Anda di halaman 1dari 3

Anggreani Lukita | 0909025003

PT Pupuk Kaltim memiliki sumur dengan kedalaman berkisar dari 90-306 m, dan dengan debit 70-140 m3/jam 1. Permeabilitas Permeabilitas didefinisikan sebagai volume air yang akan bergerak melalui media berpori dalam unit waktu di bawah gradien unit hidrolik melalui satuan luas yang diukur pada sudut kanan ke arah aliran. Unit K adalah panjang / waktu. Nilai permeabilitas akuifer di Bontang telah dievaluasi, dan menunjukkan nilai berkisar antara 0,0003 - 0,018 cm / detik, itu berarti bahwa akuifer ini terdiri dari pasir halus dan pasir kasar yang bisa disebut juga sebagai lanau - pasir kasar. Menurut uji radio isotop,nilai permeabilitas sekitar 8 m / hari (1x102 cm/detik) 2. Storativitas / Penyimpanan Storativitas adalah volume air yang dikeluarkan dari penyimpanan per satuan luas permukaan akuifer, saat permukaan pisometrik turun atas satuan jarak. Konstanta akuifer adalah sekitar 0,001. Pada model air tanah,storativitas tidak pernah digunakan pada kondisi tetap, keseimbangan air tanah diasumsikan dengan jumlah volume arus masuk sama dengan nilai arus keluar. 3. Infiltrasi Selama di lapangan,telah diukur laju infiltrasi yang diukur di daerah Bontang untuk menentukan kecepatan infiltrasi air yang masuk ke dalam bumi. Berdasarkan uji infiltrasi, nilainya bervariasi 0,12 - 0,24 cm / detik. tes telah dilakukan di beberapa lokasi sepanjang jalan guntung - bontang santan. 4. Porositas Akuifer

Porositas akuifer telah diperiksa dan dievaluasi hanya di daerah singkapan. Untuk pembentukan konsolidasi setengah, diasumsikan menjadi 30-35%.

PMSDA | S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda

Anggreani Lukita | 0909025003


Ketebalan akuifer dari potensial akuifer telah diamati melalui data log bor dan dibandingkan dengan data geofisika. Di daerah PT Badak, bermula dari kedalaman 40 m dan ketebalan akuifer berkisar antara 80 hingga lebih dari 120 m. di PT Pupuk Kaltim, ketebalan akuifer kurang dari 100m.

5. Kepala Pisometrik

Pada tahun 1990, Direktorat lingkungan geologi bandung mengukur pisometrik melalui sumur dalam di PT Badak. LAPI - ITB (1995) memanfaatkan hasil pengukuran tahun 1990 sebagai kondisi awal untuk pemodelan air tanah. Mari fokus pada tingkat 0 kepala pisometrik, itu berarti tingkat kepala pisometrik adalah sama tingginya dengan tingkat tertanda. Pada tahun 1989, garis nol pisometrik membentuk lingkaran di daerah PT Badak dan PT Pupuk Kalitim. Pada tahun 1995,sebuah lingkaran menjadi lebih luas, berarti intensivitas air tanah abstraksi lebih di dalam area lingkaran tersebut. Pada survei verifikasi pertama (1995),garis pisometrik tingkat nol telah digunakan sebagai batas kritis untuk area merah. Namun jika misalkan tingkat kepala piezometer menjadi lebih dalam dari permukaan laut itu berarti bahwa sedikit tekanan di pedalaman mengundang intrusi air laut terjadi lebih cepat.

Pisometrik yang sangat terdalam dapat ditampilkan dengan baik di BG 24, PDAM, ketika dalam kondisi operasional, pisometrik stabil sekitar 46,23 m bgs. Ada beberapa sumur baru yang ditemukan selama survei, lihat tabel pada lampiran B (dengan kode SB)

6. Abstraksi Air Tanah

Ada beberapa data dari setiap produksi air tanah yang dilakukan dengan baik,saat itu telah disadari selama survei,disajikan dalam tabel 3.1.

Data abstraksi air tanah untuk cekungan di Bontang tercatat dari tahun 1981. Besarnya 5000 m3/hari untuk kompleks PTB. PTB mengembangkan rencana mereka tahun 1983,di saat ini deretan dari rencana mereka adalah dari deretan C ke deretan D. mereka menambahkan kebutuhan air menjadi sekitar 15000 m3/hari. Pada tahun 1990, PTB memiliki rencana deretan E

PMSDA | S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda

Anggreani Lukita | 0909025003


baru,dan butuh air lebih meningkat hingga 20.000 m3/hari. Seluruh air tanah di Bontang juga diringkaskan oleh yang lain,seperti PT Pupuk Kaltim pada tahun 1989 yang pengambilan kembali air tanahnya sekitar 13.000 m3/hari. DEG, 1990 melaporkan bahwa PKT memiliki 19 sumur dan hanya 7 sumur yang aktif memproduksi. Menurut laporan dari LAPI

PMSDA | S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda