Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN HASIL OBSERVASI BENGKEL PT.

TYFOUNTEXT INDONESIA SOLO

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Managemen Industri Dosen Pengampu : Drs. Bambang Prawiro, M.M

Disusun oleh :

Muhammad Irvan Rahman Sidik Pamungkas

(K2511030) (K2511039)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun. Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan. Laporan ini disusun guna memenuhi tugas managemen industri dan untuk memberi tambahan wawasan mengenai mangemen suatu bengkel kepada pembaca. Dalam penyusunan laporan ini tentu banyak kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi sempurnanya laporan tersebut.

Surakarta, April 2013

Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ KATA PENGANTAR...................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... A. Latar Belakang ....................................................................... B. Batasan Masalah .................................................................... C. Waktu dan Tempat ................................................................. D. Metode Pengumpulan Data..................................................... E. Tujuan .................................................................................... BAB II. PEMBAHASAN ......................................................................... A. Sejarah Perusahaan................................................................. B. Struktur Organisasi................................................................. C. Jenis bengkel .......................................................................... D. Struktur organisasi Bengkel Industri SMKN 2 Karanganyar ................................................................................................ E. Tugas pengurus bengkel industry SMKN 2 Karanganyar ..... F. Penataan bengkel industry SMKN 2 Karanganyar ................ 1. Kapasitas siswa................................................................. 2. Kantor .............................................................................. 3. Ruang teori ....................................................................... 4. Inventaris alat dan mesin praktek .................................... 5. System perawatan (maintenance) .................................... 6. Jadwal praktikum siswa ................................................... 7. Hasil produk ..................................................................... 8. Peraturan dan sanksi ........................................................ BAB III. PENUTUP .................................................................................. A. Kesimpulan............................................................................. B. Kritik dan saran ...................................................................... DAFTAR PUSTAKA i ii iii 1 1

LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. BATASAN MASALAH Dari latar belakang diatas makan dapat diambil batasan masalah sebagi berikut: 1. Bagaimanakah perencanaan bengkel di perusahaan. 2. Bagaimanakah struktur organisasi bengkel di perusahaan. 3. Apakah bengkel-bengkel yang ad di perusahaan sudah memenuhi standar minimum suatu bengkel. 4. Bagaimana perawatan (maintenance) bengkel sekolah. C. WAKTU DAN TEMPAT Dalam tugas laporan kali ini penulis melakukan observasi pada: Hari/tanggal Tempat Alamat : : PT. Tyfountex Indonesia Solo. : Jl. Gumpang, Kartasura, Kartasura, Surakarta.

D. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah observasi lapangan. Observasi lapangan ini berarti penulis datang langsung ke lokasi bengkelyang menjadi tujuannya untuk memperoleh data. Dengan data tersebut, maka penulis akan lebih mengetahui bagaimana situasi dan kondisi bengkel yang menjadi objek observasinya. E. TUJUAN Tujuan disusunnya laporan ini adalah: 1. Memberikan tambahan wawasan kepada pembaca.

2. Mengetahui bagaimana perencanaan suatu bengkel yang baik dan benar. 3. Memberi gambaran mengenai bentuk ataupun struktur bengkel yang berada di sekolah-sekolah. 4. Memenuhi tugas managemen industri.

BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Perusahaan PT Tyfountex didirikan pada tahun 1973 dari Spin Hong Kong. Terletak di area luas sekitar 220.000 meter persegi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Lebih dari 8.000 karyawan. Dengan 100 tahun sejarah & pengalaman di bidang manufaktur tekstil, fasilitas produksi yang terintegrasi. Termasuk Spinning, Weaving, Dyeing & Finishing, Denim Home Tekstil, dan Pakaian Garment. Pengendalian terpadu dan manajemen dalam gaya Hong Kong. Sangat fleksibel berorientasi pada pelanggan. PT. Tyfountex Indonesia adalah suatu perusahaan raksasa yang didirikan oleh keluarga Wong di Hongkong pada tahun 1973. Bermula dari cita-cita sang ayah yang mendirikan perusahaan di Whancai, Hongkong yang di beri nama Tyfountex. Setelah sukses dengan perusahaannya yang didirikan di Hongkong tersebut kemudian sang ayah membuka cabang-cabang Tyfountex di empat negara, antara lain adalah di Whancai, Hongkong; San Frasisco, USA; Trans Street, Singapore; dan di Central Java, Indonesia. Kemudian Perusahaanperusahaan tersebut di wariskan kepada anakanaknya hingga kemudian perusahaan yang bertempat di Indonesia di wariskan kepada Mr.James Wong dan di beri nama PT. TYFOUNTEX INDONESIA yang beralamatkan lengkap di Gumpang, Kartasura ,Sukoharjo PO Box 212, Solo 57102 ,Jawa tengah, Indonesia.

