Anda di halaman 1dari 38

SISTEM KARDIOVASKULAR

dr. H. FANANI, Sp.Rad

PENDAHULUAN

Foto dada merupakan pemeriksaan yang penting dalam penafsiran kelainan pada jantung dan paru. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan rutin dan merupakan pemeriksaan penyaring screening terhadap penderita atau orang sakit yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dada akan menjadi petunjuk bagi pemeriksaan apa yang perlu dilanjutkan mengenai paru atau jantungnya.

Situs

Dalam keadaan normal Gamb. 1 jantung berada di hemitoraks kiri dan fundus lambung berada di abdomen sisi kiri situs solitus Beberapa kelainan dapat terjadi menyangkut letak jantung, kelainan ini bersifat kongenital dan agak jarang. Kelainan Situs, misalnya : - Fundus di kanan dan apeks di kanan disebut dekstrokardia - Fundus di kiri dan apeks di kanan disebut dekstroversi - Fundus di kanan dan apeks di kiri disebut levoversi Selain itu ada lagi kelainan yang ringan ialah jantung yang terdapat di tengahtengah toraks pada situs solitus yaitu mesoversi.
Gambar 1
Dektroversi : lambung berada di kiri, kor memutar ke kanan, apeks jantung berada di kanan

Ukuran dan Pembesaran Jantung

Skoliosis dan kifosis dapat mengubah bentuk jantung bahkan kedudukannya


Jantung yang kecil agak kurang diperhatikan, jantung yang kecil ini sering terletak di tengah-tengah toraks yang emfisematus. Yang sering menjadi pertanyaan dan sering meresahkan apakah jantung itu membesar ? Dari segi Radiologi, cara yang mudah untuk mengukur apakan jantung itu membesar atau tidak adalah dengan membandingkan lebar jantung dan dada pada foto toraks PA cardio-thoracis ratio = CTR

Gambar 2
Pengukuran CTR Garis L : garis tengah Garis a : jarak mogul kanan L Garis b : jarak mogul kiri 1 Garis c : jarak dinding kanan kiri melalui sinus cardiofrenik

Gambar 3
Torak PA lateral Pengukuran CTR

Pada gambar 2 dan 3 diperlihatkan garis - garis untuk mengukur lebar jantung a + b dan lebar dada c1 + c2

CTR =

a+b c1 + c2

= 50 %

Normal : 48 50 %

Foto lateral berguna untuk menilai bentuk dada. Dari foto lateral dapat dilihat apakah orang ini mempunyai dada yang gepeng. Pada dada yang gepeng, ruang untuk jantung melebar ke samping seolah menjadi besar gambar 4 Pembesaran jantung pada dada dapat disebabkan oleh faktor faali, misalnya pada waktu sistolik atau diastolik. Gerakan pernapasan dan dalamnya pernapasan juga akan mempengaruhi besarnya jantung. Faktor lainnya, yang juga mempunyai peranan, misalnya umur dan pertumbuhan badan, jenis kelamin, usia dan teknik pembuatan foto.

Gambar 4

Toraks gepeng, sternum melengkung ke dalam

Cara pengukuran jantung kadang-kadang memberi kesulitan dan tidak selalu tepat. Kombinasi pemeriksaan di bawah ini adalah yang paling baik : 1. Dengan pengukuran CTR cardio-thoracis ratio - Pengukuran CTR lazim dipergunakan pada foto PA dengan jarak fokus film 2 meter untuk memperoleh hasil yang seakurat mungkin. 2. Foto PA dan lateral - Foto PA dan lateral akan memberi banyak informasi mengenai bentuk dada, khususnya ruang dimana jantung berada. 3. Membuat perbandingan foto-foto sebelum sakit bila ada, waktu sakit dan sesudah sakit - Untuk menetapkan jantung yang membesar selama dalam perawatan sakit, perlu dilakukan pemeriksaan perbandingan dengan foto-foto yang dibuat sebelumnya.

