710
374.181
420.535
360.343
176.495
264.911
265.527
164.203
203.480
652.506
197.937
88.085
103.825
140.557
90.020
62.344
235.754

1.302.220

530.496

14.433.997

1.100.933

845.499

18.213.145

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

231

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 129.

Penduduk 10-14 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011

Provinsi

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
7.125
108.365
22.920
18.816
12.312
23.660
5.369
41.606
4.880
1.154
10.805
69.309
67.759
5.186
64.338
17.700
33.122
29.463
35.593
20.014
7.835
16.290
5.560
6.899
21.366
60.822
29.975
6.068
17.784
6.954
6.240
4.146
88.707

(3)
2.495
9.993
3.078
2.976
2.468
6.320
697
9.810
1.020
328
2.018
45.953
14.708
824
17.051
11.540
519
819
2.070
7.316
640
1.321
1.365
1.739
1.849
6.683
562
653
1.533
159
719
207
15.033

(4)
422.714
1.163.743
484.376
537.116
286.768
686.304
165.211
694.550
102.584
125.049
674.074
3.953.685
2.764.505
246.001
2.992.883
1.003.232
292.371
405.284
501.511
417.776
192.522
189.627
314.091
194.135
94.985
542.591
84.303
55.313
31.661
159.012
73.160
73.780
214.094

(5)
7.969
35.194
4.839
11.148
3.866
11.626
2.593
15.166
2.807
1.721
3.992
42.605
45.300
1.453
27.901
12.608
3.332
7.292
8.221
6.014
2.233
30.940
5.544
2.790
53.628
59.443
59.587
13.607
27.312
4.831
14.034
597
2.885

(6)
42.556
105.917
13.107
16.256
6.886
15.789
3.014
17.176
1.971
2.346
10.977
162.729
87.612
2.052
104.262
53.029
4.462
21.565
9.398
10.989
13.677
102.404
12.631
5.175
105.469
173.588
76.978
37.167
57.720
9.051
22.680
2.430
14.839

(7)
482.859
1.423.212
528.320
586.312
312.300
743.699
176.884
778.308
113.262
130.598
701.866
4.274.281
2.979.884
255.516
3.206.435
1.098.109
333.806
464.423
556.793
462.109
216.907
340.582
339.191
210.738
277.297
843.127
251.405
112.808
136.010
180.007
116.833
81.160
335.558

Indonesia

878.142

174.466

20.139.011

533.078

1.325.902

23.050.599

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

232

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 130.

Penduduk 15-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
36.257
188.313
50.816
61.560
27.570
86.535
22.466
92.118
13.597
7.566
70.153
371.442
318.128
23.403
320.814
86.139
42.642
49.463
71.674
70.072
31.940
56.208
26.273
15.391
45.759
107.970
53.323
15.706
23.359
17.897
15.041
9.983
75.675

(3)
10.032
42.105
19.894
15.410
7.273
33.587
1.976
33.214
2.225
3.121
64.547
305.729
149.849
6.192
89.751
146.919
6.586
7.824
7.113
14.078
3.425
22.592
38.986
10.390
6.240
42.230
1.839
3.328
856
6.210
1.328
2.590
6.375

(4)
199.204
530.439
216.412
246.329
137.933
291.959
70.061
253.389
44.783
69.703
412.256
1.834.912
1.207.057
170.816
1.411.549
425.590
139.894
194.845
210.525
176.403
95.913
67.450
128.473
89.376
29.572
208.551
37.307
18.230
16.064
73.068
39.341
38.074
107.417

(5)
14.230
33.413
11.171
20.744
8.612
25.398
5.813
31.132
3.765
5.204
12.205
138.051
100.316
5.153
92.281
26.814
5.984
20.387
14.605
12.365
7.998
30.869
6.885
11.166
38.700
72.982
40.755
14.632
19.275
5.693
10.774
1.806
5.123

(6)
23.702
72.782
13.326
8.866
6.521
18.132
2.899
18.568
2.185
1.019
15.891
225.278
131.507
7.649
108.444
61.877
3.289
7.163
7.033
5.047
5.490
40.875
5.988
3.656
22.716
53.933
22.528
15.511
12.010
4.501
2.954
1.698
4.919

(7)
283.425
867.052
311.619
352.909
187.909
455.611
103.215
428.421
66.555
86.613
575.052
2.875.412
1.906.857
213.213
2.022.839
747.339
198.395
279.682
310.950
277.965
144.766
217.994
206.605
129.979
142.987
485.666
155.752
67.407
71.564
107.369
69.438
54.151
199.509

2.505.253

1.113.814

9.192.895

854.301

937.957

14.604.220

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

233

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 131.

