Anda di halaman 1dari 9

Judul: Finding Destiny (Sekuel dari Eagle or Chicken?

Diary) Genre: Saeguk, Friendship, Romance Part: 1- 13 Cast: Park Shin Hye Yoo Seung Ho Bang chul yong / Mir MBLAQ Lee Hongki (FT Islands) Im Yoona (SNSD) Ost: Davichi - Love oh Love

Part *1 Berkisah tentang seorang putri bernama park shinhye, gadis dari kalangan biasa yang selalu dipandang sebelah mata, yang merasa hidupnya berada di posisi tidak tepat. Namun akhirnya dia mampu berkata: ''aku seperti rajawali!''. Shinhye pov #hal yang mustahil terjadi di dalam hidupku, aku menjadi seorang putri. Aku istri seorang putera mahkota, yoo seung ho, rasanya aku ingin berjingkrak2. Dan berteriak: aku lebih dari pemenang#end.

Seorang putri dengan hanbok kebesaran ala putri istana berwarna merah berjalan ke arah sebuah tempat pengirikan anggur. ''apa aku terlambat?'', tanya putri itu pada seorang yeoja disampingnya. ''putri shinhye, kau tidak perlu terburu2, masih ada waktu'', jawab gadis itu tersenyum. ''yoona ah, aku tidak ingin terlambat, kau tahu betapa ibu suri galak sekali padaku?''. Shinhye pov #yeoja yang ada disampingku adalah im yoona. Dia sahabatku dan juga seungho saat masuk duduk dibangku sekolah seni. Yoona pula yang berkata -shinhye ah, engkau layak untuk seungho-. Bukankah itu adalah karakter seorang sahabat yang merelakan cintanya untuk orang lain. Ya, yoona menyukai seungho, namun seungho memilihku#end. Yoona mengangguk.

Yeoja yang bernama shinhye itu mencincingkan hanboknya agar dapat berjalan lebih cepat. ''putri, tolong turunkan hanbok anda, jangan sampai ibu suri melihatnya'', kata seorang dayang sambil menunduk. Shinhye tidak mengindahkan kata2 dayang itu. Tidak lama kemudian, rombongan shinhye dan yoona sampai di tempat pengirikan anggur. Ibu suri duduk di kursi kebesaran dan menatap tajam kedatangan shinhye. ''apakah hanya sikap rendah seperti itu yang kau tunjukkan bahwa kau seorang putri?'', teriak ibu suri. Shinhye hanya menunduk. ''kau tidak layak disebut putri! Apakah kau menikah dengan seorang putera mahkota cukup menjadikanmu seorang putri?'', kata ibu suri lagi. ''joesonghamnida daehu (ibu suri)'', kata shinhye *bow*. Ibu suri hanya mendengus. ''oh kau yoona, kemarilah'', ibu suri bersikap ramah kepada yoona. ''kau cantik hari ini'', kata ibu suri lagi. Yoona *bow*, ''gamsa hamnida daehu''.

Shinhye memimpin upacara pembukaan musim pengirikan anggur. Sebentar lagi musim menuai anggur, para dayang ditempat pengirikan anggur kembali bekerja untuk membuat anggur terbaik untuk jamuan di istana joseon karena joseon terkenal dengan dengan kualitas anggur terbaik diseluruh dataran asia.

Shinhye berdiri didepan altar dan memulai upacara itu. Semua dayang terlihat sungguh2 mengikuti upacara musim pengirikan anggur itu. ''kita meminta kepada Tuhan agar memberkati kita selama musim pengirikan anggur'', kata shinhye sambil mengangkat sebuah lilin lebih tinggi dari kepalanya. Semua orang menunduk, ''kami mohon kemurahanMu ya Tuhan''. Shinhye mengambil segelas minuman dari fermentasi anggur itu lalu mengangkatnya dengan kedua tangannya.

Tanpa sengaja shinhye menginjak hanboknya sendiri hingga membuatnya oleng. ''kyaaaa!!'', teriak shinhye terjungkal lalu jatuh tepat pada meja altar hingga semua peralatan upacara terlempar ke udara lalu jatuh berserakan. Ibu suri begitu terkejut begitu juga dengan yoona dan seluruh dayang. beberapa dayang membantu shinhye berdiri. ''putri, apa anda baik2 saja?'', tanya seorang dayang. ''gwaenchana'', shinhye merapikan hanboknya. Ibu suri mendekati shinhye dengan geram. ''kau tidak pantas disebut putri! Kenapa putra mahkota bisa menyukaimu, kau tidak pantas ada didalam istana'', teriak ibu suri. Yoona mencoba menenangkan ibu suri. ''daehu, tolong tenangkan diri anda, maafkan putri'', kata yoona. Shinhye sujud dihadapan ibu suri. ''daehu, maafkan aku'', kata shinhye. ''shinhye ah, apa yang kau lakukan memberi pertanda buruk untuk joseon'', teriak ibu suri. Ibu suri beserta rombongan meninggalkan tempat pengirikan anggur. Shinhye masih sujud dengan mukanya sampai ke tanah. ''shinhye ah??'', yoona mencoba menggoyangkan tubuh shinhye. Shinhye tidak bergerak sama sekali dan tetap bersujud. ''shinhye ah!'', kata yoona sekali lagi. *brukkk* shinhye jatuh pingsan. Semua orang terkejut termasuk yoona yang saat itu ada disisi shinhye. Seorang dayang berlari menyusul rombongan ibu suri. Yoona menyuruh seorang dayang untuk memanggil pengawal kerajaan. ''bawa bantuan kemari, katakan putri park jatuh pingsan'', seru yoona.

