Anda di halaman 1dari 41

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

KARYA TULIS MATERI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN PAF NGANJUK

DAFTAR ISI

1 Ketauladanan Luqman Dalam Mendidik Anak Nihayatul Laili Yuhana, SQ. M.Pdi

2

2 Keutamaan Birrul Walidain Diah Pianawati

7

3 Keluarga Berencana ( Kb) Menurut Al- Qur’an Dan Pandangan Para Ulama Rifatur Rohmah, S.Sos.I

14

4 Makna Birrul Walidain Sinasan, S.Pd.I

19

5 Membentengi Diri Dan Keluarga Dari Bahaya Hiv/Aids Dan Narkoba Adib Abd Haris

22

6 Doa Sebagai Upaya Memperkokoh Rumah Tangga Sakinah Dengan Dzuriyatan Thoyibah Muh. Choirus Shalihin S.Ag

29

7 Berbakti Kepada Orang Tua Yang Telah Meninggal W Wahyudin Santoso S.Ag

33

8 Kelanggengan Sebuah Rumah Tangga Ifayatul masluchah

37

1

1

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

KETAULADANAN LUQMAN DALAM MENDIDIK ANAK

Oleh : Nihayatul Laili Yuhana, SQ. M.Pdi

A. Anak Adalah Amanah

Memiliki anak adalah suatu keinginan yang sangat diidam idamkan bagi setiap

keluarga. Apalagi jikalau anak tersebut tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang

diharapkan oleh kedua orang tuanya. Orang tua akan merasa hidup menjadi sempurna

seiring dengan kelahiran putra putrinya. Kebahagiaan yang dianugerahkan oleh Allah

SWT tersebut bagi orang yang beriman harus disyukuri dengan cara selalu

mengarahkan buah hatinya kejalan yang baik. Memberi nilai nilai akhlak untuk

menghiasi prilakunya sehingga memiliki keluhuran budi. Memberi motifasi untuk selalu

giat dalam mencari ilmu agar memiliki derajat mulia dengan pengetahuanya.

Anak adalah amanah Allah SWT yang diberikan kepada setiap orang tua.

Artinya baik dan buruk perbuatan anak pasti kelak diakhirat akan dimintai pertanggung

jawaban. Anak bukan hanya sekedar untuk kebanggaan didunia layaknya kaum

jahiliyah. Bukan untuk menunjukkan kepada dunia betapa seseorang menjadi manusia

normal ditinjau dari riwayat medisnya. Juga bukan untuk menunjukkan kekuatan

ekonominya dengan memberi nafkah kepada banyak anak. Bukan pula untuk

kesombongan.

Amanah menurut Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud al-baghowi dalam

kitab Mualimut Tanzil memiliki kesamaan dalam memaknai “ Amanah” dengan Abu

Ja’far at-Thobari dalam Jamiul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an. Kedua tokoh itu memaknai

Amanah dengan

هدﺎﺒﻋ ﻰﻠﻋ ﷲا ﺎﮭﺿﺮﻓ ﻲﺘﻟا ﺾﺋاﺮﻔﻟاو ﺔﻋﺎﻄﻟا ﺔﻧﺎﻣﻷﺎﺑ دارأ

Yang dimaksud dengan amanah adalah sebuah ketaatan dan kewajiban kewajiban yang dibebankan Allah SWT terhadap seluruh hamba-Nya.

Dari sini bisa dipahami bahwa tanggung jawab orang tua terhadap anak

merupakan suatu bentuk ketaatan, penghambaan manusia terhadap Allah SWT. Adapun

realisasi dari ketaatan itu timbulnya konsekuensi sebuah kewajiban kewajiban yang

harus dipenuhi oleh orang tua tersebut selaku hamba yang beriman.

kewenangan dengan menggunakan segala

upaya dan cara untuk menghantarkan anak menuju keberhasilan dalam kehidupan dunia

Oleh karena itu orang tua memiliki

2

2

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

dan akhirat. Sehingga anak tidak sampai menjadi anak durhaka baik kepada orang tua

maupun durhaka kepada Allah SWT.

B. Kewajiban Orang Tua

Dalam menghantarkan anak tumbuh menjadi manusia shalih, orang tua

memerlukan komitmen dan ekstra hati hati. Pengaruh kawan, lingkungan sekolah dan

likungan tempat tinggal begitu cepat merasuk dalam pikiran dan pemahamannya. Oleh

karena itu peran orang tua sangat urgent dalam mengawal perkembangan dan

pertumbuhan anak anaknya. Al-Quran dan Al-Hadist telah menguraikan beberapa

kewajiban orang tua terhadap anaknya dalam bentuk perintah secara langsung maupun

dengan mengemukakan ketauladanan dari para nabi dan hamba hamba yang shalih.

Adapun Kewajiban kewajiban orang tua tersebut adalah :

1. Menanamkan Aqidah

Penanaman aqidah kedalam diri anak merupakan sesuatu yang sangat

penting. Pencapaian status mulia ini perlu diupayakan dengan sekuat tenaga oleh para

orang tua. Allah SWT telah menetapkan kontruksi dasar dalam membentuk jiwa iman

kepada anak sebagaimana kisah Luqman dalam surat al-Luqman (31):13 yang

berbunyi :

ٌﻢْﻠُﻈَﻟ َكْﺮﱢﺸﻟا نِإ ِﷲﺎِﺑ ْكِﺮْﺸُﺗ َﻻ ﱠﻲَﻨُﺑ ﺎَﯾ ُﮫُﻈِﻌَﯾ َﻮُھَو ِﮫِﻨْﺑﻻُِنﺎَﻤْﻘُﻟ َلﺎَﻗ ْذِإَو ٌﻢْﯿِﻈَﻋ

Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya pada waktu ia memberinya pelajaran, "Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar merupakan kezaliman yang besar.

Aqidah merupakan suatu keyakinan atau keimanan yang teguh dan

bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban yang dibebankan

Allah kepada manusia serta bertauhid dan taat kepada-Nya dalam segala keadaan.

a. Pentingnya Penanaman Aqidah dalam Jiwa Anak

Penanaman aqidah merupakan suatu komitmen yang menjadi harga mati

bagi orang tua yang beriman. Orang tua yang tidak menanamkan aqidah untuk

bertauhid kepada Allah SWT sama dengan memformat anaknya pada status

kehinaan dan status kerendahan. Akidah merupakan penentu status manusia,

tergolong sebagai orang Mukmin atau kafir. Seseorang yang mengingkari akan

adanya wujud dan keberadaan Allah SWT maka dikatagorikan kafir. Sedangkan

orang kafir hanya akan menempati neraka. (QS al-Bayyinah (98):6), amalnya tidak

dinilai pada hari kiamat kelak (QS al-Kahfi (18): 105). Semua amalnya pun

terhapus dan sia-sia, baik di dunia maupun di akhirat (QS al-Baqarah (2): 217; QS

3

3

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

at-Taubah (9):69), amalnya laksana debu yang diterbangkan (QS al-Furqan (25):

23).

Oleh karena itu target dari orang tua adalah memberi pengertian terhadap

anak bahwa semua amaliyah manusia dan perbaikan amal perbuatan tanpa

didahului dengan penerimaan pada akidah yang benar tidak akan berguna. Adapun

pembuktian keimanan bagi orang muslim adalah dengan pengucapan syahadat

tauhid dan syahadat rasul. Dengan begitu pembiasan secara kontinyu dari orang

tua untuk mengucapkan dan memahami kalimat tauhid kepada anak agar

teraplikasi dalam segala aktifitas kehidupan anak harus dioptimalisasikan.

