Anda di halaman 1dari 87

Inilah Perhitungan Sederhana Perumahan Skala Kecil Inilah Perhitungan Sederhana Perumahan Skala Kecil!!

Ingat, kita adalah developer kecil-kecilan. Perhitungannya pun sederhana sekali. Misal tanah seluas 100 m2 dihargai 300ribu/m2. Sehingga harga tanah adalah 30 juta. Bangunan tipe 45 seperti hitungan di atas adalah 90 juta. Artinya modal anda adalah 120 juta. Survey harga rumah yang setipe dengan rumah anda. Misal harga tipe 45 di sekitar lokasi anda adalah sebesar 300 juta. Logika sederhana, jika anda menjual rumah anda dengan harga 250 juta laku tidak? Keuntungan anda kotor anda adalah 130 juta bukan? Jika anda memodali seluruhnya yakni sebesar 120 juta artinya anda mempunyai keuntungan kotor 108,33%. Padahal konsumen memodali anda 75 juta (ingat uang muka), artinya anda hanya memodali 45juta yang artinya anda mempunyai keuntungan kotor 288% dari modal anda. Padahal tanah yang anda kuasai adalah tanah kerjasama dengan sahabat anda seharga 30juta (ingat harga tanah), artinya modal anda cukup 15juta, artinya keuntungan kotor anda 866,67%. Nabung dimana dengan 15 juta bisa menghasilkan 866,67%? Fantastis kan?

Padahal (lagi) kekurangan anda sebesar 15 juta untuk pembayaran kontraktor akan anda bebankan dalam pencairan KPR, artinya modal anda 0 rupiah!!! Ehmm yang ini sedikit tidak masuk akal. Walau bagaimanapun, anda pasti akan keluar modal, tapi semangatnya adalah MODAL TIDAK HARUS BESAR! Cara Dapat Desain Rumah Indah Untuk Perumahan Anda Menjalankan bisnis properti modal nol, beberapa langkah seblumny sudah dijelaskan mencakup bagaimana dapat tanah, bagaimana dapat modal dan bagaimana dapat gambar desainnya. Gambar desain sangat diperlukan karena yang akan Anda lakukan adalah menjual gambar terlebih dahulu sebelum dibangun. peminatnya. Inilah cara bagaimana Anda bisa dapat desain rumah indah untuk perumahan Anda. "Anda tinggal browsing di internet atau mengkoleksi brosur perumahan yang memang laku keras, anda tinggal pilih dan tentukan yang sesuai dengan tanah anda. Jika anda memiliki Pembangunan dilakukan hanya setelah ada

kepiawaian menggunakan program desain, anda bisa kerjakan sendiri. Atau anda tinggal bayar konsultan. Selesai!" Inilah nasehat aryodiponegoro. Jadi Anda tidak perlu jago desain. Bahkan saya menemukan salah satu perumahan yang

menampilkan site plan alakadarnya, hanya digambar dengan pulpen dan penggaris dan sangat minim sentuhan seninya. Mungkin site plan tersebut hanya untuk menunjukkan dimana letak kapling-kaplingnya. Atau mungkin ia tidak memiliki kemampuan desain grafis plus tidak punya tenaga ahli dibidan itu. Salah satu site plan yang pernah saya lihat alakadarnya termasuk perumahan milik teman saya. Saya melihatnya begitu sederhana dan kurang profesional tetapi perlu Anda tahu. PERUMAHAN ITU LAKU. Semoga bermanfaat.

Cara Dapat Modal Untuk Membangun Perumahan Anda Untuk membangun rumahnya dengan uang siapa? Gampang. Inilah Cara Dapat Modal Untuk Membangun Perumahan Anda sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang Anda sendiri.

Apabila tanah sudah dikuasai, anda tinggal pasarkan berikut desain rumahnya. Tetapkan saja uang muka penjualan sebesar 30% dari harga jual. Itu sudah mencukupi modal anda untuk membangun rumah. Logikanya dari mana? Begini, misal anggaran pembangunan rumah adalah 2 juta/m2. Misal anda menjual tipe 45 m2, sehingga total biaya bangunan adalah 90juta. Harga jual tipe 45 misalnya 250 juta. Artinya 30% dari 250 juta adalah 75 juta. Artinya 75juta adalah 83,33% dari 90juta. Are we going to play a hard cash? Oh no jelas tidak. Manfaatkan tenaga kontraktor sehingga kita bisa membayar kontraktor dengan progress. Kekurangan pembayaran bisa kita cadangkan dari pencairan KPR yang sebesar 175juta. Bagaimana jika kontraktor bersedia dibayar turn key, sampai dengan serah terima kunci, sang kontraktor baru menerima pembayaran? Artinya 75juta adalah MURNI UANG ANDA! Kontraktor dibayar dengan pencairan KPR yang bisa kita siasati dengan apa yang biasa disebut STANDING INSTRUCTION atau instruksi pencairan KPR dimana menyebutkan sejumlah dana untuk ditransfer ke rekening kita dan kontraktor.

Bagaimana Cara Mendapatkan Tanah Untuk Perumahan Anda Tanpa Harus Mengeluarkan Uang Bagaimana Cara Mendapatkan Tanah Untuk Perumahan Anda Tanpa Harus Mengeluarkan Uang? Syukur-syukur anda sudah memiliki tanah kapling yang siap bangun. Kalau belum memiliki tanah maka Anda bisa mendapatkan entah itu milik orang tua anda, sahabat anda atau orang lain yang mau bekerjasama dengan anda. Anda tidak perlu membeli kapling siap bangun kan ?! Tinggal buka koran, cari iklan baris bertajuk TANAH DIJUAL, telepon dan sampaikan tujuan anda. Singkat cerita, anda sudah memiliki kapling siap bangun.

Tips Jadi Developer Perumahan Skala Kecil Tanpa Modal Berapa unit rumah yang dapat Anda bangun sebagai developer skala kecil? Untuk menjadi developer besar bisa dimulai dengan jadi developer kecil terlebih dahulu. Di bawah ini Anda bisa melihat langkah-langkah bagaimana menjadi developer kecil.

Inilah tips dari dari tulisannya aryodiponegoro untuk menjadi developer / pengembangan perumahan dalam skala kecil. Empat, lima, enam rumah, bahkan satu rumah pun bisa menjadikan dan menghantarkan anda menjadi developer kelas wahid. Ingat cukup satu rumah! Namun untuk mewujudkan impian besar anda, jangan hanya berhenti di satu rumah saja. Fokus dan kontinuitas sangat dibutuhkan di sini. Dengan anda membidik perumahan kecil, anda tidak akan berhubungan dengan birokrasi perijinan yang rumit. Di beberapa daerah batasannya berbeda-beda. Biasanya di atas 4 kapling, anda sudah wajib menempuh perijinan mulai dari fatwa lahan sampai dengan ijin lokasi. Sedangkan maksimal 4 kapling, anda cukup mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. Ini akan menekan jumlah modal yang musti anda keluarkan. Jika tidak menemukan lahan yang luas untuk 10 unit, 6 unit, 3 unit maka Anda bisa mulai dengan satu unit rumah. Inilah pelajaran kali ini bagaimana Anda bisa mulai menjadi developer perumahan skala kecil.

Taman Kos SERIBU Pintu

Ketika saya menemukan sebuah nasehat dari Donald Trump dalam bukunya Trump University 101 setebal 3 cm, yang mengupas bagaimana mengelola rumah kontrakkan atau rumah sewa, saya menemukan sebuah cara bagaimana bangunan tetap penuh sewa meskipun banya pesaing. Ini pelajaran penting dan sangat berharga bagi saya-orang yang senang bermimpi. Pikiran saya melayang mengarah kepada sebuah lokasi sekitar 20 menit perjalanan dari rumah saya. Disana ada sebuah lokasi dimana orang-orang mengkatakan tempat itu "kontrakkan SERIBU SATU pintu". Saya pun berkata dalam hati " Seandainya kos2an itu semuanya milik saya, berapa pendapatan saya perbulan!!" Betapa kayanya jika pemiliknya satu orang, sayangnya pemilik kos2an itu beda-beda pemilik. K0s2an tersebut-yang juga dikenal dengan sebutan kontrakkanmemiliki kisaran harga sewa sekitar 300 ribu perbulan. Isengiseng saya hitung dari 1000 kontrakkan maka akan ada pemasukan pasif sekitar 300 juta pebulan. Subhanallah mantaaaaaap.

Karena kontrakkan itu beda pemilik, jadi tidak ada manajemen yang khusus yang mengelola dan pengaturan tata letaknya pun tidak tertata bagus. Sekarang saat saya menuangkan baris-demi bari tulisan ini (November 2010) sedang ada proses pembangunan stadion sepakbola bertarap Internasional dan cut and feil kawasan untuk pabrik perakitan mobil dan pabrik baja, serta pabrik2 lainnya yang jaraknya 15 menit dari rumah saya. Bagaimana kalau dari sekarang saya menyiapkan kontrakkankontrakkan itu. Cara pegelolaannya, saya sudah punya bekal dasar berupa pengalaman 6 tahun mengurus pasar tradisional dengan hasil penambahan jumlah kontrakkan 2 kali lipat dan pendapatan 5 kali liat di 6 bulan pertama pengelolaan. Di Tambah : Cara-cara pengelolaan dari banyak sumber seperti Robert G. Allen, Donald Trump, dll. Saya buat kontrakan itu dengan sistem cluster sehingga keamanan dan kenyamanannya terkontrol dengan jumlah ruang setidaknya 1000 unit. Jadi bisa ada pendapatan 300 juta perbulan. Mungkin pengeluaran perbulan 10% ataw 30 juta maka penghasilan bersih 270 juta.

Dalam 10 bulan penghasilan 2, 7 milyar. Mendekati 3 Milyar. Dan saya sebut sebut Taman Kos 1000 pintu. Inilah yang ada di pikiran saya saat itu. Kenyataan sekarang :

Lokasi yang siap dijual dan menurut saya cocok sudah

ada.

Masterplan sudah saya buat karena basic saya dari

Arsitektur

Ada puluh ribuan karyawan perantau dan ada pabrik2

baru sedang dibangun (cukup 5% dari 20.000 karyawan) untuk bisa memenuhi 1000 kontrakkan ini.

Bekal pengalaman dalam mengelola: 6 tahun mengelola

Pasar dengan jumlah kios lebih dari 300 kios. Dan pengalaman memasarkan 60 dari 70 kios baru laku tersewa sebelum dibangun hanya dalam 3 bulan.

