Anda di halaman 1dari 63

KELOMPOK 3 CEMPAKA PUTIH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH JAKARTA

ALDI NUR IHSAN LONA PERMATASARI MUHAMMAD ESHA FAHLUTHFI MUHAMMAD HERLI PUTRI HADIANTY M R. SITI AISYAH MAHARANI TIKA DIAN PARAMITA WIWIK DWI HANDAYANI YENI ANGGRAENI YOGIE PRASETYO

Otot

merupakan kelompok jaringan terbesar dalam tubuh,dan membentuk sekitar separuh berat tubuh. otot rangka itu sendiri membentuk sekitar 40% dari berat badan tubuh pada pria dan 32% pada wanita,sementara otot polos dan otot jantung membentuk sampai sekitar 10% sisanya dari berat tubuh total.

Otot Polos JENIS-JENIS OTOT Otot Jantung

Otot Rangka

memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng mengalami tetani, tahan thd kelelahan

memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah

memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan terhadap kelelahan

KARAKTERISTIK OTOT

Iritabilitas

Kontraktilitas

Ekstensibilitas

elastisitas

Setiap otot rangka tersusun atas ribuan sel otot, yang juga biasa disebut serabut otot. Serabut otot yang dikelilingi oleh selaput jaringan ikat disebut endomisium. Serabutserabut otot ini akan membentuk fasikulus yang dibungkus oleh perimisium (selaput jaringan ikat yang yang meliputi berkas-berkas otot). Pada sebagian besar otot, fasikulus-fasikulus ini terikat bersama oleh epimisium (simpai jaringan ikat yang meliputi otot kerangka).

Setiap serabut otot rangka terdiri dari ratusan miofibril. Miofibril merupakan kumpulan dari ribuan filamen miosin dan filamen aktin. Dua filamen ini tersusun paralel dan saling tumpang tindih. Miosin berwarna gelap dan tebal sedangkan actin tipis dan terang. Unit dasar dari miofibril adalah sarkomer. Batas antara akhiran filamen aktin dan filamen aktin berikutnya membentuk daerah gelap yang disebut z line.

*filamen miosin Sebuah filamen miosin terdiri dari kumpulan sekitar 200 molekul miosin. terdiri dari kepala dan ekor. Kepala ini sangat penting pada mekanisme cross bridge pada kontraksi otot. *filamen aktin terdiri dari dua untai aktin, juga terdapat dua untai protein lagi yang terletak pada lekukan yang dibentuk oleh dua untai aktin.

FILAMEN ACTIN

PERLEKATAN OTOT RANGKA


Otot melekat pada tulang melalui tendon, dimana tendon tersusun atas jaringan ikat fibrosa yang kuat. Biasanya setiap otot memiliki setidaknya dua tendon, masing-masing melekat pada tulang yang berbeda. Ujung otot melekat pada tulang secara langsung maupun melalui perantara jaringan ikat. Apabila letak perlekatan mendekati garis tengah tubuh atau ke arah proksimal disebut dengan origo. origin Apabila sebaliknya, disebut dengan insersio

insertion
Source: Joseph Hamill. Biomechanical basis of human movement. 3Rd ed. Lippincott Williams & Wilkins. 2009.

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Tulang

adalah jaringan ikat yang bersifat kaku dan membentuk bagian terbesar kerangka,serta merupakan jaringan penunjang tubuh utama.

Epifisis

: bagian ujung tulang yang membulat. Metafisis : bagian tulang yang melebar di dekat ujung akhir batang Diafisis : bagian tengah tulang yang berbentuk silinder

metaphisis

Periosteum : lapisan fibrosa yang melapisi seluruh tulang Articular cartilage : tulang rawan sendi Marrow cavity; sumsum tulang

Ciri-ciri khusus terjadi pada tempat lekat tendo,ligamentum, dan fascia. Condylus : daerah persendian yang membulat ,misalnya condylus lateralis ossis femoris Crista : rigi pada tulang,misalnya crista iliaca Epicondylus : tonjolan di atas kondilus .misalnya epicondylus lateralis ossis humeri Facies : permukaan licin dan datar yang merupakan tempat pertemuan dua tulang)

Foramen

: lubang melalui tulang,misalnya foramen obturatum Fossa : lekuk atau daerah yang lesak ,misalnya fossa infraspinata scapula Linea : peninggian berupa garis ,misalnya linea musculi solei ,linea poplitea ossis tibiae Malleolus : tonjolan yang membulat,misalnya malleolus lateralis ossis fibulae

Incisura

: takik pada pinggir tulang misalnya, ischiadica major Protuberantia : penonjolan,misalnya protuberantia occipitalis externa Spina : tonjolan menyerupai duri ,misalnya spina scapulae Processus spinosus :tonjolan yang menyerupai duri,misalnya processus spinosus vertebrae

Trochenter

: peninggian besar yang tumpul,misalnya trochanter major femoris Tuberculum : peninggian kecil,misalnya tuberculum majus humeri Tuberositas atau tuber : peninggian yang besar dan membulat,pembengkakan,misalnya tuber ischiadicum.