Batas dinding Jantung


Setelah pembesaran jantung diamati, maka selanjutnya dengan meneliti batas-batas jantung dinding jantung.
BATAS KIRI JANTUNG
Batas kiri jantung terdiri atas tonjolan mogul, bulge yang bulat lonjong atau setengah bulat, besarnya bervariasi gambar 5 & 6. Tonjolan I : paling atas adalah tonjolan arkus aorta. Tonjolan ini tampak di sisi kiri merupakan setengah bulatan, kira-kira sebesar ibu jari orang dewasa. Tonjolan ini ke bawah berhubungan langsung dengan aorta desendens yang pada foto yang baik dapat dilihat di sisi kolumna vertebra.
Gambar 5

Tonjolan II : disebabkan oleh arteri pulmonalis. Tonjolan ini pada umumnya lebih kecil, berbentuk setengah lingkaran. Kadang-kadang tonjolan ini sukar dilihat, mendatar saja. Pada sistolik jantung, tonjolan ini akan lebih nyata terlihat. Tonjolan III : biasanya tidak nampak. Tonjolan ini diseabkan oleh aurikel atrium kiri. Bila tampak, biasanya karena ada pembesaran atrium kiri. Tonjolan IV : tonjolan yang paling bawah dan paling besar yang dibentuk oleh dinding luar ventrikel kiri. Tonjolan ini mempunyai sudut dengan diafragma kiri yang disebut sulkus sinus kardiofrenik.

Gambar 6
VC : vena cave sup RA : atrium kanan A : aorta asendens LA : atrium kiri AA : aurikel atrium kiri Rv : ventrikel kanan L : ventrikel kiri

Ao : arcus Ao

AP : arteria pulmonalis

BATAS KANAN JANTUNG Pada batas ini juga terdapat 4 tonjolan yang letaknya hampir sama tingginya dengan tonjolan-tonjolan sisi kiri. Tonjolan I : di sini lebih tepat disebut sebagai pelebaran di sisi mediastinum dan disebabkan karena vena kava superior. Tonjolan II : juga merupakan garis lurus mengarah ke atas menuju ke arkus aorta. Ini adalah aorta, hampir berhimpit dengan vena kava superior. Batas vena kava dengan aorta asendens sukar ditetapkan dengan tepat tanpa aortogram Tonjolan III : di tempat ini kadang-kadang ada tonjolan kecil yang disebabkan oleh vena azygos. Tempat ini merupakan pertemuan antara vena kava superrior dengan atrium kanan.

Tonjolan IV : tonjolan yang besar adalah atrium kanan. Tonjolan I dan II merupakan garis lurus ke bawah, sedangkan III dan IV merupakan lengkungan konveks sampai ke diafragma kanan. Sudut antara atrium kanan dengan diafragma kanan disebut sulkus kardiofrenik kanan.

Sifat Pembesaran Jantung

Pada waktu mengukur pembesaran jantung sekaligus dapat dinilai apakah pembesaran jantung itu menyeluruh atau hanya pembesaran lokal saja atau kombinasi pembesaran lokal (pembesaran atrium saja atau ventrikal saja) Pembesaran yang bersifat menyeluruh atau umum, biasanya disebabkan karena kelainan pada miokard atau perikard.

Pembesaran jantung umum dengan kombinasi pembesaran jantung lokal sering juga terjadi. Dengan hasil-hasil pemeriksaan dapat diambil kesimpulan sementara, misalnya : - Pembesaran atrium kanan mungkin oleh insufisiensi trikuspid, anomali ebstein. - Pembesaran atrium kiri mungkin disebabkan oleh stenosis mitral, insufisiensi mitral, VSD (ventricular septal defect), dan lain-lainnya. - Pembesaran ventrikel kanan : stenosis mitral, insufisiensi mitral, ASD (atrial septal defect), VSD, dan kelainan jantung bawaan lain seperti tetralogi fallot. - Pembesaran ventrikel kiri oleh hipertensi, insufisiensi aorta, stenosis aorta, dan lain-lain

PEMBULUH-PEMBULUH DARAH BESAR (aorta dan arteri pulmonalis)

Setelah selesai pemeriksaan jantung selanjutnya dilakukan pemeriksaan aorta dan arteri pulmonalis.
Arteri pulmonalis biasanya tidak tidak tampak jelas, letaknya dibawah arkus dan sedikit menonjol. Penonjolan arteri pulmonalis sering dikacaukan dengan pembesaran glandula timus (thymus) Arteri pulmonalis yang mengecil akan menyebabkan pinggang jantung semakin dalam. Arteri pulmonalis yang kecil ini dijumpai antara lain pada : - atresia arteri pulmonalis - tetralogi fallot - hipoplasi paru kiri Alteri pulmonalis letaknya dapat berubah-rubah, misalnya pada transposisi pembuluh darah besar, sehingga kadang-kadang tidak terlihat pada foto PA dikarenakan alteri pulmonalis ini letaknya dibelakang sternum

