Anda di halaman 1dari 15

IPB Goes to Field 2013 24 Juni 14 Juli 2013

Anda mahasiswa IPB semester-4 ke atas? Ayo ke lapangan untuk membantu petani dan menambah pengalaman lapangan Anda. Pilihlah program yang Anda minati:
1. Pembentukan dan Pengembangan Posdaya di Kabupaten Bogor Deskripsi: Kegiatan ini melanjutkan pembentukan Posdaya yang sudah terbentuk di Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, pada bulan April 2013 melalui kerjasama P2SDM LPPM IPB dengan PT Holcim yaitu pengisian kerjasama masyarakat untuk membangun desa mereka pada empat bidang kegiatan (ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan). Program IGTF akan membantu mendampingi masyarakat untuk mengisi program pemberdayaan pada empat bidang tersebut, yaitu : 1) menggali potensi/peluang pengolahan produk pertanian untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi, 2) mendirikan PAUD, 3) memanfaatkan pekarangan, 4) pengolahan limbah rumah tangga, 5) meningkatkan kualitas posyandu, dan lain-lain. Mahasiswa : semua departemen, total sekitar 20 orang

2. Penguatan

Kapasitas

Ketangguhan

Masyarakat

Terhadap

Bencana Longsor di Kabupaten Bogor Deskripsi : Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang memiliki resiko bencana tanah longsor paling tinggi. Untuk itu kesiapan masyarakat untuk menghadapi bencana perlu dipersiapkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki tempat tinggal di wilayah rawan longsor. Mahasiswa dan pembimbing akan melakukan identifikasi dan memberi penyuluhan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Mahasiswa : semua departemen, total sekitar 20 orang 3. Pengelolaan Irigasi di Desa-desa Lingkar Kampus Deskripsi : Kegiatan ini berupa survei dan pengamatan lapangan mengenai kondisi jaringan irigasi, pemakaian air, pembagian air, pemeliharaan saluran, beserta permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan irigasi, memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan prasarana irigasi pedesaan. Hasilnya berupa peta kondisi jaringan irigasi dan kompilasi permasalahan yang dihadapi petani dalam mendapatkan air irigasi, memelihara saluran irigasi, dan desain fisik bangunan irigasi. Mahasiswa : 60% kapasitas diisi mahasiswa SIL, sisanya semua departemen, total sekitar 25 orang

4. Identifikasi Indikasi Geografis Domba Laga di Kabupaten Garut Deskripsi : Domba garut sebagai domba laga sudah merupakan ikon budaya masyarakat Garut sehingga perlu didokumentasikan dan ditetapkan secara hukum sebagai warisan budaya masyarakat Garut. Identifikasi geografis dimaksudkan untuk menggali sejarah, filosofi domba laga, ciri khas domba, tata cara budidaya dan pelaksanaan laga, yang pada akhirnya menghasilkan suatu data awal bagi pembuatan dokumen yang nantinya memenuhi syarat untuk mengajukan domba laga garut sebagai milik sah masyarakat Garut. Mahasiswa : 40% kapasitas diisi mahasiswa FKH dan Fapet, sisanya semua departemen, total sekitar 20 orang

5. Pengembangan Pembenihan Ikan di Kabupaten Brebes Deskripsi: Kegiatan IGTF 2013 di Kabupaten Brebes melanjutkan kegiatan IGTF 2012, yaitu 1) memperkenalkan teknik pembenihan secara terkontrol, 2) memperkenalkan ikan, 3) upaya-upaya peningkatan penyediaan produktivitas pendederan menyelenggarakan

cacing sutra, 4) memperkenalkan pembuatan pakan induk dengan memanfaatkan bahan pakan lokal.

