Anda di halaman 1dari 23

1 0 .

Melaporkan Hasil Penelitian Pelaporan bertujuan menginformasikan atau menyampaikan hasil penelitian yang sudah diperoleh kepada orang lain. Sehingga orang lain akan mengetahui hasil penelitian/pengamatan yang telah kita lakukan dan pada akhirnya hasil yang telah kita dapatkan dari penelitian/pengamatan dapat didiskusikan. Agar pelaporan dapat dipahami oleh orang lain, maka harus diperhatikan aturan penulisan laporan ilmiah.

Gambar 1.7 Presentasi hasil penelitian.

Seorang balita, ketika melihat boneka maka dia akan menghampiri boneka kemudian memegang boneka, melihat, dan menggigitnya. Hal yang dilakukan balita adalah suatu proses mencari tahu terhadap benda yang berada didepannya. Pada dasarnya manusia mempunyai rasa ingin tahu terhadap sesuatu diluar dirinya. Untuk memenuhi/memuaskan rasa ingin tahu tersebut manusia melakukan pengamatan. Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan dari hasil pengamatan/penelitian. Gambar 1.8 Mengamati pertumbuhan atau ciri-ciri suatu tanaman.

Mengamati adalah suatu proses untuk mengenal sesuatu dengan memperhatikan suatu objek dan peristiwa. Pengamatan dapat menggunakan indera penglihatan, pembau, pendengar, pengecap, dan peraba. Di zaman modern seperti sekarang untuk mengetahui lebih jauh benda yang diamati digunakan alat bantu pengamatan. Alat bantu pengamatan dapat berupa mikroskop untuk membantu mengamati benda-benda yang sangat kecil, stetoskop untuk membantu mendengar denyut jantung, dan termometer untuk mengukur suhu atau panas yang dimiliki suatu benda. Pengamatan digunakan untuk mengambil informasi atau pengetahuan dari objek atau peristiwa. Pengamatan yang dilakukan hanya dengan menggunakan alat indera tanpa mengacu kepada satuan pengukuran tertentu disebut pengamatan kualitatif, sedangkan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu kepada satuan pengukuran tertentu disebut pengamatan kuantitatif.

I P A SM K K e l a s X

a b u

u
a.

1. Melihat
q b a t0

m
a

0 Gambar 1.9 Mikroskop digunakan untuk membantu melihat benda berukuran kecil.

0 Gambar 1. 10 Mengukur menggunakan penggaris merupakan pengamatan kuantitatif

3. Mencium Pengamatan dengan hanya menggunakan satu indera tidak dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang benda atau objek yang sedang diamati. Makin banyak indera yang digunakan di dalam pengamatan, makin lengkaplah gambaran benda atau objek yang diamati. Langkah-langkah yang 4. Meraba dilakukan dalam melakukan pengamatan antara lain sebagai berikut: 5. Mencicipi Pengamatan dengan menggunakan indera pengelihatan seringkali digunakan untuk mengamati warna, bentuk, ukuran, pola, dan peristiwa. Kita dapat mengenal bermacam warna kulit manusia dengan melihat, selain itu dengan melihat kita dapat mengetahui ukuran benda. 2. M e n d e n g a r 6. M e n g u k u r Pengamatan dengan mendengar berkaitan erat dengan bunyi. Mendengar digunakan untuk mengenal kuat dan lemah bunyi, nada, d dan irama bunyi. Pengamatan dengan mencium banyak digunakan untuk mengenali zat-zat kimia. Kita dapat mengenal bensin, alkohol, minyak tanah, dan minyak wangi dari baunya. Pengamatan dengan penciuman disarankan untuk tidak mencium secara langsung obejek yang diamati, tetapi dengan cara mengibaskan tangan pada objek. Pengamatan dengan meraba digunakan untuk mengenal sifatfisik benda seperti

panas, dingin, keras, lunak, kasar, dan halus. Pengamatan dengan mencicipi digunakan untuk mengenal suatu zat. Kita dapat membedakan tepung gula dari tepung terigu yang bentuk dan warnanya sama, yaitu dengan cara mencicipi. Namun, mengenal zat dengan mencicipi seringkali dihindari karena banyak zat yang mengandung racun atau tidal steril. Akan berbahaya jika zat yang beracun masuk ke tubuh. Mengukur dengan hanya mengandalkan pengelihatan atau pendengaran saja tidak mampu memberikan hasil pengukuran yang teliti. Pengukuran semacam itu adalah pengukuran kasar. Untuk membuat pengukuran yang teliti diperlukan alat-alat ukuryang dapat menjamin ketelitian pengukuran sampai tingkat tertentu. Contohnya adalah mengukur panjang sebuah pintu, jika mengukur panjang pintu hanya dengan melihat kita tidak mendapatkan informasi. Sehingga untuk mengukur panjang pintu kita perlu menggunakan alat ukur panjang untuk meyakinkan berapa ukuran panjang pintu tersebut.

Melakukan pengamatan yang tepat terhadap objek yang sedang berubah seperti halnya perubahan biji kacang hijau yang sedang tumbuh dan berkecambah akan lebih sulit, dibandingkan pengamatan terhadap benda yang wujud dan warnanya tetap. Meskipun demikian, mendeskripsikan dan mengamati wujud yang berubah merupakan aktivitas penting di dalam kerja ilmiah. Pengamatan benda tidak hanya dapat dilakukan di laboratorium. Pengamatan di alam merupakan awal dimulainya ilmu pengetahuan alam. Pengamatan di alam (lapangan) mencakup pengamatan hewan, tumbuhan, dan faktor abiotik seperti cahaya, suhu, kelembaban, oksigen, dan air.