Pelebaran aorta menyebabkan arkus aorta lebih menonjol keluar. Selain aorta yang melebar lihat gambar 7, 8 & 9, aurta desendens dapat menjadi panjang elongatio aortae
Foto PA dan oblik kiri : Elongatio Aortae disertai pelebaran aorta asendens

Gambar 7

Gambar 8

Foto PA : Pelebaran dari aorta asendens mogul 2 kanan

Hal-hal yang dapat mengubah bentuk aorta ialah :


1. Hipertensi 2. Usia 3. Kelainan Katub insufisiensi aorta 4. Kelainan dinding aorta karena radang tuberkulosis, lues Pelebaran aorta harus di teliti dengan seksama, apakah pelebaran ini setempat dan bagaimana bentuknya. Pelebaran ini biasanya disebabkan oleh aneurisma

Gambar 9

PARU

Setelah kita menilai keadaan jantung, maka sekarang kita mulai memeriksa paru dengan pembuluh darahnya. Periksalah warna paru yang semu-semu hitam (lihat gambar 10 & 11). Warna paru ini merupakan warna kombinasi warna udara yang hitam dan warna jaringan lunak yang putih. Campuran warna yang radiolusen dan radioopak ini merupakan gambaran (image) paru yang kehitamhitaman, yang biasanya masih juga disebut radiolusen. Perubahan susunan atau perbandingan antara udara dan jaringan lunak akan mengubah gambaran paru.

Gambar 10 Foto PA sisi Kanan : Hilus Kanan yang normal dengan pembuluh darah paru yang normal

Gambar 11 Foto PA sisi Kiri : Hilus Kiri dengan pembuluh darah paru yang normal

Vaskular Paru
Bronks, pembuluh limfe dan arteri bronkial, tidak tampak pada foto normal. Timbulah beberapa istilah yang beraneka ragam misalnya : corakan kasar, corakan ramai, suram, perkaburan dan lain-lain. Kelainan ini dapat dikelompokkan menjadi : - Kelainan vaskular - Kelainan parenkim paru

Kelainan Vaskular gambar 12 dan 13 - Corakan vaskular yang bertambah : bertambah disini tidak berarti munculnya pembuluh darah baru, melainkan pembuluh darah yang ada menjadi lebih nyata densitasnya. Ini disebabkan karena jumlah darah didalamnya bertambah dan biasanya juga kalibernya membesar. Corakan vaskular yang berkurag : berarti pembuluh sukar dilihat karena densitas kurang akibat isinya berkurang. Pada kelainan bawaan memang ada kemungkinan jumlah pembuluh darah sejak awal berkurang.

Kelainan parenkim - Corak parenkim yang kasar, disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena : # jaringan fibrosis yang halus-halus sampai tebal # penebalan dinding alveoli yang keseluruhannya menyebabkan densitas yang meninggi dan tidak merata pada parenkim # adanya bintik-bintik pengapuran Pembuluh darah ini dapat coba ditafsirkan fungsi fisiologik atau patofisiologiknya. Dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : 1. sifat perfusi pembuluh darah 2. sifat kongesti pembuluh darah

Gambar 12 Edema interstisial pada paru parakardial kanan pada penderita dengan MS/MI

Gambar 13 Pelebaran A. Pulmonalis dengan pembuluh paru pada penderita dengan ASD

Kelainan-kelainan Jantung
1.

Stenosis Mitral gambar 14 dan 15 - Penyakit reuma atau infeksi oleh coccus, menimbulkan parut yang dapat menyempitkan katub mitral - Vena-vena ini melebar karena bertambah isinya dan tampak pada foto sebagai pembuluh darah lebar dan pendek di atas hilus dengan arah ke atas. Insufiensi Mitral regurgitas mital - Pada insufisiensi mitral katub mitral tidak dapat menutup dengan sempurna, ini disebabkan karena : # otot papilaris lemah karena meradang # otot papilaris putus karena trauma # karena prolaps katup # karena cincin katub melebar mengikuti dilatasi atrium kiri atau ventrikel kiri. - Bentuk jantung pada insufisiensi mitral ini hampir sama dengan stenosis mitral dan masih memiliki bentuk konfigurasi mitral. - Pada insufisiensi mitral ventrikel kiri nampak besar; sedangkan pada stenosis mitral ventrikel ini normal atau kecil

2.

