Anda di halaman 1dari 24

3

BAB II PEMBAHASAN

Alfred Adler lahir di Vienna tahun 1870, Alfred Adler adalah seorang medis di Universitas kesehatan di Vienna, tetapi setelah lama praktek dimedis Alfred Adler tertarik pada psikiater, Alfred Adler menikah 1897, kemudia membangun kehidupan yang panjang dan tertarik dalam social dan kualitas seks yag tercermin dari banyak ide. Pada tahun 1902, dari undangan Freud Alfred Adler bergabung dalam lingkaran Psikoanalisis yang ditemukan oleh Freud. Pada tahun 1917, Alfred Adler menerbitkan Study of Organ Inferiority and its Psychical Compensation: A Contribution to Clinical Medicine. Pada tahun 1910 Alfred Adler menjadi pemimpin Psikoanalisis di Vienna tetapi pada tahun 1911 Alfred Adler mengubah pandanganya mengenai psikoanalisis Freud dan mengundurkan diri. Pada tahun 1912 Alfred Adler menerbitkan The Neuritic Constitution, yang menjadi awal teori neurosis dan dasar dari ide psikologi individual. Pada tahun 1913 akhirnya Alfred Adler menemukan Society dari individual psikologi kemudia mulai membangun ketertarikanya dalam pendidikan anak-anak dan membuka klinik bimbingan anak-anak pertama di Vienna dalam mengaplikasikan teorinya. Alfred Adler melanjutkan prakteknya dan pengajaranya di Eropa dan Amerika sampai 1937, sampai akhirnya Alfred Adler meninggal di Aberdeen, Scotland pada umur 67 tahun. A. ASUMSI DAN PEMIKIRAN DASAR DARI TERAPI ALFRED ADLER Terapi adler bersifat holistik, pendekatan socioteleologocal dan berbasis Psikologi individual adler. Psikologi Individual berpendapat tidak dapat bahwa individu dibagi menjadi seseorang yang beberapa dimana orang-orang tidak dapat terpisahkan dan Dengan kata menyadari tujuan dan kemajuan untuk mencapai tujuan atau cita-cita. Adler tidak bagian mental.

lain Adler mengambil pendekatan holistik untuk psikoterapi Adler memiliki ide

dari self-consistent unity yang kontras dengan teori Freud , dimana stress dan koflik merupakan divisi dari personality. Kedua, manusia adalah makhluk social, di mana memiliki arti aksinya hanya komprehensif Pada saat mengamati dengan satu kelompok lainnya dalam pengoperasian mereka. Dengan kata lain, mengambil makna dalam hubungannya dengan lainnya. Akhirnya,secara teleologis berarti manusia memiliki tujuan, dan selalu ada tujuan di balik semua perilaku. Untuk mengidentifikasi tujuan-tujuan masyarakat jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan tersebut bersifat sosial dan mengungkapkan seluruh kepribadian.Dalam pandangan Adler, orang tidak menyadari tujuan-tujuan dan private logic yang terletak di balik perilaku. 1. Private logic Sebuah pikiran dan kepercayaan berhubungan dengan private logic yang berasal dari dalam diri yang tumbuh pada masak anak-anak yang sudah terbentuk (apperception). Pada psikologi, apperception diproses untuk dimengerti jalan dari pengalaman masa lalu. Apersepsi tidak sama dengan keadaan perasaan karena keadaan perasaan adalah pemahaman dan hal yang ditunjuka dari seseorang private logic yang hanya satu orang yang dapat dan yang berkarakteristik serta persepsi pengalaman masing-masing. Orang-orang membentuk dirinya dengan lifestyle yang dilakukan, interpretasi dan respon dari masing-masing personal dan perilaku. Orang-orang berbuat sesuai apa yang dipilih untuk dipercayai dan mereka berbuat dengan menerima konsekuensinya. Orang-orang jangan menjadi passive reactors untuk hidup tapi menjadi actor yang kreatif. 2. Lifestyle Adler berpendapat, orang-orang dapat memilih bagaimana respon dengan kualitas dan lingkungan dari bagaimana cara dibesarkan. Self-concept dan concept dari kehidupan memberikan tujuan atau memastikan pola yang disebut lifestyle. Lifestyle dibangun dari umur lima tahun dan diperoleh dari keunikan anak-anak dan kreativitas persepsi dari situasi keluarga. Latar belakang orang tua,

nilai orang tua, dan atmosfer keluarga yang dibentuk. Orangtua memberikan dasar pada anak-anak yang membuat mereka berasumi tentang dunia dan pilihan langsung yang Alfred Adler mbil, serta keyakinan yang dipengaruhi kerabat dan pilihan arah. a. Inferioritas, superioritas, berdasarkan makna hidup Semua orang terlahir dengan keinginan untuk memiliki keluarga, kelompok yang besar, untuk kehidupan sosial dan kemanusiaan pada umumnya. Semua orang berusaha untuk menerima fakta-fakta bahwa Pada saat dilahirkan semua orang berada dalam posisi inferior, dalam kata lain bayi terlahir telanjang, dan membutuhkan pertolongan. Adler percaya kerja keras dalam mencapai keuntungan superioritas semua orang mengambil tempat dalam konteks perhatian sosial. Ada hal positif dan negatif dalam kerja keras. Dalam sisi positif, pencapaian potensi, memungkinkan orang-orang menghormati dirinya sebagai anggota dari sebuah kelompok yang memainkan bagian penting dalam kelompok. Di sisi negatif, apabila orang-orang merasa inferior terhadap potensinya dan nyaman dengan keterbatasannya, menghambat berbagai kontribusi yang dapat diperbuatnya. Secara ringkas, perilaku ditentukan oleh nilai yang dberikan dalam kehidupan. Semua orang berkelakuan berdasarkan persepsi yang Alfred Adler dianggap benar, dan kehidupan akan berubah sesuai dengan apa yang dipercaya akan terjadi. b. Kesehatan mental dan ketertarikan sosial Kesehatan mental mengukur minat seseorang. Minat seseorang telah ada sejak manusia dilahirkan. Orang yang memiliki kesehatan mental akan mampu bekerja sama dengan oranglain, menjadi bagian dari komunitas, yang nyaman dengan perannya dalam kelompok atau komunitas dan berkontribusi dalam mengerjakan tugasnya sebagai anggota kelompok. Keberanian adalah salah satu karakteristik mental orang yang sehat. Menurut Adler keberanian berarti aktivitas ketertarikan lebih. Orang-orang berkata untuk memberanikan diri apabila berperan dalam minat sosial. Semua

