Anda di halaman 1dari 8

Artikel Asli

EFEK MINYAK KELAPA VIRGIN (MKV) TERHADAP PROFIL LIPID DARAH PADA SUKARELAWAN SEHAT
Ariyanti Saleh
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

SUMMARY
Virgin Coconut Oil ( VCO ) is a pure coconut oil made without fermentation. VCO contains 50 % Lauric Acid and 7 % Capric Acid, where both of them are Medium Chain Fatty Acid ( MCFA ). Due to differences opinion, in results of several investigation of VCO effect on lipid profiles, we are interested to investigate the effect of VCO on Total Cholesterol, Triglyseride, LDL Cholesterol and HDL Cholesterol concentration in healthy volunteer subjects. Pre test and post test experimental design was used on 20 subject who were given 15 ml / day of VCO orally. There was a statistically significant increased in total cholesterol concentration ( 164,55 28,44 to 197 41,33 ; p < 0,05 ). HDL cholesterol concentration decreased significantly ( 47,7 9,32 to 38,5 7,97 ; p < 0,05 ). There were no significant changes in Triglyseride ( 113,95 64,93 to 119, 25 75,9 ; p > 0,05 ) and cholesterol LDL ( 129 30,77 to 131,85 35,13 ; p > 0,05 ) in subject examined. As a conclusion VCO increased Total Cholesterol and decreased HDL Cholesterol significantly, but not Triglyserid and LDL Cholesterol. Whether these changes have a clinical impact, is not fully understood. Randomized double blind control experimental design with more sample size on lipid metabolism is needed before widely used in populations. (J Med Nus. 2006; 27: 156 -163)

RINGKASAN
Minyak Kelapa Virgin ( MKV ) adalah minyak kelapa murni yang dibuat dengan tidak mengalami pemanasan, fermentasi, berwarna bening dengan BJ lebih kecil dari air. MKV mengandung 50 % asam laurat dan 7 % asam kapriat, keduanya merupakan Medium Chain Fatty Acid ( MCFA ). Terdapat perbedaan pendapat tentang efek MKV, sehingga peneliti tertarik untuk menyelidiki pihak mana yang lebih benar. Hipotesis kerja penelitian ini adalah MKV tidak meningkatkan kolesterol total, trigliserid dan kolesterol LDL dan tidak menurunkan kolesterol HDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang keamanan MKV terhadap profil lipid darah pada sukarelawan sehat. Digunakan rancangan eksperimen Pre dan Post terhadap profil lipid darah ( Kolesterol, Trigliserid, LDL, HDL ), pada 20 orang subyek yang mengkonsumsi MKV selama 21 hari dengan dosis 15 cc per hari. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Paired Student T -Test, kadar Kolesterol Total meningkat secara bermakna dari 164,55 28,44 menjadi 197,7 41,33 ( p < 0,05 ), kadar Kolesterol HDL menurun secara bermakna dari 47,7 9,32 menjadi 38,5 7,97 (p < 0,05 ), tidak terdapat perbedaan secara bermakna pada Trigliserid dari 113,95 64,93 menjadi 119,25 75,9 (p > 0,05 ), juga Kolesterol LDL dari 129,0 30,77 menjadi 131,85 35,13 (p > 0,05 ). Disimpulkan bahwa pemberian MKV meningkatkan kadar Kolesterol Total dan menurunkan kadar Kolesterol HDL secara bermakna, walaupun secara klinis belum jelas pengaruhnya. Tidak terdapat perbedaan secara bermakna pada Kolesterol LDL dan Trigliserid. Disarankan perlunya penelitian uji klinik fase II pada subyek dislipidemi dengan pengawasan ketat, mengingat adanya trend memperburuk dislipidemi dan pemakaian MKV secara luas harus menunggu adanya data ilmiah mengenai keamanannya terhadap profil lipid darah.(J Med Nus. 2006; 27: 156 -163)

PENDAHULUAN
Walujo mengemukakan bahwa konsumsi minyak kelapa dalam menu sehari-hari dalam jumlah wajar dan sesuai kebutuhan bisa menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 1 Berbeda dengan anggapan masyarakat barat selama ini bahwa minyak kelapa merupakan minyak nabati jenuh yang bisa menimbulkan gangguan jantung dan pembuluh darah, sejumlah penelitian terakhir menunjukkan, minyak kelapa justru mampu melindungi kesehatan. Penelitian Enig MG dkk yang dikutip Walujo menunjukkan bahwa, 50 persen asam lemak pada minyak kelapa adalah asam laurat dan tujuh persen adalah asam kapriat. 156 Keduanya adalah asam lemak jenuh rantai sedang (jumlah karbonnya 12) yang biasa disebut Medium Chain Fatty Acid ( MCFA ), mudah dimetabolisasi dan tidak meningkatkan kadar kolesterol darah.1 Minyak kelapa virgin ( MKV ) dikenal sebagai minyak yang mampu melangsingkan tubuh dan menanggulani penyakit lainnya. Manfaat minyak yang asalnya dari buah kelapa ini lebih luas dari pada sekadar pelangsing tubuh. Seperti dikatakan Suhirman, tentang penelitian terbaru yang membuka tabir kerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa, menyajikan data tentang