Penduduk 10-17 Tahun Menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu, 2011

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Bekerja

Pengang
guran

Sekolah

Mengurus
Rumah
Tangga

Lainnya

Jumlah

(2)
43.382
296.678
73.736
80.376
39.882
110.195
27.835
133.724
18.477
8.720
80.958
440.751
385.887
28.589
385.152
103.839
75.764
78.926
107.267
90.086
39.775
72.498
31.833
22.290
67.125
168.792
83.298
21.774
41.143
24.851
21.281
14.129
164.382

(3)
12.527
52.098
22.972
18.386
9.741
39.907
2.673
43.024
3.245
3.449
66.565
351.682
164.557
7.016
106.802
158.459
7.105
8.643
9.183
21.394
4.065
23.913
40.351
12.129
8.089
48.913
2.401
3.981
2.389
6.369
2.047
2.797
21.408

(4)
621.918
1.694.182
700.788
783.445
424.701
978.263
235.272
947.939
147.367
194.752
1.086.330
5.788.597
3.971.562
416.817
4.404.432
1.428.822
432.265
600.129
712.036
594.179
288.435
257.077
442.564
283.511
124.557
751.142
121.610
73.543
47.725
232.080
112.501
111.854
321.511

(5)
22.199
68.607
16.010
31.892
12.478
37.024
8.406
46.298
6.572
6.925
16.197
180.656
145.616
6.606
120.182
39.422
9.316
27.679
22.826
18.379
10.231
61.809
12.429
13.956
92.328
132.425
100.342
28.239
46.587
10.524
24.808
2.403
8.008

(6)
66.258
178.699
26.433
25.122
13.407
33.921
5.913
35.744
4.156
3.365
26.868
388.007
219.119
9.701
212.706
114.906
7.751
28.728
16.431
16.036
19.167
143.279
18.619
8.831
128.185
227.521
99.506
52.678
69.730
13.552
25.634
4.128
19.758

(7)
766.284
2.290.264
839.939
939.221
500.209
1.199.310
280.099
1.206.729
179.817
217.211
1.276.918
7.149.693
4.886.741
468.729
5.229.274
1.845.448
532.201
744.105
867.743
740.074
361.673
558.576
545.796
340.717
420.284
1.328.793
407.157
180.215
207.574
287.376
186.271
135.311
535.067

3.383.395

1.288.280

29.331.906

1.387.379

2.263.859

37.654.819

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

234

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 132.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Status Formal-Informal Berdasarkan


Provinsi, 2011
Perkotaan
Kelompok Umur

Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Formal
(2)
33
2.857
725
885
825
1.900
274
576
345
6.125
16.233
7.932
4.063
3.879
1.228
332
595
1.439
799
278
784
207
269
2.259
11
194
421

10-14 Tahun
Informal
(3)
930
19.115
5.662
6.114
2.061
1.327
716
2.948
804
817
4.680
26.885
13.524
3.724
12.150
7.652
6.568
5.938
2.688
2.212
1.377
3.961
2.742
734
2.935
10.208
3.550
850
2.584
1.831
726
263
2.595

55.468

160.871

Jumlah
(4)
963
21.972
6.387
6.999
2.886
3.227
990
3.524
1.149
817
10.805
43.118
21.456
3.724
16.213
11.531
7.796
6.270
3.283
3.651
2.176
4.239
3.526
941
3.204
12.467
3.561
1.044
3.005
1.831
726
263
2.595

Formal
(5)
2.179
19.743
6.106
10.055
2.029
6.966
1.428
6.000
4.504
3.671
44.970
138.279
67.252
6.334
47.790
39.237
10.379
3.519
3.019
9.189
4.233
9.292
6.027
2.235
1.171
8.452
1.683
1.387
1.253
886
482
561
1.291

216.339

471.602

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

235

15-17 Tahun
Informal
(6)
2.168
26.620
8.735
8.927
5.185
8.655
2.795
6.589
1.503
1.308
25.183
90.103
53.000
5.082
61.006
15.643
6.067
13.955
3.025
5.176
3.545
5.304
8.393
2.892
2.097
11.940
4.407
1.778
2.143
2.605
1.383
888
2.710
400.810

