P. 1
05 Perhitungan Arus hUBUNG sINGKAT

05 Perhitungan Arus hUBUNG sINGKAT

|Views: 124|Likes:
Dipublikasikan oleh Supriyanto Suhono

More info:

Published by: Supriyanto Suhono on Sep 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

PERHITUNGAN HUBUNG SINGKAT

Sistem tenaga listrik berada di alam terbuka terhubung
dari lokasi yang satu dengan lokasi yang lain dengan
jarak puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer.
Kondisi seperti itu tentu akan rawan terhadap
gangguan.
Gangguan pada sistem tenaga dibagi menjadi dua,
yaitu :
1. Gangguan dari luar (external faults)
2. Gangguan dari dalam (internal faults)

2. Gangguan pada Sistem Tenaga Listrik

a. Sambaran petir, dapat menyebabkan kenaikan tegangan, hantaran
terputus, induksi terhadap peralatan-peralatan di sekeliling hantaran
yang terkena petir.
– Akibat gangguan dapat merambat keperalatan-peralatan lain yang
terpasang,

b. Tertimpa pohon atau roboh karena penyeban lain
– Adanya hubung singkat ini akan menyebabkan arus naik hingga
beberapa kali (tergantung jenisnya hubung singkat dan kualitas
gangguan).
– Kenaikan arus menyebabkan hantaran dibebani melebihi
kemapuannya, hingga menyebabkan panas dan merusak hantaran
(putus atau isolasi rusak).
2.1. Gangguan dari luar (external faults)
Penyebab gangguan pada Sistem Tenaga Listrik
A. SUTM TERKENA PETIR, BINATANG DAN POHON
PETIR
I (DARI SUMBER)
RANTING
POHON
SKTM
I DARI SUMBER
B. SKTM TERPACUL
SHORT ANTARA
KONDUKTOR DAN
SHIELD
SEBAGIAN
ARUS LEWAT
BADAN KE
TANAH
SUTM terkena petir
Akibat
Akibat SKTM terpacul
shielding
Conductor cable
Terjadi kebocoran isolasi
karena arus besar
Arus dari sumber menuju
titik gangguan
Sumber
Sumber
isolasi
Penghantar
BAGAIMANA CARA
MENJAGA KEADALAN
SISTEM DISTRIBUSI ?
Tipe-tipe Gangguan
• Terdapat empat jenis kegagalan, yaitu :
– Kegagalan tiga fasa
– Kegagalan 2 kawat ke tanah
– Kegagalan satu kawat ke tanah
– Kegagalan dari kawat ke kawat
• Arus Gangguan umumnya merupakan arus tak setimbang
Perhitungan Arus Hubung Singkat
• Tunjuan digunakan untuk menentukan :
– Breaking capacity dari circuit breakers
– Making capacity dari circuit breakers
• Metode :
– Metode Impedansi
– Metode Komponen Simetri
Kurva peralatan proteksi
Model Umum Arus Hubung Singkat
• Dalam jaringan distribusi
reactansi X = 2.t.f.L
normalnya jauh lebih
besar dari resistansi R
dan rasio R/X antara 0.1
dan 0.3.
Gelombang Arus Hubung Singkat
• ip digunakan untuk
menentukan making capacity
circuit breaker
• ip = k.\2.Ia
• K = 1,02 + 0,98.e-
3R/X