Yang saya perlukan sekarang adalah : Ada Investor untuk pembebasan tanah sebanyak 1,5 Milyar untuk pembayaran angsuran pertama tanah seluas 7 hektar. Pembayaran di Angsur 4 tahun dan sisanya diprediksi bisa di

bayar dengan Keuntungan dari kos-kosan. Dan dana untuk pembangunan kontrakkan 2 Milyar. Dana tersebut rencananya untuk membangun 120 unit-1 unit Kontrakkan dengan luas 8 x3 (termasuk teras). Estimasi pendapatan : Perbulan. 120 x 300.000 = 36.000.000,- (36 Juta) Pengeluaran = Listrik, pengelolaan,Maintenance,dll diasumsikan 20% (7,2 jt) dibulatkan 7 jt. Maka : Pendapatn bersih = 36 jt - 7 jt = 29 Jt perbulan. Setahun 290 Juta. Dalam 1 hektar bisa dipakai lebih dari 250 unit kos-kosan satu lantai jika diperuntukkan 2 lantai berarti dalam 1 hektar ada minimal 500 unit. Jadi untuk membangun 1000 unit hanya butuh 2 hektar. Sisanya yang 5 hektar bisa dijadikan kontrakan lagi, perumahan ekslusif, atau sarana bernilai profit lainnya. Untuk perhitungan mungkin saja bisa berbeda dengan Anda, Anda bisa melihat dan menghitung sendiri secara logis.

Begitu minat.....berinvestasilah dengan saya.....saya sangat gembira dan memang sedang berharap. Cukup 70 orang dengan masing2 berinvestasi 50 Juta. Perbandingan keuntungan 65% untuk investor. 65:35. Dan Hubungi SUN : di blog ini atw FB Sunaryo Saripudin. Jika Anda sedang mencari Ide...semoga tulisan ini bisa menginsfirasi Anda.

Tips Menilai Rumah Yang Akan Dibeli Ketika anda dilapangan sedang mencari rumah idaman anda, atau sedang membaca brosur-brosur yang anda minta saat pameran properti. Anda melihat banyak sekali rumah yang ditawarkan. Pasti anda akan membandingkan satu rumah dengan rumah yang lainnya. Ada beberapa tips untuk menilai rumah yang akan anda beli, apakah harga rumah tersebut kemahalan / murah. Penilaian kasar bisa anda lakukan dengan menghitung dari Luas Tanah

(LT) dan Luas Bangunan(LB). Misal dijual rumah dengan spesifikasi LT/LB : 100 / 200 m2. Ini berarti luas tanah 100 m2 dan bangunannanya merupakan bangunan dua lantai dengan luas 200 m2. Untuk menghitung harga rumah tersebut anda harus mencari tahu harga tanah di daerah tersebut. Dan untuk menilai rumah anda bisa melihat dari kondisi rumah. Untuk menilai bangunan perlu ada pengalaman anda harus taksir per meternya berapa, anda bisa menanyakan ke orang bangunan / kontruksi. Untuk menilai harga rumah tersebut tinggal menggunakan rumus berikut : Harga bangunan = Luas bangunan x harga bangunan per m2 Harga tanah = Luas tanah x harga tanah per m2 Total dari harga bangunan dan harga tanah adalah merupakan harga kasar dari rumah tersebut. Dengan menghitung seperti ini, anda bisa memastikan bahwa rumah yang dijual tersebut harganya di atas harga pasar atau harganya miring.

Cara Menilai Harga Rumah

Dengan menghitung luas tanah dan luas bangunan anda dapat mengetahui apakah sesuai atau tidak dengan harga pasaran rumah di sekitar wilayah tersebut dan bisa mencari informasi melalui agen properti, sahabat, rekan kerja dan lainnya. Lakukan perbandingan harga rumah : # Lokasi atau kawasan. Mencari informasi harga pasaran rumah pada penduduk yang tinggal di kawasan tersebut. # Kemudahan. Apakah terdapat fasilitas kolam renang, bilik tambahan, garasi atau taman rekreasi. Rumah yang dekat dengan bank, restoran, sekolah,kantor dan sebagainya. # Ukuran Rumah. Keseluruhan kaki-persegi rumah, ukuran tanah, ukuran ruangan menjadi pertimbangan. Mengetahui nilai harga rumah pasaran dengan menghitung sebagai berikut : 1. Harga Bangunan + Tanah

Harga Tanah = luas x harga pasaran Harga Bangunan = luas x harga pasaran ( perkirakan, termasuk harga renov ) Harga tersebut dijumlah. 2. Nilai Deprisiasi ( Penyusutan )= tetapkan standart

10,15,atau 20 tahun ) Tahun appraisal dibuat - Tahun terbit IMB = usia Bangunan ( Bila sudah ada perubahan / renovasi) Rumus = usia bangunan * harga bangunan dibagi nilai deprisiasi. 3. Nilai Strategis ( tetapkan dalam prosentase : 5 , 10, 15 atau lebih ) Rumus : Harga Tanah * Nilai strategis ( misal 10 % ) Setelah data di atas didapat dijumlah dengan rumus : (Point 1 + Point 3) - Point 2 = Itulah Perkiraan harga rumah anda. Contoh : 1. Harga tanah Dijual = NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) x Luas Tanah

Misal NJOP 800rb/m2 x 200m2 = Rp 160.000.000, 00 Harga pasar biasanya dijual diatas NJOP mulai dari kenaikan 50.000 100.000 (Normal) sampai 2 -3 kali lipat NJOP tergantung lokasi (strategis atau tidak) dan tergantung harga pasaran di daerah itu. 2. Harga bangunan yang dijual = NJOP Bangunan (prediksi perkiraan harga per meter bangunan bekas) x Luas Bangunan. Misal NJOP Bangunan 500rb/m2, tapi kita harus lihat kondisi bangunan baik atau tidak, bagus atau reot, disini akan terlihat harga satuan per meter bangunan layak atau tidak. Kalau bangunan baru bisa di taksir sekitar (perkiraan saja) 1 juta 1,3juta/m2, asumsi dia membangun 1,8jt 2jt/m2 (tentunya ini harus dicek spesifikasi finishing material yang dipakai). Kalau bangunannya sudah lama bisa ditaksir mulai dari kurang dari NJOP, bahkan tidak dihargai sekalipun (kalau kurang layak pakai, perlu banyak renovasi sana sini) sampai diatas NJOP lebih dikit, (setengahnya harga bangunan baru) misalnya 750rb/m2 850rb/m2 Misalkan luas bangunan 100m2 dengan kondisi layak pakai dengan prediksi 700rb/m2, maka harga

bangunan 3.

adalah

Rp.

70.000.000

Maka total harga jual tanah berikut bangunan adalah 230 juta. Maka kita dapat memperkirakan apakah harga 230 juta adalah harga pasaran rumah atau bukan.

Cara Memperkirakan Harga Rumah Yang Akan Di Beli Ketika anda satu saat sedang mencari rumah idaman anda, atau sedang membaca brosur-brosur yang anda lihat saat pameran properti. Anda melihat banyak sekali rumah yang ditawarkan. Pasti anda akan membandingkan satu rumah dengan rumah yang lainnya.

Ada beberapa tips untuk menilai rumah yang akan anda beli, apakah harga rumah tersebut kemahalan / murah. Penilaian kasar bisa anda lakukan dengan menghitung dari Luas Tanah (LT) dan Luas Bangunan(LB). Misal dijual rumah dengan spesifikasi LT/LB : 100 / 200 m2. Ini berarti luas tanah 100 m2 dan bangunannanya merupakan bangunan dua lantai dengan luas 200 m2.

Untuk menghitung harga rumah tersebut anda harus mencari

tahu harga tanah di daerah tersebut. Dan untuk menilai rumah anda bisa melihat dari kondisi rumah. Untuk menilai bangunan perlu ada pengalaman anda harus taksir per meternya berapa, anda bisa menanyakan ke orang bangunan / kontruksi. Untuk menilai harga rumah tersebut tinggal menggunakan rumus berikut:

Harga bangunan = Luas bangunan x harga bangunan per m2 Harga tanah = Luas tanah x harga tanah per m2

Total dari harga bangunan dan harga tanah adalah merupakan harga kasar dari rumah tersebut. Dengan menghitung seperti ini, anda bisa memastikan bahwa rumah yang dijual tersebut harganya di atas harga pasar atau harganya miring.

Memilih

Lokasi

Perumahan

Pertanyaan yang mungkin muncul bila seseorang ingin mencari perumahan : Bagaimana memilih lokasi perumahan? Pertanyaan tersebut sebenarnya cukup sederhana, namun tetap saja memerlukan jawaban yang tidak standar dan sekenanya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut dibawah ini ada sedikit panduan 1) Dalam menentukan praktis untuk memilih lokasi perumahan :

PENENTUAN lokasi kita perlu jeli

LOKASI mengamati

pemgembangan suatu wilayah yang berkaitan erat dengan perkembangan suatu daerah. Disamping itu harus sering melihat-lihat suatu event pameran perumahan atau rajin berjalan ke wilayah yang sedang atau akan dibangun oleh developer. Sebaiknya dalam menentukan pilihan terhadap lokasi perumahan tersebut harus dicocokan dengan peta wilayah daerah tersebut, karena disamping dapat mengembangkan wawasan yang berasal dari suatu informasi (brosur, iklan) tentang lokasi perumahan, tetapi juga dapat melihat lokasi secara makro seperti : Jaringan jalan, lintasan kabel tegangan tinggi, letak sungai besar yang terdekat, letak lintasan kerata api dan berbagai rencana pengembangan kota. Jangan lupa pula untuk mencari informasi secara lisan dari rekan-rekan yang mengetahui wilayah perumahan yang akan dipillih. Iinformasi ini bersifat sebagai pelengkap gagasan untuk menentukan lokasi.

Dari hasil mencari info dan berjalan-jalan, maka kegiatan

pengamatan alternatif lokasi 2)

tersebut

dapat yang

dipergunakan paling menarik

untuk minat.

memperbandingkan kelebihan dan kekurangan pada beberapa perumahan ASPEK

LEGALITAS

Sebelum memutuskan memilih untuk membeli sebaiknya terlebih dahulu memeriksa aspek legalitas atas lokasi tersebut. Adapun aspek legalitas yang bisa ditanyakan ke Perusahaan Pengembang adalah Copy Sertifikat Induk untuk lokasi perumahaan yang dipilih, hal tersebut untuk memberikan kepastian tentang keabsahan kepemilikan atas tanah yang nantinya akan dikembangkan (pemecahan atas sertifikat induk) menjadi SHGB ataupun SHM atas kavling yang dipilih tersebut tidak dalam permasalahan. Selain dari ke perusahaan pengembangan dapat juga bertanya kelurahan atau

kecamatan terdekat tentang rencana suatu lokasi perumahan, apakah sudah memiliki ijin-ijin prisip pada lokasi dimaksud. Unsur legalitas diatas berlaku untuk lokasi perumahan yang benar-benar baru akan dibangun, sedangkan untuk lokasi lokasi perumahan yang sudah/sedang dibangun dapat ditanyakan lebih detail lagi seperti:Surat-surat tanah (AJB, PHTB, SHM/ SHGB), kelengkapan IMB.

