Anda di halaman 1dari 51

HUBUNGAN DAN KOMUNIKASI ANTAR SEL

DALAM ORGANISME MULTISELULER DIBUTUHKAN ORGANISASI YANG TERPADU MELALUI


HUBUNGAN ANTAR SEL DALAM JARINGAN
HUBUNGAN SEL DENGAN MATRIKS EXTRASELULER

HUBUNGAN SEL DENGAN SEL

KOMUNIKASI ANTAR SEL


MELALUI MOLEKUL YANG DISEKRESIKAN MELALUI MOLEKUL YANG BERADA DALAM MEMBRAN MELALUI GAP JUNCTION

26 JULI 2006
SUBOWO

PEMBENTUKAN JARINGAN
HUBUNGAN

SEL DENGAN MATRIKS: MATRIKS EKSTRASELULER


NONJUNCTIONAL ADHESION (BUKAN EPITEL)

JUNCTIONAL ADHESION ( HEMIDESMOSOM PADA EPITEL)


HUBUNGAN

SEL DENGAN SEL: CELL-CELL ADHESION

TIGHT JUNCTION
DESMOSOME GAP JUNCTION (DAPAT UNTUK KOMUNIKASI ANTAR SEL)
MOLEKUL YANG

TERLIBAT:

INTEGRIN, SELECTIN, CADHERIN, CONNEXIN

26 JULI 2006
SUBOWO

HUBUNGAN ANTAR SEL MEMBENTUK JARINGAN

26 JULI 2006

SUBOWO

JENIS HUBUNGAN SEL DENGAN SEKITARNYA

HUBUNGAN SEL DENGAN SEL


HUBUNGAN TETAP HUBUNGAN SEMENTARA

HUBUNGAN SEL DENGAN MATRIKS


HUBUNGAN TETAP HUBUNGAN SEMENTARA

26 JULI 2006 SUBOWO

BERBAGAI BENTUK HUBUNGAN ANTAR SEL

26 JULI 2006

SUBOWO

PERAN TIGHT JUNCTION DALAM TRANSPORT TRANS-SELULER

26 JULI 2006

SUBOWO

TIGHT JUNCTION BERTINDAK SEBAGAI SAWAR PADA EPITEL MUKOSA USUS

SEL EPITEL

LUMEN USUS

SEM

TEM

26 JULI 2006

SUBOWO

DESMOSOM

26 JULI 2006

SUBOWO

GAP JUNCTION ANTAR 2 SEL

SEL

UKURAN MOLEKUL

26 JULI 2006

SUBOWO

PERAN SITOSKELETON DALAM HUBUNGAN ANTAR-SEL

SITOSKELETON

26 JULI 2006

SUBOWO

10

PROSES INTRA DAN EKSTRA-SELULER PEMBENTUKAN SERABUT KOLAGEN

INTRASELULER

26 JULI 2006

SUBOWO

11

KOMUNIKASI ANTAR SEL


KOMUNIKASI

MERUPAKAN BENTUK HUBUNGAN MELALUI SINYAL YANG MELIBATKAN 2 KELOMPOK SEL:


SEL YANG MEMBERI PESAN DAN SEL PENERIMA PESAN

(SEL SASARAN)
KEGIATAN

SEL TIDAK ADA YANG BERSIFAT

SPONTAN KEGIATAN SEL (PERILAKU) BERLANGSUNG SETELAH MENDAPAT SINYAL

SINYAL MEMBAWA PESAN UNTUK PERUBAHAN PERILAKU SEL


26 JULI 2006
SUBOWO

12

KOMUNIKASI ANTAR SEL


MEKANISME PENYAMPAIAN SINYAL:
o SINYAL MELALUI MOLEKUL PADA MEMBRAN SEL YANG BERKOMUNIKASI o SINYAL MELALUI MOLEKUL YANG DISEKRESIKAN o SINYAL LANGSUNG MELALUI SALURAN DALAM GAP JUNCTION

PERILAKU DIMULAI SETELAH PESAN MENCAPAI GENA DALAM INTI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU:
o METABOLISME, MITOSIS, PERGERAKAN, SEKRESI, ENDOSITOSIS, TERBANGKITNYA IMPULS SARAF DAN SEBAGAINYA
26 JULI 2006
SUBOWO