B. Struktur Organisasi PT. TYFOUNTEX INDONESIA mampunyai susunan pengurus yang sudah tertera di dalam bab Stuktur Organisasi Perusahaan berikut ini:

Struktur organisari yang kami peroleh hanya berupa bagan yang berisi nama-nama singkatan, dan itu merupakan hasil rekapan ISO 14001:2004. Kami tidak diperkenankan mengetahui lebih jauh mengenai penjabaran struktur organisasi perusahaan tersebut. Dikarenakan perusahaan ini milik orang asing dan masih bersifat privasi. Dan ini kami menjabarkan pengertian umum bagaimana peranan tugas, tanggung jawab, dan wewenang tiap bagian struktur organisasi yang kami peroleh dari website. Sebagai tambahan wawasan bagaimana mengelola sebuah perusahaan. 1. Dewan komisaris Bertanggung jawab kepada: -Membawahi: Direktur Utama Tugas: memeberikan nasihat kepada direktur dlam melaksanakan pengurusan perusahaan melakukan pengawasa natas jalannya usaha pada perusahaan dagang tsb. Bertindak sebagai wakil pemegang saham

melakukan pelaksanaan dari setiap kebijaksanaan yang telah digariskan atau dikeluarkan. Wewenang: dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar untu kmelaksanakan tugas tugas tertentu- direktur,apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu menghadiri rapat direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh direktur. 2. Direktur utama Bertanggung jawab kepada: dewan komisaris Membawahi: direktur pembelian dan gudang, direktur administrasi & keuangan, direktur pemasaran Tugas: Membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam jangka pendek & panjang memberikan laporan pertanggungjawaban kepada rapat umum pemegang saham (RUPS) bertanggung jawab penuh atas tugasnya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Wewenang: Mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan menunjuk, mengangkat dan memberhentikan direktur menandatangani permintaan pengeluaran kas yang jumlahnya besar dan sifatnya penting menetapkan pencapaian tujuan untuk jangka panjang mengambil keputusan dan strategi bagi perusahaan 3. Internal auditor Bertanggung jawab kepada: Direktur utama Membawahi:Tugas: menyusun dan melaksanakan rencana audit internal menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern& sistm manajemen resiko sesuai kebijakan perusahaan melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efesiensi & efektifitas di bidang keuangan ,akuntansi, operasional, SDM, pemasaran, TI, dan kegiatan lainnya. membuat laporan hasil audit & menyampaikan laporan tsb. Kepada direktur utama & dewan komisaris

Wewenang:

Mengakses

seluruh

informasi

yang

relevan

tentang

perusahaan terkait dgn tugas dan fungsinya Melakukan komunikasi secara langsung dengan direksi,dewan komisaris, dan komite audit besertaanggota-anggotanya. 4. Direktur pembelian dan gudang Bertanggung jawab kepada: Direktur utama Membawahi: bagian pembelian,bagian penerimaan,bagian gudang Tugas: menandatangani segala urusan pembelian, penerimaan,dan gudang. bertanggung jawab atas segala urusan yang berhubungan dengan pembelian. Wewenang: memberikan kebijaksanaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelian dan gudang. 5. Bagian pebelian Bertanggung jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang Membawahi:Tugas: mementukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih Wewenang: membuat pemesanan pembelian dan memesan barang kepada pemasok membuat pembelian yang befungsi untuk menambah stock barang. 6. Bagian penerimaan Bertanggung jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang Membawahi:Tugas: memeriksa jenis,mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok bertanggungjawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi retur penjualan membuat laporan penerimaan barang untuk melampiri memo kredit yang dikirim ke direktur pembelian dan gudang. Wewenang: menolak barang yan dikirim pemasok jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan surat pesanan meng-otorisasi untuk penerimaan barang yang jenis,spesifikasi,mutu,kuantitas dan pemasoknya seperti yang tercantum. menerima barang yang diretur