Foto Lateral : - pembesaran ventrikel kanan - diatasi atrium kiri - ruang retrokardial Holzknecht masih bebas, ventrikel kiri normal

Gambar 14
Stenosis Mitral Foto PA.
Pertambahan pembuluh darah dilapangan atas. Kranialisasi Reversed Mustac Pelebaran Vena Pulmonalis

Gambar 15
Stenosis Mitral dengan tanda-tanda sebagai berikut Foto lateral dengan barium Foto PA : - penonjolan arteri pulmonalis - penonjilan aurikel atrium kiri dan balar kembar di sisi kanan - Aorta relatif kecil - Apeks jantung menonjol ke kiri tetapi masih diatas diafragma kiri

Insufisiensi Aorta regurgitasi aorta


Pada sistolik, darah pada ventrikel kiri masuk ke dalam aorta secara normal. Pada diastosik, darah dari aorta sebagian masuk kembali ke dalam ventrikel. Jumlahnya tergantung pada parahnya katup aorta. Dalam keadaan parah yang lanjut, jumlah darah yang kembali itu esar, darah yang bolak-balik ini disebut darah regurgitasi. Aorta pada sistolik membesar, sedangkan pada diastolik mengecil, lebih kecil daripada aorta yang normal sebagai akibat regurgitasi. Ventrikel kiri mengalami hipertrofi dan juga dilatasi. Pada gambar 16 & 17 tampak pembesaran aorta dan ventrikel kiri, sedang pinggang jantung bertambah mendalam. Bentuk jantung semacam ini disebut konfigurasi aorta aortic configuration atau bentuk sepatu.

Gambar 16
PA : Jantung membesar ke Ventrikel kiri membesar. kiri.

Gambar 17
Lateral : Ventrikel kiri membesar, aorta lebar, atrium kiri dilatasi, ventrikel kanan membesar, ventrikel kiri pada saat ini mengalami kegagalan, sehingga terjadi bendung pada atrium kiri dan pembuluh darah paru.

Aorta melebar memanjang. Vaskular paru mulai melebar, terbendung.

Stenosis aorta

Stenosis katub aorta menyebabkan terjadinya dilatasi pascastenotik pada aorta asendens. Aorta desenden tidak berubah, tetapi kadang-kadang menjadi lebih kecil daripada normal.

Ventrikel kiri mengalami hipertrofi dan kemudian disertai dilatasi gambar 18 & 19.
Selama ventrikel kiri cukup kompeten, keadaan vaskuler paru tidak berubah. Bila ventrikel kiri mengalami kegagalan, maka darah tidak dapat dipompa ke aorta secara biasa, dan akibat timbunan darah di ventrikel kiri ini terjadilah pembesaran atrium kiri dan bendungan vena pulmonalis.

Gambar 18
Vaskular paru nampak normal,
PA Pembesaran ventrikel kiri

Gambar 19
PA - Jantung tidak nampak membesar
- Dalam hal ini belum ada dlatasi ventrikel kiri, tetapi masih dalam taraf hipertrofi - Aorta asendens melebar sebagai dilatasi pascastenotik. Aorta desendens normal - Vaskular paru nampak normal

pelebaran aorta asendens, aorta desendens tidak melebar

Kelainan Jantung Bawaan


1.

Stenosis pulmonal gambar 20


Stenosis pulmonalis sebagian besar merupakan kelainan kongenital. Sebagian lainnya disebabkan oleh pengisutan katub akibat radang reuma. Penyempitan pada arteri pulmonalis dapat terjadi di beberapa tempat, yang penting adalah : - Penyempitan pada infundibular, mengakinatkan stenosis infundibular - Penyempitan di katub pulmonal sendiri, stenosis valvular - Penyempitan di cabang-cabang arteri pulmonalis, stenosis supravalvular.

2.

