P. 1
Kompre Kasbes Risma Rs Kelet 2

Kompre Kasbes Risma Rs Kelet 2

|Views: 11|Likes:
Dipublikasikan oleh Risma J Asif
good
good

More info:

Categories:Book Excerpts
Published by: Risma J Asif on Oct 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

LAPORAN KASUS

SEORANG LAKI-LAKI 55 TAHUN DENGAN APPENDICITIS AKUT . . . . DILAKUKAN LAPAROTOMI EKSPLORASI DAN OMENTAL PATCH

Diajukan guna memenuhi tugas Kepaniteraan Komprehensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun oleh: RISMA JUNIARNI ASIF 22010111200119

KEPANITERAAN KOMPREHENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

1

Yunitri Renaningtyas 2 . dr. Juli 2013 Pembimbing. Kabupaten Brebes Pembimbing : dr.HALAMAN PENGESAHAN Penyusun Judul Kasus Besar : RISMA JUNIARNI 22010111200119 : Laporan Hasil Kegiatan Posyandu Desa Blubuk. Yunitri Renaningtyas Semarang. Kecamatan Losari.

...18 3 .......................................DAFTAR ISI Halaman Judul..4 2..................7 BAB III Masalah dan Analisis Penyebab Masalah..1 Halaman Pengesahan..........................................................4 1..................................................................................... Tujuan...............................................................................................................................................................................6 BAB II Hasil dan Analisis data.......................................................................................................................................................................................................10 BAB IV Simpulan dan Saran ................................................................................................................5 3.............................................................................................................................................................3 BAB I........................................................17 Daftar Pustaka.................................................................................... Latar belakang......................................2 Daftar Isi. Metodologi ..........................................

Paradigma ini telah dijabarkan antara lain dengan mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dan meningkatkan kesehatan individu. Derajat kesehatan masyarakat dapat diukur dengan beberapa indikator yaitu umur harapan hidup. angka kesakitan.oleh dan bersama masyarakat. Gizi. dan status gizi. Penerapan paradigma sehat sebagai suatu kebijakan pembangunan kesehatan salah satunya dijabarkan dalam visi Indonesia Sehat demi mencapai derajat kesehatan yang optimal di seluruh pelosok tanah air. Pelayanan di Posyandu dilaksanakan dengan cara membina masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri dengan melaksanakan 5 program prioritas yaitu pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Imunisasi dan penanggulangan diare. Keluarga Berencana (KB). 4 . Posyandu merupakan lembaga yang bersifat mandiri dan dinamis sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Kebijakan pembangunan kesehatan baru tersebut dikenal dengan nama kebijakan paradigma sehat. Pada akhirnya Posyandu bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu bersalin dan tercapainya masyarakat sehat sejahtera. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.BAB I PENDAHULUAN I. angka kematian. akan tetapi masih diperlukan pembangunan kesehatan baru yang lebih progresif dan proaktif agar dapat mengejar ketinggalan dari negara maju. Paradigma ini dicapai salah satunya dengan mengadakan Posyandu. Latar Belakang Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan di Indonesia pada akhir abad ke dua puluh sudah mencapai beberapa kemajuan. Posyandu adalah upaya kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselengarakan dari. Posyandu berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dan forum komunikasi untuk bertukar pendapat dan bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi di masyarakat.

Dengan adanya posyandu yang berada di dekat masyarakat. Upaya pemerintah untuk menekan jumlah BGM (Bawah Garis Merah) dan gizi buruk melalui program perbaikan gizi masyarakat yang kegiatannya berupa pelacakan balita gizi buruk. yang didukung pula oleh peningkatan penyuluhan gizi dan pemberdayaan posyandu. 5 . pemberian paket makanan tambahan (PMT) kepada balita gizi buruk dan kurang dari keluarga miskin. menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan di Posyandu Desa Blubuk. Kelompok umur yang rentan terhadap penyakit-penyakit kekurangan gizi adalah kelompok bayi dan balita. Status gizi balita dipantau melalui kegiatan pemantauan status gizi (PSG) di posyandu yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan setiap tahun sekali. Tujuan Umum – Mahasiswa mampu mengetahui. Tujuan 1.Angka kematian yang menjadi tolok ukur adalah angka kematian bayi dan angka kematian ibu. indikator yang paling baik untuk mengukur status gizi masyarakat adalah melalui status gizi balita. Kedua angka kematian ini menggambarkan kesadaran perilaku hidup sehat serta tingkat pelayanan kesehatan yang juga merupakan indikator terbaik untuk menilai pembangunan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Laporan hasil penimbangan balita di posyandu dapat mencerminkan tingkat status gizi masyarakat. diharapkan masyarakat lebih mudah menjangkau pelayanan kesehatan yang memadai yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu. Kecamatan Losari. Kabupaten Brebes serta memberikan alternatif pemecahan masalah dalam rangka upaya perbaikan kinerja Posyandu. II. rujukan dan perawatan balita gizi buruk.

