KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global. Hal itu bisa dilihat dari negara – negara Eropa yang kondisi ekonominya masih belum jelas. Walaupun berbagai upaya dan langkah yang diambil untuk memulihkan perekonomian Eropa, masa depan ekonomi Eropa masih belum jelas. Krisis yang ditimbulkan ekonomi Eropa tersebut menimbulkan ketidakpastian pada ekonomi dunia khususnya ekonomi Indonesia. Mengingat akhir – akhir ini situasi ekonomi global yang tidak menentu, puncak resesi ekonomi telah membawa dampak yang besar bagi negara berkembang. Banyak dugaan awal yang percaya bahwa ekonomi dunia relatif membaik mulai awal tahun 2013. Namun, pada kenyataannya tahun 2013 kondisi ekonomi dunia telah berdampak terhadap perekonomian negara berkembang seperti Indonesia, India dan China. Pada 2013 diperkirakan pertumbuhan ekonomi China dan Indonesia sama – sama mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Membaliknya foreign direct investment ke Amerika telah membawa perbaikan ekonomi ke Amerika Serikat. Kondisi demikian juga berakibat terhadap perbaikan kondisi mata uang Amerika Serikat. Kita merasakan begitu kondisi dalam tiga bulan terakhir akibat dari melemahnya rupiah, meningkatnya inflasi yang hingga Agustus telah mencapai 8,79 persen, kenaikan suku bunga dari 5,57 persen berangsur naik mencapai 7,5 persen diikuti oleh

1 miliar pada Juli 2013.4 persen dari bulan sebelumnya. meskipun jika . defisit neraca perdagangan Indonesia telah menyentuh USD 5. Secara kumulatif dari bulan Januari hingga Juli 2013.com// Kinerja neraca perdagangan Indonesia memburuk pada bulan Juli 2013. Nilai ekspor meningkat dari USD 14. Januari 2011 – Juli 2013 Defisit neraca perdagangan Indonesia catat rekor terbesar.dashboard.6 miliar. Sumber: Badan Pusat Statistik dan CEIC (2013) Dikutip dari http://macroeconomic.transaksi neraca perdagangan yang memburuk dalam sejarah ekonomi Indonesia dalam tiga tahun terakhir Gambar : Neraca Perdagangan Indonesia.3 miliar setelah sebelumnya pada bulan Juni 2013 defisit USD 0. Neraca perdagangan tercatat defisit USD 2.9 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada bulan Juli 2013 meningkat 2.8 miliar pada Juni 2013 menjadi USD 15.

Defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2013 mencatat rekor tertinggi defisit neraca perdagangan yang pernah ada. Defisit neraca perdagangan yang cukup besar akan menggerus cadangan devisa Indonesia sehingga semakin lama cadangan devisa Indonesia semakin kecil. Sedangkan dari sisi impor. Peningkatan terbesar (mtm) terjadi pada impor barang modal sebesar 13.5 persen dibandingkan Juli 2012.1 persen. Nilai tukar rupiah yang kini berada diatas level Rp 11.4 persen dibandingkan Juni 2013 dan meningkat 6.997 .7 persen. Peningkatan nilai impor Indonesia ini memicu defisit neraca perdagangan yang semakin besar. nilai impor Indonesia menurun 0.2 persen. Kenaikan suku bunga (BI rate) menjadi 7.000 per USD.86 persen. Peningkatan nilai impor yang lebih besar dari nilai ekspor pada bulan Juli 2013 mengakibatkan defisit neraca perdagangan tidak terelakkan lagi. begitu juga dengan nilai ekspor Indonesia yang menurun 6.dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya pencapaian ekspor turun 6. dan impor barang konsumsi sebesar 10.8 miliar pada bulan Januari 2013 miliar pada Agustus 2013. Hal ini seiring dengan menurunnya nilai cadangan devisa Indonesia dari USD 108.08% dibandingkan dengan periode Januari hingga Juli 2012. dinilai sebagai equilibrium baru yang mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia. nilai impor Indonesia Juli 2013 meningkat 11.5 persen juga menjadi USD 92. Secara kumulatif dari bulan Januari hingga Juli 2013. kemudian impor barang mentah sebesar 11 persen.

bln.6 6.4 846.8 364. current prices.7 5.8 460.7 961.9 GDP.7 234.5 6.8 306.8 603.8 5 5.3 6 4.5 8.2 705.5 894. " ucap Agus Marto ditemui di Kantor Pusat PLN.1 470.6 523. Jakarta.2 7. % 7.6 4.3 538.2 650.9 202.4 1124.6 501 531 563.4 910.7 95.3 158 176.2 6. billion $US 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 113.4 491.merupakan indikator yang mempengaruhi perekonomian Indonesia. Telah disebutkan diatas inflasi yang tinggi juga meupakan bukti perekonomian Indonesia yang mendekati krisis. Indonesia GDP.9 257 285.2 510.4 140 165 160. Tetapi banyak para ahli ekonomi yang menyebutkan bahwa kondisi perekonomian saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi saat krisis ekonomi tahun 1997 – 1998.8 4.4 432.8 405 447.2 3.4 138. Jumat (6 September 2013).2 7 6.5 4.3 Sumber : Badan Pusat Statistik .4 215.8 4. 276. current PPP dollars.6 1212 Real GDP Growth.6 334.1 0.2 768 840.1 368.8 127.4 195.1 227.2 1034.8 708.7 -13.5 6.5 8 7. " Saya tidak setuju kalau kondisi ekonomi kita saat ini disamakan dengan kondisi ekonomi Indonesia pada 1997 – 1998.

