Anda di halaman 1dari 2

Puisi Anak Kedokteran

7 Comments kedokteran puisi Hari itu, ketika tubuhku pada metabolismenya yang terendah Mataku berakomodasi tak percaya Benarkah yang tertangkap oleh nervi optici-ku?? Dalam sms mu Katamu, akulah nukleus kehidupanmu Katamu, jika kau flagelatta, maka akulah ATP Katamu, jika kau inflamasi, akulah prostaglandin Sadarkah kau?? Kau berhasil membuatku mengalami hipertensi fisiologis dan tachycardi Perintahkan membrana tympani mu mendengar seluruh discuss vertebralis ku berkata Setiap cardiac output-ku membutuhkan pacemaker darimu. Setiap detail gerakan glossus-mu merangsang saraf simpatisku. Ucapan selamat malammu laksana diazepam Ucapan jangan menangis, sayang-mu bagaikan valium bagiku Dan ketika kau pergiterasa bagaikan imunosupresi untukku

Sebelum dan Setelah


28 Comments menikah Sebelum menikah Pria: Akhirnya! Aku sudah menunggu saat ini untuk tiba. Wanita: Apakah kau rela kalau aku pergi? Pria: Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu. Wanita: Apakah kamu mencintaiku? Pria: Tentu! Selamanya akan tetap begitu. Wanita: Apakah kau pernah selingkuh? Pria: Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.

Wanita: Maukah kau menciumku? Pria: Ya Wanita: Sayangku Setelah 10 tahun menikah, silahkan dibaca dari bawah ke atas.
http://www.malau.net/page/12/

Saying I love you Is not the words I want to hear from you It's not that I want you Not to say, but if you only knew How easy it would be to show me how you feel More than words is all you have to do to make it real Then you wouldn't have to say that you love me 'Cause I'd already know What would you do if my heart was torn in two More than words to show you feel That your love for me is real What would you say if I took those words away Then you couldn't make things new Just by saying I love you