Sebagaima sabda nabi saw. pernah bersabda:

ُﷲا ﱠﻻِإ َﮫَﻟِإ َﻻ ٍﺔَﻤِﻠَﻛ َلﱠوَأ ْﻢُﻜَﻧﺎَﯿْﺒِﺻ اْﻮُﺤَﺘْﻓِا

Ajarkan kalimat Lâ ilaha illâ Allâh kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama. (HR al-Hakim).

a. Metode Penyampaian Luqmah dalam Menanamkan Aqidah

Dalam ayat diatas, tersirat adanya suatu metode yang dilakukan dengan

sangat hati hati oleh Luqman dalam menanamkan aqidah terhadap putranya. Kata

ya‘idh dalam lafadz wa huwa ya‘idhuh, berasal dari al-wa‘dh atau al-‘idhah yang

berarti mengingatkan kebaikan dengan ungkapan halus yang bisa melunakkan hati.

Sedangkan redaksi tasghîr dalam lafadz "ya bunayya" bukan digunakan

untuk mengecilkan atau merendahkan anak. Akan tetapi panggilan tersebut justru

menunjukan penuhnya rasa cinta dan kasih sayang. Sehingga dengan panggilan

itu, diharapkan nasihat yang disampaikan oleh orang tua akan lebih mudah

diterima.

Oleh karena itu, dalam menanamkan aqidah kepada anak diperlukan

pendekatan lahiriyah dan bathiniyah, agar keimanan anak bisa terpatri dengan

kuat. Peng-Esa-an terhadap Allah SWT harus menjadi sikap mental dan prilaku

sehingga tidak ada keraguan bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta yang wajib

disembah dan tidak ada yang bisa disetarakan atau disejajarkan dengan-Nya

didunia ini. Bahkan dilarangnya perbuatan syirik disebutkan sebagai ke-dzaliman(

aniaya) yang artinya menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Perbuatan syirik di ungkap sebagai adh-dhulmn karena Sang Pencipta

disetarakan dengan ciptaan-Nya. Menyembah makhluk berarti membuat rival dan

mensejajarkan Allah SWT sehingga perbuatan syirik oleh al-Quran disebut dengan

perbuatan aniaya atau adh-dhulmn dan kesesatan yang nyata (QS. Saba’ [34]: 24),

(QS. an-Nisa' [4]: 116).

4

4

2. Mengajari Akhlak

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Akhlak bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang luhur dan mulia.

Seseorang muslim yang berakhlak mulia senantiasa bertingkah laku terpuji, baik

ketika berhubungan dengan Allah SWT, dengan sesama manusia, makhluk lainnya

serta dengan alam lingkungan. Oleh karena itu, perwujudan dari pribadi muslim

yang luhur berupa tindakan nyata menjadi tujuan dalam aqidah akhlak.

Pailot proyek kerasulan nabi Muhammad adalah pembentukkan pribadi

pribadi yang bermoral. Ahklak itu sendiri menjadi marcu suar dari perjuangan

baginda nabi Muhammad saw. Manusia sebagai hamba yang sempurna dalam kaca

mata agama jikalau memiliki keseimbangan personal dalam menjalin hubungan

vertikal dan horizontal. Sikap mental dan pengaktualisasian amal tersebut akan

mendarah daging pada jiwa seseorang jikalau para orang tua sejak dini mampu

menanamkan nilai nilai spiritual tersebut.

Luqman sebagai hamba yang shalih dalam al-Quran digambarkan sebagai

manusia yang pantas ditauladani dalam mendidik seorang anak. Luqman mampu

mengaktualisasikan nilai religi dalam menghiasi kepribadian putranya dengan akhlak

terpuji. Luqman mampu membentuk karakter anak dengan cara menggabungkan

antara nasihat dan pengarahan yang santun. Mampu mewujudkan anak

berkepribadian penuh totalitas dalam kapasitas manusia sebagai hamba. Membentuk

pribadi yang tau dan mengerti bagaimana seharusnya manusia bersikap, berakhlak

kepada tuhannya dalam balutan Hablun Minallah. Membentuk kepribadian yang

memiliki akhlak untuk menghargai dirinya dengan ketahanan mental selaku insan

yang bertaqwa. Membentuk pribadi yang berakhlak dalam interaksi sosial terhadap

sesama manusia. Semua diurai sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-

Luqman (31):16-18 yang berbunyi :

ِتاَوﺎَﻤﱠﺴﻟا ﻲِﻓ ْوَأ ٍةَﺮْﺨَﺻ ﻲِﻓ ْﻦُﻜَﺘَﻓ ٍلَدْﺮَﺧ ْﻦِﻣ ٍﺔﱠﺒَﺣ َلﺎَﻘْﺜِﻣ ُﻚَﺗ ْنِإ ﺎَﮭﱠﻧِإ ﱠﻲَﻨُﺑ ﺎﯾَ َةﺎَﻠﱠﺼﻟا ِﻢِﻗَأ ﱠﻲَﻨُﺑ ﺎَﯾ (16) ٌﺮﯿِﺒَﺧ ٌﻒﯿِﻄَﻟ َﮫﱠﻠﻟا ﱠنِإ ُﮫﱠﻠﻟا ﺎَﮭِﺑ ِتْﺄَﯾ ِضْرَﺄْﻟا ﻲِﻓ ْوَأ ِمْﺰَﻋ ْﻦِﻣ َﻚِﻟَذ ﱠنِإ َﻚَﺑﺎَﺻَأ ﺎَﻣ ﻰَﻠَﻋ ْﺮِﺒْﺻاَو ِﺮَﻜْﻨُﻤْﻟا ِﻦَﻋ َﮫْﻧاَو ِفوُﺮْﻌَﻤْﻟﺎِﺑ ْﺮُﻣْأَو ﺎَﻟ َﮫﱠﻠﻟا ﱠنِإ ﺎًﺣَﺮَﻣ ِضْرَﺄْﻟا ﻲِﻓ ِﺶْﻤَﺗ ﺎَﻟَو ِسﺎﱠﻨﻠِﻟ َكﱠﺪَﺧ ْﺮﱢﻌَﺼُﺗ ﺎَﻟَو (17) ِرﻮُﻣُﺄْﻟا ﱠنِإ َﻚِﺗْﻮَﺻ ْﻦِﻣ ْﺾُﻀْﻏاَو َﻚِﯿْﺸَﻣ ﻲِﻓ ْﺪِﺼْﻗاَو (18) ٍرﻮُﺨَﻓ ٍلﺎَﺘْﺨُﻣ ﱠﻞُﻛ ﱡﺐِﺤُﯾ (19) ِﺮﯿِﻤَﺤْﻟا ُتْﻮَﺼَﻟ ِتاَﻮْﺻَﺄْﻟا َﺮَﻜْﻧَأ

Luar biasanya Luqman dalam memformat kepribadian putranya untuk

memperoleh kemulian dunia akhirat. Dari ayat 17 diatas diuraikan kebijakan orang

tua dengan mendidik anak untuk merealisasikan keimanan dengan tunduk patuh

terhadap aturan Ilahi sebagai hamba dengan menjalankan sholat. Hal tersebut

5

5

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

berfungsi untuk membangun jalinan hubugan antara manusia sebagai makhluk

dengan al-Kholik ( sang Pencipta).