3)

FASILITAS

SARANA

&

PRASARANA

Fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai merupakan salah satu kiat utama dari pengembang dalam promosi penjualan rumah-rumahnya. Bahkan tidak jarang pengembang menawarkan hadiah-hadiah untuk membuai calon konsumen untuk membeli salah satu produk rumahnya. Fasilitas standar yang dikenal dengan Fasum & Fasos atau Fasilitas Umum * * * pompa * Jaringan Saluran Penerangan adalah Jalan drainase/ rumah got air & seperti : lingkungan hujan jalan tangan) telepon.

* Fasilitas air minum dan air bersih (jet pump/sumur/ PAM/

Sedangkan Fasos atau fasilitas Sosial adalah seperti : * * * * Balai Rumah Lapangan/ Posko Pertemuan warga Ibadah/ taman/ areal Musholla terbuka Keamanan dll.

Kelengkapan tersebut sebenarnya bertujuan agar warga atau calon pembeli merasa nyaman dan betah bertempat tinggal pada suatu lokasi perumahan. Karena biasanya janji di brosur lebih manis dari kenyataan di lapangan, maka untuk meyakini kebenaran iklan/brosur dari pengembang tersebut, seorang calon pembeli perlu melakukan pengecekan langsung ke lokasi (OTS/On * Apakah sudah the ada jalan Spot) masuk ke : perumahan banjir dengan lingkungan luar minum lingkungan sudah direncanakan dll.

* Apakah saluran darinase air hujan sudah direncanakan untuk mengantisipasi berkomunikasi air keamanan * apakah sudah ada jaringan listrik & telepon yang memudahkan * apakah pengembang sudah merencanakan jaringan air bersih/ * apakah sudah tersedia posko keamanan dan sistem

Apabila hal-hal seperti tersebut di atas sebagian besar belum dipenuhi oleh pengembang mungkin calon pembeli dapat mempertimbangkan kembali kredibilitas Pengembang atau segera beralih ke alternatif lokasi perumahan yang lebih baik. 4) KONDISI RUMAH

Sebagai pembeli tentu akan merasa puas apabila mendapatkan kondisi rumah seperti yang diinginkan apalagi sesuai gambar pada brosur. Kondisi Rumah Sehat pada perumahan biasanya terdapat dua type yakni standar dan peningkatan mutu. Maksud type standar :

* bangunan 1 lantai memiliki jumlah ruang dan kelengkapan bangunan * * * * memiliki atap lantai genteng memiliki memiliki sesuai dengan dengan sumber perkerasan warna air type semen standar listrik bersih

* dinding bata/batako belum dilakukan finishing/ cat dinding sambungan

* memiliki saluran pembuangan air kotor dan septic tank. Sedangkan untuk Type peningkatan mutu perbedaanya hanya terletak * Lantai sudah ditingkatkan menjadi lantai pada keramik

* dinding sudah ditingkatkan dengan finishing cat dinding * Kamar mandi /wc sudah memakai lantai dan dinding keramik * atap genteng sudah memakai warna tertentu.

Sebelum menerima kunci pada saat realisasi pembelian rumah sebaiknya juga harus dicek ke lokasi tentang kelengkapan kondisi rumah tersebut. Pengecekan yang dapat dilakukan secara sederhana adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama yang harus dilihat adalah bentuk rumah secara keseluruhan dari luar apakah atapnya lurus, apakah tidak terjadi kemiringan secara keseluruhan bentuk rumah, apakah pemasangan atap dan lispang sudah benar.

Langkah Kedua adalah melihat bagian dalam rumah seperti: apakah pintu-pintu dan jendela sudah terpasang rapi dan dapat dikunci, apakah lantai-lantai tidak pecah dan menggelembung, apakah plesteran dinding tidak terdapat keretakan-keretakan, apakah pada bagian atap tidak terdapat kebocoran, apakah kayu-kayu yang dipergunakan sebagai pendukung struktur atap tidak patah atau terserang rayap. Langkah Ketiga adalah pengecekan terhadap kelengkapan utilitas dan perlengkapan service di dalam rumah seperti :

* apakah saklar -saklar listrik sudah berfungsi dengan baik, terpasang rapi dan aman dari bahaya korsleting/kebakaran * apakah keran-keran air dan saluran pembuangan di Km/Wc dapat mengalir lancar

* apakah talang-talang air sudah terpasang dengan rapi dan tidak saluran 5) terdapat drainase POTENSI kebocoran perumahan. PERKEMBANGAN * apakah saluran air kotor dari dalam rumah dapat mengalir ke

15 tahun yng lalu kota Depok, Bekasi dan Tangerang mungkin belum seramai seperti tahun ini, namun pada saat ini sudah sedemikian ramainya. Nah seperti itulah cara memandang suatu lokasi perumahan baru, bahwa pada suatu saat nanti akan berkembang pesat seperti kota-kota di atas tersebut. Namun secara mikro sebaiknya adalah perkembangan yang membawa dampak positif seperti:

* tersedianya fasilitas jalan yang lebar dan lancar tidak mengalami * adanya kemacetan fasilitas pendidikan yang dan parah ibadah

* adanya tempat-tempat perdagangan baru (pasar, ruko, supermarket) * adanya tempat-tempat aktivitas umum (Bank, poliklinik/ puskesmas, perumahan bengkel) tersebut * adanya jalur angkutan umum yang melintasi depan lokasi

* adanya sistem pengamanan kompleks perumahan yang terkoordinir banjir. Namun apabila pada lokasi perumahan tersebut banyak rumahrumah kosong yang kurang terawat, maka yang harus dicermati adalah keamanannya. Carilah informasi tingkat kriminalitas pada suatu lokasi perumahan tersebut dari penduduk sekitar atau banjir tukang karena ojek/tukang sistem becak. Atau informasi tentang dll. kemungkinan pada perumahan tersebut sering kali dilanda drainasenya kurang bagus rapi * adanya sistem pengamanan terhadap bahaya kebakaran dan

Semoga bermanfaat bagi pembaca dalam menentukan pilihan terhadap sebuah lokasi perumahan yang benar-benar sesuai kebutuhan (tjinta.co.cc) Diposkan oleh sobatmaya di 03:07 1 komentar Label: Inspirasi Proferti RABU, 03 NOVEMBER 2010 PIlih Rumah Atau Apartemen Pilih Rumah atau Apartemen? (To have a house or an apartment?) dan keinginan.

Geliat dunia properti dan real estate semakin terasa gairahnya. Kebutuhan akan tempat tinggal dan populasi manusia yang makin membeludak menjadi pemicu utama. Di tengah kondisi itu, pilihan antara rumah atau apartemen sering menjadi pertimbangan. Berbagai faktor memaksa masyarakat berpikir ulang tentang tempat tinggal yang ideal.

Dahulu, fungsi rumah hanya sekadar kebutuhan mondok saja. Namun seiring dengan kehidupan manusia yang makin modern serta tuntutan zaman serba cepat dan praktis, hadirlah konsep hunian apartemen yang menjamur belakangan ini. Bagi masyarakat kalangan menengah, tinggal di apartemen atau rumah bisa jadi sama saja. Namun, masing-masing tetap saja memiliki Rumah Pernyataan Rumahku istanaku tentu akrab di telinga Anda. Pernyataan ini seakan menjelaskan bahwa Anda bisa membangun konsep hunian sesuai dengan yang diinginkan. Intinya, rumah lebih bisa menjadi bangunan tumbuh. Berulang kali merenovasi rumah tak menjadi masalah. Selain itu, dengan ruangan yang lapang dapat menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan oleh anggota plus dan minus.

keluarga. Dengan maraknya pembangunan sarana modern dan bisnis terpadu, membuat lahan untuk pembangunan rumah menjadi terbatas khususnya di tengah kota. Sehingga lokasi perumahan menjadi beralih ke pinggir kota atau jauh dari pusat kota. Dampaknya, biaya yang dikeluarkan semakin bertambah (biaya tol dan BBM). Di samping itu, Anda juga harus cermat memilih Apartemen Dengan mengusung konsep hunian yang modern dan praktis, apartemen bisa jadi sebuah solusi ideal bagi masyarakat yang tingkat mobilitasnya tinggi. Akses lokasi yang strategis menuju kantor, dipilih pusat sebagai bisnis, hunian. lalu pendidikan, Selain lintas itu, di hiburan efisiensi kota dan waktu pusat dan perbelanjaan menjadi alasan mengapa tempat tinggal seperti ini kemudahan akses menjadi kebutuhan utama menghindari kemacetan besar. Tinggal di apartemen menawarkan beragam fasilitas yang menguntungkan dan memudahkan bagi penghuninya. Sistem pengelolaan mulai dari sistem pengolahan sampah, sistem instalasi, bebas banjir, tingkat keamanan dan berbagai fasilitas dapat dinikmati penghuni di kompleks apartemen. Mulai dari pusat ATM, minimarket, pusat kebugaran, jogging track, kolam renang, pusat perawatan kecantikan dan beberapa di antaranya lokasi agar terhindar dari banjir.

menyediakan business center bahkan mixed use apartment yang dilengkapi pusat perbelanjaan, perkantoran atau hotel. Namun, bukan berarti tinggal di apartemen tak ada minus-nya. Hal-hal seperti ruang yang terbatas gerak tumbuhnya ( luas bangunan tidak dapat ditambah ), biaya maintenance yang terbilang mahal ketimbang rumah dan juga rawan gempa. Dan yang perlu diingat, hidup di apartemen membutuhkan rasa toleransi yang tinggi. Penghuni harus hidup berbagi dengan penghuni apartemen lainnya. Misalnya seperti halaman, tempat parkir dan tempat terima tamu. Anda harus berbagi dan tidak bisa seperti di rumah sendiri.

Jadi, pilih rumah atau apartemen? Semuakembali pada kebutuhan dan selera Anda masing-masing. (sementigaroda.blogspot.com) Diposkan oleh sobatmaya di 13:15 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Belajar Jadi Pengembang Untungnya Menggiurkan

Bisnis properti adalah salah satu cara cepat membiakkan kekayaan.

