Anda di halaman 1dari 12

RANCANG AN STANDAR

OPERASIONAL

PROSEDUR

MEDICAL TECHNOLOGIST RESEARCH COMMUNITY UNIT PELAKSANA TEKNIS BIDANG PENDIDIKAN HIMPUNAN MAHASISWA ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG 2011-2012

BAB I
PENDAHULUAN Pasal 1 Maksud dan Tujuan Maksud ditetapkan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung adalah untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan MRC dengan tujuan untuk memberikan gambaran program yang jelas sehingga mempermudah pelaksanaan program-program MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung dan terciptanya keselarasan gerak langkah pengurus dan anggota MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pasal 2 Landasan 1 2 Landasan Konstitusional : UUD 1945 Landasan Operasional : AD, ART KMJ, dan GBHO HIMA Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pasal 3 Penetapan dan Perubahan

SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung ditetapkan dalam Rapat Tahunan dan dilaksanakan oleh minimal dua pertiga pengurus dalam bentuk kegiatan.

Tiap

periode

kepengurusan

MRC

Analis

Kesehatan

Politeknik Kesehatan Bandung SOP ditinjau kembali untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

BAB II
VISI, MISI, dan STRATEGI Pasal 4 Visi Mengembangkan kualitas sumber daya manusia berbasis ilmiah, berwawasan luas, peka terhadap sesama dan lingkungan dengan berlandaskan pada Iman dan Taqwa (IMTAQ) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Pasal 5 Misi 1 2 3 Menjadikan MRC sebagai lembaga yang solid Menjalin silaturahmi dengan HIMA Bidang Pendidikan Meningkatkan pengetahuan 4 & kompetensi di mahasiswa bidang ilmiah dengan dengan dan Analis penerapannya

berlandaskan IMTAQ dan IPTEK Meningkatkan kekeluargaan 5 antar Kesehatan Bandung Mengoptimalkan peran MRC sebagai mediator dalam pengabdian masyarakat baik intra maupun ekstra kampus Pasal 6 Strategi silaturahmi, Civitas kebersamaan di kampus Akademika

Mengadakan kegiatan berkesinambungan yang dapat mempererat hubungan kerjasama seluruh pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung.

2 3 4 5 6

Bekerja sama dengan instansi lain dan masyarakat dalam mengadakan suatu kegiatan. Mengadakan studi banding dengan kampus lain guna meningkatkan pemahaman keorganisasian. Mengadakan pelatihan keorganisasian yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan kegiatan keorganisasian. Mengadakan informasi yang dapat meningkatkan wawasan mahasiswa Menciptakan kedisiplinan pada seluruh Civitas Akademika melalui 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).

BAB III
ARAHAN PROGRAM KERJA TAHUNAN Pasal 7 Program kerja Jangka Panjang 1. Menciptakan handal. 2. Membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan dapat mengabdikan diri pada masyarakat. Pasal 8 Jangka Pendek 1 2 3 Membentuk Sumber Daya Manusia yang berprestasi, disiplin dan dapat dijadikan teladan yang baik. Mengoptimalkan kaderisasi pengurus melalui kegiatan yang berkesinambungan kepada mahasiswa Analis Kesehatan. Mengoptimalkan kegiatan keorganisasian yang kontinyu kepada mahasiswa Analis Kesehatan. Pasal 9 Divisi-Divisi MRC terdiri dari beberapa Divisi yaitu: 1 Divisi Mikrobiologi generasi yang berwawasan dan berpengetahuan luas serta berjiwa kepemimpinan yang

2 3 4

Divisi Klinik Divisi Kimia Divisi Hematologi Pasal 10 Acuan dan Program Kerja Divisi ; ; ; Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa berkaitan dengan mata kuliah divisi yang terkait. Mengembangkan potensi ilmiah mahasiswa serta merealisaikannya dalam bentuk penelitian ilmiah. Mengadakan kegiatan yang bersifat penelitian yang berkerjasama dengan dosen-dosen terkait dan instansiinstansi yang berhubungan dengan mata kuliah. ; Mempublikasikan divisi terkait. ; Meningkatkan yang bersifat kesejahteraan mandiri, organisasi halal MRC dan analis dapat kesehatan polteknik kesehatan bandung melalui usaha sah, dipertanggungjawabkan untuk memperlancar kegiatan program kerja masing-masing divisi. dan mendokumentasikan setiap kegiatan MRC Analis Kesehatan Poltekkes Bandung sesuai

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI Ketua Jurusan Analis Kesehatan Sub. Sie Kemahasiswaan

Himpunan Mahasiswa Bidang Pendidikan Rapat Tahunan MRC Pengawas Ketua Dewan

Sekretaris I Bendahara I

Sekretaris II

Bendahara II

Divisi

Divisi

Divisi Media

Divisi

Pengembangan Ilmiah

Penelitian Ilmiah dan Riset

Informasi dan Komunikasi

Pelatihan Internal dan Dana Usaha

Keterangan : Garis Komando Garis Koordinasi Garis Pertanggungjawaban Garis Konsulta

BAB V
KEPENGURUSAN MRC ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG Pasal 11 Pengurus Harian Pengurus harian terdiri dari : 1 2 3 Ketua Biro Kesekretariatan Bendahara Pasal 12 Pengurus Operasional Pengurus Operasional terdiri dari : 1. Divisi Mikrobiologi 2. Divisi Klinik 3. Divisi Kimia 4. Divisi Hematologi