Stenosis valvular
Lubang katub menjadi kecil karena tidak berkembang. Arus darah yang kecil dankeras dari ventrikel kanan menyebabkan arus bergolak di belakang katub dan menekan dinding. Arus yang bergolak ini menyebabkan dilatasi dari bagian arteri pulmonalis di belakang Gambar 20 katub. Pelebaran ini disebut dilatasi pascastenotik

Defek pada sekat atrium ASD = atrial septal defect

Defek pada sekat atrium dapat terjadi pada septum yang tidak menutup atau terjadi pada septum sekundum foramen ovale, karena foramen ini terlalu besar atau penutupnya kurang sempurna gambar 21 & 22

Pada kebocoran jantung dengan arah arus dari kiri ke kanan ini L R shunt hilus membesar, tebal, dan tampak pulsasi hilus. Pulsasi ini disebut hilar dance.
Hilar dance ini terjadi karena arteri pulmonalis penuh darah dan melebar, sehingga pulsasi ventrikel kanan merambat sampai ke hilus. Hilar dance dapat dilihat pada kedua hilus dengan fluoroskopi. Makin besar defeknya, semakin kecil jumlah darah yang mengalir ke ventrikel kiri, karena sebagian besar darah dari atrium kiri mengalir ke atrium kanan melalui defek.

Gambar 21
Foto PA : hilus melebar sekali, berbentuk koma terbalik. Vaskular paru bagian tepi sempit-sempit. Tanda hipertensi pulmonal

Gambar 22
Foto Lateral : tampak ventrikel kanan yang membesar sekali, atrium kiri dan ventrikel kiri normal

Kebocoran septum ventrikel VSD = ventrikel septal defect

Kelainan kongenital ini paling sering dijumpai pada anakanak gambar 24 Kebocoran ini terjadi karena kelambatan dalam pertumbuhannya. Biasanya terjadi di pars muskularis atau pars membranasea dari septum Besarnya kebocoran bervariasi, mulai dari ukuran kecil sampai besar Darah dari ventrikel kiri mengalir melalui defek ke dalam ventrikel kanan L-R shunt

Gambar 23
Foto PA : tampak pelebaran pembuluh darah paru-paru. Cor membesar CTR 58 %, aorta kecil A. pulmonalis menonjol

Patent Ductus Arteriosus PDA

Pada kelainan kongenital ini, terdapat hubungan antara aorta dengan arteri pulmonalis. Penghubungannya adalah duktus arteriosus botali Pada kehidupan intra-uterin duktus itu berfungsi untuk sirkulasi darah dari arteri pulmonaris ke aorta Pada waktu lahir duktus ini menutup Bila terjadi penyempitan pembuluh darah pada paru bagian tepi, maka tekanan di arteri pulmonalis akan meninggi Keadaan ini memungkinkan arah arus kebocoran berbalik menjadi kanan ke kiri R-L shunt, dari arteri polmonalis ke arteri Gambar 24 Pada saat itu orang akan menjadi Foto PA : tampak arkus aorta yang biru, keadaan ini sama dengan mempunyai kaliber normal A. pulmonalis sindrom Eissenmenger yang sering melebar, pembuluh darah paru juga melebar. Pada saat ini kebocoran masih terjadi pada VSD dan ASD
mempunyai arah kiri-kanan. Tidak ada sianosis. Keluhan jantung berdebar-debar.

Tetralogi Fallot

Pada kelainan bawaan tetralogi falot terdapat empat kelainan pokok, yaitu : 1. Hipertrofi ventrikel kanan 2. VSD dengan arah kebocoran kanan dan kiri 3. Stenosis pulmonal 4. Semitransposisi letak aorta Akibat dari kelainan ini, sejak lahir timbul sianosis biru. Sianosis dapat dilihat pada bibir, kelopak mata, jari-jari dan selaput mukosa Pertumbuhan bayi menjadi sukar sekali atau lambat Sianosis ini kadang-kadang sukar dilihat, baru terlihat kalau bayi menangis atau sesudah menyusui Unsur-unsur pokok tetralogi fallot dapat dilihat jelas, yaitu : 1. Stenosis pulmonal, dapat bersifat valvular, infundibur atau kombinasi keduanya 2. Defek pada septum ventrikular VSD, kadang-kadang dapat terlohat jelas pada angiografi 3. Posisi aorta, dapat dilihat pada posisi septum. Septum tampak sebagai bayangan hitam antara ventrikel kanan-kiri 4. Ventrikel kanan yang membesar, ventrikel kanan mengalami dilatasi dan penebalan otot hipertrofi yang dapat dilihat pada proyeksi lateral

Kelainan pada perikard dan miokard

Perikard
- Selaput perikard yang merupakan bagian luar jantung adalah membran yang kuat, tipis, membungkus kedua ventrikel dan atrium dan sebagian dari arteri pulmonalis dan aorta - Peradangan perikard dapat menyebabkan terjadinya timbunan cairan jernih, keruh atau kental di dalam kavum perikard