Adapun penjagaan fitrah untuk menjadi manusia sebagai makhluk sosial,

telah diajarkan Luqman kepada putranya. Sebagaimana yang disabdakan rasul bahwa

sebaik baik manusia jikalau mampu memberi kontribusi manfaat terhadap sesama

makhluk. Perintah melakukan amar makruf nahi mungkar adalah bukti nyata dari

penanaman akhlak tentang pentingnya jalinan hubungan antara manusia dengan

sesamanya

Sedangkan ketahanan mental selaku makhluk individu juga diajarkan

Luqman terhadap putranya. Meneguhkan sifat sabar dalam jiwa merupakan bentuk

akhlak untuk keharmonisan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Bahkan

nasihat untuk tidak berlaku congkak dan keluhuran budi untuk menyederhanakan

langkah dan melunakkan suara juga menjadi prioritas pendidikan.

Dengan demikian tanggung jawab orang tua yang ditauladankan Luqman

menjadi acuan penting bagi para orang tua dalam menghantarkan putra putrinya

menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

6

6

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN

Oleh : Diah Pianawati

Berbakti kepada kedua orang tua atau dalam bahasa arab Birrul walidain adalah

ibadah yang sangat mulia. Berbakti dan berbuat baik terhadap keduanya tidaklah terbatas

semasa hidupnya saja, setelah meninggalnya pun kewajiban birrul walidain tidaklah

terputus dan tetap harus diamalkan.

Kewajiban seorang anak berbakti kepada orang tua yang islam ajarkan merupakan

salah satu bukti upaya pemuliaan tersebut. Bahkan keridhoan Allah, Zat yang

menggenggam dan mengatur kehidupan ini, yang berkuasa tehadap segala sesuatu di dunia

dan akherat, tergatung ridho orang tua. Hal ini jelas bentuk pemuliaan kepada orang tua

yang Islam ajarkan.

Sungguh, hak kedua orang tua sangatlah besar yang harus tertunaikan oleh anak-

anaknya, dan keutamaan berbakti terhadap keduanya tidaklah terhitung dan tidak terbatas

adanya. Kecintaan terhadap keduanya dari anak-anaknya adalah sebenar-benarnya cinta,

dan nasihat keduanya adalah semanfaat-manfaatnya sebuah nasihat. Diriwayatkan dari

‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

،ﺎَﮭِﺘْﻗَو ﻰَﻠَﻋ ُةَﻼَّﺼﻟَا :َلﺎَﻗ ؟ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﷲا ﻰَﻟِإ ُّﺐَﺣَأ ِﻞَﻤَﻌْﻟا ُّيَأ ِﷲا ِﻞْﯿِﺒَﺳ ِﻲﻓ ُدﺎَﮭِﺠْﻟَا :َلﺎَﻗ ؟ٌّيَأ َّﻢُﺛ :ُﺖْﻠُﻗ ،ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟا ُّﺮِﺑ :َلﺎَﻗ ؟ٌّيأ َّﻢُﺛ :ُﺖْﻠُﻗ

“Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala? Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya, “kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan jalan Allah.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al- Bukhari, II/9 Fat-h dan Muslim, no. 85).

Apabila seorang muslim hendak melakukan berbagai macam amal ketaatan sesuai

dengan kemampuannya, maka hendaklah ia mendahulukan amalan-amalan yang paling

utama untuk dikerjakan, di antaranya adalah birrul walidain. Hadits yang mulia ini

menunjukkan bahwa bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya akan menjadi sebab

datangnya kecintaan Allah kepadanya. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa birrul

walidain harus didahulukan dari pada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’a la. Firman

Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang artinya:

ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِإ ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟﺎِﺑَو ﺎًﺌْﯿَﺷ ِﮫِﺑ اﻮُﻛِﺮْﺸُﺗ ﺎَﻟَو َﮫﱠﻠﻟا اوُﺪُﺒْﻋاَو

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”. (An Nisa’ : 36).

7

7

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah

disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah

dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan

(kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِإ ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟﺎِﺑَو ُهﺎﱠﯾِإ ﺎﱠﻟِإ اوُﺪُﺒْﻌَﺗ ﺎﱠﻟَأ َﻚﱡﺑَر ﻰَﻀَﻗَو

(artinya): “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al Isra’: 23).

Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al

Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Berkata Asy Syaukaniy:

“Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah

untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar

haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini

adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

ﻲِﻓ ُﮫُﻟﺎَﺼِﻓَو ٍﻦْھَو ﻰَﻠَﻋ ﺎًﻨْھَو ُﮫﱡﻣُأ ُﮫْﺘَﻠَﻤَﺣ ِﮫْﯾَﺪِﻟاَﻮِﺑ َنﺎَﺴْﻧِﺈْﻟا ﺎَﻨْﯿﱠﺻَوَو ُﺮﯿِﺼَﻤْﻟا ﱠﻲَﻟِإ َﻚْﯾَﺪِﻟاَﻮِﻟَو ﻲِﻟ ْﺮُﻜْﺷا ِنَأ ِﻦْﯿَﻣﺎَﻋ

(artinya): “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).

Perlu ditegaskan kembali, bahwa birrul waalidain (berbakti kepada kedua orang

tua), lebih dari sekadar berbuat ihsan (baik) kepada keduanya. Namun birrul walidain

memiliki nilai-nilai tambah yang semakin ‘melejitkan’ makna kebaikan tersebut, sehingga

menjadi sebuah ‘bakti’. Dan sekali lagi, bakti itu sendiripun bukanlah balasan yang setara

untuk dapat mengimbangi kebaikan orang tua. Namun setidaknya, sudah dapat

menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur.

Imam An-Nawaawi menjelaskan, “Arti birrul waalidain yaitu berbuat baik terhadap

kedua orang tua, bersikap baik kepada keduanya, melakukan berbagai hal yang dapat

membuat mereka bergembira, serta berbuat baik kepada teman-teman mereka.”

Al-Imam Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa birrul waalidain atau bakti kepada orang

tua, hanya dapat direalisasikan dengan memenuhi tiga bentuk kewajiban:Pertama: Menaati

segala perintah orang tua, kecuali dalam maksiat.Kedua: Menjaga amanah harta yang

dititipkan orang tua, atau diberikan oleh orang tua.

8

8

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Ketiga: Membantu atau menolong orang tua, bila mereka membutuhkan.