orang memiliki respek diri dan kenyamanan diri karena minat sosial lebih sering diperankan dibandingkan dengan minat dirinya. Semua orang bermaksud untuk menunjukkan keberadaanya sebagai diri sosial dan menawarkan nkeunikan, berarti dalam kontribusinya terhadap sebuah keluarga, kelompok yang lebih besar, kemanusiaan pada umumnya.Minat sosial seseorang, yaitu : 1) Memperlakukan semua orang dengan sama 2) Merasa sama dengan orang lain 3) Bergerak secara horizontal ke depan 4) Berorientasi terhadap tugas 5) Berkelakuan berdasarkan kebiasaan 6) Berkelakuan berdasarkan keadaan yang mendesak 7) Mengidentifikasi keberadaannya keberadaan manusia berdasarkan perasaan dan

3. Tugas kehidupan Menurut Adler ada tiga utama tugas kehidupan : pekerjaan, persahabatan, dan cinta. Rudolph Dreikurs, doctor muda yang bekerja di Klinik Bimbingan anak Adler di Vienna 1920 menambahkan dua hal lagi, yaitu : bergaul dengan oranglain, membentuk hubungan yang intim. Tugas kehidupan dicapai dengan memiliki kehidupan sosial dan persahabatan, keamanan kerja, menikah dan memiliki anak. Tugas hidupan merupakan hal vital berdasarkan pengabaAlfred Adler n secara sehat dalam perjalanan hidup manusia, walaupun Adlerian modern memperluas tugas kehidupan untuk menuutpi hubungan homoseksual atau lesbian dan pengangguran. Pada saat orang-orang merasa inferior terhadap orang lain, gangguan psikologis terjadi. Gangguan psikologis akan menghambat pertumbuhan minat sosial seseorang. c. Neurosis, psikosis dan psikopat

Pada saat hal tidak realistik terjadi, dan tujuan superioritas personal telah diatur, alasan dibutuhkan untuk menjelaskan kegagalan. Sebuah alasan nyata dalam gejala neurotis dan perilaku, atau apa yang disebut dengan private logic. Sebagai contoh, orang yang mengklaim sebagai orang yang terbaik di kelas pada topik tertentu mungkin akan mengalami sakit kepala dan tampil dengan buruk karena tujuannya tidak realistik dan tidak dapat dicapai. Sakit kepala adalah gejala neurotik yang menunjukkan kemampuan yang dimiliki tidak sehebat yang dibayangkan. Orang-orang memanjakan diri dalam dilusi karena merasa rendah, tapi sebenarnya secara sosial sama dengan oranglain. Penyembuhan obsesi dapat dilakukan dengan adanya harga diri, keamanan pribadi, dan prestise. Individu perlu mengembangkan ketertarikan sosial agar mampu lebih memaksimalkan diri untuk berkontribusi dalam kehidupan. Singkatnya, logika pribadi akan digantikan oleh akal sehat. Psikotik melepaskan diri dari kehidupan logika sosial ke dalam dunia halusinasi dan khayalan yang sesuai dengan privat logic. Keduanya neurotic dan psikotik termotivasi oleh adanya minat sosial. Psikopat secara terbuka menolak akal sehat. Setiap orang terlalu termotivasi hanya pada minat dirinya, tapi tidak seperti nerotik dan psikotik, tidak memiliki hati nurani. Psikopat tidak memiliki alibi neurotik dan gejala atau realitas distorsi psikotik. Neurosis tidak akan berkembang Pada saat fungsi dari seseorang berjalan dengan baik. Masalah terjadi Pada saat seorang individu menyadari mampu menyelesaikan tugasnya. Masalah yang digaris bawahi adalah merasa inferioritas. Ini dapat disebabkan oleh pengalaman masa kanak-kanak, manja atau dimanjakan, berkecil hati akibat kelalaian, atau dikritik dan menyebabkan mereka mengambil resiko dan melakukan kesalahaN. d. Pengasuhan Adler menggunakan hubungan yang memanjakan (spoiling) dan pampering synonymous, tetapi. menurut Manford Sonstegard, yang merupakan dosen di sekolah pascasarjana Dreikurs dalam bidang bimbingan anak di Universitas Northwestern dan bergerak dalam pengembangan child guidance centres and parent education miliknya, menurut Alfred Adler spoiling dan

pampering merupakan kata yang berbeda (dilihat dalam Dryden,1991,p 87); spoiling adalah memberi apa yang diminta oleh anak, sedangkan pampering adalah melakukan sesuatu untuk anak sehingga dapat melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.

