Anda di halaman 1dari 22

KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER Tugas VI “Network Address Translation”

KOMPUTER Tugas VI “Network Address Translation” Oleh : Kelompok 08 Adnin Rais 1108605017 Indra

Oleh

:

Kelompok 08

Adnin Rais

1108605017

Indra Maulana Bachtifar

1108605031

Joy Salomo S

1108605033

Km Ressa Caprytenta T

1108605060

Ps.Teknik Informatika Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Komunikasi Data dan Jaringan Komputer mengenai “NAT (Network Address Translation)”.

Laporan ini berisikan tentang penjelasan pengertian, jenis, tujuan, dan cara kerja dari NAT. Kami berharap laporan ini dapat berguna dalam proses belajar mengajar dalam mata kuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Denpasar, April 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

4

1.2 Rumusan Masalah

5

1.3 Tujuan

5

1.4 Batasan Masalah

5

1.5 Manfaat

5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi NAT (Network Address Translation)

6

2.2 Tipe-Tipe NAT

7

 

2.2.1 NAT Tipe Statis

7

2.2.2 NAT Tipe Dinamis

9

2.3 Tujuan NAT

12

2.4 Cara kerja NAT

16

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan

21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Internet Protocol Address (alamat IP) merupakan suatu komponen vital dalam dunia internet, karena alamat IP dapat dikatakan sebagai identitas dari pemakai internet, sehingga antara satu alamat dengan alamat lainnya tidak boleh sama. Pada awal perkembangan internet digunakan IP versi 4 (IPv4) yang penggunaannya masih dirasakan sampai sekarang. Internet Protocol (IP) pada awalnya dirancang untuk memfasilitasi hubungan antara beberapa organisasi yang tergabung dalam departemen pertahanan amerika yaitu Advanced Research Project Agency (ARPA). Sebelum terciptanya internet protokol, jaringan memiliki peralatan dan protokol tersendiri yang digunakan untuk saling berhubungan, sehingga mainframe vendor A tidak dapat berkomunikasi dengan mini computer pada vendor B, begitu pun sebaliknya. Dari permasalahan tersebut, kemudian dibuatlah suatu protokol yang dapat digunakan secara umum untuk menyatukan berbagai perbedaan dalam penggunaan perangkat yang terhubung didalam jaringan. Protokol tersebutlah yang sampai saat ini masih mendominasi dalam pemakaiannya oleh masyarakat banyak, yaitu internet protocol versi 4 atau disingkat IPv4.

Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. NAT membuat jaringan yang menggunakan alamat lokal (private), alamat yang tidak boleh ada dalam tabel routing internet dan dikhususkan untuk jaringan lokal/intranet, agar dapat berkomunikasi ke internet dengan jalan meminjam alamat IP internet yang dialokasikan oleh ISP.

1.2

Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud NAT (Network Address Translation) ?

Bagaimana NAT Tipe Statik dan NAT Tipe Dinamis ?

Apa tujuan melakukan NAT (Network Address Translation) ?

Bagaimana Cara Kerja NAT (Network Address Translation) ?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari laporan ini dibuat untuk membantu memahami tentang NAT (Network Address Translation) yaitu definisi, jenis/tipe, tujuan dan cara kerja .

1.4 Batasan Masalah

Pada laporan ini hanya membahas tentang NAT beserta tujuan dan cara kerja NAT (Network Address Translation).

1.5 Manfaat

Dari laporan ini diharapkan bagi pembaca dapat memahami definisi, jenis, tujuan dan cara kerja dari NAT (Network Address Translation).

BAB II

PEMBAHASAN

NAT atau Network Address Translation merupakan salah satu teknologi jaringan yang kini telah menjadi salah satu standar dalam penyusunan suatu topologi ataupun logika dalam sebuah jaringan komputer maupun jaringan data.

