Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Di dalam dunia meteorology, banyak sekali hal-hal dan peristiwa yang kita tidak ketahui bahwa setiap kejadian hidrologi merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Banyak sekali istilah dari siklus hidrologi yang perlu kita ketahui. Pada makalah ini akan dibahas secara detail tentang filosofi dan siklus hidrologi. Mulai dari pembahasan istilah-istilah di dalam siklus hidrologi, pengertian siklus hidrologi, factor-faktor siklus hidrologi dan jenis siklus hidrologi air hujan. Mengingat dewasa ini bumi telah mengalami perubahan situasi iklim/meteorology yang disebabkan oleh peristiwa global warming, kita sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan ada baiknya untuk meningkatkan pengetahuan tentang dunia Hidrologi agar dapat dikaitkan dengan pemecahan masalah global yang menjadi kisruh utama yang apabila tidak cepat diatasi akan merubah keadaan bumi yang memprihatinkan secara signifikan. Diharapkan dengan adanya penyusunan makalah ini, kita dapat mempelajari lebih dalam ruang lingkup pengetahuan siklus hidrologi dan hidrogeologi khususnya kaitannya dengan bidang meteorology yang sekiranya lebih baik untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 1.2 Tujuan Mengetahui filosofi hidrologi Mengetahui istilah-istilah yang ada di dalam hidrologi air hujan Mengetahui factor-faktor siklus hidrologi Mempelajari jenis siklus hidrologi air hujan.

1.3

Manfaat Manfaat dari penyusunan makalah ini diharapkan berdampak bagi peningkatan pengetahuan bagi mahasiswa khusunya jurusan Teknik Lingkungan agar dapat menjadi referensi untuk penyusunan makalah selanjutnya ataupun referensi sebuah penelitian serta dapat direalisasikan untuk pemecahan masalah meteorology dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II PENDAHULUAN
2.1 Pengertian Dasar Hidrologi Hidrologi berasal dari bahasa yunani, gabungan antara kata hundor berarti air dan logy berarti penyelidikan (hudor - water, logy - a study of) dan dalam bahasa latin baru (new latin) disebut hidrologia. Secara umum hidrologi diartikan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk air, kejadiannya, pergerakan dan distribusi di bumi, baik di atas, pada dan di dalam permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia, serta reaksi terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan. Mempelajari air dapat mempunyai arti yang berbeda - beda, tergantung dari keahlian yang meninjaunya. Ahli kimia melihat air dari ikatan molekul yang terjadi yaitu terdiri dari satu molekul oxygen dan dua molekul hydrogen yang saling terikat. Perencana bangunan air melihat air dari kekuatan tekanan yang ditimbulkan oleh desakan air. Sedangkan ahli mekanikal melihat air dari kekuatan yang dapat dihasilkan oleh uap air. Sejarah perkembangan hidrologi secara pasti tidak diketahui kapan mulainya, karena saluran irigasi ditemukan dan diperkirakan telah ada sejak tahun 3200 Sebelum Masehi (SM), pada masa Kerajaan Scorpion di Mesir (egypt). Alat ukur untuk mengukur kedalaman nile (nilometer) dipasang diperkirakan pada awal tahun 3000 SM dan jaringan alat ukur hujan sudah ada sejak tahun 3000 SM. Pada abad 16, Pierre Perrault (1606- 1680) membandingkan pengukuran air dari hujan dengan perkiraan air yang mengalir di S. Seine dan astronom dari Inggris Halley (1656 - I 742) mengukur penguapan dengan panci kecil dan memperkirakan penguapan laut mediterranean dari data tersebut. Permulaan perkembangan ilmu hidrologi di Indonesia tidak diketahui secara pasti. Pada tahun 1960 an, mata pelajaran hidrologi masih merupakan bagian dari mata pelajaran lain seperti mata pelajaran irigasi, bangunan tenaga air. Sejak tahun 1970 an, ilmu hidrologi berkembang cukup pesat seiring dengan pembangunan di Indonesia, munculnva beberapa organisasi profesi seperti Himpunan Ahl i Teknik Hidrolik Indonesia (HATHI) sangat mcndukung perkembangan tersebut. 2.2 Siklus Hidrologi Di bumi terdapat kira - kira sejumlah 1,3 - 1,4 milyard km3 air : 97, 5 % adalah air laut, 1,75% berbentuk es dan 0,73 % berada di daratan sebagai sungai, air danau, air tanah dan