Lee hongki sedang berada di kelas seni joseon mengajari cara pembuatan lampion.

''oppa, bagaimana cara membuat lampion itu'', tanya seorang gadis kecil. ''apa kau benar2 bisa membuat lampion, hyung?'', tanya seorang murid laki2 hongki. Hongki mengangguk, ''tentu, karena keahlianku membuat lampion, putra mahkota menyuruhku tinggal di dalam istana'', jelas hongki. ''bukankah kau bisa masuk ke istana karena putri park? Bukan karena bakatmu?'', kata anak lelaki itu. Hongki pov #jika kau bukan anak kecil sudah aku pukul hingga hidungmu berdarah!#end. Hongki hanya mengangguk kaku dan menyuruh murid2nya duduk di kursi masing2. Semua murid hongki terlihat kesulitan merangkai lampion. ''hyung, tolong kemari bantu aku'', suruh seorang murid sekolah seni. Hongki dengan sabar membantu murid2nya cara membuat lampion.

=didalam kamar shinhye= seorang tabib istana sedang mencoba menilik kondisi shinhye. ''bagaimana kondisi shinhye?'', tanya yoona. ''apakah putra mahkota yoo seung ho belum kembali?'', tanya tabib itu. ''putra mahkota sedang memimpin perang di perbatasan joseon, aku tidak tahu kapan dia kembali'', kata yoona. ''apakah ada hal penting menyangkut kondisi putri?'', tanya yoona lagi. Tabib itu mengangguk. ''putri shinhye hamil''. ''mweo??''. ''aku rasa ini akan menjadi berita yang istimewa ketika nanti putra mahkota kembali ke joseon''.

Yoona keluar dari paviliun milik shinhye dan duduk di taman istana. ''shinhye hamil, seungho pasti sangat bahagia mendengarnya'', gumannya Hongki keluar dari kelas musik karena jam mengajarnya sudah selesai.

''anak2 itu selalu membuatku darah tinggi, aiss'', gerutunya. Hongki berjalan ke arah paviliun shinhye dan melihat yoona sedang duduk di taman istana. ''hei yoona ah!'', panggilnya. Yoona menoleh dan melihat hongki berdiri di belakangnya. Hongki duduk disamping yoona, ''aku lihat kau sedang tidak senang hari ini? Mweosseulkka? (ada apa)''. Yoona hanya tersenyum, ''anieyo, gwaenchana''. Yoona melirik lampion milik hongki, ''kau akan bawa lampion itu kemana?''. ''aku akan membawanya untuk shinhye''. Hongki pov #walau aku tinggal di istana yang begitu protokoler, aku dan shinhye berjanji untuk memanggil nama masing2. Aku tidak pernah memanggil shinhye dengan sebutan putri park#end. Yoona tertawa, ''kau memanggil shinhye tanpa sebutan putri?''. Hongki mendengus, ''bukankah kau juga tidak memanggilnya dengan sebutan putri? Ya sudah aku akan menemui shinhye''. Hongki beranjak dari tempat itu. ''jangan menganggunya, shinhye tadi jatuh pingsan'', kata yoona. Hongki menoleh, ''mweo?''. ''apakah dia sakit? Bukankah dia terlihat baik2 saja, apa mimisannya kembali kumat?'', cerocos hongki. Hongki mengira sakit mimisan shinhye kumat. Shinhye terkena mimisan saat jatuh menunggang kuda ketika duduk di bangku sekolah seni. Saat shinhye mengira bahwa dirinya akan mati, namun Tuhan menyatakan mujizatnya karena shinhye dinyatakan sembuh. Yoona menoleh dan menatap hongki, ''kau terlihat begitu mengkhawatirkan shinhye?'', kata yoona penuh kecurigaan. ''karena kami berteman sangat baik'', jawab hongki. ''jinja??'', ucap yoona sidik menyelidik.

Hongki menatap yeoja itu lalu pergi meninggalkannya.

Hongki masuk ke pavilliun milik shinhye namun dilarang masuk oleh dayang penjaga. ''aku ingin menemui shinhye, aku dengar dia sakit'', kata hongki. ''anda tidak boleh masuk'', teriak dayang istana karena hongki ngotot ingin menemui shinhye. Shinhye yang baru saja siuman mendengar ribut2 diluar paviliunnya. ''hongki ah??'', katanya ketika melihat hongki sedang dikerubungi para dayang paviliunnya. ''eung! Shinhye ah!'', kata hongki dengan berbinar2.