J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

manfaat minyak beraroma gurih dan lembut itu untuk memperbaiki metabolisme tubuh, serta menanggulangi beraneka macam penyakit. 2 Mendengar kata lemak jenuh, orang mudah menjadi takut karena terseret oleh mitos tentang bahaya lemak jenuh bagi kesehatan, tanpa menyimak bahwa lemak jenuh yang berantai sedang, justru mendukung kesehatan kita.1,2,3 Kushwaha ( 2004 ) 4, melaporkan dari penelitiannya secara in vitro bahwa diit minyak kelapa memberi efek baik terhadap respon kolesterol. Begitu juga Nevin KG (2004) 5, melaporkan bahwa terdapat efek yang menguntungkan dari MKV dalam menurunkan kadar lemak dalam serum dan jaringan serta oksidasi LDL melalui oksidan fisiologis. Penelitian Elisabeth (1997)6 menyimpulkan bahwa diit MCFA memberi efek peningkatan konsentrasi total kolesterol dan LDL kolesterol yang tidak signifikan dan tidak memberi efek terhadap HDL kolesterol dibandingkan dengan diit asam oleat. Pada sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Tholstrup ( 2004 ) 7 mengemukakan bahwa dibandingkan dengan asam oleat ( LCFA ), lemak medium chain triacyglycerol ( MCT ) memberi pengaruh yang tidak menguntungkan yaitu meningkatkan profil lipid plasma LDL kolesterol dan triacylglycerol pada subyek penelitian. Tidak terdapat perubahan pada aktifitas transfer protein phospolipid dan ditemukannya transfer protein ester kolesterol. Berdasarkan perbedaan pendapat tentang efek MKV tersebut dan kenyataan yang ada dimasyarakat bahwa beberapa merek MKV telah mendapat izin dari Depkes RI untuk diperjualbelikan, bahkan ada yang menyatakan dalam promosinya bahwa MKV dapat mengatasi dislipidemi, maka peneliti tertarik untuk mengetahui efek minyak kelapa virgin ini terhadap profil lipid darah pada sukarelawan sehat di Makassar.

dimulainya penelitian dan selama penelitian berlangsung. Sebelum pengambilan sampel darah subyek penelitian diharuskan berpuasa selama 10 jam pada malam hari dan pagi keesokan harinya dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan profil lipid darah meliputi ; Kolesterol total, trigliserid, kolesterol LDL, kolesterol HDL . Kegiatan berikutnya adalah Setiap subyek penelitian diharuskan minum MKV sebanyak 15 cc ( 3 sendok teh ) yang diminum pada malam hari selama 3 minggu berturut-turut.3,11 Pada akhir minggu ke 2 sebagai evaluasi pertama dilakukan pemeriksaan profil lipid darah dan akhir minggu ke 3 sebagai evaluasi akhir ( post test ). Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Laboratorium BPRS Labuang Baji Makassar. Profil lipid darah ditentukan dengan menggunakan alat Automatic Analyzer HITACHI 902 dengan metode yang dikembangkan oleh Roche Diagnostics GmbH, D682968 Mannheinm, Indianapolis,USA,2000, meliputi : kolesterol total dengan metode CHOD-PAP method, Enzymatic Colorimetrik Test for Cholestero. Trigliserid dengan metode Tryglieserides GPO-PAP method, Enzymatic Colorimetrik Test for Triglyserid. HDL kolesterol dengan metode HDL- Cholesterol, no pretreatment, Homogenous Enzymatic Calorymetric Test. LDL kolesterol dengan metode LDL- Cholesterol , no pretreatment , Homogeneous Enzymatic Calorymetric Test.12 Kegiatan lain yang dilakukan adalah evaluasi selama proses penelitian untuk memantau ketaatan subyek penelitian mengkonsumsi MKV dan melakukan pemeriksaan fisik setiap minggu meliputi : tekanan darah, berat badan dan lingkar perut. Selama penelitian berlangsung juga dilakukan penilaian terhadap respon subjektif selama mengkonsumsi MKV meliputi : keluhan bab, nafsu makan, nyeri kepala setelah 30 -60 menit setelah minum MKV dan kebugaran tubuh. Data dinalisis dengan program SPSS Versi 12.0 . Variabel yang dianalisa secara deskriptif adalah karakteristik sampel berupa umur, jenis kelamin dan tinggi badan. Sedangkan profil lipid darah dianalisis dengan Paired Studen T- Test untuk membandingkan data sebelum dan sesudah perlakuan, dimana p < 0,05 dipakai sebagai batas penerimaan statistik secara signifikan.13 Variabel yang berperan sebagai bagian dari sindrom metabolik seperti BMI, lingkar perut ( LP ), tekanan darah ( TD ) juga dianalisis dengan Paired Studen T- Test. Selain itu juga dilakukan analisis secara deskriptif terhadap respon/ keluhan subyek penelitian selama penelitian.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan eksperimental pre and post dan penelitian ini merupakan studi uji klinik fase 8 Penelitian ini dilakukan di Makassar mulai bulan Mei 2005 sampai dengan Juni 2005. Subyek penelitian ini adalah sukarelawan sehat yang setuju untuk mengikuti penelitian dengan kriteria inklusi : 1. Lingkar Perut ; Pria: < 90 cm ; Wanita : <80 cm. 2. TD : < 130 / 85 mmHg . 3. BMI : 18 25 Kg/m2 4. Usia : e 30 Tahun ( WHO , kriteria populasi Asia dewasa tahun 2000). 9 Pemeriksaan awal dari amamnesis tentang penyakit yang diderita dan pemeriksaan fisik; penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut dan pengukuran tekanan darah. 10 Subyek penelitian yang memenuhi syarat kemudian melaksanakan serangkaian kegiatan dalam penelitian ini. Pertama adalah pengambilan sampel darah sebagai data awal ( pre test ). Subyek penelitian diharuskan untuk tidak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi dan merokok seminggu sebelum J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei s/d Juni 2005. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan diikutsertakan dalam penelitian ini sebanyak 20 orang, terdiri dari 10 orang pria (50%) dan 10 orang wanita (50%) dengan rerata usia 33,5 tahun. Semua subjek penelitian dapat menyelesaikan penelitian ini sampai selesai. 157

