Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SEJARAH KEPERAWATAAN DUNIA A K P E R

DI SUSUN OLEH KELOMPOK I


1. DENNY ARIANO PERDANA 2. FITRIA MUSADAR 3. GUSTIANDA 4. NOVRIZAL 5. PURNAMA SARI 6. SATRIO VINAN DITO 7. SUTIKNO 8. REZKI SAPUTRA P. 9. TRIO GUSTENDRI

DOSEN: Y.F. TUGIYEM Ruang: I.A

AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada allah SWT yang telah memberi rahmat, hidayah dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam kami panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan sampai pada zaman modern yang kita rasakan saat ini. Kami harapkan agar tugas ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan bagi para pembaca. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini, semoga allah SWT memberi petunjuk kepada kami.

Muara bungo, September 2011

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Keperawatan B. Zaman purba C. Zaman dewa D. Zaman keagamaan E. Zaman masehi F. Zaman permulaan abad 21 H. Usaha Florence J. Masa pasca perang dunia ke 2 K. Periode tahun 1950 BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

...........ii ..iii .. 1 . 2 . 2 . 4 . 4 . 4 . 5 . 9 . 11 . 11 . 12 . 15

G. Zaman sebelum perang dunia ke 2. 6 I. Zaman masa perang dunia ke 2 . 10

iii

BAB I PENDAHULUAN

Naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia yang dipengaruhi dengan perkembangan struktur, semakin maju peradapan manusia. Perkembangan keperawatan secara sederhana. Diawali pada zaman purbakala (primitive culture), sampai pada munculnya Florence nightingale sebagai pelopor keperawatan yang berasal dari inggris. Keprawatan sebagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan; secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatih, berkelanjutan, kooardinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standar, dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Perawat memiliki naluri keibuan yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, menyusui anak, merawat orang yang lemah). Zaman kezaman perawat dikenals ebagai pribadi yang suka menolong sesama.

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah keperawatan Keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/ asuhan yang bersifat humanistic dan professional, holistic berdasarkan ilmu dan kiat ,standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau melalui upaya kolaborasi. Keperawatan ada sejak dari zaman manusia diciptakan dengan dasar naluri keibuan atau mother instink. Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan, menggurangi stimulus kurang menyenangkan, merawat anak, menyusui anak dan perilaku yang terus berlanjut dari zaman kezaman yaitu: B. Zaman purba Pengaruh kepercayaan terhadap perawatan dan pengobatan Manusia zaman purba menganut kepercayaan/agama "animisme" menghubungkan terjadinya penyakit dnegan kepercayaan animisme ini, sehingga mereka beranggapan bahwa orang menderita sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh) itu. Orang-orang yang Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan Perkembangan dipengaruhi oleh : Perawatan dan pengobatan zaman purba Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) naluri

binatang "mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah).

- Perawatan dan pengobatan secara praktis telah dilakukan oleh orang-orang primitive, misalnya : a. Merawat dan mengobati luka-luka b. Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atau perawatannya dengan menggunakan air (kompres) c. Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam d. Menhentikan pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas e. Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit
Pengaruh kepercayaan terhadap perawatan dan pengobatan Manusia zaman purba menganut kepercayaan/agama "animisme" menghubungkan terjadinya penyakit dnegan kepercayaan animisme ini, sehingga mereka beranggapan bahwa orang menderita sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh) itu. Orang-orang yang menaruh perhatian terhadap tanda-tanda penyakit orang "ahli" dalam mengambil tindakan pengobatan terhadap orang sakit. Orang ahli tersebut kemudiajn disebut ahli obatobatan = dukun dalam pengobatannya dukun antara lain memperhatikan aturan-aturan sebagai berikut :

A. Ajaran alam Suatu kepercayaan yang menganjurkan bahwa alam sendiri memberikan petunjukpetunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah di beri balutan atau kain yang berwarna merah/daun merah. Apabila sakit kuning di beri obat minum dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning. B. Ajaran transmigrasi Suatu ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan. Misal : Pada waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka lebar-lebar semua pintu

3
C. Zaman dewa

Kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itu mereka menganggap bahwa penyakit disebabkan karena kemarahan dewa, sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan di kuil tersebut. Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya Diakones & Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta dalam merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembanglah ilmu keperawatan. D. Zaman keagamaan Perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa/kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama disebut sebagai tabib yang mengobati pasien. Perawat dianggap sebagai budak dan yang hanya membantu dan bekerja atas perintah pemimpin agama.

