Anda di halaman 1dari 11

Pengelolaan Limbah Padat Organik

Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

BIODATA ADANG SURYANA


KELAHIRAN TANGERANG BANTEN (02 September 1959) PENDIDKAN:S1 Tek.Pangan & S2 Ilmu Lingkungan PENGALAMAN : Dosen Tek. Pangan Unpas & Politeknik Vedca Tim Seleksi nasional Caka SMK Lead Auditor/pendamping ISO 9001:2000/2008 Tim nasional Fasilitator Lingkungan Tim ISO 14001:2004 Vedca Fasilitator Diklat GBS (THP& Bioteknlgi & Ka. SMK Master trainer Penguatan Ka SMK/pengawas Outbound vedca Trainer HP. 082115833383

Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

TUJUAN PEMELAJARAN
1.

2.

3.

4.

Mengidentifikasi limbah padat berdasarkan sumber dan sifat terurainya Mengamati dan mendata kondisi limbah padat organik Mengendalikan dampak pencemaran limbah padat organik terhadap lingkungan Memanfaatkan limbah padat organik menjadi pupuk organik
Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

KUALIFIKASI LIMBAH PADAT BERDASARKAN SUMBER

LIMBAH DOMESTIK Berasal dari kegiatan Pemukiman, Perkantoran, Perdagangan, Rumah Sakit LIMBAH NON DOMESTIK Berasal dari kegiatan pertanian, perkebunan, industri kontruksi, industri umum

Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

KUALIFIKASI LIMBAH PADAT BERDASARKAN SIFAT URAI

LIMBAH ORGANIK Berasal dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, peternakan atau yang lain. LIMBAH NON ORGANIK Berasal dari jenis sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri.

Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

Kualitas limbah padat dinyatakan dalan bentuk komposisi fisik, biologi dan kimia Pengaruh utama penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman
Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

Pengaruh menguntungkan bahan organik dalam tanah terhadap fisiologi tumbuhan

Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin, sehingga dapat meningkatkan kapasitas perkecambahan (Kononova, 1966 dalam Susan, 1995:9). Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara (Lieke, 1935 dalam Sudarkoco, 1992:29) Konsentrasi yang rendah dari asam humik dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama mendorong akumulasi gula terlarut, sehingga meningkatkan tekanan osmotik tanaman.(Flaig, 1960 dalam Susan, 1995). Kombinasi senyawa-senyawa organik sepertu asam asetat, propionat, butirat dan valerat telah terbukti meningkatkan pertumbuhan akar, (Wallace dan Whitehand, 1980 dalam Tan, 1991:105).
Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

PENGOMPOSAN
proses pengelolaan limbah padat, dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis di bawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani, disimpan atau digunakan untuk lahan pertaniaan tanpa pengaruh yang merugikan

Keuntungan :
1. jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan 2. bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli, 3. dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal 4. unsur hara dalam pupuk kompos bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

Dampak Pencemaran Limbah Padat


MENGGANGGU ESTETIKA

MENYEBABKAN BANJIR
DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN MENCEMARI TANAH DAN AIR TANAH MENCEMARI PERAIRAN
Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

MENIMBULKAN BAU BUSUK

MENJADI SARANG PENYAKIT

MINIMASI LIMBAH PADAT

Limbah Padat sebagai Bahan Baku

Sisa Limbah
Pengolahan Bahan baku (Proses Manuktur) Proses Manufaktur

Pemrosesan dan daur Ulang Konsumen

Lanjut

Penataan Akhir

Adang Suryana/BIMTEK CC-2013

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

SISTEM TERBUKA
SISTEM TERTUTUP Sumber Limbah (Ternak besar, sedang dan unggas) Tempat Penimbunan

Waktu Penimbunan
Kelebihan dan Kekurangan
Adang Suryana/BIMTEK CC-2013