P. 1
DAFTAR NAMA ANGGOTA DPR RI 2009-2014 BERIKUT KOMISINYA PER 1 OKTOBER 2013

DAFTAR NAMA ANGGOTA DPR RI 2009-2014 BERIKUT KOMISINYA PER 1 OKTOBER 2013

|Views: 1,463|Likes:
Dipublikasikan oleh ekho109
Daftar nama anggota DPR RI periode 2009-2014, beserta penempatan komisi dan alat kelengkapannya serta daerah pemilihannya pada pemilu 2009. Data diambil dari situs resmi DPR www.dpr.go.id
Daftar nama anggota DPR RI periode 2009-2014, beserta penempatan komisi dan alat kelengkapannya serta daerah pemilihannya pada pemilu 2009. Data diambil dari situs resmi DPR www.dpr.go.id

More info:

Published by: ekho109 on Oct 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2014

pdf

text

original

Sections

  • Alat Kelengkapan, terdiri atas :
  • KETUA : H. MARZUKI ALIE, S.E, M.M
  • WAKIL KETUA : DRS. H. PRIYO BUDI SANTOSO
  • WAKIL KETUA : IR. H. PRAMONO ANUNG WIBOWO, MM
  • WAKIL KETUA : MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D
  • Badan Musyawarah (BAMUS)
  • BADAN LEGISLASI (BALEG)
  • BADAN ANGGARAN (BANGGAR)
  • BADAN URUSAN RUMAH TANGGA (B.U.R.T.)
  • BADAN KERJASAMA ANTAR PARLEMEN (B.K.S.A.P.)
  • BADAN KEHORMATAN (B.K.)
  • BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA (B.A.K.N.)
  • Dasar Hukum :
  • Pasal 110
  • Pasal 111
  • Pasal 112
  • Pasal 72
  • PANITIA KHUSUS (PANSUS)
  • KOMISI
  • KOMISI
  • KOMISI I
  • KOMISI II
  • KOMISI III
  • KOMISI IV
  • KOMISI V
  • KOMISI VI
  • KOMISI VII
  • KOMISI VIII
  • KOMISI IX
  • KOMISI X
  • KOMISI XI
  • DAERAH PEMILIHAN ACEH I
  • DAERAH PEMILIHAN NANGGROE ACEH DARUSSALAM II
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA I
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA II
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA III
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA BARAT II
  • DAERAH PEMILIHAN RIAU I
  • DAERAH PEMILIHAN RIAU II
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN I
  • DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN II
  • DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG I
  • DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG II
  • DAERAH PEMILIHAN BANTEN I
  • DAERAH PEMILIHAN BANTEN II
  • DAERAH PEMILIHAN BANTEN III
  • DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA I
  • DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA II
  • DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA III
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT I
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT II
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT III
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT IV
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT V
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VI
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VIII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT IX
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT X
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT XI
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH I
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH II
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH III
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH IV
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH V
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VI
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VIII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH IX
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH X
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR I
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR II
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR III
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR IV
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR V
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VI
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VIII
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR IX
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR X
  • DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR XI
  • DAERAH PEMILIHAN KALIMANTAN SELATAN I
  • DAERAH PEMILIHAN KALIMANTAN SELATAN II
  • DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN I
  • DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN II
  • DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN III
  • DAERAH PEMILIHAN NTT I
  • DAERAH PEMILIHAN NTT II

KETERANGAN

NA
Nomor anggota

Fraksi
Fraksi adalah pengelompokan anggota berdasarkan konfigurasi partai politik hasil pemilihan umum. (Pasal 1 angka 7 Tata Tertib DPR RI) Nama Fraksi yang ada di DPR RI periode 2009-2014 1. Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) 2. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) 3. Fraksi Partai Demokrat (F-PD) 4. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-GERINDRA) 5. Fraksi Partai Golongan Karya (F-PG) 6. Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-HANURA) 7. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) 8. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) 9. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Ket. NAMA FRAKSI (K)=Ketua Fraksi NAMA FRAKSI (S)=Sekretaris Fraksi

AK
Alat Kelengkapan, terdiri atas :  Pimpinan DPR

Pimpinan DPR adalah alat kelengkapan DPR dan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua yang berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR. Masa jabatan pimpinan DPR sama dengan masa keanggotaan DPR. Pimpinan DPR bertugas: 1. memimpin sidang DPR dan menyimpulkan hasil sidang untuk diambil keputusan; 2. menyusun rencana kerja pimpinan; 3. melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPR; 4. menjadi juru bicara DPR; 5. melaksanakan dan memasyarakatkan keputusan DPR; 6. mewakili DPR dalam berhubungan dengan lembaga negara lainnya; 7. mengadakan konsultasi dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara lainnya sesuai dengan keputusan DPR; 8. mewakili DPR di pengadilan; 9. melaksanakan keputusan DPR berkenaan dengan penetapan sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 10. menyusun rencana anggaran DPR bersama Badan Urusan Rumah Tangga yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna; dan 11. menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu. Selanjutnya dalam melaksanakan tugasnya, Pimpinan DPR bertanggung jawab kepada Rapat Paripurna DPR. Keputusan Pimpinan DPRRI Nomor : 37/PIMP/I/2009-2010 tentang Penetapan Koordinator Bidang Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Masa Keanggotaan tahun 2009-2014. KETUA : H. MARZUKI ALIE, S.E, M.M. Mempunyai tugas bersifat umum dan mencakup semua Bidang Koordinasi. WAKIL KETUA : DRS. H. PRIYO BUDI SANTOSO Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( KORPOLKAM ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi I, Komisi II dan Komisi III, Badan Kerjasama Antar Parlemen, dan Badan Legislasi. WAKIL KETUA : IR. H. PRAMONO ANUNG WIBOWO, MM Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan ( KORINBANG ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi IV, Komisi V, Komisi VI dan Komsi VII. WAKIL KETUA : MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D. Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan ( KOREKKU ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi XI, Badan Anggaran, dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara. WAKIL KETUA : Ir. TAUFIK KURNIAWAN, MM

Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ( KORKESRA ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi VIII, Komisi IX, Komisi X dan Badan Kehormatan.

Badan Musyawarah (BAMUS)

Badan Musyawarah dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Musyawarah pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Anggota Badan Musyawarah berjumlah paling banyak 1/10 (satu persepuluh) dari jumlah anggota berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi yang ditetapkan oleh rapat paripurna. Ketua dan/atau sekretaris fraksi karena jabatannya menjadi anggota Badan Musyawarah. Pimpinan DPR karena jabatannya juga sebagai pimpinan Badan Musyawarah dan dalam hal ini Pimpinan DPR tidak merangkap sebagai anggota dan tidak mewakili fraksi.

Badan Musyawarah bertugas 1. menetapkan agenda DPR untuk 1 (satu) tahun sidang, 1 (satu) masa persidangan, atau sebagian dari suatu masa sidang, perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah, dan jangka waktu penyelesaian rancangan undang-undang, dengan tidak mengurangi kewenangan rapat paripurna untuk mengubahnya; 2. memberikan pendapat kepada pimpinan DPR dalam menentukan garis kebijakan yang menyangkut pelaksanaan tugas dan wewenang DPR; 3. meminta dan/atau memberikan kesempatan kepada alat kelengkapan DPR yang lain untuk memberikan keterangan/penjelasan mengenai pelaksanaan tugas masing-masing; 4. mengatur lebih lanjut penanganan suatu masalah dalam hal undang-undang mengharuskan Pemerintah atau pihak lainnya melakukan konsultasi dan koordinasi dengan DPR; 5. menentukan penanganan suatu rancangan undang-undang atau pelaksanaan tugas DPR lainnya oleh alat kelengkapan DPR; 6. mengusulkan kepada rapat paripurna mengenai jumlah komisi, ruang lingkup tugas komisi, dan mitra kerja komisi yang telah dibahas dalam konsultasi pada awal masa keanggotaan DPR; dan 7. melaksanakan tugas lain yang diserahkan oleh rapat paripurna kepada Badan Musyawarah.

BADAN LEGISLASI (BALEG)

Badan Legislasi dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Legislasi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Jumlah anggota Badan Legislasi ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. Pimpinan Badan Legislasi merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Legislasi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Badan Legislasi bertugas: 1. menyusun rancangan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan dan prioritas rancangan undang-undang beserta alasannya untuk satu masa keanggotaan dan untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPR dengan mempertimbangkan masukan dari DPD; 2. mengoordinasi penyusunan program legislasi nasional antara DPR dan Pemerintah; 3. menyiapkan rancangan undang-undang usul DPR berdasarkan program prioritas yang telah ditetapkan; 4. melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan undangundang yang diajukan anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD sebelum rancangan undang-undang tersebut disampaikan kepada pimpinan DPR; 5. memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD di luar prioritas rancangan undang-undang tahun berjalan atau di luar rancangan undang-undang yang terdaftar dalam program legislasi nasional; 6. melakukan pembahasan, pengubahan, dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugaskan oleh Badan Musyawarah; 7. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang-undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus; 8. memberikan masukan kepada pimpinan DPR atas rancangan undang-undang usul DPD yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah; dan 9. membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPR untuk dapat digunakan oleh Badan Legislasi pada masa keanggotaan berikutnya.

BADAN ANGGARAN (BANGGAR)

Badan Anggaran dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Anggaran menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. Susunan dan keanggotaan Badan Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas anggota dari tiap-tiap komisi yang dipilih oleh komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota dan usulan fraksi

T.Pimpinan Badan Anggaran merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. menetapkan pendapatan negara bersama Pemerintah dengan mengacu pada usulan komisi terkait. Pimpinan Badan Anggaran terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Anggaran berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. melakukan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan di komisi mengenai rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga. (3) Anggota komisi dalam Badan Anggaran harus mengupayakan alokasi anggaran yang diputuskan komisi dan menyampaikan hasil pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada komisi. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. membahas laporan realisasi dan prognosis yang berkaitan dengan APBN. membahas pokok-pokok penjelasan atas rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Pimpinan BURT merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. . 3. 5. (1) Badan Anggaran bertugas: 1.R. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua yang dijabat oleh ketua DPR dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BURT berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. 4. (2) Badan Anggaran hanya membahas alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh komisi. Jumlah anggota BURT ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. yang selanjutnya disingkat BURT. membahas rancangan undang-undang tentang APBN bersama Presiden yang dapat diwakili oleh menteri dengan mengacu pada keputusan rapat kerja komisi dan Pemerintah mengenai alokasi anggaran untuk fungsi. dan kegiatan kementerian/lembaga. program.  BADAN URUSAN RUMAH TANGGA (B. 2. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BURT pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. membahas bersama Pemerintah yang diwakili oleh menteri untuk menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian/lembaga dalam menyusun usulan anggaran. dan 6.U.) Badan Urusan Rumah Tangga.

