Anda di halaman 1dari 34

Mengulas Masalah Reproduksi Remaja

Remaja paham dampak perilakunya terhadap Kesehatan reproduksi


Laki-laki Perempuan

Masa

peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa usia

Batasan

WHO : 10-19 th PBB : 15 24 th BKKBN : 10 21 th

Dewasa

tergantung orang tua remaja

Terlambat haid Gangguan haid

Hilangnya selaput dara Kehamilan Tidak diinginkan (KTD) Tindakan Aborsi Urusan Adopsi IMS(Infeksi Menular seksual) HIV/AIDS

Perkembangan reproduksi

Perilaku seksual dapat berdampak

Kelompok populasi remaja di dunia sangat besar

(29% berusia 10-25 tahun)

Indonesia : 65 juta (30%)


Setiap hari 6000 remaja terinfeksi HIV Angka kehamilan usia remaja meningkat

Remaja telah melakukan hubungan seks pranikah (2005-2006 ) : 54 % BKKBN(2008) , Masri Muadz : 63% (33 provinsi) PKBI , Samarinda : 12 % BKKB Jawa Barat (2002) di 6 kabupaten 29,6% remaja telah melakukan hubungan seks pranikah 57,3% mengenal dan biasa melihat pornografi.

Masturbasi Onani Petting Berpelukan Cumbu

/ ciuman Oral sex

Komnas

Perlindungan Anak

Saya tidak menduga ternyata remaja Indonesia begitu bebas melebihi negara kami. Komentar wartawan Amerika latin

Kehamilan

Tidak Diinginkan (KTD) angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi 2-4 x lebih tinggi dibandingkan dengan wanita berusia 20-35 tahun
aborsi

yang tidak aman (unsafe abortion)

Tingginya angka perceraian Tingginya angka putus sekolah Kecenderungan memperlakukan anak dengan cara yang kasar Kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang memadai

Kehamilan dengan risiko tinggi Pre Eklampsia Berat Persalinan prematur Pertumbuhan janin terhambat

Disproporsi sefalopelvik
Masalah sosial

Berdasarkan data BKKBN

(Badan Koordinasi Keluarga


Berencana Nasional) tahun 2008 dan 2010 terdapat 63

persen dari 65 juta remaja


Indonesia usia SMP dan SMA sudah pernah melakukan hubungan seksual dan 21 persen di antaranya melakukan aborsi.

Dr.Titi

Kuntari FK UII Jogjakarta

2-2,6 jt/th kasus Abortus 43 abortus /100 kehamilan 30 % umur 15 -24 th 11 % Abortus tidak aman dan penyebab kematian 53% kasus di perkotaan 73% kasus di perkotaan oleh ahli kebidanan, Bd RB dan Klinik KB 84% di pedesaan oleh Dukun

Depresi Risiko

30% >

Kematian

perdarahan infeksi emboli kehamilan di luar kandungan Robekan dinding rahim Kerusakan leher rahim

Infeksi Menular Seksual (IMS); (dulu) PHS = penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual Ganti-ganti pasangan

(multiple partner)

Kanker leher rahim

Merusak kesehatan reproduksi

Amerika Latin dan Karibia: 50% - 67% remaja aktif secara seksual Sebagian negara Afrika: 9 dari 10 wanita usia 1019 tahun aktif secara seksual

Kumpulan gejala akibat menurunnya kekebalan tubuh

Human immunodeficiency virus (HIV)


Hubungan seksual Jarum suntik Darah

Data HIV/AIDS (2007) 1987 -2006 : HIV :5640 pend AIDS : 8988 pend 50% penderita AIDS usia 15-29 tahun 78,8 % kasus baru ( 15 29 th) Bali (2007) HIV 50% (20-29 th)

Anatomi

dan fisiologi saluran Reproduksi. tanda perkembangan sex sekunder wanita

Tanda

Menstruasi

dan permasalahannya

Hamil

Kapan

waktu

Terlalu muda > 17 th Terlalu tua > 35 th


Perawatan

kehamilan Tanda tanda bahaya


Abortus Prematur Perdarahan

Persalinan

Jenis

persalinan

Normal Operasi

Risiko

persalinan Pelayanan Persalinan Peranan keluarga saat persalinan

Inisiasi

Menyusui Dini

IMD Manfaat menyusui


Ibu Bayi

Berapa

lama

Peer Education Klinik Remaja di sekolah PIK KRR pemerintah Dunia Remajaku Seru(DAKU)Depdiknas LSM : Lindung

Orang Tua Dr Praktek swasta

Institusi

Perseorangan

Upaya

mencegah kehamilan sementara atau permanen mekanik, hormonal dan pantang berkala

Bersifat

Barrier,

Masa

Remaja hanya ....sekali

Masa

Puber.... xxxxxx...

Agar

siap menjadi

ibu
Agar

menurunkan generasi yang:


Sehat Bermartabat Berakhlak yg baik Cerdas Berbudi luhur

agar

siap menjadi suami agar mampu menjadi ayah memahami kewajiban dan bukan hanya hak

pendidikan seks!