Anda di halaman 1dari 3

TipsTeknikDasarFotografi:

MenentukanWhiteBalance(WB)untukMemaksimalkanWarnaFoto
oleh Arbain Rambey dalam kultwitt (kuliah twitter) pada 11 Oktober 2011 pukul 21.37 WIB melalui account @arbainrambey

Penentuan White Balance (WB) adalah elemen yang sangat penting dalam dunia fotografi digital karena disitu kita akan dapat menentukan warna foto yang akan kita hasilkan. Pada era fotografi film, white balance ditentukan pada film apa yang kita gunakan. Kita bisa memilih film daylight atau tungsten. Di era itu kita hanya dihadapkan pada 2 (dua) pilihan jenis film tersebut. Nah, untuk kebutuhan lainnya, kita harus menggunakan berbagai jenis filter.

Coba Anda tebak, foto ini menggunakan WB apa?

Untuk era digital saat ini, white balance ditentukan sebelum kita memotret atau bisa juga setelah memotret kalau kita menggunakan format gambar RAW. Untuk format JPG akan menghasilkan foto grainy kalau dilakukan perubahan warna. Untuk kerja profesional kita harus menggunakan format RAW. Pemilihan white balance bukan masalah benar atau salah, tetapi masalah kita mau jadinya seperti apa? Kalau kita mau warna di foto kita seperti yang dilihat mata, white balance harus tepat. Tapi WB yang meleset kadang malah menghasilkan foto yang unik dan menarik. Untuk mendapatkan white balance yang tepat, kita harus tahu persis suhu warna yang ada di area pemotretan. Suhu warna di studio akan lebih mudah diduga karena lampu-lampu yang digunakan jelas spesifikasi atau jenisnya. Dengan demikian, WB yang tepat mudah kita dapatkan. White Balance untuk Foto Interior Pada saat pemotretan seperti fotografi interior, suhu warna yang ada akan sulit ditentukan karena akan banyak sekali sumber cahanya dan sifatnya acak. Di sini WB yang tepat cukup sulit didapatkan. Padahal pada fotografi interior, akurasi WB sangat diperlukan untuk mendapatkan akurasi warna rancangan interior tersebut. Khusus untuk kasus seperti foto interior, kita harus menentukan daerah mana yang harus tepat. Di situ kita harus melakukan custom WB dengan menempatkan sebuah tolok ukur. Tolok ukurnya bisa dengan menggunakan kertas abu-abu atau putih. Usai pemotretan, akurasi WB bisa kita lakukan dengan mengkoreksi sang tolok ukur agar seperti warna aslinya. Suhur Warna dalam White Balance Mari kita bahas soal suhu warna dalam WB yang sebenarnya bukan masalah panas atau dingin. Mata kita selalu melihat warna dengan benar selama cahaya cukup karena mata kita selalu melakukan koreksi WB tergantung cahaya yang ada. Namun, kamera kita tidak bisa seperti mata manusia. Mata kita butuh diberitahu soal WB dan mata kita hanya akan menurut saja.
_______________________ Artikel ini diketik ulang oleh Mishbahul Munir dengan beberapa penyesuaikan kata dan kalimat. Pemuatan artikel ini di http://blog.poetrafoto.com sudah mendapatkan ijin dari Arbain Rambey melalui twitternya @arbainrambey. Seluruh foto dalam artikel ini adalah hasil karya dari Arbain Rambey.

