Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL KEBUN BIBIT RAKYAT ( KBR) PROGRAM KEMENTRIAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012

JENIS TANAMAN : ALBASIA

DIAJUKAN OLEH : KELOMPOK PEMBIBIT BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN RIMBA RAYA DESA AWILUAR KECAMATAN LUMBUNG KABUPATEN CIAMIS PROPINSI JAWA BARAT

KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN

RIMBA RAYA
Jln Kawali Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec Lumbung Kab Ciamis Nomor Lampiran Perihal : 03/KPBKP-RR/XII/2012 : 1 (Satu) Bundel : Mohon Menjadi Pengelola Program Kebun Bibit Rakyat Lumbung, 04 Desember 2012 Kepada Yth. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ciamis diTempat

Dengan Hormat Bersama ini kami Kelompok Pembibit Bibit Kehutanan dan Perkebunan (KPBKP) Jln Kawali Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec Lumbung Kab Ciamis mengajukan permohonan kepada Bapak, untuk menjadi pengelola Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Kementrian Kehutanan Republik Indonesia tahun 2013. Besar harapan kami kepada Bapak untuk mengabulkan permohonan dimaksud dan atas perhatianya kami haturkan terima kasih.

KPBKP RIMBA RAYA Dusun Cibeber Desa Awiluar Kecamata Lumbung Kabupaten Ciamis
Ketua Sekretaris

Oon Purkon Mengetahui Kepala Desa Awiluar

Ali Abdul Aziz

Atjeng Syamsudin, A.Md

PROPOSAL KEBUN BIBIT RAKYAT ( KBR) PROGRAM KEMENTRIAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 I. PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Kebun Bibit Rakyat merupakan program Kementrian Kehutanan yang memiliki maksud dan tujuan yang sangat bagus unuk memperbaiki lahan yang rusak dan lahan yang kritis. Selain itu dari program KBR ini di harapkan mendapatkan manfaat ekonomis yang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk memperoleh jenis tanaman yang berkualitas baik, maka sejak awal perlu dilakukan treatmen yang tepat terhadap bibit yang akan ditanam, mulai pelaksanaan seleksi benih, sterilisasi benih, jenis media semai dan sepih yang digunakan, pemeliharaan selama persemaian hingga pelaaksanaan seleksi bibit dapat metode pengangkutanya ke lapangan. Selain beberapa treatmen di atas maka perlu pula system penglolaan yang tepat dan seimbang serta kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. Selain itu diperlukan pula upaya serius dalam bentuk pembangunan sarana persemaian secara representative, sehingga beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan bibit dapat berjalan secara optimal. Mengingat pentingnya ketersedian bibit dalam jumlah yang cukup dan berkulitas baik, guna medukung pelaksanaan program rehabilitas lhan, maka diperlukan pembibitan tanaman hutan dan tanaman serbaguna (MPTS) yang diharapkan mampu dibangun dan diwujudkan kembali lingkungan yang sehat dan terpeliharanya lahan serta tegakkan pohon secara baik dan lestari 2. TUJUAN Secara garis besar tujuan program adalah terbangunya kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman pada lahan kosong atau lahan kritis srta lahan tidal produktif dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serba guna lainnya, Sehingga akan mengurangi lahan rusak dan lahan yang kritis. Sedangkan beberpa tujauan khusus dari program ini antara lain: Menyediakan bibit tanaman yang bermutu baik dan dalam jumlah yang memadai; Mengurangi tingkat kematian bibit selama proses distribusi bibit; Membantu dan meningkatkan pendapatan masyarakatnya; khususnya petani hutan; Memberikan pengetahuan kepada masyarakat (transfer teknologi) tentang cara pembibitan tanaman. 3. SASARAN PROGRAM Sasaran program lokasi kebun rakyat adalah desa-desa yang memenuhi criteria sebagai berikut: 1. Diutamakan berada dalam DAS prioritas; 2. Diutamakan berada didalam dan disekitar kawasan hutan; 3. Memiliki lahan kritis, lhan kosong atau lahan tidak produktif 4. Mata pencaharian penduduknya bergantung pada sector pertanian secara umum; 5. Terdapat kelompok pengelola 4. LINGKUP PROGRAM Komponen kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) meliputi: 1. Penyusunan rencana usulan kegiatan kelompok; 2. Pembuatan dan penyedian sarana dan prasarana persemaian; 3. Pengadaan benih; 4. Produksi dan pemeliharan bibit. Sedangkan lingkup kegiatan pembuatan kebun bibit yang akan dilaksanakan dalam program meliputi: 1. Periapan lapangan; 2. Pembuatan bedeg sepih; 3. Pemegaran; 4. Pembuatan bedeg pengecambahan; 5. Seleksi benih;

6. Perlakuan benih; 7. Periapan media semai (komposisi media semai, sterilisasi media semai dsb); 8. Penyemaian (penaburan benih); 9. Penyepihan bibit; 10. Pemeliharaan bibit(peyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantas hama penyakit lain-lain); 11. Pemanenan dan seleksi bibit. 5. KELUARAN PROGRAM Beberapa hasil yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini antara lain: 1. Tersedianya bibit yang berkualitas, baik secara fisiologis dan genetic dalam jumlah yang memadai; 2. Teranaminya lahan kosong dengan tanaman yang bernilai ekonomi dan berfungsi lindung; 3. Terbentuknya kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai kelomp[ok pengelola program Kebun Bibit Rakyat. 6. POLA PENGEMBANGAN PROGRAM Pola yang akan dijalankan dalam pengembangan program ini adalah pola kementrian partisipasif, yakniterjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan, konstuktif dan dinamis antara pihak supporting program (instansi dan lembaga terkait) dan masyarakat. II. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. SOSIALISASI PROGRAM Sosialisasi program ini dilakukan kepada pihak-pihak terkait, seperti lembaga pemerintaha daerah masyarakat penerimaan program. Hal ini bertujuan untuk: a. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program yang akan dilaksanakan, b. Mendapatkan dukungan secara positif dai semua pihak, khususnya pihak-pihak yang terkait dan berpengaruh dalam masyarakat, agar seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal. 2. PELATIHAN PENGADAAN BIBIT Beberapa materi yang akan disajikan pada kegiatan pelatihan ini meliputi: a. Pengenalan benih tanaman hutan dan jenis tanaman sebaguna (MPTS). b. Treatment jenis tanaman, c. Metode penyiapan media tabor (semai) dan penaburan benih, d. Penyiapan media sepih dan penyapihan e. Metode pemeliharaan bibit, f. Pemanenan dan seleksi bibit, g. Distribusi bibit, 3. PENGADAAN BIBIT Jenis bibit yang akan dikembangkan dalam program ini keseluruhannya tergolong jenis tanaman cepat tumbuh, yakni jenis Albasia sedangkan jumlah bibit yang akan dibuat dalam satu unit KBR adalah sebanyak 50.000 (limah puliuh ribu) batang bibit. Adapun beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pengadaan bibit meliputi: 1. Seleksi Benih Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh benih yang berkulitas tinggi. Benih yang bermutu baik memiliki beberapa karakteristik antara lain 1. Berdaya kecambah tinggi (diatas 70%) 2. Persen kemurnian tinggi 3. Bersertifikat (teruji dan diketahui asal benih dan lain sebagainya). 2. Perlakuan Benih Kegiatan ini dilakukan untuk memacu benih agar mampu berkecambah dalam waktu cepat tanpa merusak dan menurukan kulitas bibit serta terbebas dari hama dan penyakit, jenis perlakuan yang akan diaplikasikan untuk jenis Albasia secara sederhana dan praktis yakni menyiram benih dengan air dan membersihkan benih tersebut dari kotoran.