Jumlah
(7)
4.347
46.363
14.841
18.982
7.214
15.621
4.223
12.589
6.007
4.979
70.153
228.382
120.252
11.416
108.796
54.880
16.446
17.474
6.044
14.365
7.778
14.596
14.420
5.127
3.268
20.392
6.090
3.165
3.396
3.491
1.865
1.449
4.001
872.412

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 133.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Status Formal-Informal Berdasarkan


Provinsi, 2011
Perdesaan
Kelompok Umur

Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Formal
(2)
119
2.088
891
707
1.310
2.463
103
1.902
1.023
89
9.445
8.804
163
4.260
924
432
398
394
2.184
726
930
313
621
1.076
4.117
443
286
623
-

10-14 Tahun
Informal
(3)
6.043
84.305
15.642
11.110
8.116
17.970
4.276
36.180
2.708
248
16.746
37.499
1.299
43.865
5.245
24.894
22.795
31.916
14.179
4.933
11.121
1.721
5.337
17.086
44.238
25.971
4.738
14.156
5.123
5.514
3.883
86.112

46.834

614.969

Jumlah
(4)
6.162
86.393
16.533
11.817
9.426
20.433
4.379
38.082
3.731
337
26.191
46.303
1.462
48.125
6.169
25.326
23.193
32.310
16.363
5.659
12.051
2.034
5.958
18.162
48.355
26.414
5.024
14.779
5.123
5.514
3.883
86.112

Formal
(5)
4.507
22.013
5.547
11.316
6.393
13.674
2.650
13.737
3.419
1.426
56.133
57.647
2.855
39.155
9.170
3.400
2.995
3.124
11.672
8.270
6.980
3.751
2.704
5.144
10.913
7.096
2.737
2.759
153
1.318
743
843

15-17 Tahun
Informal
(6)
27.403
119.937
30.428
31.262
13.963
57.240
15.593
65.792
4.171
1.161
86.927
140.229
9.132
172.863
22.089
22.796
28.994
62.506
44.035
15.892
34.632
8.102
7.560
37.347
76.665
40.137
9.804
17.204
14.253
11.858
7.791
70.831

Jumlah
(7)
31.910
141.950
35.975
42.578
20.356
70.914
18.243
79.529
7.590
2.587
143.060
197.876
11.987
212.018
31.259
26.196
31.989
65.630
55.707
24.162
41.612
11.853
10.264
42.491
87.578
47.233
12.541
19.963
14.406
13.176
8.534
71.674

661.803

324.244

1.308.597

1.632.841

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

236

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 134.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Status Formal-Informal Berdasarkan


Provinsi, 2011
Laki-Laki
Kelompok Umur

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Formal
(2)
152
3.663
1.453
1.061
1.937
2.956
377
1.992
939
24
1.555
15.920
8.988
163
4.780
1.843
786
654
492
2.147
1.325
1.208
941
775
742
4.418
454
296
673

10-14 Tahun
Informal
(3)
4.043
57.541
15.105
8.794
7.447
13.064
2.809
29.200
2.585
925
2.247
20.799
33.350
3.147
31.607
7.257
14.645
17.455
21.400
11.116
3.441
7.363
2.967
3.110
11.631
35.101
15.856
3.917
10.959
5.146
3.670
2.319
48.772

62.714

458.788

Jumlah
(4)
4.195
61.204
16.558
9.855
9.384
16.020
3.186
31.192
3.524
949
3.802
36.719
42.338
3.310
36.387
9.100
15.431
18.109
21.892
13.263
4.766
8.571
3.908
3.885
12.373
39.519
16.310
4.213
11.632
5.146
3.670
2.319
48.772

Formal
(5)
5.912
27.267
8.129
11.598
6.263
14.592
2.261
13.131
5.195
3.581
13.641
82.113
56.311
1.299
44.912
22.507
4.287
4.325
3.554
13.210
9.973
10.163
6.573
3.837
5.484
13.073
6.500
2.748
2.759
215
1.064
1.156
1.182