1. Karakteristik Subjek Penelitian Dari 20 subjek yang ikut dalam penelitian maka usia minimal subjek adalah 30 tahun dan maksimal usia 42 tahun dengan rerata 33,5 tahun sedangkan tinggi badan maksimal 168 cm dan tinggi badan minimal 147 cm dengan rerata tinggi badan 158,7 cm. Tabel 1 : Karakteristik Subjek Penelitian
95% CI Lingkar perut sebelum m inum vco pretes

Grafik 1. Perubahan Variabel Yang Diperiksa


140

120

100

Rerata Usia 3,31 (Tahun ) Tinggi 6,66 badan (cm )

Minimal SD 30 42

Maksimal 33.5

80

60

pengamatan
40 sebelum

20 0
N= 20 20 20 20 20 20 20 20

147

168

158.7

sesudah lingkar perut TDS TDD BMI

variabel tambahan

2. Perubahan Rerata Variabel Sebelum dan sesudah pemberian MKV Dari hasil analisa data tampak tidak ada perbedaan pada 3 variabel yang diperiksa meliputi, lingkar perut, tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, tetapi terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian MKV pada BMI ( Body Mass Index ). Pada tabel 3 dan grafik 1 tampak bahwa dengan pemberian MKV, terjai perubahan rerata lingkar perut menurun dari 76,6 6,68 menjadi 74,7 6,44 ( p = 0,21), selanjutnya rerata tekanan darah sistole berubah dari 109,25 9,77 menjadi 112,75 9,66 ( p = 0,13 ). Begitupun dengan tekanan darah diastole tidak berubah dari 75 6, 88 menjadi 75 6, 88 ( p = 1, 00 ). Terjadi penurunan rerata BMI yaitu dari 22,18 2,63 menjadi 21,8 2,66 ( p = 0,002 ). Tabel 2 : Perubahan Rerata Variabel Yang Diperiksa 3. Perubahan Rerata Profil Lipid Darah Sebelum dan Sesudah Pemberian MKV Perbedaan kadar profil lipid darah sebelum dan sesudah pemberian MKV. Pada tabel 4 dan grafik 2 tampak ada perbedaan yang bermakna pada pemberian MKV terhadap profil kolesterol dan HDL dan tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap profil trigliserid dan LDL. Pada tabel 4 tampak terjadi peningkatan rerata kadar kolesterol total dari 164,55 28,44 menjadi 197,7 41,33 ( p = 0,00 ), selanjutnya terjadi perubahan rerata trigliserid dari 113,95 64,93 menjadi 119,25 75,9. ( p = 0,662 ). Begitupun dengan rerata kadar kolesterol LDL berubah dari 129,0 30,77 menjadi 131,85 35,13 ( p = 0,439 ). Pada tabel terlihat terjadi penurunan rerata kadar kolesterol HDL dari 47,7 9,32 menjadi 38,5 7,97. ( p = 0,00 ). Tabel 3 : Perubahan Rerata Profil Lipid Darah

Rerata SB

Pair T Test p 0,21

Sebelum Lingkar Perut TD Sistole TD Diastole BMI 76,6 6,68 109,25 9, 77 75 6, 88

Sesudah 74, 7 6, 44 0,13 112,75 9, 66 75 6,88 21,8 2,66 1,00 0,002

Profil Lipid Kolesterol Total Trigliserid Kolesterol LDL Kolesterol HDL

Rerata SB Sebelum 164,55 28,44 113,95 64,93 129,0 30,77 47,7 9,32 Sesudah 197,7 41,33 119,25 75,9