Laporan Ilmiah
Suatu penelitian akan sempurna menjadi suatu penelitian ilmiah jika hasil penelitian tersebut ditulis dalam bentuk suatu laporan ilmiah. Tanpa penulisan laporan ilmiah, penelitian tidak akan berarti dan hanya dimengerti oleh si peneliti saja. Penulisa laporan ilmiah perlu dilakukan sebagai media komunikasi antara peneliti dan piha lain. Langkah yang dilakukan dalam membuat laporan ilmiah adalah membua kerangka tulisan (outline). Dengan adanya outline, penulis dapat melihat dengan jela apakah semua materi telah dimasukkan. Selanjutnya, outline tersebut dikembangka dengan cara menambah subtopik dan bagian-bagian lainnya. Perhatikanlah susuna outline berikut.

Merupakan kata yang memberikan maksud penulisan laporan ilmiah. Pernyataan tentang

tujuan penulisan laporan, serta ucapan terimakasih.

Berisi judul dari masing-masing bab, atau bagian bertujuan untuk memberika gambaran menyeluruh tentang isi pokok laporan.

Berisi tentang masalah penelitian, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian dan alasan pentingnya dilakukan penelitian Berisi tentang alat serta bahan yang digunakan dalam penelitian dan prosed yang dilakukan dalam penelitian secara terperinci. 6. Hasil dan Pembahasan Berisi tentang penemuan dalam penelitian yang didukung dengan fakt kesimpulan, dan perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan peneliti lain. Menerangkan secara singkat dan padat hasil penemuan dari penelitian ata pengamatan. Dengan membaca ringkasan, pembaca dapat mengetahui keseluruha hasil penelitian.

Bensi buku-buku atau artikel yang digunakan dalam penelitian,

Gambar 1.3. di samping adalah salah seorang printis eksperimen dalam IPA yang mengembangkan fisika kiasik dan teorinya dapat dimanfaatkan dalam pengembangan observasi di bidang IPA khususnya fisika. Hukum Newton dalam fisika kiasik memiliki manfaat di berbagai bidang ilmu dan terapannya banyak dipergunakan di bidang teknik, misalnya berbagai rancangan bangunan rumah, bendungan, alat transportasi dan sebagainya.

Gambar 1.3: Sir Issac Newton, tokoh Fisika Klasik (1642-1727) (Sumber : Endang Daruni, 1982)

Dalam perkembangan lebih lanjut Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpecahpecah menjadi cabang-cabang ilmu seperti Ilmu Kimia, Biologi, Fisika, Astronomi, Geografi, Geologi. Dari cabang-cabang ilmu tersebut terpecah kedalam bidang ilmu, seperti misalnya fisika terpecah menjadi mekanika, kalor, getaran dan gelombang, listrik magnet dan sebagainya. Dari cabang mekanika selanjutnya terpecah-pecah menjadi disiplin keilmuan misalnya mekanika zat padat, mekanika zat cair dan sebagainya. Pemecahan dari cabang ilmu menjadi bidang ilmu dan selanjutnya menjadi disiplin ilmu juga berlangsung pada berbagai cabang ilmu seperti Biologi, Ilmu Kimia, Geografi, Geologi dan sebagainya. Perpaduan antara dua cabang ilmu menghasilkan ilmu pengetahuan baru yang lebih luas cakupannya. Ilmu pengetahuan baru tersebut merupakan kombinasi dari dua cabang ilmu atau lebih. Ilmu baru yang dimaksud antara lain perpaduan antara biologi dan ilmu kimia menghasilkan biokimia, geologi dengan ilmu kimia menghasilkan ilmu geokimia, fisika dengan kimia menghasilkan fisika kimia, fisika dengan geologi menghasilkan pengetahuan geofisika, biologi dengan statistik matematik menghasilkan bio statistik dan sebagainya. Cabang-cabang ilmu yang diuraikan di atas merupakan sarana berpikir dalam IPA, sehingga objek yang dikaji dalam IPA adalah alam semesta ini. 1.2. Identifikasi Obyek IPA Secara Terencana dan Sistematis Ilmu pengetahuan tentang alam semesta dapat maju seperti sekarang ini, tidak terlepas dari upaya keras dari para ahli di bidangnya. Untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan berpikir lewat IPA menjadi pembuka jalan bagi pemahaman sikap, proses maupun produknya. Awal mula tahapan berpikir manusia pada umumnya dimulai dengan tahap ragu-ragu, selanjutnya tahap berikutnya, muncul tantangan yakni kesadaran akan adanya masalah dan pembatasan masalah. Dari tahap pembatasan masalah ini manusia berupaya menemukan bagian yang lebih fokus, terinci dan munculnya kesenjangan antara yang ada sekarang dengan yang diinginkannya. Tahapan semacam ini selanjutnya 7