sebagainya. Hanya 11,001 % berbentuk uap di udara. Siklus hidrologi dimulai dari permukaan air laut terus menerus, sebagian ada yang mengendap kembali, namun ada bagian yang terbawa angin ke arah daratan, naik ke atas, menjadi lebih dingin dan menjadi awan. Kepadatan awan menjadi lebih tinggi dan akhirnya uap yang padat ini turun ke bawah membentuk butiran-butiran air presipitasi (hujan, salju dan hujan es). Di atas permukaan bumi air mengalir dari bagian yang tinggi ke bagian yang rendah merupakan overland flow/surface flow surface run off, melalui palung sungai dan akhirnya masuk ke laut. Dalam pengaliran ini ada sebagian air tertahan dicekungan bumi (danau, rawa, telaga) sebagai air retensi dan ada bagian lain yang meresap/infiltrasi ke dalam tanah merupakan air perkolasi. Dari air presipitasi ada pula yang tidak langsung jatuh di permukaan tanah, tetapi tertampung di tumbuh - tumbuhan, bangunan dan benda-benda lain. Air yang meresap ke dalam tanah, bercampur dengan air tanah yang ada (ground water) dan muka air dalam tanah disebut juga permukaan phreatik. Apabila aliran air tanah (ground water runoff/limpasan air tanah) terpotong oleh permukaan tanah, maka akan timbul mata air dan apabila air tanah terpotong oleh dinding palung sungai, maka akan menambah debit air sungai. Di samping aliran dalam tanah ini, terdapat aliran berlawanan dengan gaya tarik bumi (gaya gravitasi) disebut aliran kapiler dan air kapiler ini tanaman mengisap kebutuhan airnya. Penguapan, evaporasi terjadi pada saat air jatuh ke bumi, mengalir di atas permukaan bumi dan dalam lapisan teratas kulit bumi, disamping itu ada pula uap keringat, transpirasi yang berasal dari daun tumbuh -tumbuhan. Air yang meresap dan mengalir diantara dua lapisan tanah yang kedap air disebut air artetis, dimana alirannya terpisah dengan air tanah dan bertekanan. Seperti telah dikemukakan di atas, sirkulasi kontinu antara air laut dan air daratan berlangsung terus menerus, tetapi sirkulasi ini tidak merata, karena kita melihat adanya perbedaan besar presipitasi dari tahun ke tahun, dari musim ke musim dan juga dari wilayah ke wilayah lainnya. Sirkulasi ini dipengaruhi oleh kondisi meteorologi (suhu, tekanan atmosfir angin, dll), kondisi topografi dan geologi. Air permukaan tanah dan air tanah sangat dibutuhkan untuk kehidupan dan industri adalah air yang termasuk di dalam proses sirkulasi ini. Jadi apabila sirkulasi ini tidak merata (memang kejadiannya demikian), maka akan terjadi berbagai macam kesulitan. Jika terjadi

ketidakseimbangan sirkulasi hidrologi seperti banjir, maka harus diadakan cara pengendaliannya. Jika terjadi sirkulasi yang kurang, maka kekurangan air ini harus ditambah dalam suatu usaha pemanfaatan air. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka berkembanglah ilmu hidrologi, yailu ilmu

yang mempelajari sirkulasi air atau dapat dikatakan, hidrologi adalah ilmu yang mempelajari presipitasi, evaporasi, transpirasi, aliran permukaan dan air tanah serta ilmu penunjang hidrologi lainnya

2.3

Faktor yang Mempengaruhi Siklus Hid r ol o g i Siklus hidrologi merupakan proses alamiah, dimana gerakan - gerakan udara (angin) yang mengandung uap air merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi proses hidrologi dan terjadi diantaranya disebabkan oleh : 1. Penyinaran matahari yang tidak selalu tegak lurus pada permukaan bumi dan disertai berputarnya bumi mengelilingi matahari. Matahari menyinari sebagian bumi sebanyak dua kali dalam satu tahun untuk daerah antara 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan. Untuk daerah katulistiwa terjadi pada tanggal 21 Maret dan 21 September dan hanya satu kali dalam setahun menyinari daerah 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan pada tanggal 21 Juni dan 21 Desember. Panas akibat penyinaran matahari akan terjadi l e b i h besar untuk daerah yang menerima penyinaran tegak lurus dari pada yang mendapat sinar miring. Panas didaerah A (tegak lurus arah penyinaran matahari) akan lebih besar dari daerah B. Udara diatas daerah A akan menerima lebih banyak panas dari pada daerah B, udara diatas daerah A akan memuai, naik keatas dan bidang batas lapisan udara akan naik juga. Maka terjadi penurunan kepadatan udara di daerah A, udara di daerah B yang mempunyai kepadatan lebih besar akan mengalir menuju ke daerah A dan di atas daerah B terjadi penurunan lapisan udara. Karena lapisan udara di atas daerah A lebih tinggi dari pada daerah B, maka terjadi aliran dari A ke B. D engan singkat dapat dikatakan bahwa akibat panas terjadi aliran udara dekat permukaan tanah dari B ke daerah A dan pada lapisan udara atas aliran udara dari A ke dae rah B. Kejadian tersebut berpindah - pindah sesuai dengan kedudukan matahari. G a mb a r No. 1.2 Pengaruh Sinar Matah ari