E. Zaman Masehi Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungiorang sakit sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan untuk mengubur bagi yang meninggal. Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospes yaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Pada zaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital. Bentuk dari monastic hospital : Bangsal untu kmerawat orang sakit Bangunan untuk orang yang perlu pertolongan, orang cacat, miskin yatim piatu.

Bangunan untuk tabib dan tempat monk-monk, non. Pekerjaan dikerjakan oleh non-non.

Pertengahan abad VI Masehi Pada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah, seiring dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam. Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti Ilmu Pasti, Kimia, Hygiene dan obat-obatan. Pada masa ini mulai muncul prinsipprinsip dasar keperawatan kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan dan lingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab adalah Rufaidah. F. Permulaan abad 21 Pada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat kolonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orang sakit. Dengan adanya perubahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi keperawatan adalah berkurangnya tenaga perawat. Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tuna susila yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada masa ini, dengan adanya perang salib, untuk menolong korban perang dibutuhkan banyak tenaga sukarela sebagai perawat, mereka terdiri dari ordeorde agama, wanita-wanita yang mengikuti suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat. Pengaruh perang salib terhadap keperawatan : a. Mulai dikenal konsep P3K b. Perawat mulai dibutuhkan dalam ketentaraan sehingga timbul peluang kerja bagi perawat dibidang sosial. Ada 3 Rumah Sakit yang berperan besar pada masa itu terhadap perkembangan keperawatan :

1. Hotel Dieu di Lion Awalnya pekerjaan perawat dilakukan oleh bekas WTS yang telah bertobat. Selanjutnya pekerjaan perawat digantikan oleh perawat terdidik melalui pendidikan keperawatan di RS ini. 2. Hotel Dieu di Paris Pekerjaan perawat dilakukan oleh orde agama. Sesudah Revolusi Perancis, orde agama dihapuskan dan pekerjaan perawat dilakukan oleh orang-orang bebas. Pelopor perawat di RS ini adalah Genevieve Bouquet. 3. ST. Thomas Hospital (1123 M) Pelopor perawat di RS ini adalah Florence Nightingale (1820). Pada masa ini perawat mulai dipercaya banyak orang. Pada saat perang Crimean War, Florence ditunjuk oleh negara Inggris untuk menata asuhan keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebut memberi peluang bagi Florence untuk meraih prestasi dan sekaligus meningkatkan status perawat. Kemudian Florence dijuluki dengan nama The Lady of the Lamp.

G. Zaman sebelum perang dunia ke 2 Florence Nightingale (12 Mei 1820-13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama Bidadari Berlampu (bahasa inggris The Lady With The Lamp) atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang krimea, di semenanjung krimea, Rusia. Florence Nightingale menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada pemerhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetil menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Inggris.

Masa Kecil Florence Nightingale lahir di [[Firenze]], [[Italia]] pada tanggal [[12 Mei]] [[1820]] dan dibesarkan dalam keluarga yang berada. Namanya diambil dari kota tempat ia dilahirkan.<ref>Kakak perempuan Florence, Parthenope juga dinamai berdasarkan nama tempat kelahirannya; Parthenope adalah perumahan [[Yunani]] yang merupakan bagian dari kota [[Naples]].</ref> Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam [[bahasa Italia]] atau [[Florence]] dalam [[bahasa Inggris]]. Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya, William Nightingale yang merupakan seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, [[London]], [[Inggris]]. Sementara ibunya adalah keturunan ningrat dan keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Florence Nightingale memiliki seorang saudara perempuan bernama Parthenope. Pada masa remaja mulai terlihat perilaku mereka yang kontras dan Parthenope hidup sesuai dengan martabatnya sebagai putri seorang tuan tanah. Pada masa itu wanita ningrat, kaya, dan berpendidikan aktifitasnya cenderung bersenang-senang saja dan malas, sementara Florence lebih banyak keluar rumah dan membantu warga sekitar yang membutuhkan. Perjalanan Ke Jerman Di tahun [[1846]] ia mengunjungi [[Kaiserswerth]], [[Jerman]], dan mengenal lebih jauh tentang rumah sakit modern pionir yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner dan istrinya dan dikelola oleh biarawati Lutheran ([[Katolik]]). Di sana Florence Nightingale terpesona akan komitmen dan kepedulian yang dipraktekkan oleh para biarawati kepada pasien. Ia jatuh cinta pada pekerjaan sosial ke[[perawat]]an, serta pulang ke [[Inggris]] dengan membawa angan-angan tersebut.