ditemukan/muncul masalah yang lebih spesifik sehingga pada akhirnya dapat disusun rumusan masalah yang Iebih operasional. Masalah yang telah dirumuskan dengan baik tersebut merupakan separoh langkah dalam memperoleh pengetahuan. Mulai dari rumusan masalah ini manusia berusaha mencari kepastian masalah dan berusaha untuk membina kesadaran menemukan berbagai sumber pustaka, melakukan kajian pustaka dan merumuskan hipotesis. Tahapan berikutnya adalah mencari alternatif pemecahan masalah, yakni berupaya membangkitkan kesadaran menemukan metode pemecahan masalah dengan mengupayakan langkah sistematis dalam pemecahan masalah. Bagaimana melakukan observasi, klasifikasi, menentukan variabel, inferensi, prediksi, merancang percobaan. Melakukan observasi berkaitan dengan upaya untuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Misalnya besaran panjang diukur dengan penggaris, roll meter, besaran suhu diukur dengan termometer, besaran waktu diukur dengan jam atau stopwatch, besaran kelembaban udara diukur dengan higrometer dan sebagainya. Hasil pengukuran tersebut seterusnya dilakukan pencatatan dan klasifikasi. Lewat pengukuran dan klasifikasi inilah diperoleh data yang bersifat kuantitatif. Contoh kasus I : cara pemecahan masalah lewat eksperimen. Siswa SMP kelas 8 sebanyak 4 anak, masing-masing namanya A B, C, dan D sedang melakukan eksperimen terhadap tanaman kacang panjang dan keempatnya ditugasi untuk menyiram dengan air dan mengukur pertumbuhannya dan menuliskan hasil pengukuran tentang tinggi tanaman selama dua minggu. Dalam waktu dua minggu tersebut mereka memperoleh data hasil pengamatan sebagai berikut, yakni siswa A : 10 cm, disiram tiap hari 100 cc air. B : 15 cm, disiram tiap 2 hari 100 cc air. C : 20 cm, disiram tiap 3 hari 100 cc air. D : 5 cm, disiram 2 kali sehari dengan 100 cc air. Dari kasus yang telah diungkapkan di atas, kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa SMP kelas 8 tersebut adalah melakukan observasi atau pengamatan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur penggaris. Besaran ketinggian tanaman diukur dengan penggaris didapat satuan cm, besaran waktu dalam ukuran satuan hari dan minggu kalender, besaran volume air ditakar dengan gelas ukur dalam ukuran cc. Dari besaran yang diukur dan dicatat tersebut siswa telah dapat mengenal variabel dalam eksperimen tersebut. Di dalam dcsperimen, variabel dibedakan menjadi variabel terikat, variabel kontrol dan variabel bebas. Variabel terikat dalam contoh adalah ketinggian tanaman. Variabel terikat ini sebagai indikator keberhasilan eksperimen, sehingga harus dicermati. Variabel kontrolnya adalah pemberian air sebanyak 100 cc dengan pola penyiraman seperti di atas selama 2 minggu. Variabel bebasnya adalah cara/teknik penyiramannya, misalnya disiram sekali setiap hari, sekali tiap dua hari, sekali tiap tiga hari, dan dua kali sehari.

Hasil pencatatan siswa terhadap besaran yang diukur tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam pertumbuhan yang baik, sedang dan kurang. Seterusnya muncul suatu prediksi di kalangan siswa SMP yang seterusnya prediksi ini digunakan untuk membangun teori. Dari perlakuan siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin kurang tanaman kacang disiram semakin cepat pertumbuhannya. Di sini jawaban Glah yang paling sesuai. Kesimpulan inilah yang nantinya sebagai teori. Tahapan dan langkah berpikir di atas inilah yang seringkali digunakan untuk mengembangkan IPA melalui cara berpikir ilmiah. Lewat berpikir ilmiah, perkembangan IPA secara spesifik diungkap tahap demi tahap. Sifat khas seorang ilmuwan ialah selalu berusaha memperoleh gambaran yang setepat mungkin mengenai persoalan yang akan dipecahkan. Pengakuan akan adanya masalah perlu selalu diupayakan pemecahannya, merupakan salah satu langkah penting dalam belajar IPA. Masalah dalam IPA pada umumnya dapat dikaji dengan membagi-bagi ke dalam masalah yang lebih kecil ruang lingkupnya, titik persoalannya serta berkaitan dengan di lingkungan mana persoalan tersebut terjadi. Persoalan yang lebih kecil dan spesifik ini akan memerlukan jawaban yang lebih sederhana. Jawaban-jawaban yang berhasil diberikan dengan benar dari persoalan yang sederhana ini bila dikumpulkan akan memungkinkan terwujudnya jawaban yang lebih umum bagi persoalan sejenis yang lebih besar. Sebagai gambaran untuk mendapatkan gambaran sifat gas secara umum, telah dicoba dan ditelaah sifat gas secara molekuler. Dengan mengandaikan sifat gas ideal memilki sifat yang sama dengan sifat gas dalam ruang tertutup pada tekanan rendah, maka kelakukan tiap molekul gas dapat dijelaskan. Dengan mengetahui terjadinya tumbukan antara molekul gas dengan dinding, maka dapat dijelaskan tekanan gas pada dinding ruang tertutup tersebut. Oleh karena sebaran gas tersebut merata pada semua tempat maka tekanan dalam ruang tersebut sama besar. Dalam hal ini besar tekanan dapat diketahui. Untuk mepelajari IPA, dalam berbagai kasus sering ditemukan hal yang lebih rumit atau kompleks. Untuk persoalan yang kompleks diperlukan adanya upaya untuk membatasi persoalannya. Misalnya untuk mengetahui sifat zat gas dipergunakan sifat yang berkaitan dengan sifat gas ideal yang dianalogikan dengan gas dalam ruang tertutup dengan tekanan rendah; untuk mengetahui sifat zat padat yang kompleks, maka lebih mudah mengkaji zat padat yang memiliki bentuk teratur, seperti halnya kristal murni yang atom-atomnya tersusun secara teratur dan rapi. Setelah mengetahui sifat persoalan yang dikaji dan berusaha membatasi persoalan tersebut, langkah seterusnya adalah menyatakan masalah tersebut ke dalam kalimat yang jelas. Langkah ini diikuti dengan mengumpulkan fakta secara benar dan objektif, atau mengumpulkan fakta secara jujur apa adanya. Dalam hal ini harus selalu diupayakan agar fakta yang terkumpul adalah fakta yang benar, tanpa memberikan pilihan yang condong kepada kepentingan pribadi atau pihak lain. Fakta-fakta yang diberikan oleh perorangan tanpa dapat diukur secara kuantitatif atau tidak dapat diuji orang lain dengan hasil yang sama, biasanya bersifat subyektif 9