B Catalan :

Arah penyinaran matahari Arah gerakan lapisan udara Batas lapisan udara

2.

Perputaran udara akibat perputaran bumi

Bumi berputar dari barat ke timur dengan kecepatan pada garis katulistiwa 1500 fps dan pada garis lintang 60 derajat dengan kecepatan 750 fps ; akibat adanya perputaran bumi ini udara di atas permukaan bumi mendapat geseran dan akan berputar pula dan dari perputaran udara ini kita merasakan angin dari arah timur ke barat dengan kecepatan angin makin menjauhi katulistiwa kecepatan angin makin mengecil. Karena menjauh dari katulistiwa angin kecepatan makin menurun menimbulkan perubahan arah angin di sebelah utara katulistiwa sedikit membelok ke utara dan sebelah selatan katulistiwa ke sebelah selatan.

3.

Perputaran udara akibat laut perbatasan dengan daratan

Gambar No. 1.3. Arah angin di perbatasan darat dan laut

Pada siang hari akibat panas sinar matahari suhu di atas daratan lebih tinggi dari pada di atas laut, akibatnya udara di atas daratan akan naik jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suhu udara di atas permukaan laut. Akibatnya kepadatan udara di daratan lebih kecil dibandingkan dengan kepadatan udara di atas permukaan laut dan terjadilah aliran udara dari laut ke daratan. Pada malam hari, suhu/temperatur udara daratan akan turun lebih cepat dari pada di atas laut dan akibatnya udara akan mengalir menuju ke laut. Siang hari ada angin Laut dan petang hari ada angin Daratan.

4. Pengaruh benua pada perputaran udara dan lain-lain pengaruh setempat Pengaruh benua ini untuk Indonesia adalah sangat penting bahkan bisa dikatakan dua benua ialah Asia bagian utara dan Australia bagian selatan menentukan corak iklim Indonesia. Kalau matahari bergerak di belahan bumi bagian utara, maka akan ada aliran udara dari timur laut ke barat daya dan kalau matahari bergerak di belahan bumi bagian selatan, akan terjadi aliran udara sebaliknya. 5. Keadaan Setempat Untuk ini cukuplah kiranya diperingatkan adanya angin curah (dal winden) dan lain-lain angin yang terjadi setempat misalnya : angin kombang, angin bohorok, angin yang ada di daerah Nganjuk antara gunung Wills dan pegunungan Kapur. Penyinaran matahari yang mengakibatkan terjadinya uap air dan gerakan udara (angin) ke atas mengakibatkan udara yang mengandung uap air naik menjadi awan dan menurunnya suhu, maka terjadilah hujan dan mulailah permulaan dari siklus hidrologi. Kejadiannya adalah tidak sesederhana seperti diuraikan di atas, keadaannya sangat rumit dan sangat komplex, tetapi uraian di atas adalah cukup memberikan gambaran jalannya alamiah proses siklus hidrologi. 2.4 Jenis siklus hidrologi 1. Siklus Hidrologi tertutup

2. Siklus Hidrologi Terbuka

Siklus Hidrologi Terbuka (Lewin, 1985 dalam Kodoatie dan Sjarief, 2005)

3. Siklus Panjang

Keterangan : Siklus Panjang / Siklus Besar 1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Uap air mengalami sublimasi 3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es 4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat 5. Pembentukan awan 6. Turun salju 7. Pembentukan gletser 8. Gletser mencair membentuk aliran sungai 9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

