Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditandai dengan demam mendadak, pendarahan dikulit maupun dibagian tubuh lainnya yang dapat menimbulkan syok bahkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue dengan perantara nyamuk Aedea Agypti. (Krianto, 2009). Tentu mencegah selalu lebih baik daripada mengobati artinya kita perlu selalu waspada dengan keberadaan nyamuk penyebab demam berdarah. Nyamuk Aedes Agypti senang sekali tumbuh dan berkembang di genangan air yang bersih, seperti penampungan air, bak mandi, pot bunga, dan gelas. Mungkin tempat tempat tersebut pernah dikira sebagai lingkungan yang dipilih hewan ini. Oleh karena itu populasi nyamuk ini meningkat di musim hujan. (Satari, 2009) Penyakit demam berdarah di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1958 sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Mulai saat itu penyakit inipun menyebar luas kepenjuru Indonesia. Kejadian luar biasa (KLB) terjadi pada tahun 1998 dimana Departemen Kesehatan RI mencatat sebanyak 2.133 korban terjangkit penyakit ini dengan jumlah korban meninggal 1.414 jiwa. Demam berdarah banyak ditemukan didaerah tropis dan sub tropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam berdarah di tiap tahunnya. Word Health Organization (WHO) mencatat Negara Indonesia sebagai Negara

dengan

kasus

demam

berdarah

tertinggi

di

Asia

Tenggara..

(www.Datinkes.worpress.com.2010). Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia selama tahun 2009 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data sementara direktorat pengendalian penyakit bersumber binatang kementerian kesehatan, jumlah kasus dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2009 sebanyak 137.600 kasus dengan 1.170 kematian, sedangkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2008 sebanyak 126.600 kasus dengan 1.1784 kematian.

(http://www.pdpersi.co.id.2010). Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Utara pada tahun 2009 http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com berjumlah 3.210 penderita yang meninggal 38 orang, itu data yang terkumpul hingga http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com November daerah penderita terbanyak adalah .......... dengan 1.275 orang dan 10 http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com orang yang meninggal dunia. (www.google.2010).

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Ketika penulis PBL (Praktek Belajar Lapaangan) di Puskesmas .......... .......... pada tahun 2009 lalu, penulis pernah melihat masyarakat melaporkan bahwa didaerahnya ada yang menderita kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan berdasarkan data laporan sementara Puskesmas .......... .......... Tahun 2009, jumlah

penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dari bulan Januari November sebanyak 70 orang dan 3 orang yang meninggal. Pada tanggal 21 Januari 2011 penulis melakukan survey ke Puskesmas .......... ......... , jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) bertambah 5 orang di bulan Desember, jadi jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas .......... .......... pada tahun 2009 sebanyak 75 orang, dan masuk kedalam 10

penyakit terbesar di Puskesmas ini. (Sumber:data Laporan Puskesmas .......... 2009).

...........

Berdasarkan latar belakang diatas penulis berpendapat bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih tergolong tinggi di Puskesmas .......... ........... Maka

dari itu penulis tertarik melakukan penelitian Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011.. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com 1.3 Tujuan Penelitian http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com 1.3.1 Tujuan Umum 2011.

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... Kecamatan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011. 1.3.2 Tujuan Khusus Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang tanda atau gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... Kecamatan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011. 1. Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas .......... penyebabnya. ditinjau dari I I

2. Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas .......... pencegahannya. 3. Diketahuinya Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas .......... ditinjau dari pengobatannya. ditinjau dari

1.4 Manfaat Penelitian a. Bagi Masyarakat Sebagai masukan atau informasi untuk meningkatkan pengetahuan

masyarakat tentang Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Kecamatan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011. http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com b. Bagi Tenaga Kesehatan

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Dapat memberikan informasi tentang bagaimana Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Kerja Puskesmas .......... .......... 2011. . Perjuangan Wilayah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan 2.1.1 Defenisi Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu, pengindraan terjadi melalui panca indra manusia yaitu:indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

(Notoatamodjo, 2007, hal : 143). 2.1.2 Tingkat Pengetahuan http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com terbentuknya tindakan seseorang (over behavior) yang mempunyai 6 tingkatan yaitu : http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com 1. Tahu (Know)

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. 2. Memahami (Comprehention) memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjalaskan secara benar,orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan, contoh menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.

3. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan atau penggunaan hukum- hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. 4. Analisis(Analysis) Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek kedalam komponen komponen tetapi, masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. 5. Sintesis (Syntesis) http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com menghubungkan bagian bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru. http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com Dengan kata lain suatu kemampuan untuk menyusun formulasi dari

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
formulasi formulasi yang ada. 6. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria kriteria yang telah ada.

2.2 Demam Berdarah Dengue (DBD) 2.2.1 Defenisi Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang serius, penyakit ini mulanya lebih sering menyerang anak anak dibanding orang dewasa ataupun kaum remaja, tetapi kini sudah merata bisa menyerang siapa saja tanpa batasan usia. (Indrawan, 2007.Hal 11). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang dapat berakibat fatal. Dalam waktu yang relatif singkat, penyakit ini dapat merengut nyawa penderitanya jika tidak ditangani secepatnya. (Satari, dkk,2004.hal:2). 2.2.2 Tanda dan Gejala http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Tanda tanda demam berdarah adalah : http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com a. Mendadak seperti terserang demam panas yang sangat keras (suhu badan http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com meninggi antara 38 40 C) selama 2 5 hari.

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
b. Tampak bintik bintik merah pada kulit c. Perdarahan pada hidung (mimisan) d. Kadang kadang penderita muntah muntah atau berak darah dan kotorannya berwarna hitam pekat e. Perdarahan didalam lambung sering menyebabkan penderita tidak enak, atau nyeri dibagian ulu hati f. Tensi atau tekanan darahnya turun secara drastic, denyut nadinya menjadi cepat tetapi sangat lemah. (Indrawan,2007.hal 25)

Kriteria Diagnosis (WHO, 1997) a. Kriteria Klinis 1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas dan berlangsung terus menerus selama 2 7 hari. 2. Terdapat manifestasi perdarahan 3. Pembesaran hati 4. Syok b. Kriteria Laboratoris 1. Trombositopenia (< 100.000/mm2) 2. Hemokonsentrasi (Ht meningkat 20%) http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Seseorang dinyatakan menderita penyakit DBD bila terdapat minimal 2 http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com gejala klinis yang positif dan 1 hasil laboratorium yang positif http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com (Widoyono,2005,hal 63).

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
2.2.3 Penyebab (Etiologi) dan Penularan Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Agypti. Virus dengue berukuran 35 45 nm. Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang dalam tubuh manusia dan nyamuk. Nyamuk betina menyimpan virus tersebut pada telurnya. Nyamuk jantan akan menyimpan virus tersebut pada nyamuk betina tersebut akan menularkan virus ke manusia melalui gigitan. Selain itu nyamuk dapat mengambil virus dengue dari manusia yang mempunyai virus (viremia) tersebut. Virus masuk kedalam lambung nyamuk, selanjutnya virus memperbanyak diri dalam tubuh nyamuk dan menyebar ke seluruh

jaringan tubuh, termasuk kelenjar air liurnya, jika nyamuk yang tercemar ini menggigit orang sehat maka akan mengeluarkan air liurnya agar darah tidak membeku bersama air liurnya tersebut, virus ditularkan. Hanya nyamuk Aedes Aegypti betina yang menggigit dan menularkan virus dengue umumnya nyamuk ini menggigit di siang hari pukul 09.00 10.00Wib atau sore hari pukul 16.00-17.00Wib. nyamuk jenis ini senang berada di tempat yang gelap dan lembab, penampilan nyamuk ini sangat khas, yaitu memiliki bintik-bintik putih dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan nyamuk biasa.. pada malam hari nyamuk ini bersembunyi ditempat yang gelap atau diantara benda benda yang tergantung seperti baju atau tirai. http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Namun, tidak setiap gigitan nyamuk jenis ini dapat mengakibatkan demam http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com berdarah. Hanya nyamuk yang mengandung virus denguelah yang dapat http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com menimbulkan penyakit. Selain itu, virus dengue yang sudah masuk kedalam tubuhpun

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
tidak selalu dapat menimbulkan infeksi. Jika daya tahan tubuh cukup kuat maka dengan sendirinya virus tersebut dapat dilawan oleh tubuh. (Satari,dkk,2004,hal:3). Ciri ciri nyamuk Aedes Aegypti adalah : Sayap dan badannya belang belang atau bergaris garis putih. Berkembangbiak di air jernih yang tidak beralaskan tanah seperti : bak mandi, Wc, tempayan, drum dan barang barang yang menampung air seperti kaleng, ban bekas, pot tanaman air, tempat minum burung dan lain lain. Jarak terbang 100 m

Nyamuk betina bersifat multiple biters (menggigit beberapa orang karena sebelum nyamuk tersebut kenyang sudah berpindah tempat).