Pair T Test p 0,00 0,662

131,85 35,13 0,439 38,5 7,97 0,00

22, 18 2, 63

158

J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

Grafik 2. Perubahan Rerata Profil Lipid Darah


300

5. Respon Subjek Penelitian terhadap pemberian MKV Beberapa respon disampaikan oleh subjek penelitian selama penelitian dilaksanakan. Pada evaluasi 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu setelah pemberian MKV terjadi perubahan perubahan respon subjek sebagai berikut. Keluhan bab pada evaluasi minggu I, subjek penelitian yang mengalami obstipasi sebanyak 2 orang ( 10 % ) tetapi menurun pada minggu ke 3 sebanyak 1 orang ( 5 % ). Subjek yang mengalami diare menurun dari 5 orang ( 25 % ) pada minggu I menjadi hanya 1 orang ( 5 % ) pada minggu ke 3, tetapi secara umum terjadi perubahan bab subjek menjadi lebih lancar dari 13 Orang ( 65 % ) pada minggu I menjadi 18 orang ( 90% ) pada minggu ke 3. Pada respon perubahan nafsu makan terjadi penurunan jumlah subjek yang nafsu makannya menurun dari 3 orang ( 15 % ) pada minggu I menjadi 2 orang ( 10 % ) pada minggu 3 prosentasi subyek yang tidak mengalami perubahan nafsu makan meningkat dari 16 orang ( 80 % ) pada minggu I menjadi 17 orang ( 85 % ) pada minggu ke 3. Sedangkan subjek yang mengalami peningkatan nafsu makan meningkat dari 1 orang ( 5 % ) menjadi 2 orang ( 10 % ) pada minggu ke 2 , tetapi menurun kembali menjadi 1 orang ( 5 % ) pada minggu ke 3 . Pada respon keluhan nyeri kepala 30 - 60 menit setelah minum MKV, terjadi perubahan respon meliputi : terjadi penurunan pada respon subjek yang mengalami nyeri kepala dari 10 orang ( 50 % ) pada minggu I menjadi 2 orang ( 10 % ) pada minggu ke 3. Sedangkan subjek yang tidak mengeluh nyeri kepala meningkat dari 10 orang ( 50 % ) menjadi 18 orang ( 90% ). Berikutnya adalah respon terhadap kebugaran 1 orang ( 5 % ) menjadi tidak ada ( 0 %) pada minggu ke 3, terjadi peningkatan persentasi subjek yang mengalami kebugaran tetap ( tidak ada perubahan). Setelah minum MKV dari 18 orang ( 90 % ) menjadi 19 Orang ( 95 % ) dari minggu I ke minggu 3. Tabel 6 : Respon Subjek Penelitian Selama pemberian MKV

95% CI Kadar lemak darah

200

Pengamatan
100 Sebelum

0
N = 20 20 20 20 20 20 20 20

Sesudah LDL HDL

Kolesterol total Trigliserid

Profil Lemak
4. Rasio LDL/HDL Dari analisa data terlihat bahwa terjadi peningkatan rasio LDL/HDL dari rerata sebelum 2,77 0,76 menjadi 3,54 1,15 sesudah pemberian MKV dengan p = 0,00. Minggu Minggu Minggu Dimana yang 3 beresiko adalah 5/1 14). 1 Rasio LDL/HDL 2

Respon

Jml % Jml % Jml % Keluhan BAB : Tabel 5. Rasio LDL/HDL 2 10 2 Rasio 10LDL/HDL 1 5 Obstipasi Pair T 5 25 3 15 1 5 Diare Test Minimal Maksimal Rerata 65 15 75 18 90 BAB lebih 13 p SB lancar sblm 1,07 4,30 2,78 0,75 0,001 Total 20 10 10 10 ssdh 1,38 20 6,63 203,55 1,15 0 0 0 Nafsu makan : Grafik : Rasio 3 315 3LDL/HDL 15 2 10 Menurun 16 80 15 75 17 85 Tetap 1 4.20 5 2 10 1 5 Meningkat Total 20 10 20 10 20 10 3.90 0 0 0 Nyeri kepala 3.60 30 60 menit setelah 10 50 18 90 18 90 minum MKV : 10 3.3050 2 10 2 10 Tidak nyeri 3.00 Nyeri Total 20 10 20 10 20 10 2.70 0 0 0 Kebugaran tubuh : 1 2.40 5 1 5 0 0 18 90 17 85 19 95 Menurun sebelum sesudah 1 5 2 10 1 5 Tetap waktu pengamatan Meningkat Total 20 10 20 10 20 10
J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