3. Persiapan Media Sapih Media sapih merpakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pengecambahan benih, karena media ini ikut berperan dalam menentukan tingkat kelembaban dan besarnya suplai oksigen di sekitar benih, dalam mempercepat proses pecahnya kulit biji yang selanjutnya diikuti oleh terjadinya pengecambahan. Selain itu media juga merupakan factor eksternal yang berperan sebagai penentuan kesehatan biji, sehingga melalui treatment media yang baik, seperti perlakuan sterilisasi yang tepat terhadap media semai sebelum di gunakan, akan mampu mencegah dan menekan munjulnya jamur perusak/pembusuk akar. Adapun jenis media yang digunakan dalam tahap penyemaian ini adalh pasir atau campuran tanah, sekma dan kompas (perbandingan 2:1:2) yang telah disterilkan. 4. Penyemaian (Penaburan Benih) Kegiatan penyemaian dilakukan segera setelah benih mendapatkan perlakuan yang tepat pada media semai yang telah disiapkan. Untuk mempercepatkan proses pengecambahan benih beberapa perlakuan yang harus diaplikasikan antara lain: 1. Penyiraman yang cukup dan terkontrol, agar lelembaban benih dapat dipertahan kan, 2. Memberikan cahaya yang cukup, agar proses etiolasi dapat dihindari, 3. Aerasi cukup, agar suplai oksigen disekitar benih tersedia dengan baik. 5. Pesiapan Media Sapih Media sapih merupakan salh satu factor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam pengadaan bibit, karena peran media ini disamping sebagai penompang tegaknya bibit, juga sebagai penentuan tingkat kelembaban, suplai oksigen dan ketersedianaan nutrisi (unsure hara) disekitar perakaran bibit. Adapun jenis media semai yang akan digunakan dalam pengadaan bibit ini antara lain Tanaman topsoil, kompos, sekema padi (perbandingan 2:1:2). 6. Penyapihan Bibit Kegiatan penyapihan dilakukan segera setelah benih berkecambah, kelompok biji telah terlepas dan telah keluar akar laterainya (umur bibit kurang lebih telah 2-3 minggu setelah kecambah). 7. Pembuatan Bedeg Sapih Bedeg sapih adalah areal khusus yang di pergunakan sebagai tempat untuk menaruh dan menyimpan bibit setelah disapih. Pada umumnya ukuran bedeg sapih 5 meter persegi(1 lebar metar dan panjangn 5 meter ). Beberapa perlakuannya yang harus diberikan terhadap bibit selama berada dalam bedeg sapih antara lain: Penyiraman, Penyiangan dan Pemberantasan hama penyakit. 8. Pemeliharaan Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemeliharaan, antara lain: Penyiraman, Pemupukan, Penyiangan atau pengulmaan, Pemberantasan hama penyakit dan lain-lain. 9. Pemanenan dan Seleksi Bibit Kondisi ini di maksudkan agar bibit memiliki daya adaptasi yang tinggi setelah ditanam dilapang. Setelah itu sebelum bibit didistribusikan ke lapang terlebih dahulu dilakukuan penyeleksian untuk memperoleh bibit yang baik, antara lain 1. Tinggi minimal 25 cm, 2. Media kompak 3. Batang berkayu dan tunggal, 4. Tajuk sehat dan lain sebagainya. 1. WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM Waktu pelaksanaan program ini didesain selama kurang lebih 6 bulan, dimulai sebelum musim penghujan hingga bibit siap tanam ketika musim penghujan tiba. Adapun rincian alokkasi waktu tersebut adalah sebagai berikut. 1. 0,5 bulan sosialisasi dan pelatihan.

2. 0.5 bulan untuk persiapan lahan persemaian. 3. 4 bulan penyiapan bibit. 4. 1 bulan stressing bibit sebelum ditanam dilapangan agar bibit memiliki daya adaptasi setelah di tanam di lapang. 2. LOKASI PROGRAM Program pembibitanini dilaksankaan pada beberapa lokasi kelompok tani, adapun penetapan lokasi yang akan diperuntukan sebagai areal peresmian, terlebih dahulu akan di awali dengan melakukan survey untu memastikan kelayakan lokasi tersebut dan kesesuaiannya dengan beberapa persyaratan yang harus di penuhi sebagai areal persemaian. Lokasi program terletak di Jln. Kawali Panjalu RT 24 Rw 09 Dusun Cibeber Desa Awiluar Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. 3. PELAKSANAAN PROGRAM Pelaksanaan program KBR adalah Kelompok Pembibit Kehutanan dan Perkebunan (KPBKP) RIMBA RAYA dengan susunan Pengurus sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. : Oon Purkon : Ali Abdul Aziz : Otong : Sodikin Dadan D Ramdani Anang Nono Juana Mistam Ibah Sobana Jaka Doni Anwari Aceng Abdul Rojak

11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Uso Yayan sopyan Didih Khodijah Iyom Ani Suryani Elis Nining Yoyoh Eros Edah Siti Aisyah

