Anda di halaman 1dari 3

Estimasi Life Cycle Cost (Inisiasi Konsep Green Building) Gedung Campus Center ITB Kautsar Azlanshah Koento

Program Studi Teknik Sipil-Institut Teknologi Bandung, kautsar.azlanshah@yahoo.com

Bangunan hijau merupakan konsep yang luas dan dapat didefinisikan dengan bermacam arti, namun menurut Tom Woolley pada buku Green Building Handbook gagasan-gagasan inti mengenai bangunan hijau dapat dirumuskan meliputi beberapa hal, yaitu: ramah lingkungan, penggunaan sumber daya yang efisien, dan didesain untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuninya. Konsep ramah lingkungan dapat diartikan sebagai pembangunan bangunan yang memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak merusak margasatwa sekitar, pola hidup seharihari, dan tidak mengakibatkan efek negatif pada lingkungan alam di sekitarnya. Hal lain yang diperhatikan pada konsep ramah lingkungan adalah penggunaan material bangunan yang digunakan adalah material yang ramah lingkungan dan tersedia di daerah sekitar dan pembangunan bangunan tersebut didesain dengan pedoman penekanan polusi dan efek negatif pada lingkungan. Permasalahan dana pada projek bangunan dengan konsep hijau sering kali menjadi kendala. Dibutuhkan biaya lebih untuk membangun sebuah bangunan hijau dibandingkan dengan bangunan konvensional. Hal tersebut karena dalam pembangunan bangunan hijau ada banyak hal yang harus diperhatikan baik material bangunan, sistem bangunan, dan lain sebagainya. Meski demikian, bangunan hijau membawa keuntungan dalam hal finansial dibandingkan bangunan konvensional. Keuntungan tersebut meliputi penghematan air dan energi, mengurangi limbah, meningkatkan kualitas lingkungan di dalam ruangan,

produktivitas/kenyamanan karyawan yang lebih tinggi, mengurangi biaya kesehatan karyawan dan menekan biaya operasional dan pemeliharaan (Kats). Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai mencoba menerapkan konsep bangunan hijau di beberapa gedung-gedung di dalam kampus ITB. Salah satunya adalah Gedung Campus Center ITB. Pembangunan Gedung Campus Center ITB sendiri menerapkan konsep green campus. Gedung Campus Center ITB memang belum memenuhi standar green building yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI), namun pembangunan gedung
i

dinilai sebagai tahap inisiasi penerapan konsep green building. Dapat dilihat beberapa elemen-elemen arsitektur pada bangunan tersebut sudah mulai mencoba menerapkan beberapa konsep green building, meskipun untuk mendapatkan sertifikasi green building harus ada perbaikan-perbaikan yang mendukung. Tugas Akhir ini membahas mengenai estimasi life-cycle cost Gedung Campus Center ITB. Perhitungan life-cycle cost yang dilakukan meliputi beberapa aspek biaya, antara lain: initial cost, biaya listrik, biaya air bersih, biaya perawatan, biaya pemeliharaan, biaya demolisi, dan nilai jual kembali. Perhitungan yang dilakukan dengan mempertimbangkan pilihan yang diambil setelah masa layan bangunan habis. Masa layan bangunan diasumsikan hingga 30 tahun. Pilihan pertama adalah bangunan dihancurkan setelah melewati masa layannya, maka dari itu biaya demolisi diperhitungkan dalam perhitungan life-cycle cost. Pilihan kedua adalah bangunan dijual setelah melewati masa layannya, sehingga perhitungan life-cycle cost memperhitungkan nilai jual kembali Gedung Campus Center ITB. Perhitungan life-cycle cost pada Tugas Akhir ini dilakukan dengan metode present value dengan tahun 2005 dijadikan sebagai tahun ke-0. Dilakukan proyeksi biaya masing-masing aspek hingga tahun 2035. Proyeksi biaya-biaya tersebut dilakukan dengan

mempertimbangkan besarnya laju kenaikan harga yang mungkin terjadi hingga tahun 2035. Berikut merupakan hasil perhitungan estimasi life-cycle cost Gedung Campus Center ITB dengan dua kemungkinan pilihan. Kemungkinan pertama dengan pilihan gedung campus center akan didemolisi mengikuti perhitungan seperti dibawah.

Dengan mengikuti persamaan di atas, didapatkan besarnya life-cycle cost kemungkinan pertama mencapai .

Kemungkinan kedua dengan pilihan gedung campus center dijual mengikuti perhitungan seperti dibawah.

ii

Dengan mengikuti persamaan di atas, didapatkan besarnya life-cycle cost kemungkinan kedua mencapai Berdasarkan hasil perhitungan di atas, aspek biaya terbesar pada perhitungan life-cycle cost adalah initial cost Gedung Campus Center ITB yang mencapai Rp. 16.627.638.200,00. Nilai tersebut mencapai 83,93% dari keseluruhan total life-cycle cost pada kemungkinan pertama dan 80,31% pada kemungkinan kedua. Untuk aspek biaya tahunan yang dikeluarkan, biaya pemeliharaan merupakan aspek yang memiliki persentase terbesar, mencapai Rp. 2.536.221.568,00. Nilai tersebut mencapai 12,8% dari keseluruhan total life-cycle cost pada kemungkinan pertama dan 12,25% pada kemungkinan kedua. Kata kunci: green building, life-cycle cost, Gedung Campus Center ITB Daftar Pustaka Bull, J.W. 1993. Life Cycle Costing for Construction. Glasgow: Blacki Academic & Professional. Ervianto, Wulfram., Soemardi, Biemo., Abduh, Muhamad., Suryamanto. Studi Kontribusi Green Construction terhadap Operasional Bangunan. Joga, Nirwono, Bangunan Hijau Ramah Lingkuangan, Kompas, Mei 2008. Joyowiyono, F.X. Marsudi. 1993. Ekonomi Teknik. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum Kats, Greg. 2003. The Costs and Financial Benefits of Green Buildings. California Kirk, S.J., dan DellIsola, A.J. 1995. Life Cycle Costing for Design Professionals. New York: Mc Graw-Hill inc. Tarquin, Blank. 2005. Engineering Economy. New York: Mc Graw-Hill inc. United States Departement of Agriculture. 2008. Life-Cycle Cost Analysis for Buildings Is Easier Than You Thought. Missoula. Woolley, Tom. 1997. Green Building Handbook Volume 1. New York:E & FN Spon.
iii