Anda di halaman 1dari 5

2.3.

5 Fungsi-Fungsi Dasar Logika Banyak kontrol yang mengharuskan dilakukannya tindakan-tindakan pengontrolan ketika suatu kombinasi dari kondisi-kondisi tertentu terpenuhi. Hal tersebut dapat digambarkan dengan sebuah persamaan atau gerbang-gerbang logika. Gerbang-gerbang logika yang biasa digunakan, antara lain: 1.AND Gerbang AND pada sebuah diagram tangga diperlihatkan pada Gambar 5.3. Untuk menghasilkan Output ON (logika 1) maka Input A dan Input B harus dalam keadaan ON.

Gambar 2.3. Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang AND 2. OR Sistem gerbang OR pada sebuah diagram tangga diperlihatkan pada Gambar 5.4. Untuk menghasilkan Output ON (logika 1) maka Input A atau Input B (atau keduanya) dalam keadaan ON.

Gambar 2.4. a (gerbang logika dasar). b( Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang OR) 3. NOT Sistem gerbang NOT pada sebuah diagram tangga diperlihatkan pada gambar 5.5.

Gambar 2.5. a(gerbang logika dasar ) .b (Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang NOT) 4. NAND Gambar 5.6 memperlihatkan sebuah diagram tangga yang mengimplementasikan sebuah gerbang NAND.

NOT A B AND

atau

A B

NOT NOT

OR

(b)

Gambar 2.6. a. Gerbang NAND,

b. Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang NAND

5. NOR Gambar 2 .7 memperlihatkan sebuah diagram tangga untuk sebuah sistem berbasis gerbang NOR.

(a)

(b) Gambar 2.7. a. Gerbang NOR, b. Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang NOR

6. XOR Sebuah gerbang OR menghasilkan output ketika salah satu atau kedua inputnya berada dalam kondisi 1. Akan tetapi, pada situasi-situasi tertentu, dibutuhkan sebuah gerbang yang dapat menghasilkan output ketika salah satu di antara kedua inputnya, tidak keduanya sekaligus, bernilai 1. Gerbang seperti ini disebut gerbang OR Eksklusif atau XOR. Salah satu cara untuk mendapatkan gerbang semacam ini adalah dengan menggabungkan gerbang-gerbang NOT, AND, dan OR seperti Gambar 5.8.

(b)

Gambar 2.8. a. Gerbang XOR. b. Diagram tangga untuk sebuah sistem gerbang