Lokasi program terletak di di Jln. Kawali Panjalu RT 24 Rw 09 Dusun Cibeber Desa Awiluar Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. 4. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan Evaluasi dilakukan setiap bulan oleh penanggung jawab program, untuk mengetahui perkembangan program secara kongkrit. Sedangkan untuk laporan monitoring dan evaluasi kepada pihak donatur dilakukan 2 bulan sekali atau sesuai kesepakatan antara lembaga pelaksana dengan lembaga pemberi dana. 5. BIAYA PROGRAM Anggaran yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pembibitan kebun Bibit Rakyat (KBR) ini adalah sebesar Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). 6. PENUTUP Besar harapan kita untuk memiliki hutan sebagai sumber serapan air dan sumber udara, dengan upaya memaksimalkan lahan kosong dan lahan kritis, menjadi lahan produktif dengan jenis tanaman hutan dan tanaman serbaguna sehingga berguna bagi kehidupan masyarakat di kab Ciamis Khususnya dan rakyat Indonesia bahkan masyarakat dunia. Semoga program KBR 2012 sukses dengan baik, atas partisipasi dari seluruh masyarakat mutlak mutlak merupakan kunci sukses dari segala apa yang kita harapkan dan dengan izin Allah SWT lah negri kita menjadi negri subur, aman dan makmur..Amin..

Lumbung, Desember 2012 Ketua KPBKP

Oon Purkon

RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK (RUKK) KEGIATAN PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2013

Nama kelompok Alamat

A. IDENTITAS KELOMPOK Kelompok Pembibit Bibit Kehutanan dan Perkebunan KPBKB RIMBA RAYA Jln Raya Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec. Lumbung Kab. Ciamis Oon Purkon Ali Abdul Aziz Otong 20 Orang

Nama Pengurus Ketua Sekretaris Bendahara Jumlah Anggota

1 2 3 4 5

B. KEGIATAN KELOMPOK Jenis yang dilaksanakan Pembibitan Bibit Kehutanan dan Perkebunan Lokasi kegiatan Usaha Luas lahan pembibitan 0,3 Ha (3000 m) Jenis Bibit yang dibibitkan Albasia Teknologi Budidaya yang akan dilaksanakan a. Varietas Benih Benih Unggul b. Pengelolaan Media Campuran kompos dan pupuk organic lainya tanam c. Jumlah Bibit 50.000 bibit d. Pemupukan : - Jenis pupuk Kompos, pupuk kandamg siap pakai POC Nasa - Frekuensi Berkala dan berkelanjutan sampai bibit siap tanam pemupukan e. Pengendalian OPT Sistem Pengendalian Kondusip

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

C. RENCANA ANGGARAN BIAYA Belanja Barang dan Jasa Nama Barang dan Jasa Volume Harga Satuan Polibek 200 Kg 25.000 Plastik cor 500 m 2.500 Paranet 500 m 19.000 Pupuk kandang matang/siap pakai 4000 Kg 700 Benih Albasia 2.5 Kg 200.000 Bambu 100 bt 8.000 Paku 10 Kg 15.000 Cangkul 5 bh 60.000 Golok 5 bh 25.000 Arit 10 bh 30.000 Kored 10 bh 9.000 Mesin air 1 bh 2.800.000 Tangki air 1 bh 1.500.000 Selang air 100 m 7.000 Keran semprot sower 2 bh 65.000 Pipa paralon 10 bh 13.000 Keran Air 10 bh 20.000 siltip 5 bh 1.000 PENGERJAAN Persiapan lahan 5 org @ 40.000 6 hk 200.000 Pengadukan media tanam 5 org @ 40.000 6 hk 200.000 Penataan lahan 5 org @ 40.000 6 hk 200.000 Pengerjaan tempat pembibitan 5 org @ 40.000 6 hk 200.000 Pemasangan mesin air 1 pkt 1.800.000 Pemasangan paranet 5 org @ 40.000 6 hk 200.000 Pengisian Polibek 10 org @ 35.000 8 hk 350.000 Permentasi benih 2 org @ 40.000 1 hk 80.000 Penanaman benih 20 org @ 40.000 1 hk 800.000 Penyemprotan pupuk 2 org @ 40.000 12 prl 80.000 Penyemprotan kendali hama 2 org @ 40.000 12 prl 80.000 Perawatan (Penyiraman & Penyiangan) 12 bln 700.000 Penyewaan lahan 6 hk JUMLAH