7. Bagian gudang Bertanggung Membawahi:Tugas: memepersiapkan barang yang akan dikirim bertanggung jawab atas penyimpanan kembali barang yang diterima dari retur penjualan bertanggung jawab menyerahkan surat order penjualan dan barangnya ke bagian pengiriman mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang Wewenang: memeriksa penjualan yang dibawa pelanggan saat ingin melakukan retur penjualan mengontrol retur penjualan dan retur pembelian 8. Direktur administrasi dan keuangan Bertanggung jawab kepada:direktur utama Membawahi:departemen personalia dan umum, departemen keuangan,departemen akuntansi . Tugas: melakukan penelitian dan analisa keuangan termasuk masalah pajak melakukan verifikasi ulang atas semua bukti kas, penerimaan dan pengeluaran kas melakukan verifikasi atas semua buku perusahaan ke konsumen. Wewenang: menandatangani seluruh dokumen yang berkaitan dengan aministrasi perusahaan membuat evaluasi kegiatan perusahaan bidang keuangan. 9. Departemen personalia dan umum Bertanggung jawab kepada: direktur adminstrasi dan keuangan. Membawahi: bagian umum, pegawai dan humas Tugas: membuat perencanaan pegawai sesuai kebutuhan dari setiap departemen bertanggungj jawab dalam memilih dan mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan- perusahaan memberikan pelatihan kepada pegawai agar mempunyai motivasi kerja dan menemukan solusi untuk -setiap persoalan yang dihadapi oleh pegawai perusahaan. penjualan tunai,faktur penjualan dan nota pembelian- serta bukti barang dari jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang

Wewenang: menilai dan mengukur kinerja pegawai memberikan sanksi kepada pegawai yang melanggar aturan perusahaan memberikan saransaran dan pertimbangan kepada direktur. 10. Bagian pegawai Bertanggung jawab kepada: Departemen personalia dan umum Membawahi:Tugas: melaksanakan pengelolaan adminstrasi kepegawaian penyusunan progam dan petunjuk pembinaan dan pengembangan kepegawaian melaksanakan mutasi pegawai & tatausaha kepegawaian mengawasi pegawai apakah telah melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugasnya mengadakan perekrutan pegawai baru member petunjuk kepada pegawai untuk dapat mengkontribusikan kemampuan yang ada pada perusahaan Wewenang: menetapkan pegawai mana yang mendekati masa pensiun 11. Departemen Umum Bertanggung jawab kepada: Departemen personalia dan umum Membawahi:Tugas: mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan kesekertariatan dibidang administrasi kepegawaian,sertamenyelenggarakan

kegiatan dibidang kerumah tanggaan, peralatan kantor, dan perundangundangan mengurus pembekalan material & peralatan teknik mengadakan pembelian barang-barang yang diperlukan perusahaan Wewenang: menandatangani surat atau laporan menilai dan menentukan kualitas barang membuat harga perkiraan sendiri mengeluarkan uang persediaan mendistribusikan barang inventaris dan barang persediaan menilai dan menentukan kondisi barang inventaris untuk diusulkan penghapusan. 12. Bagian humas Bertanggung Membawahi:Tugas: mengawasi pelaksanaan penerimaan, pendistribusian, pengiriman & pengarsipan, surat-surat dan- dokumen perusahaan mengawasi jawab kepada: Departemen personalia dan umum

