Anda di halaman 1dari 13

Johar Sukeksi Imanda Kurnia Nisa Wahyu Rismanto

(12144200013) (12144200011) (12144200123)

Latar Belakang Masalah


Orang awam masih mempunyai anggapan bahwa Bimbingan Konseling identik dengan Polisi Sekolah atau mengurusi anak nakal saja Semakin tidak popular profesi bimbingan dan konseling dimata masyarakat disebabkan citra buruk terhadap profesi bimbingan dan konseling

Apa itu Bimbingan dan Konseling?

Menurut Prof. Dr. Prayitno, M.Sc.Ed. Guru Besar Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang bahwa konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) juga dikenal dengan nama Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB). Biasanya, di jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) masih dibagi ke dalam program studi Psikologi (murni) dan Bimbingan dan Konseling.

Peran Bimbingan dan Konseling Terhadap Masyarakat

Hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Dengan kata lain semua orang pasti mempunyai masalah, entah masalah itu kecil atau sangat rumit. Di masyarakat, konselor berperan dalam mengentaskan persoalan pengangguran melalui pemberian bimbingan pekerjaan, menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan kerja, menjadi motivator, pendidikan bagi anak jalanan, kesadaran gender, kesehatan mental serta memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan keluarga, parenting (pengasuhan orang tua) dan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, seorang konselor mempunyai peran yang sangat penting dalam masyarakat terutama fungsi sosial.

Landasan Ilmu Bimbingan dan Konseling

Syarat utama bagi yang ingin melanjutkan studi di bimbingan dan konseling ialah menyukai psikologi dan pendidikan. Terutama jika Anda termasuk siswa yang suka mendengarkan curhat teman atau pandai memberikan solusi atas suatu permasalahan psikologis yang dialami teman berarti Anda sangat layak menjadi calon mahasiswa Bimbingan dan Konseling.

Lalu apa saja yang dipelajari di jurusan Bimbingan dan Konseling?


Secara umum, perguruan tinggi bimbingan konseling di Indonesia pasti mempelajari: ilmu Pendidikan, Psikologi, Teori dan Teknik Konseling, serta Teknik Pemahaman Individu. Ilmu pendidikan dipelajari sebagai landasan dalam bimbingan konseling yang memang menfokuskan diri dalam dunia pendidikan.

Apakah ruang lingkup bimbingan dan konseling hanya di pendidikan saja?

Pertanyaan ini yang sering muncul baik dikalangan calon mahasiswa, maupun mahasiswa bimbingan dan konseling sendiri. Pada seluruh perguruan tinggi bimbingan dan konseling, gelar sarjana Bimbingan dan Konseling yaitu Sarjana Pendidikan (S.Pd.) bidang Bimbingan Konseling serta Magister Pendidikan/S2 (M.Pd.) bidang Bimbingan Konseling. Namun, ada pula perguruan tinggi yang juga memperlebar ruang lingkup bimbingan konseling tidak hanya di dunia pendidikan, seperti di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang juga membuka bidang konseling industri. Kendatipun gelarnya tetap Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Bidang-Bidang Konseling (Spesialisasi)


Konseling Pendidikan 2. Konseling Vokasional/Karier 3. Konseling Keluarga dan Perkawinan 4. Konseling Agama 5. Konseling Rehabilitasi 6. Konseling Traumatik 7. Konseling Industri
1.

Prospek Lulusan Bimbingan dan Konseling serta Jenjang Karier

Lulusan S1 Bimbingan dan Konseling sebagian besar terserap di dalam dunia pendidikan terutama jenjang SMP/Mts dan SMA/SMK/MA, namun ada juga beberapa lembaga pendidikan terutama swasta yang membutuhkan tenaga konseling untuk TK, PAUD dan SD. Sementara jenjang karier lulusan BK pada umunya menjadi pegawai negeri sipil. Seorang lulusan BK dapat memulai karier dari menjadi Guru BK, Koordinator Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah bidang bimbingan dan konseling, Kepala Dinas Pendidikan Kota/Provinsi.

Bagi yang ingin berwirausaha dapat mendirikan Lembaga Konseling, Jasa Layanan Tes Psikologi, ataupun Lembaga Konsultasi Pendidikan. Bidang lain yang dapat diisi oleh lulusan BK adalah HRD/Pengembangan SDM di instansi/dunia usaha dan industri, bank; Tenaga Konselor di Pusat Rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan, Perkumpulan Keluarga berencana Indonesia (PKBI); Konsultan pengembangan SDM; Motivator; Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kementerian Agama; Konselor dan Konsultan Pendidikan di Lembaga-Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).

Potret Perkembangan Bimbingan dan Konseling di Indonesia

Bimbingan dan konseling di Indonesia masih belum mendapatkan apresiasi yang bagus, kenyataan di lapangan (sekolah) para guru pembimbing banyak mendapatkan sorotan, kritikan, bahkan tidak sedikit cemoohan. Proses untuk menjadi besar, terpercaya, profesional, profesi bimbingan dan konseling perlu mendapat dukungan dari seluruh praktisi yang terlibat di dalamnya dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dan keguruan yang menghasilkan tenaga konselor yang berkualitas yang sesuai dengan satndarisasi ABKIN, sehingga pandangan yang mendiskriditkan profesi bimbingan dan konseling dapat dikikis, dan profesi bimbingan dan konseling mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Arah Pengembangan Kebijakan BK Sebagai Sebuah Profesi


Bimbingan dan konseling bisa dikatakan berdiri sebagai sebuah profesi semenjak terbentuknya IPBI ( Ikatanan Petugas Bimbingan Indonesia) pada konverensi pertama di Malang tahun 1975. Kebutuhan akan program layanan bimbingan dan konseling saat ini bukan hanya datang dari dunia pendidikan saja, namun bidangbidang lain seperti dunia usaha dan industri, kemasyarakatan dan lembaga pernikahan, pelayanan sosial, dan bidang-bidang lain yang yang memiliki objek utama individu pun menjadi lahan garapan profesi bimbingan dan konseling. Oleh karena itu kebijakan dari ABKIN dalam mengembangkan profesi bimbingan dan konseling harus bisa membaca ke arah sana, di mana kebijakan ini diberlakukan kepada lembaga pendidikan yang mendidik para calon konselor, dan program pendidikan pasca sarjana dan pendidikan profesi, sehingga kebutuhan dari masyarakat atas keberagaman kebutuhan dari berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dapat dilayani oleh para konselor yang kompeten dibidangnya masing-masing.

TERIMA KASIH