15-17 Tahun
Informal
(6)
16.464
80.138
29.645
32.323
14.530
43.196
13.475
59.337
4.614
1.947
15.702
115.860
134.417
7.097
162.800
26.959
15.463
29.225
40.649
30.952
11.764
26.368
11.904
7.231
27.384
66.776
33.134
8.577
14.245
9.928
8.121
4.574
46.059

521.502

408.815

1.150.858

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

237

Jumlah
(7)
22.376
107.405
37.774
43.921
20.793
57.788
15.736
72.468
9.809
5.528
29.343
197.973
190.728
8.396
207.712
49.466
19.750
33.550
44.203
44.162
21.737
36.531
18.477
11.068
32.868
79.849
39.634
11.325
17.004
10.143
9.185
5.730
47.241
1.559.673

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 135.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Status Formal-Informal Berdasarkan


Provinsi, 2011
Perempuan
Kelompok Umur

Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Formal
(2)
1.282
163
531
198
1.407
486
429
65
4.570
9.758
7.748
3.543
2.960
874
76
497
1.476
200
156
53
603
1.958
184
371

10-14 Tahun
Informal
(3)
2.930
45.879
6.199
8.430
2.730
6.233
2.183
9.928
927
140
2.433
22.832
17.673
1.876
24.408
5.640
16.817
11.278
13.204
5.275
2.869
7.719
1.496
2.961
8.390
19.345
13.665
1.671
5.781
1.808
2.570
1.827
39.935

39.588

317.052

Jumlah
(4)
2.930
47.161
6.362
8.961
2.928
7.640
2.183
10.414
1.356
205
7.003
32.590
25.421
1.876
27.951
8.600
17.691
11.354
13.701
6.751
3.069
7.719
1.652
3.014
8.993
21.303
13.665
1.855
6.152
1.808
2.570
1.827
39.935

Formal
(5)
774
14.489
3.524
9.773
2.159
6.048
1.817
6.606
2.728
1.516
31.329
112.299
68.588
7.890
42.033
25.900
9.492
2.189
2.589
7.651
2.530
6.109
3.205
1.102
831
6.292
2.279
1.376
1.253
824
736
148
952

356.640

387.031

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

238

15-17 Tahun
Informal
(6)
13.107
66.419
9.518
7.866
4.618
22.699
4.913
13.044
1.060
522
9.481
61.170
58.812
7.117
71.069
10.773
13.400
13.724
24.882
18.259
7.673
13.568
4.591
3.221
12.060
21.829
11.410
3.005
5.102
6.930
5.120
4.105
27.482
558.549

Jumlah
(7)
13.881
80.908
13.042
17.639
6.777
28.747
6.730
19.650
3.788
2.038
40.810
173.469
127.400
15.007
113.102
36.673
22.892
15.913
27.471
25.910
10.203
19.677
7.796
4.323
12.891
28.121
13.689
4.381
6.355
7.754
5.856
4.253
28.434
945.580

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 136.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Status Formal-Informal Berdasarkan


Provinsi, 2011
Kelompok Umur

Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Formal
(2)
152
4.945
1.616
1.592
2.135
4.363
377
2.478
1.368
89
6.125
25.678
16.736
163
8.323
4.803
1.660
730
989
3.623
1.525
1.208
1.097
828
1.345
6.376
454
480
1.044

10-14 Tahun
Informal
Jumlah
(3)
(4)
6.973
7.125
103.420
108.365
21.304
22.920
17.224
18.816
10.177
12.312
19.297
23.660
4.992
5.369
39.128
41.606
3.512
4.880
1.065
1.154
4.680
10.805
43.631
69.309
51.023
67.759
5.023
5.186
56.015
64.338
12.897
17.700
31.462
33.122
28.733
29.463
34.604
35.593
16.391
20.014
6.310
7.835
15.082
16.290
4.463
5.560
6.071
6.899
20.021
21.366
54.446
60.822
29.521
29.975
5.588
6.068
16.740
17.784
6.954
6.954
6.240
6.240
4.146
4.146
88.707
88.707

102.302

775.840

878.142

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

239

Formal
(5)
6.686
41.756
11.653
21.371
8.422
20.640
4.078
19.737
7.923
5.097
44.970
194.412
124.899
9.189
86.945
48.407
13.779
6.514
6.143
20.861
12.503
16.272
9.778
4.939
6.315
19.365
8.779
4.124
4.012
1.039
1.800
1.304
2.134
795.846