ﺎَﻤُھُﺪَﺣَأ َﺮَﺒِﻜْﻟا َكَﺪْﻨِﻋ َّﻦَﻐُﻠْﺒَﯾ ﺎَّﻣِإ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِإ ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟﺎِﺑَو ُهﺎَّﯾِإ ﺎَّﻟِإ اوُﺪُﺒْﻌَﺗ ﺎَّﻟَأ َﻚُّﺑَر ﻰَﻀَﻗَو ْﺾِﻔْﺧاَو (23) ﺎًﻤﯾِﺮَﻛ ﺎًﻟْﻮَﻗ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻗَو ﺎَﻤُھْﺮَﮭْﻨَﺗ ﺎَﻟَو ٍّفُأ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﺎَﻠَﻓ ﺎَﻤُھﺎَﻠِﻛ ْوَأ (24) اًﺮﯿِﻐَﺻ ﻲِﻧﺎَﯿَّﺑَر ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﮭْﻤَﺣْرا ِّبَر ْﻞُﻗَو ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟا َﻦِﻣ ِّلُّﺬﻟا َحﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﮭَﻟ

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra: 23-24)

Ini adalah perintah untuk mengesakan Sesembahan, setelah sebelumnya

disampaikan larangan syirik. Ini adalah perintah yang diungkapkan dengan kata qadha yang

artinya menakdirkan. Jadi, ini adalah perintah pasti, sepasti qadha Allah. Kata qadha

memberi kesan penegasan terhadap perintah, selain makna pembatasan yang ditunjukkan

oleh kalimat larangan yang disusul dengan pengecualian: “Supaya kamu jangan

menyembah selain Dia…” Dari suasana ungkapan ini tampak jelas naungan penegasan dan

pemantapan.

Jadi, setelah fondasi diletakkan dan dasar-dasar didirikan, maka disusul kemudian

dengan tugas-tugas individu dan sosial. Tugas-tugas tersebut memperoleh sokongan dari

keyakinan di dalam hati tentang Allah yang Maha Esa. Ia menyatukan antara motivasi dan

tujuan dari tugas dan perbuatan.

Perekat pertama sesudah perekat akidah adalah perekat keluarga. Dari sini,

konteks ayat mengaitkan birrul walidain (bakti kepada kedua orangtua) dengan ibadah

Allah, sebagai pernyataan terhadap nilai bakti tersebut di sisi Allah:

Setelah mempelajari iman dan kaitannya dengan etika-etika sosial yang darinya

lahir takaful ijtima’I (kerjasama dalam bermasyarakat), saat ini kita akan memasuki ruang

yang paling spesifik dalam lingkaran interaksi sosial, yaitu Birrul walidain (bakti kepada

orang tua).

“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Dengan ungkapan-ungkapan yang lembut dan gambaran-gambaran yang inspiratif inilah

Al-Qur’an Al-Karim menggugah emosi kebajikan dan kasih sayang di hati anak-anak.

Hal itu karena kehidupan itu terdorong di jalannya oleh orang-orang yang masih

hidup; mengarahkan perhatian mereka yang kuat ke arah depan. Yaitu kepada keluarga,

kepada generasi baru, generasi masa depan. Jarang sekali kehidupan mengarahkan

perhatian mereka ke arah belakang

arah kehidupan masa

ke

arah

orang

tua

ke

9

9

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

generasi yang telah pergi! Dari sini, anak-anak perlu digugah emosinya

dengan kuat agar mereka menoleh ke belakang, ke arah ayah dan ibu mereka.

Ada catatan penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam

pembahasan birrul walidain; ialah Islam tidak hanya menyeru sang anak untuk

melaksanakan birrul walidain, namun Islam juga menyeru kepada para walidain (orang

tua) untuk mendidik anaknya dengan baik, terkhusus dalam ketaan kepada Allah dan

Rasulul-Nya. Karena hal itu adalah modal dasar bagi seorang anak untuk akhirnya menjadi

silam

kepada

anak sholih yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Dengan demikian, akan terjalim

kerjasama dalam menjalani hubungan keluarga sebagaimana dalam bermasyarakat.

Gaya bahasa yang digunakan al-Quran dalam memerintahkan sikap bakti kepada orang tua

ialah datang serangkai dengan perintah tauhid atau ke-imanan, “Dan Tuhanmu telah

memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia“ . Dalam artian setelah

manusia telah mengikrakan ke-imanannya kepada Allah, maka manusia memiliki

tanggungjawab kedua, yaitu “Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan

sebaik-baiknya”.

Jika kita bertanya, mengapa perintah birrul walidain begitu urgen sehingga ia datang

setelah proses penghambaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala?? Al-Quran Kembali

menjawab

اًﺮْﮭَﺷ َنﻮُﺛﺎَﻠَﺛ ُﮫُﻟﺎَﺼِﻓَو ُﮫُﻠْﻤَﺣَو ﺎًھْﺮُﻛ ُﮫْﺘَﻌَﺿَوَو ﺎًھْﺮُﻛ ُﮫُّﻣُأ ُﮫْﺘَﻠَﻤَﺣ

Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”(Al-Ahqaf: 15)

Ketika orangtua berumur muda, kekuatan fisik masih mengiringinya, sehingga ia

bertanggungjawab untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Namuun saat mereka

berumur tua renta, dan anaknya sudah tumbuh dewasa berbaliklah roda tanggungjawab itu.

Para pembantu mungkin mampu merawatnya, menunjukkan sesuatu yang tidak lagi bisa

dilihatnya, mengambilkan sesuatu yang tidak lagi bisa diambilnya dan mengiringnya dari

suatu temnpat ke tempat lain. Namun ada satu hal yang tidak pernah bisa diberikan oleh

pembantu, ialah cinta dan kasih sayang. Hanya dari sang buah hatilah rasa cinta dan kasih

sayang dapat diraihnya.

Kedua orang tua secara fitrah akan terdorong untuk mengayomi anak-anaknya;

mengorbankan segala hal, termasuk diri sendiri. Seperti halnya tunas hijau menghisap

setiap nutrisi dalam benih hingga hancur luluh; seperti anak burung yang menghisap setiap

nutrisi yang ada dalam telor hingga tinggal cangkangnya, demikian pula anak-anak

menghisap seluruh potensi, kesehatan, tenaga dan perhatian dari kedua orang tua, hingga ia

menjadi orang tua yang lemah jika memang diberi usia yang panjang. Meski demikian,

keduanya tetap merasa bahagia!

10

10

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Adapun anak-anak, secepatnya mereka melupakan ini semua, dan terdorong oleh

peran mereka ke arah depan. Kepada istri dan keluarga. Demikianlah kehidupan itu

terdorong. Dari sini, orang tua tidak butuh nasihat untuk berbuat baik kepada anak-anak.

Yang perlu digugah emosinya dengan kuat adalah anak-anak, agar mereka mengingat

kewajiban terhadap generasi yang telah menghabiskan seluruh madunya hingga kering

kerontang!

Dari sinilah muncul perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dalam

bentuk qadha dari Allah yang mengandung arti perintah yang tegas, setelah perintah yang

tegas untuk menyembah Allah.

Usia lanjut itu memiliki kesan tersendiri. Kondisi lemah di usia lanjut juga

memiliki insprasinya sendiri. Kataكﺪﻨﻋyang artinya “di sisimu” menggambarkan makna

mencari perlindungan dan pengayoman dalam kondisi lanjut usia dan lemah. “Maka sekali-

kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu

membentak mereka…” Ini adalah tingkatan pertama di antara tingkatan-tingkatan

pengayoman dan adab, yaitu seorang anak tidak boleh mengucapkan kata-kata yang

menunjukkan kekesahan dan kejengkelan, serta kata-kata yang mengesankan penghinaan

dan etika yang tidak baik. “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” Ini

adalah tingkatan yang paling tinggi, yaitu berbicara kepada orang tua dengan hormat dan

memuliakan.

ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟا َﻦِﻣ ِّلُّﺬﻟا َحﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﺾِﻔْﺧاَو

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan…”

Di sini ungkapan melembut dan melunak, hingga sampai ke makhluk hati yang

paling dalam. Itulah kasih sayang yang sangat lembut, sehingga seolah-olah ia adalah sikap

merendah, tidak mengangkat pandangan dan tidak menolak perintah. Dan seolah-olah sikap

merendah itu punya sayap yang dikuncupkannya sebagai tanda kedamaian dan kepasrahan

.Itulah ingatan yang sarat kasih sayang. Ingatan akan masa kecil yang lemah, dipelihara

oleh kedua orang tua. Dan keduanya hari ini sama seperti kita di masa kanak-kanak; lemah

dan membutuhkan penjagaan dan kasih sayang. Itulah tawajuh kepada Allah agar Dia

merahmati keduanya, karena rahmat Allah itu lebih luas dan penjagaan Allah lebih

menyeluruh. Allah lebih mampu untuk membalas keduanya atas darah dan hati yang

mereka korbankan. Sesuat yang tidak bisa dibalas oleh anak-anak.

Belaian anak saat orang tua telah berumur lanjut ialah kenikmatan yang tak

terhingga. Wajarlah kiranya al-Quran memberikan pengkhususan dalam birrul walidain ini

saat kondisi mereka tua renta, yaitu:

1. Jangan mengatakan kata uffin (ah)

2. Jangan membentak

3. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

11

11

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

4. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan 5.Dan do’akanlah mereka.

Kata uffin dalam bahsa Arab berati ar-rafdu (menolak). Jadi janganlah kita

mengatakan kata-kata yang mengandung makna menolak, terkhusus dalam memenuhi

kebutuhan mereka. Karena pada umur lanjut inilah kebutuhan mereka memuncak, hampir

pada setiap hitungan jam mereka membutuhkan kehadiran kita disisinya.

Sedemikian pentingnya perintah birrul walidain ini, sehingga keridhoan mereka

dapat menghantarkan sang anak kedalam surga-Nya. Rasulullah saw bersabda “Barang

siapa yang menajalani pagi harinya dalam keridhoan orang tuanya, maka baginya

dibukakan dua pintu menuju syurga. Barang siapa yang menjalani sore keridhoan orang

tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju syurga. Dan barang siapa menjalani

pagi harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju

neraka. Dan barang siapa menjalani sore harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka

baginya dibukakan dua pintu menuju neraka ”.(HR. Darul Qutni dan Baihaqi)

Dengan demikian merugilah para anak yang hidup bersama orang tuanya di saat

tua renta namun ia tidak bisa meraih surga, karena tidak bisa berbakti kepada keduanya.

Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallammengatakan tentang ihwal mereka

-ﻢﻠﺳو ﮫﯿﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺻ- ِﮫَّﻠﻟا ُلﻮُﺳَر َلﺎَﻗ َلﺎَﻗ َةَﺮْﯾَﺮُھ ﻰِﺑَأ ْﻦَﻋ ِﮫﯿِﺑَأ ْﻦَﻋ ٍﻞْﯿَﮭُﺳ ْﻦَﻋ َكَرْدَأ ْﻦَﻣ » َلﺎَﻗ ِﮫَّﻠﻟا َلﻮُﺳَر ﺎَﯾ ْﻦَﻣ َﻞﯿِﻗ ُﮫُﻔْﻧَأ َﻢِﻏَر َّﻢُﺛ ُﮫُﻔْﻧَأ َﻢِﻏَر َّﻢُﺛ ُﮫُﻔْﻧَأ َﻢِﻏَر » .« َﺔَّﻨَﺠْﻟﺎِﻠُﺧْﺪَﯾ ْﻢَﻟ َّﻢُﺛ ﺎَﻤِﮭْﯿَﻠِﻛ ْوَأ ﺎَﻤُھَﺪَﺣَأ ِﺮَﺒِﻜْﻟا َﺪْﻨِﻋ ِﮫْﯾَﺪِﻟاَو

“Dari Suhaili, dari ayahnya dan dari Abu Hurairah. Rosulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda : ”Merugilah ia (sampai 3 kali). Para Shahabat bertanya : ”siapa ya Rosulullah?Rosulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda :“Merugilah seseorang yang hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya di saat mereka tua renta, namun ia tidak masuk surga” (HR. Muslim).

Terkait cara berbakti kepada orang tua, memulai dengan perkataan yang baik.

Kemudian diiringi denganmeringankan apa-apa yang menjadi bebannya. Dan bakti yang

tertinggi yang tak pernah dibatasi oleh tempat dan waktu ialah DOA. Do’a adalah bentuk

bakti anak kepada orang tua seumur hidup-nya. Do’alah satu-satunya cara yang diajarkan

Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallambagi anak-anak yang pernah menyakiti

orangtuanya namun mereka meninggal sebelum ia memohon maaf kepadanya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa

Sallambersabda : “Bahwasanya akan ada seorang hamba pada hari kiamat nanti yang

diangkat derajatnya, kemudian ia berkata “Wahai tuhanku dari mana aku mendapatkan

(derajat yang tinggi) ini??. Maka dikatakanlah kepadanya “Ini adalah dari istighfar (doa

ampunan) anakamu untukmu” (HR.Baihaqi)

12

12

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Adapun doa yang diajarkan, ialah sebagaimana termaktub dalam al-Quran :

ًﺮﯿِﻐَﺻ ﻲِﻧﺎَﯿَّﺑَر ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﮭْﻤَﺣْرا ِّبَر ْﻞُﻗَو

"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al-Isra’: 24). Itulah ingatan yang sarat kasih sayang. Ingatan akan masa kecil yang lemah, dipelihara oleh kedua orang tua. Dan keduanya hari ini sama seperti kita di masa kanak- kanak; lemah dan membutuhkan penjagaan dan kasih sayang. Itulah tawajuh kepada Allah agar Dia merahmati keduanya, karena rahmat Allah itu lebih luas dan penjagaan Allah lebih menyeluruh. Allah Subhanahu Wata’ala lebih mampu untuk membalas keduanya atas darah dan hati yang mereka korbankan. Sesuat yang tidak bisa dibalas oleh anak-anak. Al Hafizh Abu Bakar Al Bazzar meriwayatkan dengan sanadnya dari Buraidah dari ayahnya:

“Seorang laki-laki sedang thawaf sambil menggendong ibunya. Ia membawa ibunya thawaf. Lalu ia bertanya kepada NabiSallallahu ’Alaihi Wa Sallam, “Apakah aku telah menunaikan haknya?” Nabi Sallallahu ’Alaihi Wa Sallammenjawab, “Tidak, meskipun untuk satu tarikan nafas kesakitan saat melahirkan.”