Dalam Pertemuan Konsultasi Pimpinan Dewan dengan Pimpinan Fraksi-fraksi DPR RI tanggal 13 Oktober 2009. dan 5. dan Fraksi Partai Amanat Nasional. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. dan MPR yang ditugaskan oleh pimpinan DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. membina.BURT bertugas: 1. menyampaikan hasil keputusan dan kebijakan Badan Urusan Rumah Tangga kepada setiap anggota. termasuk pelaksanaan dan pengelolaan anggaran DPR. melakukan koordinasi dengan alat kelengkapan DPD dan alat kelengkapan MPR yang berhubungan dengan masalah kerumahtanggaan DPR. DPD. 2. .) Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. telah disepakati unsur Pimpinan BKSAP DPR RI adalah sebagai berikut :   1 (satu) Ketua dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Fraksi Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan. 3 (tiga) Wakil Ketua dari Fraksi Partai Demokrat. menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR.  BADAN KERJASAMA ANTAR PARLEMEN (B. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kena sama antara DPR dan parlemen negara lain. 3. menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu.K. yang selanjutnya disingkat BKSAP.P. Sesuai dengan Pasal 75 ayat (8) Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib yang menyatakan : Pasal 75 (8) Penggantian Pimpinan BKSAP dapat dilakukan oleh fraksi yang bersangkutan untuk selanjutnya ditetapkan dalam Rapat BKSAP yang dipimpin oleh Pimpinan DPR. mengembangkan. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atauanggota parlemen negara lain. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. melakukan pengawasan terhadap Sekretariat Jenderal dalam pelaksanaan kebijakan kerumahtanggaan DPR sebagaimana dimaksud dalam huruf a.A. Berdasarkan Pasal 76 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1/DPR RI/I/2009-2010 Tentang Tata Tertib.S. 4. baik secara bilateral maupun multilateral. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. BKSAP bertugas : a.

mengadakan Kunjungan dan/atau menghadiri pertemuan persahabatan mengenai hal yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya atas penugasan atau persetujuan pimpinan DPR. dan d. membentuk Grup Kerja Sama Bilateral DPR Rl dengan parlemen masing masing negara sahabat. . dan/atau g. menetapkan alat kelengkapan yang akan menerima kunjungan parlemen negara lain. menindaklanjuti. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf b BKSAP: a. b. dan organisasi internasional. memantau. dan/atau organisasi internasional. menghimpun data dan informasi mengenai kepentingan nasional terhadap isu-isu internasional. f. dan mengefektifkan pelaksanaan tugas Grup Kerja Sama Bilateral.b. menjalin hubungan dengan parlemen negara lain. Berdasarkan Pasal 77 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1/DPR RI/I/2009-2010 Tentang Tata Tertib : (1) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf a. e. melakukan kajian. c. memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antar parlemen. c. dan organisasi internasional atas penugasan atau persetujuan pimpinan DPR. mengadakan konsultasi dengan pihak terkait mengenai hal yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya yang dikoordinasikan oleh pimpinan DPR. BKSAP: a. dan b. organisasi parlemen internasional. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR. mengkoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. mengadakan koordinasi dengan alat kelengkapan terkait yang akan menerima kunjungan parlemen negara lain. mengevaluasi dan mengembangkan tindak lanjut dari hasil pelaksanaan tugas kunjungan dan/atau menghadiri sidang/ pertemuan persahabatan. organisasi parlemen. organisasi parlemen international. d.

sesuai dengan amanat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.K. BKSAP dapat mengadakan koordinasi dengan alat kelengkapan terkait yang akan melakukan kunjungan ke parlemen negara lain. Anggota Badan Kehormatan berjumlah 11 (sebelas) orang dan ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotan DPR dan pada permulaan tahun sidang. 27 Tahun 2009 mengatur secara komprehensif dimana tidak membatasi pengaturan yang hanya terbatas pada materi muatan susunan dan kedudukan lembaga. yaitu Badan Akuntabilitas Keuangan Negara sebagai alat kelengkapan yang bersifat tetap. yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Kehormatan berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf c. UU No.) PENDAHULUAN Undang-Undang No. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Kehormatan dengan memperhatikan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.A.K. DPR. DPD. tetapi juga mengatur hal-hal lain yang lebih bersifat komprehensif. Tata cara pelaksanaan tugas Badan Kehormatan diatur dengan peraturan DPR tentang tata beracara Badan Kehormatan.  BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA (B. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua. terdapat penambahan alat kelengkapan dalam rangka mendukung fungsi serta tugas dan wewenang Dewan. . organisasi parlemen internasional. lembaga perwakilan rakyat.  BADAN KEHORMATAN (B. lembaga perwakilan daerah.N. 27 Tahun 2009 tentang MPR. BKSAP memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR baik secara langsung maupun tertulis. yang berfungsi untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPK RI dalam hal pengawasan penggunaan keuangan negara sehingga diharapkan keberadaan BAKN ini berkontribusi positif dalam pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara. dan/atau organisasi internasional.) Badan Kehormatan dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. (4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf d. dan DPRD disusun untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab lembaga permusywaratan rakyat. Berkaitan dengan penguatan dan pengefektifan kelembagaan DPRRI. Pimpinan Badan Kehormatan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Badan Musyawarah. Peraturan DPR RI Nomor 1/DPR RI/2009-2010 tentang Tata Tertib DPR RI. Adapun Alat Kelengkapan DPR yang dimaksud adalah sesuai dalam Pasal 20 Peraturan Tata Tertib DPR RI. yaitu : 1. BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA Berdasarkan Pasal 4 Peraturan Tata Tertib DPR RI menyebutkan bahwa DPR memiliki tiga fungsi. Dasar Hukum : 1. 7. Badan Legislasi. UU No. Badan Kehormatan. UU No. 3. 3. 6. 6. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.Dalam rangka melaksanakan fungsi dan tugas serta wewenang BAKN DPR RI sebagai lembaga yang baru dibentuk. 7. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 4. Badan Kerja Sama Antar Parlemen. 2. UU No. maka harus dapat menjaga kredibilitas atau kepercayaan publik/masyarakat dalam melaksanakan fungsi pengawasan Dewan. DPD dan DPRD (MD3). UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. yaitu fungsi legislasi. 4. Pimpinan. UU No. UU No. 8. Badan Anggaran. 5.27 Tahun 2009 tentang MPR. 5. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara. Ketiga fungsi tersebut juga tercantum dalam Pasal 20A amandemen Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. . Komisi. fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. DPR. Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh alat-alat kelengkapan DPR RI yang berwenang.

bahwa: Pasal 110 Badan Akuntabilitas Keuangan Negara. Pasal 111 Ayat (1) DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. DPD dan DPRD (MD3). maka DPR memiliki sebuah Sekretariat Jenderal dengan semua perangkatnya. Dan 11. Kemudian untuk menunjang kegiatan DPR yang bersifat teknis administratif. DPR. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. . Badan Urusan Rumah Tangga 10. Alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna. Ayat (2) Pimpinan BAKN terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BAKN berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Panitia Khusus.9. 27 Tahun 2009 tentang MPR. Berdasarkan Undang-undang No. Ayat (2) Anggota BAKN berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang atas usul fraksi DPR yang ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. yang selanjutnya disingkat BAKN. Pasal 112 Ayat (1) Pimpinan BAKN merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. Ayat (3) Pemilihan pimpinan BAKN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BAKN. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dibentuk oleh DPR RI dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

dapat mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan komisi untuk membicarakan hasil pembahasan komisi atas hasil temuan pemeriksaan BPK. c. c. hambatan pemeriksaan. dapat mengadakan rapat dengan komisi yang meminta penelaahan lanjutan atas hasil temuan pemeriksaan BPK. menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi. BAKN : a. mengadakan pemantauan atas tindak lanjut hasil telaahan yang disampaikan kepada komisi. melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR. d. serta penyajian dan kualitas laporan. c. dan/atau e.TUGAS BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA Didalam Pasal 70 Tata Tertib DPR RI BAKN bertugas : a. b. dapat menyampaikan hasil telaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf b kepada alat kelengkapan selain komisi. mengadakan rapat untuk melakukan penelaahan atas laporan hasil pemeriksaan BPK.dan/atau . menyampaikan hasil penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi.BAKN bertugas : Ayat (1) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf a dan huruf b. memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan tahunan. membuat evaluasi dan inventarisasi atas tindak lanjut yang dilaksanakan oleh komisi. b. b. ayat (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf c. menyampaikan hasil telaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi berupa ringkasan temuan beserta analisis kebijakan berdasarkan hasil pemeriksaan semester BPK dan hasil temuan pemeriksaan dengan tujuan tertentu setelah BPK menyerahkan hasil temuan kepada DPR.dan d. dapat meminta penjelasan kepada BPK untuk menindaklanjuti penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b. BAKN : a. Dan Pasal 71 Tata Tertib DPR RI.

Bank Indonesia. Pasal 72 Hasil kerja sebagaimana dimaksud Pasal 70 huruf a. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dan huruf c kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna setelah terlebih dahulu dibicarakan dengan komisi. huruf b. melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR. BAKN menginventarisasi permasalahan keuangan negara. pemerintah daerah. Pemerintah. menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi. menyampaikan hasil pembahasan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. ayat (3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 huruf d. badan layanan umum. . Ayat (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. dan huruf d disampaikan kepada Pimpinan DPR dalam rapat paripurna secara berkala. Selain itu. b. serta penyajian dan kualitas laporan. dalam Pasal 113 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). hambatan pemeriksaan. menyampaikan hasil penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi. c. huruf b. Ayat (4) Hasil kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.dan d. lembaga negara lainnya. memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan tahunan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menegaskan bahwa : Ayat (1) BAKN bertugas : a. dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK. badan usaha milik daerah. badan usaha milik negara. Ayat (3) BAKN dapat mengusulkan kepada komisi agar BPK melakukan pemeriksaan lanjutan. huruf b.d. dan huruf d disampaikan kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna secara berkala.

Ayat (3) Pimpinan DPR mengadakan konsultasi dengan pimpinan fraksi untuk menentukan komposisi keanggotaan BAKN yang mencerminkan unsur semua fraksi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat. keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dalam rapat paripurna. BAKN dapat dibantu oleh akuntan. Ayat (5) Fraksi mengusulkan nama anggota BAKN kepada pimpinan DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk selanjutnya ditetapkan dalam rapat paripurna. TATA CARA PEMILIHAN PIMPINAN BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA Sesuai dengan Tata Tertib DPR RI tata cara pemilihan pimpinan BAKN terdapat dalam Pasal 69 yang selanjutnya diatur pada : . Ayat (4) Dalam hal musyawarah untuk mufakat tidak tercapai dalam penentuan komposisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).Sedangkan Pasal 114 UU tentang MPR. Ayat (6) Penggantian anggota BAKN dapat dilakukan oleh fraksinya. DPD dan DPRD (MD3) dinyatakan bahwa Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 113 ayat (1). DPR. ahli analis keuangan. dan/atau peneliti. Ayat (2) Anggota BAKN berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang atas usul fraksi DPR yang ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. apabila anggota BAKN yang bersangkutan berhalangan tetap atau ada pertimbangan lain dari fraksinya. KEANGGOTAAN BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA sesuai dengan Pasal 68 Tata Tertib DPR RI Ayat (1) DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Ayat (6) Dalam hal pemilihan pimpinan BAKN berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Ayat (4) Fraksi yang mendapatkan komposisi pimpinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mengajukan satu nama calon pimpinan BAKN kepada pimpinan DPR untuk dipilih dalam rapat BAKN.  PANITIA KHUSUS (PANSUS) Panitia khusus dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat sementara. Ayat (2) Pimpinan BAKN terdiri atas 1 (satu) orang Ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BAKN berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Ayat (7) Pimpinan BAKN sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan dengan keputusan pimpinan DPR. Ayat (3) Komposisi pimpinan BAKN dari tiap-tiap fraksi ditetapkan pada permulaan keanggotaan.Ayat (1) Pimpinan BAKN merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. Ayat (5) Pemilihan pimpinan BAKN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BAKN. keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. . Ayat (8) Penggantian Pimpinan BAKN dapat dilakukan oleh fraksi yang bersangkutan untuk selanjutnya ditetapkan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh Pimpinan DPR.

NAMA ALAT KELENGKAPAN (K) = Ketua Alat Kelengkapan NAMA ALAT KELENGKAPAN (WK) = Wakil Ketua Alat Kelengkapan KOMISI Susunan dan keanggotaan komisi ditetapkan oleh DPR dalam Rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Jumlah Komisi. dan sekretariat lembaga negara. Fraksi yang mendapatkan komposisi pimpinan panitia khusus mengajukan satu nama calon pimpinan panitia khusus kepada pimpinan DPR untuk dipilih dalam rapat panitia khusus. baik lembaga kementerian negara maupun lembaga non-kementerian. Pasangan Kerja Komisi dan Ruang Lingkup Tugas Komisi diatur lebih lanjut dengan Keputusan DPR yang didasarkan pada institusi pemerintah. Pemilihan pimpinan panitia khusus dilakukan dalam rapat panitia khusus yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan panitia khusus. Panitia khusus dibubarkan oleh DPR setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. Pimpinan panitia khusus terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota panitia khusus berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan jumlah panitia khusus yang ada serta keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.  KOMISI (keterangan dalam komisi) Ket. harus menjadi anggota salah satu komisi.DPR menetapkan susunan dan keanggotaan panitia khusus berdasarkan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan oleh rapat paripurna paling banyak 30 (tiga puluh) orang. Pimpinan panitia khusus merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. dengan mempertimbangkan keefektifan tugas DPR. pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan Tahun Sidang. . kecuali Pimpinan MPR dan DPR. Panitia khusus bertugas melaksanakan tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna dan dapat diperpanjang oleh Badan Musyawarah apabila panitia khusus belum dapat menyelesaikan tugasnya. Setiap Anggota.