Mahasiswa : 40% kapasitas diisi mahasiswa FPIK, sisanya semua departemen, total sekitar 20 orang

6. Pengembangan Kabupaten Tegal

Cyber

Extension

di

Sentra

Hortikultura

di

Deskripsi: Hortikultura adalah komoditas yang sensitif terhadap hama penyakit dan perishable, yaitu mudah rusak dan busuk, sehingga memerlukan penanganan yang cepat, baik dalam pelaksanaan budidaya, penanganan pascapanen, maupun pemasaran. Salah satu media untuk melaksanakan penyuluhan budidaya dan pemasaran adalah teknologi informasi. Kegiatan ini akan memperkenalkan teknologi informasi kepada petani sebagai media penyuluhan dan pemasaran termasuk pembentukan komunitas pemakai IT di kalangan petani. Mahasiswa : Semua departemen, total sekitar 20 orang

7. Pengembangan Agrowisata Durian di Kabupaten Banjarnegara Deskripsi: Durian adalah komoditas khas Kabupaten Banjarnegara sehingga durian dapat dijadikan ikon unggulan masyarakat Banjarnegara. Keunggulan komoditas durian dapat diangkat menjadi lebih tinggi daripada sekedar buah dengan cara membuatnya menjadi agrowisata. Hal ini dapat dirintis dengan kegiatan-kegiatan (1) penyusunan site plan agrowisata komoditas durian lokal dengan pola polyculture, (2) Penyusunan touring plan Desa Glempang, (3) teknis budidaya durian dengan sistem polyculture, (4) penyusunan sistem tata air dan irigasi. Mahasiswa : 40% mhs AGH dan ARL, sisanya semua departemen, total sekitar 20 orang

8. Budidaya

dan

Pengolahan

Hasil

Perikanan

di

Kabupaten

Pekalongan Deskripsi: IGTF 2013 akan melanjutkan kegiatan IGTF 2012 untuk mengembangkan bidang perikanan. Kegiatan yang dilakukan antara lain: 1) memperkenalkan dan mengembangkan pembenihan ikan, 2) memperkenalkan budidaya ikan bandeng dan nila, 3) menyebarluaskan

pembuatan pelet berbasis bahan lokal, 4) perluasan penanaman tanaman sente (pakan ikan gurami), 5) mengidentifikasi potensi pengembangan pengolahan ikan, dan 6) pengolahan hasil perikanan. Mahasiswa : 40% mhs FPIK: budidaya dan pengolahan hasil, sisanya semua departemen, total sekitar 60 orang

9. Pengembangan Usaha Tani Terpadu di Kabupaten Kudus Deskripsi: Kabupaten Kudus memiliki ciri budaya yang sangat unik dengan keberadaan ternak kerbau. Masyarakat disana lebih dominan mengkonsumsi daging kerbau daripada dengan daging sapi. Namun akhir-akhir ini peternakan sapi potong pun sudah mulai berkembang. Mengingat potensi wilayah dan arah pembangunan pedesaan di Kabupaten Kudus, maka penting dikembangkan usaha tani terpadu dengan mengangkat pengembangan usaha ternak kerbau dan sapi potong. Berdasarkan pengalaman IGTF-IPB Tahun 2012, maka pelaksanaan kegiatan IGTF-IPB 2013 di Kabupaten Kudus ini difokuskan pada peningkatan kapasitas peternakan kerbau dan sapi potong melalui pengembangan sistem pertanian terpadu yang berwawasan lingkungan. Mahasiswa : 60% mhs FKH dan Fapet, sisanya semua departemen, total sekitar 20 orang

10. Pengembangan Tungku Sekam di Kabupaten Klaten Deskripsi: Sekam padi di Indonesia sangat melimpah, bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar, minyak tanah, dan gas. IPB sudah berkompetensi dalam pembuatan dan pelatihan tungku sekam. Pengembangan tungku sekam di Kabupaten Klaten mempersiapkan dan membekalkan seluruh mahasiswa agar mahir atau terampil membuat tungku sekam dan saat melakukan IGTF di Kabupaten Klaten dapat melatih pembuatan dan mendemonstrasikan penggunaan tungku sekam kepada masyarakat di Kabupaten Klaten dan pada akhirnya tungku sekam IPB dapat membantu pemerintah dalam program ketahanan energi secara nasional. Mahasiswa : 40% mhs FIS dan TMB, sisanya semua departemen, total sekitar 25 orang