Miokard
Beberapa penyebab kelainan miokard, ialah : 1. Radang : miokarditis, menyebabkan penebalan miokard, biasanya secara umum, baik otot ventrikel atau atrium 2. Hipertrofi idiopatik : sebab-sebabnya belum jelas diketahui. Terjadi penebalan otot setempat dari ventrikel kiri atau kanan. Paling banyak terjadi hipertrofi miokard ventrikel kiri di bawah pangkal aorta 3. Kardiomiopati : penebalan miokard yang penyebabnya belum diketahui pasti, misalnya : kardiomiopati oleh kelainan-kelainan darah, keracunan obat bius dan peminum alkohol

Angokardiograf

Pemeriksaan ini diikuti dengan pembuatan foto serial cepat (6-8 fulm/detik dengan ukuran film 35 x 35 cm arau pembuatan film sine (cine) dengan memakai film kecil 35 mm dengan kecepatan 80 film/detik. Pemeriksaan ini disebut angokardiografi Kontras yang dipompakan kedalam jantung jumlahnya sebesar 2 ml/kg berat badan Bila dilakukan angiokardiografi kanan, maka kontras dimasukkan di ventrikel kanan. Dari jantung kanan, darah dapat dilihat mengalir melalui arteri pulmonalis ke dalam paru, lalu masuk ke dalam atrium kiri dan kemudian melalui ventrikel kiri, darah ini akan dipompakan melalui aorta ke seluruh tubuh. Sirkulasi jantung-paru-jantung ini, dapat diperiksa berulang-ulang dengan meneliti kembali foto cine (cine radiografi) yang dapat diputar berulangulang

Gambar 25
Foto PA : Angiografi jantung kanan. Ventrikel kanan dan atrium kanan terisi kontras. Aorta berada di sisi kanan atresia dari pulmonalis

Gambar 26
Foto Lateral : semitransposisi dari Ao. Hipertrofi ventrikel kanan. A. pulmonalis kecil karena stenosis

Angiografi Selektif

Stenosis Pulmonal Untuk mengetahui jenis stenosis pada arteri stenosis pada arteri pulmonalis, angiografi selektif dilakukan melalui ventrikel kanan Biasanya angiografi ini juga didahului dengan pengukuran tekanan di ventrikel kanan, di beberapa tempat arteri ulmonalis, di daerah infundibulum dan di atas katub Dengan pemeriksaan selektif ini dapat dilihat adanya stenosis infundibular, stenosis valvular atau kombinasi keduanya. Angiografi koroner Angiografi koroner dapat memperlihatkan arteri koroner yang tersumbat dan paahnya sumbatan. Semua arteri diselidiki satu per satu Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui hal-hal sebagai berikut : 1. Sirkulasi darah di dalam jantung paru 2. Ada atau tidaknya kebocoran pada septum atrium atau ventrikel dan bagaimana arah kebocoran itu 3. Apakah juga ada kebocoran pada septum atrioventrikular 4. Apakah ada kelainan-kelainan pada aorta atau arteri pulmonalis 5. Bagaimana aorta dan arteri pulmonalis, apakah ada transposisi atau semitransposisi 6. Bagaimana keadaan katub, apakah ada stenosis atau regurgitasi (insufisiensi) 7. Selanjutnya juga dapat dilihat gerakan septum dan pulsasi jantung (pada fluoroskopi)

Gambar 27
Foto PA : Aniograf jantung, kontras dimasukkan ke dalam ventrikel kanan. Tampak penyempitan di infundibulum ventrikel kanan

Gambar 28
Foto Lateral : Stenosis infundibur, stenosis valvular ringan. Dilatasi arteria pulmonalis pasca stenosis

Pesawat DSA Digital substraction Angiography

Pesawat angiografi sekarang ini lebih canggih lagi dengan memakai sistem substraksi, yaitu pada foto angiografi DSA yang tampak hanya pembuluh-pembuluh darah saja yang telah diisi dengan kontras Keuntungan pemeriksaan dengan DSA adalah kontras tidak perlu dipompakan ke dalam arteri, tetapi cukup disuntikkan melalui vena kubiti. Tetapi kadang-kadang masih juga dilakukan penyuntikan melalui arteri atau dengan kateter

Gambar 29
Foto angiografi karotis eksterna dibuat dengan DSA