AL dan AU Kementerian Komunikasi dan Informatika Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Badan Intelijen Negara (BIN) Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) LPP Televisi Republik Indonesia (TVRI) LPP Radio Republik Indonesia (RRI) Dewan Pers Perum LKBN ANTARA . termasuk APBN. penyusunan. mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum. serta membahas dan menindklanjuti usulan DPD. dan penyempurnaan Rancangan Undang-Undang yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya. Tugas komisi di bidang pengawasan antara lain:     melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang. KOMISI I RUANG LINGKUP TUGAS     Pertahanan Intelijen Luar Negeri Komunikasi dan Informatika PASANGAN KERJA              Kementerian Pertahanan Kementerian Luar Negeri Panglima TNI dan Mabes TNI AD.Tugas Komisi dalam pembentukan undang-undang adalah mengadakan persiapan. Tugas Komisi di bidang anggaran lain:   mengadakan Pembicaraan Pendahuluan mengenai penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersamasama dengan Pemerintah. melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah. pembahasan. serta peraturan pelaksanaannya. mengadakan kunjungan kerja dalam Masa Reses. yang dapat diwakili oleh Menteri. mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan pejabat pemerintah yang mewakili intansinya. Komisi dalam melaksanakan tugasnya dapat: mengadakan Rapat kerja dengan Presiden. membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. dan mengadakan pembahasan dan mengajukan usul penyempurnaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersamasama dengan pemerintah.

 Komisi Informasi KOMISI II RUANG LINGKUP TUGAS     Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kepemiluan Pertanahan dan Reformasi Agraria PASANGAN KERJA             Kementerian Dalam Negeri Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menteri Sekretaris Negara Sekretaris Kabinet Lembaga Administrasi Negara (LAN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arsip Nasional RI (ANRI) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Ombudsman Republik Indonesia Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) KOMISI III RUANG LINGKUP TUGAS    Hukum HAM Keamanan PASANGAN KERJA            Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Kejaksaan Agung Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisi Nasional HAM (KOMNAS HAM) Setjen Mahkamah Agung Setjen Mahkamah Konstitusi Setjen MPR Setjen DPD Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Komisi Yudisial .

Klimatologi dan Geofisika PASANGAN KERJA         Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Perhubungan Kementerian Perumahan Rakyat Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Badan Meteorologi.   Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Badan Narkotika Nasional (BNN) Badan Nasional Penanggulan Terorisme KOMISI IV RUANG LINGKUP TUGAS       Pertanian Perkebunan Kehutanan Kelautan Perikanan Pangan PASANGAN KERJA      Departemen Pertanian Departemen Kehutanan Departemen Kelautan dan Perikanan Badan Urusan Logistik Dewan Maritim Nasional KOMISI V RUANG LINGKUP TUGAS      Perhubungan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Badan SAR Nasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo (BPLS) Badan Pengembangan Wilayah Surabaya.Madura (BPWS) KOMISI VI RUANG LINGKUP TUGAS  Perdagangan .

    Perindustrian Investasi Koperasi. UKM dan BUMN Standarisasi Nasional PASANGAN KERJA         Departemen Perindustrian Departemen Perdagangan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Menteri Negara BUMN Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Badan Standarisasi Nasional (BSN) Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KOMISI VII RUANG LINGKUP TUGAS    Energi Sumber Daya Mineral Riset dan Teknologi Lingkungan Hidup PASANGAN KERJA                Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri Negara Lingkungan Hidup Menteri Negara Riset dan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dewan Riset Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Badan Tenaga Nuklir (BATAN) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN) Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas) SKK Migas Dewan Energi Nasional (DEN) PP IPTEK Lembaga EIKJMEN KOMISI VIII RUANG LINGKUP TUGAS    Agama Sosial Pemberdayaan Perempuan .

PASANGAN KERJA        Kementerian Agama RI Kementerian Sosial Rl Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Badan Wakaf Indonesia (BWI) KOMISI IX RUANG LINGKUP TUGAS    Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kependudukan Kesehatan PASANGAN KERJA        Departemen Kesehatan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengawas Obat dan Makanan BNP2TKI PT Askes ( Persero) PT. Jamsostek (Persero) KOMISI X RUANG LINGKUP TUGAS        Pendidikan Kebudayaan Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda Olahraga Perpustakaan PASANGAN KERJA     Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pemuda dan Olahraga Perpustakaan Nasional .

NAMA KOMISI (K)=Ketua komisi NAMA KOMISI (WK)=Wakil ketua komisi .KOMISI XI RUANG LINGKUP TUGAS    Keuangan Perencanaan Pembangunan Perbankan PASANGAN KERJA             Kementerian Keuangan RI Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) / BAPPENAS Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Badan Pusat Statistik (BPS) Setjen BPK RI Bank Indonesia Perbankan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ket.

Kab.E. H Marzuki Daud A-416 Mirwan Amir A-417 Ir. Aceh Tengah. A-175 H Sayed Fuad Zakaria. Kab. Kab. S. Nagan Raya. Aceh Utara. Kab.H. Kab. Aceh Barat. S. DAERAH PEMILIHAN NANGGROE ACEH DARUSSALAM II (meliputi : Kab. Kota Subulussalam. M. S. Kab. Kota Langsa. Aceh Selatan. Kota Lhokseumawe) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PG F-PD F-PD F-PD AK BKSAP Komisi VI I VI VII A-176 Drs.Si. Kab.T. A-281 Tgk H Mohd Faisal Amin A-413 H Teuku Riefky Harsa A-414 Ir.. Kab. A-415 HM Ali Yacob A-44 H Muhammad Nasir Djamil. Aceh Singkil. Kab.. Gayo Luwes. Bireuen. A-418 Teuku Irwan .E. Aceh Besar. Aceh Tamiang. Aceh Tenggara. H Muhammad Azhari. Kab. Pidie Jaya) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PPP F-PD (S) F-PD F-PD F-PKS AK BURT - Komisi I VIII (WK) X VII V IV III A-101 Sayed Mustafa Usab. Kab. Bener Meriah. Kota Sabang. M.==PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM== DAERAH PEMILIHAN ACEH I (meliputi : Kab. Aceh Barat Daya. Nova Iriansyah. Aceh Jaya. Kab. S. M. Kab. Kab.Ag. Kota Banda Aceh. Kab.H. Simeulue. Aceh Timur.

F-PD Banggar BURT X A-45 H Raihan Iskandar. Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi. Lc F-PKS - VIII TOTAL : 13 kursi (Partai Demokrat 7 kursi.A-419 Muslim. S. Partai Golongan Karya 2 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi) .H. Partai Amanat Nasional 1 kursi.

Kab. S. Tapanuli Utara. S. Kota Sibolga. Jafar Nainggolan. Tapanuli Tengah. A-319 H Irmadi Lubis A-420 H Abdul Wahab Dalimunthe. A-46 Drs. M. H Hasrul Azwar. A-423 Kol.H. (Purn) Drs. Kab. Kab. Labuhan Batu. Humbang Hasundutan. DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA II (meliputi : Kab.H. Ir. M. M. . Mandailing Natal. A-178 H Chairuman Harahap. Kab. Muhammad Idris Lutfi.===PROVINSI SUMATERA UTARA=== DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA I (Meliputi : Kota Medan. Nias. Kab. Kota Padang Sidempuan. Padang Lawas) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG AK Banggar Bamus Komisi IX VI A-103 Yahdil Abdi Harahap. Kab.M. A-421 Drs.. Serdang Bedagai. Deli Serdang.H. H Sutan Bathoegana. Padang Lawas Utara. Kab.H. M.Sc.E. A-422 Sri Novida. S. Toba Samosir. Kab. Nurdin Tampubolon Fraksi F-Hanura F-PAN F-PG F-PPP(K) F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PD F-PKS AK Banggar BKSAP Banggar Baleg BK (WK) Banggar Komisi XI X I VIII IV II VII (K) II IV VII A-102 Ibrahim Sakty Batubara A-177 Meutya Viada Hafid A-282 Drs. S. Tapanuli Selatan.M. Kab.H. Kota Tebingtinggi) Jumlah kursi : 10 NA A-1 Nama Ir.. Kab. M. Nias Selatan. Kab. M.M. Kab.

A-429 Imran Muchtar A-48 H Ansory Siregar. Jhonny Allen Marbun. Asahan. A-322 H Tri Tamtomo. S. S. M.M.H. S. A-428 Edi Ramli Sitanggang.H. A-47 Iskan Qolba Lubis. Batubara) Jumlah kursi : `10 NA Nama Fraksi F-PAN F-GERINDRA F-PG F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS AK Baleg Baleg Banggar Bamus BURT (WK) BK Komisi VI III V IV II I III III VI IX A-104 H Nasril Bahar.H. Banggar (WK) II Banggar BKSAP VII XI VI XI DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA III (meliputi : Kab.H.Sc.H. Dairi. S. Kab. S. S. Saidi Butar Butar. M. S. Kab. Kota Pematang Siantar. Ali Wongso Halomoan Sinaga A-181 Dr. Kota Binjai. Lc . Yasonna H Laoly. A-427 Ruhut Poltak Sitompul. A-424 Drh. Kab.H. Pakpak Bharat. Langkat. Simalungun.E.M. Kota Tanjung Balai. Anton Sihombing A-283 HT Zulfikar..A. M. S.H. Kab. Karo. Neil Iskandar Daulay A-2 H Herry Lontung Siregar F-PG F-Hanura F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS BK (K) I VII III A-320 Trimedya Panjaitan. A-426 Jonny Buyung Saragi. Kab. A-321 Dr.. M.H. Capt. M.A-179 Ir. A-18 Martin Hutabarat A-180 Ir. Kab. A-425 Drs.

Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi. Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi) . Partai Amanat Nasional 3 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 4 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi. Partai Golongan Karya 5 kursi.TOTAL : 30 kursi (Partai Demokrat 10 kursi. Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi.

MMar A-430 H Dasrul Djabar A-431 Darizal Basir A-432 dr. S. Tanahdatar) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG AK BURT Baleg Komisi XI IX A-105 M Ichlas El Qudsi.Si. Poempida Hidayatulloh. A-284 Capt. Solok. Kota Padangpanjang..Si. DIC A-183 Dr. . Ph.M. Kab. Kota Sawahlunto..E. Pesisir Selatan. Kab.Si. Kab. Dharmasraya. Kota Bukittinggi. Kab. Kab. Kab. Pasaman Barat. M. Kota Solok.D. S. Beng(Hon). Pasaman.D. F-PG F-PPP F-PD F-PD F-PD F-PKS Banggar Banggar BK Baleg BURT VII V III IV IX IV DAERAH PEMILIHAN SUMATERA BARAT II (meliputi : Kab. Padang Pariaman) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG AK Baleg Baleg Komisi III III A-106 Taslim Chaniago. Kepulauan Mentawai. Agam. A-49 Hermanto. Kab. HM Azwir Dainy Tara. Ph.. Kota Padang. Kab. H Epyardi Asda. Zulmiar Yanri. S. Kab.===PROVINSI SUMATERA BARAT=== DAERAH PEMILIHAN SUMATERA BARAT I (meliputi : Kab. Kota Pariaman. Solok Selatan. Sp. Limapuluh Kota. Sijunjung.OK. M.. Kab. Kota Payakumbuh. S. M.H.A.B. A-182 Dr. A-184 H Nudirman Munir.

Kom. A-433 Drs. M. Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi.E. H Dalimi Abdullah Dt Indokayo. Partai Golongan Karya 3 kursi. S. Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi) . A-434 Ir.H. H Mulyadi A-50 Refrizal F-PPP F-PD F-PD F-PKS - IX VII V VI Total : 14 kursi (Partai Demokrat 5 kursi..A-285 Muhammad Iqbal. S. Partai Amanat Nasional 2 kursi.