Beliau menetapkan struktur dasar sebagai prasyarat dalam pendidikan perawat : 7

a. Mendirikan sekolah perawat. b. Menentukan tujuan pendidikan perawat. c. Menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki para calon perawat. Peran Florence Nightingale dalam Perang Krimea Pada tahun 1854, ketika Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Rusia untuk menguasai Krimea dan Konstantinopel (pintu gerbang menuju Timur Tengah). Banyak prajurit yang gugur dalam pertempuran, namun yang lebih menyedihkan lagi adalah tidak adanya perawatan untuk para prajurit yang sakit dan luka-luka. Florence merasa masanya telah tiba, ia pun menulis surat kepada menteri perang saat itu, Sidney Herbert, untuk menjadi sukarelawan. Pada pertemuan dengan Sidney Herbert terungkap bahwa Florence adalah satu-satunya wanita yang mendaftarkan diri. Di Krimea prajurit-prajurit banyak yang mati bukan karena peluru dan bom, namun karena tidak adanya perawatan, dan perawat pria jumlahnya tidak memadai. Ia meminta Florence untuk memimpin gadisgadis sukarelawan dan Florence menyanggupi. Sebagai Menteri Perang, Sidney Herbert meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi rumah sakit militer di Scutari, Turki. Florence menggunakan kesempatan ini. Dia berangkat bersama sebuah tim pilihan yang terdiri dari 38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang mempunyai pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma, perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati Anglikan yang berpengalaman di bidang penyakit kolera. Teman-temannya, Charles dan Selina Bracebridge juga turut bersama tim tersebut untuk mendorong semangatnya. Tiba bulan November 1854 di Barak Selimiye, di Scutari dengan 38 rekanrekannya, mereka mendarat di sebuah rumah sakit pinggir pantai di Scutari. Saat tiba disana kenyataan yang mereka hadapi lebih mengerikan dari apa yang mereka bayangkan. Florence melihat para prajurit yang terluka, tidak dirawat dengan baik. Obatobatan yang minim ditambah dengan tidak diperhatikannya kehigienisan sering membawa akibat yang fatal bagi pasien. Peralatan untuk menyiapkan makanan bagi para pasien pun tidak tersedia. 8

Pada bulan bulan Maret 1855, hampir enam bulan setelah Florence Nightingale datang, komisi kebersihan Inggris datang dan memperbaiki sistem pembuangan limbah dan sirkulasi udara, sejak saat itu tingkat kematian menurun drastis. Namun Florence tetap percaya saat itu bahwa tingkat kematian disebabkan oleh nutrisi yang kurang dari suplai makanan dan beratnya beban pekerjaan tentara. Pemikiran ini baru berubah saat Florence kembali ke Inggris dan mengumpulkan bukti dihadapan Komisi Kerajaan untuk Kesehatan Tentara Inggris ( Royal Commission on the Health of the Army), akhirnya ia meyakinkan bahwa saat itu para prajurit di rumah sakit meninggal akibat kondisi rumah sakit yang kotor dan memprihatinkan. Namun secara menyeluruh perkembangan perawat dari zaman Florence sampai pecah perang dunia II dinilai sangat kecil, oleh karena itu sering disebut masa pemeliharaan. H. Usaha Florence Florence Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan pada tanggal 7 Agustus 1857, semua orang tahu siapa Florence Nightingale dan apa yang ia lakukan ketika ia berada di medan pertempuran Krimea. Sekembalinya Florence ke London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama Dana Nightingale, dimana Sidney Herbert menjadi Sekertaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah $45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyeamatkan banyak jiwa dari kematian. Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama, bahkan saat itu perawat-perawat pria jarang ada yang berpendidikan. Florence berargumen bahwa dengan adanya sekolah perawat, maka profesi perawat akan menjadi lebih dihargai, ibu-ibu dari keluarga baik-baik akan mengijinkan anak-anak perempuannya untuk bersekolah disana dan masyarakat akan lain sikapnya menghadai seseorang yang terdidik.