11. Penyiapan Indikasi Geografis Padi Rojolele di Kabupaten Klaten Deskripsi: Padi rojolele tergolong padi aromatik sub japonica dengan aroma nasi harum, pulen, dan rasa enak. Padi rojolele merupakan varietas lokal yang dibudidayakan petani di Kabupaten Klaten sebagai varietas lokal aromatik. Padi rojolele termasuk produk beras premium dengan harga tinggi hingga sering dipalsukan dengan produk beras lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi indikasi geografis padi rojolele untuk kepentingan paten produk lokal karena varietas ini belum dilepas seperti halnya pandan wangi. Identifikasi lebih luas mengenai teknologi produksi, karakteristik produk, arseptibilitas maupun pasar dari produk beras rojolele akan sangat bermanfaat untuk pengembangan padi rojolele sebagai produk lokal. Mahasiswa : 40% mhs AGH, sisanya semua departemen, total sekitar 25 orang

12. Pengendalian Hama Terpadu di Kabupaten Klaten Deskripsi: Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan selama 2 tahun sebelumnya. Mahasiswa akan turun ke lapangan mengidentifikasi keberadaan hama dan berdiskusi dengan petani tentang pengendalian hama dan penyakit dengan sesedikit mungkin menggunakan pestisida. Dari IPB akan didatangkan tim dan mobil klinik tanaman yang siap memberi layanan kepada petani. Mahasiswa : 40% mhs Proteksi Tanaman, sisanya semua departemen, total sekitar 30 orang

13. Pemetaan Irigasi dan Kesuburan Tanah di Kabupaten Nganjuk Deskripsi: Kegiatan ini berupa survei dan pengamatan lapangan mengenai kondisi jaringan irigasi, pemakaian air, pembagian air, pemeliharaan saluran, beserta permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan irigasi. Hasilnya berupa peta kondisi jaringan irigasi dan kompilasi permasalahan yang dihadapi petani dalam mendapatkan air irigasi dan memelihara saluran irigasi. Pada pemetaan kesuburan tanah petani akan diajari untuk melakukan tes atau

pengukuran terhadap kondisi lahan mereka dengan menggunakan peralatan-peralatan sederhana yang dapat dibuat sendiri. Mahasiswa bersama petani kemudian memetakan kondisi lahan pada hamparan di wilayah setempat. Luarannya berupa peta keragaman kondisi lahan. Mahasiswa : 40% mhs SIL dan Faperta, sisanya semua departemen, total sekitar 30 orang

14. Swasembada

Daging

Melalui

Sistem

Pertanian

Terpadu

di

Kabupaten Bondowoso Deskripsi : Progam ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternakan menuju swasembada pelayanan daging pusat melalui kesehatan kegiatan: hewan, 1) 3) sosialisasi membantu pemahaman daging segar yang ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal, 2) membantu inseminator dalam pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), 4) pemberian obat cacing dan multivitamin pada ternak, 5) sosialisasi pemanfaatan limbah pertanian untuk pembuatan ransum ternak, 6) sosialisasi konstruksi kandang yang baik dan benar, 7) sosialisasi pembuatan pupuk organik dan biogas dari limbah peternakan. Mahasiswa : 90% mhs FKH dan Fapet, sisanya semua departemen, total sekitar 115 orang

15. Pengembangan Cyber Extension untuk Komunitas Petani Cabe di Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Deskripsi: Cabe adalah komoditas hortikultura yang sangat sensitif yaitu banyak hama penyakit dan perishable yaitu mudah rusak dan busuk, sehingga memerlukan penanganan yang cepat, baik dalam pelaksanaan budidaya, penanganan pascapanen, maupun pemasaran. Salah satu media untuk melaksanakan penyuluhan budidaya dan pemasaran adalah teknologi informasi. Kegiatan ini akan memperkenalkan teknologi informasi kepada petani sebagai media penyuluhan dan pemasaran termasuk pembentukan komunitas pemakai IT di kalangan petani. Mahasiswa : Semua departemen, total sekitar 20 orang 16. Pemetaan Irigasi dan Kesuburan Tanah di Kabupaten Malinau, KALTIM. Deskripsi : Kegiatan ini berupa survei dan pengamatan lapangan mengenai kondisi jaringan irigasi, pemakaian air, pembagian air, pemeliharaan saluran, beserta permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan irigasi. Hasilnya berupa peta kondisi jaringan irigasi dan kompilasi permasalahan yang dihadapi petani dalam