Pandangan Sontegard, pampering merupakan sesuatu yang paling dapat membuat pengasuhan tidak dapat dimanfaatkan. Melakukan pamper pada anakanak merupakan pencarian bantuan kepada orang lain karena merasa tidak dapat memenuhi tugas-tugas pada dirisendiri. Sebagai seorang yang dewasa memiliki rasa percaya diri yang rendah karena mereka memilliki pengalaman yang cukup untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri. Sebagian memiliki sedikit atau tidak memiliki keyakinan dalam kemampuan diri untuk membuat pilihan, orang-orang menggunakan independensi, menghadapi kesulitan dan mengambil resiko. Pengasuhan yang over protektif membuat pertumbuhan personal menjadi terbelakang. Sementara itu, orang dewasa yang diharapkan anak-anak adalah orang yang memanjakan mereka dan melindungi dari orang lain dan memilihkan jalan untuk anak.

Yayasan tentang gaya hidup anak-anak di masa depan diletakan sesuai dengan persepsi akan posisinya di dalam keluarga, yang ditentukan oleh atmosfir dan nilai-nilai dalam keluarga, sebagaimana yang telah diterapkan oleh orang tua. Beberapa anak memilih tujuan berdasarkan kesalahan ide atau logika pribadi yang diintrepretasikan dari posisi anak dalam konstelasi keluarga. Keduanya, anak-anak maupun orang dewasa sadar akan tujuan yang akan dicapai dan logika yang mendasarinya.

Nilai kompetitif keluarga dapat membentuk lingkungan anak atau mereka bersaing satu sama lain. Beberapa anak memiliki tujuan untuk sukses dalam perbedaan, anak yang lain harus menjadi yang terbaik dalam melakukan sesuatu, baik itu merupakan sesuatu yang nakal.

Faktor penting lainnya adalah urutan kelahiran. Anak paling tua menjadi pusat perhatian sampai lahir anak yang selanjutnya, ketika mereka berusaha untuk mempertahankan superioritasnya. Anak yang lebih muda berusaha untuk mengejar ketinggalan, dan jika mereka berhasil melakukannya maka hal tersebut akan membuat anak yang lebih tua menjadi kecil hati. Alternatifnya, jika amak yang lebih tua merasa terlalu mampu atau terlalu jauh di depan anak yang lebih muda, maka hal itu akan membuat anak yang lebih muda mudah menyerah. Anak yang paling muda dapat dimanjakan oleh anak yang lebih tua, siapa saja yang berusaha meningkatkan superioritas mereka dan memperpanjang status sebagai anak bungsu. Namun, beberapa anak yang paling muda menjadi anggota keluarga yang paling sukses karena mereka membutuhkan perjuangan untuk melawan anak yang lebih tua.

a. Konsekuensi dalam Kehidupan Dewasa

Jika gaya hidup seseorang berjalan harmonis dengan lingkungannya maka tidak akan ada gejala stress yang terjadi atau tidak akan muncul perilaku yang mengganggu. Ini merupakan kasus yang terjadi bahkan ketika mereka tidak kooperatif dengan yang lain dan tidak memenuhi semua tugas kehidupan mereka. Bagaimanapun anak yang dimanjakan akan menjadi orang dewasa yang mencari perlindungan, penolong dan penasehat untuk mengontrol kehidupan mereka, sementara anak-anak manja mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang bersedia untuk memenuhi tuntutan mereka. Hilangnya aktor pendukung dapat dengan cepat mengganggu kebiasaan mereka untuk mencari sosok penggantinya. Alternatif individual mungkin mencari terapi yang menjadi gejala yang dapat menghadirkan penyesalan baginya. Mereka dan yang lainnya mungkin yakin akan keinginan untuk mengatasi gejala tersebut, tetapi hal yang berbahaya adalah proses dari gejala tersebut dapat diperburuk dan sehingga menjadi diabaikan. Ini karena logika pribadi mempertahankan kesalahan mereka dan tujuan hidup yang tidak realistis.

Menurut Adler pemeliharaan terhadap ketidakrealistikan dan kesalahan dalam tujuan hidup oleh logika pribadi yang memimpin dan menjadikan mereka memiliki personality yes-but. Ini berarti sementara individu mengenali obligasi sosial mereka (yes) mereka melanjutkan dengan kebiasaan yang tidak berguna karena logika pribadi mereka (but). Jadi mereka menghindar dari tugas-tugas kehidupannya, dan bagaimanapun gejala-gejala dapat menjadi dapat disembuhkan dengan baik oleh mereka dan terus berulang atau muncul lagi sebagai gejala lain jika individu-individu tetap merasa membutuhkan penjagaan.

b. Bagaimana Perubahan Dapat Terjadi

Persepsi orang dapat berubah jika mereka memiliki dorongan pengalaman. Mungkin ada kebangkitan dari ketertarikan sosial, keinginan yang kuat untuk mereduksi rasa inferiority. Perilaku yang terang-terangan dapat berubah tanpa ada perubahan dalam motivasi. Bagaimanapun perubahan perilaku mungkin rendah jika tidak disertai oleh perubahan dalam persepsi dan kebangkitan ketertarikan sosial. Ketika seseorang merubah perilaku mereka membutuhkan mendapat beberapa wawasan ke dalam ide terhadap hal-hal yang telah menyebabkan permasalahan mereka. Pertukaran terhadap perilaku yang tidak dapat diterima menjadi perilaku yang dapat diterima tidak dapat dianggap sebagai perubahan gaya hidup jika seseorang berkonsentrasi bukan pada perasaan yang sama kepada orang lain. Jadi, mereka yang membutuhkan untuk menjadi pusat perhatian, dan siapa yang fokus untuk menjadi spesial dan superior bukan pada kontribusi apa yang dapat mereka berikan terhadap pemenuhan tugas-tugas dari pertemuan dari sebuah situasi yang hanya membuat permukaan gesture oleh perubahan perilaku.