Dalam ayat lain Al-Quran mengajar doa yang begitu indah, ialah doa yang mencakup bagi kita, orang tua dan keturunan kita :

ﺎًﺤِﻟﺎَﺻ َﻞَﻤْﻋَأ ْنَأَو َّيَﺪِﻟاَو ﻰَﻠَﻋَو َّﻲَﻠَﻋ َﺖْﻤَﻌْﻧَأ ﻲِﺘَّﻟا َﻚَﺘَﻤْﻌِﻧ َﺮُﻜْﺷَأ ْنَأ ﻲِﻨْﻋِزْوَأ ِّبَر َﻦﯿِﻤِﻠْﺴُﻤْﻟا َﻦِﻣ ﻲِّﻧِإَو َﻚْﯿَﻟِإ ُﺖْﺒُﺗ ﻲِّﻧِإ ﻲِﺘَّﯾِّرُذ ﻲِﻓ ﻲِﻟ ْﺢِﻠْﺻَأَو ُهﺎَﺿْﺮَﺗ

, kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Al-Ahqaf : 15). Wallahu a’lam.

tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan

"Ya Allah

13

13

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

KELUARGA BERENCANA ( KB) MENURUT AL- QUR’AN DAN PANDANGAN PARA ULAMA

Rifatur Rohmah, S.Sos.I

A. Keluarga Berencana

Keluarga Berencana (KB) dalam pemikiran Islam modern pernah menjadi salah

satu issu dan kontroversial di kalangan para tokoh atau ilmuwan Islam. Ada beberapa

persoalan yang timbul terkait dengan masalah Islam dan Keluarga Berencana KB),

mulai dari masalah pengertiannya (apakah berarti pengaturan keturunan, tanzhim al-

Nasl ataukah pembatasan keturunan tahdid Al-Nasl), hukum dari ber KB itu sendiri dan

bagaimana pula dengan persoalan penggunaan alat kontrasepsi (cara kerja, hukum

penggunaan serta bagaimana implikasinya terhadap kesehatan reproduksi perempuan)

hingga kepada masalah kebijakan demografi (kependudukan) dalam suatu negara

dengan berbagai dampaknya.

Menurut Masri Singarimbun bahwa Keluarga Berencana di Indonesia yang

secara resmi di integrasikan dalam Program Pembangunan sejak Pelita 1 (1969-1970)

secara umum diupayakan untuk pembangunan kependudukan dan upaya untuk

mengatasi besarnya jumlah penduduk, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi

disebabkan tingkat kelahiran yang tinggi pula dan penyebaran penduduk yang tidak

merata antara satu pulau dengan pulau lainnya. Disamping itu pula diarahkan untuk

mengatasi terlalu besarnya jumlah penduduk yang dibarengi dengan tingginya angkatan

kerja dengan tingkat pendidikan yang rendah serta keterbatasan lapangan kerja yang

tersedia, maka perlu diupayakan langkah serta kebijakan yang mengarah kepada upaya

tersebut.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, maka pada tahun 1992 lahirlah UU No 10

tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera, yang mana

dengan disyahkannya UU No 10 Th 1992 ini Keluarga Berencana mempunyai nuansa

baru dan memiliki pengertian yang lebih luas yaitu Suatu upaya untuk meningkatkan

kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan,

pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan

keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Mahmoud Syaltout mendefinisikan KB sebagai pengaturan dan penjarang

angka kelahiran atau usaha mencegah kehamilan sementara atau untuk selamanya

dengan situasi kondisi tertentu, baik bagi keluarga yang bersangkutan maupun

kepentingan masyarakat dan negaranya.

14

14

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa KB adalah pengaturan

rencana kelahiran anak (tandzimu al- Nasl) dengan melakukan sesuatu cara atau alat

yang dapat mencegah kehamilan. KB bukanlah Birth Control atau Tahdid al-Nasl yang

konotasinya pembatasan atau mencegah kelahiran.

B. Pandangan tentang Keluarga Berencana

1. Menurut Al-Qur’an

Sebenarnya dalam Al-Qur’an dan hadis tidak ada nas yang shoreh yang

melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit. Tetapi ada ayat – ayat yang

berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti KB. Adapun ayat – ayat Al-Qur’an

yang dapat dijadikan dalil pembenaran KB antara lain adalah:

· Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 9

©!$#

(#qà)-Guù=sù

öNÎgøŠn=tæ

(#qèù%s{$¸ÿ»yèÅÊ

Zp-ƒÍhèŒ

óOÎgÏÿù=yz

ô`ÏB

(#qä.ts?

öqs9

ÇÒÈ#´ƒÏyZwöqs% (#qä9qà)uø9ur

šúïÏ%©!$#

|·÷uø9ur

dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.

Ayat ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa Allah menghendaki

jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang kalau kita meninggal dunia,

menjadi umat dan bangsa yang lemah. Kita harus meninggalkan generasi yang

mampu mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur dalam segala

bidang, dan salah satu cara untuk mewujudkan itu semua adalah dengan

melaksanakan KB.

· Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 233:

n?tãur 4 sptã$|ʧ9$# ¨LÉêãƒbr& yŠ#ur& ô`yJÏ9 ( Èû÷ün=ÏB%x. Èû÷,s!öqym £`èdy»s9÷rr& z`÷èÅÊöムßNºt$Î!ºuqø9$#ur

§!$ŸÒè?

Ÿw

4

$ygyèóãr žwÎ)

ë§øÿtR

ß#¯=s3è?

Ÿw

4

Å$rã÷èpRùQ$$Î/

£`åkèEuqó¡Ï.ur

#yŠ#ur& ÷bÎ*sù 3

y7ÏsŒ

ã@÷VÏB

Ï^Í‘#uqø9$#n?tãur

4

¾ÍnÏ$s!uqÎ/¼çm©9

׊qä9öqtB

(#þqãèÅÊ÷ŽtIó¡n@br&

öNur&

÷bÎ)ur

3

$yJÍköŽn=tã yy$oYã_ Ÿxsù 9ãr$t±s?ur$uKåk÷]ÏiB

(#þqßJn=ôã$#ur

©!$#

(#qà)¨?$#ur

3

Å$rá÷èpRùQ$$Î/Läêøs?#uä

!$¨BNçFôJ¯=y™#sŒÎ)

ö/ä3øn=tæ

£`ßgè%øͼã&s!

ÏŠqä9öqpRùQ$#

Ÿwur$ydÏ$s!uqÎ/

8ot$Î!ºur

<Ú#ts?`tã

»w$|ÁÏù

yy$uZã_

Ÿxsù

ö/ä.y»s9÷rr&

ÇËÌÌÈ ×ŽÅÁt/ tbqè=uK÷ès?$oÿÏ3 ©!$# ¨br&

15

15

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

· Firman Allah dalam surat Luqman ayat 14:

Èbr&

Èû÷ütB%tæÎû¼çmè|ÁÏùur

9`÷dur

4n?tã$·Z÷duçmBé&

çm÷Fn=uHxq

Ïm÷ƒyÏuqÎ/

z|¡SM}$#$uZøŠ¢¹urur

ÇÊÍÈ çŽÅÁyJø9$# ¥n<Î) y7÷ƒyÏuqÎ9ur ’Í< öà6ô©$#

dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

· Firman Allah dalam surat Al-ahqaf ayat 15:

¼çmè=÷Hxqur ( $\döä. çm÷Gyè|Êurur$\döäçmBé& çm÷Fn=uHxq ( $·|¡ômÎ) Ïm÷ƒyÏuqÎ/ z|¡SM}$#$uZøŠ¢¹urur

ûÓÍ_ôãÎ÷rr&

Éb>u

tA$s%

ZpuZy

çm9|Êös?$[sÎ|¹

Ÿ@uHùår&

zÏèt/ör&

x÷n=t/uçn£ä©r&

x÷n=t/#sŒÎ)

#Ó¨Lym

÷br&ur

£t$Î!ºur

4n?tãur

¥n?tã

|MôJyè÷Rr&

4

#·öky-

tbqèW»n=rO¼çmè|ÁÏùur

ûÓÉL©9$#

y7tFyJ÷èÏR

tä3ô©r&

÷br&

ÇÊÎÈ tûüÏHÍ>ó¡ßJø9$# z`ÏB ’ÎoTÎ)ur y7øs9Î) àMö6è? ÎoTÎ) ( ûÓÉL-ƒÍhèŒ Îû Í< ôxÎ=ô¹r&ur

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".