mendapatkan air irigasi dan memelihara saluran irigasi. Pada pemetaan kesuburan tanah petani akan diajari untuk melakukan tes atau pengukuran terhadap kondisi lahan mereka dengan menggunakan peralatan-peralatan sederhana yang dapat dibuat sendiri. Mahasiswa bersama petani kemudian memetakan kondisi lahan pada hamparan di wilayah setempat. Luarannya berupa peta keragaman kondisi lahan. Mahasiswa : 40% mhs SIL dan Faperta, sisanya semua departemen, total sekitar 20 orang

17. Harmoni dan Kebhinekaan Menuju Masyarakat Sejahtera dan Mandiri di Pulau Terdepan dan Perbatasan Deskripsi: Kegiatan ini bekerjasama dengan Universitas Indonesia. Pengelolaan kegiatan dilakukan oleh Universitas Indonesia dengan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut. Sejumlah mahasiswa IPB terlibat dalam kegiatan ini. Mereka ditempatkan di pulau-pulau terluar wilayah mereka. Mahasiswa : Semua departemen, total 10 orang, sudah terpilih (pendaftaran sudah ditutup) Indonesia untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan dan membantu masyarakat memecahkan permasalahan

Di samping program tematik di tiap kabupaten di atas, pada IGTF 2013 juga dilakukan program umum yang dapat dilaksanakan di semua lokasi IPB Goes to Field jika diperlukan oleh lokasi setempat, yaitu: 1. Pemetaan Kondisi Sosial (Social Mapping) Petani Deskripsi : kegiatan ini berupa survei untuk mengetahui peta kondisi petani, baik dari sisi sosial maupun ekonomi, termasuk harapanharapan mereka. Mahasiswa akan mengamati dan mewawancarai petani dengan berpedoman pada kuesioner.

2. Pemetaan Kesuburan Tanah

Deskripsi: Pada kegiatan ini petani akan diajari untuk melakukan tes atau pengukuran terhadap kondisi lahan mereka dengan menggunakan peralatan-peralatan sederhana yang dapat dibuat sendiri. Mahasiswa bersama petani kemudian memetakan kondisi lahan pada hamparan di wilayah setempat. Luarannya berupa peta keragaman kondisi lahan.

3. Pembuatan dan Pemeliharaan Lubang Resapan Biopori Deskripsi: Kegiatan sosialisasi dan pelatihan lubang resapan biopori yang dimaksudkan untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah dengan bahan film gema teknologi biopori. Kegiatan mahasiswa di lapangan meliputi: 1) pembuatan lubang resapan biopori di perkarangan dan fasilitas umum, 2) penguatan mulut lubang, dan 3) pemanfaatan sampah organik domestik dan sisa tanaman.

4.

Pendataan

Pelaksanaan

Budidaya

Pertanian

(Argicultural

Practices) pada Budidaya Tanaman Utama Deskripsi: Kegiatan ini berupa survei yang berisikan pendataan mengenai tingkat teknologi budidaya (metoda, peralatan, dan bahanbahan) yang diterapkan oleh petani saat ini beserta kendala-kendala penerapan teknologi baru. Komoditas yang diamati adalah komoditas utama di lokasi tersebut (misalnya padi).