Perubahan perilaku dapat menjadikan seseorang dimintai oleh lingkungan dari orang lain atau oleh perubahan lingkungan, seperti meninggalkan sekolah, lulus atau gagal dalam ujian, berhasil atau kalah dalam pekerjaan, perubahan

10

perilaku dari pasangan atau orang tua, yang ditinggalkan oleh pasangan atau kehilangan orang tua.

A. TERAPI ADLER

1. Tujuan Terapi Adler Terapi Adler terdiri dari beberapa tahap, masing-masing memiliki tujuan, yaitu: a. Menetapkan dan memelihara suatu hubungan dengan klien b. Menemukan dinamika klien

c. Memberikan wawasan

d. Memfasilitasi reorientasi Terapi melibatkan pendidikan klien kembali untuk menghapuskan persepsi-persepsi yang salah dan nilai-nilai sosial, dan untuk mengorientasikan kembali motivasi mereka. Seperti pikiran-pikiran yang keliru dan tujuan yang tidak realistis merupakan sumber keputusasaan pada klien, mereka membantu untuk memperoleh suatu wawasan ke dalam sehingga perubahan dapat terjadi. Setelah wawasan dicapai, klien mampu mengatur tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka. Bergandengan tangan dengan ini berjalanlah penyesuaian kembali konsep pribadi dan sikap. Tumbuh ketertarikan sosial secara bertahap menggantikan perasaan inferioritas lama dan rasa baru kesetaraan dengan orang lain mendorong klien untuk terlibat dalam kerjasama daripada berusaha untuk status pribadi. 2. Kriteria untuk Memilih Gaya Terapi

11

Terapi Adler tidak memiliki aturan yang kaku dalam memilih pendekatan yang tepat bagi individu. Meskipun klien memilih terapi akan dibatasi oleh apa yang tersedia, pilihan individu dihormati. Klien yang tidak nyaman tentang berbagi perasaan dan keyakinan mereka dengan kelompok dapat memilih terapi individu. Namun, karena diyakini bahwa semua masalah bersifat sosial, beberapa terapis lebih suka bekerja dengan kelompok. Sebagai contoh, jika seorang klien sudah menikah, terapis ingin pasangan lainnya menyadari implikasi dari psikoterapi dan perubahan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari itu. Pasangan dapat menerima konseling pasangan dan terapi individu jika diperlukan. Terapis bekerja dengan seluruh keluarga ketika berhadapan dengan anak-anak. Ini karena Terapi Adler menyatakan bahwa jika seorang anak ingin berubah perlu ada perubahan dalam keluarga secara keseluruhan.

Terapi multiple melibatkan beberapa terapis bekerja dengan satu klien. Ada beberapa keuntungan untuk pendekatan ini: klien mendapatkan manfaat dari pendekatan lebih dari satu terapis, tetapi memberikan kesempatan pelatihan yang ideal; diskusi dan ketidaksepakatan antara terapis dapat menjadi pendidikan dan dorongan untuk klien, dan klien diperlakukan sama ketika menjelaskan private logic mereka. 3. Kualitas yang Diperlukan Terapis Adler Terapis Adler harus: a. Memiliki rasa kesetaraan dengan semua orang. b. Menghormati klien tanpa memaafkan semua perilaku mereka. c. Dapat membangun hubungan klien-konselor yang saling menghormati melibatkan timbal balik yang jujur kepada klien dan perilaku yang dapat diterima oleh klien.

d. Hangat dan menerima klien, tulus berusaha untuk memahami gaya hidup mereka tanpa menghakimi.

12

e. Dapat bertindak sebagai model sosial, tetapi orang yang keliru dan tidak takut untuk membuat kesalahan.

f. Dapat memajukan nilai-nilai sosial yang membantu manusia untuk hidup bersama sebagai kesetaraan.

g. Bisa menang orang yang di atas.

Beberapa klien menolak memasuki kemitraan yang setara karena mereka takut pertanggung jawabannya. Hubungan mereka dengan terapis bisa menjadi yang pertama yang telah mereka alami yang demokratis, kooperatif dan setara. Para terapis harus bertujuan untuk mengembangkan hubungan yang demokratis yang bebas dari kekuasaan, manipulasi atau konflik dengan klien.

4. Gaya Terapi Terapis dan klien duduk berhadapan di kursi yang sama tinggi. Tujuannya adalah untuk mencapai kepercayaan dan penerimaan dalam waktu sesingkat mungkin, dan ini dilakukan dengan respon sensitif pada klien. Ketika klien telah memperkenalkan masalahnya, terapis mulai mengumpulkan informasi apapun tentang gaya hidup klien yang akan membantu pemahaman. Meskipun pendekatan ini direktif pada tahap ini adalah hormat, karena terapis menjelaskan kepada klien mengapa mereka harus menyimpang dari masalah dan meminta izin untuk melakukannya. Tahap eksplorasi dilakukan sebagai suatu kemitraan, dengan terapis yang menawarkan interpretasi sebagai cerita klien yang terungkap dan menjadi empati. Pertukaran disesuaikan untuk kebutuhan fakta klien, misalnya waktu yang diperbolehkan untuk klien mengeksplorasi perasaannya, dan kosakata klien digunakan ketika meminta klarifikasi dari sesuatu yang ia katakan. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan logika pribadi yang mendasari gaya hidup klien. Terapis akan membentuk hipotesis tentatif dan menyajikannya pada