Ayat- ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada kita untuk

membikin perencanaan keluarga dengan dasar tercapainya keseimbangan antara

mendapatkan keturunan dengan:

a. Terpeliharanya kesehatan ibu dan anak, terjaminnya keselamatan ibu karena

beban jasmani dan ruhani selama hamil, melahirkan, menyusui dan

16

16

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

memelihara anak serta timbulnya kejadian- kejadian yang tidak diinginkan

dal;am keluarga.

b. Terpeliharanya kesehatan jiwa, kesehatan jasmani, dan rohani anak serta

tersedianya pendidikan bagi anak.

c. Terjaminnya keselamatan agama orang tua yang dibebani kewajiban

mencukupi kebutuhan keluarga.

2. Menurut Pandangan Ulama

2.1. Ulama Yang memperbolehkan

Diantara Ulama yang memperbolehkan adalah Imam Al-ghozali, Syaikh

al-Hariri, Syaikh Syalthut, mereka memperbolehkan KB dengan ketentuan

untuk menjaga kesehatan ibu, menghindari kesulitan yang bakal dialami ibu,

dan untuk menjarangkan anak. Mereka juga berpendapat bahwa KB tidak sama

dengan pembunuhan, karena pembunuhan itu berlaku ketika janin mencapai

tahap ketujuh dari penciptaan, hal ini berdasar kepada Surat Al-mu’minun ayat

12,13,14:

&ûüÅ3¨B

9‘#ts%

Îû

ZpxÿôÜçR

çoYù=yèy_

§NèO

ÇÊËÈ &ûüÏÛ `ÏiB 7's#»n=ß`ÏB z|¡SM}$# $oYø)n=yz ôs)s9ur

$VsàÏã sptóôÒßJø9$# $uZø)n=ysù ZptóôÒãB sps)n=yèø9$# $uZø)n=ysù Zps)n=tæ spxÿôÜZ9$# $uZø)n=yz ¢OèO ÇÊÌÈ

ÇÊÍÈ tûüÉ)Îsƒø:$# ß`|¡ômr& ª!$# x8u‘$t7tFsù 4 tyz#uä $¸)ù=yz çtRù't±Sr& ¢OèO $VJøtm: zsàÏèø9$# $tRöq|¡s3sù

12.dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. 13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

2.2. Ulama Yang Melarang

Selain Ulama yang memperbolehkan ada juga Ulama yang melarang KB,

diantaranya adalah Prof. Dr. Madkour, Abu A’la al-Maududi. Mereka melarang

mengikuti KB karena perbuatan tersebut termasuk membunuh keturunan,

seperti halnya firman Allah dalam surat al-an’am ayat 151:

(

(

öNèd$-ƒÎ)ur

öNà6è%ãötR

ß`ós¯R

9n=øBÎ)

ïÆÏiB

Nà2y»s9÷rr& (#þqè=çFø)s?

Ÿwur

dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka

17

17

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut: Mereka membunuh

bayi-bayi laki-laki mereka karena takut jatuh miskin ( Tafsir Ibnu Katsir Juz

VIII, hal 149 ). Sedangkan Ibnu Abbas, Qatadah, dan As-saddi mengatakan

bahwa Imlaq artinya kemiskinan. Dengan kata lain, janganlah kalian

membunuh anak-anak kalian karena kemiskinan yang kalian alami (Tafsir Ibnu

Katsir Juz VIII, hal 150 ).

C.

KESIMPULAN

1. Pada Intinya Keluarga Berencana dalam pandangan Islam diperbolehkan

apabila dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam, dilakukan

dalam konteks pengaturan keturunan (tandzim al-Nasl) bukan dalam

konteks pemutusan keturunan/ pemandulan (Tahdid an-Nasl)seperti halnya

penggunaan metode seteril, Vasektomi, Tubektomi.

2. Apabila seseorang melakukan KB karena alasan ekonomi, dengan asumsi

bahwa anak akan menjadi miskin atau semakin miskin, maka dengan alasan

seperti ini adalah haram.

18

18

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

MAKNA BIRRUL WALIDAIN

Oleh Sinasan, S.Pd.I

َكَﺪْﻨِﻋ ﱠﻦَﻐُﻠْﺒَﯾ ﺎﱠﻣِإ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِإ ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟﺎِﺑَو ُهﺎﱠﯾِإ ﺎﱠﻟِإ اوُﺪُﺒْﻌَﺗ ﺎﱠﻟَأ َﻚﱡﺑَر ﻰَﻀَﻗَو ﺎًﻟْﻮَﻗ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻗَو ﺎَﻤُھْﺮَﮭْﻨَﺗ ﺎَﻟَو ﱟفُأ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﺎَﻠَﻓ ﺎَﻤُھﺎَﻠِﻛ ْوَأ ﺎَﻤُھُﺪَﺣَأ َﺮَﺒِﻜْﻟا ﱢبَر ْﻞُﻗَو ِﺔَﻤْﺣﱠﺮﻟا َﻦِﻣ ﱢلﱡﺬﻟا َحﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﺾِﻔْﺧاَو (23) ﺎًﻤﯾِﺮَﻛ اًﺮﯿِﻐَﺻ ﻲِﻧﺎَﯿﱠﺑَر ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﮭْﻤَﺣْرا

Artinya : Alloh berfirman, “TuhanMu telah memutuskan janganlah kamu menyembah kecuali hanya kepadaNya, dan terhadap ayah bunda berbuat baiklah, apabila telah tua usia salah seorang ayah / bunda ,atau keduanya, maka janganlah berkata “uff” (yang menunjukkan kejemuan), jangan membentak keduanya, dan berkata pada keduanya dengan kata-kata yang lunak ramah (lemah lembut). Dan rendahkanlah terhadap keduanya dengan sayap kerendahanmu karena kasih sayang dan rohmat, dan doakanlah: Wahai Tuhanku kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memeliharaka dimasa kecilku.(AL Isra’ 23-24).

Penjelasan :

Ayat diatas menginformasikan bahwa kedudukan orang tua yaitu ayah bunda

sungguh sangat mulia dan terhormat di hadapan Allah SWT. Sehingga perintah untuk

berbuat baik kepada keduanya disandingkan setelah perintah untuk hanya menyembah

kepada Allah SWT saja. Menjadi kewajiban bagi manusia beriman untuk bersyukur

kepadaNya dan berterima kasih terhadap kedua orang tua. Mereka yang telah berjuang

dengan susah payah demi kelahiran anaknya kedunia agar menjadi manusia yang baik dan

normal secara fisik maupun non fisik. Terutama ibu yang mengandung anaknya berada

dalam kepayahan diatas kepayahan, belum lagi disaat melahirkan. Seorang ibu hanya

mempunyai dua pilihan , hidup atau mati.