| |
R/L.t -
.e sin - ) - t ( sin
Z
2 E.
i ¢ ¢ o e + =
Asumsi Dasar
Perhitungan Arus hubung singkat
• Jaringan dianggap radial dengan tegangan nominal antara
Tegangan Rendah hingga tegangan Tinggi yang tidak lebih
dari 550 KV, sesuai dengan standard IEC 60909
• Arus hubung singkat, selama hubung singkat tiga fasa,
diasumsikan terjadi secara simultan pada semua fasa
• Selama hubung singkat, jumlah fasa yang mengalami
gangguan tidak berubah
• Rgulator transformator atau tap changer diasumsikan di set
pada posisi utama
• Resistansi arc tidak diperhitungkan
• Semua kapasitansi saluran diabaikan
• Arus beban diabaikan
• Semua impedansi urutan nol diperhitungkan
Perhitungan Arus Hubung singkat dengan Metode
Impedansi
• Hubung singkat Tiga Fasa
U adalah tegangan line to line pada
transformator tanpa beban yang
biasanya 3 – 5% lebih tinggi dari
tegangan berbeban pada terminal
Perhitungan Arus Hubung singkat
dengan Metode Impedansi
• Hubung singkat line to line
Untuk gangguan dekat
dengan mesin-mesin
rotasi, Isc2 hampir
sama dengan Isc3
Perhitungan Arus Hubung singkat dengan Metode
Impedansi
• Hubung Singkat Fasa Ke Netral
Dalam kasus gangguan fasa ke netral,
impedansi urutan nol sumber lebih
kecil dari Zsc sehingga arus gangguan
fasa ke netral dapat lebih besar dari
arus gangguan tiga fasa.
Perhitungan Arus Hubung Singkat - Metode Impedansi
• Phase-to-earth fault
Penentuan Impedansi Hubung Singkat
• Impedansi jaringan upstream
• Dimana U adalah tegangan line to line jaringan. Resistansi
dan Reaktansi upstream diperoleh dari rasio Rup/Zup untuk
tegangan tinggi dinyatakan dengan :
• Rup/Zup = 0,3 pada sistem 6 KV
• Rup/Zup = 0,2 pada sistem 20 KV
• Rup/Zup = 0,1 pada sistem 150 KV
Penentuan Impedansi hubung singkat
• U = Tegangan line to line tanpa beban transformator ;
• Sn = transformer kVA rating;
Penentuan Impedansi Hubung Singkat
• Bila n buah Transformator yang identik dihubungkan parallel,
nilai impedansi internalnya, disamping resistansi dan
reaktansinya, harus dibagi dengan n.
• Pada transformator khusus, misalnya untuk penyearah
memiliki nilai Usc hingga 10 sampai 12%.
• Bila impedansi upstream dan transformator internal
diperhitungkan, arus hubung singkat dinyatakan dengan :
ZT) Zup ( 3
U
Isc
+
=
Penentuan Impedansi hubung singkat
- Impedansi Saluran
- Impedansi saluran ZL tergantung pada resistansi persatuan
panjang, reaktansi persatuan panjang dan panjang saluran,
RL = µ/A
• Tabel di bawah menunjukkan beberapa nilai resistivity
berbagai macam konduktor. Untuk konduktor tegangan
rendah dengan luas penampang kurang dari 150 mm2
Impedansi Saluran Udara
• Reaktansi persatuan panjang dari saluran udara, kabel dan
busbar dihitung dengan persamaan :
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
+ = =
r
d
log 144,44 15,7 .L XL e
• Dinyatakan dalam mO/km untuk system kabel satu fasa atau delta tiga
fasa, dimana
• r = radius inti konduktor (mm)
• d = Jarak rata-rata antar konduktor
• Berikut adalah nilai rata-rata yang digunakan :
• X = 0,3 O/km (saluran udara).
• X = 0,4 O/km (saluran MV/HV).
Hubungan antar impedansi Pada level
Tegangan berbeda
Switchgear
• 14 Peralatan tertentu (circuit breakers, contactors
with blow-out coils, direct thermal relays, etc.)
memiliki impedansi yang harus diperhitungkan
jika peralatan ini berada di upstream.