13

klien untuk penilaiannya apakah terapis telah membuat deduksi akurat. Terapis dan klien harus menetapkan tujuan bersama untuk tahap pendidikan, namun klien memiliki hak menolak untuk membuat perubahan pada dirinya sendiri. Pendekatan kooperatif berlanjut ke tahap selanjutnya, yang melibatkan pengaturan tugas dan penyelesaian tugas, skala waktu yang bervariasi dari klien ke klien. Terapis menunjukkan kepercayaan pada klien dengan memberikan dia seluruh tanggung jawab untuk reorientasi. Bahkan jika klien tetap pergi karena dia merasa belum siap untuk berubah, ia menyambut kembali ketika siap. 5. Dua Belas Tahap Terapi Adler a. Tahap Empati-Hubungan Tahap ini ditujukan untuk membantu klien agar menjadi orang yang lebih kooperatif dengan belajar bekerja sama dalam proses terapi. Terapis menunjukkan kegagalan untuk bekerja sama, meskipun hal ini dilakukan secara diplomatis dan klien dibuat sadar bahwa tingkat pencapaian akan hinge on pada tingkat kerja sama di antara mereka. Terapis menunjukkan pemahaman, kehangatan, penerimaan dan empati jika klien mereka tertekan, dan ide-ide pembantu adalah berusaha untuk memperbaiki situasi. Terapis perlu "berdiri di atas sepatu" klien mereka dalam hal psikologis untuk memahami keunikan mereka. Terapis berusaha untuk mendapatkan rasa hormat dari klien mereka dengan menunjukkan kehormatan diri, menolak untuk bermain permainan dan mengomentari perilaku terhadap diri mereka bahwa mereka menemukan ketidak terimaan.

1) Tahap Informasi

Selama tahap ini terapis mengumpulkan informasi tentang masalah penyajian, dan sejarah mereka, keluarga klien mereka, kenangan awal, mimpi, tingkat kinerja klien mereka dalam ketiga tugas kehidupan, dan pengaruh budaya dan agama. Psikologis, kecerdasan dan ketertarikan tes juga dapat dilakukan. Informasi yang dikumpulkan akan berisi distorsi, dan akan menjadi kelalaian yang penting.

14

Setiap persamaan antara masa kanak-kanak dan kehadiran pola diperiksa, dan menyajikan bahan proyektif dalam kenangan awal dan mimpi dianalisis. Para terapis kemudian mengembangkan hipotesis tentang perasaan inferioritas, gaya hidup, logika pribadi dan tujuan.

Selama petunjuk sesi non-verbal dikumpulkan cara di mana klien memasuki ruang, postur tubuh mereka, nada suara dan sebagainya dan terapis mungkin bertanya tentang pikiran klien pada tuhan dan keyakinan etis dan moral. Namun pertanyaan paling penting adalah apa yang berbeda untuk klien jika mereka tidak memiliki masalah. Jawaban yang diberikan harus mengungkapkan inti permasalahan kesulitan ditambah tujuan yang tidak realistis.

2) Tahap Klarifikasi

Keyakinan dasar dieksplorasi menggunakan pertanyaan Socratic, dan kemudian konsekuensi dari keyakinan klien diperiksa dan alternatif dieksplorasi. Tujuannya adalah untuk menggantikan pikiran pribadi (private logic) dan gagasan keliru dengan akal sehat, bersama terapis menelusuri ide-ide klien mereka kembali ke masa kanak-kanak untuk menentukan bagaimana mereka datang untuk diinternalisasi di tempat pertama.

Pertanyaan membantu klien untuk mempertimbangkan pemaknaan, mereka memberikan isu-isu seperti cinta dan pernikahan. Hal ini terutama penting bagi terapis untuk menunjukkan empati mereka, dan untuk menggambarkan tujuan klien dan gagasan keliru bahwa pada akhirnya dapat memahami, mengenali dan memiliki.

Terapis tidak diperlukan untuk mendapatkan segalanya dengan benar pada upaya pertama, dan mereka bahkan menunjukkan kekeliruan mereka dengan

15

mendapatkan klien mereka untuk membantu meringkas gaya hidup mereka. Ringkasan mengambil bentuk "orang lain", "kehidupan" dan "aku". Para terapis menjelaskan kepada klien bagaimana mereka memilih tujuan mereka. Mereka melakukan ini untuk membantu klien menginterpretasikan gaya hidup mereka.

Privat logic kehilangan kekuatannya setelah diverbalkan, dan tantangan yang dibuat untuk ide-ide tidak realistis, generalisasi yang berlebihan dan penyederhanaan yang berlebihan. Terapis menggunakan pertanyaan menantang seperti "apakah ini benar-benar orang?" Dan "itu masuk akal untuk mengharapkan ...? Mimpi memberikan petunjuk karena, seperti kata Adler, mereka adalah "faktor emosi" dengan kata lain mereka mengatur suasana hati yang memicu tindakan orang. Ingat mimpi mencerminkan gaya hidup klien 'mereka tidak pernah mempertentangkannya.

3) Tahap Dorongan

Klien harus menemukan keberanian batin dan terapis membantu dengan menunjukkan contoh-contoh keberanian-menghadapi kebutuhan untuk terapi adalah contoh yang baik. Mereka bersama-sama memeriksa langkah-langkah yang klien bisa, dengan sedikit banyak keberanian, mengambil jalan perilaku baru. Ini penting karena klien datang untuk menyadari bahwa mereka takut masalah tidak dapat dihindari jika perilaku baru dirangkul.

