Anda di halaman 1dari 3

Hukum Islam dalam kurikulum Fakultas Hukum

Mata kuliah Hukum Islam merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diajarkan di semua fakultas hukum di seluruh Indonesia. Alasannya :

Alasan sejarah, dahulu di sekolah tinggi hukum Rechts Hogesshool yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda diajarkan kuliah Hukum Islam dan Lebaga-Lembaga Islam yang tergabung dalammata kuliah Mohammedannsch recht en instellingen van den Islam (Mohammedanism / Mohammedan Law / Mohammedaanasch). Setelah merdeka di kenal dengan nama Islamologi. Penamaan itu menimbulkan kesalah pahaman mengenai hakekat Islam yang seolah-olah Islam merupakan suatu hukum buatan Nabi Muhammad SAW. Padahal Hukum Islam adalah hukum ciptaan Allah. Nabi Muhammad hanya Rasul Allah. Jadi bukan hukumnya Muhammad (Mohammedan law).

Alasan penduduk, mengingat sebagian besar jumlah penduduk Indonesia adalah beragama Islam maka secara sosiologis, hukum Islah merupakan hukum yang hidupdi dalam masayarakat. Oleh karena itu penegak hukum harus dibekali materi hukum Islam agar putusan yang dibuat nantinya tidakbertentangan dengan hukum yang hidup di masyarakat.

Alasan yuridis mencakup dua pengertian yaitu secara normative dan secara formal yuridis. Secara normative maksudnya pelaksanaan dan kuat tidaknya sanksi kemasyarakatan tergantung pada kuat atau lemahnya kesadaran umat Islam akan norma-norma hukum yang bersifat normative. Misalnya adanya sanksi dari tidak dilaksanakannya rukun Islam (shalat, puasa, zakat dan haji) tergantung kuat lemahnya kesadaran ibadah atau keimanan masyarakatnya. Sanksi social akan tidak dilaksanakannya rukun Islam di masayarakat yang tingkat keimanannya tinggi akan relatif lebih terasa dibandingkan dengan di masyarakat yang bersifat heterogen dengan tingkat keimanan masyarakat yang beragam. Sedangkan secara formal yuridis, maksudnya norma hukum Islam akan menjadi hukum positif apabila ditempatkan dalam peraturan perundang-undangan. Contohnya norma hukum perkawinan Islam yang masuk dalam UU No. 1 Tahun1974, norma wakaf, zakat, kewarisan, anak angkat dsb.

Alasan konstitusional , tertuang dalam pasal 29 ayat (1) UUD 1945, yaitu negara berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa. Pasal ini selanjutnya ditafsirkanoleh Hazairin yang meliputi : Di Indonesia tidak boleh berlaku hukum yang bertentangan dengan agama dan norma kesusilaan bangsa Indonesia; Negara wajib menjalankan (menyediakan fasilitas) agar hukum agama dapat dilaksanakan , contohnya haji.; Syariat yang dapat dijalankan secara pribadi ( tanpa memerlukan bantuan negara ) menjadi kewajiban pribadi.

Terhadap tafsiran pasal 29 ayat (1) yang terakhir pada saat ini sering disalah gunakan untuk tujuan politik, contohnya ada isu politik atas dasar otonomi daerah akan diterapkan syariat Islam . Pengertian syariat Islam hanya diartikan secara simbolik misalnya dengan kewajiban menggunakan atribut Islam dengan busana muslim setiap hai Jumat bagi pegawai pemerintahan daerah, atau wajib dapat membaca Al Quran. Hal ini sangat tidak relevan. Hakekat ajaran Islam yang esensial dikacaukan dengan pemahaman yang sangat rendah terhadap Islam. Mereka lupa kepada nilai ibadah yang dilahirkan dengan perbuatan yang islami bukan tergantung pada atribut yang Islami. Yang penting adalah bagaimana kita berbuat sesuatu secara Islam yang selalu memperhatikan tanggungjawab kepada Allah, dengan berprinsip pada nilai keadilan (kepada Allah, diri sendiri dan makhluk Allah yang lainnya). Seperti di Aceh, Sukabumi, Indramayu , Makasar meskipun menggunakan kebijakan syariat Islam dalam otonomi daerahnya toh korupsi masih di segala bidang. Hal inimenunjukkan pada kurangnya pemahaman pada hakekat Islam yang hanya memandang Islam dari atribut saja.

Contoh lain, Islam selalu dikaitkan dengan teroris atau bom bunuh diri. Hal ini adalah pemahaman yang salah besar. Islam tidak sekejam itu. Terdapat prinsip Islam kita tidak boleh mengganggu keyakinan orang lain, sepanjang tidak menyatakan perang secara langsung terhadap orang Islam. Ada ayat Al Quran yang artinya bagiku agamaku dan bagimu agamu. Suatu makna toleransi antar umat beragama yang tinggi ( bukan toleransi beragama). Bahkan penghargaan terhadap kehidupan / nyawa tidak hanya sebatas manusia , makhluk lainpun harus dihargai nyawanya, misalnya jangan petik bunga yang belum mekar, berjalanlah dengan hati-hati tanpa menginjak semut, atau jangan sampai akar rumput tercabut dari tanah karena terinjak kaki kita.

Alasan terakhir adalah ilmiah. Hukum Islam dipelajari oleh ilmuwan seluruh dunia tidak hanya oleh orang Islam. Bahkan beberapa dari pemikir non Islam setelah mempelajari Islam akhirnya mendapat hidayah untuk masuk menjadi muslim, contohnya Hj Irene Handoyo. Selain itu penelitian tentang alam semesta merupakan bukti bahwa ayat AlQuran adalah benar. Sebagai contoh yang dikatakan oleh Harun Yahya, bahwa langit itu dikatakan dalam Al Quran adalah diciptakan oleh Allah SWT berlapis tujuh, setelah diteliti oleh ilmuwan ternyata bumi ini di limdungi oleh lapisan- lapisan yang terdiri dari tujuh lapisan atmosfer. Madu dikatakan dalam Al Quran sebagai obat bagi manusia, setelah diteliti ternyata memang benar madu mempunyai khasiat yang sangat baik untuk kesehatan manusia. Fakta- fakta penciptaan ini merupakan bukti akan kebenaran ajaran Islam secara kajian ilmiah dalam ayat-ayat Al Quran.