Anda di halaman 1dari 3

Alur Pelaporan Penyakit Demam Berdarah Dengue a.

1) Pelaporan Rutin Pelaporan dari unit pelayanan kesehatan (selain puskesmas) Setiap unit pelayanan kesehatan yang menemukan tersangka atau penderita DBD wajib segera melaporkannya ke dinas kesehatan kabupaten / kota setempat selambat lambatnya dalam 24 jam dengan tembusan ke puskesmas wilayah tempat tinggal penderita. Laporan tersangka DBD merupakan laporan yang dipergunakan untuk tindakan kewaspadaan dan tindak lanjut penanggulangannya juga merupakan laporan yang dipergunakan sebagai laporan kasus yang diteruskan secara berjenjang dari puskesmas sampai pusat. Formulir yang digunakan adalah formulir kewaspadaan dini RS (KD/RS-DBD), dan formulir rekapitulasi penderita DBD per bulan (DP-DBD/RS). 2) Pelaporan dari puskesmas ke dinas kesehatan kabupaten / kota 3) Menggunakan formulir KD/RS-DBD untuk pelaporan kasus DBD dalam 24 jam setelah diagnosis ditegakkan Menggunakan formulir DP-DBD sebagai data dasar perorangan DBD yang dilaporkan perbulan Menggunakan formulir K-DBD sebagai laporan bulanan Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB Menggunakan formulir W1 bila terjadi KLB

Pelaporan dari dinas kesehatan kabupaten / kota ke dinas kesehatan provinsi Menggunakan formulir DP-DBD sebagai data dasar perorangan DBD yang dilaporkan perbulan Menggunakan formulir K-DBD sebagai laporan bulanan Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB Menggunakan formulir W1 bila terjadi KLB

4)

Pelaporan dari dinas kesehatan provinsi ke Ditjen PP & PL Menggunakan formulir DP-DBD sebagai data dasar perorangan DBD yang dilaporkan perbulan

Menggunakan formulir K-DBD sebagai laporan bulanan Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB Menggunakan formulir W1 bila terjadi KLB

b. 1)

Pelaporan dalam situasi kejadian luar biasa Pelaporan oleh unit pelayanan kesehatan (selain puskesmas) Menggunakan formulir W1 Pelaporan dengan formulir DP-DBD ditingkatkan frekuensinya menjadi mingguan atau harian Pelaporan dengan formulir KD/RS-DBD tetap dilaksanakan

2)

Pelaporan dari puskesmas ke dinas kesehatan kabupaten / kota Menggunakan formulir W1 Menggunakan formulir KD/RS-DBD untuk pelaporan kasus DBD dalam 24 jam setelah diagnosis ditegakkan Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB

3)

Pelaporan dari dinas kesehatan kabupaten / kota ke dinas kesehatan provinsi Menggunakan formulir W1 Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB

4)

Pelaporan dari dinas kesehatan provinsi ke Ditjen PP & PL Menggunakan formulir W1 Menggunakan formulir W2-DBD sebagai laporan mingguan KLB

c.

Umpan balik pelaporan Umpan balik pelaporan perlu dilaksanakan guna meningkatkan kualitas dan memelihara kesinambungan pelaporan, kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan serta analisis terhadap laporan. Frekuensi umpan balik oleh masing masing tingkat administrasi dilaksanakan setiap tiga bulan, minimal dua kali dalam setahun.