Setiap usaha yang sukses membantu pertumbuhan keberanian klien. Perasaan rendah diri yang ditargetkan untuk mengurangi tingkat penanganan, dan klien menunjukkan bahwa beberapa rasa rendah diri dapat bermanfaat dalam hal ini agar dapat memacu perbaikan. Harga diri yang sesungguhnya berasal dari penaklukan kesulitan pribadi, tapi klien dengan tegas percaya diri yang berasal

16

dari pujian atau orang lain persetujuan. Jadi langkah-langkah kecil yang diambil pada waktu sebelumnya untuk mengatasi kesulitan. Perasaan tentang upaya yang dilakukan dan hasil mereka yang diperiksa selanjutnya. Salah satu konsekuensi dari mencoba untuk menghindari kegagalan adalah penurunan aktivitas. Terapis bertujuan untuk membantu klien mereka untuk memperluas cakupan dan tingkat aktivitas mereka yang bersedia untuk melakukan. Kadang-kadang bergerak dalam petunjuk yang salah yang diperlukan sebagai langkah pertama, maka klien dapat dipuji karena menunjukkan keberanian meskipun membuat langkah yang salah, tetapi keberhasilan itu yang memberikan batu loncatan utama untuk tahap berikutnya. 4) Tahap Interpretasi dan Pengakuan Terapi harus menyadari tentang apa yang telah dilakukan oleh klien dan benar-benar mampu menyelesaikan tugas mereka. Klien memiliki perasaan, berpikir dan perubahan perilaku yang direspon dengan adanya pemenuhan tugas kehidupan. Pekerjaan terapis adalah menjelaskan perubahan secara reflektif jadi klien mereka akan mampu mengidentifikasi berbagai tujuan yang harus segera diselesaikan dan tujuan akhir. Termasuk di dalamnya:

a) Ketetapan waktu klien: apakah mereka tiba dengan tepat waktu atau tidak?

b) Apakah klien berbicara banyak yang mengakibatkan terapis mampu membuat beberapa respon?

c) Apakah klien keluar dari track pembicaraan selama terapi?

d) Apakah klien setuju terhadap semua saran yang disampaikan oleh terapis?

Untuk membangkitkan harga diri mereka dan menghilangkan ekspetasi mereka mengenai depresi dan penyerangan, atau mengambil senjata yang

17

digunakan untuk melukai orang lain. Hal itu didemonstrasikan kepada klien bahwa itu adalah hal buruk, menghabiskan waktu, dan hanya akan menyebabkan kerugian terhadap dirinya dan orang lain.

Oleh karena itu, klien dibantu untuk melihat kualitas yang membedakan diriny dengan orang lain berdasarkan peristiwa yang mungkin. Tujuannya adalah untuk menghentikan kebiasaan kaku klien dalam mengkategorikan sesuatu.

Apabila tujuan klien tidak produktif emosi mereka akan berpengaruh terhadap tujuan mereka. Emosi ini digunakan sebagai mengecualikan tindakan perilaku yang tidak berguna. Langkah berikutnya adalah untuk mendorong klien dibalik rasa inferioritasnya, gaya hidup mereka dan tujuan akhir. Ini termasuk dalam mengeksplor ingatan mereka, mimpi, pengalaman dan hubungan keluarga untuk menciptakan gambaran yang komprehensif. Prosesnya berjalan secara sensitif, diplomatis dan membutuhkan waktu yang tepat. Klien harus berbesar hati sehingga mereka dapat menyadari bahwa jalan yang telah ditempuhnya salah. Tujuannya adalah mengevaluasi sehingga berbagai dugaan akan mudah dibuat berdasarkan apa yang telah hilang atau diperoleh dari apa yang diharapkan klien. Terapis harus menggunakan logika, humor, metapora dan lainnya. Harus ada obrolan yang menarik mengenai makna hidup dan klien mampu mencapainya, termasuk di dalamnya semua yang dapat dilakukannya dalam hidup.

5) Tahap Mengetahui Dalam tahapan ini, bukan terapis yang menginterpretasi gaya hidup, tujuan dan perubahan klien, akan tetapi klien itu sendiri yang melakukannya dan mendiskusikannya dengan terapis. Namun, ada hal yang berbahaya ketika klien menghentikan terpai dalam proses ini, yakinkan bahwa mereka dapat mengatasi permasalahannya tanpa harus mengubah arah atau tujuannya.

18

6) Tahap Hilangnya Pengalaman

Kenangan masa kecil dapat menyebabkan klien mengalami perasaanperasaan negatif yang kuat yang dapat merusak baik hubungan pribadi mereka dan persepsi mereka tentang pekerjaan mereka dan peran dalam kehidupan. Meskipun mereka berusaha untuk 'melakukan hal yang benar' mereka tidak mengalami kasih sayang dan atau kenikmatan.Terapis harus bertujuan baik untuk membawa tentang terobosan emosional atau untuk mempromosikan perubahan melalui interpretasi kognitif.

Untuk

menetralkan

jejak

keluarga

negatif

dan

mempromosikan

pengalaman yang lebih positif dan gambar, terapis menggunakan citra dipandu, permainan peran dan citra eidetik latihan (ketiga dibahas dalam bagian selanjutnya pada terapi teknik).

