Anda di halaman 1dari 30

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

Kegunaan : untuk membekali setiap kader agar dapat memberikan pertolongan pertama dilapangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

PINGSAN
keadaan kehilangan kesadaran sebentar karena aliran darah ke otak untuk sementara berkurang

a. Pingsan karena sengatan matahari Gejalanya: keringat mendadak hilang, lemah, sakit kepala, kehausan, mata berkunang-kunang, muka memerah, pernapasan cepat dan tidak teratur, sempoyongan. Biasanya suhu tubuh 40-41 C. Pertolongan: baringkan ditempat teduh dan banyak angin, komperes seluruh tubuh dengan air, usahakan agar tidak mengigil dengan jalan memijat kaki dan tangan, bila keadaan tidak membaik bawa kerumah sakit.

b. Pingsan karena kelelahan/ kelaparan Gejalanya: Kedinginan dan berkeringat, lemah, pandangan berkunang-kunang, kesadaran menurun. Pertolongan: baringkan ditempat datar, letakkan kepala lebih rendah dari kaki,buka baju bagian atas, dan kendurkan pakaian yang menekan. Bila muntah miringkan kepala, beri bau-bauan yang merangsang, setelah sadar beri minuman air gula.

Dalam melakukan pertolongan terhadap korban yang pingsan perlu diingat halhal berikut ini:
Jangan pernah menampar wajah korban; Jangan siram wajah korban; Jangan beri apapun untuk diminum sebelum korban benar-benar pulih

PERAWATAN LUKA

1. Hentikan pendarahan
Biasanya pendarahan pada luka kecil akan berhenti dengan sendirinya. Bila tidak, berikan tekanan lembut pada luka selama 20 hingga 30 menit dengan menggunakan kain atau perban bersih. Jangan sekali-sekali mengangkat perban atau kain tersebut, walaupun Anda penasaran ingin memeriksa. Tindakan itu hanya akan membuat luka berdarah lagi. Bila darah tidak berhenti setelah 30 menit, Anda dapat meminta bantuan dokter.

2. Bersihkan luka
Gunakan air bersih, bukan sabun karena sabun bisa mengiritasi luka. Bila masih ada kotoran yang menempel, gunakan penjepit yang sudah disterilkan dengan alkohol. Pembersihan luka adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko infeksi dan tetanus.

3. Oleskan Antiseptik.
Betadine merupkaan salah satu antiseptic yang mudah diddapatkan. Dengan memebrikan antiseptic pada luka akan menghindari terjadinya infeksi.

4. Tutupi luka
Perban akan menjaga luka tetap bersih sekaligus mencegahnya dari bakteri. Bila luka sudah terlihat cukup sembuh dan tidak terkena infeksi, Anda dapat berhenti menggunakan perban karena udara segar akan mempercepat proses pengeringan dan penyembuhan luka.

4. Tutupi luka
Perban akan menjaga luka tetap bersih sekaligus mencegahnya dari bakteri. Bila luka sudah terlihat cukup sembuh dan tidak terkena infeksi, Anda dapat berhenti menggunakan perban karena udara segar akan mempercepat proses pengeringan dan penyembuhan luka.

5. Ganti perban
Berikan perban baru sekali sehari atau ketika perban lama basah atau kotor.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Jangan mengoleskan bahan-bahan selain antiseptik pada luka karena hanya akan menghambat penyembuhan. 2. Jangan menutup luka dengan kapas, karena dapat menempel. 3. Datangi dokter bila luka Anda cukup dalam. Dokter akan memutuskan apakah luka Anda membutuhkan jahitan atau tidak. Tindakan segera akan mengurangi risiko infeksi.

4. Perhatikan tanda-tanda infeksi. Temui dokter bila luka Anda tak kunjung sembuh atau memerah, memberikan rasa sakit yang semakin menjadi, berair, hangat, atau membengkak. 5. Dapatkan suntikan tetanus. Ada baiknya bila Anda mendapatkan suntikan tetanus sekali dalam sepuluh tahun. Bila luka Anda ternyata dalam dan kotor, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda mengenai perlu tidaknya suntikan tetanus tersebut. Konsultasikan hal tersebut dalam masa 48 jam setelah terluka.

KESELEO
Keadaan dimana persendian keluar dari sendinya, lalu kembali lagi.

Gejala Otot yang mengalami keseleo terasa sakit, bengkak, memar, dan sulit digerakkan. Penanganan : (RICE) R : Rest Pertama kali yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas yang kita lakukan atau beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk beraktifitas karena bisa memperparah cedera yang dialami.

