Anda di halaman 1dari 35

Kelompok 3

HISTOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL

NAMA KELOMPOK :
MUHAMMAD ESHA FAHLUTHFI WIWIK DWI HANDAYANI LONA PERMATASARI YENI ANGGRAENI PUTRI HADIANTY YOGIE PRASETYO ALDI NUR IHSAN MUHAMMAD HERLY TIKA DIAN PARAMITA R. SITI AISYAH MAHARANI

A. Tulang

a. b. c.

Sel-sel Tulang terdiri dari : Osteoblas. Osteosit. Osteoklas.

Osteoblas :

Berfungsi mensintesis komponen organik dari matriks tulang. Osteoblas hanya terdapat pada permukaan tulang, dan letaknya bersebelahan, mirip epitel selapis. Osteoblas memiliki bentuk kuboid sampai silindris dengan sitoplasma basofilik. Beberapa osteoblas secara berangsur dikelilingin oleh matriks yang baru terbentuk dan menjadi osteosit. Selama proses ini, terbentuk rongga yang disebut lakuna. Lakuna dihuni osteosit beserta juluran-julurannya, bersama sedikit matriks ekstrasel yang tidak mengapur.

0steosit :

Osteosit berasal dari osteoblas, terletak didalam lakuna (lekukan kecil, rongga diantara sel-sel atau lapisan-lapisan) yang terletak diantara lamela-lamela matriks. Hanya ada satu osteosit didalam satu lakuna. Kanalikuli matriks silindris yang tipis, mengandung tonjolan-tonjolan sitoplasma osteosit. Bila dibandingkan dengan osteoblas, osteosit yang gepeng dan berbentuk kenari tersebut memiliki sedikit retikulum endoplasma kasar dan kompleks golgi serta kromatin inti yang lebih padat. Sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matriks tulang,dan kematiannya diikuti oleh resorpsi matriks tersebut.

Osteosit dengan tonjolan sitoplasmanya yang dikelilingi matriks

Osteoklas :
osteoklas adalah sel motil bercabang yang sangat besar. Bagian badan sel melebar mengandung 5-50 inti/lebih. Pada daerah terjadinya

resorpsi tulang, osteoklas terdapat didalam lekukan yang terbentuk


akibat kerja enzim pada matriks, yang dikenal sebagai lakuna howship. Osteoklas berasal dari penggabungan sel-sel sum-sum tulang. Pada osteoklas yang aktif, matriks tulang yang menghadap permukaan terlipat secara tak teratur, Seringkali berupa tonjolan yang berbagi lagi dan membentuk batas bergelombang. Batas bergelombang ini dikelilingi oleh zona sitoplasma yang tidak mengadung organel, namun kaya akan filamen aktin. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitonin , yakni suatu hormon tiroid, namun bukan untuk hormon paratiroid.

3 osteoklas (panah) yang sedang mencerna jaringan tulang

Matriks tulang

Kira-kira 50% dari berat kering matriks tulang adalah bahan anorganik..

yang teristimewa banyak dijumpaiadalah kalsium ndan fosfor, namun


bikarbonat, sitrat, magnesium, kalium dan natrium juga ditemukan. Bahan organic dalam matriks tulang adalah kolagen tipe I dan substansi dasar,yang mengandung agregat proteoblikan dan beberapa glikoprotein structural spesifik. Glikoprotein tulang mungkin bertanggung jawab atas kelancaran klasifikasi matriks tulang.

Periosteum dan Endosteum

Periosteum dan endosteum adalah permukaan luar dan dalam dari

tulang ditutupi lapisan sel-sel pembentuk tulang dan jaringan ikat.

Periosteum terdiri atas lapisan luar serat-serat kolagen dan fibroblast.

Berkas serat kolagen periosteum yang disebut serat SHARPEY,


memasuki matriks tulang dan mengikat periosteum pada tulang. Lapisan dalam periosteum yang lebih banyak mengandung sel terdiri atas sel-sel mirip-fibroblas yang disebut sel osteoprogenitor, yang berpotensi membelah melalui mitosis dan berkembang menjadi osteoblas

Jaringan Tulang :
Jaringan Tulang Primer. Jarinagn tulang primer adalah jaringan tulang yang pertama-tama berkembang dalam embrio dan dijumpai dalam perbaikan fraktur atau proses perbaikan lain. Tulang primer ditandai oleh susunan serat kolagen halus secara acak, yang berbeda dengan susunan kolagen lameral yang teratur pada tulang sekunder. Jaringan tulang primer umumnya bersifat sementara dan akan diganti oleh jaringan tulang sekunder pada orang dewasa, kecuali pada sedikit tempat ditubuh misalnya di alveolus gigi. Ciri tulang primer lain adalah kadar mineral yang lebih rendah (mudah ditembus sinar x).

Jaringan Tulang Sekunder.

Jaringan tulang sekunder adalah jenis jaringan yang biasanya dijumpai

pada orang dewasa. Jaringan tersebut secara khas memperlihatkan


serat-serat kolagen yang tersusun dalam lamela yang sejajar satu sama lain atau tersusun secara konsentris mengelilingi kanal vascular.

Tulang berlamela (sekunder), dengan serat kolagen yang berjalan paralel satu sama lain (kiri).

Pertumbuhan tulang dan remodeling

Pertumbuhan tulang umumnya disertai resorpsi parsial jaringan yang

ada sekaligus peletakan tulang baru. Proses ini memungkinkan bentuk


tulang dipertahankan selama pertumbuhan tulang. Kecepatan remodeling (pergantian tulang) sangat aktif pada anak-anak, yang

mungkin 200x lebih cepat daripada kecepatan remodeling pada orang


dewasa. Remodeling tulang pada orang dewasa adalah sebuah proses fisiologik dinamis yang berlangsung serentak pada banyak lokasi dikerangka, yang tidak berhubungan dengan pertumbuhan tulang.