6 . Kecamatan Losari. bidan desa. Kabupaten Brebes – Mahasiswa mampu mencari alternatif Kabupaten Brebes pemecahan masalah pelayanan di Posyandu Desa Blubuk. Kabupaten Brebes – Mahasiswa mampu menganalisis penyebab masalah pelayanan di Posyandu Desa Blubuk. Data sekunder diperoleh dari catatan data tertulis yang ada di Posyandu Desa Blubuk. III. Kecamatan Losari. Kecamatan Losari. Kabupaten Brebes tanggal 3 Juli 2013. Kecamatan Losari. Metode Penelitian Data primer diperoleh dari wawancara dengan kader Posyandu.2. Tujuan Khusus – Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah pelayanan di Posyandu Desa Blubuk. dan peserta Posyandu untuk memperoleh informasi program pelayanan di Posyandu.

Jenis kegiatan sudah mencakup ”sistem 5 meja”.00 per orang untuk mengganti obat telah mencukupi untuk biaya operasional Posyandu. MONEY Sumber pembiayaan dari Dinas Kesehatan dan iuran dari pasien Rp 2. Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh. MATERIAL • • Terdapat SOP kegiatan pelayanan Posyandu Sarana obat dari puskesmas (dibawa oleh petugas puskesmas) METHOD • • • • Pelaksanaan program terjadwal pasti. namun tidak sistematis Kelengkapan administrasi lengkap Pengisian buku KIA.BAB II HASIL DAN ANALISIS DATA Data diperoleh dari hasil kegiatan kunjungan luar gedung. buku wajib SIP ( Sistem Informasi Posyandu ) telah dilakukan secara tertib. Kecamatan Losari. Posyandu Desa Blubuk. A. Kabupaten Brebes tanggal 3 Juli 2013. DATA INPUT MAN • • • • Petugas dari Puskesmas 1 orang Bidan desa 1 orang Kader PKK 15 orang dengan 15 kader aktif dan sudah terbentuk kepengurusan serta pembagian tugas yang jelas. 7 .000.

• Tidak tersedia alat ukur Panjang Badan. Pengendalian. stetoskop. PROSES P 1 (Perencanaan) – Perencanaan program rutin berlangsung baik. – Penyuluhan dilaksanakan baik kepada balita. P 2 (Penggerakan. meteran. tidak dekat sumber pencemaran. tensi meter. Pelaksanaan) – Kegiatan 5 meja dijalankan dengan baik termasuk imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil.MACHINE • Jenis sarana yang tersedia meliputi tiimbangan digital (injak). timbangan bayi. • Adanya dukungan dari para pengurus PKK dusun setempat terhadap pelaksanaan program Posyandu C. ibu nifas yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah – Penyuluhan kurang optimal karena terbatas oleh bidan P 3 (Pengawasan. • B. meja kursi. lemari alat. luas ruangannya cukup memadai. ibu hamil. perekam DJJ Doppler. melalui speaker masjid dan undangan personal kepada ibu hamil dan keluarga yang mempunyai balita. namun perencanaan untuk penyelesaian masalah masih kurang – Telah diinformasikan kepada masyarakat bahwa akan dilakukan pelaksanaan kegiatan Posyandu. timbangan gantung. Lingkungan bersih. dan Penilaian) 8 . yaitu di gedung Polindes Blubuk. LINGKUNGAN Tempat pelaksaan posyandu sudah permanen atau menetap di suatu tempat.

Jumlah ibu nifas k. DATA OUTPUT a. Jumlah balita yang naik BB d. Jumlah ibu hamil yang dapat Fe j. Jumlah ibu nifas yang dapat Fe m. Jumlah balita gizi lebih : 247 orang : 221 orang : 197 orang : 8 orang : 6 orang : 65 orang : 8 orang : 1 orang :0 : 4 orang :0 :0 :0 : 4 orang : 9 orang : 208 orang :0 r. Jumlah balita yang mendapat ASI eksklusif : 78. Jumlah ibu hamil g.– Kegiatan secara teratur dievaluasi dan dilaporankan ke lokakarya mini bulanan Puskesmas Kecipir – Kurangnya evaluasi terhadap permasalahan Posyandu D. Jumlah balita gizi buruk o.79% 9 . Jumlah ibu hamil yang datang h. Jumlah ibu nifas yang dapat vit A n. Jumlah balita gizi kurang p. Jumlah ibu hamil yang anemia i. Jumlah ibu nifas yang anemia l. Jumlah balita BGT e. Jumlah balita yang ditimbang c. Jumlah balita gizi baik q. Jumlah balita di desa Blubuk b. Jumlah balita BGM f.