pelaksanaan pemeliharaan kebersihan & keamanan kantor serta harta perusahaan agar- terhindar dari kebakaran,kerusakan,pencurian mengawasi penggunaan alat-alat tulis, peralatan kantor & persediaannya Wewenang: menjalin hubungan bai k dengan pihak eksternal 13. Departemen keuangan Bertanggung jawab kepada:Direktur administrasi dan keuangan Membawahi:bagian kasir, bagian kredit Tugas: mengkoordinir,menganalisa,mengelola data-data,sehingga tersusun suatu laporan keuangan- perusahaan ikut serta dalam mengamankan asset perusahaan bertanggung jawab atas kegiatan keuangan mengatur masalah yang berhubungan dengan penyediaan dan enggunaan dana. menyediakan laporan keuangan untuk internal maupun eksternal perusahaan Wewenang: mengatur kebijaksanaan dan engendalian keuangan untuk penghematan biaya pengeluaran perusahaan 14. Bagian kasir Bertanggung jawab kepada:departemen keuangan Membawahi:Tugas: menerima daftar penerimaan kas,bukti kas masuk,dank as/cek,kasir membuat bukti setor bank &- menyetorkan kas tersebut ke bank kasir mengarsipkan daftar penerimaan kas an bukti kas masuk urut tanggal. Wewenang: memberikan tanggaldan cap lunas padatiap bukti penerimaan dan pengeluaran kas berwenang dan bertanggung jawab dalam menerima dan mengeluarkan uang ks perusahaan 15. Bagian kredit Bertanggung jawab kepada:Departemen keuangan Membawahi:Tugas: memberi otorisasi penghapusan piutangyang sudah tidak dapat ditagih lagi Memeriksa data kredit pelanggan yang mencakup sejarah kredit dan batas kredit pelanggan melakukan pengumpulan informasi tentang kemampuan keuangan calon anggota bertanggung jawab atas pemberian kartu kredit kepada pelanggan terkirim Wewenang:-

16. Departemen akuntansi Bertanggung jawab kepada: Direktur administrasi dan keuangan Membawahi:bagian piutang, utang, penagihan, pembukuan. Tugas: bertanggung jawab pada uruan piutang, utang, penagihan,dan pembukuan memeriksa kebenaran penulisan dan perhitungan kwitansi dan surat jalan memeriksa limit piutang dari setiap peruahaan. Wewenang: menetapkan metode-metode yang digunakan dalam pencatatan akuntansi. 17. Bagian pembukuan Bertanggung jawab kepada: Departemen akuntansi Membawahi:Tugas: melaksanakan penyelesaian administrasi keuangan melaksanakan pembayaran gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya melaksanakan tata pembukuan keuangan menyimpan dan melaporkan dana operasional transaksi secara harian dan bulanan. Wewenang: melakukan koordinasi dg kasirdan bagian pelayanan terhadap validasi transaksi sebelum melakukanpencatatan pada sistem terkomputerisasi. 18. Direktur pemasaran Bertanggung jawab kepada: Direktur utama Membawahi:departemen penjualan,departemen promosi. Tugas: merencanakan dan merumuskan kebijakan strategis yang menangkut pemasaran memonitoring dan mengarahkan proses2 diseluruh divisi direktorat pemasaran melakukan koordinasi strategis antar direktorat memberikan masukan pada direktur utama dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran. Wewenang: menetapkan pedoman harga barang dan jasa menetapkan dan mengevaluasi upaya strategis dan kebijakan pemasaran serta penmgadaan barang dan jasa menetapkan sistem pengendalian hasil produksi serta bahan baku dan pelengkap.

19. Departemen penjualan Bertanggung jawab kepada: Direktur pemasaran Membawahi:bagian order penjualan ,bagain pengiriman. Tugas: bertanggungjawab kepada direktur pemasaran mengkoordinir penjualan agar memenuhi target menyusun rencana penjualan mengikuti dan menganalisa perkembangan pasar menganalisa laporan penjualan & mengadakan evaluasi serta memberikan saran dalam rangka peningkatan penjualan. Wewenang: memberikan kebijakan-kebijakan atas rencana penjualan. 20. Bagian order penjualan Bertanggung jawab kepada: Departemen penjualan Membawahi:Tugas: membuat faktur penjualan mencatat order yang diterima dari pesanan membawa dokumen order penjualan ke bagian otorisasi kredit Wewenang: memverifikasi order langganan mencakup data pelanggan secara lengkap meng-otorisasi pengembalian barang oeh pelanggan dengan cara membuat memo kredit. 21. Bagian pengiriman Bertanggung jawab kepada: Departemen penjualan Membawahi: Tugas: menyerahkan barang yang dipesan sesuai dg mutu, kuantitas, spesifikasinya sesuai dg yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan kartu kredit yang diterima dari penjual. Wewenang: meng-otorisasi dalam membuat nota pengiriman. 22. Departemen promosi Bertanggung jawab kepada:direktur pemasaran Membawahi:bagian riset pasar, bagian promosi. Tugas: bertanggungjawab atas kegiatan pemasaran menerima an memahami setiap keluhan pelanggan membuat rencana costumer visit dan costumer call untuk period tertentu. Wewenang: menetapkan cara mempromosikan barang ke pelanggan. 23. Bagian riset pasar Bertanggung jawab kepada: Departemen promosi Membawahi:-