• 15 Sebagai contoh untuk LV circuit breakers,
memiliki reaktansi 0.15 mΩ sedang resistansi
diabaikan.
Contoh
GD
Rumah
konsumen
GH
GI
Sambungan Rumah
SKTM
TR
TR
SUTM
Jaringan Sistem Distribusi
Beban Setimbang
• Impedansi Beban Sama
• Magnitude Arus Sama
• Beda Fasa Arus terhadap Tegangan Sama
• Arus Netral Sama Dengan Nol
Beban Setimbang
V
R
¢
I
R
V
S
I
S
I
T
V
T
Beban Tak Setimbang
• Impedansi Beban tak sama
• Magnitude Arus tak sama
• Beda Fasa Arus dan Tegangan Tak sama
• Arus pada Kawat netral tidak sama dengan nol
Beban Tak Setimbang
V
R
¢
I
R
V
S
I
S
I
T
V
T
Komponen Simetri
• Komponen Urutan Positif
• Komponen urutan Negatif
• Komponen Urutan Nol
I
R
I
S
I
T
I
R_1
I
S_1
I
T_1
I
R_2
I
S_2
I
T_2
I
R_0
I
S_0
I
T_0
Impedansi komponen Simetri
+
V
a1
-
I
a1
F
1
Z
1
N
1
+
V
F
-
Urutan positip
+
V
a2
-
I
a2
F
2
Z
2
N
2
Urutan negatip
+
V
a0
-
I
a0
F
0
Z
0
N
0
Urutan nol
Pada Saluran, Impedansi Urutan Positif =
Impedansi urutan negatif; Z1 = Z2
Kegagalan 3 Fasa
• Model Rangkaian
Z
F
Z
a
Z
F
Z
F
I
a
I
b
I
c
I
a
+ I
b
+ I
c
= 0
+
V
b
-
+
V
a
-
+
V
c
-
a
b
c
Kegagalan 3 Fasa
• Simulasi
Gangguan/kegagalan
• Arus Gangguan /
kegagalan
Kegagalan 3 Fasa
• Rangkaian ekivalen
F
1
N
1
I
a1
Z
• Persamaan Arus
F 1
F
a a1
Z Z
V
I I
+
= =
Z untuk gangguan 3 Fasa : Z = Z1
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
• Model rangkaian
Z
G
Z
F
Z
F
I
b
I
c
I
b
+ I
c
+
V
b
-
+
V
a
-
+
V
c
-
a
b
c
I
a
= 0
I
a
= I
a0
+ I
a1
+ I
a2
I
b
= I
a0
+ a
2
I
a1
+ aI
a2
I
c
= I
a0
+ aI
a1
+ a
2
I
a2
I
a.
I
b
= 3.I
a0
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
• Simulasi Gangguan
• Arus Gangguan /
kegagalan
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
0
2
2
0 2
2 2
0
From the voltage relationships we get
1 1 1
1
1
3
1
Since
Then ( )
But since 1 0 1
f
f ag
f
f
bg
f
f
bg
f f
cg f f bg
f
f f
bg
f
f f
bg
V V
V V
V V
V V V V
V V V
V V V
o o
o o
o o
o o o o
+
÷
+ ÷
+
+
( (
(
( (
(
( (
= ÷
(
( (
(
( ( ¸ ¸
¸ ¸ ¸ ¸
= ÷ =
= + +
+ + = ÷ + = ÷
= ÷
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
0
0 2
0 2
2
0 0
0 0
( )
Also, since
Adding these together (with -1)
(2 ) with
3
f
f f
bg
f f
f c
b
f
f f f
b
f
c f f f
f
f f f f f f f
bg
f f f f
V V V
Z I I
I I I I
I I I I
V Z I I I I I I
V V Z I
o o
o o
o o
+
+ +
+ +
+ ÷ + ÷
+
= ÷
= +
= + +
= + +
+ =
= ÷ ÷ = ÷ ÷
÷ =
Kegagalan 2 Kawat ke Tanah
• Rangkaian Ekivalen
+
V
a0
-
F
2
+
V
a1
-
N
2
I
a2
F
1
+
V
a1
-
N
1
I
a1
F
0
N
0
I
a0
Z
F
+ 3Z
G
Z
F
+
V
a1
- Z
F
.I
a1
-
• Rangkaian Ekivalen
G F 2 0
G F 0 F 2
F 1
F
a1
Z 3 2Z Z Z
) Z 3 Z Z )( Z Z (
Z Z
V
I
+ + +
+ + +
+ +
=
a1
G F 2 0
G F 0
a2
I .
Z 3 2Z Z Z
Z 3 Z Z
- I
+ + +
+ +
=
a1
G F 2 0
F 0
a0
I .
Z 3 2Z Z Z
Z Z
I
+ + +
+
=
Kegagalan Kawat ke Kawat
• Model rangkaian
Kegagalan Kawat ke Kawat
• Simulasi Gangguan • Arus Gangguan /
kegagalan

LL Faults, cont'd
( ) ( )
0
2
2
0
2 2
Using the current relationships we get
1 1 1 0
1
1
3
1
0
1 1