A. STANDAR KOMPETENSI : 1. Siswa mamprtt m nenrGJiian., n e(aksanakan, rfan menakomunikasikan Ftasif penefitian dengan menerapk.an

sikap ifrniahh dawn bidht.q Biofogi. B. KOMPETENSI DASAR :1.1. Merencanakan penyefidik.an i(rniait dafam bidang Biofogi. 12. Mttk anakan penyyefidifan iltniatt da(arn 6ufing Bio(ogi. 1.3. Mengkoinuniftusikan Ftasif penyeffidikan i(niah. 1.4. Bersikap ifrniah.

C. SINOPSIS MATERI Jlmu pengetahuan alam (IPA) terdiri atas 3 komponen yaitu proses ilmiah (kerja ilmiah), sikap ilmiah, dan produk ilmiah. Sikap ilmiah yang harus dikembangkan adalah dapat membedakan fakta dan opini, berani dan santun dal am bertanya dan berargumentasi, peduli terhadap lingkungan, berpendapat secara ilmiah dan kritis, bekerja sanra, jujur, tangguirg jawab, dan tekun, Produk ilmiah berupa fakta, konsep, teori, dan hukum. Proses ilmiah atau kerja ilmiah disebut juga ketrampilan proses merupakan keseluruhan ketrampilan ilrniah yang terarah baik kognitif maupun psikomotor yang digunakan dalam penelitian untuk menemukan suatu konsep/prinsip/teori, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemrtuan (falsifikasi). Dengan kerja ilmiah, maka basil belajar yang diperoleh dapat bertahan lama dan dapat diterapkan untuk memecdhkan persoalan-persoalan lain yang dihadapi, mendidik menjadi aktifdan kreatif, dan dapat menernukan ilmu itu sendiri. Menurut H. James Funk dkk (1979)ketrampilan proses dibagi dua yaitu ketrampilan proses dasar dan ketrampilan proses terpadu. Ketrarnpilan proses dasar meliputi observasi (pengamatan), komunikasi, klasifikasi, inferensi, dan prediksi. Ketrampilan proses terpadu terdiri dari identifikasi variabel, perumusan hipotesis, definisi operasional variabel, perancangan penelitian, dan pelaksanaan eksperimen. Observasi (pengamatan) merupak,-z proses untuk memperoleh informasi atau mengenal suatu obyek/peristiwa dengan menggunak:an semuapanca indera atau alat bantuyang merupakan pengembangan alat indera. Karakteristik dari ketrampilan observasi diantaranya : mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda misalnya warna, tekstur, bau, bentuk, ukuran, berat, dan volume; mengidentifikasi perbedaan dan persamaan yang nyta pada obyek/peristiwa, membaca alat-alat akur, rneneccokan gambar dengan uraian tulisan/benda, memerikan suatu benda/peristiwa. Pengamatar yang dilakukan hanya dengan menggunakan kelima indera tanpa alat bantu ukur menghasilkan data kr alitatif, sedang pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu ukur menghasilkan data kuantitatif. Pengarnatan berfungsi sebagai dasar untuk perumusan inferensi (kesimpulan) dan prediksi . Hasil pengamatan dapat dibuat dalam bentuk gan bar, bagan (inisalnya sikius hidup), tabel, grafik (grafik balok, grafik lin karan, graft garis), dart tulisan (deskripsi). Komunikasi rerupakan proses pengubahan informasi dari sate media ke media lainnya. Dalam sains sering digunakan metode komunikasi seperti : grafik, carta, peta, simbol, diagram, persamaan matematika, demonstrasi visual seperti kata-kata baik tulisan maupur lisan, dan bahasa tubuh. Komunikasi yang efektif harus jelas, akurat (presisi) dan tidak kabur (mernbingungkan). Karakteristik dari ketrampilan komunikasi adalah mengutarakan suatu ide atau temuan, rnenjelaskan pengeuaaan data basil penginderaan atau memerikan secara akurat suatu obyek/kejadian, mengubah data dalam bentuk tabel ke bentuk lainnya misalnya grafik, peta secara akurat. Klasifikasi merupakan kegiatan pengelompokan obyek dengan tujuan untuk mernudahkan dalam mempelajari sesuatu. Dasar yang digunakan adalah persarnaan dan perbedaan ciri. Prinsip dalam mengklasifikasikan obyek adalah mencari persaniaan di antara perbedaan (keragaman) dan mencari perbedaan di antara persamaan (keseragarnan). Tahapan dalam klasifikasi yaitu identifikasi (pengenalan ciri, pencandraan), pengelompokan, dan penamaan suatu obyek. Sistem klasifrkasi yang mengelompokan obyek makhluk hidup menjadi dua kelompok berdasarkan pasangan ciri yang berlawanan disebut sistem klasifrkasi dikotom. Karakteristik ketrampilan klasifikasi adalah mencas-i pvrsamaan obyek-obyek dalam suatu kelompok, mencari perbedaan daro obyek-obyek, membandingkan. mengontraskan, dan mencari dasar penggolongan. Inferensi (infering). Hasil observasi yang d.iperoleh mer pakan fakta/data/pernyataan berupa informasi yang sesuai dengan suatu obyek seringkali memberikan suatu pola. Pola dari faktaldata dapat ditafsirkan (dinterpretasikan) lebih lanjut menjadi penjelasan yang- logis. Penjelasan atau interpretasi terhadap suatu data/faktayang didasirkan atas basil observasi disebut inferensi. Dengan demikian inferensi harusdidisusun berdasarkan basil observasi. Di daiarn menginferensi digunakan pengalaman dan pengetahuan yang telah dirniliki. Karakteristik dari ketrampilan inferensi adalah mengindentifikasi fakta-fakta berdasarkan basil