M.. Indragiri Hulu. Bengkalis. M. Kab. Chairul Anwar. Rokan Hilir. Pelalawan. A-186 Ir. M. Kab.H. Kab. A-188 Adi Sukemi.. Apt DAERAH PEMILIHAN RIAU II (meliputi : Kab. Siak. M. S. A-436 Muhamad Nasir . M.T. S.E. A-185 Ir. Kab.H.S.. Kab.Si. Kota Pekanbaru. M. HM Lukman Edy. S. H Wan Abu Bakar. MBA A-286 Drs.. HM Idris Laena A-187 Hj Nurliah. Kab. A-323 Ian Siagian A-435 H Sutan Sukarnotomo A-51 Drs. Indragiri Hilir.===PROVINSI RIAU=== DAERAH PEMILIHAN RIAU I (meliputi : Kab. Kampar) Jumlah kursi : 5 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-PG F-PG F-PD AK Baleg Banggar - Komisi VI VIII IV VI XI A-147 Ir. Kuantan Singingi. Rokan Hulu.Si. H Arsyad Juliandi Rachman. M.Si. Kota Dumai) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PKS AK BKSAP - Komisi X (WK) VII IV IV VII V A-107 H Asman Abnur. Kab.

TOTAL : 11 Kursi (Partai Golongan Karya 4 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. Partai Demokrat 2 kursi. Partai Amanat Nasional 1 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) .

Partai Demokrat 1 kursi. Kab. MA A-437 Hj Nani Sulistyani Herawati A-52 Hj Herlini Amran. MA TOTAL : 3 kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi. H Harry Azhar Azis. Kota Tanjungpinang) Jumlah kursi : 3 NA Nama Fraksi F-PG F-PD F-PKS AK Bamus BURT Komisi XI (WK) I X A-189 Dr. Kab. Lingga.===PROVINSI KEPULAUAN RIAU=== (Meliputi : Kota Batam. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) . Kab. Natuna. Kab. Karimun. Bintan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. Indrawati Sukadis A-448 Drs. A-447 Dr. A-199 Selina Gita. Bungo. M.H.. A-5 Drs. Kab. A-331 H Irsal Yunus. Tebo. Partai Amanat Nasional 2 kursi.. Kab. M. S. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi) . Tanjung Jabung Timur. S. Kab.===PROVINSI JAMBI=== (Meliputi : Kab.E.E. H Sofyan Ali.M. S. S.M. Tanjung Jabung Barat. Kab. Kab. Kab. Muaro Jambi. Sarolangun.Hum A-113 HA Bakri HM. Partai Golkar 1 kursi. Kerinci.E. Merangin. Kab. Kota Jambi) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-PAN F-PG F-PDIP F-PD F-PD F-Hanura AK BKSAP BURT (WK) Banggar Komisi II V X X V VIII IV A-112 H Herman Kadir. HA Murady Darmansjah TOTAL : 7 kursi (Partai Demokrat 2 kursi. Kab. Batanghari. M.

Kab. Partai Demokrat 1 kursi. Rully Chairul Azwar. Muko Muko) Jumlah kursi : 4 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PD F-PKS AK BURT BURT Banggar Komisi IV X IX I A-109 Hj Dewi Coryati.===PROVINSI BENGKULU=== (Meliputi : Kota Bengkulu. M. Kab. Bengkulu Selatan. Kab. H Mohammad Syahfan B Sampurno TOTAL : 4 kursi (Partai Amanat Nasional 1 kursi. Dian A Syakhroza A-55 Drs. Kab. Kab. M. A-442 Dr. Bengkulu Utara. Kaur. Kab. Seluma. Lebong. A-195 Ir.Si.Si. Kab. Kab. Partai Golongan Karya 1 kursi. Rejang Lebong. Kepahiang. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) .

Ogan Komering Ilir. Banyuasin. S. Muara Enim. Kota Prabumulih.S. S. S. S. Lahat. MBA Fraksi AK Komisi VI III X VII IX VIII I F-GERINDRA (S) Bamus F-PG F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD F-PKS BKSAP Banggar BKSAP BURT Banggar Bamus A-190 Dodi Reza Alex Noerdin. Ogan Ilir) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-GERINDRA AK BKSAP Bamus BURT (WK) Komisi V I VII V A-108 Hanna Gayatri. CFE A-20 Nuriswanto.H. Kab.. Kab.M..M. M. MPH. Ph.H. Ogan Komering Ulu Selatan. Surya Chandra Suropaty. Kota Pagar Alam. . Kota Palembang. MBA. M. A-192 Tantowi Yahya A-193 Bobby Adhityo Rizaldi. A-325 dr. Nazarudin Kiemas.. S. Ogan Komering Ulu. Kab.E. Kab.M. Kab. Kota Lubuklinggau) Jumlah kursi : 7 NA A-19 Nama Edhy Prabowo. LIC ECON MBA A-191 Drs. Musi Banyuasin. Kab. Kab. Musi Rawas.Sos A-53 Mustafa Kamal. A-438 H Syofwatillah Mohzaib. M.D.===PROVINSI SUMATERA SELATAN=== DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN I (meliputi : Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Kab. DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN II (meliputi : Kab. Kahar Muzakir A-324 Ir.

Lc.. S. Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi. Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi. Dr.OG (K) A-440 H Juhaini Alie. MA F-PDIP F-PD F-PD F-PKS Bamus BKSAP Baleg VIII IX VII III TOTAL : 16 kursi (Partai Golongan Karya 4 kursi. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi. Sp. MBA F-HANURA Bamus BAKN XI A-326 HR Erwin Moeslimin Singajuru.H. HA Fauzi Achmad. M. A-439 Prof.A-3 Drs.H..M. Partai Demokrat 3 kursi. H Mahyuddin NS. S. A-54 KH Bukhori. Partai Amanat Nasional 1 kursi) .

Si. Kab. M. Rudianto Tjen A-441 H Paiman TOTAL : 3 Kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi. Belitung Timur. H Azhar Romli. Kab. Bangka. Partai Demokrat 1 kursi) .===PROVINSI BANGKA BELITUNG=== (meliputi : Kab. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. Kab. Belitung. Bangka Selatan) Jumlah kursi : 3 NA Nama Fraksi F-PG F-PDIP F-PD AK Baleg Banggar Banggar Komisi II IX XI A-194 Ir. A-327 Ir.

M. Tulangbawang. Lampung Selatan. Kab. M. Kab. A-56 Drs. Way Kanan. S.===PROVINSI LAMPUNG=== DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG I (meliputi: Kota Bandar Lampung. Tanggamus. Kab. Kab. M. Lampung Utara. M. Alimin Abdullah A-148 Hj Chusnunia Chalim. Isma Yatun A-4 HA Ferdinand Sampurna Jaya A-443 H Zulkifli Anwar A-444 H Heriyanto. Tri Hanurita.M. Pesawaran. Kab. Lampung Barat. A-21 H Ahmad Muzani F-GERINDRA (K) F-PDIP F-PDIP F-HANURA F-PD F-PD F-PKS Banggar Bamus Banggar - A-328 Sudin A-329 Ir. Lampung Tengah. Kab. Kota Metro) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG AK - Komisi II XI I IV VII VI V IX III (WK) A-110 Yandri Susanto A-196 Dra. MA. Al Muzammil Yusuf DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG II (meliputi : Kab. Lampung Timur) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG AK BK Banggar - Komisi VII IX III (WK) A-111 Ir. Aziz Syamsuddin ..E.Si. Kab. A-197 Dr. Kab.

Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi. Abdul Hakim. Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi. MBA A-445 Ir.A-198 Drs. Atte Sugandi. Partai Amanat Nasional 2 kursi. M.M. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi. TOTAL : 18 kursi (Partai Demokrat 4 kursi. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi) . A-446 Usmawarnie Peter A-57 KH Ir. Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi. Partai Golongan Karya 3 kursi. M.M. H Riswan Tony DK A-22 Gunadi Ibrahim F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PD F-PD F-PKS (S) BURT BKSAP BURT Bamus Baleg V V X VI V V A-330 Itet Tridjajati Sumarijanto.

M..E. Serang. M. Kab.===PROVINSI BANTEN=== DAERAH PEMILIHAN BANTEN I (meliputi : Kab. Kota Serang) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PDIP F-PD F-PKS AK Baleg Banggar - Komisi II V VIII III IV VI A-115 Drs.Si.E. A-290 H Achmad Dimyati N. S.. S. M. Hj Ratu Siti Romlah. M. A-203 Drs. A-458 Dra. S.Si. Lebak) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PG F-PPP F-PPP F-PDIP F-PD F-PD AK Banggar Baleg (WK) - Komisi VIII IV III X X X A-202 Tb H Ace Hasan Syadzily.. S.Sc. H Humaedi A-336 Ichsan Soelistio A-459 Adiyaman Amir Saputra. H Hikmat Tomet A-204 Drs.H. .. Cilegon. A-62 Dr.IP. Pandeglang. M.M. M.Si.Ag.E. Zulkieflimansyah. A-289 Hj Irna Narulita. H Rusli Ridwan. M. Kab. A-335 Tb Dedi S Gumelar A-457 Hj Iti Octavia Jayabaya.H.M. DAERAH PEMILIHAN BANTEN II (meliputi : Kab.. M. S.

H.IP.H. A-462 Ferrari Romawi. S. Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi..E. Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 3 kursi. Lc.. Kota Tangerang) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PG F-GERINDRA F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-HANURA F-PKS F-PKS AK BURT Baleg BURT BKSAP BURT Banggar Banggar Baleg Komisi X IX (WK) VII X III VI V II IX A-205 H Ebrown Lubuk.H. S. A-460 Hartanto Edhie Wibowo A-461 Hj Himmatul Alyah Setiawaty. M. A-337 Irvansyah. MA Indra.Si. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi. MBA A-6 A-63 A-64 Iqbal Alan Abdullah H Jazuli Juwaini. S. A-25 H Budi Heryadi. Partai Golongan Karya 4 kursi.H. S. TOTAL : 22 kursi (Partai Demokrat 6 kursi. Partai Amanat Nasional 1 kursi) . Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi. S. Tangerang. S. A-291 Drs. H Irgan Chairul Mahfiz. M.DAERAH PEMILIHAN BANTEN III (meliputi : Kab.H.

Eriko Sotarduga BPS A-451 Hj Melani Leimena Suharli A-452 dr.Kom. S. H Okky Asokawati. Lc DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA II (meliputi : Kotamadya Jakarta Pusat + Luar Negeri.Psi. A-288 Dra. M. A-333 Ir. Kotamadya Jakarta Selatan) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS AK Banggar BKSAP Banggar Banggar Komisi I IX V IX (WK) II A-200 Ir. Nova Riyanti Yusuf. Mohamad Sohibul Iman Pimpinan (WK) - . A-58 Ahmad Zainuddin. A-450 H Hayono Isman.IP.Kj A-453 Nurcahyo Anggorojati A-59 Dr.===PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA=== DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA I (meliputi : Kotamadya Jakarta Timur) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-GERINDRA F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP (WK) Bamus Bamus BKSAP (WK) - Komisi III VII VIII VII I X A-114 H Andi Azhar Cakra Wijaya A-23 Saifudin Donodjoyo A-332 Adang Ruchiatna A-449 H Tri Yulianto. S. Sp.H. Fayakhun Andriadi. S.

Adm. M. Kotamadya Jakarta Utara..M. S. Partai Keadilan Sejahtera 4 kursi. Partai Amanat Nasional 1 kursi) . Kepulauan Seribu) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PD AK Baleg Bamus Pimpinan (K) Bamus (K) BURT (K) Komisi III I VII - A-201 Drs. A-24 Dra. H Adang Daradjatun Dra. S. Partai Golongan Karya 2 kursi. A-60 A-61 Drs.Si.DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA III (meliputi : Kotamadya Jakarta Barat. A-456 Hj Vera Febyanthi. Kab. Dahlia A-334 Drs.H. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi. Wirianingsih.H. Effendi MS Simbolon A-454 Dr. H Marzuki Alie A-455 Drs. F-PD F-PD F-PKS F-PKS Baleg Banggar - III XI III IX TOTAL : 21 kursi (Partai Demokrat 8 kursi. M. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi. Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi.H. Eddy Sadeli. M. HM Ade Supriatna.

