Anda di halaman 1dari 32

International Business

International Trade (negara negara) International Marketing (Pershan pershan/orang/ Individu di neg lain) = Bisnis Internasional Tak terjadi eksport import

Tradisional: Terjadi ekspor Import

Licencing, Franchising, Management Contracting, Marketing in Home Country by Host Country, Join Venturing., dan Multinational Corporatian (MNC).
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 1

trade is the voluntary exchange of goods, assets, or money between one person or organization and another (Griffin dan Pustay)
International trade is trade between residentas of two countries. The residents may be individuals, firms, nonprofit organizations, or other of association.

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

International Trade : a. transfer of goods and services. b. transfer of capital. c. transfer of labour d. transfer of technology yaitu dengan cara mendirikan pabrik pabrik di negara negara lain.
Keberhasilan dari suatu perdagangan internasional bergantung dari transfer of data and information terutama dalam penyampaian informasi tentang kepastian tersedianya bahan baku dan pangsa pasar.

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

Perdagangan bebas (free trade) :

Perdagangan antar negara yang berkaitan dg eksport import yang tidak dibatasi/intervensi oleh tarif, kuota, subsidi, nilai tukar dan lain2 batasan/intervensi yg merupakan proteksi yg menghambat arus perdagangan, dimana dg perdagangan bebas, permintaan dan penawaran barang/jasa bebas tanpa diatur, shg area perdagangan semakin luas, dan terjadi spesialisasi perdagangan masing2 neg sesuai sumber daya alam yg tersedia yg menimbulkan keuntungan komparatif, shg terjadi iklim perdag yg lebih produktif dan efisien

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

HAKEKAT PERDAGANGAN BEBAS


PERSAINGAN ANTAR NEGARA *PERSAINGAN NEGARA MAJU BERKEMBANG *PERSAINGAN ANTAR NEGARA BERKEMBANG

KEUNGGULAN: TEKNOLOGI, MODAL, HAKI, PENGETAHUAN, DAN STANDARISASI VERSUS: SUMBERDAYA ALAM, BURUH MURAH, SUBSIDI, PRPOTEKSI, MULTI BUDAYA

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

BRETTON WOODS
United Nations Monetary and Financial Conference

INGGRIS & AMERIKA


DISEPAKATI

KERJASAMA KEUANGAN, PERBANKAN, PERDAGANGAN

IMF

WB

ITO
IBRD

GAGAL

COMMERCIAL POLICY
(Khususnya penurunan tarif perdagangan)
Monday, September 30, 2013

GATT= General Agreement on Tariff and Trade 1947


hopi/prs

= BERLAKU 1948
6

Tujuan: Penurunan Tarif Perdagangan

TUJUAN GATT Terjadinya perdagangan dunia yang bebas, tanpa diskriminasi Agar para anggotanya supaya tidak meng-ambil langkah yang merugikan negara lain Mencegah terjadinya perang dagang yang akan merugikan semua pihak
Dicapai dengan lima prinsip

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

Kesepakatan dalam GATT berfungsi , al:

code of conduct ( pedoman perilaku ) bagi kebijaksanaan perdagangan nasional negara negara anggota forum tempat perundingan perdagnagan ( trade negotiation ) dilakukan untuk menghasilkan kesepakatan multilateral dalm upaya menciptakan suatu sistem perdagangan internasional yang lebih bebas dan terbuka melalui pengurangan berbagai hambatan hambatan perdagangan tempat menyelesaikan sengketa dagang (settling trade dispute ) yang sewaktu waktu dapat terjadi di antara sesama negara anggota.