Dalam 10 tahun terakhir sebagian kalangan menengah kota mengalami peningkatan kekayaan yang signifikan. Indikasinya bisa dilihat dari pembentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) khusus wajib pajak (WP) besar orang pribadi akhir tahun lalu. Selain untuk mengejar kewajiban pajak para pengusaha yang selama ini membayar pajak jauh di bawah semestinya, KPP khusus itu juga untuk menjaring WP baru yang meningkat kekayaannya. Kekayaan kalangan menengah itu bisa berbiak cepat antara lain karena mereka bermain di properti. Tidak hanya sebagai pembeli tapi juga pengembang (developer). Baik pengembang pasif (hanya menyetor modal atau investor) maupun aktif (menyetor modal dan terlibat dalam pengembangan). Yang terakhir ini bisa sendiri atau bermitra dengan developer yang sudah berpengalaman.

Bisnis properti memang menjanjikan keuntungan menggiurkan. Rata-rata margin bersihnya 20 persen dari harga rumah, kata Miftah Sunandar, Direktur Utama PT Miftah Putra Mandiri, pengembang sejumlah perumahan menengah bawah, menengah dan menengah atas di Depok dan Bandung (Jawa Barat) serta Jakarta Selatan. Angka yang mirip disebutkan Ghofar Rozaq Nazila, Direktur Utama PT Relife Realty,

pengembang perumahan menengah dan menengah atas di Depok dan Jakarta Timur. Jangan heran kendati relatif baru di bisnis properti, kedua developer muda itu sudah bisa membukukan penjualan hampir Rp100 miliar tahun lalu. Berani memulai

Anda tertarik mengikuti langkah mereka? Punya pengetahuan di bidang konstruksi atau arsitektur sangat membantu. Ghofar yang lulusan arsitektur UI misalnya, memulai langkahnya dengan menawarkan jasa design and build untuk rumah tinggal pribadi sebelum berlanjut mengembangkan perumahan. Tapi, syarat itu tidak mutlak. Asal berani memulai, punya komitmen, konsisten, mau belajar, memiliki modal awal dan tidak tamak, semua orang bisa berhasil dalam bisnis ini.

Lihat saja Miftah. Semula ia pemilik toko bahan bangunan di Depok, Jawa Barat. Dari interaksi dengan pemborong ia belajar seluk beluk pengembangan perumahan, mekanisme pembiayaan dan pasarnya. Dari situ saya merasa bisa juga jadi pengembang, katanya. Lain lagi Ashari, dokter pemilik Klinik Tawakal, Tangerang-Provinsi Banten, yang mengembangkan sejumlah perumahan sederhana di Tangerang, Bogor dan Karawang.

Ia

terinspirasi

menjadi

developer

saat

melihat

sebuah

perumahan tetap laku, kendati lokasinya jauh dari jalan utama; bangunan, infrastruktur, dan penataan lingkungannya tidak bagus. Padahal, saya punya tanah 10 ha di Rajeg, Tangerang, lokasinya lebih bagus. Kalau saya kembangkan juga, saya yakin akan lebih sukses, katanya. Karena sama sekali tak punya pengalaman ia mengajak profesional tanah untuk membantu itu. mungil mengembangkan Skala

Kecuali Ashari yang skala pengembangannya langsung cukup besar (10 ha) karena menerima tanah itu sebagai pelunasan utang, para pengembang lain memulai dengan pengembangan berskala mungil (di bawah 3000 m2) dengan jumlah rumah kurang dari 10 unit. Meski menggiurkan untungnya mereka sadar properti adalah bisnis padat modal. Jadi, mereka tidak mau serakah.

Dengan pengembangan berskala mini risiko bisa diminimalisir, proses perolehan tanah dan perizinannya juga tidak ruwet. Di Jakarta misalnya, pengembangan di lahan 5.000 m2 ke bawah tidak perlu izin lokasi atau SIPPT, cukup IMB layaknya rumah pribadi. Karena bersifat pribadi kita juga tak usah mendirikan badan usaha untuk mengembangkannya.

Analisis RAB (rencana anggaran biaya) bangunan dan mencari pemborongnya juga tidak sulit. Saat dijual sertifikat rumah bisa langsung hak milik dan tidak dikenai PPN (untuk rumah di bawah 300 m2). Lokasi tanah biasanya juga di dalam kota yang mudah dicapai dari pusat kegiatan dan fasilitas publik kendati di jalan-jalan kecil. Dengan berbagai kelebihan itu pemasaran rumah pun menjadi lebih mudah.

Pada tahap awal modal sepenuhnya dari kantong sendiri, terutama untuk pembebasan dan pematangan tanah, legalitas, perizinan, biaya operasional dan gaji. Sedangkan pembangunan infrastruktur dan rumah bisa dibiayai dari uang muka konsumen, ditambah upaya cicilan bisa berikutnya dilakukan atau pencairan dana kredit biaya. pemilikan rumah (KPR) yang didapat konsumen. Beberapa lain untuk menghemat

Ghofar contohnya. Karena punya keahlian mendesain ia tidak perlu membayar biaya desain. Ia juga berupaya merundingkan pembayaran tanah secara bertahap, atau mengajak pemilik tanah bermitra mengembangkan tanahnya. Sementara Miftah, karena memiliki toko bahan bangunan, tahu bagaimana mendapatkan suplai bahan bangunan dengan biaya murah.

Rumah

sederhana

dan

menengah

Supaya rumah cepat laku mereka memasarkan tipe rumah yang sesuai dengan daya beli target pasarnya. Target pasar pun dipilih yang sudah dikenal baik karakteristiknya. Misalnya, Ghofar dan Miftah yang sudah lama tinggal di Depok, paham karakteristik penduduknya: kalangan menengah muslim urban yang bekerja sebagai profesional dan karyawan. Berdasarkan hal itu keduanya menawarkan rumah-rumah kecil dan sedang dengan desain bangunan dan lingkungan sesuai selera kalangan tersebut.

Pemasaran juga ditangani sendiri pada mulanya, dengan mendatangi kerabat, relasi, kenalan, bekas dosen selain memasang iklan kecil di surat kabar dan internet. Waktu resepsi pernikahan adik yang kebetulan bekerja di perusahaan oil and gas, saya membawa brosur, kata Ghofar memberi contoh. Respon pasar sangat menggembirakan. Sementara Ashari, karena tanahnya cukup luas dan berlokasi di pinggiran, mengembangkannya sebagai rumah sederhana (RS). Karena pasarnya paling besar dan dapat subsidi dari pemerintah. Jadi, pasti laku. Di mana lagi orang bisa beli RS kalau bukan di luar Jakarta, katanya. Ia menjajakan rumahnya secara kolektif kepada para pegawai pabrik dan instansi pemerintah di sekitar lokasi. Bank dengan senang hati mendukung KPR-nya karena

biaya

handling-nya

lebih

murah.

Menurut Yudi Soebarjadi, Direktur Utama PT Bina Samaktha, developer sejumlah perumahan di Jabodetabek dan sekitarnya, properti adalah bisnis yang tidak akan merugi selama dikelola dengan benar. Semua orang butuh rumah. Jadi, mana bisa rugi? katanya. Supaya cepat laku ia menyarankan developer pemula mengasah sense of marketing dengan antara lain mencoba menempatkan diri sebagai konsumen. Lakukan juga pengamatan dan riset kecil-kecilan untuk memahami tren dan selera pasar.

Dengan cara itu kita tahu apa yang dimaui pasar dan mampu bersaing. Kita juga bisa menawarkan rumah yang lebih baik dibanding rumah sekelas di sekitarnya, jelasnya. Penting juga bertindak terukur, tidak terburu nafsu ingin cepat besar dan kaya. Kalau kesusu bisa terjadi cross cash flow (arus kas silang antar-proyek) yang membuat semua proyek mandek, ujar Ghofar. Keberhasilan mengembangkan perumahan pertama akan

menumbuhkan rasa percaya diri dan pengalaman. Dari pengalaman itu kita bisa memperbaiki efisiensi pengembangan berikutnya. Bahkan, pembiayaan bank sudah bisa dijajaki.

Proyek selanjutnya sudah harus ditentukan sekian bulan sebelum proyek pertama berakhir. Jadi, sebagian pendapatan dari proyek pertama harus segera dibelikan lokasi baru. Supaya makin sukses jangan segan belajar terus seluk beluk real estate dan manajemennya dari buku, kursus, surat kabar, birokrat, banker dan sesama pengembang. Semua pengembang di atas melakukannya. BOX Melalui Proses Memahami tahapan pengembangan sebuah perumahan adalah salah satu cara meringankan kesulitan saat memulai jadi pengembang. Dengan pemahaman itu kita bisa membuat perencanaan dan persiapan. Beberapa tahapan bisa dilakukan simultan. Misalnya, pematangan tanah dapat dikerjakan bersamaan dengan pengurusan izin lokasi, sertifikat induk dan IMB. Tapi, ada juga tahapan yang harus dilalui dulu sebelum masuk ke memasarkan tahap berikutnya. Misalnya, tidak disarankan rumah saat pembebasan tanah masih Yoenazh K Azhar, Yudiasis Iskandar

berlangsung kendati banyak developer melakukannya. Juga, berisiko sudah menjual dan membangun padahal legalitas dan perizinan belum jelas. Berikut tahapan pengembangan sebuah perumahan tersebut (tanpa memperhitungkan proses pendirian badan usaha bila pengembangan dilakukan badan usaha):

1. Survei lokasi. Cari lokasi dengan akses relatif baik ke pusat kegiatan dan fasilitas publik. Untuk perumahan berskala mungil di dalam kota, lokasi di gang pun tak mengapa selagi masih bisa dilalui mobil. Lokasi yang terlalu jauh dari jalan utama, pusat kegiatan dan fasilitas publik akan membuat perumahan sulit dipasarkan. Pastikan juga harga tanahnya kompetitif, cara pembayaran tidak memberatkan, dan di lokasi ada saluran pembuangan. Yang terakhir ini wajib. Kalau nggak jelas mau membuang air ke mana, kita tidak ambil tanahnya, kata Ghofar. Lihat juga pasarnya, apakah kalau di situ dibangun perumahan konsumen yang disasar akan meminatinya? Terakhir, sebaiknya kualitas air tanah di lokasi cukup memadai, paling tidak untuk mandi, cuci, kakus.

2. Mencek peruntukan tanah ke dinas tata kota setempat untuk memastikan lokasi memang bisa untuk perumahan. Perjelas juga koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien lantai bangunan (KLB), garis sempadan jalan (GSJ) dan bangunan (GSB)-nya karena akan mempengaruhi harga jual rumah. Misalnya, kalau KDB-nya hanya 20 persen, berarti salable area (yang boleh dijual berupa tanah+bangunan) hanya 20 persen dari total lahan.