Jumlah 5.000.000 1.250.000 9.500.000 2.800.000 500.000 800.000 150.000 300.000 125.000 300.000 90.000 2.800.000 1.500.000 700.000 130.000 130.000 200.000 5.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.800.000 1.200.000 2.800.000 80.000 800.000 960.000 960.000 8.400.000 2.000.000 50.000.000

D. JADWAL KEGIATAN URAIAN KEGIATAN 1 2 3 Pengadan barang Persiapan lahan Pengerjaan a. Pengadukan media tanam b. Permentasi media tanam c. Perataan tanah d. Pengerjaan tempat pembibitan e. Pemasangan alat siram f. Pemasangan paranet g. Pengerjaan/pengisian polibek h. Persiapan benih i. Penanaman benih Pemupukan dan pengendalian hama - Penyemprotan pupuk cair, dilakukan setiap 2 minggu 1 kali sampai bibit siap tanam - Penyemprotan pengendali hama, dilakukan setiap 2 minggu 1 kali sampai bibit siap tanam Perawatan - Penyiraman setiap hari sampai bibit siap tanam setiap sore bila musim kemarau - Penyiangan dan pengontrolan PELAKSANAAN MINGGU Tahun 2013 Bulan I II III IV Agustus Agustus

Agustus Agustus Agustus Agustus Agustus Agustus Agustus Agustus September

September

September

September Oktober Nopember Desember Thn 2013 Januari Februari dst

Sampai bibit siap tanam

Mengetahui Kepala Desa Awiluar

Lumbung, Desember 2012 Ketua kelompok

Atjeng Syamsudin, A.Md

Oon Purkon

KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN

RIMBA RAYA
Jln Kawali Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec Lumbung Kab Ciamis BERITA ACARA KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN RIMBA RAYA Pada hari ini . Tanggal . Bulan . tahun.. telah diadakan rapat Pembetukan Kelompok Pembibitan Bibit Kehutanan dan Perkebunan Rimba Raya pada pukul WIB, bertempat di Jln Kawali Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec Lumbung Kab Ciamis, dengan dihadiri oleh seluruh anggota Kelompok Pembibitan Bibit Kehutanan dan Perkebunan Rimba Raya, dengan total jumlah anggota Kelompok Pembibitan Bibit Kehutanan dan Perkebunan Rimba Raya sebanyak 23 Orang. Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dapt dipergunakan sebagai mana mestinya.

KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN RIMBA RAYA

Ketua

Sekretaris

Oon Purkon Mengetahui Kepala BP3K Kecamatan Lumbung

Ali Abdul Aziz Kepala Desa Awiluar

________________________

Atjeng Syamsudin, A.Md

DAFTAR HADIR PEMBENTUKAN KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN RIMBA RAYA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Oon Purkon Ali Abdul Aziz Otong Sodikin Dadan D Ramdani Anang Nono Juana Mistam Ibah Sobana Jaka Doni Anwari Aceng Abdul Rojak Uso Yayan sopyan Didih Khodijah Iyom Ani Suryani Elis Nining Yoyoh Eros Edah Siti Aisyah Nama Jabatan Tanda Tangan

KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN

RIMBA RAYA
Jln Kawali Panjalu Rt 24 Rw 09 Dsn Cibeber Ds Awiluar Kec Lumbung Kab Ciamis

SUSUNAN PENGURUS Ketua Sekretaris Bendahara Anggota : Oon Purkon : Ali Abdul Aziz : Otong : 1. Sodikin 2. Dadan D Ramdani 3. Anang 4. Nono Juana 5. Mistam 6. Ibah Sobana 7. Jaka 8. Doni Anwari 9. Aceng 10. Abdul Rojak 11. Uso 12. Yayan sopyan 13. Didih Khodijah 14. Iyom 15. Ani Suryani 16. Elis Nining 17. Yoyoh 18. Eros 19. Edah 20. Siti Aisyah

KELOMPOK PEMBIBITAN BIBIT KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN RIMBA RAYA

Ketua

Sekretaris

Oon Purkon

Ali Abdul Aziz