Kriteria Seriousness Masalah ASI Gizi Buruk Vit A nifas Total 10 .BAB III MASALAH DAN ANALISIS PENYEBAB MASALAH A. sehingga hal ini dianggap sebagai masalah. Kriteria Urgency Masalah ASI Gizi Buruk 0 1 1 1 1 2 Vit A nifas + + 0 0 0 Total Horizontal 1 1 0 ASI Gizi Buruk Vit A nifas Total Vertikal Total Horizontal Total b.79% B. Tidak ada pemberian vitamin A pada ibu nifas B. IDENTIFIKASI MASALAH Dari data output diperoleh data yang tidak sesuai dengan target Dinkes. PRIORITAS MASALAH Dari 3 masalah yang ditemukan di Posyandu Desa Blubuk selanjutnya dilakukan prioritas masalah berdasarkan metode Hanlon Kualitatif dengan kriteria sebagai berikut: a. Adapun masalah tersebut adalah sebagai berikut : A. Balita gizi buruk 4 orang C. Cakupan Asi eksklusif 78.

Balita gizi buruk 4 orang 2. Tidak ada pemberian vitamin A pada ibu nifas C.79% 3. Kriteria Growth Masalah ASI Gizi Buruk Vit A nifas Total vertikal Total Horizontal Total Prioritas masalah Masalah ASI Gizi Buruk Vit A nifas U 1 2 0 0 1 1 1 1 2 + + 0 0 0 Horizontal 1 1 0 ASI Gizi Buruk - Vit A nifas + + 0 0 0 Total Horizontal 1 1 0 0 1 1 1 1 2 S 1 2 0 G 1 2 0 Total 3 6 0 Prioritas II I III Berdasarkan hasil perhitungan secara Hanlon kualitatif di atas. ANALISIS PENYEBAB MASALAH 11 .ASI Gizi Buruk Vit A nifas Total vertikal Total Horizontal Total c. Cakupan ASI eksklusif 78. dari 3 masalah di atas didapatkan urutan prioritas sebagai berikut: 1.

. sosial ekonomi sebagian masyarakat rendah Gambar 1. Melibatkan kader dalam penyuluhan gizi buruk ke masyarakat pada kegiatan rutin desa seperti PKK atau pengajian.Sosial Ekonomi: pola makan masyarakat tidak sehat.Fisik : luas ruangan tempat pelaksanaan posyandu memadai . maka perlu dipergunakan pendekatan sistem. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH 1. Memberikan pemahaman kepada kader mengenai menu makanan tambahan yang sehat. Sistem yang diutarakan di sini adalah sistem terbuka pelayanan kesehatan yang dijabarkan sebagai berikut : INPUT Tenaga : Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh Sarana : (+) Biaya : (+) Metode : sistem 5 meja sistematis Mesin : lengkap PROSES P1 : perencanaan untuk penyelesaian masalah kurang P2 : Penyuluhan kurang optimal karena terbatas oleh bidan P3 : Kurangnya evaluasi terhadap permasalahan Posyandu OUTCOME Tumbuh kembang balita tidak optimal Kualitas masyarakat kurang OUTPUT Angka gizi buruk 4 orang DAMPAK Meningkatkan angka kesakitan balita Meningkatkan angka kematian balita Lingkungan : . 12 .Untuk mengidentifikasi secara keseluruhan masalah yang ada.Non fisik : kebijakan (+). Pendekatan Sistem D. Mengoptimalkan pelatihan kepada kader mengenai materi dan cara penyuluhan gizi buruk kepada masyarakat 3. 2.

Menetapkan keputusan sementara 7. sedangkan yang lulus dilanjutkan ke matriks kriteria keinginan . yaitu kemungkinan-kemungkinan cara untuk mencapai tujuan 5. yaitu faktor-faktor penghambat dan pendorong keputusan sementara 8.Matriks kriteria keinginan :  Pada matriks ini setiap alternatif secara urut diberi nilai terhadap kriteria keinginan yang ada. yang dilakukan melalui delapan langkah yaitu : 1. Penentu keputusan setelah mempertimbangkan : • • Tingginya jumlah nilai alternatif Kemampuan untuk mengatasi konsekuensi 13 . Menetapkan bobot kriteria keinginan (1-5) 4. Melakukakan evaluasi dan pemecahanan masalah secara rutin segera setelah kegiatan Posyandu. Inventarisasi alternatif. Menentukan kriteria mutlak dan keinginan bagi tercapainya tujuan 3. Menetapkan tujuan dan sasaran keputusan 2. Pengambilan keputusan Proses pengambilan keputusan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah pada penyebab masalah menggunakan kriteria mutlak dan kriteria keinginan. E. Menguji alternatif-alternatif tersebut kedalam: .4.Alternatif yang tidak lulus segera dikeluarkan. Inventarisasi konsekuensi.  Angka nilai setiap alternatif tidak melebihi bobot kriteria yang bersangkutan  Alternatif yang memiliki jumlah tertinggi merupakan keputusan sementara 6.Kriteria mutlak .