3. Meneliti status dan sertifikat tanah, apakah hak milik, HGB, girik dan lain-lain? Tanah hak milik dan HGB jelas paling aman tapi harganya mahal. Karena itu tanah girik atau belum bersertifikat boleh dibeli karena harganya murah. Yang penting jelas asal usulnya dan kita mau mengurus legalitasnya. Kita bisa menelusuri sejarahnya ke sekretaris desa, lurah dan camat, kata 4. Mengajukan izin lokasi ke pemda setempat Ashari. untuk

membebaskan tanah, membangun, mengelola dan mengalihkan kepada pihak lain (untuk pengembangan yang memerlukan izin lokasi). Tanah yang tidak butuh izin lokasi bisa langsung dibeli. 5. Membebaskan tanah. Pastikan bertransaksi langsung dengan pemilik tanah yang sah dan dilakukan di depan PPAT. Membeli tanah melalui lelang juga bisa jadi alternatif. Harganya lebih murah dan clear and clean, ujar Yudi. Hanya tanah ini harus dibayar 6. Mengurus sertifikat induk, mematangkan tanah tunai. dan

memasarkan rumah secara informal. Tanah perlu segera disertifikatkan atas nama kita atau badan usaha yang didirikan yang disebut sertifikat induk. Jasa PPAT kembali bisa digunakan karena mereka biasanya memiliki relasi yang baik

dengan kantor pertanahan. Saat sertifikat induk diproses kita sudah bisa melakukan pematangan tanah dan memasarkan rumah secara informal.

7. Mengajukan permohonan IMB induk disertai site plan (untuk perumahan yang memerlukan izin lokasi atau SIPPT). Sedangkan untuk perumahan berskala mini yang tidak perlu izin lokasi, bisa langsung mengajukan permohonan IMB disertai peta kaveling dan desain rumah. Perizinan sebaiknya diurus sendiri supaya biaya bisa ditekan. Walaupun nembak kalau diurus sendiri kita bisa tawar-menawar. Kita juga tahu likulikunya. Pengurusan berikutnya kata bisa diserahkan sama Ashari. karyawan,

8. Memasarkan rumah. Kalau site plan disetujui dan IMB induk diterbitkan, pemasaran rumah sudah bisa dimulai secara resmi dengan menarik tanda jadi dan uang muka. Begitu rumah laku kita langsung melakukan proses pemecahan sertifikat induk dan IMB induk (pada perumahan yang memiliki izin lokasi) atas nama pembeli. Sementara pembeli bisa mengajukan permohonan KPR inden ke bank untuk membiayai pembelian rumah. Masa inden (menunggu) sejak rumah dipasarkan hingga serah terima bervariasi tergantung kelas rumah. Untuk RS misalnya, hanya 3 4 bulan, sedangkan rumah menengah dan

menengah

atas

antara

18

bulan.

9. Melayani komplain selama masa retensi, yaitu masa garansi rumah yang berlangsung antara 3 6 bulan setelah serah terima (tergantung kebijakan setiap developer). Jadi, bila terjadi kerusakan seperti bocor, retak-retak dan lain-lain selama masa itu, pastikan Anda memperbaikinya secara profesional. (Pada edisi berikutnya akan diuraikan rumah, dan contoh jalan perhitungan lain menjadi pengembangan pengembang). (housing-estate.com) Diposkan oleh sobatmaya di 13:00 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Tips Memilih Lokasi Porperti yang Strategis Properti merupakan aset yang sangat berharga bagi kehidupan kita, karena sifat dari properti itu sendiri dimana tiap tahun harganya mengalami bukannya mengalami Karena penurunan itu, tetapi malah properti peningkatan. memiliki sebuah

merupakan impian banyak orang. Dalam beberapa kesempatan, ada orang-orang yang mengajarkan bagaimana caranya untuk membeli properti tanpa uang dan tanpa KPR. Tetapi, selain harus mempelajari ilmu tentang bagaimana properti bisa dibeli tanpa uang, kita juga harus belajar mengenai tata lokasi

properti. Properti seperti apa sih yang merupakan properti marketplace, punya nilai jual bagus, mempunyai prospek bagus dan layak untuk anda beli. Simak beberapa tips untuk memilih lokasi properti yang strategis berikut ini

1. Sebuah properti yang bagus harus dekat dengan pusat aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah atau kampus. Tetapi jangan pernah membeli sebuab properti yang dekat dengan Pom Bensin, Tempat Ibadah, Kuburan. Tempattempat tersebut kurang market apabila nantinya properti anda anda. berencana untuk menjual kembali

2. Apabila anda berminat untuk menggunakan properti anda sebagai sumber penghasilan dengan cara menyewakan, pilihlah yang sesuai kriteria. Kalau disewakan untuk kost, pastikan properti anda dekat dengan pusat perkantoran atau area kerja. Bisa juga dekat dengan kampus atau sekolah. Kalau disewakan untuk iklan, pastikan properti anda dekat dengan traffic light, palang kereta api atau posisi tusuk sate dari suatu jalan. 3. Pilihlah properti di lokasi yang setidaknya mobil bisa masuk, karena itu akan meningkatkan harga jualnya di masa depan. Akan lebih bagus kalau berada di jalan raya dengan ruas jalan lebih dari 2. 4. Pastikan properti anda tidak berada di kawasan yang rawan

banjir, sekalipun mungkin ketiga syarat diatas terpenuhi. Karena itu akan sangat menurunkan marketplace dari properti anda. Demikianlah sedikit tips memilih lokasi properti yang strategis, semoga dapat membantu anda menemukan properti idaman anda. (ganyos.com) Diposkan oleh sobatmaya di 12:14 0 komentar Label: Inspirasi Proferti 8 Acuan Memilih Rumah Untuk Investasi TURUNNYA tingkat bunga deposito dibawah 10 persen, membuat para deposan mengalihkan investasinya ke properti, begitu juga turunnya tingkat bunga KPR membuat para calon pembeli rumah melangsungkan niatnya melakukan transaksi pembelian rumah yang telah diminati sebelumnya.

MEMBELI rumah bukan lagi sekadar sebagai tempat berteduh bagi keluarga Kota Metropolitan Jakarta, tetapi diharapkan dapat memberikan capital gain yang besar. Demikian juga membeli ruko bukan untuk membuka usaha, melainkan mengharapkan capital gain atau uang kontrakan. Demikian juga apartemen. Sekarang ini sudah menjadi tren tempat investasi jangka panjang bagi pemilik uang, selain dollar, emas, rumah,

ruko,

dan

apartemen.

Selain dapat pula dipergunakan untuk anaknya beberapa tahun kemudian, tetapi pada saat ini dapat dikontrakan dan mendapat capital gain yang besar ketika hendak dijual. Hal ini dapat kita lihat di sejumlah perumahan, banyak tanah yang bertuan tetapi belum dibangun, serta rumah-rumah yang telah jadi belum berpenghuni, terutama di daerah pinggiran Jakarta. Ruko-ruko yang telah selesai dibangun belum dibuka usahanya dan unit apartemen yang masih banyak kosong belum dihuni. Properti praktis menjadi salah satu media investasi, baik dibayar tunai maupun secara kredit pemilikan rumah.

Berinvestasi di sektor perumahan lebih banyak dilakukan dibandingkan dengan ruko dan apartemen oleh para investor. Selain pembangunan ruko lebih sedikit dan kebutuhannya tidak sebanyak rumah. Pembangunan ruko lebih banyak di kawasan perumahan yang banyak dihuni warga Tionghoa, terutama yang berasal dari daerah luar Jawa. Mereka pada umumnya banyak tinggal dan berusaha dalam satu tempat yang sama, terbawa ke Jakarta. Ini berarti berinvestasi di ruko lebih cenderung melihat penghuni dari lingkungannya. Adapun apartemen lebih banyak dihuni para

eksekutif dari institusi internasional. Maka pembeli apartemen melihat lokasi yang disenangi oleh para ekspat dari luar negeri, yaitu di lokasi Jakarta Pusat dekat pusat bisnis, dan Jakarta Selatan dekat fasilitas umum dan sosial bagi para keluarga ekspat. Faktor yang sering dilupakan adalah siapa pengelola apartemen tersebut, akan mempengaruhi kenyamanan dan keamanan Tidak demikian dengan investasi lingkungannya. rumah. Banyaknya

pembangunan kawasan perumahan di Jabotabek dengan beberapa pengembang, luas lahan yang berbeda, visi dari pemilik yang berbeda pula, sehingga memberi banyak penawaran bagi calon investor memilih lokasi sebagai media investasinya. ADA beberapa tips yang dapat menjadi acuan dalam memilih rumah sebagai media investasi, yaitu:

1. Pembangunan pusat bisnis, pusat perbelanjaan atau sekolah dapat ikut mempercepat kenaikan harga rumah di sekitarnya. Kelapa Gading Permai yang dibangun oleh Sumarecon, terletak di Jakarta Utara berbatasan dengan Pulo Mas sebagai perumahan elite di Jakarta Timur, sejak dibangunnya Kelapa Gading Mal dengan Sogo Departement Store dan super market

buka di sana, serta didukung oleh makro, goro, dan ruko-ruko yang membuka usaha seperti bank, restoran, dan jasa lainnya untuk melayani penghuni rumah di sana, dapat mengangkat rumah sampai beberapa kali lipat.

Pada tahun 1990 harga rumah yang berukuran 120 meter per segi seharga 60 juta, pada tahun 1997 sudah 500 juta. Begitu juga perbedaan harga rumah yang signifikan antara rumah yang ukuran sama di BSD, Lipo Karawaci, dan Gading Serpong, sama-sama Supermal mempunyai dan lapangan golf dan berlokasi di Tangerang. Harga rumah lebih tinggi di Lippo karena adanya gedung-gedung perkantoran.

2. Luas lahan yang telah dikuasai dan rencana lahan yang akan dikembangkan, pembangunan pusat bisnis dan belanja membutuhkan luas lahan yang besar. Untuk membangun sebuah mal atau pusat perbelanjaan yang layak, seperti Supermal Karawaci saja, membutuhkan lahan hampir 10 hektar atau 100,000 meter per segi, belum lagi fasilitas lainnya. Memilih perumahan sebagai tempat investasi harus melihat beberapa besar lahan yang telah dikuasainya. Apabila lahan yang dikuasainya sekitar 50 hektar, akan sulit bagi pengembang membangun pusat bisnis atau belanja. Apabila terlalu besar, tidak menguntungkan pula untuk investasi. Sebab, setelah

berjalan beberapa tahun, pemilik rumah harus bersaing dengan pengembang. Repotnya, ketika rumah ini hendak dijual, penjual rumah ini mesti berkompetisi dengan penjual rumah yang mempunyai lokasi baik dan desain yang lebih oke.