95% CI Rasio LDL/HDL sebelum

159

Nyeri kepala 30 60 menit setelah minum MKV : Tidak nyeri Nyeri Total Kebugaran tubuh : Menurun Tetap Meningkat Total

Grafik 6 : Respon Subjek Penelitian (Nyeri Kepala )


10 10 50 50 18 2 90 10 18 2 90 10
20

20 1 18 1 20

10 0 5 90 5 10

20 1 17 2 20

10 0 5 85 10 10

20 0 19 1 20

10 0 0 95 5 10
Count
10

Evaluasi keluhan nye


tidak nyeri 0 minggu1 minggu2 minggu3 nyeri

Grafik 4. Respon Subjek Penelitian ( Nafsu Makan )


20

masa evaluasi

Grafik 7. Respon Subjek Penelitian ( Kebugaran Tubuh )


10

20

Evaluasi keluhan naf


menurun

Count

tetap 0 minggu1 minggu2 minggu3 meningkat

10

masa evaluasi

Evaluasi keluhan keb

Grafik 5. Respon Subjek Penelitian ( Keluhan BAB )


20

menurun

Count

tetap 0 minggu1 minggu2 minggu3 meningkat

masa evaluasi

PEMBAHASAN
10

Evaluasi keluhan BAB


obstipasi

Dari hasil penelitian terhadap 20 orang sehat sebagai subjek dengan memberikan MKV sebanyak 15 cc perhari selama 21 hari dimulai tanggal 13 Mei s/d 2 Juni 2005, didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada profil lipid kolesterol total dan kolesterol HDL. Kushwaha ( 2004 )4), melaporkan bahwa secara in vitro diit minyak kelapa memberi efek baik terhadap respon kolesterol. Penelitian kami tidak mendukung Kushwaha karena hasil penelitian menunjukkan bahwa MKV meningkatkan profil lipid darah, yaitu kolesterol LDL dan trigleserid.

Count

diare 0 minggu1 minggu2 minggu3 >=lancar

masa evaluasi

160

J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

Begitu juga Nevin KG (2004) 5, melaporkan bahwa terdapat efek yang menguntungkan dari MKV dalam menurunkan kadar lemak dalam serum dan jaringan serta oksidasi LDL melalui oksidan fisiologis. Penelitian kami tidak dapat mengkonfirmasi kesimpulan Nevin KG ini seluruhnya, karena dari hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pemberian MKV menyebabkan terjadinya peningkatan trigliserid, kolesterol LDL, kolesterol total dan penurunan kolesterol HDL. Penelitian Elisabeth (1997)6 menyimpulkan bahwa diit MCFA memberi efek peningkatan konsentrasi total kolesterol dan LDL kolesterol yang tidak signifikan dan tidak memberi efek terhadap HDL kolesterol dibandingkan dengan diit asam oleat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diit MCFA memberi efek peningkatan kolesterol total dan kolesterol LDL yang tidak bermakna. Penelitian kami mendukung kesimpulan yang dibuat oleh Elisabeth, dimana dengan pemberian MKV selama 21 hari sebanyak 15 cc/hari menyebabkan terjadinya peningkatan rerata kolesterol LDL dan kolesterol total. Sedangkan kesimpulan Elisabeth yang lain, bahwa MCFA tidak memberi efek terhadap kolesterol HDL ditolak, karena hasil penelitian kami menunjukkan terjadinya penurunan rerata kolesterol HDL. Penelitian lain yang dilakukan oleh Tholstrup (2004)7 mengemukakan bahwa dibandingkan dengan asam oleat (LCFA), lemak medium chain triacyglycerol (MCT) memberi pengaruh yang tidak menguntungkan, yaitu meningkatkan profil lipid plasma LDL kolesterol dan triacylglycerol pada subyek penelitian. Tidak terdapat perubahan pada aktifitas transfer protein phospolipid dan ditemukannya transfer protein ester kolesterol. Penelitian yang kami lakukan ini mendukung kesimpulan yang dikemukakan Tholstrup, dimana pemberian MKV menyebabkan terjadinya perubahan rerata kolesterol LDL . Data ini menunjukkan bahwa pemberian MKV tidak menguntungkan karena terjadi perubahan kolesterol LDL secara statistik, walaupun tidak terbukti secara klinik. MKV juga diuraikan oleh Murray Price dalam bukunya3 Coconut Oil for Your Healt , terungkap fakta yang salah tentang minyak kelapa dan minyak sayur (minyak jagung, kedelai, canola, bunga matahari) yang selama ini di informasikan oleh media barat sangat sehat dan baik untuk jantung. Selama ini minyak sayur dipromosikan dengan didanai oleh bisnis yang besar dengan biaya jutaan dollar dari produsen minyak sayur, ternyata tidak stabil dan mudah teroksidasi terutama ketika dipanaskan pada saat dimasak, maka ia akan berubah menjadi toxic trans fatty acid dan radikal bebas yang bekerja seperti racun didalam tubuh. Price juga menuliskan, bahwa telah terjadi kebohongan yang menyatakan bahwa MKV adalah minyak jenuh yang berbahaya bagi jantung, pernyataan ini adalah J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

