Anda di halaman 1dari 5

Wiwit Prinawati 21490 Kebijakan Publik

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Yogyakarta


Pendahuluan Sebuah rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Yogyakarta, dalam RPJMD ini akan dilaksanakan dari tahun 2007-2011. RPJMD merupakan peraturan yang dikeluarkan walikota Yogyakarta sebagai program kerja, visi, dan misi dalam menjalankan tugasnya sebagai walikota. RPJMD berjalan selama 5 tahun ke depan setelah diangkatnya walikota. Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan kepada walikota yang terpilih untuk menyusun RPJMD sebagai acuan bagi seluruh pelaku pembangunan di kota Yogyakarta dalam menyelenggarakan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya RPJMD sebagai penilaian DPRD mengetahui kinerja walikota dalam menjalankan tugas sesuai dengan yang direncanakan atau sebaliknya. Penilaian tersebut di lihat pada akhir anggaran yang telah dikeluarkan dan akhir masa jabatannya selama 5 tahun. Proses penyusunan RPJMD pertama, dimulai dari menyiapkan rancangan guna mendapatkan gambaran awal dari visi, misi, kepala daerah, dan kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum hingga penyusunan program SKPD, lintas SKPD, rencana dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan indikatif. Kedua, melaksanakan musyawarah rencana pembangunan daerah jangka menengah daerah untuk mendapatkan masukan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan terhadap rancangan RPJMD. Ketiga, menyusun rancangan akhir RPJMD berdasarkan hasil musrenbang jangka menengah daerah yang menjadi masukan utama dalam penyempurnaan rancangan RPJMD. Keempat, menetapkan peraturan walikota tentang RPJMD beserta pengundangannya dalam berita daerah. Pembahasan

Pada rencana pembangunan jangka menengah daerah Yogyakarta, banyak bidangbidang yang dalam pengelolaan kebijakan hingga di keluarkannya RPJMD. Dalam RPJMD saya mengambil permasalahan pendidikan. Pendidikan sebagai modal bangsa kita untuk maju dan lewat pendidikan bagi seluruh aspek masyarakat menjadikan masyarakat menjadi lebih kompeten untuk bersaing di kancah nasional dan internasional. Pada RPJMD Yogyakarta, pendidikan sebagai sumber daya manusia serta mencakup sarana maupun prasarana pendukungan antara sekolah dan pengajar. Pada penggambaran RPJMD dibidang pendidikan dijelaskan secara rinci berdirinya pra sekolah hingga perguruan tinggi yang memuat jumlah siswa dan pengajar. Penggambaran mendetail tersebut dapat di ketahui bahwa kota Yogyakarta memiliki banyak sekolah yang berdiri dan kebanyakan pendidikan dasar diselenggarakan oleh pemerintah serta berbeda dengan pra sekolah sampai menengah diselenggarakan oleh swasta. Pembentukan RPJMD bidang pendidikan juga melihat sasaran yang di harapkan, pada proses berjalannya kebijakan yang dibuat berisi harapan yaitu kebutuhan tenaga kerja terdidik pada tingkat menengah akan semakin meningkat, tingkat lulusan SD sampai SMA meningkat hingga 100% dan kualitas kelulusan semakin meningkat dengan wajib belajar 12 tahun, dan menindaklanjuti UU guru dan dosen maka tahun 2011 direncanakan sekurang-kurangnya 90% dari guru yang ada memiliki sertifikat untuk mengajar dan memenuhi kualifikasi. Dengan adanya sasaran yang dibuat walikota diharapkan sasaran tersebut dapat tercapai karena menyangkut kinerja dari walikota untuk memajukan Yogyakarta lebih baik dan di nilai juga perkembangannya dari tahun ke tahun. Permasalahan pendidikan merupakan aspek penting dari daerah hingga nasional. Penyusunan RPJMD juga terdapat visi pembangunan kota Yogyakarta untuk membentuk pendidikan yang berkualitas. Maksud pendidikan berkualitas yaitu pendidikan yang berkualitas tinggi, memiliki keunggulan kuantitif, menciptakan keseimbangan (IQ, EQ, SQ), sistem kebijakan yang unggul, sarana dan prasarana yang memadai, dan menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif. Selain visi yang dipaparkan dalam RPJMD juga menjelaskan misi dari RPJMD yaitu mempertahankan predikat kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Adapun sasaran pembangunan RPJMD mengenai pendidikan, sebagai kota pendidikan berkualitas dengan dukungan SDM unggul.