Sebagai pedoman membeli di perumahan dengan lahan lebih dari 250 hektar sampai 500 hektar. Hal ini dapat dilihat dari harga jual rumah di Sunter di kompleks yang kurang dari 50 hektar, berbeda dengan Kelapa Gading, meskipun berlokasi lebih 3. Lebar jauh jalan masuk dari utama dan pusat jalan-jalan kota. lainnya

mempengaruhi harga jual yang akan datang. Jalan masuk utama yang lebar seperti boulevard dengan ditanami pohonpohon palem, begitu juga jalan-jalan lainnya, dapat dilewati mobil dengan nyaman. Faktor ini berperan mengangkat harga jual rumah. Contoh riil bisa dilihat di perumahan Puri Indah di Kembangan. Harga rumah di Blok A sangat jauh berbeda dengan harga rumah di Blok G, dengan luas tanah dan bangunan yang sama.

4. Rencana pembukaan akses masuk pada masa yang akan datang seperti adanya pembukaan tol atau akan dibangunnya jalan penghubung ke jalan utama, akan mempengaruhi harga

jual saat jalan tersebut direalisasikan. Puri Indah sebelum adanya pintu tol di Meruya, harga rumah lebih rendah dibandingkan dengan Taman Kedoya dan Taman Kebon Jeruk. Sejak dibukanya pintu masuk dan keluar tol di Meruya secara tidak langsung ikut menaikkan harga tanah, demikian juga perumahan Taman Aries.

5. Citra pengembang memberikan komitmen jangka panjang dalam menentukan harga jual rumah pada masa yang akan datang. Pengembang Pondok Indah sangat memperhatikan komitmen untuk terus melayani penghuni rumah di kawasannya, seperti perbaikan jalan-jalan yang rusak, pemasangan jalur telepon dan air pam, penambahan fasilitas sosial seperti sekolah yang bermutu, sangat membantu untuk mendorong kenaikan harga rumah lebih tinggi lagi. Permata Hijau dan Simpruk begitu hebatnya pada masa tahun 1980-an, karena kurangnya perhatian dari pengembang, harga jual rumah lebih tinggi di daerah Pondok Indah.

6. Banyaknya orang asing yang berdiam di sebuah lokasi, turut mengangkat harga jual rumah. Hal ini lebih bersifat bisnis. Biasanya orang asing yang menetap di Jakarta, biaya sewa rumah dibayar oleh perusahaan di mana dia bekerja dengan upah dollar. Semakin tinggi posisi pekerja asing tersebut,

semakin

besar

biaya

sewa

yang

dikeluarkan

oleh

perusahaannya. Rumah yang disewapun dengan lahan yang luas dan semua fasilitas tersedia, seperti kolah renang. Semakin tinggi harga sewa rumah, semakin mahal harga rumah yang ditawarkan. Pada saat ini, banyaknya perusahaan multi nasional yang mengurangi usahanya di Indonesia, berarti kurangnya pekerja asing yang menetap di Jakarta, dengan sendirinya berkurang rumah yang disewakan, berarti harga rumah di sana mulai turun lagi.

7. Perbandingan penjualan lahan kosong dan rumah siap pakai. Apabila yang dijual dalam bentuk tanah kosong, maka harga jual pada masa yang akan datang lebih lama diharapkan naik, dibandingkan menjual dalam bentuk rumah siap huni. Semakin ramai kawasan tersebut dihuni oleh pemiliknya, semakin cepat harga rumah tersebut naik. Banyaknya tanah-tanah kosong dan rumah yang tidak berpenghuni memberi kesan sepi dan seram. 8. Luas tanah dan bangunan untuk investasi harus

menyesuaikan penghuni dari lingkungan perumahan tersebut. Setiap kawasan mempunyai luas favorit bagi yang akan tinggal di sana. Jangan berinvestasi luas tanah/bangunan yang luasnya jauh melebihi luas rumah di sekelilingnya.

Biasanya harga tanah atau rumah tidak dapat setinggi harga yang berlokasi di daerah yang berluas sama. Begitu juga jangan berinvestasi di tanah berlokasi tusuk sate (kecuali untuk usaha), lebih lebar depan daripada belakang, dekat dengan pasar, tempat ibadah, jalan utama yang dilalui kendaraan umum (bus, metromini Faktor-faktor dapat tersebut adalah faktor yang lebih dll). bersifat harga

eksternal, sehingga bagi penghuni atau pemilik rumah tidak berperan dalam mempengaruhi kenaikan tanah/rumah. Pemilik dapat turut berperan menaikkan harga rumahnya apabila dalam kompleks perumahan yang bersistem kluster dapat diajak bersama-sama memperbaiki lingkungan lebih baik, seperti sistem keamanan yang lebih terkendali, kebersihan jalan, taman, kebersihan selokan dari sampahsampah rumah, pohon- pohon dapat terjaga dengan baik, taman-taman yang ada terawat dengan baik, dan kanstin di depan rumah dirawat ditanami pohon-pohon yang rindang, bukan sebagai tumbuhnya rumput liar.

Hal-hal ini masih dapat dikendalikan oleh para penghuni rumah. Sebagai contoh kawasan Menteng sampai sekarang masih tetap diminati oleh para pengusaha besar. Pilihan ini dilakukan bukan hanya karena Menteng berlokasi dekat dengan segi tiga

emas atau pusat bisnis Kota Metropolitan Jakarta, tetapi masih tetap terawatnya lingkungan yang asri dengan pohon-pohon besar yang rindang dan aspal jalan yang selalu licin. Jalan-jalan di sekitarnya cukup lebar untuk dua lajur mobil. Tidak demikian dengan daerah yang dekat dengan segi tiga emas, seperti di daerah Bendungan Hilir atau Kebon Kacang. Daerah Menteng atau daerah perumahan yang baik, di mana pengembang sudah tidak mempunyai lahan yang dapat dijual, dengan otomatis hukum permintaan dan penawaran berjalan, calon pembeli sangat berminat di daerah tersebut, penjual mulai memasang harga sesuka mereka.

Jadi, tidak perlu heran kalau harga tanah di Menteng ada yang menawarkan sampai Rp 15 juta per meternya, begitu pula di Pondok Indah bisa ditawar Rp 7,5 juta, dan Puri Indah ditawarkan Rp 5 juta. Sebelum membeli rumah atau tanah sebagai investasi maupun tempat tinggal, alangkah baiknya jika kita melihat lokasinya untuk mendapat capital gain yang lebih tinggi dari bunga deposito. Diposkan oleh sobatmaya di 12:06 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Nyari Lahan Untuk Properti

Salahsatu action dalam mengelola bisnis properti adalah Hunting lokasi untuk dikelola, dengan bekal konsep dan teori yang komprehensif tentunya anda sudah bisa menilai titik-titik lahan yang potensial untuk properti. Di tengah kota, pinggir kota, bahkan pinggiran sekalipun. Semua akan menimbulkan tanggungjawab dan perlakuan konsep yang berbeda, karena lokasi tengah kota ketika diberi fasilitas Taman yang luas, akan terasa membuang-buang lahan. dan ketika lokasi ada di pinggiran kota dengan harga tanah yang relatif rendah, akan lebih menarik dengan mengaplikasikan taman yang luas di setiap sudut-sudut nya.

Anda tentunya pernah membeli sebidang tanah, dan anda pernah berurusan dengan yang namanya Pajak, Notaris, dan BPN. ya inilah yang menjadi tanggungjawab anda jika anda membeli Lepas suatu lahan, baik untuk rumah pribadi atau dikelola perumahan, ya tentu konsekuensinya dengan harga cast dan modal besar untuk mendapatkannya, jika anda diposisi ini sangatlah nyaman karena tidak akan berurusan dengan pemilik lahan tersebut setelah terjadi transaksi, sukur-sukur jika harganya anda dapatkan Ini dengan lebih yang rendah dari sekelilingnya. metode pertama.

Sedangkan metoda yang lain adalah dengan Pembayaran

bertahap, Apa mau pemilik lahannya? bisa mau dan bisa sebaliknya, semua tergantung dengan proses lobi-lobi yang anda luncurkan ke yang bersangkutan. Tapi konsekuensinya bahwa anda dituntut dengan permodalan yang tidak sedikit dan resiko pemasaran yang kudu cepat. Jika anda sudah memiliki calon konsumen yang pasti, tentunya anda tidak salah melakukan metode ini, jika sebaliknya maka hindari saja. karena ada tahap-tahapannya tergantung perjanjian kedua belah pihak, contohnya hitungan berdasarkan waktu, dan kegiatan penjualan, antara berdasarkan keduanya. kombinasi

Misalnya berdasarkan waktu, Kita diikat dengan perjanjian pembayaran sesuai waktu yang jatuh tempo, misalnya 4 bulan atau lebih. Sedangkan berdasarkan kegiatan biasanya tahap pertama produk. Metode yang terakir adalah berlaku bagi anda yang memiliki modal pas-pasan, bisa gak kira-kira? (mudah-mudahan bisa) yaitu dengan melakukan penawaran pembagian keuntungan dengan pemilik lahan, apakah mudah? wah pastinya jawabannya gampang-susah-susah. dengan DP, kemudian ketika sertifikat selesai pengurusannya, dan terakir setelah terjadi kegitan jual-beli

Hanya cukup melalui penjulan, bagaimana anda memiliki harga jual yang memiliki keuntungan titik aman untuk dibagi ke dua pihak itu saja. Jadi developer memiliki resiko kecil dan pemilik lahan tidak memiliki resiko bisnis sama sekali, karena lahannnya yang belum terjual akan tetap utuh, jadi antara anda dan pemilik lahan pada posisi yang untung dan diuntungkan. Mudah Bukan?? Prakteknya yang susah pastinya. (gubahrumahindah.wordpress.com) Diposkan oleh sobatmaya di 11:52 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Jualan Properti Bak Mempercantik Rupa emua kita tau bukan, bahwa mempercantik diri bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam segala hal. eemmm kira-kira seperti itulah yang terjadi dalam pergulatan bisnis properti di daerah dan negara manapun juga. Konsep yang sesuai dengan tijauan kekinian, solutif, dan harga yang kompetitif tentunya, tidak kalah lagi adalah kebijakan Hukum dalam memiliki suatu produk properti.