4. Siklus Sedang

Keterangan : Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari 2. Terjadi kondensasi 3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat 4. Pembentukan awan 5. Turun hujan di permukaan daratan 6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali

5. Siklus Pendek

Keterangan: 1. Air laut menguap menjadi uap gas karena

panas matahari 2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan 3. Turun hujan di permukaan laut

BAB III PENUTUP

3..1 Kesimpulan Secara umum hidrologi diartikan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk air, kejadiannya, pergerakan dan distribusi di bumi, baik di atas, pada dan di dalam permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia, serta reaksi terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan Siklus hidrologi terdiri dari 3 macam yaitu, siklus panjang, siklus sedang, dan siklus pendek. Faktor yang mepengaruhi siklus hidrologi antara lain, Penyinaran matahari yang tidak selalu tegak lurus pada permukaan

bumi dan disertai berputarnya bumi mengelilingi matahari Perputaran udara akibat perputaran bumi Perputaran udara akibat laut perbatasan dengan daratan Pengaruh benua pada perputaran udara dan lain-lain pengaruh setempat Keadaan Setempat

Daftar Pustaka

Sosrodarsono, Suyono, Ir. 1976. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita. http://artikel.bloggerbodoh.com/2013/01/siklus-air-dibumi-siklus hidrologi.html#chitika_close_button diakses pada tanggal 10 september 2013 pukul 7:19 WIB

Soal Latihan dan Pembahasan:

1. Apa yang Saudara ketahui tentang pengertian Hidrologi Jawab: Secara umum hidrologi diartikan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk air, kejadiannya, pergerakan dan distribusi di bumi, baik di atas, pada dan di dalam permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia, serta reaksi terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan. 2. Mengapa terjadi siklus hidrologi, berikan penjelasan jawaban Saudara? Jawab: Penyebabnya adalah adanya energi yang menyertai perpindahan dan perubahan wujud dari air. Energi tersebut, secara langsung maupun tidak langsung, adalah panas yang berasal dari matahari dan energi gravitasi. Panas menguapkan air permukaan dan memunculkan gerakan angin, sedangkan energi gravitasi menggerakkan air permukaan untuk mengalir menuju ke laut.

3. Jelaskan perbedaan infiltrasi dan perlokasi? Jawab: infiltrasi adalah proses pergerakan air hujan kedalam tanah secara vertikal, sedangkan perlokasi adalah proses pergerakan air hujan kedalam tanah secara horizontal. 4. Apa yang dimaksud daur air? Jawab: daur air adalah siklus air yang tidak pernah terhenti, dimana bermula dari uap air yang ada di atmosfer sampai kembali lagi ke atmosfer. 5. Apa yang dimaksud siklus hidrologi? Jawab:siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara terus menerus. 6. Apa perbedaan antara aliran air tanah dengan aliran air permukaan? Jawab: aliran air tanah adalah aliran air hujan yang meresap kedalam tanah, contoh: mata air, sedangkan aliran air permukaan adalah aliran air hujan yang tidak meresap ke dalam tanah. Contoh : danau 7. Sebutkan macam macam siklus hidrologi berdasarkan jangka waktunya? Jawab:siklus pendek, yaitu uap air yang berasal dari atmosfer mengalami kkondensasi, lalu turun dalam bentuk hujan, kemudian kembali menguap ke atmosfer. Siklus sedang, yaitu uap aair yang berasal dari lautan ditiup oleh angin sampai kedaratan. Kemudian di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan diatas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir ke sungai sungai, selokan, sampai akhirnya kelaut. Siklus panjang, yaitu uap air yang berasal dari laut ditiup oleh angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik tertentu, membentuk terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan terebut menurunkan hhujan es atau salju di pegunungan. Dipermukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, lalu masuk ke sungai dan selanjutnya kembali kelautan. 8. Pada peristiwa hujan air yang jatuh di permukaan dapat meresap ketanah sehingga air tersebut menjadi air tanah. Sebutkan dan jelaskan macam macam jenis air tanah berdasarkan letaknya? Jawab:air tanah dangkal, yaitu air tanah yang tersimpan pada lapisan tanah teratas yang tembus air (permeabel). Kandunga air tanah dangkal sangat dipengaruhi oleh banyak tidaknya peresapan air.

Air tanah dalam, yaitu air tanah yang tersimpan pada dua lapisan batuan yang impermeabel (tidak tembus air). Sumur artesis yang digunakan daam industri merupakan pemanfaatan air tanah dalam.