Berdasarkan visi, misi dan sasaran pembangunan RPJMD bidang pendidikan maka dirumuskan kebijakan umum yaitu mempertahankan kota Yogyakarta sebagai kota Pendidikan berkualitas melalui peningkatan standar lulusan, kompetensi SDM, serta peningkatan dan pemerataan sarana prasarana pendidikan. Selain itu dalam prosesnya juga adanya strategi pembangunan, tahun 2009 kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan berkualitas dengan dukungan SDM yang professional. Kota Yogyakarta pada tahun 2006 mengalami gempa bumi yang menghancurkan sarana dan prasana publik. Dengan begitu, walikota mengingkan adanya penataan ulang atau renovasi sarana publik yang rusak maupun hancur. Maka, dari tahun 2007 hingga 2011 banyak diadakan tematik pembangunan kota Yogyakarta dengan merehabilitasa dan merekonstruksi permasalahan yang terjadi di Yogyakarta dalam beragam bidang. Pada tahun 2009, tematik pembangunan kota Yogyakarta adalah Terwujudnya kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan berkualitas dengan dukungan SDM yang professional. Pendidikan berkualitas ditunjukkan dengan sistem pendidikannya yaitu sejak input, proses dan juga memiliki kualitas. Dukungan SDM yang professional sangat dibutuhkan melalui peningkatan kemampuan guru dalam mengajar maupun peningkatan jenjang

pendidikannya. Dana pendidikan didapat dari belanja tidak langung maupun belanja langsung. Komitmen kota Yogyakarta untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan juga berimplikasi pada meningkatnya belanja subsidi pendidikan juga akan berpengaruh pada peningkatan belanja tidak langsung dalam lima tahun ke depan. Belanja langsung di bidang pendidikan yaitu belanja beasiswa pendidikan dan belanja kursus. Selain itu, untuk pembiayaan pembangunan pendidikan didapatkan dari belanja modal yang diprioritaskan pada visi kota Yogyakarta. Kebijakan dan program pembangunan daerah dengan mewujudkan Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Yogyakarta dianggap sebagai tujuan pendidikan warga Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia tinggal sementara di Jogja hanya mengemban pendidikannya dan dengan banyaknya masyarakat ke Jogja menimbulkan peningkatan perekonomian daerah. Berbagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan kota Yogyakarta menjadikan pendidikan dengan standar kualitas yang tinggi dan terkemuka di Asia Tenggara juga mempunyai keunggulan kompetitif dan kompetensi yang berdaya

saing tinggi. Dalam RPJMD juga mempunyai program yang kongkrit dengan adanya wajib belajar 12 tahun, sertifikasi peningkatan kualifikasi pendidikan, peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan formal dan non formal, dan pengkajian serta pengembangan mutu pendidikan. Kebijakan dan program pembangunan daerah memiliki pendanaan alokasi demi terwujudnya program pendidikan yang telah dirancang. Program wajib belajar 12 tahun dengan APBD kota Yogyakarta 56,455 (jutaan rupiah) serta dari pihak swasta sebesar 500 jutaan, meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendanaan APBD 86,719 jutaan dan APBN 15,000 jutaan, program peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan formal dan non formal dengan pendanaan APBD 82,812 jutaan, APBD provinsi DIY 30,000 jutaan, APBN 75,000 jutaan dan swasta 5,000 jutaan, dan program pengkajian dan pengembangan mutu pendidikan dengan pendanaan APBD 5,350 jutaan. Program wajib belajar 12 tahun 2007 9,346 jutaan sertifikasi peningkatan 15,180 kualifikasi pendidikan program dan kualitas peningkatan 13,806 pemerataan pendidikan 17,165 16,961 17,340 17,540 82,812 2008 9,814 jutaan 15,021 2009 12,365 jutaan 16,540 2010 12,365 jutaan 19,000 2011 12,565 jutaan 20,978 Jumlah 56,455 jutaan 86,719

formal dan non formal program dan pengkajian 1,000 1,050 1,100 1,100 1,100 5,350

pengembangan

mutu pendidikan

Dengan demikian, rumusan RPJMD di atas menggambarkan suatu proses yang dimulai setelah terpilihnya walikota hingga pembentukan program kerja yang dilakukan selama 5 tahun ke depan dalam bentuk RPJMD. Banyak sekali proses yang terjadi dari sebuah rencana, akankah sebuah RPJMD tersebut akan berjalan sesuai dengan targetannya. RPJMD di buat dengan maksud menjadikan kota Yogyakarta lebih baik dari tahun ke tahun. RPJMD hanyalah sebuah program kerja, namun program kerja tersebut tidak bisa

jalan hanya walikota saja yang menjalankannya. Maka, untuk mewujudkannya dibutuhkan peran partisipasi aktif dari seluruh aspek birokrat, masyarakat,dan aktor.

Referensi http://www.jogja.go.id/app/modules/roadmap/images/RPJMD_2007-2011.pdf sabtu, 1 Maret 2008 pukul 07.15