2.1 Definisi NAT

Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP, merupakan teknologi yang memungkinkan jaringan IP Private dapat membagi koneksi akses internet jaringan yang didisain untuk menyederhanakan IP address dan berperan juga untuk melindungi jaringan dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas. Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP version 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 bytes berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu user dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dishare dengan beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan. NAT berlaku sebagai penerjemah antara dua jaringan. Dalam beberapa kasus pada jaringan rumahan, posisi NAT diantara jaringan internet dan jaringan lokal Anda. Internet sebagai sisi “Public” dan jaringan lokal Anda sebagai sisi “Private”. Ketika komputer pada jaringan private menginginkan data dari jaringan public (internet), maka perangkat NAT

membuka sedikit saluran antara komputer Anda dan komputer tujuan. Ketika komputer pada jaringan internet membalikkan hasil dari permintaan, yang dilewati melalui perangkat NAT kepada komputer peminta, sehingga paket tersebut dapat diteruskan melewati jaringan public. Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misal ke server suatu web tertentu. Akan tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil. Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Gateway NAT juga mampu membatasi akses ke internet, selain juga mampu mencatat semua traffic baik dari dan ke internet. Overall, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.

2.2

Tipe-Tipe NAT

NAT atau Network Address Translation memiliki dua tipe, yaitu statis dan dinamis yang diuraikan sebagai berikut.

2.2.1 NAT Tipe Statis

Network Address Translation (NAT) menterjemahkan sejumlah IP address tidak terdaftar menjadi sejumlah IP address yang terdaftar sehingga setiap client dipetakkan kepada IP address terdaftar yang dengan jumlah yang sama.

Jenis NAT ini merupakan pemborosan IP addr ess terdaftar, karena setiap IP address yang tidak

Jenis NAT ini merupakan pemborosan IP address terdaftar, karena setiap IP address yang tidak terdaftar (un-registered IP) dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Static NAT ini juga tidak seaman jenis NAT lainnya, karena setiap komputer secara permanen diasosiasikan kepada address terdaftar tertentu, sehingga memberikan kesempatan kepada para penyusup dari Internet untuk menuju langsung kepada komputer tertentu pada jaringan private anda menggunakan address terdaftar tersebut. Static NAT atau NAT statis menggunakan table routing yang tetap,atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai dengan alamat asal atau source ke alamat tujuan atau destination, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila translasi alamat ipnya belum didaftarkan dalam table nat, contoh bentuk table translasi statis dapat dilihat pada gambar 3.Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal(inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside). Alamat lokaldan global dipetakan satu lawan satu secara Statik.NAT secara statis akan melakukan request atau pengambilan dan pengiriman paket data sesuai dengan aturan yang telah ditabelkan dalam sebuah NAT, adapun contoh sebuah routing statis dari sebuah jaringan sederhana dapat dilihat pada gambar.

routing statis dari sebu ah jaringan sederhana dapat dilihat pada gambar. Static Routing dengan menggunakan static

Static Routing dengan menggunakan static NAT

2.2.2

NAT Tipe Dinamis

Dynamic Network Address Translation dimaksudkan untuk suatu keadaan dimana anda mempunyai IP address terdaftar yang lebih sedikit dari jumlah IP address un-registered. Dynamic NAT menterjemahkan setiap komputer dengan IP tak terdaftar kepada salah satu IP address terdaftar untuk connect ke internet. Hal ini agak menyulitkan para penyusup untuk menembus komputer didalam jaringan anda karena IP address terdaftar yang diasosiasikan ke komputer selalu berubah secara dinamis, tidak seperti pada NAT statis yang dipetakan sama. Kekurangan utama dari dynamis NAT ini adalah bahwa jika jumlah IP address terdaftar sudah terpakai semuanya, maka untuk komputer yang berusaha connect ke Internet tidak lagi bisa karena IP address terdaftar sudah terpakai semuanya.

bisa karena IP address terdaf tar sudah terpakai semuanya. NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika balancing,

NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika balancing, atau menggunakan logika pengaturan beban, dinama dalam tabelnya sendiri telah ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahannya, NAT dengan tipe dinamis pada umunya dibagi menjadi dua jenis yaitu NAT dinamis dengan sistem pool dan NAT overload, ada juga tipe yang lain yaitu Overlapping.