Tulang digolongkan menurut bentuknya Tulang panjang : tubular,misalnya humerus Tulang pendek : kuboidal dan hanya terdapat pada pergelangan kaki (tarsus) dan pergelangan tangan (carpus) Tulang pipih : umumnya berguna sebagai pelindung,misalnya tulang pipih cranium melindungi otak

Tulang

tak beraturan dengan bentuk beraneka ragam ,misalnya tulang wajah Tulang sesamoid (ossa sesamoidea) : terbentuk dalam tendo tertentu (misalnya patella) dan terdapat di tempat persilangan tendo dengan ujung tulang panjang extremitas ;tulang sesamoid melindungi tendo terhadap keausan berlebih dan seringkali mengubah sudut tendo sewaktu menuju ke tempat lekatnya.

Source: Joseph Hamill. Biomechanical basis of human movement. 3Rd ed. Lippincott Williams & Wilkins. 2009.

Arteri

memasuki tulang dari periosteum,selaput jaringan ikat berserabut meliputi tulang.arteri periostal masuk di banyak tempat dan mendarahi substantia compacta ;arteri ini bertanggung jawab untuk nutrisinya.maka,tulang yang periosteumnya disingkirkan akan mati. Didekat pertengahan diafisis arteri nutriens menembus substansi compacta secara miring dan mendarahi substantia spongiosa dan sumsum tulang.arteri metafiseal dan episeal mendarahi ujung tulang.

Vena

mengiringi arteri,dan banyak vena besar meninggalkan tulang melalui foramen di dekat ujung artikular tulang.tulang yang bersumsum tulang mera,memiliki banyak vena besar. Pembuluh limfe terdapat amat banyak dalam periosteum

Saraf

mengikuti pembuluh darah yang memasok tulang.periosteum amat kaya akan saraf sensoris yang disebut saraf periostal;beberapa di antara saraf itu mengandung serabut rasa sakit.saraf ini terutama peka terhadap robekan,atau tegangan,dan ini dapat menjelaskan mengapa rasa sakit pada fraktur terasa amat hebat.didalam tulang saraf vasomotoris menyebabkan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah.

RANGKA
Rangka manusia dikelompokkan menjadi:
Rangka aksial (tengkorak, columna vertebrae, thorax) Rangka apendikular (ekstremitas superior dan inferior )

Rangka aksial dan rangka apendikular

RANGKA AKSIAL
Rangka aksial membentuk sumbu tubuh Terdiri dari 3 kelompok:
Tengkorak Columna vertebrae Thorax

TENGKORAK
Neurocranium terdiri dari:
Os frontale Os parietale

Splanchnocranium terdiri dari:


mandibula Os maxillaris

Os occipitale
Os temporale Os sphenoidale Os ethmoidale

Os zygomaticum
Os nasale Os lacrimale Os palatina

Os vomer
Concha nasalis inferior

Neurocranium
parietal
frontal

occipital

temporal

sphenoid

Source: Dynamic Human Anatomy 2.0

Splanchnocranium

nasal lacrimal zygomaticum concha nasalis inferior maxilla palatina


Source: Dynamic Human Anatomy 2.0

vomer mandibula

Fungsi splanchnocranium:

Membentuk struktur wajah Membentuk rongga untuk alat-alat indera Menyediakan saluran tempat lewatnya makanan Menahan gigi Tempat melekatnya otot-otot wajah

Columna vertebra terdiri dari 26 vertebra (7 cervical,12 thoracal, 5 lumbal, 1 sacrum (berasal dari 4-5 os sacral) , 1 coccyx) . Fungsi: Penyokong kepala dan ekstremitas. Memungkinkan pergerakan bipedal Menyediakan tempat untuk perlekatan otot dan organ Melindungi medulla spinalis dan tempat keluarnya saraf spinal.

Terdiri dari:

Vertebrae thoracalis posterior costae lateral Sternum dan cartilago anterior

Rangka apendikular merupakan rangka pelengkapan yang merupakan bagian alat gerak yang terdiri dari :
Tulang ekstremitas superior dan gelang bahunya Tulang ekstremitas inferior dan gelang panggulnya

Ekstremitas superior: Gelang pektoral: clavicula dan scapula. Gelang bahu dan otot-otot disekitarnya bahu Tulang ekstremitas superior terdiri dari:

Lengan atas humerus Lengan bawah radius and ulna Tangan carpal, metacarpal and phalanges

Ekstremitas inferior: Gelang panggul terdiri dari: os coxae (gabungan dari os ilium, ischium & pubis ) Tulang ekstremitas inferior terdiri dari:

Tungkai atas femur Tungkai bawah tibia & fibula Kaki tarsal, metatarsal & phalanges

Tulang ekstremitas inferior

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Suatu sendi adalah hubungan antara setiap bagian yang kaku (tulang atau tulang rawan) pada kerangka. Pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka.