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

PUTARAN PERUNDINGAN PERDAGANGAN MULTILATERAL


GENEVA ROUND (1947, ANNECY (1949) TORQUAY (1951) GENEVA (1956) DILLON ROUND (1960-1961), KENNEDY ROUND (1964 1967), TOKYO ROUND (1973 1979),

URUGUAY ROUND (1986-1994)


DITANDA TANGANI PADA TANGGAL 15 APRIL 1994 DI MARRAKESH, MAROKO, OLEH 124 NEGARA

diharapkan diberlakukan pada tanggal 1 Januari 1995


Monday, September 30, 2013 hopi/prs 9

I. GENEVA ROUND (1947) - DILLON ROUND (1960-1961): 1. Penurunan/Penghapuisan Hambatan Tarif Perdagangan II. KENNEDY ROUND (1964 1967): III. TOKYO ROUND (1973 1979): 1 + Non Tarif, Subsidi dan tindakan pengimbang, Hambatan Teknis Perdagangan, Tata Cara Perijinan Impor, Pengadaan Barang dan Jasa oleh Pemerintah, Penilaian Pabean, Persetujuan di bidang pertanian dan manufaktur: daging sapi/kerbau, produk susu, pesawat terbang IV. URUGUAY ROUND (1986-1994)
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 10

1 + Anti Dumping

PERKEMBANGAN GATT
Tahun 1947 1949 tempat Geneva Annecy (Perancis) Keputusan - Pengurangan tarif, GATT mulai berlaku - Pengurangan tarif

1951
1956 1960 1962 1962 1967

Torquay (Inggris)
Geneva

- Pengurangan tarif
- Pengurangan tarif

Dillon (Geneva) - Pengurangan tarif Kennedy (Geneva) -Pengurangan tarif -Anti dumping measures -GATT negotiation Rules

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

11

Lanjutan perkembangan GATT :


Tahun 1973 - 1979 Tempat Tokyo Keputusan - Pengurangan tarif pd tingkat rata2 35 % dan 5 8 % diantara neg2 maju -- non tariff barrier codes : government procurement customs valuation subsidies & countervailing measures antidumping standards import licensing -Perluasan GATT terhadap : pembatasan subsidi pertanian Termasuk perdagangan jasa termasuk hak atas kekayaan intelektual -Pembentukan WTO
hopi/prs 12

1986 - 1994

Uruguay

Monday, September 30, 2013

TIGA HAL POKOK YANG MEMBEDAKAN PUTARAN URUGUAY DENGAN PUTARAN GATT SEBELUMNYA

Substansi yang dirundingkan dalam putaran Uruguay jauh lebih luas daripada substansi putaran perundingan perdagangan multilateral yang diselenggarakan oleh GATT Partisipasi negara berkembang jauh lebih terasa daripada dalam putaran perundingan multilateral sebelumnya Perundingan putaran Uruguay juga mencakup perubahan institusional sehingga sehingga dari awal diharapkan mencapai kesepakatan agar GATT sebagai lembaga dapat diperkuat secara berarti

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

13

TUJUAN PUTARAN URUGUAY

UMUM: menciptakan sistem perdagangan internasional yang lebih bebas dan adil dengan tetap memperhatikan kepentingan negara-negara berkembang. DIJABARKAN:
1. Memperluas akses pasar (access to market) bagi produk-produk ekspor melalui upaya penurunan dan penghapusan taruf bea masuk, pembatasan kuantitatif maupun hambatan-hambatan perdagangan nontarif lainnya 2. Memperluas cakupan masalah baru atau new issues yang sebelum nya tidak pernah disentuh oleh GATT mengenai aspek-aspek HKI dan kebijakan investasi yang berkaitan dengan perdagangan 3. Peningkatan peranan GATT dalam mengawasi pelaksanaan komitmen yang telah dicapai dan memperbaiki sistem perdagangan multilateral berdasarkan prinsip-prinsip dan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam GATT

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

14

4. Peningkatan sistem GATT supaya lebih tanggap terhadap perkembangan situasi perekonomian, serta mempererat hubungan GATT dengan organisasi-organisasi internasional yang terkait khususnya dengan prospek perdagangan produk-produk berteknologi tinggi.