Tugas: untuk mengetahui seberapa besar kekuatan para pesaing usaha yang akan dihadapi oleh pebisnis mencari informasi mengenai harga, kuantitas, kualitas barang. Wewenang: menentukan para pesaing usaha sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan guna mendapatkan keuntungan 24. Bagian promosi Bertanggung jawab kepada: Departemen promosi Membawahi:Tugas: mengajukan anggaran biaya produksi kepada departemen promosi melaksanakan progam promosi yang disetujui oleh departemen promosi mengusulkan progam-progam promosi. Wewenang: menentukan sarana-sarana dalam mempromosikan produk & mengusulkannya ke departemen promosi menentukan pemasangan iklan terkait promosi produk. C. Divisi Perusahaan PT Tyfountex Indonesia adalah pabrik tekstil terintegrasi dengan lebih dari 100 tahun pengalaman dalam spinning, Tenun, Bordir, Garment, Home Tekstil dan Dyeing Finishing. Perusahaan memproduksi Benang, Kain Warna, denim, Garmen dan Home Tekstil kualitas terbaik bersama dengan konsentrasi pada tekstil ramah lingkungan dengan dasar organik. 1. Spinning

a. Kapasitas Spinning: 1) 68.000 cincin Gelondongan

2) 2.000 OE rotor 3) Rentang produk dari Ne 1s - Ne100s 4) Disertai benang Cincin kompak, benang OE, benang multi Slub, Core Spun benang, Core benang twisted, benang Ply & Multi Serat benang dicampur dengan: a) Kapas b) Lyocell / Tencel c) Polyester d) Rayon viscose e) Coolmax f) Pengandaian g) Kapok & Rami h) Lycra / Elastane b. Mesin Sprinning terdiri dari: 1) Trutzschler Blowing Lines + Cards 2) Rieter cards + combers + Draw frames 3) Howa Speed frames 4) Zinser + Toyota spinning frames 5) Schlafhorst autoconer 6) Schlafhorst autocono 7) Savio + Murata winders 8) Murata + Volkermann 2 for 1 twister 2. Penenunan

Fasilitas Tenun terdiri dari: a. Sucker Muller Sizing machine

b. Picanol, Gammax & GAMA alat tenun c. airjet tenun d. Sulzer Ruti tenun e. Hacoba warping machine

f. Sucker Muller Slashar Indigo-dye ranges g. Monfort Sanforizing Machine h. Dystar Liquid Indigo Auto Feeding Set Up

Kapasitas Produksi: a. Denim Reguler + Peregangan: 2.000.000 meter / bulan.


b. Kain abu-abu untuk Pakaian & Terpal: 2.000.000 meter / bulan.

Product Range:
a. Regular & Slub Fancy Denim, Stretch Denim, 2 Way Stretch Denim b. Stretch & Rigid Corduroy c. Poplin, Twill, Canvas, Bedford Cord

d. Dobby Weaves e. Stretch Slub Tencel fabrics f. Terpal hingga 120 "

g. Kain organik dengan GOTS 3. Sulaman Pola ukuran Jumbo hingga 9 warna. Kapasitas Produksi: 500.000 lembar / bulan. Proses desain pola sulaman:

Gambar mesin sulam:

Contoh pola sulaman:

Proses penyulaman:

