Anda di halaman 1dari 28

MUSKULOSKELETAL

Nama Anggota Kelompok 5


Ahmad Syafriyansyah Nina Nur Sabriany M. Ichsan Fathillah Else Susanti R. Fuad M. M. Ainun Rosydz Helena nurhayati Wening R. sri uLANDARI a. t.

PENGERTIAN
Ilmu pengetahuan tentang dasar kimiawi kehidupan. Ilmu pengetahuan tentang konstituen kimiawi sel hidup serta reaksi dan proses yang dialami konstituen-konstituen tersebut.

Muskuloskeletal
Muscular : berkenaan dengan otot Skeletal : berkenaan dengan tulang rangka Organ yang mempunyai kemampuan untuk bergerak menggunakan muskular (otot) dan skeletal (tulang rangka).

Proses Kontraksi Otot


Kontraksi otot untuk gerak dan untuk dukung tubuh perlu energi (aktin dan miosin : ATPase) Fase relaksasi: kepala S-1 pada miosin menghidrolisis ATP ADP+Pi+energi Fase kontraksi: otot distimulasi, aktin dapat diakses dan kepala S-1 miosin menemukannya, mengikatnya, dan membentuk kompleks aktin-miosin-ADP-Pi

Pembebasan Pi yang diikuti pula dengan pembebasan ADP, ini merupakan power stroke (kayuhan bertenaga). Miosin dalam keadaan berenergi rendah (aktinmiosin) ATP lain mengikat kepala S-1, dan membentuk komplek aktin-miosin-ATP Energi untuk power stroke pada akhirnya dipasok oleh ATP, miosin-ATP memiliki afinitas yang rendah terhadap aktin hingga aktin terlepas

PROTEIN yang berperan pada otot


Massa otot terbentuk 75% dari air dan lebih dari 20% protein. Protein-protein yang utama pada otot adalah Aktin dan Miosin, tapi ada pula protein lainnya yang dalam jumlah kecil, yaitu Tropomiosin dan Troponin. Selain itu terdapat pula protein-protein penyusun otot lainnya seperti Titin, Nebulin, Desmin, Distrofin, Kalsineurin, Protein pengikat Miosin C, dan -Aktinin.

Tropomiosin: molekul fibrosa terdiri dai 2 rantai alfa dan beta yang melekat pada F-aktin troponin: terdiri dari tiga polipeptida yaitu, 1. troponin T, mengikat tropomiosin dan 2 komponen lainnya 2. troponin I, menghambat interaksi F-aktin-miosin dan mengikat komponen lainnya 3. troponin C, polipeptida pengikat kalsium yang secara struktural dan fungsional analog dengan kalmodulin.

Otot Jantung, Otot Lurik, dan Otot Polos


Otot jantung sangatlah unik, meski memiliki bentuk seperti otot lurik (bergaris), tapi bekerja seperti otot polos, yaitu involunter (tanpa disadari). Otot jantung juga memiliki ritmisitas intrinsik.

Pemulihan Simpanan ATP di Otot


ATP dapat dihasilkan melalui proses : 1. Glikolisis 2. Fosforilasi oksidatif 3. Kreatin fosfat 4. Dari 2 molekul ADP yang dikatalis oleh adenil kinase.

Mekanisme pembentukkan energi pada otot


1. keratin fosfat (CP) senyawa berenergi tinggi lainnya merupakan sumber energi yang langsung tersedia untuk memperbaharui ATP dari ADP (CP+ADPATP+keratin) a. CP memungkinkan kontraksi otot tetap berlangsung saat ATP tambahan dibentuk melalui metabolisme glukosa secara anaerob dan aerob.

b. CP menyediakan energi untuk sekitar seratus kontraksi dan harus disintesis ulang dengan cara memproduksi lebih banyak ATP 9 ATP+keratinADP+CP) c. ATP tambahan terbentuk dari metabolisme glukosa dan asam lemak melalui reaksi aerob dan anaerob. 2. reaksi anaerob (jalur glikolisis) a. otot dapat berkontraksi secara singkat tanpa memakai oksigen dengan menggunakan ATP yang dihasilkan melalui glikolisis anaerob. Langkah pertama dengan respirasi seluler

b. glikolisis berlangsung dalam sarkoplasma, tidak memerlukan oksigen dan melibatkan pengubahan satu molekul glukosa menjdai dua molekul asam piruvat c. glikolisis anaerob berlangsung cepat tetapi tidak efisien karena hanya menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa. Glikolisis dapat memenuhi kebutuhan ATP untuk kontraksi otot dalam waktu singkat jika persendian oksigen tidak mencukupi. d. Pembentukan asam laktat dalam glikolisis anaerob 1. Asam piruvat diubah menjadi asam laktat 2. jika aktivitas sedang dan singkat, persendian oksigen yang adekuat akan menghalangi akumulasi asam laktat 3. asam laktat berdifusi keluar dari otot dan dibawa ke hati untuk di sintesis ulang jadi glukosa

3.

reaksi aerob (memakai oksigen) a. saat aktivitas berlangsung, asam piruvat yang terbentuk melalui glikolisis anaerob mengalir ke mitokondria untuk masuk ke siklus asam sitrat (trikarboksilat) untuk oksidasi
b. jika ada oksigen glukosa terurai dengan sempurna menjadi karbondioksida, air dan energi (ATP) c. reaksi aerob berlangsung lambat tetapi efesien, menghasilkan energi sampai 36 mol ATP per mol glukosa

4.

oksigen debt saat terjadi aktivitas berat yang singkat, penguraian ATP berlangsung dengan singkat sehingga penyimpanan energi anaerob menjadi cepat habis. Sistem respiratorik dan pembuluh darah tidak dapat menghantarkan cukup oksigen ke otot untuk membentuk ATP melalui reaksi aerob.

a. Asam laktat berakumulasi mengubah pH dan menyebabkan keletihan serta nyeri otot b. Oksigen ekstra yang harus dihirup setelah aktivitas berat disebut oksigen debt

c. Volume oksigen yang dihirup tetap berada diatas volume normal sampai semua asam laktat dikeluarkan, baik dioksidasi menjadi asam piruvat dalam otot atau disintesis ulang menjadi glukosa dalam hati ( Ethel, 1994 ).

SITOSKELETON
struktur ini mencakup: filamen aktin(mikrofilamen), mikrotubulus(alfa dan beta tubulin), dan filamen intermedia filamen mencakup kreatin, protein yang mirip vimentin, neurofilamen, dan lamin

SEKIAN TERIMA KASIH

DAFTAR PUSTAKA
Murray, Robert K. dkk. 2009. BIOKIMIA HARPER. Jakarta: EGC Stryer, Lubert. 2000. BIOKIMIA. Jakarta: EGC

Koolman, Jana. Dkk. 2001. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia . Jakarta:Hipokrates