3 3
Hence
f
f
f b
f
b
f
f
f f
f f
b b
f f
I
I I
I
I
I
I I I I
I I
o o
o o
o o o o
+
÷
+ ÷
+ ÷
(
( (
(
( (
(
= ÷
( (
(
( (
÷
( ¸ ¸ ¸ ¸
¸ ¸
=
= ÷ = ÷
= ÷
LL Faults, con'td
( )
( )
0
2
2
2
2
Using the voltage relationships we get
1 1 1
1
1
3
1
Hence
1
3
1
3
f
f ag
f
f
bg
f
f
cg
f f
f ag
bg
f f
f ag f f
bg
V V
V V
V
V
V V V
V V V V V
o o
o o
o o
o o
+
÷
+
÷ + ÷
( (
(
( (
(
( (
= ÷
(
( (
(
( ( ¸ ¸
¸ ¸ ¸ ¸
(
= + +
¸ ¸
(
= + + ÷ =
¸ ¸
Kegagalan Kawat ke Kawat
• Rangkaian Ekivalen
• Persamaan Arus
Gangguan satu fasa ke tanah
• Model Rangkaian
Z
F
I
b
=0
+
V
b
-
+
V
a
-
+
V
c
-
a
b
c
I
a
I
a
= 3I
a0
I
c
=0
Gangguan Satu Fasa ke Tanah
• Arus Gangguan /
kegagalan

• Simulasi Gangguan
SLG Faults, cont’d
?
0
0
f
a
f
b
f
c
I
I
I
(
(
(
(
=
(
(
(
(
¸ ¸
(
¸ ¸
0
2 0
2
Then since
1 1 1
?
1 1
1 0
3 3
0
1
f
f
f f f f a
f
I
I I I I I
I
o o
o o
+ + ÷
÷
(
(
(
(
(
(
(
= ÷ = = =
(
(
(
(
(
¸ ¸
( ¸ ¸
¸ ¸
SLG Faults, cont’d
0
2
2
0
1 1 1
1
1
This means
The only way these two constraints can be satisified
is by coupling the sequence networks in series
f f
a f a
f
f
a
f
f
b
f
c
f
f
a f f f
V Z I
V
V
V V
V
V
V V V V
o o
o o
+
÷
+ ÷
=
(
(
(
(
(
(
(
=
(
(
(
(
(
( ¸ ¸
(
¸ ¸
¸ ¸
= + +
• Rangkaian Ekivalen
F
2
N
2
F
1
N
1
F
0
N
0
I
a0
Z
F
• Persamaan Arus
F 2 1 0
F
a2 a1 a0
3Z Z Z Z
V
I I I
+ + +
= = =
Gangguan Satu Fasa ke Tanah
SUMBER
DARI
SISTEM
150 KV,
AMBIL
DATA
S C LEVEL
TRAFO
DAYA
HITUNG
Z SUMBER
AMBIL DATA
IMPEDANSI
MVA, KV dll
BUS
20 KV
BUS
150 KV

PENYULANG 20 KV
HITUNG
100 % Z
AMBIL DATA Z POS. NEG, Z NOL
HITUNG
25% Z
HITUNG
50 % Z
HITUNG
75 % Z
UNTUK
SIMULASI
LOKASI GANG.

AMBIL
DATA
-Xd”
-MVA
-kV

DATA-DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK
MENGHITUNG ARUS GANGGUAN
Contoh
• Hitung Arus gangguan 3
Fasa yang terjadi pada
sistem seperti ditunjukkan
pada gambar disamping.
Gangguan terjadi pada
busbar dengan tegangan
10 kV
Penyelesaian
• RG = 0.07.Xd” = 0,0355 O
(RG = 0,05 Xd” untuk generator diatas 100MVA
dan 0,07 untuk rating yang lebih rendah)
• Z
G
= R
G
+ JX
d
” = 0,508 O
• Arus hubung singkat max :
O = = = = 507 , 0
25 . 100
5 , 10 . 5 . 11
100%.S
V . X
X X
2
G
2
G
' '
d ' '
d G
kA 12,52
Z . 3
V . 1 , 1
I
G
F
max - k
= =
Contoh
• Bila gangguan terjadi pada antar fasa
(kawat ke kawat), hitung besar arus
gangguan.
• Penyelesaian :
• Z
1G
= Z
G
= 0,0355 + J0,507
• Z
2G
= Z
1G
• Z
F
= Z
1G
+ Z
2G
kA 10,82
Z .
V . 1 , 1
I
F
F
max - k
= =
Contoh
• Ulangi contoh di atas, bila
gangguan terjadi pada
lokasi seperti ditunjukkan
pada gambar disamping
Penyelesaian

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->