9 Sekolah tersebut pun didirikan di lingkungan rumah sakit St. Thomas Hospital, London. Dunia kesehatan menyambut baik pembukaan sekolah perawat tersebut. Saat dibuka pada tanggal 9 Juli 1860 berpuluh-puluh gadis dari kalangan baikbaik mendaftarkan diri, perjuangan Florence di Semenanjung Krimea telah menghilangkan gambaran lama tentang perempuan perawat. Dengan didirikannya sekolah perawat tersebut telah diletakkan dasar baru tentang perawat terdidik dan dimulailah masa baru dalam dunia perawatan orang sakit. Kini sekolah tersebut dinamakan Sekolah Perawat dan Kebidanan Florence Nightingale (Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery ) dan merupakan bagian dari Akademi King College London. Sebagai pimpinan sekolah Florence mengatur sekolah itu dengan sebaik mungkin. Tulisannya mengenai dunia keperawatan dan cara mengaturnya dijadikan bahan pelajaran di sekolah tersebut. Dunia menjadi tergugah dan ingin meniru. Mereka mengirimkan gadis-gadis berbakat untuk dididik di sekolah tersebut dan sesudah tamat mereka diharuskan mendirikan sekolah serupa di negerinya masingmasing. Pada tahun 1882 perawat-perawat yang lulus dari sekolah Florence telah tumbuh dan mengembangkan pengaruh mereka pada awal-awal pengembangan profesi keperawatan. Pada tahun 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan ( Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Buku ini juga menjadi populer di kalangan orang awam dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi. Pada tahun 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita. I. Zaman masa perang dunia ke 2 1. Terjadinya tekanan pada pengetahuan dan teknologi akibat penderitaan yang panjang.

10 2. Mengingat banyak penyakit dan korban perang. Timbulnya penyakit akibat perangmenybabkan di butuhkannya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat. J. Masa pasca perang dunia ke 2 Adanya penderitaan yang panjang akibat perang. Tuntutan perawat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat semakin pesat, seperti di amerika di awalin dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan . K. Periode tahun 1950 Perkembangan dalam bidang perawatan secara pesat terjadi di Amerika. Pendidikan perawat di Amerika Serikat banyak ditawarkan oleh berbagai universitas, walaupun belum jelas siapa yang pertama membuka program sarjana. Namun sampai saat ini, Yale School of Nursing dikenal sebagai sekolah khusus keperawatan pertama di Amerika Serikat pada tahun 1923. Dalam decade ini telah di lancaranya perjuangan keperawatan sebagai profesi (Lucile brown 1948)

11

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala (Primitive Culture) sampaipada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan yang berasal dariInggris.Perkembangan keperwatan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuanperadaban manusia.Perkembangan keperawatan diawali pada : 1. Zaman Purbakala (Primitive Culture)Manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri (tercermin pada seorangibu). Harapan pada awal perkembangan keperawatan adalah perawat harus memilikinaluri keibuan (Mother Instinc). Dari masa Mother Instic kemudian bergeser ke zamandimana orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistic yang dapatmempengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini dikenal dengan nama Animisme.Mereka meyakini bahwa sakitnya seseorang disebabkan karena kekuatan alam/pengaruhgaib seperti batu-batu, pohon-pohon besar dan gununggunung tinggi.Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itumereka menganggap bahwa penyakit disebabkan karena kemarahan dewa, sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan dikuil tersebut. Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanyaDiakones & Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantupendeta dalam merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembanglah ilmu keperawatan. 2. Zaman KeagamaanPerkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual dimana seseorang yang sakitdapat disebabkan karena adanya dosa/kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama disebut sebagai tabib yangmengobati pasien. Perawat dianggap sebagai budak dan yang hanya membantu danbekerja atas perintah pemimpin agama.

