Anda di halaman 1dari 5

SISTEM PSIKIATRI, PENYAKIT INSOMNIA

KOMPETENSI 1. Anamnesis

Tilikan Nilai Tertinggi bila Peserta memfasilitasi pasien untuk menceritakan penyakitnya dengan pertanyaanpertanyaan yang sesuai untuk mendapatkan informasi yang relevan, adekuat, dan akurat Peserta ujian melakukan cuci tangan sebelum dan setelah pemeriksaan menggunakan sarung tangan dalam melakukan pemeriksaan fisik sesuai masalah klinik pasien

Tilikan Insomnia Sejak kapan mengalami sulit tidur? Apakah pasien sering terbangun di malam hari? Sejak kapan? Apakah pasien merasa sulit untuk tidur kembali setelah terbangun? sejak kapan? Apakah pasien menjadi lebih sensitif? mudah marah / tidak dapat mengontrol masalah? Apakah pasien mengalami kesulitan dalam konsentrasi belajar/ bekerja? Sejak kapan? Apakah ada perubahan pada pola tidur penderita? Apakah pasien menggunakan obat obatan terlarang? mengonsumsi alkohol? Apakah pasien merasa kelelahan yang berlebih di malam hari ? Apakah pasien ada masalah dalam kehidupan keluarga/ sekolah/ pekerjaan? Status Mental Kerapian dan kebersihan : cukup Sikap : Kooperatif Perilaku : normoaktif Bahasa : Kualitas : cukup Kuantitas : cukup Mood : Euthym Afek : Serasi Arus Pikir : Ilusi (-) Isi Pikir : Waham (-)

BOBOT 1

SKOR MAKS 3x1

2. Pemeriksaa n Fisik

3x1

OSCE Prep 2013 Sistem__________________________________

Page 1

Halusinasi (-) 3. Menentuka n diagnosis dan diagnosis banding Peserta ujian dapat menentukan diagnosis dan diagnosis bandingnya secara lengkap Diagnosis Banding : Gangguan Depresi Post Trauma Stress Disorder Gangguan Jadwal Jaga Tidur Diagnosa : Axis 1 : Insomnia Axis 2 : TAD Axis 3 : TAD Axis 4 : stressor psikososial Axis 5 : 80 Penanganan : Non Farmakologi : - Pengaturan higiene tidur ( memberikan kondisi dan lingkungan yang kondusif untuk tidur) - Terapi pengontrolan stimulus (memutus siklus masalah yang sering dikaitkan dengan kesulitan memulai atau jatuh tidur) - Sleep restriction therapy (pembatasan waktu di tempat tidur yang dapat membantu mengkonsolidasikan tidur. Terapi ini bermanfaat untuk pasien yang berbaring di tempat tidur tanpa bisa tertidur) - Terapi relaksasi dan Biofeedback (terapi hipnosis diri, relaksasi progresif, dan latihan nafas dalam sehingga terjadi keadaan relaks cukup efektif untuk memperbaiki tidur. Pasien membutuhkan latihan yang cukup dan serius 3 3x3

4. Komunikas i dan edukasi pasien

Peserta ujian menunjukkan kemampuan berkomunikasi dengan menerapkan salah satu prinsip berikut: 1. Mampu membina hubungan baik dengan pasien secara verbal non verbal (ramah terbuka

3x3

OSCE Prep 2013 Sistem__________________________________

Page 2

kontak mata salam empati dan hubungan komunika si dua arah respon) 2. Mampu memberik an kesempata n pasien untuk bercerita dan mengarah kan cerita 3. Mampu untuk melibatka n pasien dalam membuat keputusan klinik, pemeriksa an klinik 4. Mampu memberik an
OSCE Prep 2013 Sistem__________________________________ Page 3

penyuluha n yang isinya sesuai dengan masalah pasien 5. Tata laksana non farmako terapi (tindakan) Peserta melakukan tindakan /pemberian terapi dengan informed consent yang jelas, proteksi diri (sepsis asepsis) Peserta ujian memeperkenalkan diri dan meminta izin secara lisan dan melakukan poin di bawah ini lengkap sebagai berikut: 1. Melakukan setiap tindakan dengan berhatihati dan teliti sehingga tidak membahayakan pasien dan diri 1. Perkenalan diri dan membina raport 2. Menanyakan identitas pasien 3. Melakukan Anamnesis ( Alloanamnesis/ Autoanamnesis) 4. Melakukan Pemeriksaan Fisik 5. Menegakkan Diagnosis 6. Memeberikan Terapi dan Edukasi 7. Mengucapkan Salam 5 3x5

6. Perilaku profesional

3x1

OSCE Prep 2013 Sistem__________________________________

Page 4

sendiri 2. Memperhatikan kenyamanan pasien 3. Melakukan tindakan sesuai prioritas 4. Menunjukkan rasa hormat kepada pasien 5. Mengetahui keterbatasan dengan merujuk atau diperlukan konsultasi bila diperlukan GLOBAL PERFORMANCE Beri tanda kolom centang () pada kolom yang disediakan sesuai dengan penilaian Anda. Selaian penilaian kompetensi, pserta ujian akan dinilai kemampuannya secara umum. Komponen penilaian ini merupakan impresi penguji setelah melihat kemampuan peserta secara keseluruhan apakah peserta mampu menjadi dokter dengan kemampuan yang ada.Terdiri dari tidak lulus, borderline, lulus serta superior. Nilai borderline akan menjadi dasar dalam penentuan nilai batas lulus. TIDAK LULUS BORDERLINE LULUS SUPERIOR

Kepustakaan

OSCE Prep 2013 Sistem__________________________________

Page 5