KERJA ILMIAH

SOLIKHIN

observasi dan menfasirkan datalfaktamenjadi penjelasan yang logis. Prediksi merupakan ketrampilan berpikir membuat perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan hasil observasi dan inferensi. Dalam membuat prediksi, hal-hal yang penting adalah mengumpulkan data melalui observasi yang cermat, mencari pola-pola kejadian (klasifikasi), menyimpulkan hubungan sebab akibat (inferensi), menyusun pernyataan hasil berpikir tentang kejadian yang akan datang didasarkan pola hasil observasi (prediksi), dan uji kebenaran prediksi yang dibuat. Agar lebih mudah, prediksi dapat diawali dengan satu pertanyaan misalnya : Jika data saat ini seperti ini, apa yang akan terjadi di masa mendatang? Atau, jika hal ini saya kerjakan sekarang, apa yang akan terjadi besok? Karakteristik dari ketrampilan prediksi adalah menggunakan pola-pola atau hubungan informasi/ukuranihasil observasi dan mengantisipasi suatu peristiwa berdasarkan pola atau kecenderungan. Identifikasi variabel. Variabel adalah sesuatu (faktor-faktor) yang berpengaruh yang memiliki nilaifharga dan nilainya bervariasi yaitu dapat berubah atau diubah pada suatu situasi tertentu. Dalam mengidentifikasi variabel harus disebutkan bagaimana tiap variabel akan diukur. Misalnya : Tinggi tanaman pepaya bergantung pada jumlah air yang disiramkan pads tanaman tersebut, maka "tinggi tanaman pepaya" merupakan variabel, sedang tanaman pepaya bukan variabel. Ada tiga macam variabel yang digunakan dalam sebuah penelitian yaitu variabel manipulasi (variabel bebas), variabel respon (variabel terikat), dan variabel kontrol. Variabel manipulasi merupakan variabel yang secara sengaja diubah-ubah/dimanipulasi dalam suatu situasi. Variabel respon adalah variabel yang berubah sebagai akibat perubahan variabel manipulasi. Variabel kontrol adalah variabel yang secara sengaja dipertahankan konstan (dibuat sama) agar tidak berpengaruh terhadap variabel respon (hasil percobaan). Perumusan Hipotesis. Dari rumusan hipotesis dapat diperoleh petunjuk mengenai data apa yang akan diperoleh dalam penelitian. Hipotesis adalah dugaan sementara tentang pengaruh variabel manipulasi terhadap variabel respon. Berbeda dengan rumusan masalah, hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan bukan pertanyaan. Rumusan hipotesis : Jika (VM) ................................................................maka (VR) ............................................... Langkah-langkah dalam merumuskan hipotesis adalah mengidentifikasi variabel yang berhubungan secara logis dan mengidentifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel yang merespon. Dalam menguji suatu hipotesis harus benar-benar yakin bahwa hanya ada satu variabel yang boleh berpengaruh, sedang variabel yang lain harus dikontrol. Definisi Operasional Variabel merupakan definisi yang menyatakan bagaimana mengukur suatu variabel. Definisi operasional variabel menyatakan tlndakan apa yang dilakukan dan pengamatan apa yang akan dicatat.Definisi operasional variabel harus dibuat sendiri oleh peneliti. Definisi operasional yang dipilih ditentukan oleh apa yang diutarnakan atau diperhatikan dalam suatu penyelidikan. Penelitian yang berbeda dapat menggunakan definisi operasional yang berbeda untuk variabel yang sarna. Perancangan (Desain) Penelitian, langkah-langkahnya adalah mengidentifikasi variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan secara operasional variabel manipulasi dan respon, menentukan variabel-variabel apa yang harus dikontrol, dan menentukan harga variabel manipulasi yang dipilih untuk penelitian. Eksperimen merupakan kegiatan yang menggunakan seluruh ketrampilan proses baik yang yang dasar maupun yang terpadu. Untuk melakukan suatu eksperimen dapat dimulai dengan pertanyaan (rumusan masalah), dan langkah-langkah berikutnyaadalah identifikasi variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan secara operasional suatu variabel, mendesain penelitian, mengumpulkan data, dan menginterpretasikan data. Langkah-langkah kerja ilmiah (metode ilmiah) adalah 1. Merumuskan masalah Z. Menyusun kerangka berpikir (mengumpulkan keterangan/data balk secara teoritis dari huku maupun secara empiris hasil observasi langsung) 3. Merumuskan hipotesis 4. Menguji hipotesis dengan eksperimen S Menganalisis data hash eksperimen 6. Menarik kesimpulan 7. Publikasi (laporan penelitian). Sistematika laporan penelitian sangat beragam, salah satu sistematika itu adalah sebagai berikut BAB I. PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah B. RumusanMasalah C. Tujuan Penelitian D. ManfaatPenelitian BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori (Kajian Pustaka) B. Kajian dan hasil-has it penelitian C. Rumusan hipotesis BAB III. METODE PENELITIAN A. I'ariabel dan definisi operasional variabel