12

3. Zaman MasehiKeperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungiorang sakit sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatanuntuk mengubur bagi yang meninggal.Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospesyaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Padazaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital. 4. Pertengahan abad VI MasehiPada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah, seiringdengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam terhadap perkembangankeperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agamaIslam.Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti Ilmu Pasti,Kimia, Hygiene dan obat-obatan. Pada masa ini mulai muncul prinsipprinsip dasar keperawatan kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan danlingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab adalah Rufaidah.

5. Permulaan abad XVIPada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi kekuasaan,yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat kolonial. Gereja dan tempat-tempatibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orangsakit. Dengan adanya perubahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi keperawatan adalahberkurangnya tenaga perawat. Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tunasusila yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada masa ini,dengan adanya perang salib, untuk menolong korban perang dibutuhkan banyak tenagasukarela sebagai perawat, mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yangmengikuti suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat.Pengaruh perang salib terhadap keperawatan :a. Mulai dikenal konsep P3K b. Perawat mulai dibutuhkan dalam ketentaraan sehingga timbul peluang kerja bagiperawat dibidang sosial.Ada 3 Rumah Sakit yang berperan besar pada masa itu terhadap perkembangankeperawatan :1. Hotel Dieu di LionAwalnya pekerjaan perawat dilakukan oleh bekas WTS yang telah bertobat.

13

Selanjutnyapekerjaan perawat digantikan oleh perawat terdidik melalui pendidikan keperawatan diRS ini.2. Hotel Dieu di ParisPekerjaan perawat dilakukan oleh orde agama. Sesudah Revolusi Perancis, orde agamadihapuskan dan pekerjaan perawat dilakukan oleh orang-orang bebas. Pelopor perawat diRS ini adalah Genevieve Bouquet.3. ST. Thomas Hospital (1123 M)Pelopor perawat di RS ini adalah Florence Nightingale (1820). Pada masa ini perawatmulai dipercaya banyak orang. Pada saat perang Crimean War, Florence ditunjuk olehnegara Inggris untuk menata asuhan keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebutmemberi peluang bagi Florence untuk meraih prestasi dan sekaligus meningkatkan statusperawat. Kemudian Florence dijuluki dengan nama The Lady of the Lamp. 6. Perkembangan keperawatan di InggrisFlorence kembali ke Inggris setelah perang Crimean. Pada tahun 1840 Inggris mengalamiperubahan besar dimana sekolah-sekolah perawat mulai bermunculan dan Florence membuka sekolah perawat modern. Konsep pendidikan Florence ini mempengaruhipendidikan keperawatan di dunia.Kontribusi Florence bagi perkembangan keperawatan a. l :a. Nutrisi merupakan bagian terpenting dari asuhan keperawatan.b. Okupasi dan rekreasi merupakan terapi bagi orang sakitc. Manajemen RSd. Mengembangkan pendidikan keperawatane. Perawatan berdiri sendiri berbeda dengan profesi kedokteranf. Pendidikan berlanjut bagi perawat.

14

DAFTAR PUSTAKA

Conley, veronica L. dan Larson, Carol.M. (1970) Among Regional medical Program: An Senduring Commitment. Journal Of Continuing Education In Nursing 1: 28-33 Alfaro Rosalida (2000), Application Of Nursing Process, A Step By Step Guide, Piladelphia, JB Lippin Cot A. Aziz Alimul Hidayat (2002), Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan, EGC, Jakarta. Http:// sejarah keperawatan.wordpress.com Http:/www.fik.ui.ac.id/index.php?m=page&s=detail&id_page=6

15