Sendi digolongkan menurut jenis bahan pemersatu tulang yang bersendi. Dengan demikian dapat dibedakan tiga jenis sendi, yaitu :

Sendi Fibrosa, dipersatukan oleh jaringan ikat fibrosa. Pada sendi fibrosa tulang yang bersendi dipersatukan oleh jaringan fibrosa. Sutura crania merupakan contoh jenis sendi fibrosa yang terbentuk pada tulang tengkorak berdekatan melalui persatuan oleh jaringan fibrosa, seringkali berpautan erat sepanjang garis bergelombang.

Sendi kondral (Kartilago), dipersatukan oleh tulang rawan (chondrum,cartilage) atau gabungan tulang rawan dan jaringan fibrosa (fibrocartilago).

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Sendi Synovial, ditandai dengan adanya cavitas articularis; sendi synovial adalah jenis sendi yang paling umum. Sendi ini memungkinkan gerak bebas antara tulang yang berhubungan, dan khas bagi semua sendi ekstremitas. Disebut sendi synovial karena mengandung cairan pelumas yang disebut sinovia. Sendi synovial dibedakan atas tiga sifatnya, yakni: Adanya cavitas articularis Ujung tulang yang diliputi oleh cartilage articularis Sendi yang diliputi oleh capsula articularis (simpai fibrotik yang disebelah dalam dilapisi membran synovialis)

Sendi

bersumbu satu Sendi Engsel (knee joint), hanya memungkinkan fleksi dan ekstensi (misalnya sendi siku dan sendi lutut). Sendi Kisar (Pivot), Sendi berporos, atau sendi putar, pergerakan sendi memutar dimana ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros : gerakan radius di sekitar ulna pronasi dan supinasi.).

Sendi

bersumbu dua : kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus Sendi Pelana (thumb joint), berbentuk bagaikan pelana, artinya tempat tulang bersendi berbentuk cekung dan cembung. misalnya sendi rahang dan tulang metakarpal pertama (pergelangan tangan) yang dapat memberikan banyak kebebasan untuk ibu jari dapat berhadapan dengan jari lainnya. Sendi kondiloid (wrist joint), memungkinkan fleksi dan ekstensi, absuksi dan aduksi, dan sirkumduksi (misalnya metacarpophalangea jari-jari tangan = pergelangan tangan)

Sendi

bersumbu tiga (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola Sendi Datar, memungkinkan gerak meluncur atau gerak geser (misalnya articulatio acromioclaviculare). Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang selangka dan tulang belikat. Sendi Peluru (hip joint), memungkinkan gerak menurut berbagai sumbu (misalnya fleksi-ekstensi, rotasi medial dan lateral dan sirkumdiksi). Kepala yang bulat pas kedalam cekungan. bongkol sendi tepat masuk dalam mangkuk sendi yang dapat memberikan seluruh arah, misalnya sendi panggul dan sendi peluru yang terdapat di bahu.

SENDI ENGSEL

SENDI KISAR (PIVOT)

SENDI PELANA

SENDI KONDILOID

SENDI LUNCUR

SENDI PELURU

Vaskularisasi sendi
Sendi

memperoleh darah melalui banyak arteri artikular; pembuluh ini berasal dari pembuluh di sekitar sendi. Arteri itu seringkali beranastomosis (berhubungan) untuk membentuk anyaman pembuluh. Vena yang disebut vena comitans mengikuti arteri, terutama dalam membran synovialis. Sendi dipersarafi secara luas; badan saraf akhir terdapat capsula articularis.

PERSARAFAN SENDI
Saraf

artikular adalah cabang yang dilepaskan dari saraf untuk kulit diatasnya dan untuk otot disekitarnya. Hukum Hilton menyatakan bahwa saraf yang mengurus inervasi suatu sendi, juga mempersarafi otot penggerak sendi bersangkutan serta kulit diatasnya.

Jenis

perasaan utama pada sendi adalah propriosepsi. Membrane synovialis relative kurang sensitive, tetapi serabut pengantar rasa sakit terdapat cukup banyak dalam simpai fibrotic dan ligamentumnya. Badan akhir sensoris serabut ini terangsang oleh pilihan dan peregangan, seperti terjadi pada sinovitis (radang membrane synovialis).

Gerakan Sendi
1. 2.

3.

4.

Gerakan lurus (linear motion) - gliding Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi * abduksi-adduksi * sirkumduksi Gerakan putar (rotation) * rotasi kanan-kiri * rotasi medial-lateral * pronasi-supinasi Gerakan khusus * inversi-eversi * dorsofleksi-plantar fleksi * opposisi * protraksi-retraksi * elevasi-depresi * fleksi lateral

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Wrist joint

Atlanto-occipital joint

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Knee joint shoulder joint

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL


Atlantoaxial joint

shoulder joint

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Hip joint

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL


Radioulnar joint Carpometacarpal 1 joint

Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL

GERAK YANG DIHASILKAN OLEH SENDI SYNOVIAL

Subtalar joint (talus-calcaneus)


Source: Marieb & Mallat. Human Anatomy. 3rd ed. Benjamin Cummings. 2001

Talocrural joint

DEMIKIANLAH PRESENTASI KELOMPOK 3