“ Untuk mempertahankan daya beli dan penguatan pasar domestik. 1) Apa yang dimaksud dengan keep buying strategy? Keep buying strategy merupakan strategi terus membeli guna mendorong penguatan ekonomi domestik. ekonomi akan tetap tumbuh dan sektor riil akan tetap bergerak. Saat ini pemerintah sedang merumuskan keep buying . Hal tersebut sesuai dengan kutipan lengkap satu alinea yang mencantumkan istilah “keep buying strategy” yang diucapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat RAPBN 2014 pada 16 Agustus lalu. salah satu yang membantu menyelamatkan kita dalam krisis keuangan global tahun 2008. Mari kita bahas satu persatu apa yang menjadi pertanyaan diatas. Strategi ini hakikat dan tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan kepada rakyat. terutama di kala krisis. pemerintah juga melakukan langkah “Keep Buying Strategy”. pemerintah wajib mengembangkan kebijakan dan tindakan yang diperlukan termasuk bekerja sama dengan dunia usaha.Penerapan “Keep Buying Strategy” pada perekonomian saat ini 1. Strategi inilah. jika rakyat tetap bisa membeli barang dan jasa yang diperlukan. Artinya. Efisienkah “keep buying strategy” pada perekonomian saat ini ? Mungkin pertanyaan diatas ada di benak anda pada saat membaca makalah ini. Apa yang dimaksud “Keep Buying Strategy” ? 2. Jika ada krisis dan tekanan terhadap daya beli.

kali ini saya bilang belanja pangkal kaya. " Kami sedang dan akan berusaha menjaga daya beli masyarakat atau keep buying strategy. Selain itu upaya ekstra juga dilakukan untuk mengendalikan inflasi. " jelasnya. Ia menjelaskan lebih lanjut. ekonomi malah kolaps. keep buying strategy artinya. Dengan tingginya aktivitas belanja masyarakat. Jadi. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri juga mengungkapkan pendapatnya tentang aktivitas belanja masyarakat (keep buying strategy) yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bila krisis ekonomi menerpa. pemerintah memperkuat pasar domestik dan mempertahankan daya beli masyarakat. Untuk itu. pemerintah dapat mengembangkan kebijakan dan tindakan. Biasanya. ” Selain Presiden SBY. untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja. Namun. pemerintah akan mendorong program keep buying strategy. menurut Chatib. " Kalau menabung. dukung semangat belanja masyarakat supaya mendorong ekonomi kita. hemat pangkal kaya. .strategy dengan penyiapan paket stimulus. agar daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga. laju pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia. sehingga ekonomi tetap tumbuh dan sektor riil tetap bergerak. " kata Chatib di Gedung BKPM Jakarta.

Hal tersebut akan menimbulkan masalah – masalah baru lagi yang akan menghadapkan Indonesia dengan resiko krisis."Penerapan keep buying strategy menimbulkan multi effect." tegasnya. Sumber : Viva news 2) Efisienkah keep buying strategy pada perekonomian saat ini? Dari pernyataan pak Presiden SBY seperti yang terkutip diatas. Dengan adanya pelemahan rupiah tersebut. Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga acuannya menjadi 7. Dengan asumsi laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6. kita sudah dapat membayangkan inflasi komulatif sampai akhir tahun mendatang.79 persen. tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi para pekerja dan perusahaan saja. Dari semua permasalahan diatas penerapan keep buying strategy tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah.5 persen. berarti ada upaya pemerinah untuk menekan laju inflasi yang naik 2 kali lipat dari ekspektasi yang diinginkan.5 persen. upaya mengendalikan inflasi sudah terlihat gagal. Tersirat dalam pidato presiden bahwa perekonomian Indonesia menghadapi ancaman atau resiko “ krisis “. Laju inflasi bulan September sudah mencapai 8. Dari inflasi bulan ini saja.5 persen dan laju inflasi 4. Inflasi tahun ini tampaknya akan melampaui target pemerintah yang dicanangkan setelah kenaikan harga BBM. . Ditambah lagi faktor ekonomi yang saat ini menjadi masalah utama Indonesia yaitu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Tingginya impor itulah yang menimbulkan tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia. Beda seperti Indonesia yang semua barangnya diimpor dari luar negeri. Ada alternatif lain yang menurut penulis dapat mengendalikan daya beli masyarakat. elektronik hingga otomotif. bahan baku yang diperoleh sangat terbatas. Selain itu. Keep buying strategy tepat diterapkan di negara tirai bambu karena mereka bisa memproduksi semuanya didalam negeri. Keadaan tersebut menyebabkan inflasi yang semakin hari semakin meningkat seperti yang terlihat pada bulan ini mencapai 8.79 persen.Seperti yang dituturkan oleh Kepala BKPM Chatib Basri. Adanya insentif pajak untuk sektor padat karya. Defisit neraca transaksi berjalan membuat rupiah terus melemah sejak akhir 2011 dikarenakan semua barang impor semua. Mulai dari kebutuhan pangan. barang – barang yang dikonsumsi masyarakat kebanyakan masih empor semua. tapi insentif itu tidak bisa diterapkan seterusnya karena takut APBN jebol . permintaan barang – barang yang dihasilkan semakin tinggi sedangkan. diantaranya adalah : 1. Kondisi ekonomi Indonesia berbeda dengan kondisi ekonomi Cina. Tapi kita juga harus melihat apakah Indonesia mampu melewati krisis pada perekonomian saat ini dengan penerapan keep buying strategy? Dengan menggenjot daya beli masyarakat. keep buying strategy menimbulkan multi effect.

2. . peningkatan belanja untuk infrastruktur. 3. Adanya pembatasan barang impor yang masuk ke Indonesia sehingga konsumsi masyarakat dengan barang impor bisa sedikit demi sedikit berkurang dan mengkonsumsi barang dalam negeri. Misalnya. Peningkatan belanja pemerintah untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.