Apartemen mewah, Kondominium ciamik, Superblock dengan taman yang friendly adalah salahsatu bagian dari beberapa produk properti di negara manapun yang sarat menjadi pertimbangan secara visual. Perkembangan berbagai teknologi

tentunya menguntungkan para pelaku bisnis ini, dan konsumen pun akan lebih nyaman dengan service dan maintenance. Terlebih bagi sebagian pengusaha yang baru akan memulai dalam bisnis ini, perlu adanya pertimbangan desain Arsitektur. Sehingga dalam hal ini desain arsitektur menjadi sangatlah vital untuk menggaet para calon konsumen mereka. Salah satu nya adalah bentuk Gerbang dan Taman, hal paling utama yg menyambut para calon pembeli di sisi depan dari suatu lokasi (perumahan), sehingga para pelaku mutlak berinovasi terus menerus dalam desain arsitekturnya.

Misalnya beberapa tahun lalu masih marak adanya Kolam Renang di suatu lokasi, lha inilah point yang penting yang bisa ditangkap oleh para pelakunya, tapi setelah memasuki tahun 2010 ini apakah masih marak dan diminati konsumen? Jawabannya bisa iya dan sebaliknya semua tergantung dimana lokasi itu berada, misalnya di Jakarta mungkin masyarkat sudah lebih milih yang punya lapangan Golf nya daripada kolam renang.

Atau bahkan dengan daya tarik yang lain misalnya membuat suatu ruangan (Kamar Tidur Utama-Dapur) didesain dengan sangat ciamik dan luas, inilah yang sangat diminati oleh para ibu

juragan (istri pengusaha) sebagai konsumennya. Dan masih banyak hal lain yang akan lebih spektakuler jika diimprove terus menerus. (gubahrumahindah.wordpress.com) Diposkan oleh sobatmaya di 11:50 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Alasan Anda Beli Properti Apakah anda yang sudah berkeluarga? pasti mendambakan hunian yang nyaman dan kalau bisa di lokasi yang tidak jauh dari tempat anda bekerja saat ini misalnya di tengah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan medan. ada juga yang berpikiran dengan opsi lain yaitu dengan hunian yang agak berada di tepi kota yang masih bisa mendapatkan udara dan pandangan alam dan pekarangan yang cukup alami dan tentunya akan ada biaya yang akan dibayar yaitu ongkos menuju tempat kerja yang agak jauh. Hunian yang besar, luas dan cukup untuk menampung semua keluarga, atau hunian yang simple namun ada peluang untuk dikembangkan hunian menjadi vertical rumah tumbuh tidak dimasa memilik mendatang, living yang

pekarangan dan halaman depan atau landed house yang anda masih bisa menyalurkan hobi menanam bunga di pekarangan anda. Tentu ini suatu pilihan.

Opsi pertama tentunya bahwa rumah tersebut akan anda huni bersama keluarga, dan membangun masa depan bersama. Ada juga saat ini yang ingin memiliki second home sebagai tempat untuk istirahat yang berlokasi di tepian kota, dan selain sebagai tempat istirahat bisa juga sebagai ivestasi masa depan dan ada yang betul-betul ingin menambah investasinya untuk sekian tahun ke depan dengan menjadi pembeli pertama suatu hunian dengan tujuan untuk dihuni salah satu anak atau bahkan disewakan dan dijual di tahun berikutnya dengan harga yang cukup OK.

Ada beberapa pertimbangan didalamnya, dengan opsi sebagai main home ada baiknya anda memilih lokasi yang tidak jauh dari tempat kerja anda, Tentunya akan menghemat biaya transportasi. Opsi untuk disewakan tentunya anda harus jeli dengan memilih lokasi yang strategis dan baik terdukung oleh berbagai fasilitas public yang akan mensupport harga sewa tersebut. Berlaku untuk rumah dan begitu juga ruko dan kantor. Sedangkan opsi sebagai investasi ada baiknya anda betul-betul mempertimbangkan dan membaca lokasi tersebut dengan cermat tentunya dengan asumsi bahwa lokasi yang anda pilih akan berkembang pesat dan harga properti anda cepat naik. Perhatikan jalur-jalur transportasi yang terhubung pada masingmasing lokasi tersebut, Karena salah satu perkembangan suatu

lokasi diantaranya adanya akses jalan yang baik dari-ke lokasi tersebut. Pembeli Properti kita (Indonesia) sudah semakin longgar dengan diperbolehkannya WNA menanamkan investasi propertinya di Negara kita, angin segar bukan..? Buat para pelaku Properti khususnya Apartemen mewah. Peraturan terbaru tersebut tentunya untuk memberikan stimulus ekonomi mengingat dibalik bisnis tersebut terdapat ratusan bisnis juga, dan jika bisnis properti gairah, tentu yang lain bergairah juga. Apalagi harga properti di Indonesia masih sangat terjangkau bila dibandingkan di negra-negara Asia seperti Singaura, China, dan jepang. Semakin minat untuk investasi ke properti? Silahkan.! Dan jangan lupa untuk memperlajari hal-hal yang berkaitan dengan adding value dari investasi anda.

Jadi, setiap lokasi dan developer ada tawaran dan kelebihan masing-masing dan tentunya andalah yang menentukan sesuai dengan kondisi kantong , kebutuhan, dan gaya hidup anda. (gubahrumahindah.wordpress.com) Diposkan oleh sobatmaya di 11:49 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Kepercayaan Masih Relevankah Untuk Bisnis Properti?

Seberapa besar pengaruh kepercayaan untuk kontek bisnis dagang properti?? emm pernahkah anda indent kendaraan baik motor/mobil seri terbaru yang saat itu belum di rilis di Indonesia, dan baru ada kabar launching nya 3 bulan kemudian misalnya. Kendaraan roda empat dengan merk terkenal, sesuai dengan kebutuhan anda, tidak ada masalah dengan harga (alias harga berapapun gw bayar). Luarbiasa bukan? Anda begitu percaya dengan produk yang akan anda beli walau barangnya belum anda sentuh dan anda merk lihat sekalipun, dagang dan hanya saja. mengandalkan

Pertanyaannya :) ;Mungkinkah hal ini terjadi pada produk properti (Perumahan-Apartemen-Kondotel dll) ? Wow, Bayangkan jika anda pemilik produkt tersebut, Anda baru saja melakukan negosisi lahan, baru saja mengajukan legalitas proyek, dan produk anda sudah banyak yang indent. Luar biasa bukan? Saya yakin ini membuthkan konsep marketing dan kualitas yang tidak mudah, dan butuh waktu lama. Maka mulailah dari sekarang untuk menanamkan kepada costemer anda terhadap produk anda.

Lain halnya dengan pemian baru, Apakah pemain baru pasti kalah dengan percaturan dengan lawan pemain lama? Tentu jawabannya ada di tangan kanan anda, munculnya produk baru

selayaknya menambah dinamika suatu bisnis, tentunya dengan kualitas dan kelayakan yang ideal bukan sembarang produk. Dengan metode marketing dan promo yang spektakuler bukan mustahil justru akan mampu menerobos menyusul teman-teman yang sudah bermain lebih dulu.

Buat apa pesimis? Buat apa cemas? Buat apa down? ketika cek list produk anda tepat dan layak dengan kualitas prima, tentu costemer akan menaruh hati terhadap produk anda. Action!!! Action !!!!Pasti Berkah di Depan Anda.

(gubahrumahindah.wordpress.com) Diposkan oleh sobatmaya di 11:48 0 komentar Label: Inspirasi Proferti 6 Keuntungan Investasi Properti Investasi pada dasarnya mencakup dua hal, yakni mengeluarkan saat ini untuk mengharapkan keuntungan di saat mendatang dan mengeluarkan secara pasti untuk keuntungan yang belum pasti.

Investasi properti atau real estate, sebagaimana menurut definisi di atas, secara sederhana berarti mengeluarkan atau menanamkan modal dalam aset yang berbentuk tanah dan /

atau bangunan di atasnya. Bentuk investasi lain selain properti ialah : saham, obligasi, option, deposito, emas, dolar dan lainnya. Di sini, biasanya orang berinvestasi karena terdorong oleh harapan yakni memperoleh keuntungan yang begitu tinggi. : Setidaknya ada enam keuntungan dalam berinvestasi properti,

1. Apresiasi dari nilai tambah (karena sifatnya terbatas dan tidak bergerak 2. Nilai tambah dari bangunan 4. 5. komersial Merupakan Proteksi daya / pengembangannya atau agunan beli areal yang terhadap immobility). (seperti dibuat pertanian. baik. inflasi.

3. Adanya pendapatan dari kegiatan operasi (disewakan).

6. Merupakan kebanggaan bagi pemilik atau pemakainya. Di samping keuntungan-keuntungan di atas, investasi di bidang ini berpotensi pula dalam hal kerugian. Sedikitnya ada enam kerugiannya, 1. 2. Hancur Tidak apabila likuid ada dan seperti gempa adanya atau kendala : bencana. waktu.

3. 4. 6. Dalam

Beban Penyusutan Kerumitan hal

pengelolaan / hukum properti,

dan depresiasi dan pada

perawatan. bangunan. perijinan. orang

5. Kontrol pemerintah, seperti aturan perpajakan dan lain-lain.

berinvestasi hanya

umumnya

mempunyai dua tujuan berbeda. Tujuan pertama, investasi yang dilakukannya bersifat jangka pendek (short-term investment), dimana ia berinvestasi bertujuan untuk dijual kembali, seperti pembelian tanah, rumah, rumah toko (ruko) dan lainnya kemudian dijual kembali kepada pihak lain.