2.2.2.1

NAT Sistem Pool

NAT dengan sistem pool atau kelompok menggunakan sebuah tabel NAT dengan logika dinamis, dimana logika yang ditanamkan dalam NAT tersebut merupakan logika Fuzzy atau lika ambang yang nilai translasinya belum pasti, dimana dalam sistem pool, suatu request belum tentu akan melewati jaringan yang sama bila melakukan request yang sama untuk kedua kalinya, Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool)alamat global yang

akan digunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT Dinamik ini dapat memetakan bebarapa kelompok alamat lokal ke beberapa kelompok alamat global. Gambaran dari logika Nat dengan sistem pool dapat dilihat pada gambar, salah satu aplikasi router NAT yang menggunakan logika pool yaitu PF Sense turunan dari sistem operasi Free BSD

pool yaitu PF Sense turu nan dari sistem operasi Free BSD Gambaran logika NAT dinamis Nat

Gambaran logika NAT dinamis

Nat dengan sistem pool biasanya sering dimanfaatkan untuk melakukan balancing atau penyeimbangan beban pada jaringan.

2.2.2.2 NAT Sistem Overloading

NAT dengan sistem Overloading menggunakan logika dimana request atau permintaan dari banyak client atau banyak alamat dioperkan atau diberikan ke satu alamat ip distribusi. Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Hal ini sangat Sejumlah IPlokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP.Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metoda port multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound. Penggabungan system overloading dan sistem pool telah dilakukan oleh banyak produsen router dan menghasilkan logika yang banyak digunakan untuk load balancing saat ini yaitu Round Robbin Load Balancing, dimana logika ini melakukan pengiriman request secara berurutan, secara bergantian ke alamat gateway yang telah ditanamkan dalam tabel NAT sebelumnya, sehingga suatu multireuest dari sebuah

alamat ip dapat melalui lebih dari satu alamat distribusi, penerapan ini dapat dilakukan dalam penggunaan DualWan Router, selain itu logika ini juga memiliki logika Fail Over, dimana bila suatu alamat distribusi tidak dapat lagi mengirimkan paket maka paket akan dialihkan ke alamat distribusi yang lain. Berikut gambaran dari sistem Overloading ini.

yang lain. Berikut gambaran dari sistem Overloading ini. NAT dengan Overloading memiliki logika yang sangat mirip

NAT dengan Overloading memiliki logika yang sangat mirip denganFail Over, tetapi dalam Overloading alamat ip tetap sama, hanya portnya sajayang berubah, sehingga dalam Overloading setiap alamat ip diberikan satualamat distribusi tetapi menggunakan port yang berbeda.

2.2.2.3 NAT Sistem Overlaping

NAT dengan sistem Overlaping diterapkan bila suatu alamat privatedalam suatu jaringan merupakan alamat privat teregistrasi di dalam jaringanlain, maka router NATharus melakukan look up ke dalam tabel untuk melakukan intercep atau pengubahan konfigurasi pada salah satu alamat jaringan dan merubahnya dengan alamat jaringan lain yang unik, dan khusus,dalam hal ini router NAT harus mampu mentranslasikan alamat jaringaninternal sama baiknya dengan melakukan translate jaringan eksternal. Sistem NATOverlaping ini dapat digunakan guna menanggulangi terjadinya ipconflict atau kesamaan ip dalam suatu jaringan.

Gambaran jaringan dengan sistem NAT Overlaping 2.3 Tujuan NAT Ketika suatu komputer terkoneksi ke intern

Gambaran jaringan dengan sistem NAT Overlaping

2.3 Tujuan NAT Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misal ke server suatu web tertentu. Akan tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalah gunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat 5 keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

NAT digunakan untuk menyelesaikan masalah pengalamatan IP Teknologi NAT memungkinakan alamat IP lokal/’private’ terhubung ke jaringan publik seperti Internet. Sebuah router NAT ditempatkan antara jaringan lokal (inside network) dan jaringan publik (outside network), dan mentranslasikan alamat lokal/internal menjadi alamat IP global yang unik sebelum mengirimkan paket ke jaringan luar seperti Internet. Dengan NAT, jaringan internal/lokal, tidak akan terlihat oleh dunia luar/internet. IP lokal yang cukup banyak dapat dilewatkan ke Internet hanya dengan melalui translasi ke satu IP publik/global.