b. d. Kriteria Mutlak a. c.Alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut kemudian diuji dalam matriks kriteria mutlak dan kriteria keinginan sebagai berikut: Kriteria mutlak : • • • • Tenaga Waktu Dana Metode Kriteria keinginan • • • • • • • • Biaya pelaksanaan terjangkau Pelaksanaan mudah Efektif Berkesinambungan Menetapkan bobot kriteria keinginan Biaya pelaksanaan terjangkau Pelaksanaan mudah Efektif Berkesinambungan : 40 : 30 : 20 : 10 Alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut kemudian diuji dalam matriks kriteria mutlak dan kriteria keinginan sebagai berikut: 1.000. Ada waktu yang cukup Membutuhkan dana kurang dari Rp 50. Kriteria Mutlak Alternatif Tenaga Waktu 14 Dana Metode L/TL Ada tenaga kesehatan terlatih .00 Ada metode yang dapat dipakai untuk pelaksanaan kegiatan Tabel 1.

jawaban “Tidak” diberi tanda -. Sangat sulit 2. Sulit 3. Cukup murah 4. Sangat mahal 2. Mudah 15 . Tanpa biaya Pelaksanaan mudah: 1. Kriteria Keinginan Tabel 2.1 2 3 4 Keterangan : + + + + + + + + + + + + + + - TL L L TL Untuk jawaban “Ya” diberi tanda +. Kriteria Keinginan Biaya Alternatif pelaksanaan Pelaksanaan terjangkau (40) 3x40 3x40 mudah (30) 3x30 3x30 Efektif (20) 4x20 2x20 Berkesinambungan (10) 2x10 2x10 jumlah 1 2 3 4 Keterangan : 310 270 - Biaya pelaksanaan terjangkau: 1. L = Lulus. Cukup mudah 4. Murah 5. TL = Tidak Lulus 2. Mahal 3.

4. Keputusan Sementara Dari kriteria mutlak dan kriteria keinginan didapatkan alternatif pemecahan masalah sementara yang terpilih adalah: 1. Efektif 5. Memberikan pemahaman kepada kader mengenai menu makanan tambahan yang sehat. Sedikit efektif 3. ditetapkan alternatif masalah yang diambil adalah mengoptimalkan pelatihan kepada kader mengenai materi dan cara penyuluhan gizi buruk kepada masyarakat. Tidak efektif 2. Sangat efektif 16 . Sangat mudah Efektif : 1. Keputusan Tetap Dengan melakukan inventarisasi dan konsekuensi atas keputusan alternatif masalah. Berkesinambungan 5.5. Mengoptimalkan pelatihan kepada kader mengenai materi dan cara penyuluhan gizi buruk kepada masyarakat 2. Sedikit berkesinambungan 3. 4. Cukup berkesinambungan 4. Sangat berkesinambungan 3. Cukup efektif Berkesinambungan: 1. Tidak berkesinambungan 2.

3. Balita gizi buruk 4 orang Cakupan ASI eksklusif 78. SIMPULAN Setelah dilakukan pengamatan dari kegiatan pelayanan di Posyandu Desa Blubuk. Kepada Tim Pembina kader tingkat kecamatan untuk mengoptimalkan pelatihan materi dan cara penyuluhan gizi buruk dan makanan sehat kepada kader Posyandu 2. Kepada Petugas Puskesmas untuk Desa Blubuk agar mengawasi dan membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu 3. Kabupaten Brebes dan wawancara dengan petugas Puskesmas dan kader Posyandu. dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan di Posyandu Desa Blubuk. Kabupaten Brebes didapatkan urutan prioritas masalah sebagai berikut: 1. B. Kecamatan Losari. Kepada kader Posyandu agar lebih aktif dalam mengikuti pelatihan agar dapat aktif menyuluh masyarakat terutama ibu-ibu yang mempunyai balita tentang gizi buruk dan makanan sehat.79% Tidak ada pemberian vitamin A pada ibu nifas 17 . 2. SARAN 1.BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. Kecamatan Losari.

Posyandu dan Kader Kesehatan. Indikator Indonesia sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. [cited 1 Juli 2013] . 2000.litbang. 3.usu. Departemen Kesehatan RI.DAFTAR PUSTAKA 1. Available from. http://library.id/download/fkm/fkm-zulkifli.go.ac. 2003. 18 . [cited 1 Juli 2010].pdf.pdf 2.id/download/is2010/indikator. Magelang: Podorejo Offset. Depkes RI [serial on the internet]. Available from: www. Pedoman Praktis Pelaksanaan kerja di Puskesmas. Zulkifli. Balai Pelatihan Kesehatan Salaman.depkes.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->