propaganda produsen minyak sayur, agar minyak tropis tidak laku di Negara Barat, ironisnya, hampir semua RS di Amerika Serikat menggunakan Asam Laurat (Asam lemak jenuh rantai karbon 12) yang diambil dari MCFA dari MKV sebagai komponen utama formula makanan. Hal ini juga didukung fakta bahwa, MKV mendapat pengakuan FDA di AS (Food& Drugs Administration) masuk dalam daftar Generally Regarded As Safe (GRAS) yang tidak didapat oleh minyak sayur. Menurut Murray Price, bahwa MCFA dalam MKV berguna untuk membantu metabolisme tubuh, menurunkan kolesterol jahat (LDL), menetralisir radikal bebas, membersihkan aterosklerosis, mencegah platelet atau penggumpalan darah penyebab serangan jantung, super anti mikroba yang sekaligus dapat membunuh bakteri dan virus yang menyerang dinding pembuluh darah. Murray Price juga menyatakan bahwa, minyak kelapa tidak mempengaruhi kolesterol secara menyeluruh karena MKV terdiri dari molekul lemak unik yaitu MCFA. Asam lemak ini berbeda dengan asam lemak yang ditemukan dalam sumber makanan lain dan hampir langsung dibakar untuk produksi energi, akibatnya asam lemak tersebut tidak dirubah menjadi lemak atau kolesterol tubuh dan tidak mempengaruhi kadar kolesterol darah. Dari pendapat Murray Price diatas tampak bahwa MKV dapat menurunkan kolesterol LDL dan MKV ini tidak mempengaruhi kolesterol secara menyeluruh. Penelitian yang telah dilakukan di Makassar ini, tidak mendukung pendapat Murray Price, dimana tampak dari hasil penelitian ini, pemberian MKV selama 21 hari sebanyak 15cc perhari menyebabkan terjadinya peningkatan rerata kadar kolesterol total dan penurunan rerata kolesterol HDL. MKV tidak mempengaruhi kolesterol secara menyeluruh karena terdapat profil lipid yang meningkat dan menurun secara bermakna dan ada juga profil lipid yang meningkat secara tidak bermakna . Mary . G. Enig mengutip penelitian yang dilakukan Lu Z et al. ( 1997 )15 tentang konsumsi minyak kelapa, dan minyak kedelai pada wanita muda menyebabkan penurunan yang signifikan dari kolesterol HDL. Minyak kedelai tersebut salah satunya diekstraksi dari mutan kedelai yang masih diperkirakan kestabilan oksidatifnya, hal tersebut tidak dapat melindungi tingkat HDL menjadi lebih baik. Penelitian kami mendukung hasil penelitian Lu Z yang ditunjukkan oleh data terjadinya penurunan rerata kolesterol HDL Faktor - faktor resiko PJK 16,17 antara lain adalah : Hiperkolesterolemia, kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL yang rendah, hipertensi, kebiasaan merokok, DM, riwayat keluarga PJK dan faktor genetik, strok dan penyakit pembuluh darah, obesitas . Sedangkan ATP III ( Adult Treatment Panel )14) yang diselenggarakan oleh AHA, mengidentifikasi bahwa sindrom metabolik sebagai faktor resiko dari terjadinya penyakit-penyakit kardiovaskuler. ATP III telah 161