NAT untuk mentranslasikan alamat IP, sebagai contoh apabila akan berganti ISP (Internet Service provider) atau menggabungkan dua internet (menggabungkan dua perusahaan) maka diharuskan untuk mengubah alamat IP internal. Akan tetapi dengan menggunakan teknologi NAT, maka dimungkinkan untuk menambah alamat IP tanpa mengubah alamat IP pada host atau komputer. Dengan demikian, akan menghilangkan duplicate IP tanpa pengalamatan kembali host atau komputer. Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah

menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Gateway NAT juga mampu membatasi akses ke internet, selain juga mampu mencatat semua traffic baik dari dan ke internet.

NO

KEUNTUNGAN

KERUGIAN

1

Menghemat alamat IP legal yang ditetapkan oleh NIC atau service provider

Translasi menimbulkan delay switching

2

Mengurangi terjadinya duplikat alamat jaringan

Menghilangkan kemampuan trace (traceability) end to end IP

3

Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet

 

4

Menghindarkan proses pengalamatan kembali (readdressing) pada saat jaringan berubah

 

5

Meningkatkan keamanan sebuah jaringan.

 

6

Memberikan keluwesan dan performa dibandingkan aplikasi alternatif setingkat proxy.

 

Sewaktu Internet terus mengalami laju peningkatan, NAT menawarkan cara cepat dan efektif untuk memperluas akses internet yang aman ke dalam jaringan yang sudah ada dan maupun jaringan-jaringan lokal yang baru. Selain itu NAT menawarkan keluwesan dan performa

dibandingkan aplikasi alternatif setingkat proxy, dan menjadikan ukuran standar untuk akses internet yang dibagi-bagi (connection sharing).

akses internet yang dibagi-bagi ( connection sharing ). Gambar 4 Inside Lokal IP Address Gambar 4

Gambar 4 Inside Lokal IP Address

Gambar 4 memperlihatkan alamat IP yang di set untuk sebuah host pada jaringan lokal (inside network). Pengalokasian alamat IP harus unik dan dalam satu subnet yang sama.

(inside network). Pengalokasian alamat IP harus unik dan dalam satu subnet yang sama. Gambar 5 Inside

Gambar 5 Inside Global IP Address

Sebuah alamat IP legal (ditetapkan oleh NIC atau service provider) yang mewakili satu atau lebih alamat IP inside lokal ke dunia luar. Alamat IP ini dialokasikan dari kapasitas alamat global yang unik. Biasanya disediakan oleh Internet Service Provider (ISP) ditunjukkan pada Gambar 5.

Inte rnet Service Provider (ISP) ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 6 Outside Global IP Address Gambar

Gambar 6 Outside Global IP Address Gambar 6 menunjukkan alamat IP yang ditetapkan untuk sebuah host pada jaringan luar (outside network)

alamat IP yang diteta pkan untuk sebuah host pada jaringan luar ( outside network ) Gambar

Gambar 7 Simple Translation

Gambar 7 menunjukkan sebuah translasi yang memetakan satu alamat IP ke satu alamat IP lain.

2.4 Cara kerja NAT

Berikut adalah ilustrasi cara kerja NAT yang digunakan untuk mentranslasikan alamat dari dalam (inside) jaringan ke tujuan (outside).

GAMBAR

KETERANGAN

Langkah 1:

Langkah 1:

Pengguna pada host

10.1.1.1

membuat koneksi

ke outside host B.

Langkah 2: Paket

Langkah 2: Paket

pertama yang diterima oleh router dari host

10.1.1.1

dicocokkan

dengan tabel NAT . Jika translasi ada, (karena sudah diset statik), maka router melanjutkan ke Langkah 3. Jika translasi tidak ditemukan. Router mengalokasikan sebuah alamat baru dan menset sebuah translasi dari inside local 10.1.1.1 ke sebuah alamat legal inside global dari kelompok

 

(pool) alamat dinamik.

Langkah 3:

Langkah 3:

Router mengganti alamat 10.1.1.1 inside local IP dengan alamat inside global yang telah dipilih, 192.168.2.2, dan meneruskan paket data.

Langkah 4:

Langkah 4:

Host B menerima paket dan merespon ke node

yang menggunakan alamat IP inside global

192.168.2.2.

Langkah 5: Ketika router menerima paket dengan alamat IP inside global, router membentuk tabel NAT

Langkah 5: Ketika router menerima paket dengan alamat IP inside global, router membentuk tabel NAT dengan alamat IP inside global sebagai referensi. Langkah 6: Router kemudian mentranslasikan alamat tersebut ke 10.1.1.1 yang merupakan alamat inside local, dan meneruskan paket data ke 10.1.1.1. Host 10.1.1.1 menerima packet dan memprosesnya.

