Anda di halaman 1dari 5

KOLESTASIS

Kolestasis
akumulasi zat-zat yang diekskresi kedalam empedu seperti bilirubin, asam empedu, dan kolesterol didalam darah dan jaringan tubuh

kegagalan aliran cairan empedu masuk duodenum dalam jumlah normal.

timbunan trombus empedu pada sel hati dan sistem bilier

Diagnosa
Jika penyebabnya adalah penyakit hati, maka pemeriksaan fisik akan di temukan:

Pembuluh darah yang memberikan gambaran seperti laba-laba


Pembesaran limpa Pembesaran kandung empedu Jika penyebabnya di luar hati, bisa ditemukan: Demam Nyeri yang berasal dari saluran empedu atau pancreas Pembesaran kandung empedu

Antimitochondrial antibodi (AMA)


Antimitochondrial antibodi (AMA) merupakan penanda yang berguna pada sirosis bilier primer dan juga untuk kelainan hepatic obstruktif lain. Baru-baru ini, antigen untuk AMA dibuktikan merupakan protein membran mitokondria, yaitu piruvat dehidrogenase. AMA mengikat antigen protein yang terkandung dalam kompleks multienzim dalam lapisan bagian dalam mitokondria. Mereka dianggap sebagai ciri serologis dari primary biliary cirrhosis (PBC), terdeteksi pada sekitar 95% pasien dengan PBC. Hasil uji positif biasanya muncul pada obstruksi kantung empedu, infeksi hepatitis akut, penyakit autoimun sperli lupus, dan anemia pernisiosa.

Nilai referensi AMA


Ditemukannya AMA (dalam pengenceran) 1:5 1:20 1:80 > 1:80 > 1:160 Hasil Negatif Level intermediat Diduga kuat sirosis biliari primer Positif sirosis biliari primer

Alfa-feoprotein (AFP)
Alfa-feoprotein (AFP) adalah suatu glikoprotein rantai tunggal. Kadar normal AFP adalah kurang dari 10 ng/mL Kemunculan AFP dengan konsentrai yang meningkat dijumpai tidak hanya pada kehamilan tetapi juga bersama adanya bebrapa tumor dan penyakit berbahaya lainnya. Kenaikan berarti kadar AFP melebihi 500 ng/mL banyak ditemukan pada kanker hati primer, sirosis, hepatitis kronis. Pada wanita dewasa yang tidak hamil, kadar AFP yang sangat tinggi pada serum umumnya berkaitan dengan hepatocellular Pada pasien yang diobati untuk karsinoma hepatoselular, hilangnya AFP mengisyaratkan eliminasi sel-sel ganas.