menimbulkan kesulitan, pertentangan,baik secara individu, ataupun haruslah dihindarkan, demi menjaga kesinambungan profesiona'meneliti.

2.3 Masalah Harus Sesuai dengan Kualifikasi Peneliti

Masalah yang dipilih, selain mempunyai nilai ilmiah serta fisibel. sesuai dengan kualifikasi si peneliti sendiri. Dalam hal ini, masalah v sekurangkurangnya: - menarik bagi si peneliti; - cocok dengan kualifikasi ilmiah si peneliti.
2.3.1 Menarik bagi si peneliti

Masalah yang dipilih hares menarik bagi si peneliti sendiri dan bidang kemampuannya. Seorang ahli pertanian haruslah m mengenai pertanian. Tidaklah wajar, misalnya, seorang sarjana memilih masalah penelitiannya: apakah faktor-faktor penyebab lumpuh pada anak-anak? Ataupun seorang sarjana hukum mernim yang berbunyi: apakah terdapat pengaruh pemangkasan kop: frekuensi berbuah? Masalah yang dipilih harus menarik keing:m peneliti dan memberi harapan kepada peneliti untuk menemukm ataupun menemukan masalah lain yang letbih penting dan lebih
2.3.2 Masalah harus sesuai dengan kualifikasi.

Masalah yang dipilih hares sesuai dengan kualifikasi peneliti sendai perkataan lain, sukar mudahnya masalah yang ingin dipecahkar dengan derajat ilmiah yang dipunyai peneliti. Sudah terang, sec'-a4 yang mempunyai derajat ilmiah doktor akan memilih masalah pe_ berbeda dengan seorang insinyur ataupun sarjana hukum. N` dipilih hares sesuai dengan derajat day a nalar, sensitivitas terha kemampuan peneliti dalam menghasilkan orisinalitas. 3. SUMBER UNTUK MEMPEROLEH MASALAH Sebenarnya banyak sekali masalah yang perlu dipecahkan berada d peneliti. Yang menjadi kendala untuk memperoleh masalah adalah ' peneliti menggali dan mengidentifikasikan masalah serta mengeta1I sumber di mana masalah penelitian diperoleh dengan mudah. Sur ..?-rmana masalah diperoleh antara lain sebagai berikut. a. Pengarnatan terhadap kegiatan manusia. b. Bacaan. c. Analisis bidang pengetahuan. d. Ulangan serta perluasan penelitian.

e Cabang studi yang sedang dikerjakan. I Pengalaman dan catatan pribadi. Praktik serta keinginan masyarakat. k 3idang spesialisasi. ?elajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti.
-II

Pengamatan terhadap alam sekeliling. :~tikusidiskusi ilmiah.


r

Pengamatan terhadap Kegiatan Manusia

Ldan cocok d

p ah m emi li h
w sarjana rP

pert --enyebab per Wm memilih rr an kopi tern keinginta}-.

nemukan ja lebih merr

ti sendiri. L hkan haru ~, seorang h peneliti . m. Masai,' hadap da ,

rada di ah kesa getahui umber-s_.


` 11 11 1: ~~ 11

III

Pengamatan sepintas terhadap kegiatan-kegiatan manusia dapat merupakan dari masalah yang akan diteliti. Seorang ahli ilmu jiwa, dapat menemukan ~ ketika is melihat tingkah laku pekerja pabrik melakukan kegiatan mereka abrik.