B. Otot Rangka

Struktur Otot Rangka Sel otot merupakan suatu silinder panjang, lurus dan berinti banyak. Berdimeter antara 0,01mm 0,1mm dan panjang sampai lebih 30cm. Intisel terdapat didalam sarkoplasma. Sel otot dikelilingi oleh selaput jaringan ikat yang disebut Endomisium, yang kemudian membentuk Fasikulus yang dibungkus oleh Perimisium.

Sebagian besar dari sel otot rangka yang berbentuk serabut membentuk berkasberkas yang digabungkan oleh jaringan pengikat. Jaringan pengikat tipis yang melapisi setiap serabut otot melanjutkan diri sebagai pembungkus berkas yang terdiri atas beberapa serabut otot mengandung pembuluh darah kecil. Selubung jaringan pengikat tersebut dinamakan endomisium. Berkas otot tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang lebih besar oleh jaringan pengikat yang lebih tebal dinamakan perimisium. Berkas-berkas tingkat kedua tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang lebih besar oleh jaringan pengikat dinamakan epimisium.

Apabila otot seran lintang diperiksa tanpa alat pembesar, kadang-

kadang tampak adanya perbedaan warna pada serabut-serabutnya.


Dengan pembesaran tampak bahwa serabut-serabut otot yang berwarna merah berkelompok diantara serabut otot yang berwarna putih

(pucat) yang berukuran lebih besar.

- Endomisium - Perimisium - Epimisium - Fasikulus

: satu lapisan halus jaringan ikat yang

mengelilingi setiap berkas serat


: Jaringan ikat di sekitar setiap serat otot : selubung jaringan ikat ikat yang melpisi otot : Kelompok sel otot yang paralel (miofibril)

Otot rangka terpotong memanjang dan melintang

Tipe Serabut Otot a. Otot Merah - Ukuran syaraf kecil - Diameter kecil - Syaraf motor lambat - Timbunan glikogen rendah - Timbunan Trigliserida tinggi - Kekuatan kontaraksi rendah - Waktu kontraksi lambat - Produksi tenaga rendah - Efisiensi energi tinggi - Daya tahan tinggi - Kandungan mitocondria tinggi

b.Otot Putih

- Ukuran Syaraf motor besar


- Diameter besar - Syaraf motor cepat

- Timbunan Glikogen tinggi


- Timbunan Trigliserida menengah - Kekuatan kontraksi tinggi - Waktu kontraksi cepat - Waktu relaksasi cepat - Produksi tenaga tinggi - Efisiensi energi rendah - Daya tahan rendah - Banyak mengandung protein

Potongan memanjang serabut otot rangka

Persarafan

Setiap otot dipersarafi satu/lebih saraf yang menembus epimisium pada

tempat tetap tertentu yang disebut titik motor. Saraf ini mengandung
serat-serat motorik, sensorik untuk gelendong otot. Ujung sensorik neurotendinea untuk fasia dan sarf autonom untuk pembuluh darah.

Secara fungsional, otot terdiri atas unit-unit motorik. Satu unit terdiri dari
atas satu serabut saraf dan serat-serat otot yang dipersarafinya

Regenerasi jaringan otot :

Pada otot rangka, meskipun intinya tidak mampu bermitosis, jaringan ini

dapat mengalami regenerasi dengan keterbatasan. Sumber sel yang


bergenerasi diyakini adalah sel satelit. Sel satelit adalah populasi kecil sel mononukleus yang berbentuk gelondong dan berada didalam lamina

basalis yang mengelilingi setiap serabut otot yang matur. Sel satelit
dianggap sebagai mioblas inaktif yang menetap setelah diferensiasi otot terjadi. Akan tetapi, kemampuan regenerasi otot rangka sangat terbatas setelah mengalami trauma otot atau degenerasi.

C. SENDI
Sendi merupakan daerah dimana tulang-tulang ditutupi dan

dikelilingi oleh jaringan ikat yang mempertahankan tulangtulang bersama dan menentukan jenis dan derajat pergerakan diantara mereka.

SENDI BERDASARKAN JENIS PERSAMBUNGANNYA

1.

Sinartrosis adalah sendi yang memungkinkan sedikit sekali atau sama

sekali tidak ada gerakan.

2.

Diartosis adalah sendi yang umumnya menyatukan tulang-tulang

panjang dan memiliki mobilitas besar, seperti sendi siku dan lutut.
Pada diartosis, ligamen atau suatu simpai jaringan ikat mempertahankan kontak pada kedua ujung tulang. Simpai

membungkus sebuah rongga sendi tertutup yang mengandung


cairan sinovial.

Fotomikograf sebuah diartosis. Sediaan lutut marmot. Peluasan PSH. Pembesaran lemah.

Jaringan Ikat
Jaringan ikat pada sendi tersusun dari sel-sel dan substansi dasar. 2 macam sel yang ditemukan pada jaringan ikat adalah sel-sel yang tetap/ tidak berkembang pada jaringan ikat, seperti sel mast, sel plasma, limfosit, monosit dan leukosit polimorfonuklear.

Persarafan
Sendi dipersarafi oleh saraf-saraf perifer yang menyeberangi sendi. Ini berarti nyeri dari 1 sendi mungkin dapat dirasakan pada sendi lainnya. Misalnya, nyeri pada sendi panggul dapat dirasakan sebagai nyeri lutut.

Struktur histologik membran sinovia, dengan selsel pelapis yang tersusun mirip epitel. Tidak ada lamia basal antara sel-sel dan jaringan ikat bawahnya. Jarinagan ini kaya akan kapiler darah dan mengandung sejumlah sel adiposa (AD) dalam jumlah bervariasi.