Jadwal 1 18 Mei 2013 18 Mei 2013 Publikasi Sosialisasi (Penjelasan kepada calon peserta) di Balairung Abdul Muis nasution, FATETA, Pukul 09.00 11.00 WIB Pendaftaran Di LPPM IPB, Gedung Rektorat Lt.3 23 24 Mei 2013 27 Mei 2013 28 29 Mei 2013 1 22 Juni 2013 (Setiap Sabtu & Minggu) 22 Juni 2013 23 24 Juni 2013 Seleksi Peserta Pengumuman Hasil Seleksi Pendaftaran Ulang Pembekalan (Kuliah dan Praktikum) Pelepasan secara Resmi oleh Rektor IPB Pemberangkatan ke Lokasi IGTF

18 22 Mei 2013

1 8 Juli 2013 14 Juli 2013

Supervisi oleh Koordinator Program Pulang kembali ke Kampus atau ke Rumah masing-masing

Fasilitas Bagi Peserta IGTF Biaya transportasi dan akomodasi Biaya pelaksanaan program Asuransi jiwa dan kecelakaan

Ketentuan Bagi Peserta Peserta IPB Goes to Field Tahun 2013 adalah mahasiswa IPB yang: a. b. c. d. Telah menyelesaikan Semester 4 Mengisi biodata dan surat pernyataan kesediaan Sehat jasmani dan rohani Mengikuti kuliah & praktikum pembekalan

Penjelasan Lebih Lanjut: Untuk penjelasan lebih lanjut Anda dapat menghubungi Sekretariat IGTF 2013 LPPM IPB, Gedung Rektorat Lt.3 Contact Person : Danang (081931115150), Hairunnisa (085697033766), Naila (085293002445)

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA IPB GOES TO FIELD 2013

Nama NIM Tempat, Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat di Bogor

: .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : .............................................................................................................. ................................................................................................................. .................................................................................................................

Alamat Orang Tua

: .............................................................................................................. ...............................................................................................................

Telp/HP E-mail Departemen/Fakultas Semester/Tingkat

: .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : .............................................................................................................. : ..............................................................................................................

Pilihan Program (tulisan angka 1, 2, 3 di dalam kurung sesuai dengan prioritas pilihan Anda) ( ) ( ) ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Pembentukan dan Pengembangan Posdaya di Kabupaten Bogor. Penguatan Kapasitas Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana Longsor di Kabupaten Bogor. Pengelolaan Irigasi di Desa-desa Lingkar Kampus. Identifikasi Indikasi Geografis Domba Laga di Kabupaten Garut. Pengembangan Pembenihan Ikan di Kabupaten Brebes. Pengembangan Cyber Extension di Sentra Hortikultura di Kabupaten Tegal. Pengembangan Agrowisata Durian di Kabupaten Banjarnegara. Rapid Assessment Penyakit Blast pada Tanaman Padi di Kabupaten Pekalongan. Gerakan Massal Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman perkebunan di Kabupaten Pekalongan. Pengembangan Usaha Tani Terpadu di Kabupaten Kudus. Pengembangan Tungku Sekam di Kabupaten Klaten. Penyiapan Indikasi Geografis Padi Rojolele di Kabupaten Klaten. Pengendalian Hama Terpadu di Kabupaten Klaten. Pemetaan Irigasi dan Kesuburan Tanah di Kabupaten Nganjuk. Swasembada Daging Melalui Sistem Pertanian Terpadu di Kabupaten Bondowoso.

( ) ( )

Pengembangan Cyber Extension untuk Komunitas Petani Cabe di Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Pemetaan Irigasi dan Kesuburan Tanah di Kabupaten Malinau, KALTIM.

Motivasi mengikuti kegiatan ini: .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. Penyakit yang pernah diderita: .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. Sifat Anda yang paling menonjol: .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................................. Keterampilan Khusus yang dimiliki (fotografi, kesenian, memasak, olah raga, dll) : .............................. .................................................................................................................................................................. Dengan ini menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa saya berminat mengikuti program IPB Goes to Field tahun 2013 dan bersedia menaati tata tertib yang ditetapkan.

Bogor, .2013

( NIM

Catatan : 1. Formulir pendaftaran ini dapat diperbanyak. 2. Formulir yang telah diisi diserahkan kepada Sekretariat Panitia IPB Goes to Field di LPPM IPB gedung Andi Hakim Nasoetion lantai 3 tanggal 18 - 22 Mei 2013. 3. Hasil seleksi peserta akan diumumkan pada tanggal 27 Mei 2013 di Sekretariat Himpro setiap Departemen dan Website LPPM IPB (http://lppm.ipb.ac.id).