Seorang ahli ekonomi pertanian dapat menemukan masalah ketika =at cara petani bersahaja mengerjakan serta menyimpan hasil usaha per :--.-a. Seorang dokter dapat menemukan masalah ketika melihat penduduk bil air minum di sungai dan buang air di kali, ataupun melihat banyak ,,-',.;-k mempunyai kaki sebesar kaki gajah.

n gamatan terhadap Alam Sekeliling


i liti-peneliti ilmu natura seringkali memperoleh masalah dari alam sea. Seorang ahli ilmu bintang banyak memperoleh masalah ketika is ati cakrawala. Seorang peneliti ilmu tanah akan menemukan masalah ketika sepintas mengamati tanah di sekelilingnya ataupun dalam suatu perjalanan yang ahli penyakit tanaman ataupun ahli hama banyak menemukan ketika mengamati tanaman. Seorang peneliti yang bangun pagi untuk kegiatan olah raga aerobik, tersandung kakinya dengan sebuah batu, " rersebut menyentuh keingintahuannya, maka peneliti ahli batu-batuan vlah menemukan masalah yang ingin diteliti.
MOCIIIIIIIIIIIIIX

'1kc3an-bacaan dapat merupakan sumber dari masalah yang dipilih untuk . '^:-lebih jika bacaan tersebut merupakan karya ilmiah ataupun makalah, =k sekali rekomendasi di dalamnya yang memerlukan penelitian lebih 561 saja dari bacaan tersebut ditemukan masalah yang ingin mengungkapkan ._ tapi bacaan dapat juga memberikan teknik dan metode yang ingin lebih lanjut. Membaca hasil-hasil penelitian terdahulu akan memberikan masalah-masalah yang belum sanggup dipecahkan. Hal ini merupakan RamS perlu dipecahkan dalam penelitian selanjutnya.

iOw9w 3erta Perluasan Penelitian


iuga diperoleh dengan mengulang percobaan-percobaan yang pernah a mana percobaan yang telah dikerjakan tersebut belum memuaskan. I s maupun metode dan teknik dengan equipment yang lebih mod

ern akan membuat masalah dapat dipecahkan secara lebih memuaakan kerja Steinhauser telah menemukan minyak codliver untuk menyembu criket di tahun 1840 belum dapat dijelaskan secara terperinci samp penelitian selanjutnya bertahun-tahun kemudian. Ataupun penemuan Fleming di tahun 1929 telah terhenti beberapa lama, sampai kemud meneliti kembali sifat-sifat penisilin sebagai alat penyembuh penyakit.

3.5 Cabang Studi yang Sedang Dikembangkan Kadangkala masalah ditemukan, bukan dari bidang studi itu sen dari cabang yang timbul kemudian, yang mula-mula dipikirkan tid penting sifatnya. Misalnya, ketika Pasteur meneliti penyakit kolera dengan ayamayam percobaannya dengan mikroba kolera, pada suatu hari is ayamayam sehat. la kemudian terpaksa menggunakan ayam-ayam y kena kolera. Dilihatnya, ayam-ayam tersebut tidak mati akibat suntik kolera. Dari percobaan ini is tertarik akan ketahanan ayam-ayam terse menemukan masalah yang mendorongnya meneliti tentang prinsip-prinsip k atau imunisasi. Ketika William Perkins mencoba mengubah aniline men nine dalam percobaannya, is menemukan suatu masalah lain yang meng alat pencelup anniline yang ungu. Begitu juga ketika W.R. Whitney penggunaan ion air raksa sebagai sumber cahaya, is menemukan fakta-fad telah menggiring is merumuskan masalah yang menghasilkan alternatin,,

rectifier.
3.6 Catatan dan Pengalaman Pribadi Catatan pribadi serta pengalaman pribadi sering merupakan sum masalah penelitian. Dalam penelitian ilmu sosial, pengalaman serta catatar tentang sejarah sendiri, baik kegiatan pribadi ataupun kegiatan profession merupakan sumber masalah untuk penelitian. 3.7 Praktik Serta Keinginan Masyarakat Praktik-praktik yang timbul dan keinginan-keinginan yang menonjc masyarakat dapat merupakan sumber dari Ynasalah. Praktik-praktik tersebt merupakan tunjuk perasaan, pernyataan-pernyataan pemimpin, otori pengetahuan baik bersifat lokal, daerah, maupun nasional. Adanya gejola misalnya dapat merupakan sumber masalah. Adanya ketimpangan ants dan produktivitas sekolah dapat merupakan suatu masalah penelitian..' qcapan Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), ataupun Prof. Dr. 5 dapat merupakan sumber masalah, karena otoritanya dalam ilmu penget 3.8 Bidang Spesialisasi Bidang spesialisasi seseorang dapat merupakan sumber masalah. ' spesialis dalam bidangnya, telah menguasai ilmu yang dalam-dalam spesialisasinya. Dari itu, akan banyak sekali masalah yang memerlukan per dalam bidang spesialisasi tersebut. Dalam membuat masalah berdasarkar

musan Masalah

119

~si, perlu juga dijaga supaya masalah yang digali jangan menjurus kepada zlisasi. Hal tersebut akan dapat menghilangkan unitas yang fundamental.
jaran yang Sedang Diikuti

aran yang sedang diikuti dapat merupakan sumber dari masalah penelitian. elas, hubungan antara dosen dengan mahasiswa banyak mempengaruhi is dalam memilih masalah untuk penelitian. Pengaruh staf senior serta i dapat merupakan sumber masalah bagi mahasiswa yang ingin membuat
'usi-diskusi Ilmiah

ilah penelitian dapat juga bersumber dari diskusi-diskusi ilmiah, seminar, temuan-pertemuan ilmiah. Dalam diskusi tersebut, seseorang dapat ap banyak analisis-analisis ilmiah, serta argumentasi-argumentasi profesng

