Anda di halaman 1dari 4

Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemoroid sangat umum terjadi.

Pada usia 50an, 50% individu mengalami berbagai tipe hemoroid berdasarkan luasnya vena yang terkena. Kehamilan diketahui mengawali atau memperberat adanya hemoroid. Hemoroid diklasifikasikan menjadi dua tipe. Hemoroid internal yaitu hemoroid yang terjadi di atas sfingter anal sedangkan yang muncul diluar sfingter anal disebut hemoroid eksternal Manifestasi klinis, hemoroid menyebabkan rasa gatal dan nyeri, dan sering menyebabkan perdarahan berwarna merah terang saat defekasi. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN A. Pengkajian

Riwayat kesehatan: - Apakah ada rasa gatal, terbakar dan nyeri selama defekasi? - Adakah nyeri abdomen? - Apakah terdapat perdarahan dari rektum? Berapa banyak, seberapa sering, apa warnanya? - Adakah mucus atau pus? - Bagaimana pola eliminasi klien? Apakah sering menggunakan laksatif? Riwayat diet: - Bagaimana pola makan klien? - Apakah klien mengkonsumsi makanan yang mengandung serat? Riwayat pekerjaan: - Apakah klien melakukan pekerjaan yang memerlukan duduk atau berdiri dalam waktu lama? Aktivitas dan latihan: - Seberapa jumlah latihan dan tingkat aktivitas? Pengkajian obyektif: - Menginspeksi feses apakah terdapat darah atau mucus dan area perianal akan adanya hemoroid, fisura, iritasi, atau pus. B. Diagnosa

Diagnosa keperawatan pada pasien yang menerima perawatan pada gangguan daerah rectal meliputi : Konstipasi berhubungan dengan penahanan dari keinginan untuk b.a.b untuk menghindari nyeri karena haemorhoid atau setelah pembedahan haemorhoid Nyeri berhubungan dengan haemorhoid atau setelah penanganan bedah dan perlukaan jaringan

Potensial gangguan integritas kulit (perdarahan) berhubungan dengan iritasi oleh defekasi (internal) atau ruptur hemorrhoid (eksternal). C. Perencanaan

Konstipasi berhubungan dengan penahanan dari keinginan untuk b.a.b untuk menghindari nyeri karena haemorhoid atau setelah pembedahan haemorhoid Tujuan : Eliminasi b.a.b pasien normal dengan nyeri minimal Intervensi dan rasional Berikan obat nyeri secara teratur setelah pembedahan 24-48 jam. Rasional : Pengontrolan nyeri akan membantu mengurangi resiko konstipasi yang mungkin akibat pasien menahan keinginan untuk b.a.b karena nyeri rectal Anjurkan duduk rendam sekali atau dua kali sehari. Rasional : Hal ini menghilangkan rasa tidak nyaman dan menunjang penyembuh-an dengan meningkatkan sirkulasi ke daerah perianal dan mempertahankan hygiene yang baik. Berikan cincin busa atau donat pada pasien untuk duduk. Berikan pelunak tinja selama beberapa hari. jika tidak berhasil, selanjutnya berikan minyak enema. Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake cairan (6 gelas air perhari). Rasional : Mencegah pengerasan tinja yang akan meningkatkan rasa tidak nya-man dengan b.a.b 2. Nyeri berhubungan dengan haemorhoid atau setelah penanganan bedah dan perlukaan jaringan Tujuan : Pasien akan mengalami rasa tidak menyenangkan yang minimal Intervensi dan rasional : 1.) Berikan obat nyeri secara teratur setelah pembedahan 24-48 jam. Jika pasien rawat jalan, ajarkan pasien menggunakan obat nyeri secara teratur sesuai kebutuhan. Rasional : Hal ini mengurangi stimulasi nyeri. 2.) Ajarkan pasien untuk menghindari peregangan pada saat b.a.b Rasional :

Hal ini mencegah penekanan pada daerah perineal atau jaringan rectal yang luka. Penekanan akan menyebabkan nyeri dan mungkin memper-lambat penyembuhan. 3.) Ajarkan pasien menggunakan salep, suppositoria, atau bentuk lain. Rasional : Membantu untuk menyusutkan atau menganastesi membran mukosa yang membengkak 4.) Ajarkan pasien mengenai prognosis : a.) Penyembuhan yang sempurna mungkin memakan waktu beberapa minggu. b.) Nyeri akan hilang setelah waktunya. Rasional : Pengetahuan tentang hasil yang diha-rapkan akan mengurangi ketakutan dan memberikan referensi bagi kemajuan terhadap penyembuhan yang sempurna 3. Potensial gangguan integritas kulit (perdarahan) berhubungan dengan iritasi oleh defekasi (internal) atau ruptur hemorrhoid (eksternal). Tujuan : Pasien tidak mengalami perdarahan melalui rectal Intervensi dan rasional : 1.) Ajarkan pasien dalam program b.a.b a.) Ajarkan pasien untuk meningkatkan diet intake cairan (1 2 quarts) dan serat (buahbuahan dan sayur). b.) Ajarkan pasien menggunakan pelunak tinja sesuai kebutuhan c.) Ajarkan pasien menghindari peregangan. d.) Ajarkan pasien untuk menghindari mengangkat. Rasional : Tinja yang keras atau peregangan pada saat b.a.b akan mengiritasi hemorrhoid dan mukosa rectum dan mungkin mengakibatkan perdarahan. 2.) Ajarkan pasien untuk mengobservasi perdarahan rectal Rasional : Perdarahan pelan, tidak ditangani mungkin akan menyebabkan anemia, khususnya pada pasien tua. 3.) Anjurkan pasien untuk melakukan pemeriksaan rectal secara teratur. Rasional : Haemorhoid internal, tidak bergejala mungkin timbul atau muncul kembali.

4.) Observasi pembalut seringkali setelah pembedahan (setiap 24 jam). Informasikan pasien tentang periode berbahaya 5 hari setelah pembedahan, ketika jaringan mengelupas. Rasional : Ini memungkinkan seseorang dapat mendeteksi perdarahan dengan cepat, jika terjadi. Penanganan dini perdarahan mencegah kehilangan darah yang lebih banyak. D. Evaluasi

Kriteria hasil atas pencapaian tujuan sebagai berikut : Pasien akan mempunyai jumlah perdarahan sedikit pada postoperasi. Pasien akan mengungkapkan nyeri terkontrol baik dengan obat. Pasien akan mempunyai eliminasi yang adekuat dengan tinja yang lunak. Pasien akan mendiskusikan perasaan tentang masalah dan penanganan. Pasien akan menggambarkan dengan tepat perawatan diri setelah keluar
http://dhanwaode.wordpress.com/2011/02/01/askep-hemoroid/