7) Tahap Melakukan secara Berbeda

Ini adalah tahap yang sulit karena meskipun klien mungkin dapat dihindari dan tanggung jawab mengatasi kesulitan lama dengan memanfaatkan keberanian baru dan wawasan, mereka mungkin merasa gentar tentang mengambil langkahlangkah dalam arah baru. Terapis mulai dengan melihat apa yang klien mereka bersedia untuk mencoba, dan mereka mendorong mereka untuk memajukan secara bertahap ke arah kegunaan sosial.Tujuannya adalah untuk mengubah pendekatan mereka terhadap tiga tugas kehidupan.

8) Tahap Penguatan

19

Selama tahap terapis membantu klien mereka untuk meninggalkan tindakan egosentris yang telah memberikan mereka dengan ilusi diri peningkatan dan perlindungan. Para klien telah mengabaikan kebutuhan orang lain, tapi sekarang mereka didorong untuk fokus pada orang lain, pada tugas-tugas yang diperlukan dan pada tuntutan situasi. Klien mulai mengatasi kesulitan-kesulitan yang sebelumnya telah dihindari, yang membawa mati bonus tambahan dari kepuasan dan kebanggaan pada upaya berani mereka dan hasil positif. Terapis juga memberikan pelatihan emosional sehingga klien mereka dapat pengalaman feeings positif yang menggantikan ego.

9) Tahap Merasakan Komunitas

Sejak pertemuan pertama antara para terapis telah menunjukkan rasa komunitas kepada klien mereka dengan menerima klien tersebut sebagai sesama manusia, yang menunjukkan kepedulian untuk masalah klien mereka dan mengekspresikan keinginan mereka untuk membantu. Pada awalnya, klien mungkin memiliki keraguan tentang kesejatian terapis karena pengalaman mereka sebelumnya membuat semuanya tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Namun, sebagai hubungan mereka telah mengembangkan klien untuk menerima dan menghargai perhatian yang tulus dan dorongan yang ditawarkan. Hal ini telah meningkatkan rasa harga diri dan memungkinkan mereka untuk berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain, dan berkontribusi untuk kesejahteraan mereka.

10)

Tahap Pengalihan Tujuan

Klien mungkin merasa bingung untuk sementara waktu karena mereka mengejar tujuan-tujuan baru yang berguna secara sosial, mempromosikan diri secara positif dan menarik penghargaan orang lain. Para perilaku terapis sangat

20

penting pada hal ini karena klien akan mengamati apakah mereka mempraktekkan apa yang mereka ajarkan. Hal ini juga harus diingat bahwa banyak model klien yang ada pada diri terapis, ini menjadikan positif atau negatif. Adler percaya bahwa orang tidak harus bertujuan untuk menjadi 'normal' atau rata-rata, tetapi harus berusaha untuk menjadi manusia yang ideal. Sekali lagi, terapis akan membantu dalam mengejar tujuan ini.

11)

Tahap Dukungan dan Pelaksanaan

Pada tahap ini klien akan merasa nyaman dalam menghadapi kesulitan, lebih menyukai keterasingngan, seperti yang tak terduga dalam hidup, merasa sama dengan orang lain, akan bersemangat untuk berkembang sepenuhnya, memiliki jiwa kemurahan hati, ingin berbagi kesuksesan mereka, dapat memberikan dorongan kepada orang lain, berfungsi lebih baik dan merasa lebih kuat, dan membutuhkan tantangan diri seleksi diri untuk mendorong pengembangan diri mereka. Tantangan ini bisa membuktikan untuk menjadi 'panggilan' atau 'misi' dari kehidupan mereka. Para terapis 'berperan untuk mendorong klien mereka' mencarian hanya untuk mencari tantangan dan untuk membantu mengevaluasi mereka yang dianggap. Tantangannya tidak boleh melampaui kemampuan klien, tetapi tidak harus terlalu mudah. 6. Empat Teknik Terapi Menurut Adler a. Penilaian (Assessment) Dalam tiga tahap pertama melakukan terapi melalui pemeriksaan yang teliti mengenai gaya hidup. Menggunakan proyektif awal dari ingatan masa lalu adalah teknik sentral dalam proses ini karena, apakah benar atau salah, ingatan masa lalu berkaitan dengan keyakinan klien dan perasaan tentang diri mereka sendiri dan dunia. Selanjutnya ingatan masa lalu yang bergema menjadikan mereka memiliki tujuan, perasaan rendah diri, skema apersepsi, keberanian, rasa komunitas, gaya hidup, dan tingkat aktivitas dan jari-jari kehidupan. Hal-hal berikut ini juga dinilai:

21

1) Klien

mendeskripsikan gejala

mereka dan

penyebanya, dan

apa yang akan klien lakukan jika mereka tidak memiliki gejala.

2) Bagaimana fungsi klien (sekarang dan masa lalu) dalam hubungan mereka dengan keluarga mereka, teman, teman sekolah, rekan kerja dan kekasih.

3) Masa kanak-kanak pada keluarga klien, dinamika dan konstelasi, dan pola keluarga.

4) Masalah kesehatan, termasuk penggunaan alkohol, narkoba, dan obatobatan.

5) Sebelum melakukan sekarang.

terapi

dan sikap klien terhadap terapis

mereka

Kuesioner klien Adler digunakan juga server untuk

untuk mengumpulkan

informasi, dan yang

melibatkan klien dalam

proses terapi. Memiliki nilai

besar dalam menghemat waktu dan memberikan gambaran terapis ditingkatkan karena ada kesaksian tertulis maupun lisan.

b. Mempertanyakan Socratic (Socratic Questioning)

Teknik ini penting karena, Socrates yang merupakan seorang bidan melahirkan ide-ide baru. Terapi Adler menggunakan ide dari bidan untuk melahirkan sebuah pendekatan baru untuk hidup klien mereka. Sehingga peran terapis adalah sebagai cothinker, bukan seorang ahli yang unggul.