15-17 Tahun
Informal
(6)
29.571
146.557
39.163
40.189
19.148
65.895
18.388
72.381
5.674
2.469
25.183
177.030
193.229
14.214
233.869
37.732
28.863
42.949
65.531
49.211
19.437
39.936
16.495
10.452
39.444
88.605
44.544
11.582
19.347
16.858
13.241
8.679
73.541
1.709.407

Jumlah
(7)
36.257
188.313
50.816
61.560
27.570
86.535
22.466
92.118
13.597
7.566
70.153
371.442
318.128
23.403
320.814
86.139
42.642
49.463
71.674
70.072
31.940
56.208
26.273
15.391
45.759
107.970
53.323
15.706
23.359
17.897
15.041
9.983
75.675

2.505.253

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 137.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Berdasarkan Provinsi, 2011
Perkotaan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama


0*)

1-14

(2)

(3)
1.319
17.240
6.450
5.746
1.955
3.616
771
2.207
669
964
7.593
33.287
30.187
4.980
28.183
5.599
9.211
8.146
2.373
1.985
1.717
3.265
3.467
863
1.524
6.502
3.213
683
2.799
1.414
785
486
296
199.495

511

297

422
95
40
3.932
3.049
717
1.512
256
38

381
176
47
1.118
78
159

171
12.999

15-24

25-34

35+

(4)
797
14.292
4.275
3.035
1.371
2.120
1.547
2.755
891
295
7.698
23.736
19.919
2.505
19.413
2.421
3.105
3.410
1.213
2.004
1.197
2.380
2.142
1.061
808
5.117
1.925
626
636
2.005
394
553
2.076

(5)
1.145
6.222
2.260
2.676
1.157
965
257
1.309
184
796
3.860
21.011
7.452
751
11.851
5.170
1.367
3.276
2.133
2.537
967
1.239
2.144
561
271
3.294
1.382
439
947
489
417
48
1.282

(6)
2.049
30.070
8.243
14.524
5.617
11.850
2.638
9.842
4.990
3.646
61.767
189.534
81.101
6.904
64.845
51.709
10.559
8.656
3.570
11.490
6.073
11.570
10.193
3.407
3.822
16.828
3.053
2.461
1.860
1.414
995
454
2.942

(7)
5.310
68.335
21.228
25.981
10.100
18.848
5.213
16.113
7.156
5.796
80.958
271.500
141.708
15.140
125.009
66.411
24.242
23.744
9.327
18.016
9.954
18.835
17.946
6.068
6.472
32.859
9.651
4.209
6.401
5.322
2.591
1.712
6.596

137.722

89.859

648.676

1.088.751

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

240

Jumlah

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 138.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Berdasarkan Provinsi, 2011
Perdesaan

Provinsi
(1)

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama


0*)

1-14

15-24

25-34

35+

Jumlah

(2)
372
1.872
1.263

(3)
14.496
92.704
21.545
17.311
7.082
27.684
5.133
44.466
1.443
199

(4)
12.343
61.944
12.159
13.273
7.498
20.045
5.198
22.811
2.139
341

(5)
3.887
26.064
4.582
12.578
4.547
19.265
3.840
16.495
2.059
374

(6)
6.974
45.759
12.959
11.233
10.432
24.055
8.451
33.502
5.595
2.010

(7)
38.072
228.343
52.508
54.395
29.782
91.347
22.622
117.611
11.321
2.924

21.772
57.358
8.437
80.873
7.937
26.651
25.256
35.560
13.103
3.682
9.053
1.600
4.779
18.825
47.764
29.149
2.975
17.210
5.993
7.044
2.774
43.603

31.725
50.191
852
58.567
5.209
14.811
13.361
26.081
20.102
7.113
15.244
3.137
3.871
15.161
33.993
19.330
3.490
9.032
7.055
5.296
2.840
45.126

18.466
25.916
1.060
26.995
4.234
3.915
8.746
15.837
13.981
5.108
11.127
3.064
2.075
12.556
17.355
7.990
3.078
3.253
2.103
3.297
3.997
33.558

91.595
109.748
3.100
92.591
20.048
5.792
7.819
20.217
24.599
13.772
17.243
5.926
5.497
13.474
33.600
16.147
7.936
5.247
4.378
3.053
2.806
35.499

169.251
244.179
13.449
260.143
37.428
51.522
55.182
97.940
72.070
29.821
53.663
13.887
16.222
60.653
135.933
73.647
17.565
34.742
19.529
18.690
12.417
157.786