Oleh seorang ilmuwan bernama Lord Kelvin (William Thomson), yang juga menciptakan lemari es, cahaya dikelompokkan dalam skala Kelvin. Warna cahaya dimulai dari warna merah sampai ungu. Skala 0 derajat Kelvin adalah sangat merah, sementara skala 10.000 derajat Kelvin adalah sangat ungu. Skala 0 derajat Kelvin adalah sangat merah, sementara skala 10.000 derajat Kelvin adalah sangat ungu. Oleh Kelvin, cahaya matahari (daylight) ditaruh di skala 5.000 derajat Kelvin untuk WB-nya. Jadi, cahaya dari kuning sampai merah, pasti di bawah 5.000 Kelvin. Cahaya biru sampai ungu pasti di atas 5.000 Kelvin. Di dalam kamera kita, ada kode-kode untuk white balance (WB): gambar matahari (daylight) untuk 5.000 Kelvin, gambar awan (cloudy) pada 7.000 Kelvin, gambar bohlam (tungsten) untuk 3.000 Kelvin, gambar rumah dan bayangan pada WB 8.000 Kelvin, gambar neon untuk sekitar 4.000 Kelvin. Untuk kamera profesional, white balance bisa diatur dari skala Kelvin, bukan semata dari simbol-simbol saja. Jadi, kalau foto kita kekuning-kuningan, artinya setting WB di kamera kita ketinggian. Harus kita turunkan, misalnya dari gambar awan ke gambar matahari. Menurunkan WB yang lain, misalnya dari gambar matahari ke gambar bohlam, atau dari 5.000 Kelvin ke 3.000 Kelvin. Masih kuning? Turunkan lagi! Warna warm atau hangat dihasilkan pada Kelvin di bawah 5.000K. Sebaliknya, jika foto kita kebiru-biruan, itu WB-nya kerendahan. Naikkan dengan mengganti dari gambar matahari ke awan atau dari 5.000K ke 7.000K. Ada kalanya WB kita buat salah untuk menghasilkan gambar yang unik. Misalnya, memotret di studio dengan lampu daylight, tapi WB-nya gambar bohlam, foto yang kita hasilkan jadi seperti makhluk Avatar. Atau memotret sengaja menggunakan reflektor WB untuk foto ini adalah 7.000K dikarenakan langitnya sedang berwarna-warni, artinya memang ingin hasil mendung. yang aneh-aneh. Atau memotret sunrise/sunset, WB yang kita pasang gambar awan atau 7.000K, foto yang kita hasilkan suasanya akan menjadi keemasan dan sangat indah. Pada saat cuaca sedang mendung, WB yang tepat adalah 7.000K, maka logo WB-nya adalah awan. Demikianlah masalah WB. Hal ini hanya perlu kalau Anda menganggap bahwa warna adalah sesuatu yang penting. Untuk foto BW (black & white), WB-nya tidak perlu sama sekali. White balance Auto memang cukup praktis, tapi jangan digunakan untuk hal yang profesional. WB Auto akan menganggap bagian tercerah adalah warna putih, walau mungkin sebenarnya bukan. AWB cuman akurat kalau ada banyak warna putih di depan kemera kita.
_______________________ Artikel ini diketik ulang oleh Mishbahul Munir dengan beberapa penyesuaikan kata dan kalimat. Pemuatan artikel ini di http://blog.poetrafoto.com sudah mendapatkan ijin dari Arbain Rambey melalui twitternya @arbainrambey. Seluruh foto dalam artikel ini adalah hasil karya dari Arbain Rambey.

Berikut beberapa foto saya yang lain yang menggunakan beberapa WB yang berbeda.

Foto ini saya ambil pukul 05.30, matahari belum keluar, WB yang saya gunakan daylight dengan menggunakan tambahan flash, f16, kecepatan 1/125 sec. Pada foto ini, WB diatur untuk akurasi warna kulit, yaitu 5.500 Kelvin (Flash), maka latar belakang akan menjadi kebiruan karena matahari belum keluar.

Foto ini dibuat indoor dengan lampu tungsten, tapi WB saya pasang pada 7.000K karena cahaya utama dari luar jendela yang mendung.

Foto ini dikoreksi usai pemotretan dalam format RAW karena cahaya saat pemotretan sangat tidak jelas.

Ini adalah contoh foto yang WB-nya sengaja saya buat kekuningan.

_______________________ Artikel ini diketik ulang oleh Mishbahul Munir dengan beberapa penyesuaikan kata dan kalimat. Pemuatan artikel ini di http://blog.poetrafoto.com sudah mendapatkan ijin dari Arbain Rambey melalui twitternya @arbainrambey. Seluruh foto dalam artikel ini adalah hasil karya dari Arbain Rambey.

Anda mungkin juga menyukai