Tahan dalam suhu panas dan kelembaban tinggi (Widoyono,2005,hal:60).

2.2.4 Pencegahan Satu satunya upaya pencegahan yang perlu untuk segera dan selalu dilakukan adalah dengan cara mengadakan dan menggalakkan secara terus menerus pemberantasan vector atau penyebab dan pembawa virus penularnya. Perlu pula diketahui, nyamuk Aedes Aegypti berkembang melalui proses perubahan bentuk yang sempurna (metamorphose) yakni perubahan dari bentuk bentuk telur larva (jentik) pupa (kepompong) nyamuk baru / dewasa. http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Dan, proses perubahan bentuk itu terjadi didalam air jernih, khususnya ditempat http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com tempat penampungan air yang biasa digunakan sehari hari seperti air didalam http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com gentong, atau dalam bak mandi, atau juga pada genangan air, didalam barang

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
barang bekas yang dibuang sembarangan seperti pada ban ban mobil atau motor bekas, kaleng kaleng, botol botol dan sebagainya. Memberantas jentik sesungguhnya jauh lebih mudah daripada menyemprot nyamuknya. Karena kemampuan terbang nyamuk itu hanya sekitar 40 100 meter, maka pemberantasan dengan metode atau cara pengasapan (fogging) atau penyemprotan dengan menggunakan insektisida pada radius yang telah diketahui itu sesungguhnya memang cukup efektif dan dapat diandalkan. Namun, betapapun baiknya hasil dari usaha penyemprotan atau menjadi kurang efektif dan kurang berfungsi bila tidak diikuti dan ditindaklanjuti dengan

pemberantasan sarang sarang nyamuknya agar larva baru tidak akan mampu berkembangbiak. Menurut para ahli cara terbaik dan tepat untuk membasmi nyamuk itu adalah dengan memberantas pertumbuhan jentik jentik dan caranya adalah sebagai berikut: a. Bersihkan bak mandi, sedikitnya satu minggu sekali. b. Jangan pernah lupa untuk selalu menutup tempat penampungan air setelah mengambil air. c. Buanglah sampah sampah plastic dan kaleng kaleng atau botol botol yang dapat digenangi air hujan, terlebih baik lagi, bila sampah tersebut dibakar, ditanam atau dikubur didalam tanah. http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com d. Gantilah air didalam vas atau jambangan bunga, atau ditempat tempat http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com minum untuk hewan hewan peliharaan seperi misalnya pada air minum http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com untuk burung, atau air untuk perangkap semut (yang sering diletakkan di

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
kaki kaki lemari penyimpanan makanan) dan sebagainya, sedikitnya tiga hari sekali. e. Untuk memberantas jentik ditempat yang tidak mungkin dikuras, peliharalah ikan ikan kecil ditempat tersebut atau taburkan bubuk abate. f. Abatetasi (pemberian abate) tersebut diulang 2 3 bulan sekali 1 gram abate untuk kira kira 10 liter air (1 sendok makan peres berisi 10 gram). Tetapi program pemberantasan nyamuk DBD seperti diatas atau 3M (Mengubur, Menutup, dan Menguras) baru akan berfungsi apabila semua anggota masyarakat bersatu padu, berpartisipasi didalam pelaksanaan pemberantasannya. (Indrawan,2007,hal:47).

2.2.5 Pengobatan 2.2.5.1 Pertolongan Pertama Untuk dapat segera membawa penderita ke rumah sakit terkadang memang tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Banyak faktor yang mungkin akan menjadi penghalangnya. Maka untuk itulah diperlukan beberapa pertolongan pertama sebagai berikut antara lain : a. Berilah penderita minum air yang sebanyak banyaknya susu, air putih masak atau air mineral, air teh, atau minuman lainnya khususnya yang baik untuk mencegah agar penderita tidak akan mengalami dehidrasi (kekurangan zat cair tubuh). http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com b. Beri obat penurun panas atau kompres http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com c. Walau misalnya demamnya telah menurun, penderita tetap perlu segera http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com dibawah dan memeriksakannya ke dokter atau dibswah ke puskesmas atau

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
rumah sakit. d. Terlebih bila terlihat adanya gejala pre shock atau bila sampai mengalami renjatan / kejang kejang sebaikmya bahkan harus segera dibawah dan di rawat di rumah sakit (diopname). (Indrawan,2007.hal:29). 2.2.5.2 Bantuan Medis Seperti penyakit lain, penyakit DBD dapat disembuhkan dengan perawatan medis, perawatan medis yang pertama kali dilakukan adalah memberikan obat penurun demam dengan dosis ringan, biasanya jenis parasetamol. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan uji bendung dan pemeriksaan darah untuk mengetahui derajat kebocoran plasma dan jumlah trombosit penderita.