703.461

549.338

321.402

701.057

2.294.644

223
298
337
85

5.693
966
1.117
353
245
285
146
996
160
637
3.221
1.031
86

19.386

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

241

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 139.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Berdasarkan Provinsi, 2011
Laki-Laki

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama


0*)

1-14

(2)
203
854
407

(3)
8.238
60.154
19.131
14.596
6.980
18.160
3.878
37.680
1.306
997
6.573
25.645
57.909
8.600
63.851
8.900
18.117
21.749
23.733
8.858
2.714
6.595
2.697
2.708
11.486
38.389
19.383
2.225
12.754
3.197
4.346
1.580
24.651
547.780

223
297

257
40
5.266
2.408
1.834

256
283
126
146
648
160
176
585
2.988
1.109
159

171
18.596

15-24

25-34

35+

Jumlah

(4)
7.683
43.243
14.359
12.336
6.836
17.017
4.019
18.652
2.269
429
5.096
31.192
48.472
418
55.374
4.021
8.822
10.464
15.073
13.735
4.787
10.711
3.135
3.463
9.732
26.883
15.209
2.749
7.412
6.145
3.045
1.577
30.234

(5)
3.888
15.770
4.973
10.593
3.853
13.527
2.459
15.146
1.843
1.170
2.908
25.399
21.164
208
22.932
6.754
3.064
8.715
11.471
9.971
3.346
8.161
3.001
1.898
10.538
14.898
5.157
2.097
2.415
2.094
2.568
2.369
19.864

(6)
6.559
48.588
15.462
16.251
12.285
24.807
8.566
32.182
7.658
3.881
18.528
147.190
103.113
2.480
100.108
38.891
5.178
10.475
15.535
24.735
15.510
18.987
13.392
6.708
12.900
36.210
15.086
8.467
5.896
3.853
2.896
2.352
21.264

(7)
26.571
168.609
54.332
53.776
30.177
73.808
18.922
103.660
13.333
6.477
33.145
234.692
233.066
11.706
244.099
58.566
35.181
51.659
66.095
57.425
26.503
45.102
22.385
14.953
45.241
119.368
55.944
15.538
28.636
15.289
12.855
8.049
96.013

444.592

264.214

805.993

2.081.175

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

242

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 140.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Berdasarkan Provinsi, 2011
Perempuan

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama


0*)

1-14

15-24

25-34

35+

(2)
169
1.529
856

(3)
7.577
49.790
8.864
8.461
2.057
13.140
2.026
8.993
806
166
1.020
29.414
29.636
4.817
45.205
4.636
17.745
11.653
14.200
6.230
2.685
5.723
2.370
2.934
8.863
15.877
12.979
1.433
7.255
4.210
3.483
1.680
19.248

(4)
5.457
32.993
2.075
3.972
2.033
5.148
2.726
6.914
761
207
2.602
24.269
21.638
2.939
22.606
3.609
9.094
6.307
12.221
8.371
3.523
6.913
2.144
1.469
6.237
12.227
6.046
1.367
2.256
2.915
2.645
1.816
16.968

(5)
1.144
16.516
1.869
4.661
1.851
6.703
1.638
2.658
400
952
14.078
12.204
1.603
15.914
2.650
2.218
3.307
6.499
6.547
2.729
4.205
2.207
738
2.289
5.751
4.215
1.420
1.785
498
1.146
1.676
14.976

(6)
2.464
27.241
5.740
9.506
3.764
11.098
2.523
11.162
2.927
1.775
43.239
133.939
87.736
7.524
57.328
32.866
11.173
6.000
8.252
11.354
4.335
9.826
2.727
2.196
4.396
14.218
4.114
1.930
1.211
1.939
1.152
908
17.177

(7)
16.811
128.069
19.404
26.600
9.705
36.387
8.913
30.064
5.144
2.243
47.813
206.059
152.821
16.883
141.053
45.273
40.583
27.267
41.172
32.661
13.272
27.396
9.448
7.337
21.884
49.424
27.354
6.236
12.507
9.562
8.426
6.080
68.369

355.176

242.468

147.047

543.740

1.302.220

298
337
250
95
4.359
1.607

1.512
353

159
729

99
1.351
86

13.789

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

243

Jumlah

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 141.

Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama
Berdasarkan Provinsi, 2011

Provinsi

Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama


0*)

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

(2)
372
2.383
1.263

Indonesia

32.385

223
595
337
507
95
40
9.625
4.015
1.834
1.512
353
256
283
285
146
1.377
160
176
684
4.339
1.109
86
159

171

1-14

15-24

25-34

35+

Jumlah

(3)
15.815
109.944
27.995
23.057
9.037
31.300
5.904
46.673
2.112
1.163
7.593
55.059
87.545
13.417
109.056
13.536
35.862
33.402
37.933
15.088
5.399
12.318
5.067
5.642
20.349
54.266
32.362
3.658
20.009
7.407
7.829
3.260
43.899

(4)
13.140
76.236
16.434
16.308
8.869
22.165
6.745
25.566
3.030
636
7.698
55.461
70.110
3.357
77.980
7.630
17.916
16.771
27.294
22.106
8.310
17.624
5.279
4.932
15.969
39.110
21.255
4.116
9.668
9.060
5.690
3.393
47.202

(5)
5.032
32.286
6.842
15.254
5.704
20.230
4.097
17.804
2.243
1.170
3.860
39.477
33.368
1.811
38.846
9.404
5.282
12.022
17.970
16.518
6.075
12.366
5.208
2.636
12.827
20.649
9.372
3.517
4.200
2.592
3.714
4.045
34.840

(6)
9.023
75.829
21.202
25.757
16.049
35.905
11.089
43.344
10.585
5.656
61.767
281.129
190.849
10.004
157.436
71.757
16.351
16.475
23.787
36.089
19.845
28.813
16.119
8.904
17.296
50.428
19.200
10.397
7.107
5.792
4.048
3.260
38.441

(7)
43.382
296.678
73.736
80.376
39.882
110.195
27.835
133.724
18.477
8.720
80.958
440.751
385.887
28.589
385.152
103.839
75.764
78.926
107.267
90.086
39.775
72.498
31.833
22.290
67.125
168.792
83.298
21.774
41.143
24.851
21.281
14.129
164.382

902.956

687.060

411.261

1.349.733

3.383.395

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

244

Profil Anak Indonesia 2012


Tabel 142

Rata-rata Upah/gaji/pendapatan Anak 10-17 Tahun yang Bekerja Menurut


Provinsi, 2011

Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka-Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Indonesia

Perkotaan

Perdesaan

(2)
608.083
552.751
592.141
621.140
458.869
545.872
529.292
568.721
785.004
1.079.665
517.779
639.491
543.953
634.075
533.081
1.388.813
725.145
480.815
319.301
710.297
980.131
751.979
725.685
668.421
471.491
514.119
530.062
509.497
393.486
474.468
811.411
549.262
909.411

(3)
661.785
652.674
725.019
705.000
786.858
760.145
632.201
565.642
1.007.430
1.017.258
620.671
469.263
592.097
517.017
426.594
495.410
488.376
400.927
702.302
987.801
571.010
1.056.720
678.105
732.663
510.878
526.917
419.017
474.648
897.870
796.285
706.878
1.053.769

(4)
699.255
626.846
702.728
680.224
729.063
802.499
622.817
590.050
996.394
1.126.254
589.572
626.153
524.120
609.886
516.606
1.405.153
753.993
558.580
389.803
789.835
1.048.299
730.841
893.996
731.909
756.980
559.394
556.437
482.701
489.038
958.712
883.407
644.841
986.486

(5)
410.471
566.220
507.594
667.253
534.410
360.147
562.669
486.185
659.084
909.219
489.548
640.094
479.202
622.496
538.608
739.919
570.674
363.888
334.094
524.502
693.260
526.736
764.327
520.024
257.028
405.508
400.000
300.787
366.163
553.440
628.534
585.000
971.229

(6)
646.206
607.756
667.313
675.696
687.367
685.054
603.417
566.386
891.903
1.060.895
517.779
632.469
503.820
619.185
524.181
1.092.922
637.358
485.163
373.103
705.298
984.965
663.272
860.954
674.586
697.212
511.838
527.395
439.775
455.084
765.331
798.801
639.683
980.799

653.457

591.529

663.899

559.079

622.685

Sumber: Sakernas Agustus 2011, BPS

245

Laki-Laki

Perempuan

Total

Profil Anak Indonesia 2012

246