S. Ir.H. Bandung Barat) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PG F-PG F-GERINDRA F-PPP F-PDIP F-PDIP AK BKSAP - Komisi I (WK) VI VI II IX - A-207 Drs.. S. A-465 Hj Yetti Heryati.Psi. Hj Popong Otje Djundjunan A-338 Ir. Bandung. A-26 Rachel Maryam Sayidina A-292 Drs. Arif Minardi Hj Ledia Hanifa Amaliah.H.===PROVINSI JAWA BARAT=== DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT I (meliputi : Kota Bandung.Si. A-464 H Daday Hudaya. H Nu’man Abdul Hakim A-339 Rieke Diah Pitaloka. S. DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT II (meliputi : Kab.H.H. A-65 A-66 Ir. A-340 H Taufiq Kiemas (NONAKTIF) . S. M.. M. H Lili Asdjudiredja.Hum.D. S. M. Kota Cimahi) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PG F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS F-PKS AK BURT - Komisi X VIII V III VIII VI VIII (WK) A-206 Dra.T.E. Ketut Sustiawan A-463 Agung Budi Santoso. Agus Gumiwang Kartasasmita A-208 Dr. Ph. Kab.

KAI. A-469 Drs.. M. A-68 H Ecky Awal Mucharam.H.PD. H Otong Abdurrahman A-209 Dr.KL. Cianjur.M. S. H Deding Ishak. Supomo A-470 Sri Hidayati A-471 Prof. Arif Budimanta. Sp. Kota Bogor) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PD AK BURT BKSAP Bamus Komisi III III I XI XI IV IX A-149 Drs. Sukabumi. S.A-466 Dr. M. Kota Sukabumi) Jumlah kursi : 6 . S. H Husnan Bey Fananie. Hj R Adjeng Ratna Suminar. Ir.E.M. S. A-293 Drs. Dr. A-467 Ir. MA F-PD F-PD F-PD F-PKS Bamus BKSAP - I V VII IV DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT III (meliputi : Kab. Hj A Dinajani Mahdi. Sp. F-PKS Bamus Banggar XI A-7 Erik Satrya Wardhana F-HANURA - VI (WK) DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT IV (meliputi : Kab.Sc.H. M. FINASIM. A-468 Efi Susilowati A-67 H Ma’mur Hasanuddin. dr.H. MA A-341 Dr. M..H. H Roestanto Wahidi D.

Sc. A-294 Dr. HA Muchamad Ruslan A-212 Ir..MA A-295 H Achmad Farial A-343 Drs. M.Sos A-69 Ir. H Mulyadi.MT. M. H Airlangga Hartarto. F-PDIP F-PD F-PD F-PKS Banggar Baleg Banggar IX (K) VI VIII V DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT V (meliputi : Kab. Ribka Tjiptaning A-472 Pasha Ismaya Sukardi A-473 Ingrid Maria Palupi Kansil. Helmi Fauzy A-474 Max Sopacua..H. S. S. M. A-475 Anton Sukartono Suratto A-476 HM Syaiful Anwar A-70 H Tb Soenmandjaja. SD F-PD F-PKS - II II . Reni Marlinawati A-342 dr. MBA A-27 Drs. H Yudi Widiana Adia. S.Si. M. Bogor) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PG F-PG F-GERINDRA F-PPP F-PDIP F-PD F-PD AK BKSAP BKSAP Banggar BURT Komisi I VI (K) VII VII (WK) I I IV A-211 Drs.E.NA Nama Fraksi F-PG F-PPP AK Banggar Bamus Banggar Komisi IX X A-210 Hj Dewi Asmara.

S. Karawang.H. H Zulkarnaen Djabar (NONAKTIF) A-28 Ir. Kota Depok) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP Bamus Bamus Baleg - Komisi VIII X VI X III V A-213 Drs. H Hari Kartana.IP. MT A-477 Drs. M. Nuroji A-344 Sukur H Nababan. A-215 Drs. Ade Komaruddin.H.H. S. A-480 Saan Mustofa A-481 Dhiana Anwar. M. S.. Hj Wardatul Asriah A-345 H Rahadi Zakaria. Bekasi) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PG F-PG (S) F-GERINDRA F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PD AK Baleg Bamus BKSAP Baleg BKSAP Baleg Banggar Banggar Komisi I XI IX V II VI I III IX A-214 Nurul Arifin. Kab.DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VI (meliputi : Kota Bekasi. M.Si. Kab. S. Parlindungan Hutabarat A-478 H Harry Witjaksono. A-346 Ir. M. Purwakarta.H.. Putih Sari A-296 Dra.M. A-29 drg.IP. A-71 Mahfudz Abdurrahman DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VII (meliputi : Kab. . Daniel Lumban Tobing A-479 Ir.

M.A-72 Dr.Si. S. M. Kab. S. A-482 H Nurul Qomar.H. S. Mahfudz Siddiq. Majalengka.M. M.Sos. S. A-483 Ir. Yoseph Umar Hadi.. A-217 Hj Tetty Kadi Bawono A-347 Drs.E. . Sidarto Danusubroto. DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT IX (meliputi : Kab. Kab. M. Cirebon.H. Subang) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PPP AK BURT - Komisi VI V VIII A-116 Primus Yustisio A-218 Drs. H Eldie Suwandie A-297 Drs.Si. M. S. A-73 A-8 Drs. Kota Cirebon. Indramayu) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS F-HANURA AK BURT BKSAP BKSAP Komisi X IX IV V X IV (WK) I (K) II A-150 H Dedi Wahidi.H. H Mardani. M. Kab. H Endang Sukandar.Si. Sumedang. A-348 Drs.Si.Si. Miryam S Haryani.Eng F-PKS - I DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VIII (meliputi : Kab.. E Herman Khaeron. M.Pd. M. A-216 Sunaryo Adhiwardoyo.

S. Chandra Tirta Wijaya A-219 Drs. LL. S.A-349 Maruarar Sirait.M. Ciamis.Sos.E. S. M Nurdin.H. S.H. A-350 Tb Hasanuddin.. S. Kab. S. A-484 H Yusyus Kuswandana. A-485 Linda Megawati. Kota Tasikmalaya) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PAN AK Baleg Komisi VI A-118 A Muhajir. Banjar) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP Bamus BK Baleg BKSAP (K) Komisi I II (K) X III III XI X A-117 Ir. S. Kuningan . MA DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT XI (meliputi : Kab. S..M. Kab.H.I F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS Bamus BKSAP - XI I (WK) VI XI VII DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT X (meliputi : Kab.M. M. . M. Agun Gunanjar Sudarsa A-351 Puti Guntur Soekarno. M. A-487 H Amin Santono. S. Surahman Hidayat. A-486 Didi Irawadi Syamsuddin.H.IP. Garut. Tasikmalaya. A-74 Nurhasan Zaidi.Sos A-75 KH Dr.IP.E. Kab. A-352 Drs..

.A-151 Hj Gitalis Dwinatarina A-220 Ferdiansyah. Partai Persatuan Pembangunan 8 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa 3 kursi.. MBA F-PPP F-PPP F-PDIP Bamus BAKN (WK) Bamus - VIII III X I VIII IX XI A-488 Mayjen TNI (Purn) Yahya Sacawiria.H. H Ahmad Kurdi Moekri A-353 Syarif Bastaman. S. MA A-490 Siti Mufattahah. F-PKB F-PG Bamus Baleg IX X A-298 KH Asep Ahmad Maoshul Affandy A-299 Drs. Partai Gerakan Indonesia Raya 4 kursi. Partai Keadilan Sejahtera 12 kursi. A-76 Kemal Azis Stamboel F-PD F-PD F-PKS TOTAL : 91 kursi (Partai Demokrat 28 kursi.M. M. Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi) .E. S. Psi. Partai Golongan Karya 15 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 16 kursi.M.. F-PD A-489 H Nurul Imam Mustofa. S. Partai Amanat Nasional 3 kursi.IP. M.

A-222 Nusron Wahid A-223 HM Busro A-301 Drs. Kab. M. A-77 H Zuber Safawi. A-492 Ir. Demak) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PPP F-GERINDRA AK - Komisi X XI VIII X IV A-119 H Nasrullah. Kab. H Machmud Yunus A-354 Tjahjo Kumolo. H Hisyam Alie A-31 Abdul Wachid . S. Kendal. A-491 Ir.===PROVINSI JAWA TENGAH=== DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH I (meliputi: Kab. H Siswono Yudo Husodo A-30 Jamal Mirdad A-300 Drs. Agus Hermanto. S.H.M. (HC) Ir. Jepara.I. Kota Semarang) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-GERINDRA F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BK (WK) BURT Banggar Baleg Komisi IX IV X X I X (K) VIII IX A-152 H Alamuddin Dimyati Rois A-221 Dr. S.M. M.IP. Kudus. DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH II (meliputi : Kab. Kab.H. Kota Salatiga. Muhammad Baghowi. Semarang.

Wonogiri. A-357 Evita Nursanty. F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS BAKN (K) BKSAP VIII IX I A-356 Drs. S. Karanganyar. Kab. M. H Imam Suroso.E. Djoko Udjianto A-495 Ignatius Mulyono A-78 HM Gamari Banggar (WK) IV Baleg (K) II II DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH IV (meliputi : Kab. A-302 H Muhamad Arwani Thomafi F-PG F-PPP (S) Bamus BURT IV (WK) V A-32 Dr.H.A-355 Ir. Sumarjati Arjoso.Sc.H. S. Kab. H Daryatmo Mardiyanto A-493 Dr.K. S. M. H Subyakto. Kab.H. M.E. Grobogan. S. Sragen) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi AK Komisi ..M. Rembang) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PKB (K) AK Banggar BKSAP Komisi V A-153 H Marwan Jafar. F-PDIP F-PD Baleg VII (WK) III DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH III (meliputi : Kab.M. A-224 Firman Soebagyo. S.. A-494 Ir. Blora. Kab.

A-79 A-9 Drs. H Hajriyanto Y Thohari.E. S. Kota Magelang) . Boyolali. GRAY Koes Moertiyah. M. MBA A-359 Mangara M Siahaan A-496 Rinto Subekti. A-360 Puan Maharani A-361 Nusyirwan Soejono. M. Temanggung. Kab. A-362 Aria Bima A-497 Dra.Sos. MA BKSAP Banggar Bamus BKSAP I V VI (WK) II VIII DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VI (meliputi : Kab.Pd. Kab. Kab.M.A-120 Abdul Rozaq Rais A-225 Drs. A-226 Ir. Kab. Kota Surakarta) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-PDIP (K) F-PDIP F-PDIP F-PD F-PKS (K) AK - Komisi XI VII II A-121 Muhammad Hatta A-154 Mohammad Toha. M.T. Klaten. Sukoharjo. M. S. Kab. Magelang. A-358 Ir.A. Wonosobo. S. M Martri Agoeng Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati F-PAN F-PG F-PDIP (S) F-PDIP F-PD F-PKS F-HANURA Banggar BURT Banggar Banggar BKSAP VIII VII V X IX I DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH V (meliputi : Kab. Bambang Wuryanto. Muhammad Hidayat Nur Wahid.. Purworejo. H Eko Sarjono Putro.Si. A-80 Dr.M. M.

Pimpinan (WK) Bamus (WK) A-228 H Bambang Soesatyo. H Sugihono Karyosuwondo F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PKS Banggar - III IV (K) II X (WK) X VI .T. M. Banjarnegara.T.Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN (K) F-PKB F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD AK Bamus Bamus BURT Bamus Bamus - Komisi III (WK) VI V V VIII IV - A-122 Ir. Taufik Kurniawan.PI.. Sudjadi A-364 Ina Ammania A-499 Ir. M. Kebumen) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN AK Komisi A-123 Ir. S. H Tjatur Sapto Edy. S. Purbalingga. A-365 Ganjar Pranowo A-366 Drs. Kab. A-155 H Abdul Kadir Karding. Bambang Sutrisno A-303 Lukman Hakim Saifudin A-363 Ir.. Kab. Utut Adianto A-500 Dra. A-227 Ir.T. HM Rosyid Hidayat A-498 Surya Kusuma Negara DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VII (meliputi : Kab. RA Ida Riyanti A-81 Ir. MBA A-304 M Romahurmuziy.M. M.E. S.