Tujuan kedua, investasinya mempunyai sifat jangka panjang (long-term investment), dimana ia bertujuan untuk dimiliki dan / atau kemudian disewakan, seperti villa, fuction house, gedung perkantoran, dominan. Namun apa pun tujuannya, banyak orang yang memandang investasi pada properti lebih menarik dan lebih menguntungkan dibanding investasi di bidang lain. Hal ini dapat dimaklumi karena hampir semua orang beranggapan bahwa tidak ada sejarahnya, khususnya tanah dan rumah yang turun harganya. pusat perbelanjaan, hotel, sportclub dan sebagainya. Disini faktor kebanggaan pemiliknya tampak lebih

Setiap tahun dapat dipastikan harganya akan meningkat dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Dalam ilmu real estate yang sedikit canggih disebutkan pula bahwa yang menjadi pertimbangan dalam investasi properti ada lima hal, yakni : income, depreciation, equity build-up, appreciation dan leverage, atau disingkat IDEAL. Penjelasannya sebagai berikut :

1. Income adalah pendapatan dari hasil investasi properti yang disewakan. Perhitungan sederhananya melalui persentasi nilai sewa per tahun atas nilai properti tersebut, dan pada tahun ke berapa modal investasinya akan kembali. Misalnya, nilai properti Rp 100juta dan disewakan per tahun Rp 10jt, jadi pada tahun ke-10 modalnya akan kembali. 2. Depreciation adalah pengalokasian biaya dari suatu aset properti yang secara akuntansi menjadi unsur biaya. Biasanya ini banyak dilakukan pada perusahaan, dimana memasukkan biaya depresiasi sebagai biaya perusahaan, sementara aset properti masih tetap mempunyai nilai ekonomis. 3. Equity build-up adalah nilai saham yang dimiliki atas sebuah properti oleh investor yang meminjam dan telah terjadi amortisasi dari pinjaman pokoknya. Misalnya, ia membeli sebuah properti senilai Rp 1 milyar dengan pinjaman bank Rp

800juta dan membayar uang muka Rp 200juta. Setelah mengangsur selama jangka waktu tertentu, pinjamannya tinggal Rp 700juta, dan dengan asumsi harga pasar belum naik, maka ia mendapat equity build-up senilai Rp 100juta. 4. Appreciation adalah peningkatan nilai suatu properti. Misalnya, sebuah properti yang dibeli pada tahun lalu seharga Rp 100juta, dan tahun ini menjadi Rp 120juta, berarti telah terjadi appreciationsebesar Rp 20juta dalam setahun. Istilah lainnya yang lebih popular ialah capital gain atau disingkat gain. Inilah yang menjadi alasan utama orang untuk melakukan investasi 5. Leverage adalah pada penggunaan dana properti. pinjaman guna

meningkatkan keuntungan investasi properti. Untuk leverage agak sulit dijelaskan di sini secara umum, karena harus dilihat kasus per kasus dan tidak banyak orang memperoleh leverage karena melibatkan pihak pemberi pinjaman (bank atau pihak ketiga) yang perlu mempelajari lebih rinci sebelum memberikan pinjaman. Namun apa pun bentuk investasi, para investor properti hendaknya tetap memperhitungkan tiga hal, yakni : menghitung biaya investasi itu sendiri, berapa besar hasil yang biasa didapat dari investasi yang ditanam (yield atau return), dan kapan hasil tersebut dapat dinikmati.

Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah, Budi Santoso (gubahrumahindah.wordpress.com) Diposkan oleh sobatmaya di 11:42 0 komentar Label: Inspirasi Proferti Cara Membidik Calon Konsumen Perumahan Anda Sebelum Anda membeli mobil, kira-kira apa yang Anda lakukan? jalan-jalan ke dealer beberapa merk mobil-tanya ke temen-temen yang pernah memakai merk tertentu mengenai kualitas dan harga-atau selalu update dengan informasi yang berkaitan Dan begitu pula dengan dengan Produsen otomotif. kendaraan, selalu

menyesuaikan pasar dan target tertentu. Misalnya merk A mengeluarkan Seri (E metic) Mini Bus dengan harga 170juta, Maka merk B mengeluarkan Seri (XIII) Mini Bus dengan harga 168juta, atau 180juta dan seterusnya.

Inilah proses yang dilakukan oleh para pelaku produsenkonsumen dalam jual-beli. Demikian pula dengan dunia properti Perumahan atau Apartemen, Para developer sangat disarankan untuk melakukan survei pasar sebanyak-banyaknya dan

sedetail-detailnya untuk mendapatkan kelas tertentu yang dibidik dan dituju. Dengan cara ini tersebut akan memberikan beberapa benefit terhadap image konsumen dan pasar dalam merespon produk baru properti.

Anda tidak perlu harus menurunkan harga dari pasar, atau malah menaikkan harga dari pasar. Yang perlu anda tentukan adalah benefit dari produk anda dan pasarlah yang menilai, Teori paling mudah dan simpel misalnya adalah Kawasan A properti yang sangat diminati adalah tipe 45-100m2 dengan harga 179juta dan produk yang sangat tidak diminati adalah tipe 36-79m2 dengan harga 122juta. Dari sini saja sudah dapat menentukan harga dan produk yang ideal untuk lokasi Anda (disarankan untuk pemula).

Pasar sangatlah cerdik dan cerdas dalam membandingkan harga dan kualitas saat ini, tidak perlu anda berpromo gilagilaan dengan biaya yang besar pun, jika produk anda memang marketable maka pasar akan sangat responsip.

Saran untuk para calon pembeli rumah: Bandingkan benefit, sesuaikan dengan jarak tempuh dan kebutuhan, lalu tentukan harga. (gubahrumahindah.wordpress.com)

Diposkan oleh sobatmaya di 11:35 0 komentar Label: Inspirasi Proferti MINGGU, 31 OKTOBER 2010 Mahasiswa Beromzet 17 Milyar dari Bisnis Properti JAKARTA Menjadi pengusaha sukses dan memimpin perusahaan belia. Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan. Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan salah satunya Elang Gumilang (23) CEO PT Dwikarsa Semestaguna, pengusaha muda yang sukses di bidang properti. dengan berpenghasilan besar tidak harus menunggu tua, namun bisa memulai dari umur yang sangat

Kisah sukses pemuda seperti Elang di Indonesia masih langka dan mungkin hanya seribu satu, karena walaupun masih berstatus perusahaan mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah milyaran. dengan omset

Di saat mahasiswa lainnya disibukkan dengan pergulatan kuliah untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Elang sudah mendapatkannya. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu sudah

mempunyai masa depan yang baik dengan sukses membuka lapangan kerja dan memperkerjakan ratusan orang berkat kegigihannya untuk berwirausaha yang sudah terasah sejak di bangku SMA.

Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut lah yang selalu diajarkan kedua orang tuanya.

Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri beriwarusahanya sangat tajam dalam melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasai bergai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat, menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk pembangunan bisnisnya di perumahan. Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, hanya saja mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen, ujarnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta. Berkat pengalaman sebagai marketing perumahan yang dinilai rumah bidang sangat properti sederhana. diawali Dikatakannya, marketing sebagai

cukup, telah membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak saat itu, diapun memberanikan diri ikut tender dalam properti. Kesuksesan yang didapatkannya waktu itu menang dalam tender pembangunan sekolah dasar di Jakarta Barat senilai Rp162 juta.

Kemudian, ambisinya yang ingin terus maju membawanya membangun rumah sangat sederhanya bagi rakyat kecil. Pasalnya saat ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk kalangan berduit saja.

Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin masih jarang sekali pengembang yang peduli. Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah, jelasnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta.

Dengan modal patungan Rp340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang

difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, mulai tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp25 juta dan Rp37 juta per unitnya.

Jadi, hanya dengan DP Rp1,25 juta dan cicilan Rp90 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah, ungkapnya. Berbisnis tidak selamanya berjalan lurus dan pasti ada gelombangnya, terlebih sektor properti. Kekurangan modal dan memaksanya memeras otak mencari jalan keluar. Namun hal tersebut disiasatinya dengan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil. Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya, katanya.

Meskipun demikian, dia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.

Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan termasuk dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini. Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp23 juta per unit, sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp33 juta per unit. Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan. Krisis ekonomi global saat ini disikapinya dengan optimisme. Pasalnya di industri properti Indonesia tidak terlalu bergantung pada asing, sehingga masih ada keyakinan pasar terus terbuka. Industri properti Indonesia masih didominasi oleh pasar lokal. Orang asing belum boleh memiliki properti di Indonesia, tandasnya. Sebelumnya, rasa optimistis industri properti juga disampaikan Presdir PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib. Hiramsyah melihat krisis ini sebagai momentum bagi industri properti untuk menata diri agar lebih berkembang dan kompetitif. Krisis, akan menciptakan titik keseimbangan baru bagi

pengembang. Lihatlah, pengembang dengan fundamental kuat

dan strategi yang tepat akan bertahan, dan bahkan makin eksis, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global, paparnya. Namun, dia tidak menampik akan adanya sejumlah proyek yang tertunda akibat kesulitan likuiditas.

Pertama kali saya membaca profilnya di majalah Pengusaha yang berjudul Kepak Elang Memburu Intan. Yang membuat saya kagum, statusnya yang masih mahasiswa berusia 22 tahun, dan sudah memiliki perusahaan beromzet miliaran rupiah. Alhamdulillah, dalam satu seminar entrepreneurship, saya bisa bertemu langsung dengan dia. Sosoknya yang ramah dan rendah hati, serta gaya berbicara menunjukkan prinsip hidup yang dipegangnya.

Elang Gumilang Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi Keseimbangan Hidup

Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang

Gumilang

(22),

seorang

mahasiswa

yang

memiliki

jiwa

wirausaha tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki rumah. Meski bermodal paspasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk orang miskin. Apa yang mendasarinya?

Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini, langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB. Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi mengitari melanjutkan itu adalah perumahan Elang yang didirikannya Realita yang untuk diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas perumahan, mengajak di obrolan kantornya.

Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak kesayangan guru-gurunya. Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor, Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan. Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan, tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam hati, Elang bertekad setelah

lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliahnya kelak.

Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu. Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini tercium juga oleh orang tuanya. Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir, jelas pria pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.

Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah. Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB (Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya tersebut.

Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp 1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu

pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu. Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di kampusnya. Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan, paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah? Pemuda miskin itu lalu menjawab, Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak. Setelah

mendengar jawaban dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.

Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta, ucapnya bangga. Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil jerigenjerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi,

karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. Saya sering ketiduran di kelas karena kecapain, kisahnya. Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak

menggunakan otot dari pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluangpeluang bisnis yang tidak menggunakan otot.

Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris, jelasnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.

Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan. Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen, ujarnya. Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia mulai merenungi kondisinya. Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini? batinnya. Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalatistikharah minta ditunjukkan jalan. Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang,

siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, Bukannya kamu yang membuat? Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti, ujarnya. Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tendertender yang lebih besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun. Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh dan membangun keluarga. Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala

mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah, jelasnya. Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang, kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60

dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. Jadi, hanya dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah, ungkapnya.

Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam, angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung. Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. Uang yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk

membantu orang-orang miskin dan orang yang kurang modal, bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin. Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.

Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal. Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. Kita hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain, ucapnya

berfilosof. Ketika seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal orang itu mencari kuncikunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain sebagainya. Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid. Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat Shubuh, semua saya lakukan, ujarnya merendah.

Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. Dalam halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah. Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat mati, ujarnya.

Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran Ghaib Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran ghaib. Kenapa ghaib?, sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.

Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya. Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya, karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya. Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.

Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa

lembar, Elang menemukan satu pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskanElanglah yang menjadi juaranya. berbeda Padahal jauh diukur dengan secara para omset, pendapatannya lainnya. pengusaha

Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu, terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih luas.

Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak

selamanya berjalan mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia

banyak sekali mengalami hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal, prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan rumah. Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan daripada ke mahasiswa, ungkapnya.

Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman, masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman. Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan. Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan meraih kemuliaan dunia serta (miphz.wordpress.com) akhirat.