Anda di halaman 1dari 4

Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas.

Orang-orang yang berada di komunitas merupakan mitra dan berperan di dalam proses keperawatan kesehatan komunitas. Tujuan keperawatan dalam mengkaji komunitas adalah mengidentifikasi faktor positif dan negatif yang berbenturan dengan masalah kesehatan dari masyarakat hingga sumber daya yang dimiliki komunitas dengan tujuan merancang strategi untuk promosi kesehatan. Pengkajian suatu komunitas dimulai dengan mengidentifikasi sistem yang ada di dalamnya. Perlu diingat, bahwa sistem adalah keseluruhan unit yang berfungsi karena saling tergantungnya bagian tersebut. Komunitas juga merupakan keseluruhan kesatuan fungsi karena saling ketergantungan antar bagian atau subsistem. Pada tahap pengkajian ini perlu didahului dengan sosialisasi program perawatan kesehatan komunitas serta program apa saja yang akan dikerjakan bersama-sama dalam komunitas tersebut. Sasaran dari sosialisasi ini meliputi tokoh masyarakat formal maupun nonformal, kader masyarakat,serta perwakilan dari tiap elemen di masyarakat (PKK, Karang taruna, dan lainnya). Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan dilakukannya Survei Mawas Diri (SMD) yang diikuti dengan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Berikut adalah teori atau model pengkajian keperawatan komunitas, yaitu: 1. Model Pengkajian Sistem Umum Teori sistem memberikan suatu pendekatan untuk mendefinisikan komunitas khusus dan untuk mengatur data pengkajian ke dalam format yang bermakna guna keperluan pengambilan keputusan, pembuatan prioritas,dan perencanaan program (Higgs dan Gustafon,1985). Menurut Hazzard (1975:384),Satu keuntungan dari teori sistem adalah bahwa teori menempatkan keseluruhan sistem sebagai inti, dan perhatiannya berkaitan dengan keseluruhan dan bukan pada bagian-bagian. Suatu sistem

mempunyai struktur dan proses, dan keduanya harus diketengahkan saat melakukan pengkajian komunitas. a. Struktur Dalam istilah pengkajian komunitas, sistem dianggap sebagai komunitas sasaran.komunitas sasaran dapat merupakan komunitas geoplitik, seperti kota,atau kelompok agregasi populasi, seperti remaja yang telah menjadi orang tua. Subsistem adalah sistem yang lebih kecil yang termasuk di dalam sistem yang telah ditetapkan. Suatu contoh dari subsistem adalah kelompok keagamaan yang terdapat di dalam sistem komunitas yang telah ditetapkan. Suprasistem adalah sistem yang lebih besar dengan sistem yang menjadi bagiannya. Suprasistem adalah segala sesuatu yang tidak termasuk di dalam sistem yang ditetapkan,seperti negara bagian, negara,atau benua.

b. Proses Proses mengacu pada perubahan dinamis diantara dan antar komponen sistem, yaitu bagaimana sistem bekerja untuk memenuhi tujuan. Proses merespons terhadap stimulus internal dan eksternal ini membantu sistem untuk mempertahankan rasa keseimbangan atau ekulibrum.

2. Model Pengkajian Komunitas-Sebagai-Klien Berdasarkan sistem model ahli teori keperawatan Neuman(1982), Model Komunitas-sebagai-Klien dikembangkan oleh Anderson, McFarlane, dan Helton (1986).Model ini diciptakan untuk mengilustrasikan keperawatan kesehatan masyarakat sebagai susatu sistesis kesehatan masyarakat dan keperawatan.

3. Model Pengkajian Kompetensi Komunitas Goeppinger, Lassiter,dan Wilcox (1982) mengembangkan model yang berkaitan dengan proses keperawatan untuk pengkajian komunitas yang dirancang untuk mengetengahkan pentingnya proses komunitas. Mereka mengenali bahwa perspektif proses dari kesehatan komunitas kurang terkenal dibandingkan perspektif yang mencakup status komunitas dan struktur komunitas. Fokus utama dari model yang berkaitan dengan proses adalah kompetensi komunitas. Untuk mengkaji kompetensi komunitas, perawat mengkaji kapabilitas kesehatan dan potensial tindakan kesehatan komunitas. Asumsi mendasar dari model kompetensi komunitas adalah bahwa pengkajian kesehatan harus mencakup kekuatan dan kemampuan komunitas guna memperbaiki status kesehatan mereka sendiri. Kondisi kompetensi digambarkan sebagai berikut: a. Komitmen b. Kesadaran diri terhadap orang lain c. Artikulasi d. Komunikasi efektif e. Lingkup dan akomodasi konflik f. Partisipasi g. Manajemen hubungan dengan masyarakat yang lebih luas h. Perangkat untuk memfasilitasi interaksi dan pengambilan keputusan peserta

Sumber Christensen, Paula J dan Janet W.Kenney. 2009. Proses Keperawatan: Aplikasi Model Konseptual. Jakarta: EGC. Effendi, Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.