H Teguh Juwarno. A-368 Adisatrya Suryo Sulisto A-501 Fardan Fauzan.Si. Muhammad Prakosa A-370 Dewi Aryani Hilman. Sadar Subagyo A-367 Budiman Sudjatmiko.Sc. Idris Sugeng.E. H Zainut Tauhid Sa’adi.H. Banyumas) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP BKSAP Banggar Banggar Banggar Baleg - Komisi VI VII XI II VI I II (WK) XI A-124 Ahmad Mumtaz Rais.MAgr DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH IX (meliputi : Kab.Si. M.Pd.Phil.E. A-230 HM Nasrudin. S. Kab. MBA A-33 Ir. M.Si. Cilacap.Sos. A-156 Bachrudin Nasori. Brebes. M.DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VIII (meliputi : Kab. M. A-83 Rohmani. M.M. Kota Tegal) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN (S) F-PKB F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PKS AK BAKN Banggar Baleg BKSAP Komisi V II X IV IV VII VI X A-125 Ir. A-502 Khatibul Umam Wiranu. M.Sc... S.. A-229 H Dito Ganinduto. S. A-503 Ir. S.Si.Hum A-82 H Tossy Aryanto. A-305 Drs. BA. S. M. Kab. . A-369 Dr. M. S. M. Tegal. M.Sc.

Partai Gerakan Indonesia Raya 4 kursi. M.H.H. Sutarip Tulis Widodo F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD Baleg - IX II XI VI V TOTAL : 77 kursi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 19 kursi. Partai Golongan Karya 11 kursi. Pekalongan. Kab. Dr. S. Partai Amanat Nasional 8 kursi. Partai Demokrat 14 kursi. Batang. H Akhmad Muqowam A-371 Drs. Kab. Partai Keadilan Sejahtera 7 kursi. M. H Sumaryoto A-372 Prof. Hendrawan Supratikno A-504 Ir. Kota Pekalongan) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB (S) AK Bamus Banggar Komisi II (WK) X A-126 Drs. A-306 Drs.DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH X (meliputi : Kab. Partai Kebangkitan Bangsa 6 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 7 kursi.. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi) . A-157 Muhammad Hanif Dhakiri A-231 Budi Supriyanto. Pemalang. Abdul Hakam Naja.Si.

Sleman.E. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2 kursi. S. Kab. Kota Yogyakarta) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK Bamus BKSAP BURT BURT Baleg BURT - Komisi VII VII V IV II I V II A-127 H Totok Daryanto. Gunung Kidul. S. Kab.E. Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi.E. TOTAL : 8 kursi (Partai Demokrat 2 kursi. M. A-232 Gandung Pardiman A-373 H Djuwarto A-374 Dra.M. Partai Amanat Nasional 1 kursi. A-158 H Agus Sulistiyono. A-505 Ambar Tjahjono A-506 Agus Bastian. M.IP. Eddy Mihati. S.===PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA=== (Meliputi: Kab.. Bantul.Si. Partai Golongan Karya 1 kursi. A-84 Agoes Poernomo. S. Kulonprogo. Kab. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) .

Kab.Si.===PROVINSI JAWA TIMUR=== DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR I (meliputi : Kota Surabaya. A-233 Drs. H Sigit Sosiantomo DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR II (meliputi : Kab.Ag. Probolinggo) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PKB F-PKB AK Baleg Komisi IV III A-160 Jazilul Fawaid. S.Kota Probolinggo. S. Sidoarjo) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG AK Banggar - Komisi X V A-128 Ir.Kab. F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS Banggar BURT BURT Baleg - II X XI VIII I III V A-375 M Guruh Irianto Sukarno Putra A-376 Indah Kurnia A-507 H Gondo Radityo Gambiro. H Priyo Budi Santoso Pimpinan (WK) Bamus (WK) A-34 Rindhoko. S. Lucy Kurniasari A-509 H Suhartono Wijaya. Pasuruan . M..H. MBA A-508 Dra. Kota Pasuruan . Sunartoyo A-159 H Imam Nahrawi.. .Hum.E. MBA A-85 Ir. SQ A-161 Abdul Malik Haramain. M.

.Ag. Hj Harbiah Salahuddin.A-234 Dra. A-377 Hj Rukmini Buchori A-510 KH Yunus Roichan. M.Si.I .H. Kab. Banyuwangi. H Azam Azman Natawijana A-512 H Sholeh Soe’aidy. Situbondo) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD AK BURT Bamus Bamus Banggar - Komisi I IV XI III IX VI VIII A-162 Abdul Hamid Wahid.Si.. A-235 H Hardisoesilo A-308 Drs. Lumajang. S. A-86 Dr. M. S. Zaini Rahman A-378 Achmad Basarah A-379 Nursuhud A-511 Ir.H.Ag. DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR IV (meliputi: Kab. M. S.Pd. M. Muhammad Firdaus F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PKS BURT BKSAP BKSAP X XI VIII VIII XI DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR III (meliputi : Kab. Jember) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PKB AK - Komisi XI A-163 Hj Masitah. Kab. M.H. A-307 Mustofa Assegaf. Bondowoso. Kab.

H. MBA A-236 Drs. M. M. A-35 Dhohir Farisi F-PKB F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD BAKN Baleg Baleg - VII II XI II (WK) V VII IX A-380 Arif Wibowo A-381 Ir. Subagyo Partodiharjo DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR V (meliputi: Kota Malang. Kab. Kota Kediri. Kota Blitar. Sri Rahayu A-383 Sayed Muhammad Mullady.A-164 Ir.Si. A-513 Hj Siti Romlah A-514 Dr. M.Sc. A-515 Dr. DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VI (meliputi : Kab. B.H. A-382 Dra. Hj Nurhayati Ali Assegaf. Nur Yasin.Arch. M.. A-237 Hj Endang Agustini Syarwan H. Kab. Pieter C Zulkifli Simabuea. Blitar) Jumlah kursi : 9 . Kediri.. M. Kab.IP. H Ali Maschan Moesa. Kota Batu) Jumlah kursi: 8 NA A-10 Nama Djamal Aziz.Si. Malang. Tulungagung. M.Eng.H.Si. S. S. H Dadoes Soemarwanto. Taufiq Hidayat. A-516 Dr. Fraksi F-HANURA F-PKB F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD (K) F-PD F-PKS AK Baleg BK Baleg Bamus Banggar BKSAP - Komisi IX VIII IX IX III VIII II I A-165 Dr. S. Budiyanto. A-87 Ir.H. M.

Ramadhan Pohan. MDE A-517 Maimara Tando A-518 Vena Melinda. Lc. MIS A-521 Rusminiati. MA.E. S. Trenggalek. M. Pacitan. Kab. S.H. A-386 Dra. Kab. Fadil Muzakki Syah A-238 Zainudin Amali. Magetan. S. A-88 H Rofi’ Munawwar. S. .H. F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD BURT BAKN BURT - IX III IV X DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VII (meliputi : Kab. Heri Akhmadi A-519 H Anwar Yunus.E. HM Markum Singodimejo A-387 Ir. Ponorogo.NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-GERINDRA F-PDIP AK Banggar - Komisi III VIII VII (WK) VIII A-129 A Riski Sadig A-166 LH Ach.M. A-36 Noura Dian Hartarony A-384 Ir. A-520 Drs. Kab. Pimpinan (WK) Bamus (WK) A-385 Abidin Fikri. H Pramono Anung Wibowo. Kab.H. H Ibnu Multazam A-239 Dr. Mardiana Indraswati A-167 Drs. Ngawi) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS AK Bamus BKSAP Komisi IX IV (WK) VII I I I (WK) II VII A-130 Dra. Eva Kusuma Sundari. S.

Muhammad Najib.Si. Bojonegoro. Kab. A-389 Ir. Tuban) Jumlah kursi: 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB AK BKSAP Bamus Baleg (WK) Komisi I XI A-132 Ir. Madiun. Kab.Ag.P. S. A-89 Ir. Kota Madiun.Si. A-242 Dra. Nganjuk. M. Mindo Sianipar A-522 KH Ahmad Mustain Syafi’ie. Memed Sosiawan DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR IX (meliputi: Kab.MA.E. S. M. M.. M.Sc.. Hj Soemintarsih Muntoro.Sc. A-241 SW Yudha.H. A-169 Hj Anna Mu’awanah. Kab. M. Kota Mojokerto. M. Hj Ida Fauziyah A-240 Hayani Isman A-37 Lukman Hakim A-388 Hj Sadarestuwati.DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR VIII (meliputi : Kab. Jombang. Mojokerto) Jumlah kursi : 10 NA A-11 Nama Dra. H Guntur Sasono. Hj Hernani Hurustiati F-PG F-PG Banggar BURT VII IX . Fraksi F-HANURA F-PAN F-PKB F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK BURT Bamus BURT BURT Banggar Banggar Banggar Komisi VIII X VIII (K) VI VI V IV XI I VI A-131 Eko Hendro Purnomo A-168 Dra. M. A-523 Drs. Kab.

H Marsanto. A-38 Ir. Pamekasan.H. Kab. Kab. H Achmad Rubaei. A-171 KH Muh. Gresik) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-PPP F-PDIP F-PD AK Bamus BKSAP Bamus Banggar - Komisi IV V VI VI II VIII (WK) A-133 Viva Yoga Mauladi.Si. M.E.. H Andi Muawiyah Ramly A-243 Ir. Lamongan. Soepriyatno A-392 Mh Said Abdullah . Sampang. M..A-390 Ir. S. Kab. H Eddy Kuntadi A-309 H Iskandar D Syaichu A-391 Zainun Ahmadi A-525 Drs. Bangkalan. S. F-PDIP F-PD BKSAP IV VI DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR X (meliputi : Kab. Unais Ali Hisyam A-310 H Mochammad Mahfudh. S. M.Si.H. Ak.H. H Mahrus Munir DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR XI (meliputi : Kab.. A-170 Drs. MS A-524 Ida Ria S. Kab. Sumenep) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PPP F-GERINDRA F-PDIP AK Baleg Baleg Banggar Komisi VIII II VI IX (WK) VIII A-134 Drs.

Partai Amanat Nasional 7 kursi. F-PD F-PD F-PKS BURT II XI VIII TOTAL : 87 kursi (Partai Demokrat 21 kursi. Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi) . Abdul Aziz Suseno. M. Partai Kebangkitan Bangsa 13 kursi. Nuki Sutarno A-527 Achsanul Qosasi A-90 Ir. Partai Gerakan Indonesia Raya 5 kursi.A-526 Ir. Partai Golongan Karya 11 kursi. Partai Persatuan Pembangunan 4 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 18 kursi.T. Partai Keadilan Sejahtera 6 kursi.

Kab. Kota Pontianak. Kab. A-311 H Usman Ja’far A-397 dr. Kab. Dolfie OFP A-530 Albert Yaputra. H Zulfadhli A-247 Drs. Partai Golongan Karya 2 kursi.M. Kab. Kab. Sanggau. Pontianak. Lim Sui Khiang. Landak. Kubu Raya) Jumlah kursi : 10 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK Baleg BURT BAKN BK Banggar Banggar BURT Komisi IV X XI VII IX V (WK) XI X XI IV A-135 H Sukiman. M. Kab.. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi. Kab.. Sambas. Kayong Utara. Kamaruddin Sjam.===PROVINSI KALIMANTAN BARAT=== (meliputi : Kab. Kab. M. Kab.I. Bengkayang. S. Kab. A-399 Ir. Ketapang. Partai Amanat Nasional 1 kursi) . M.Pd. Sekadau. M. Kota Singkawang.Sos.M. A-91 Rahman Amin TOTAL : 10 kursi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi. Sintang.H. Karolin Margret Natasa A-398 Lasarus.Kom A-531 Ir. Kab. A-246 Ir. Melawi. Partai Demokrat 2 kursi. S. Kapuas. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi.Sos. S.

. Partai Amanat Nasional 1 kursi. Kab. A-400 Asdi Narang.===PROVINSI KALIMANTAN TENGAH=== (meliputi : Kab. Kota Palangkaraya) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PPP F-PDIP F-PDIP F-PD AK Banggar - Komisi IX II V X III IX A-136 Hang Ali Saputra Syah Pahan A-248 Dr. Katingan. Kab. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi) . Kab. Kab. Hj Chairun Nisa. Partai Golongan Karya 1 kursi. Murung Raya.CommLaw A-401 Sugianto Sabran A-532 Didik Salmijardi TOTAL : 6 kursi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2 kursi. Kab. Kapuas. Kab. M. Seruyan.Si. Barito Utara. Kotawaringin Timur. S. Barito Selatan. Kab.H. Hj Norhasanah. Kab. Lamandau. Barito Timur. Pulang Pisau. Sukamara. Gunung Mas. Kab. Partai Demokrat 1 kursi. Kotawaringin Barat. M. Kab. Kab. Kab. MA A-312 Dra.