4. Garment dan laundry a. Divisi Garment Divisi Garment mengkhususkan diri dalam produksi jaket denim, celana jeans, rok dan pakaian kerja. Kapasitas Produksi: 400.000 lembar / bulan. Jalur khusus untuk produksi garmen Organik dengan GOTS disertifikasi oleh Control Union dan IMO / Soil Association. Proses penjahitan:

Contoh hasil penjahitan:

b. Divisi Laundry Kapasitas Produksi: 400.000 potong / bulan. Tempat pencucian/laundry:

Kemampuan laundry: Proses kering Whisker Destroy Crinkle Hand sand Tacking Chemical Spray PP Spray Proses basah Garment Wash Garment Bleach Garment Dye Stone Wash Tinting Tide Dye Dip Dye Enzyme Wash Enzyme Stone Wash 5. Home Tekstil

Produk: a. Bed Sheet / Quilt Cover b. Sheet Set (Piece Dyed, Denim), Duvet Cover c. Comforter Shell, Bed Skirt / Bed Ruffle, Side Bed Pocket d. Pillow Sham, Pillow Case, Decorated Pillow Shell e. Sofa Cover f. Table Cloth, Napkin g. Window Valance, Window Panel h. Apron, Pot Holder, Oven Glove

Window panel

Bed cover

Sofa cover
6. Pewarnaan & Finishing

Oven sarung tangan

Proses pewarnaan:

Pewarnaan Reactive Vat Disperse Sulphur Pigment

Finishing pie coating Peach Skin Mole Skin Wrinkle Free Calendar Chintz Teflon Fire Retardant Flat Finish Water Repellent Soil Release Easy care + Non-iron Finish

Terakreditasi Laboratorium Diakui oleh Mark Spencer & Nike Kapasitas Produksi: Lebih dari 2.500.000 meter / bulan Selesai lebar: Hingga 110 inci Bersertifikat dengan Oeko-Tex Standard 100, GOTS & IMO / Soil Association. 7. Bengkel a. Dalam bengkel memiliki: 1) Mesin bubut 2) Mesin bor 3) Mesin frais 4) Mesin skrap 5) 6) b. Fungsi bengkel terhadap perusahaan: 1) Berperan penting dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan mesin yang ada di dalam pabrik. Jadi tidak perlu diperbaiki diluar lingkup pabrik. 2) Bisa memperbaiki kerusakan-kerusakan kendaraan milik perusahaan maupun karyawan (truk, mobil, motor). c. Desain/layout bengkel

Ukuran ruangan bengkel: 10 x 20 x 4 meter Ventilasi/penghawaan: Ventilasi alam, dibantu dengan kipas. Warna dinding: Bagian atas cream, bagian bawah hitam (1,5 meter dari lantai) Atap: asbes

d. Perawatan mesin atau alat pada bengkel: Perawatan manual yang dilakukan oleh karyawan bengkel maupun pengecekan oleh kepala bagian bengkel. e. Kelebihan dan kekurangan pada bengkel Kelebihan: Mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mesin pabrik. Kekurangan: Tidak dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan yang di kategorikan parah. (hanya bisa memperbaiki kerusakan ringan)

Membutuhkan waktu yang relative lama dalam proses perbaikan. f. D. Disiplin Kerja Perusahaan Adapun disiplin kerja perusahaan meliputi: 1. Mulai Masuk pukul 08.00 WIB,istirahat pukul 12.00 WIB,dan pulang pukul 16.00 WIB. 2. Memakai seragam sesuai ketentuan : a. Untuk kariyawan kontrak memakai seragam atas putih,bawah hitam. b. Untuk kariyawan tetap memakai seragam bawah biru tua,atas biru muda. c. Untuk staf dan anginer memakai seragam bawah warna cream,atas warna putih. 3. Memeriksa kelengkapan peralatan yang akan di gunakan. 4. Selalu menjaga kebersihan,kerapian,dan keselamatan kerja. 5. Menjaga sensitifitas serta kerjasama antara pekerja lainnya. 6. Mentaati peraturan yang berlaku.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN

LAMPIRAN PT. Tyfountex Indonesia Solo

Wawancara dengan kepala bagian bengkel