BAB VI
TUGAS-TUGAS POKOK PENGURUS Pasal 13 Ketua 1 2 3 4 5 6 7 Menyosialisasikan PO dan SOP kepada seluruh pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Menjalankan PO dan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Bertanggung jawab dalam memimpin laju geraknya organisasi MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pemegang kebijakan dalam keputusan-keputusan organisasi. Mengevaluasi kerja tiap-tiap divisi secara berkala. Memimpin rapat-rapat kepengurusan. Berkoordinasi dengan sekretaris, bendahara dan koordinator tiap-tiap divisi serta Bidang Pendidikan HIMA Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pasal 13 Sekretaris I 1 2 3 4 Menjalankan PO dan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Membantu ketua dalam bidang administrasi. Menangani surat keluar dan surat masuk. Menjalankan tugas ketua apabila ketua berhalangan.

Berkoordinasi dengan ketua, sekretaris II, Bendahara I dan Bendahara II, serta koordinator pengurus Divisi. Pasal 14 Sekretaris II

1 2 3 4

Menjalankan PO dan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Menginventarisasi kekayaan organisasi. Membuat notulen rapat. Berkoordinasi dengan sekretaris I.

Pasal 16 Bendahara 1 2 3 4 Menjalankan PO dan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Mengelola dan menangani keuangan organisasi atas persetujuan ketua. Mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan organisasi kepada ketua. Berkoordinasi dengan : a b c d Ketua Biro Kesekretariatan Bendahara Divisi Bendahara kepanitian setiap kegiatan persetujuan ketua. 5. Mengkoordinir uang iuran pengurus MRC Pasal 17 Divisi 1 2 3 Menjalankan PO dan SOP MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan. Koordinator tiap divisi berkoordinasi dengan : atas

a b

Ketua MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Biro kesekretariatan MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung.

c. Bendahara MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung dalam hal penggunaan keuangan serta mencatatnya. 3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kerja kepada ketua. 4. Setiap divisi mengadakan evaluasi secara berkala.

BAB VII
PEMILIHAN PENGURUS MRC ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG Pasal 18 Tata Tertib Pemilihan Pengurus MRC 1 Ketua MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung dipilih melalui musyawarah untuk mufakat dalam Rapat Tahunan MRC. 2 Organisasi 3 Peng urus dipilih dan ditetapkan sesuai dengan kriteria pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung yang telah disepakati sesuai Peraturan Organisasi. Pasal 19 Tata Cara Pemilihan Ketua dan Pembentukan Pengurus Pemilihan ketua dan pembentukan pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung, tahapan sebagai berikut : 1 2 3 Pencalonan Ketua Pernyataan pengurus demisioner Pemilihan Ketua dilaksanakan dengan Pemil ihan dan penetapan pengurus sesuai dengan Peraturan

4 5 6

Pengangkatan Ketua Pembentukan pengurus lengkap Pelantikan Ketua dan pengurus lengkap.

Pasal 20 Tata Cara Pencalonan Ketua 1 2 3 Kandidat Kriteria Organisasi Menyampaikan pernyataan kesediaan untuk dipilih menjadi ketua sebelum pemilihan ketua. ketua calon dipilih ketua oleh anggota MRC dalam Musyawarah dengan persetujuan Dewan Pengawas ditetapkan dalam Peraturan

BAB VIII
MUSYAWARAH Pasal 21 Rapat Tahunan Rapat Tahunan dilakukan sebagai : 1 2 3 Media pertanggungjawaban kepengurusan MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pembahasan dan penetapan Peraturan Organisasi, SOP, dan Struktur Keorganisasian Pemilihan dan penetapan ketua MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Pasal 22 Rapat Tahunan Luar Biasa 1 2 Anggota Rapat Tahunan Luar Biasa terdiri dari koordinator tiap-tiap divisi dan bila diperlukan ditambah Rapat Tahunan Luar Biasa dilakukan sesuai Peraturan Organisasi yang telah ditetapkan Pasal 23 Musyawarah Pengurus

Dilakukan mengevaluasi dilaksanakan

untuk kerja

mengkoordinasikan yang akan atau terdiri

dan telah dari

program

Anggota pengurus Bandung. MRC

musyawarah Analis

pengurus

Kesehatan

Politeknik

Kesehatan

Menentukan kebijakan-kebijakan program kerja MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung minimal 1 kali dalam 1 periode kepengurusan. Pasal 24 Rapat Pengurus Menentukan program kerja MRC Analis Kesehatan Politeknik

Kesehatan Bandung minimal untuk 1 periode. Pasal 25 Anggota Demisioner 1 ota Demisioner merupakan media konsultasi 2 Angg ota Demisioner berhak memberikan ide, saran, maupun kritik, sedangkan keputusan berada pada kebijakan ketua 3 diundang 4 ota Demisioner tidak mempunyai hak suara Angg pada musyawarah MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung. Angg ota Demisioner dapat hadir pada musyawarah tertentu jika Angg

BAB IX
PENUTUP Berhasilnya kegiatan MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung tergantung pada komitmen, sikap, mental, tekad, semangat, dan kedisiplinan seluruh pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung dalam melaksanakan program kerjanya. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan langkah awal bagi pengurus MRC Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung untuk mengoptimalkan kegiatan keorganisasian.