dapat menjurus pada suatu permasalahan baru. ing kala, suatia. perasaan intuisi dapat timbul tanpa disangka, dan kesulitan iapat merupakan masalah penelitian. Tidak jarang, seseorang yang baru lari tidurnya, dihadapkan pada suatu kesulitan secara intuisi, ataupun yang sedang buang air di kakus, dapat menghasilkan suatu masalah yang ecahkan, yang muncul secara tiba-tiba. A MERUMUSKAN MASALAH ah masalah diidentifikasikan dan dipilih, maka tibalah saatnya masalah iirumuskan. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan nantinya, dan dari rumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian, Ll dari penelitian. Umumnya rumusan masalah hares dilakukan dengan erikut. alah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. tusan hendaklah jelas dan padat. Susan masalah hares berisi implikasi adanya data untuk memecahkan ilah. Susan masalah hares merupakan dasar dalam membuat hipotesis. ilah harus menjadi dasar bagi judul penelitian. masalah yang dirumuskan adalah sebagai berikut. kah hasil padi ladang akan bertambah jika dipupuk dengan pupuk K?" rah ada hubungan antara konsumsi rumah tangga petani dengan pendapatan ekavaan petani?"
saan Intuisi

12 0

METODE PEA

Dari rumusan masalah di atas, maka dapat dibuat judul penelitian berikut. "Pemupukan padi ladang dengan pupuk K" "Hubungan antara konsumsi rumah tangga dengan pendapatan dan pet petani Aceh." Perlu juga diperingatkan, bahwa dalam memilih masalah, perlu dihi masalah serta rumusan. masalah yang terlalu umum, terlalu sempit, terlalu lokal ataupun terlalu argumentatif. Variabel-variabel penting dalam r masalah harus diperhatikan benar-benar. Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam merumuskan masalah.' ilmiah tidak boleh merupakan pertanyaan-pertanyaan etika atau moral. Men hal-hal di atas adalah pertanyaan tentang nilai dan value judgement yang ti dijawab secara ilmiah. Misalnya, masalah yang dipilih adalah "Perlukah kepem organisasi secara demokrasi?", atau "Bagaimanakah sebaiknya mengajar ma di perguruan tinggi?" Untuk menghindarkan hal tersebut di atas, maka ja menggunakan kata "mustikah" atau "lebih baik", atau perkataan-perkai yang menunjukkan preferensi. Ganti perkataan lebih baik dengan perkata besar", misalnya. Contoh lain, "Apakah metode mengajar secara otorita n cara belajar yang buruk?" Pertanyaan ini bukanlah suatu masalah ilmiah yang buruk adalah value judgement. Mengajar secara otorita tidak dapat didef Supaya tidak ada value judgement, maka sebaiknya "belajar yang burul diganti dengan "mengurangi perilaku memecahkan soal". Hindarkan masalah yang merupakan metodologi. Pertanyaan-pertanv berhubungan dengan "metode sampling", atau "pengukuran" dan lain-lain jangan digunakan dalam memformulasikan masalah. Sebagai kesimpulan, perlu dijelaskan bahwa ada dua jalan untuk mei lasikan masalah. Pertama, dengan menurunkan masalah dari teori yang to seperti masalah pada penelitian eksperimental. Cara lain adalah dan langsung di lapangan, seperti yang sering dilakukan oleh ahli-ahli sosiol masalah diperoleh di lapangan, maka sebaiknya juga menghubungkan tersebut dengan teori-teori yang telah ada, sebelumnya masalah tern formulasikan. Ini bukan berarti bahwa penelitian yang tidak didukung o1 teori tidak berguna sama sekali. Karena, ada kalanya penelitian terseba menghasilkan dalil-dalil dan dapat membentuk sebuah teori. Masalah sebenarnya adalah hal yang pertama dipikirkan oleh peneliti ketika merencanakan proyek penelitiannya. Walaupun di atas kertas, yang l tama muncul adalah judul dan pendahuluan, tetap yang lebih dahulu timl penelitian adalah masalah penelitian. Membuat masalah penelitian merupakan hal yang sukar, antara lain a. tidak semua masalah di lapangan dapat diuji secara empiris; b. tidak ada pengetahuan atau tidak diketahui sumber atau tempat masalah-masalah;

tusan Masalah

121

kala si peneliti dihadapkan kepada banyak sekali masalah penelitian, ng peneliti tidak dapat memilih masalah mana yang lebih baik untuk hkan; anya masalah cukup menarik, tetapi data yang diperlukan untuk mekan masalah tersebut sukar diperoleh; serta i tidak tahu kegunaan spesifik yang ada di kepalanya dalam memilih h. ah kita formulasikan masalah, maka langkah selanjutnya adalah membangun .elitian. Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan atau statement tentang ingin kita cari atau yang ingin kita tentukan. Kalau masalah penelitian n dalam kalimat pertanyaan (bentuk interogatif), maka tujuan penelitian ialam kalimat pernyataan (bentuk deklaratif). Tujuan penelitian biasanya organ kalimat: ik menentukan apakah ...", atau "untuk mencari ...", dan sebagainya. nelitian haruslah dinyatakan secara lebih spesifik dibandingkan dengan n masalah. Jika masalah merupakan konsep yang masih abstrak, maka telitian haruslah konstrak yang lebih kongkrit.