I : Ice Selanjutnya bagian tubuh yang mengalami keseleo harus dikompres dengan es. Anda bisa membungkus es dengan handuk tipis dan mengompresnya pada bagian luka selarna sekitar 15 menit. Terapi ini bisa dilakukan setiap 3-4jam sekali. C : Compression Gunakan pembalut untuk membungkus anggota tubuh yang terkilir. Balutan harus kuat tetapi tetap nyaman dan tidak memotong sirkulasi darah ke anggota tubuh tersebut.

E : Elevation Angkatlah anggota tubuh yang keseleo melebihi ketinggian jantung Anda, jika memungkinkan. Anda dapat melakukannya dengan berbaring dan menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera. Bawa ke RS untuk memastikan apakah terdapat retak atau patah tulang

PENCEGAHAN
Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan atau aktivitas berat. Gunakan langkah-langkah keselamatan untuk mencegah jatuh (misalnya, pastikan tangga, jalan setapak, pekarangan, dan jalan masuk bebas dari benda-benda licin yang dapat membuat terpeleset). Pakailah sepatu yang pas. Ganti sepatu olah raga yang solnya sudah aus terpakai sehingga tidak rata. Hindari berolahraga atau beraktivitas ketika lelah atau sakit. Selalu memilih berjalan di permukaan yang rata.

LUKA BAKAR
Luka disebabkan karena api, benda-benda panas, air panas, liran listrik, dan bahan kimia.

Luka bakar harus melihat pada derajat kedalaman, permukaan, dan luas luka bakar tersebut. Bahaya luka bakar luas adalah kondisi dehidrasi yang mengancam jiwa penderita
Pertolongan: Pertama, kita harus membebaskan tubuh penderita dari bahan penyebab. Daerah yang terbakar cukup cukup di rendam/ di siram dengan air dingin (jangan air es) karena akan menambah sakit. Luka bakar yang luas perlu segera mendapatkan tambahan cairan untuk mencegah dehidrasi, jika wilayah terbakar > 10% penderita harus dirawat di RS.

Gigitan Binatang

Digigit Ular
Racun ini bersifat merusak sel setelah 4 jam, racun akan menjalar keseluruh tubuh. Pertolongannya : Pada Perlukaan Memberikan tekanan pada sumber pendarahan Mencuci luka sampai bersih dengan air steril Menghilangkan benda asing pada luka Membuang jaringan yang sudah mati Memberikan antiseptic Menjahit luka Menutup luka dengan kasa steril

Baringkan penderita dengan posisi lebih rendah dari jantung Usahakan penderita tetap tenang, agar tidak cepat menjalar Memberi ikatan yang kuat atas dan bawah dari tempat yang digigit dengan jarak 10cm, kendorkan setiap jam sekali selama menit Mengistirahatkan bagian yang digigit Hindari manipulasi dengan pijit-pijit Bawa kerumah sakit

Keracunan makanan

Gejala yang biasa ditemukan pada kasus keracunan adalah : 1.Muntah 2. Demam tinggi 3. Sering buang air besar, kadang kadang berlendir dan bercampur dengan darah atau nanah. 4. Tubuh terasa lemas dan menggigil Gejala diatas biasanya muncul dalam jangka waktu 4 sampai 24 jam sejak terkontaminasi makanan yang beracun.

Penanganan darurat yang bisa diberikan kepada korban keracunan antara lain: 1. Kurangi kadar racun yang masih ada di dalam lambung dengan memberi korban minum air putih atau susu sesegera mungkin. Jangan beri jus buah atau asam cuka untuk menetralkan racun.

2. Usahakan untuk mengeluarkan racun dengan merangsang korban untuk muntah.

3. Usahakan korban untuk muntah dengan wajah menghadap ke bawah dengan kepala menunduk lebih rendah dari badannya agar tak tersedak. 4. Bawa segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.

5. Jangan memberi minuman atau berusaha memuntahkan isi perut korban bila ia dalam keadaan pingsan. Jangan berusaha memuntahkannya jika tidak tahu racun apa yang ditelan.

6. Jangan berusaha memuntahkan korban bila menelan bahan-bahan seperti pembersih toilet, cairan antikarat, cairan pemutih, sabun cuci, bensin, minyak tanah, tiner serta cairan pemantik api.

Zat asam akan menyebabkan kerusakan lebih parah pada lambung atau esofagusnya jika dimuntahkan. Sedangkan produk BBM yang dimuntahkan dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

TERIMAKASIH