mengidentifikasi 6 komponen dari sindrom metabolik yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler meliputi : Obesitas abdominal, dislipidemia atherogenik, peningkatan tekanan darah, resistensi insulin intoleransi glukosa, keadaan proimflamantory, keadaan prothrombotik. Hal ini juga terlihat pada beberapa studi epidemiologik menunjukkan ada korelasi yang kuat antara obesitas dan penyakit kardiovaskuler. 16,18 Beberapa perubahan metabolisme lipid sering terjadi pada orang obes. Obesitas dapat menyebabkan hiperkolesterolemia, hipertrigliserid, HDL yang rendah.10 Berkaitan dengan resiko-resiko tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian MKV dapat menurunkan rerata lingkar perut ( p = 0,21), terjadi perubahan rerata tekanan darah sistole (p = 0,13), sedangakan pada tekanan darah diastole tidak mengalami perubahan (p = 1, 00 ). Pada variabel BMI terjadi penurunan pada rerata BMI (p = 0,002). Penelitian yang kami lakukan, mengkonfrmasi bahwa MKV dapat menurunkan resiko penyakit jantung yaitu dengan menurunkan berat badan yang dapat terlihat dari penurunan BMI secara bermakna (0,002). Terkait salah satu faktor resiko PJK adalah tingginya angka rasio LDL/HDL, dapat dilihat dari beberapa penelitian tentang manfaat MKV dalam menurunkan angka rasio LDL/HDL. Dalam makalah pengukuhannya, Walujo mengemukakan bahwa penelitian Mendis S dan Kumarasunderam R di kalangan masyarakat muda Sri Lanka memperlihatkan, ketika mereka mengganti konsumsi minyak kelapa dengan minyak jagung, memang terjadi penurunan kadar serum kolesterol total dari 179,6 mg % menjadi 146 mg % dan penurunan kolesterol LDL (kolesterol buruk) dari 131,6 mg % menjadi 100,3 mg %. Namun, kolesterol HDL (kolesterol baik) juga ikut turun dari 43,4 mg % menjadi 25,4 mg %. Hal ini mengakibatkan rasio LDL / HDL mengalami peningkatan dari 3,0 menjadi 3,9. Penelitian Prior dan kolega (1981) yang dikutip oleh Walujo dalam makalahnya, yaitu tentang penelitian penduduk asli pulau-pulau Polinesia di Lautan Pasifik yang pindah dan menetap di Selandia Baru. Mereka yang tadinya sehat di pulau aslinya dan banyak mengkonsumsi minyak kelapa, setelah pindah dan mengkonsumsi minyak nabati tidak jenuh, seperti minyak kedelai, minyak jagung, atau minyak kacang - ternyata malah kurang sehat. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan drastis kadar kolesterol total dan kolesterol LDL serta penurunan kolesterol HDL dan ini mengakibatkan terjadinya perubahan rasio LDL/HDL. Dalam makalahnya juga Walujo menuliskan, bahwa kemampuan minyak kelapa menjaga kesehatan juga dibuktikan melalui penelitian Nugraha (2004) pada para perajin kelapa dan keluarganya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kelompok masyarakat ini mengonsumsi produk kelapa-termasuk minyak kelapa-sebagai sumber lemak utama bagi keluarga mereka. Ternyata merekapun memiliki fisik yang sehat. Hal itu ditunjukkan 162

antara lain dari kadar kolesterol total 185,4 mg % serta rasio LDL/HDL 2,2. Hasil penelitian kami ini mendukung penelitian penelitian di atas, yaitu bahwa pemberian MKV dapat meningkatkan rasio LDL/HDL, walaupun secara klinik rasio masih dibawah angka rasio yang dapat beresiko PJK yaitu LDL/HDL 5/1.14 Pada penelitian ini didapat data berupa respon yang disampaikan oleh subjek penelitian. Pada evaluasi 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu setelah pemberian MKV terjadi perubahan-perubahan buang air besar (BAB). Menjadi lebih lancar dari 13 Orang ( 65 % ) pada minggu I menjadi 18 orang ( 90% ) pada minggu ke 3. data ini menunjukkan bahwa MKV menyebabkan peningkatan kelancaran buang air besar. Tidak terjadi perubahan nafsu makan yang ditunjukkan oleh perubahan prosentasi subyek dari 16 orang ( 80 % ) pada minggu I dan 17 orang ( 85 % ) pada minggu ke 3, data ini menunjukkan, bahwa MKV tidak memberikan pengaruh pada perubahan nafsu makan . Respon nyeri kepala 30-60 menit setelah minum MKV ditunjukkan oleh penurunan prosentasi subyek yang mengeluh nyeri kepala dari 10 orang ( 50 % ) mg ke 1, menjadi 2 orang ( 10% ) pada minggu ke 3. Pemberian MKV tidak merubah kebugaran subyek yang dapat terlihat dari data prosentasi yang tidak berubah kebugarannya dari 18 orang ( 90 % ) menjadi 19 Orang ( 95 % ) dari minggu I ke minggu 3, data yang didapat tersebut menunjukkan bahwa MKV dapat melancarkan BAB dan tidak terbukti dapat meningkatkan kebugaran. Sedangkan keluhan terhadap nafsu makan dan nyeri kepala merupakan respon yang bersifat subjektif. Resiko PJK 17,18,19 yang ditunjukkan oleh profil lipid darah antara lain : diwaspadainya terjadi PJK jika kadar kolesterol total 200 239 mg/dl, dan peningkatan resiko terjadinya PJK pada kadar kolesterol total e 240 mg/dl, dimana peningkatan 1 % kolesterol akan meningkatkan 2 % PJK, diwaspadai terjadi PJK ketika LDL 130 159 mg/dl dan resiko terjadinya PJK pada kadar LDL e 160 mg/dl. Kadar trigliserid beresiko pada kadar > 200 mg/ dl, dan kolesterol LDL pada kadar > 135 mg/dl, dan resiko terjadi PJK pada kadar kolesterol HDL, pria < 35 mg/dl dan wanita < 45 mg/dl . Jika dibandingkan dengan batas kadar resiko PJK diatas, efek MKV terhadap profil lipid darah ini, belum melewati batas kadar yang beresiko terjadinya PJK. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa efek pemberian MKV selama 21 hari sebanyak 15 cc perhari menyebabkan perubahan-perubahan profil lipid darah secara statistik yaitu peningkatan rerata kadar kolesterol total, penurunan rerata kolesterol HDL, juga terjadi penurunan BMI. Walaupun dari data nampak perubahan secara statistik, tetapi tidak terbukti secara klinis yang ditunjukkan oleh data, bahwa kadar profil lipid darah tersebut masih dibawah angka-angka yang dapat menyebabkan resiko terjadinya PJK.20,21 J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan 1. Kolesterol total meningkat dari 164,55 28,44 menjadi 197,7 41,33 ( p : 0,00 ), Secara statistik bermakna, tetapi secara klinis belum jelas pengaruhnya. 2. Kolesterol HDL menurun dari 47,7 9,32 menjadi 38,5 7,97 ( p : 0,00 ). Secara statistik bermakna, tetapi secara klinis belum jelas pengaruhnya. 3. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada profil Trigliserid dan kolesterol LDL baik secara statistik maupun secara klinik. 4. Ada perbedaan yang bermakna pada BMI subyek penelitian sebelum dan sesudah pemberian MKV. B. Saran 1. Perlu penelitian uji klinik fase II pada subyek dislipidemi dengan pengawasan ketat mengingat adanya trend memperburuk dislipidemi. 2. Pemakaian MKV secara luas harus menunggu adanya data ilmiah mengenai keamanannya terhadap profil lipid darah. DAFTAR RUJUKAN
1. Walujo, 2005, Minyak Kelapa Virgin , Makalah Pidato Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Suhirman, 2005, Minyak dan Kesehatan, Coco. Jakarta. . info Indo