Barito Utara. A-533 Iman Tjahya Abdullah A-92 Aboe Bakar. Tanah Laut. S. Kab. Balangan) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PKB F-PG F-PPP F-PD F-PKS AK Baleg Banggar (K) Banggar Banggar Komisi XI I XI I III A-137 Prof. Kab. S.H. M. Tabalong.Si.E. Kota Banjarbaru) Jumlah kursi : 5 NA Nama Fraksi F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PKS AK BK Banggar - Komisi VII III IV VII IV A-250 H Gusti Iskandar SA. DAERAH PEMILIHAN KALIMANTAN SELATAN II (meliputi : Kab. Kab.Pi. Kota Banjarmasin. S. Kab. M.S. A-402 H Bahrudin Syarkawie A-534 Ir. Kota Baru. Kab. S. A-314 HM Aditya Mufti Ariffin. Kab. Tapin.E. Hulu Sungai Selatan..===PROVINSI KALIMANTAN SELATAN=== DAERAH PEMILIHAN KALIMANTAN SELATAN I (meliputi : Kab. Dr. Kab. Ismet Ahmad A-172 H Husni Nurin A-249 Ir. . Kab. H Asfihani A-93 Hb Ir. Tanah Bumbu. Hulu Sungai Tengah. Hulu Sungai Utara. Kab. Banjar. Nabiel Al Musawa. H Ahmadi Noor Supit A-313 H Syaifullah Tamliha.

Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi. Partai Amanat Nasional 1 kursi. Partai Demokrat 2 kursi. Partai Golongan Karya 2 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi) .TOTAL : 11 kursi (Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi.

Kota Bontang. Kab.Si. Tana Tidung) Jumlah kursi : 8 NA Nama Fraksi F-PG F-PG F-PPP F-GERINDRA F-PDIP F-PD F-PD F-PKS AK Bamus Banggar Baleg Komisi III V VI III XI IV VIII II A-251 Mahyudin. S. Kota Balikpapan. Kab. Kutai Barat. A-252 Dr.P. Kab. Berau. Malinau.P. Kab. Kab.E.. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. M. Kab. Kutai Timur. Ir. A-315 Nanang Sulaeman. Hetifah. H Yusran Aspar. A-40 Desmond Junaidi Mahesa A-403 Ir. H Izederik Emir Moeis. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) .T. A-536 Hj Adji Farida Padmo Ardan A-94 Aus Hidayat Nur TOTAL : 8 kursi (Partai Golongan Karya 2 kursi. Nunukan.Sc. Penajam Paser Utara. Kab. M. (NONAKTIF) A-535 Drs. Kota Samarinda. Partai Demokrat 2 kursi. S. Kab. M. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi.M. Paser. Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi. M. Kutai Kartanegara. Bulungan. Kab.===PROVINSI KALIMANTAN TIMUR=== (Meliputi: Kab. Kota Tarakan.

Bolaang Mongondow Utara. Kota Kotamobagu) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PDIP F-PDIP F-PD AK BKSAP Banggar BKSAP Baleg Komisi V IX XI XI (K) VI III A-144 Dra. A-411 Vanda Sarundajang A-555 Paula Sinjal. Kab. Kota Tomohon. Partai Demokrat 1 kursi. S.E. Kab. Minahasa Selatan. A Edwin Kawilarang A-410 Olly Dondokambey. Kab. S. Kab. Kab. TOTAL : 6 kursi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2 kursi. Yasti Soepredjo Mokoagow A-273 Aditya Anugrah Moha. Talaud. Partai Golongan Karya 2 kursi.H.Si. Siau Tagulandang Biaro. Kab. Kep. S. M. Sangihe. Kota Bitung. Kab. Minahasa Utara.Ked..===PROVINSI SULAWESI UTARA=== (meliputi : Kab. Kab. Kep. Bolaang Mongondow. A-274 Ir. Kota Manado. Minahasa. Partai Amanat Nasional 1 kursi) . Minahasa Tenggara.

Pohuwato. Kab. Kab. AW Thalib. H Roem Kono A-317 Dr. Kab. Gorontalo Utara) Jumlah kursi : 3 NA Nama Fraksi F-PG F-PPP F-PD AK Banggar BAKN - Komisi V II VIII A-261 Drs.===PROVINSI GORONTALO=== (meliputi: Kota Boalemo. Gorontalo. M. M. TOTAL: 3 kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi. Kab. Partai Demokrat 1 kursi) .E.M. Kota Gorontalo. S. A-545 Kasma Bouty. Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi.Si.. Bone Bolango.

A-16 H Sarifuddin Sudding. Parigi Moutong. Toli-toli.T. H Murad U Nasir. MBA A-554 dr. Banggai Kepulauan.===PROVINSI SULAWESI TENGAH=== (meliputi: Kab. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi.Si. M. S. Tojo Una Una. S. Kab. M. Rendy M Affandy Lamadjido.. A-409 Ir. Buol. Kab. Kab. Banggai. Kota Palu) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PKS AK - Komisi IV III V (WK) II V IX A-100 Akbar Zulfakar. Kab. Poso. Donggala. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi) .H. Kab. Verna Gladies Merry Inkiriwang TOTAL : 6 kursi (Partai Golongan Karya 2 kursi. F-HANURA (K) F-PG F-PG F-PDIP F-PD BURT BKSAP A-271 H Muhidin Mohammad Said A-272 Drs. Partai Demokrat 1 kursi. Kab.H. Kab. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi. Kab. Morowali.

===PROVINSI SULAWESI BARAT=== (meliputi : Kab. Polewale Mamasa. A-275 Drs. S. Kab. Majene) Jumlah kursi : 3 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PD AK Bamus Bamus Bamus Komisi IV V III A-145 H Hendra S Singkarru. Mamasa. Kab. Partai Amanat Nasional 1 kursi. Mamuju Utara. Partai Demokrat 1 kursi) . Kab. Mamuju.E. Kab. H Ibnu Munzir A-556 Mayjen TNI (Purn) Salim Mengga TOTAL : 3 kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi.

Hj Oelfah A Syahrullah Harmanto A-287 Ahmad Yani. Jeneponto. S.Sos. S. Bantaeng. Kab. S. S. Fraksi F-HANURA F-PAN F-PG F-PG AK Banggar - Komisi II XI I III A-141 A Taufan Tiro. Barru. Maros.Kn. MBA A-265 Andi Rio Idris Padjalangi. Kab.M. M. Kab. DSAN A-96 Asmin Amin DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN II (meliputi : Kab.H. Ahmad Nizar Shihab. Wajo) Jumlah kursi : 9 NA A-14 Nama HA Rahman Halid.M. Gowa. A-41 Hj Mestariyani Habie. Kab. Kab. S. A-546 A Reza Ali A-547 Dr.E. Kab.H. Kab. Kota Pare Pare. Sinjai. Selayar. Kota Makassar) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PPP F-PPP F-GERINDRA F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP BURT Baleg Baleg Bamus - Komisi IV VI X III I II XI IX VII A-140 Indira Chunda Thita Syahrul.. Kab. A-264 M Basri Sidehabi. . S. Bone. Kab..H. Kab.T. Pangkajene Kepulauan. Takalar. M. A-318 H Achmad Daeng Sere. Kab.===PROVINSI SULAWESI SELATAN=== DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN I (meliputi : Kab. A-262 Emil Abeng A-263 Dra. Soppeng.H. M. M.. Bulukumba.

Si. Ir.E. H Abdul Gafar Patappe A-97 Tamsil Linrung.Sos. Markus Nari. M. TOTAL : 25 kursi (Partai Golongan Karya 8 kursi.E. Mohammad Jafar Hafsah A-549 Drs. Partai Demokrat 6 kursi. S. Kab. F-PG F-PG F-PD F-PD F-PKS BK X (WK) VII IV II Banggar (WK) X DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN III (meliputi : Kab. Kab. A-269 Ir. Kab. M. Kota Palopo) Jumlah kursi : 7 NA Nama Fraksi F-PAN F-HANURA F-PG F-PG F-PD F-PD F-PKS AK BURT Banggar BURT - Komisi VIII X IX II V XI (WK) XI (WK) A-142 Amran. S. Pinrang. M. Luwu Utara. M. A-15 Drs. S. Enrekang. Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi. H Muchtar Amma. Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi) . A-267 Halim Kalla A-548 Dr.Sc. Partai Amanat Nasional 3 kursi. Kab. Sidenreng Rappang. Hj APA Timo Pangerang A-98 Andi Rahmat. Bahrum Daido. S. Luwu. Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi. Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi. A-550 Ir. Luwu Timur. Tana Toraja.A-266 H Syamsul Bachri S. Kab. A-268 Hj Ryani Soedirman.M. Kab.Pd. A-551 Ir.Si.

S. Kab.Sos. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi) . Muna. S. Kolaka Utara.. Konawe Utara. Kab. Bombana. Konawe. Kota Bau Bau.===PROVINSI SULAWESI TENGGARA=== (meliputi: Kota Buton. S. Wakatobi. TOTAL : 5 kursi (Partai Demokrat 2 kursi. Kolaka Selatan.E. Kab. Kab. Partai Golongan Karya 1 kursi. Buton Utara) Jumlah kursi : 5 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PD F-PD F-PKS AK BKSAP Bamus Banggar - Komisi I XI V VII A-143 Wa Ode Nurhayati. Partai Amanat Nasional 1 kursi. Kolaka. MBA A-552 Andi Rachmat. Kab. S. Kab. Kab. Kota Kendari. Umar Arsal A-99 H Yan Herizal.E.E. Kab. (NONAKTIF) A-270 Muhammad Oheo Sinapoy. A-553 Drs. Kab.

Kab.M. S. Ir. A-395 Nyoman Dhamantra A-396 I Gusti Agung Rai Wirajaya.M. I Wayan Sugiana. Gianyar. M. A-528 Gede Pasek Suardika. Partai Demokrat 2 kursi. A-245 I Gusti Ketut Adhiputra.M.E. M.. M. Kota Denpasar) Jumlah kursi : 9 NA Nama Fraksi F-PG F-PG F-GERINDRA F-PDIP F-PDIP F-PDIP F-PDIP F-PD F-PD AK Banggar Bamus Banggar BURT - Komisi VIII IV IV X IV VI XI III (K) XI A-244 Gde Sumarjaya Linggih.H. TOTAL : 9 kursi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 4 kursi. Buleleng. Badung. Kab. A-39 Agung Jelantik Sanjaya A-393 Dr. Kab. Partai Golongan Karya 2 kursi.H.===PROVINSI BALI=== (meliputi : Kab. Bangli. Kab. Kab. Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi) . S. Jembrana. A-529 Drs.E. M. Klungkung. I Made Urip. A-394 Drs. Karangasem. Kab. S. Kab. Wayan Koster. Tabanan.Si. S.

===PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT=== (meliputi: Kab. Kab. Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi.H. Abdurrahman Abdullah A-95 Fahri Hamzah. S.T. S.H. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi) . Nanang Samodra KA. Kota Bima) Jumlah kursi : 10 NA A-12 Nama H Sunardi Ayub. Kab. Sumbawa. TOTAL : 10 kursi (Partai Demokrat 3 kursi. Dompu.Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi.Sc. A-537 Ir. Kab. Bima. S. Kota Mataram. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi. A-253 Adi Putra Darmawan Tahir A-254 Muhammad Lutfi A-316 Tommy Adrian Firman A-404 H Rachmat Hidayat. Lombok Timur. S. Fraksi F-HANURA F-PAN F-PG F-PG F-PPP F-PDIP F-PD F-PD F-PD F-PKS AK Baleg (WK) BURT Bamus Baleg Bamus BURT Bamus Komisi III VII VI VIII VII VII II VII VI III A-138 Muhammad Syafrudin. Partai Golongan Karya 2 kursi. Kab.E. Partai Amanat Nasional 1 kursi. M. Kab. Lombok Barat. Lombok Tengah. A-538 I Wayan Gunastra A-539 Dr. Kab. Sumbawa Barat.