13

2 JENIS MEKANISME KOMUNIKASI

26 JULI 2006
SUBOWO

14

KOMUNIKASI MELALUI MOLEKUL PROTEIN MEMBRAN


MEKANISME TERJADI IKATAN ANTARA MOLEKUL RESEPTOR SEL SASARAN DENGAN MOLEKUL PADA MEMBRAN PLASMA SEL PEMBERI SINYAL MOLEKUL RESEPTOR BERSIFAT SPESIFIK SINYAL DITERUSKAN MELALUI PEMBAWA PESAN KEDUA (SECOND MESSENGER) MENEMBUS MEMBRAN PLASMA UNTUK SELANJUTNYA MENCAPAI INTI CONTOH AKTIVASI SEL TH OLEH SEL PENYAJI ANTIGEN AKTIIVASI SEL B OLEH SEL TH

26 JULI 2006
SUBOWO

15

KOMUNIKASI ANTAR SEL-SEL SISTEM IMUN


AKTIVASI TH AKTIVAS I SEL B

26 JULI 2006
SUBOWO

16

KOMUNIKASI MELALUI GAP JUNCTION

26 JULI 2006

SUBOWO

17

KOMUNIKASI DENGAN MOLEKUL SINYAL YANG DISEKRESIKAN (MEDIATOR)


BENTUK SINYAL
MEDIATOR YANG DISEKRESIKAN OLEH SEL PENGIRIM SINYAL 3 BENTUK SISTEM PENYAMPAIAN SINYAL PARAKRIN MENGHASILKAN MEDIATOR LOKAL = (SITOKIN, KHEMOKIN, IFN) . APABILA PENGIRIM PESAN BERTINDAK SEKALIGUS SEBAGAI SEL SASARAN DISEBUT AUTOKRIN SINAPSIS DENGAN MEDIATOR NEUROTRANSMITTER ENDOKRIN DENGAN MEDIATOR HORMONE

26 JULI 2006
SUBOWO

18

KOMUNIKASI ANTAR SEL MELALUI MEDIATOR

26 JULI 2006

SUBOWO

19

3 KATEGORI KOMUNIKASI DENGAN MEDIATOR YANG DISEKRESIKAN

MEDIATOR

26 JULI 2006
SUBOWO

20

2 JENIS RESEPTOR

26 JULI 2006

SUBOWO

21

PARAKRIN
JARAK ANTARA SEL PENGIRIM SINYAL DAN SEL SASARAN: DEKAT (LOKAL) DAPAT TERJADI AUTOKRIN APABILA TERDAPAT SEKELOMPOK SEL AUTOKRIN SINYAL LEBIH KUAT DARIPADA HANYA SEBUAH SEL MEDIATOR: SITOKIN: LIMFOKIN, MONOKIN, KEMOKIN, IFN, GF. EICOSANOID (DALAM BENTUK DERIVAT ASAM LEMAK) PROSTAGLANDIN PROSTACYCLIN

THROMBOXANE
LEUKOTRIENE
26 JULI 2006
SUBOWO

22

AUTOKRIN

26 JULI 2006

SUBOWO

23

2 JALUR PEMBENTUKAN EIKOSANOID

26 JULI 2006

SUBOWO

24

ENDOKRIN
JARAK ANTARA SEL PEMBERI SINYAL DENGAN SEL SASARAN: JAUH MEDIATOR: HORMON:
HIDROFILIK (POLIPEPTID) DAN STEROID

NEUROHORMON (JIKA HORMON DIHASILKAN OLEH SEL SARAF) SIFAT: SPESIFIK

DIANGKUT:
DARAH DIHASILKAN OLEH: SEL KELENJAR ENDOKRIN SEL SASARAN: BERBAGAI JENIS SEL TERMASUK SEL ENDOKRIN
26 JULI 2006
SUBOWO

25

KOMUNIKASI DENGAN MEDIATOR HORMON

26 JULI 2006 SUBOWO

26

NEUROTRANSMITTER PADA SINAPSIS


MEDIATOR:
NEUROTRANSMITTER:

o ACETYLCHOLIN, EPINEPHRIN, GABA DAN SEBAGAINYA JARAK ANTARA PEMBERI SINYAL DAN RESEPTOR:
JARAK ANTAR MEMBRAN UJUNG AXON DAN BAGIAN SEL

SASARAN (SEL SARAF, SEL OTOT, SEL KELENJAR) MEMBENTUK CELAH SINAPS SEBESAR 15 nm - 20 nm
EFEK:

PEMBUKAAN GERBANG ION PADA MEMBRAN SASARAN

TRANSMISI IMPULS ATAU HAMBATAN IMPULS


26 JULI 2006
SUBOWO

27

TRANSMISI IMPULS SARAF MELALUI SINAPS


IMPULS SARAF DIRAMBATKAN MELALUI MEMBRAN AXON SARAF MENUJU UJUNGNYA IMPULS SARAF MERUPAKAN SINYAL YANG MEMBAWA PESAN UNTUK DITERUSKAN KE: SEL SARAF LAIN SEL OTOT SEL KELENJAR TIDAK ADA HUBUNGAN LANGSUNG ANTARA UJUNG AXON DENGAN SEL-SEL TERSEBUT, MELAINKAN MELALUI SINAPSIS UJUNG AXON MELEPASKAN NEUROTRANSMITTER (NT) YANG AKAN DITERIMA OLEH RESEPTOR PADA KETIGA JENIS SEL TERSEBUT KETIGA JENIS SEL TERSEBUT AKAN MERESPONS PESAN YANG DIBAWA OLEH NT

26 JULI 2006

SUBOWO

28

SINAPSIS BEKERJA SETELAH IMPULS SAMPAI

26 JULI 2006

SUBOWO

29

SINAPSIS

26 JULI 2006

SUBOWO

30

RETROGRADE SIGNALING

Para peneliti telah menemukan bahwa endocannabinoid, ikut dalam pen-sinyalan retrograd yang sebelumnya tidak diketahui sebagai bentuk komunikasi dalam otak. Komunikasi yang telah umum dikenal :

NT dilepas oleh ujung akson sebagai sel pre-sinaptik. Sel pasca-sinaptik melepaskan endocannabinoid 2-AG untuk diterima oleh reseptor pada sel pre-sinaptik. Berdampak menghentikan atau mengurangi sekresi neurotransmitter GABA dari ujung akson

Endocannabinoid bekerja sebaliknya:


26 JULI 2006

SUBOWO

31

RETROGRADE SIGNALING

Jika GABA dari neuron pre-sinaptik menerpa sel pascasinaptik pada saat yang sama sebagai sinyal eksitasi (seperti dilakukan oleh NT glutamat) mencapai sel yang sama,

GABA tersebut akan menghambat pembentukan impuls baru pada sel pasca-sinaptik .

Tetapi jika terjadi perubahan kadar ion Ca dalam sel neuron pada sel pasca-sinaptik,

produksi 2-AG (SLIDE 34), endocannabinoid yang dilepas akan mengalir kembali menuju reseptornya ( CB1) yang terdapat pada neuron penghasil GABA. Proses terakhir ini disebut DSI (depolarizide-induced suppression of inhibition) yang akan mencegah pelepasan GABA oleh ujung akson dan membiarkan sinyal eksitasi yang akan mengaktifkan reseptor pada sel pasca-sinaptik.
SUBOWO

26 JULI 2006

32

2 JENIS EFEK NEUROTRANSMITTER SIGNALING

26 JULI 2006

SUBOWO

33

RETROGRADE SIGNALING

26 JULI 2006

SUBOWO

34

ARAH RAMBATAN IMPULS

26 JULI 2006 SUBOWO

35

SINAPSIS SARAF-OTOT SKELET

26 JULI 2006 SUBOWO

36

MOTOR ENDPLATE

26 JULI 2006

SUBOWO

37

MEKANISME PERAMBATAN IMPULS

26 JULI 2006

38

SUBOWO

EFEK SINYAL TERHADAP SEL SASARAN


SETIAP SEL DILENGKAPI DENGAN SEPERANGKAT

RESEPTOR YANG MAMPU MENANGGAPI GABUNGAN BEBERAPA SINYAL SEBAGIAN BESAR SEL MEMBUTUHKAN SINYAL MULTIPEL UNTUK BERTAHAN HIDUP UNTUK PROLIFERASI SEL SELAIN MEMBUTUHKAN SINYAL MULTIPEL (UNTUK HIDUP) MASIH MEMERLUKAN SINYAL TAMBAHAN TANPA ADANYA SINYAL, SEL AKAN MENGALAMI APOPTOSIS SINYAL DENGAN MOLEKUL YANG SAMA DAPAT MEMBERIKAN EFEK BERBEDA BAGI SEL SASARAN YANG BERBEDA