Tindakan medis lain, seperti infus melalui intra vena, pemberian tansfusi darah, dan antibiotik tidak perlu diberikan kecuali jika ada indikasi khusus sebaiknya anda mengetahui setiap tindakan yang diberikan dokter agar anda dapat memantau penderita. (Satari,dkk,2004,hal:18).

2.3 Masyarakat 2.3.1 Pengertian Masyarakat Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sesuatu system adaptasi tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com identitas bersama. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com 2.3.2 Ciri Ciri Masyarakat http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com a. Interaksi diantara sesame anggota masyarakat.

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
b. Menempati wilayah dengan batas batas tertentu. c. Saling tergantung satu dengan yang lainnya d. Memiliki adapt istiadat, kebudayaan tertentu. e. Memiliki identitas bersama 2.3.3 Ciri Ciri Masyarakat Sehat 1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat 2. Mengatasi masakah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan terutama untuk ibu dan anak.

3. Peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup 4. Peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat. 5. Penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit (Meilani,dkk,2009.hal:3).

2.4 Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com satu dengan konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Konsep adalah suatu abstraksi yang dibetuk dengan menggenetalisasikan http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com suatu pengertian. Oleh sebab itu, konsep tidak dapat diukur secara langsung agar

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
dapat diukur dan diamati, maka konsep tersebut harus dijabarkan ke dalam variabel variabel. (Notoatmodjo, 2005.hal 43). Berdasarkan uraian diatas peneliti membuat kerangka konsep pada penelitian ini sebagai berikut antara lain : Variabel Independen Pengetahuan : Tanda Dan Gejala Penyebab Pencegahan Pengobatan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Variabel Dependen

2.4.1 Variabel Independen Variabel independent adalah merupakan variabel sebab dan bebas

mempengaruhi variabel lain atau variabel dependen (variabel tergantung / yang dipengaruhi). 2.4.2 Variabel Dependen Variabel dependen adalah variabel akibat yang terikat, dan variabel ini dipengaruhi oleh variabel independent.

2.5 Defenisi Operasional 2.5.1 Tanda dan Gejala http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Tanda dan gejala adalah ciri yang menunjukkan tentang suatu materi yang http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com dibahas sehingga kita bisa lebih mengetahui dan mengenali materi tersebut. http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com Dalam hal ini pengetahuan yang diteliti adalah :

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Tahu Memahami 2.5.2 Penyebab Penyebab adalah pengaruh atau faktor yang menimbulkan sesuatu itu terjadi. Dalam hal ini pengetahuan yang diteliti adalah Tahu Memahami

2.5.3 Pencegahan Pencegahan adalah menghindari agar sesuatu hal itu tidak terjadi. Dalam hal ini pengetahuan yang diteliti adalah :

2.5.4

Tahu Memahami Aplikasi

Pengobatan Pengobatan adalah upaya penyembuhan setelah terjadi biasanya identik dengan penyakit. Dalam hal ini pengetahuan yang diteliti adalah Tahu Memahami aplikasi

2.5.5 Defenisi Batasan Operasional http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com a. Tahu adalah mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com b. Memahami adalah sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com tentang objel yang telah diketahui

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
c. Aplikasi adalah sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi rill (sebenarnya).

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Puskesmas .......... .......... 2011. Perjuangan Wilayah Kerja

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com 3.2.1 Lokasi Penelitian http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Penelitian dilakukan di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011.

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 26 April 2011 sampai selesai

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat yang ada di Kingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Perjuangan berjumlah 500 orang

3.3.2 Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi, tehnik pengambilan sampel dalam peneliitan ini adalah non random sampling dengan tehnik Accidental Sampling yaitu dilakukan dengan mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia. Menurut Arikunto (2002), bila total dari populasi lebih dari 100 orang maka pengambilan sampel 10% - 15% atau 20% - 25% dari total populasi, pada penelitian ini sampel yang diambil adalah 10% dari total populasi yaitu berjumlah 50 orang, dengan kriteria usia 14 tahun ke atas bisa membaca dan menulis.