Kab. Josef A. Kab. Manggarai Timur) Jumlah kursi : 6 NA Nama Fraksi F-PAN F-PG F-PG F-PDIP F-GERINDRA F-PD AK BURT Baleg - Komisi V (K) V XI IV IX VI (WK) A-139 Laurens Bahang Dama A-255 Drs. Sumba Tengah. Alor. Ende. Fraksi AK Komisi V III IX III V F-HANURA (S) BURT F-PG (K) F-PG F-PDIP F-GERINDRA Bamus Banggar Banggar A-257 Drs. Setya Novanto A-258 Dr. M. Kab. Sikka. Flores Timur. A-256 Melchias Marcus Mekeng A-405 Honing Sanny A-42 Pius Lustrilanang. Kota Kupang. Timor Tengah Selatan) Jumlah kursi : 7 NA A-13 Nama Saleh Husin. Kab. Manggarai. Kab. Kab. Kab. Kab.M. Kab. Sumba Barat Daya. Timor Tengah Utara.E. Sumba Barat.Si.===PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR=== DAERAH PEMILIHAN NTT I (meliputi : Kab. S. S. Kab. Lembata.H. Nae Soi. Benny Kabur Harman. DAERAH PEMILIHAN NTT II (meliputi : Kab.IP. Charles J Mesang A-406 Herman Hery A-43 Fary Djemy Francis . Ngada. Kupang.. Manggarai Barat. Kab. Kab. Belu. Kab. Kab. M. M. Kab. S.Si. Nagekeo. A-540 Dr.. Kab. Kab. Rote Ndao. Sumba Timur.

M. Jefirstson R Riwu Kore.A-541 Anita Jacoba Gah. Partai Amanat Nasional 1 kursi) . Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi. M. Partai Demokrat 3 kursi. F-PD F-PD - IX X TOTAL : 13 kursi (Partai Golongan Karya 4 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2 kursi. A-542 Dr. Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi.E. S.

Kab.===PROVINSI MALUKU UTARA=== (Meliputi : Kab. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. Kota Tidore Kepulauan) Jumlah kursi : 3 NA Nama Fraksi F-PG F-PDIP F-PD AK Bamus BKSAP Komisi IV VIII II A-259 Hj Nurokhmah Ahmad Hidayat Mus A-407 Hayu R Anggara Shelomita A-543 Bokiratu Nitabudhi Susanti. TOTAL : 3 kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi. Halmahera Barat. Halmahera Tengah.E. S. Kab. Kab. Kep. Halmahera Timur. Halmahera Selatan. Sula. Kab. Kota Ternate. Partai Demokrat 1 kursi) .

M. Maluku Tengah.H. A-260 Edison Betaubun. Kab. Partai Golongan Karya 1 kursi. Kota Tual) Jumlah kursi : 4 NA Nama Fraksi F-PKB F-PG F-PDIP F-PD AK Banggar Baleg - Komisi VI XI II V A-173 Mirawati Dewaningsih T.T. S. Aru. Kab. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi. Seram Bagian Barat. Kab. Maluku Tenggara.===PROVINSI MALUKU=== (Meliputi : Kab. Kep. Kota Ambon. Kab. Seram Bagian Timur. Kab. S. A-408 Alexander Litaay A-544 Sonny Waplau TOTAL : 4 kursi (Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi. Partai Demokrat 1 kursi) . Kab.H. Buru. Maluku Tenggara Barat..

===PROVINSI PAPUA BARAT===

(Meliputi : Kab. Fak-fak, Kab. Sorong, Kab. Manokwari, Kab. Kaimana, Kab. Sorong Selatan, Kab. Raja Ampat, Kab. Teluk Bintuni, Kab. Teluk Wondama, Kota Sorong) Jumlah kursi : 3

NA

Nama

Fraksi F-PG F-PG F-PD

AK Banggar Baleg

Komisi XI IV V

A-279 Irene Manibuy, S.E. A-280 Robert Joppy Kardinal A-560 Michael Wattimena, S.E., M.M.

TOTAL : 3 kursi (Partai Golongan Karya 2 kursi, Partai Demokrat 1 kursi)

===PROVINSI PAPUA===

(Meliputi: Kab. Jayawijaya, Kab. Merauke, Kab. Jayapura, Kab. Nabire, Kab. Yapen Waropen, Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Paniai, Kab. Puncak Jaya, Kab. Mimika, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Yahukimo, Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Tolikara, Kab. Sarmi, Kab. Keerom, Kab. Waropen, Kota Jayapura, Kab. Memberamo Raya, Kab. Yalimo, Kab. Memberamo Tengah, Kab. Nduga, Kab. Lanny Jaya, Kab. Puncak, Kab. Dogiyai) Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi F-PAN F-HANURA F-PKB F-PG F-PG F-PG F-PDIP F-PD F-PD F-PD

AK Banggar Banggar -

Komisi VII VII IV II I II VIII V X VII

A-146 H Jamaludin Jafar, S.H. A-17 Drs. M Ali Kastella

A-174 Peggi Patricia Pattipi A-276 Paskalis Kossay, S.Pd., M.M. A-277 Yorrys Raweyai A-278 Agustina Basik, S.Sos., M.M., M.Pd. A-412 Manuel Kaisiepo A-557 Etha Bulo, S.H. A-558 Diaz Gwijangge A-559 Ir. S Milton Pakpahan, M.M.

TOTAL : 10 kursi (Partai Golongan Karya 3 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi)

TOTAL
Partai Politik 1 Partai Demokrat 2 Partai Golkar 3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 4 Partai Keadilan Sejahtera 5 Partai Amanat Nasional 6 Partai Persatuan Pembangunan 7 Partai Kebangkitan Bangsa 8 Partai Gerakan Indonesia Raya 9 Partai Hati Nurani Rakyat Total Fraksi N %

FPD 148 26,40 FPG 106 18,92 FPDI Perjuangan 94 16,78 FPKS 57 10,17 FPAN 46 8,21 FPPP 38 6,78 FPKB 28 5,00 F-GERINDRA 26 4,64 F-HANURA 17 3,04 560 100,00

Ket. N = Jumlah Anggota % =persentase jumlah anggota dari keseluruhan jumlah anggota DPR

LAMPIRAN

DAFTAR NAMA POLITISI TERMASUK ANGGOTA DPR RI 2009-2014 YANG DINILAI LEMBAGA INDONESIA CORRUPTION WATCH TIDAK BERKOMITMEN DALAM MEMBERANTAS KORUPSI

Berikut 36 nama para politikus yang dinilai bermasalah itu: 1. Aziz Syamsuddin (Partai Golkar/Komisi III): Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM 2. Desmond Junaidi Mahesa (Gerindra/Komisi III): Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM 3. Herman Hery (PDI Perjuangan/Komisi III): Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM 4. Bambang Soesatyo (Golkar/Komisi III): Disebut oleh Saksi (AKBP Thedy Rusmawan) dalam persidangan kasus simulator (28/5/2013) menerima uang untuk memperlancar proyek simulator SIM 5. Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat/mantan Komisi I): Laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Ibas kepada Yulianis dinilai oleh LPSK menghambat pemberantasan korupsi 6. Mahyudin (Golkar/ Komisi X): Disebut oleh saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan (16/1/1012) sebagai 'Pak Ketua' yang menerima sejumlah uang dari pembahasan Wisma Atlet 7. I Wayan Koster (PDI Perjuangan/Komisi X): Disebut oleh Saksi Lutfi Ardiansyah dalam persidangan tipikor (27/1/2012) menerima uang sebesar Rp 5 M dari Group Permain 8. Said Abdullah (PDI Perjuangan/Komisi VIII): Disebut oleh Yulianis dalam persidangan Tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama group permai 9. Mirwan Amir (Demokrat/Komisi I): Saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan menyebutkan peran ybs sebagai 'Ketua Besar' yang menerima uang dari proyek Wisma Atlet 10. Abdul Kadir Karding (PKB/Komisi VI): Disebut oleh Yulianis dalam persidangan Tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama group permai 11. Olly Dondokambey (PDI Perjuangan/Komisi XI): Disebut oleh Yulianis dalam persidangan Tipikor (4/10/2012) turut serta dalam menggiring sejumlah proyek bersama group permai 12. Jhonny Allen Marbun (Demokrat/Komisi VII): Disebut oleh Abdul Hadi Jamal (tersangka kasus

Ignatius Mulyono (Demokrat/Komisi II): Membantu pengurusan sertifikat Hambalang atas permintaan Anas Urbaningrum. Adang Darajatun (PKS/Komisi III): Tidak bersedia menyampaikan kepada KPK keberadaan istrinya (Nunun Nurbaiti) saat menjadi buronan kasus Travel Cheque. 15. 13.050. 18.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir setelah pertemuan dengan Setya Novanto. Ribka Tjiptaning (PDI Perjuangan/Komisi IX): Dijatuhi sanksi oleh Badan Kehormatan DPR berupa larangan memimpin rapat panitia khusus atau panitia kerja di DPR terkait kasus ayat tembakau yang hilang dalam UU Kesehatan. 20. 21 Setya Novanto (Golkar/Komisi III): Kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengaku menyerahkan uang 1. 22. 19. Nasir Djamil (PKS/Komisi III): Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut. Zulkifliemansyah (PKS/Komisi VII): Melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN. Pius Lustrilanang (Gerindra/Komisi IX): Ngotot dalam pembangunan gedung baru DPR. . Fahri Hamzah (PKS/Komisi VII): Mendorong pembubaran KPK 25. Nudirman Munir (Golkar/Komisi III): Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.korupsi Pembangunan Dermaga dan Bandara Indonesia Timur) menerima uang Rp 1 M dalam proyek yang sama. 24. Kahar Muzakir (Golkar/Komisi X): Kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengaku menyerahkan uang 1. 17.050. Idris Laena (Golkar/Komisi I): Melakukan pelanggaran etika (sedang) dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN. 16. Achsanul Qosasih (Demokrat/Komisi XI): Melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN. 23. Syarifuddin Suding (Hanura/Komisi III): Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir. Ahmad Yani (PPP/ Komisi III): Mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut . 14. 26.

merdeka. 34. Senin (29/11/2010) Menerima uang dari proyek pengadaan Alkes di Depkes sebesar 90 juta 36. Nazaruddin Sjamsuddin (PBB/Mantan Ketua KPU): Terpidana kasus korupsi dana taktis KPU dan Asuransi. Marzuki Ali (Demokrat/Ketua DPR): Pernah menyampaikan wacana pembubaran KPK. Priyo Budi Santoso (Golkar/Wakil Ketua DPR): Nama Priyo Budi S masuk dalam tuntutan JPU atas kasus Pengadaan Alquran dan Laboratorium yang menyeret Dendi Prasetya dan Zulkarnain Djabar.com/politik/daftar-36-anggota-dpr-tak-komitmen-berantas-korupsiversi-icw.5 tahun penjara (Mei 2008). Melchiar Marcus Mekeng (Golkar/Komisi XI): Disebut sebagai "Ketua Besar" dalam BBM antara Mindo Rosalina Manulang dan Anggelina Sondakh dalam kasus Wisma Atlet. 31. H Achmad Farial (PPP/Komisi VII): Disebut oleh JPU menerima uang dalam kasus Solar Home System (SHS) dan hal tersebut juga diakui oleh Terdakwa Kosasih Abas. Senin (29/11/2010) Menerima uang dari proyek pengadaan Alkes di Depkes sebesar 45 Juta 35.html . Vonny Anneke Panambunan (Gerindra/ Mantan Bupati Minahasa Utara): Mantan terpidana kasus korupsi bandara Loa Kulu di Kutai Kartanegara. 33. 29.27. 30. Muhammad Nasir (Demokrat/Komisi XI): Audit BPK menyebut nama Muhammad Nasir termaktub dalam akta kepemilikan PT. Max sopacua (Demokrat/Komisi I): Disebut dalam surat dakwaan untuk terdakwa bekas Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor. Charles Jonas Mesang (Golkar/Komisi IX): Disebut dalam surat dakwaan untuk terdakwa bekas Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor. 28. Vonis 1. SUMBER : http://www. Sutan Bhatoegana (Demokrat/Komisi VII): Disebut oleh JPU menerima uang dalam kasus Solar Home System (SHS) dan hal tersebut juga diakui oleh Terdakwa Kosasih Abas. Anugerah Nusantara. 32.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->