5. Pengembangan bentuk kerjasama pada tingkat nasional maupun internasional dalam rangka memadukan kebijakan perdagangan dan kebijakan ekonomi lain yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian melalui usaha memperbaiki sistem moneter internasional

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

15

KOMITMEN PENTING URUGUAY ROUND

1. Peningkatan akses pasar,


2. 3. 4. 5. 6. 7. Bidang perdagangan dan produk tekstil/pakaian jadi, Bidang perdagangan jasa, Persetujuan HAKI (TRIPs) GATT Rules, Persetujuan Investasi (TRIMs) Mekanisme Penyelesaian Sengketa WTO

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

16

Paket Persetujuan Putaran Uruguay

1. Mengadministrasikan dan mengawasi pelaksana, persetujuan perdagangan serta menyelesaikan sengketa dagang di antara negara anggota; 2. Penurunan tarif impor berbagai komoditi perdagang an secara menyeluruh dan akses pasar domestik dengan mengurangi berbagai
hambatan perdagangan jasa 3. Pengaturan baru di bidang aspek dagang yang terkait dengan HKI, ketentuan investasi yang berkaitan dengan perdagangan jasa, .Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia sebagai pengganti sekretariat
hopi/prs 17

Monday, September 30, 2013

NASKAH PAKET PERSETUJUAN PUTARAN URUGUAY

Final Act Embodying The Results of The Uruguay Round of Multilateral Trade Negotiations Agreement Establishing the World Trade Organization Ministerial Decissions and Declarations

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

18

PUTARAN URUGUAY (URUGUAY ROUND) (1986-1994),

Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia LAMPIRAN 1 A, B, C LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 A, B, C, D

UU No 7 TH. 1994 PENGESAHAN Agreement Establishing The WTO


Monday, September 30, 2013 hopi/prs 19

TIME FRAMES FOR TRIPS IMPLEMENTATION 1986 2000 2006

: DEVELOPED COUNTRIES : DEVELOPING COUNTRIES : LEAST DEVELOPED COUNTRIES

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

20

Lampiran 1A: Agreement on Trade in Goods (Persetujuan Perdagangan Barang) : a. General Agreement on Tarifts and Trade 1994 (Persetujuan mengenai Tarif dan Perdagangan) b. Marrakesh Protocol GATT 1994 (Protokol Marrakesh tentang GATT) c. Agreement on Agriculture (Pesetujuan tentang Produk Pertanian) d. Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures (Persetujuan tentang Perlindungan Kesehatan Manusia, Hewan dan Tanaman
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 21

e. Agreement on Textiles and Clothing (Persetujuan mengenai Tekstil dan Pakaian f. Agreement on Technical Barriers to Trade (Persetujuan tentang Hambatan Teknis di bidang Perdagangan ) g. Agreement on Trade Related Invesment Measures (Persetujuan tentang Kebijakan Investasi yang Berkaitan dengan Perdagangan) h. Agreement on Implementation of Article VI (Persetujuan tentang Pelaksanaan Pasal VI) i. Agreement on Implementation of Article VII (Persetujuan tentang Pelaksanaan Pasal VII) j. Agreement on Preshipmen Impection (Persetujuan tentang Pemeriksaan sebelum pengapalan);
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 22

k. Agreement on Rule of Origin (Persetujuan tentang Asal Barang) l. Agreement on Import Licensing Procedure (Persetujuan tentang Tata Cara Perijinan Impor) m. Agreement on Subsidies and Contervailing Measures (Persetujuan tentang Subsidi dan Tindakan Pengimbang) n. Agreement on Safeguard (Persetujuan tentang Tindakan Pengamanan); Lampiran 1B : General Agreement on Trade in Services (Persetujuan Umum Mengenai Perdagangan Jasa) beserta lampiran-lampirannya
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 23

Lampiran 1C :