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com 3.4 Instrumen Penelitian http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com adalah kuesioner dengan jumlah 20 pertanyaan yang berisi pengetahuan tentang
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Demam Berdarah Dengue (DBD), yang meliputi tanda atau gejala DBD, penyebab, pencegahan dan pengobatan DBD, pertanyaan tettutup dengan alternatif dua jawaban ( Ya / Tidak ), skala pengukuran, jawaban yang benar diberi nilai 1 dan bila jawaban salah diberi nilai 0 dan dimasukkan kedalam 3 kategori yakni baik, cukup dan kurang dengan kriteria yang ditentukan sebagai berikut : a. Untuk pengetahuan secara umum maksimal nilai 10 1. Nilai 1 11 : Kurang

2. Nilai 12 15 : Cukup 3. Nilai 16 20 : Baik

b. Untuk Pengetahuan tentang tanda atau gejala DBD, penyebab, pencegahan dan pengobatan DBD, masing masing maksimal nilai 5 1. Nilai 1 2 2. Nilai 3 3. Nilai 4 : Kurang : Cukup : Baik

3.5 Teknik Pengumpulan Data Sebelum dibagikan kuesioner terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang hal hal yang berhubungan dengan kuesioner. Setelah itu dibagikan kuesioner kepada masyarakat yang bersedia menjadi responden, kemudian setelah kuesioner tersebut http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com selesai di jawab oleh responden baru dikumpulkan kembali untuk diolah datanya. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Teknik pengolahan data ini dilakukan setelah pengumpulan data dengan maksud agar data data yang terkumpul lebih jelas. Adapun langkah langkah pengolahan data adalah sebagai berikut : a. Coding Upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan b. Coding Mengklasifikasikan jawaban jawaban dari para responden kedalam kategori dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing masing jawaban.

3.6 Teknik Pengolahan Data

c. Tabulating Mentabulasi hasil data yang diperoleh sesuai dengan item pertanyaan. (Setiadi, 2007).

3.7 Analisa Data Analisa data dilakukan dengan cara deskriptif dengan melihat persentase data yang terkumpul dan disajikan dalam tabel, kemudian dilakukan perbandingan dengan teori kepustakaan yang ada, dengan menggunakan rumus sebagai berikut : P= F N x 100%

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Keterangan : P Persentase http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com F Frekuensi jumlah jawaban yang http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com


http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com N Jumlah
Penentuan tingkat pengetahuan responden penilaian tentang sub variabel maupun variabel ke dalam kategori kualitatif sebagai berikut : a. Nilai 76 100% : Baik : Cukup : Kurang

b. Nilai 56 75% c. Nilai 40 55% (Machfoedz, 2009 : 127).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian Penelitian Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... 2011. Penelitian yang telah dilakukan yaitu berdasarkan pengetahuan masyarakat tentang tanda atau gejala DBD, pencegahan, penyebab dan pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD), hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Tabel 4.1.1 http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Secara Umum Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Perjuangan http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com Wilayah Kerja Puskesmas .......... No 1 2 3 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah April 2011. Frekuensi 32 9 9 50 Persentase (%) 64 18 18 100% I Kecamatan ..........

Dari tabel 4.1.1 diatas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah Dengue mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 32 orang (63%), cukup sebanyak 9 orang (18%) dan yang berpengetahuan kurang 2 orang (18%) dari 50 responden.

Tabel 4.1.2 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Secara Umum Tentang Tanda (Gejala) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kec. .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... April 2011. No 1 2 3 Tanda (Gejala) DBD Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 30 7 4 50 Persentase (%) 78 14 8 100%

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com (gejala) Demam Berdarah Dengue (DBD), masyoritas berpengetahuan baik sebanyak 30 (78%), cukup sebanyak 7 ((14%) dan berpengetahuan http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com kurang sebanyak 4 (4%) 50 http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Dari tabel 4.1.2 diatas bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang tanda

Tabel 4.1.3 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Secara Umum Tentang Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kec. .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... April 2011. No 1 2 3 Penyebab DBD Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 38 6 6 50 Persentase (%) 76 12 12 100%

