Anda di halaman 1dari 2

Desa Siaga belum banyak dikenal masyarakat Jawa Timur

Hasil kunjungan di beberapa tempat saat kegiatan monev, Kepala Desa / Lurah kurang paham tentang Desa Siaga apalagi Desa Siaga Aktif. Hal ini karena pergantian kepala desa yang begitu cepat sehingga para kadernya yang sudah dilatih juga berganti seiring pergatian Kepala Desa. Poskesdes sebagai syarat pembentukan Desa Siaga, belum banyak dikenal masyarakat bahkan di wilayah perkotaan tidak terdapat Poskesdes . Ironis memang, disisi lain masyarakat diharapkan kiprahnya dalam mengembangkan desa siaga dalam rangka memandirikan masyarakat untuk hidup sehat tetapi di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang Desa Siaga apalagi Desa Siaga Aktif. Program Desa Siaga sudah dicanangkan Siti Fadilah Menteri Kesehatan RI sejak tahun 2006, namun hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mengenal apa itu Desa Siaga. Dengan diterbitkannya Buku Pedoman Pengembangan Desa Siaga pada saat itu, telah dilakukan berbagai upaya untuk memasyaratkan program Desa Siaga ini . Sebanyak 5000 bidan dan 5000 kader dilatih untuk mempersiapkan pembentukan 5000 Desa Siaga di Jawa Timur pada tahun 2006. Selanjutnya setiap tahunnya terdapat penambahan jumlah tenaga kesehatan dan kadernya yang dilatih untuk mencapai semua desa di Jawa Timur menjadi Desa Siaga .BAru pada tahun 2012 semua Desa di Jawa Timur telah menjadi Desa Siaga. Tidak hanya melatih bidan dan kadernya, berbagai upaya telah dilakukan mulai dari advokasi kepada Gubernur Jawa Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, pembentukan Tim Pembina Desa Siaga Provinsi Jawa Timur, promosi Desa Siaga di media massa, pengembangan media promosi desa siaga dan masih banyak lagi upaya lainnya. Pada Tahun 2008, Kemenkes RI menerbitkan SPM bidang kesehatan bahwa salah satu indikatornya adalah pencapaian desa siaga aktif 80 % pada tahun 2015. Untuk memenuhi hal tersebut, Jawa Timur telah menerbitkan indikator Desa siaga aktif dengan penstrataan. Strata Desa Siaga Aktif meliputi : Bina, Tumbuh, Kembang dan Paripurna. Dikatakan Desa Siaga aktif jika sudah mencapai strata Tumbuh, Kembang atau Paripurna.

Belum semua kader paham penstrataan Desa Siaga, Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2010 menerbitkan Pedum Pengembangan Desa Siaga Aktif yang indikatornya berbeda dengan versi Jawa Timur, sehingga membuat bingung baik petugas maupun kadernya, apalagi di masyarakat .