Alamat Inside Global Overload

Bagaimana proses Alamat Global Overload?

Gambar berikut akan mengilustrasikan proses NAT dengan satu buah alamat inside global yang merepresentasikan alamat inside local yang berjumlah banyak secara terus-menerus. Dalam contoh ini, tabel translasi ‘extended’ akan digunakan. Dalam tabel ini, kombinasi alamat dan port membuat setiap alamat global IP menjadi unik (tidak ada yang sama). Sebenarnya, yang membuat alamat ini menjadi unik adalah Port Address Translation (PAT), yang merupakan bagian dari NAT.

GAMBAR

KETERANGAN

Langkah 1:

Langkah 1:

Pengguna pada host 10.1.1.1 membuat koneksi ke host B.

Langkah 2: Router akan menerima paket dari 10.1.1.1 dan mengecek tabel NAT. Jika translasi belum

Langkah 2: Router akan menerima paket dari 10.1.1.1 dan mengecek tabel NAT. Jika translasi belum ada, router akan menentukan alamat 10.1.1.1 yang harus ditranslasikan. Router mengalokasikan alamat baru dan menset translasi dari alamat inside local 10.1.1.1 ke alamat global. Jika overload diaktifkan, dan translasi lain juga aktif,

 

router akan menggunakan kembali alamat global tersebut dengan mencantumkan port yang berbeda untuk tiap translasi alamat IP.

Langkah 3:

Langkah 3:

Router mengganti alamat IP inside local 10.1.1.1 dengan alamat IP inside global 192.168.2.2, dan meneruskan paket data. 8

Langkah 4:

Langkah 4:

Host B yang berada di luar (outside) menerima paket dan merespon node yang menggunakan alamat IP inside global

192.168.2.2.

Langkah 5:

Langkah 5:

Ketika router menerima paket dengan alamat IP inside global, router mencari pada tabel NAT-nya, dan mengecek alamat inside global dan nomor port. Alamat ‘outside’ (outside global IP address) dan nomor port-nya sebagai

referensi. Langkah 6: Kemudian router mentranslasikan alamat IP tersebut ke alamat inside local 10.1.1.1 dan
referensi.
Langkah 6:
Kemudian router
mentranslasikan alamat
IP tersebut ke alamat
inside local 10.1.1.1 dan
meneruskan paket ke
10.1.1.1. Host 10.1.1.1
menerima paket dan
memprosesnya.

3.1

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :

1. NAT Merupakan salah jenis satu protokol jaringan, yang menggunakan

logika pemprograman berdasarkan tabel NAT yang dibuat sebelumnya. 2. NAT Merupakan protokol jaringan yang bersifat khusus, dikarenakan NAT

memiliki translasi yang berbeda untuk tiap-tiap tipe jaringan.

3. NAT Merupakan salah satu metode perlindungan atau security jaringan yang baik dan handal, dikarenakan banyaknya metode konfigurasi yang dimiliki.

4. NAT Berfungsi sebagai trafic atau pengontrol arus data dalam jaringan, ataulebih sebagai polisi dalam sebuah trafic light.

5. NAT Memiliki dua jenis yaitu statis dan dinamis.

6. Aplikasi NAT sangat banyak beredar di masyarakat, dan bias didapatkan

dengan mudah. 7. NAT dapat diaplikasikan dalam banyak jenis jaringan, baik itu jaringan bersifat besar (lebih dari 1 network atau jaringan) ataupun yang sederhana(atau yang hanya terdiri dari satu jaringan).

DAFTAR PUSTAKA

T. Sugiharta. Network Address translation (NAT): Cara lain menghemat IP Address. FreeBSD Maniac Press (1996).

A.S. Tanenbaum. Jaringan Komputer Edisi Bahasa Indonesia. Prenhallindo, halaman 93

(1997).

Winarno Sugeng ; Jaringan Komputer dengan TCP/IP ; Penerbit Informatika ; Bandung 2006

Basuki,Mudji. Network Address Translation (NAT) (http://ilmukomputer.com)