22

Pertanyaan Sokrates memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Memungkinkan klien untuk mendapatkan wawasan melalui serangkaian pertanyaan.

2) Gaya yang lembut, hormat, dan diplomatik.

3) Kemitraan yang setara.

4) Dalam tahap awal melibatkan pengumpulan informasi, mengklarifikasi makna, dan mengeksplor perasaan.

5) Di tahap pertengahan, pertanyaan awal mengekspos perasaan yang lebih dalam, logika pribadi dan tujuan sadar.

6) Pribadi dan konsekuensi sosial ini, baik jangka panjang dan pendek, yang terungkap.

7) Menghasilkan dan mengevaluasi pilihan baru.

8) Pada

tahap

selanjutnya

dari

terapi

ini, memungkinkan

dampak

untuk dievaluasi.

9) Menempatkan pertanggungjawaban untuk keputusan dan kesimpulan pada klien.

23

c. Membimbing dan Citra Eidetik (Guided and Eidetic Imagery)

Citra eidetik yang jelas tapi nyata, terutama pada hal yang mereka ingat dari masa kecil. Proses terapi membawa perasaan baru untuk klien, dan mereka mungkin perlu pekerjaan lebih lanjut untuk mengungkap atau mengubah perasaan. Citra eidetik dipandu membantu klien untuk menerobos blok emosional mereka. Digunakan untuk membawa ke permukaan gambar yang jelas secara simbolis dari orang-orang dan situasi yang membangkitkan emosi yang kuat. Klien mungkin memiliki citra negatif dan perasaan tentang masa kecil dengan anggota keluarga, dan dalam tahap tengah terapi teknik ini dapat digunakan untuk menyembuhkan kebencian, rasa bersalah dan ketakutan.

Klien dapat memperoleh pandangan yang jelas tentang diri mereka di masa depan lebih bahagia bahkan jika mereka menolak perubahan perilaku meskipun tahu bahwa perubahan akan bermanfaat.

d. Role Playing

Klien mungkin telah kehilangan pengalaman esensial tertentu, seperti persetujuan orang tua. Role playing menunjukan kekurangan. Itu dilakukan ditengah tahap terapi dalam pengaturan kelompok, yang juga memberikan kesempatan untuk berlatih perilaku baru di bawah pengawasan terapis. Anggota lain dari kelompok bermain merupakan bagian dari anggota keluarga untuk mengizinkan klien mengalami pengalaman penyembuhan, dengan bonus tambahan bahwa seluruh kelompok dapat memperluas rasa masyarakat dengan membantu pertumbuhan pribadi comember mereka. Terapis menawarkan bimbingan dan umpan balik.

7. Enam Prinsip Psikologi Adler

24

a. Kesatuan individu (Unity of the Individual): manusia tidak dibagi secara internal atau dibagi berdasarkan konflik, perasaan, pikiran dan perilaku yang konsisten dengan gaya hidup mereka.

b. Tujuan Orientasi (Goal Orientation): manusia adalah makhluk yang memiliki dorongan atau mengarahkan tujuan; mereka berusaha keras untuk menjadi seseorang yang bermakna, unggul dan sukses. Hal ini merupakan pusat kepribadian yang dinamis yang memiliki asal dalam melanjutkan perubahan dan perkembangan dalam kehidupannya. Dengan mental yang sehat, seseorang mampu menghadapi kesulitan. Seseorang yang mentalnya terganggu berjuang untuk menghadapi kesulitan yang lainnya. Kerendahan hati pada masa kanak-kanak memimpin untuk mengatur tujuan kompensasi, puncak tujuan ini ditemukan melalui intensitas dari kerendahan hati.

c. Keunikan dan Pengaturan Diri (Uniqueness and Self-determination): tujuan yang diperoleh dari kekuatan kreativitas dan hasil belajar individu, dan kemungkinan dipengaruhi oleh hereditas (bawaan) serta faktor budaya.

d. Konteks Sosial (Social Context): manusia adalah bagian dari beberapa sistem sosial: keluarga, komunitas, negara, budaya, umat manusia dan sebagainya. Berdasarkan hal ini, mereka mendapatkan tugas-tugas hidup mereka: bekerja dan cinta. Walaupun demikian, keluarga merupakan sistem sosial yang pertama untuk menyediakan prototipe bagi pandangan mereka terhadap dunia luar selanjutnya.

e. Rasa Kemasyarakatan (Sense of Community): orang-orang memiliki kemampuan untuk belajar mengharmoniskan hidup dengan ketenteraman

25

sosial dan untuk membangun rasa saling berhubungan dan interdependensi dengan ketenteraman pribadi. Rasa aman masyarakat tergantung pada suatu rasa memiliki dan menjadi bagian dari aliran evolusi sosial.

f. Kesehaan Mental (Mental Health): hal ini tergantung pada kontribusi dan fungsi sosial. Karakteristik mental yang tidak sehat (ill-health) adalah memiliki sifat rendah diri yang mendalam, tingginya rasa ketidakkooperatifan dan rendahnya rasa ingin maju. Terapi bertujuan untuk mempromosikan suatu rasa persamaan, membawa dan mengakhiri keegosentrisan pertahanan diri (self-protection), self-idulgence dan peningkatan masyarakat. diri (self-enhancement), menanamkan suatu rasa kemasyarakatan dan mendorong suatu keinginan untuk berperan bagi

26