7.

Tine Tholstrup, et. al. Effects of Medium-Chain Fatty Acids and Oleic Acid on Blood Lipids, Lipoproteins, Glucose, Insulin, and Lipid Transfer Protein Activities. American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 79, No. 4, 564-569, April 2004. Suyatna, P.D.,Handoko, T.S. K. 1999. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Bagian Farmakologi FKUI. Jakarta. Hal 2122. IOTF WHO, 2000, Klasifikasi Berat Badan Penduduk Asia Dewasa , (hhtp://www.Obesitas.web.Id/Indonesia/ main(i)html)

8.

9.

10. Sabrina, 2005, Faktor Resiko Pada Objek Obes, Tesis, Program Pasca Sarjanaa, UNHAS, Makassar 11. Sholekhudin, Minyak Kelentik Jadi Obat, Intisari Edisi Februari 2005. 12. Roche, Kit test, Roche Diagnostics GmbH, D-682968 Mannheinm, Indianapolis, USA, 2004 13. Sastroasmoro S, Ismail S, 1995. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Bina Rupa Aksara. Jakarta 14. Scott, Definition Metabolic Syndrome, 2004, NHLBI / AHA Conference Proceding, circulation January 2004 .hal 433438 5. Mary G. Enig, 2005, Insupport of Good, Health in The 21 st Century, coconut oil info.

16. Adam. J.M.F. 1998. NCEP dan CARE dari Rekomendasi ke Kenyataan, Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. XXII 3 Juli September 1998. Hal. 141-142 17. Soeparman, 2004 , Hiperlipidemia ,Ilmu Penyakit Dalam , Jilid I Edisi ketiga, Cetakan ke-2, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

2. 3. 4.

Murray Price, 2004, Terapi Minyak Kelapa, Cetakan Pertama, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta. Kushwaha, et al., 2004, Effect of Dietary Cholesterol With or Without Saturated Fad on Plasma Lipoprotein in Cholesterol Level in the Laboratory Opossum Model for Diet - Induce Hiperlipidemia. Br J Nutr. 2004 Jul; 92 ( 1 ) : 63-70 Nevin KG, Rajamohan T , Beneficial Effect of Virgin Coconut Oil on Lipid Parameters and in Vitro LDL Oxidation. Clin Biochem. 2004 Sep ; 37 ( 9 ) : 830 5. Elizabeth, et al., 1997, Effect of MCFA, , Myristic Acid, and Oleic on Serum Lipoproteins in Healthy Subjects. 1997Journal of Lipid Research, volume 38,.

18. Rahmat, M, Adisasmita, A.C, Setianto, B, 1996. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Rawat Inap Di RS Harapan Kita Jakarta, Jurnal Kardiologi Indonesia, Vol XXI No.3 Juli September 1996, hal 135 137. 19. Sitepoe, 1993 , Faktor yang Menurunkan Kolesterol dalam Darah. Kolesterol Fobia. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 20. Katzung B, 1998, Obat Hiperlipidemia, Farmakologi Dasar dan Klinik, Terjemahan Staf Dosen Farmakologi UNSRI, Edisi VI, EGC Jakarta 21. FKUI, 2001, Dislipidemi, Kapita Selekta Kedokteran , Edisi ketiga, Jilid I, Media Aesculapius , Jakarta

5.

6.

J Med Nus Vol. 27 No.3 Juli-September 2006

163