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Demam Berdarah Dengue (DBD) mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 38 orang http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com (76%), sukup sebanyak 6 orang (12%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 6 http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com orang (12%) dari 50 responden.
Dari tabel 4.1.3 diatas bahwa pengetahuan masyarakat tentang penyebab

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Tabel 4.1.4 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Secara Umum Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kec. .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... April 2011. No 1 2 3 Pencegahan DBD Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 30 12 8 50 Persentase (%) 60 24 16 100%

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Demam Berdatah Dengue (DBD) mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 30 orang http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com (60%), cukup sebanyak 12 orang (24%) dan minoritas berpengetahuan kurang http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com sebanyak 8 orang (16%) dari 50 responden.
Dari tabel 4.1.4 diatas bahwa pengetahuan masyarakat tentang pencegahan

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Tabel 4.1.5 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Secara Umum Tentang Pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kec. .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... April 2011. No 1 2 3 Pengobatan DBD Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 27 9 14 50 Persentase (%) 54 18 28 100%

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Demam Berdarah Dengue (DBD), mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 27 orang http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com (54%), kurang sebanyak 14 orang (28%), dan minoritas berpengetahuan cukup http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com sebanyak 9 orang (18%), dari 50 responden.
Dari tabel 4.1.5 diatas bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengobatan

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lingkungan III Kelurahan .......... I Kecamatan .......... Perjuangan Wilayah Kerja Puskesmas .......... .......... yang telah dilakukan pada tanggal 26 April 30 April 2011., maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com


http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

DAFTAR PUSTAKA

Ariawan Iwan, 1998. Besar dan Metode Sampel pada Penelitian Kesehatan. Fakultas kesehatan Masyarakat UI. Universitas Indonesia. Jakarta. Arikunto Suharsini, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Rineke Cipta, Jakarta. Azwar, Azrul, 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara, Jakarta. Chin James, Kandun I Nyoman, 2000. Manual Pemberantasan Penyakit Menular Edisi 17. Jakarta. Depkes R.I. 2001, Modul Dasar Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Ahli, Direktorat Promosi Kesehatan Tahun 2001, Jakarta. __________, 2002, Profil Kesehatan Indonesia 2001, Jakarta. http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com __________, 2004, Pedoman Ekologi Dan Aspek Perilaku Vektor, Jakarta. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com __________, 2004, Kejadian luar biasa DBD di Indonesia, Warta DBD, Jakarta. http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com __________, 2005, Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia, Jakarta. http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com __________, 2006, Berita Epidemiologi, Jakarta. __________, 2007, Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Oleh Juru Pemantau Jentik, Jakarta. __________, 2008, Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Gorontalo, Tahun 2007, Jakarta. __________, 2008, Kepmenkes Nomor 585 / Menkes / SK / V /2007, Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas, Tahun 2008, Jakarta.. Dikes Kota Gorontalo, 2009. Data Program P2 DBD. Bidang P2-PL, Gorontalo. __________, 2007. Buletin Epidemiologi Edisi Kedua. Gorontalo. Dikes Provinsi Gorontalo, 2009. Data Program P2 DBD. Subdin P2-PL. Gorontalo

Fathoni Abdurrahmat, 2005. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Rineke Cipta. Jakarta Format Proposal dan Sistimatika Penulisan Skripsi, 2008, Universitas Gorontalo. Muh.Ikbal, 2004. Trend Epidemilogi Penyakit DBD Di Daerah Endemis Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Periode 1999-2008, Unhas, Makassar Noor Nasry, 2002. Pengantar Epidemilogi Penyakit Menular, Rineke Cipta. Jakarta _________, 2004. Epidemilogi, Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (Lephas). Makassar. Oko Boby, 2008. Analisis Fungsi Manajemen Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Gorontalo, Pasca Sarjana, Unhas, Makassar. Pedoman Penulisan Skripsi, 2008, Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com Kesehatan Masyarakat UG. Gorontalo. Puskesmas Limba B, 2009, Data Program P2 DBD. Gorontalo. http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com Santoso, Singgih, Statistik Deskriptif: Konsep dan Aplikasi dengan Microsoft excel http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com dan SPSS, PT. Andi, Yogyakarta, 2003

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Slamet, J, S., 2000, Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada University Press, Cetakan Pertama. Sugiono, 2007. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatatif, Alfabeta. Bandung. Sujudi, 1994, Mikrobiologi Kedokteran, FKUI, Jakarta: Binarupa Aksara, 1994