Understanding on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights, Including Trade in Conterfeit Goods (Persetujuan mengenai Aspek-aspek Dagang yang Terkait dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Termasuk Perdagangan Barang Palsu)

Lampiran 2 :
Understanding on Rules and Procedures Governing, the Settlementof Disputes (Kesepakatan tentang Aturan dan Tata Cara Penyelesaian Sengketa)
Monday, September 30, 2013 hopi/prs 24

Lampiran 3 :Trade Policy Review Mechanism (Mekanisme Tinjauan Kebijakan Perdagangan)

Lampiran 4 : Plurilateral Trade Agreements (Persetujuan Perdagangan Plurilateral): Lampiran 4A : Agreement on Trade in Civil Aircraft (Persetujuan Mengenai Perdagangan Pesawat Terbang Sipil) 4B : Government Procurement;

4 C : Dairy; 4D : Bovine Meat

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

25

ALASAN UMUM PEMBENTUKAN WTO

Sistem GATT 1947 bukan merupakan organisasi, tetapi hanya merupakan sekumpulan perjanjian, yaitu perjanjian GATT-nya sendiri dan beberapa perjanjian khusus, seperti perjanjian-perjanjian hasil Putaran Tokyo Tiap-tiap perjanjian mempunyai instrumen hukum sendirisendiri. Menurut Sekretariat GATT terdapat lebih dari 200 instrumen hukum yang melengkapi sistem GATT 1947. Misalnya hasil - Putaran Tokyo 1973-1979

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

26

TUJUAN DIDIRIKANNYA WTO

1. membentuk sistem multilateral yang kuat dan mampu menangani berbagai masalah perdagangan di masa datang
2. Membentuk organissi yang dapat menyediakan forum negosiasi dalam masa transisi dari sistem lama ke sistem yang baru. Juga menangani masalah-masalah baru seperti perdagangan jasa, perdagangan barang, dan lingkungan 3. Meningkatkan status GATT menghadapi organisasi-organisasi internasional lain yang bertanggung jawab dalam hubungan ekonomi. Hal ini bertujuan agar GATT menjadi setaraf dengan organisasi-organisasi Bretton Woods yaitu Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (IBRD), untuk membantu kegiatan ekonomi internasional

4. Menempatkan GATT sebagai organisasi sentral dan penting yang bertanggung jawab mengatur masalah-masalah perdagangan dan ekonomi di antara negara-negara pesertanya

Monday, September 30, 2013

hopi/prs

27

WTO
Terbentuknya WTO merupakan hasil Putaran Uruguay (putaran yang terakhir) Tujuan putaran ini, secara umum adalah:

untuk menciptakan sistem perdagangan internasional yang lebih bebas dan adil dengan tetap memperhatikan kepentingan khusus negara-negara berkembang

FH UGM

MH-DWK

28

WTO

Cakupan
GATT 1994, GATS, TRIPs Dispute Settlement Rules Trade Policy Review Mechanism Plurilateral Agreements

FH UGM

MH-DWK

29

WTO

Keikutsertaan Indonesia
Ratifikasi WTO dengan UU No. 7 Tahun 1994 Namun sebelumnya Indonesia telah berpartisipasi secara aktif pada putaran-putaran sebelumnya. Indonesia tidak terikat kepada Plurilateral Agreements

FH UGM

MH-DWK

30

WTO
A.Yang wajib diikuti oleh semua anggota: 1. Multilateral Agreements:
GATT (General Agreement on Tariff and Trade) 1994; GATS (General Agreement on Trade in Services); TRIPs (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights);

2. Dispute Settlement Rules; 3. Trade Policy Review Mechanism.


FH UGM MH-DWK 31

B. Yang tidak wajib diikuti oleh semua (hanya wajib/ mengikat bagi negara-negara yang secara khusus menandatangani): Perjanjian-perjanjian tentang:

FH UGM

Civil Aircraft; Government Procurement; Dairy; Bovine Meat


MH-DWK 32