Yoona masuk ke rumahnya dan melihat ayahnya sedang sibuk dengan seorang pasukan biro keamanan. Ayah yoona menjabat menjadi kepala biro keamanan joseon. ''appa?'', sapa yoona. ''eung, yoona ah, ayah ingin bicara denganmu'', kata tuan im. Yoona menghampiri ayahnya dengan lesu. ''ayah, neomu phigonhaeyo (aku lelah)'', kata yoona. ''aku dengar pembawa pesan mengabarkan seungho segera kembali ke joseon'', kata tuan im. ''mollayo''. *pletak* tuan im memukul kepala anak gadisnya itu. ''appa??'', yoona mengelus kepalanya. ''apa kau ingin menyerah untuk mendapatkan seungho, kau harus menjadi seorang putri pendamping putra mahkota''. ''sireo'', yoona masuk ke dalam kamarnya.

Shinhye duduk di taman depan paviliunnya bersama hongki.

''untukmu'', hongki memberikan lampion buatannya kepada shinhye. ''gomaweo hongki ah'', shinhye tersenyum. Shinhye terlihat berkeringat dan berkali2 memijit pelipisnya. *hoek hoek* Tiba2 shinhye mual2 seraya menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. ''shinhye ah, kau hamil?'', tanya hongki. ''mweo?'', shinhye melongo. ''anieyo, tabib istana belum berkata apa2'', kata shinhye lagi. ''seungho pasti akan senang mendengarnya'', seru hongki.

*pembawa pesan datang* Seru kepala pengawal kerajaan. Shinhye berdiri dan seorang pembawa pesan datang menghampiri shinhye. ''ada apa? Apa kau membawa kabar dari putra mahkota?'', tanya shinhye. ''dua hari lagi, putra mahkota tiba di joseon'', kata si pembawa pesan. Tak lama kemudian si pembawa pesan itu pergi dari paviliun milik shinhye. Shinhye melonjak kegirangan dan langsung memeluk hongki. ''hongki ah, seungho akan pulang!!'', pekiknya. hongki ikut tertawa, ''ne!''. Hongki pov #shinhye begitu mencintai seungho. Aku bahagia berada disisinya dan tetap mencintainya diam2, menjaganya dan ikut tertawa ketika dia tertawa dan ikut menangis ketika dia menangis#end. Shinhye teringat bahwa dirinya ada didalam istana dan langsung melepas pelukannya. ''seharusnya aku tidak memelukmu, mianhaeyo'', shinhye tersenyum. ''kau berjanji bahwa kita tidak ada jarak apapun, tetaplah sama seperti dulu ketika kita diluar istana, yaitu saat kau belum menjadi seorang putri'', kata hongki. Shinhye mengangguk.

=Di perbatasan joseon= Seungho sedang mengamati denah perbatasan untuk menjangkau daerah musuh. Ketika melihat denah itu muncul bayangan shinhye. ''hei kau seungho!!'', panggil bayangan shinhye yang nampak dari gambar denah itu. ''aiss!! Kenapa wajahmu ada dimana2!'', gerutu seungho. Seorang panglima prajurit masuk ke dalam kemah. ''pembawa pesan datang dari istana'', kata penglima perang joseon. ''suruh kemari!'', kata seungho. Si pembawa pesan masuk ke dalam kemah. ''saya membawa pesan dari istana, bahwa putri shinhye sedang sakit, tapi anda diminta tidak perlu kuatir'', kata si pembawa pesan. ''mweo? Istriku sakit dan aku disuruh tidak kuatir? Kau tahu bagaimana sifatnya, dia selalu berpura2 baik2 saja''.

Seungho memutuskan untuk kembali lebih dulu ke istana. Ditengah hutan, beberapa orang berpakaian serba hitam bersembunyi dibalik semak, tidak lama kemudian seungho yang menaiki kuda bersama serombongan prajurit melewati daerah itu yang disebut lembah roh. Serombongan pria berbaju hitam langsung menyerang rombongan seungho dan terjadi perkelahian sengit. Pemimpin perampok berbaju hitam itu menyuruh anggotanya untuk menjarah barang2 yang dibawa rombongan seungho. Seorang kepala prajurit menarik penutup wajah milik ketua perampok itu dan langsung menusuknya dengan pedang, pria tidak dikenal itu langsung jatuh terguling ke lembah. Seorang perampok itu langsung mengarahkan anak panah ke arah seungho yang sedang berkelahi. *slaaatttt* Anak panah itu melaju dan mengenai dada kanan seungho, membuat tubuh namja itu terjatuh dan terguling2 terperosok masuk ke lembah.

''putra mahkota????'', pekik para prajurit. (davichi - love oh love)