26 JULI 2006

SUBOWO

39

EFEK SINYAL TERHADAP SEL SASARAN

APOPTOSIS

26 JULI 2006

SUBOWO

40

MEDIATOR SAMA DAPAT BEKERJA PADA RESEPTOR BERBEDA DENGAN EFEK BERBEDA

ASETILKOLIN

26 JULI 2006

SUBOWO

41

JENIS RESEPTOR PADA MEMBRAN SEL


RESEPTOR TERIKAT GERBANG ION
NEUROTRANSMITTER PADA SINAPSIS

RESEPTOR TERIKAT PROTEIN G

RESEPTOR TERIKAT ENZIM


KINASE UNTUK FOSFORILASI

26 JULI 2006

42

SUBOWO

3 JENIS RESEPTOR KOMUNIKASI

26 JULI 2006 SUBOWO

43

PROTEIN G
PROTEIN G DISEBUT PULA SEBAGAI GTP

BINDING PROTEIN o GTP = (GUANOSINE 5- TRIPHOSPHATE)


BERFUNGSI MENERUSKAN PESAN UNTUK BEBERAPA RESEPTOR PADA MEMBRAN DIBUTUHKAN PROTEIN G (TRANSDUKTOR) TERDIRI ATAS 3 SUBUNIT: , , DAN DALAM KEADAAN NON-AKTIF PROTEIN G TERIKAT GTP

26 JULI 2006

44

SUBOWO

FUNGSI PROTEIN G

MENGHUBUNGKAN RESEPTOR DENGAN EFEKTOR, YANG BERTINDAK SEBAGAI TRANSDUKTOR


EFEKTOR TERDAPAT PADA MEMBRAN DAPAT BERUPA SEBAGAI ENZIM (ADENYLYL CYCLASE), GERBANG ION BERSIFAT STIMULATOR (Gs) ATAU INHIBITOR (Gi)

26 JULI 2006

45

SUBOWO

MEKANISME KERJA PROTEIN G


LIGAN

(HORMON) MENGIKAT RESEPTOR

PROTEIN G BERGESER MENDEKATI RESEPTOR UNTUK DIIKAT GDP DILEPAS OLEH PROTEIN G DAN DIGANTI GTP IKATAN PROTEIN-GTP MENGAKTIVASI SUBUNIT SUBUNIT MELEPASKAN DIRI DARI SUBUNIT LAIN SUBUNIT BERIKATAN DENGAN EFEKTOR (ADELYLYL CYCLASE)
26 JULI 2006
SUBOWO

46

FUNGSI ADENYL CYCLASE


ADENYLYL CYCLASE MENGUBAH ATP MENJADI cAMP cAMP MENERUSKAN SINYAL SUBUNIT MENGHIDROLISIS GTP MENJADI GDP + PHOSPHAT DENGAN ENZIM GTP-ASE IKATAN GDP DENGAN SUBUNIT MENGAKIBATKAN MENJADI IN-AKTIF DAN MELEPASKAN DIRI DARI EFEKTOR SUBUNIT AKAN BERGABUNG KEMBALI DENGAN YANG LAIN
26 JULI 2006
SUBOWO

47

MEKANISME KERJA PROTEIN G

26 JULI 2006

48

SUBOWO

MEKANISME KERJA PROTEIN G

26 JULI 2006 SUBOWO

49

SECOND MESSENGER
PEMBAWA PESAN

KEDUA (SECOND MESSENGER)

o DIBUTUHKAN APABILA PESAN-PESAN MERUPAKAN


MOLEKUL YANG TIDAK DAPAT MELINTASI MEMBRAN

PEMBAWA PESAN KEDUA DAPAT BERUPA o SEBAGAI cAMP ATAU ION Ca cAMP BERASAL DARI HIDROLISIS ATP DENGAN ENZIM ADENYLYL CYCLASE ION Ca TERDAPAT DALAM
o SITOSOL, TERIKAT SEBAGAI KALMODULIN ATAU DALAM GELEMBUNG-GELEMBUNG (KALSISOM)
26 JULI 2006
SUBOWO

50

MEKANISME KERJA SECOND MESSENGER

26 JULI 2006

51

SUBOWO