Memahami hal diatas sudah seharusnya, ) semasa kedua orang tua masih hidup

seorang anak wajib berbuat baik (birrulwalidaini, dengan cara sebagaimana disebutkan

dalam surah Al Isra’ ayat 23-25 diantaranya :

a. Jika berbicara dengan keduanya, hendaknya mengunakan atau atau memilih kata,

kalimat dan bahasa yang paling lembut dan sopan menurut daerah masing-masing

sesuai dengan adat istiadatnya. Di dalam al-Quran, seorang anak yang mengunakan

bahasa : “uff” atau "ah" saja terhadap kedua orang tuanya dalam islam dilarang,

apalagi mengunakan bahasa yang bisa menyakiti perasaan keduanya.

b. Dalam bergaul dengan kedua orang tua sehari hari harus bersikap sopan santun.

Misalkan, ketika orang tua sedang menonton tv jangan serta merta kita menganti canel

tanpa meminta ijin kepadanya.

19

19

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

c. Seorang anak boleh melakukan perbuatan apa saja selama tidak melanggar ketentuan

syariat islam untuk membahagiakan keduanya. Hal ini pastinya ddisesuaikan dengan

kemampuan dan kesanggupan seorang anak, karena Allah SWT tidak membebani

seorang hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jangan terjadi ungkapan yang

populer “Jika Orang Tua Kaya Anak Jadi Raja , Jika Anak Kaya Orang Tua Jadi

Hamba Sahaya”. Naudzubillahi mindalik.

Sebuah perrenungan yang hendak dilakukan seorang anak bagaimana besarnya

cinta dan kasih sayang kedua orang tua terhadap anaknya. Saat anak dalam buaian diwaktu

bayi , orang tua biasa memandikan anak anaknya bahkan melakukannya dengan cara

lembut penuh kasih sayang. Kemudian orang tua memberi pakaian yang paling bagus dan

indah dengan harapan setelah itu seorang anak bisa tidur dengan nyenyak. Saat itulah justru

orang tua melihat anaknya dengan senang dan mengiringi tidurnya dengan senyum yang

tulus penuh dengan doa.

Seorang anak diwaktu dan kesempatan lain pernahkah terbersit akan melakukan

semua ketulusan dan akan melakukuan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang

tuanya. Bahkan jarang sekali seorang anak memandiakan orang tuanya. Terkadang seorang

anak yang memandikan orang tua dengan mandi yang terakhir kalinya saat orang tua wafat.

Atau bahkan memberi pakaian tapi dengan pakaian kain kafan. Terkadang seorang anak

juga menidurkan orang tua akan tetapi untuk tidur selama-lamanya menghadap Allah SWT.

Oleh karenanya sebelum saat saat hari kesedihan tersebut datang, maka seorang anak

hendaknya berbuat baik dalam segala prilaku, akhlak yang membuat kedua orang tua

bangga. Kebahagiaan orang tua hendak menjadi prioritas anak agar tidak ada penyesalan

dikemudian hari.

Adapun bagi seorang anak yang sudah ditinggalkan oleh orang tuanya karena

kematian, islam masih mengajarkan bagaimana cara berbakti kepada mereka. Seorang anak

tidak diperkenankan beputus asa karna mungkin semasa keduanya masih hidup belum bisa

berbuat baik secara maksimal. Bagaimanapun juga seorang anak masih bisa berbuat baik

kepada orang tua walaupun sudah meninggal dunia .

Abu Usaid (Malik) Bin Robiaah Assaidy ra. Berkata : Ketika kami duduk di Sisi

Rosulullah saw. mendadak datang seorang dari bani salama dan bertanya : Ya Rasulullah,

apakah masih ada jalan untuk berbakti terhadap kedua ayah bundaku sesudah mati

keduanya ? jawab nabi : ya. Mensholati atas keduanya, membacakan istifar kepada

keduanya, melaksanakan janji atau wasiatnya, menghubungi keluarga yang tidak dapat

dihubungi, melainkan karena keduanya, dan menghormati teman teman keduanya.

(HR.ABU DAWUD).

20

20

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Berdasarkan hadis diatas, maka pelajaran yang hendak dipetik, jika kedua orang tua

atau salah satunya meninggal dunia maka ada cara cara yang harus dilakukanlah untuk

merealisasikan bakti terhadap keduanya dengan beberapa hal diantaranya :

a. Ikut mensholati jenazahnya dan jangan terlena dalam kesedihan yang akhirnya

melupakan kewajiban sebagai anak.

a. Memintakan ampun atas dosa dosa dan kesalahanya. Hal itu bisa dilakukan setiap

selesai sholat, sekaligus menjadi bukti kesolehan anak yang ditinggalkannya.

b. Wasiat atau janji yang pernah diucapkan atau ditulis orang tua hendaknya segera

ditunaikan. Jika terkait dengan harta maka harta waris tidak boleh dibagi dulu

sebelum wasiat dipenuhi selama tidak melanggar syariat.

c. Tetap menyambung silaturahmi dengan orang orang yang dulunya pernah

disambungkan oleh almarhum.

d. Tetap menghormati dan memulyakan teman dekat orang tua baik yang masih ada

hubungan nasab atau orang lain. Hal itu pernah dilakukan oleh rasulullah saw

dengan menyembelih kambing dan memotong beberapa potong untuk dikirimkan

kepada sahabat sahabat khotijah.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa birrulwalidaini bisa dilakukan

disaat orang tua masih hidup atau sudah meninggal dunia dan tentunya dengan cara yang

berbeda. Oleh karena itu setiap anak hendak mengoptimalisasikan diri sendiri untuk

menjadi anak yang menyembah hanya kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada kedua

orang tua. Dengan sebutan anak sholeh / sholehah.

21

21

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

MEMBENTENGI DIRI DAN KELUARGA DARI BAHAYA HIV/AIDS DAN NARKOBA

oleh Adib Abd Haris

Firman Allah SWT:

ُسﺎﱠﻨﻟا ﺎَھُدﻮُﻗَو اًرﺎَﻧ ْﻢُﻜﯿِﻠْھَأَو ْﻢُﻜَﺴُﻔْﻧَأ اﻮُﻗ اﻮُﻨَﻣَآ َﻦﯾِﺬﱠﻟا ﺎَﮭﱡﯾَأ ﺎَﯾ ْﻢُھَﺮَﻣَأ ﺎَﻣ َﮫﱠﻠﻟا َنﻮُﺼْﻌَﯾ ﺎَﻟ ٌداَﺪِﺷ ٌظﺎَﻠِﻏ ٌﺔَﻜِﺋﺎَﻠَﻣ ﺎَﮭْﯿَﻠَﻋ ُةَرﺎَﺠِﺤْﻟاَو َنوُﺮَﻣْﺆُﯾ ﺎَﻣ َنﻮُﻠَﻌْﻔَﯾَو

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat- malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)

A. Sebab Turunnya surat Attahrim (Asbabun Nuzul) :

Ibnu katsir setelah menulis ayat At-Tahrim beliau juga menukil pendapat yang

mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah nabi mengharamkan atas

dirinya Maria Al-Qibtiah (lih. Tafsir Ibnu Katsir juz.8 hal.158) tapi kemudian beliau

menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah

Nabi mengharamkan atas dirinya madu.

Kemudian Syaikh Utsaimin menguatkan pendapat yang mengatakan sebab

turunnya ayat ini adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengharamkan atas dirinya

madu. (Lih. Asy-Syarh Al-Mumti’ ala Zad Al Mustaqni’ oleh syaikh Utsaimin juz.13

hal.217).

B. Penjelasan Ayat :

اًرﺎَﻧ ْﻢُﻜﯿِﻠْھَأَو ْﻢُﻜَﺴُﻔﻧَأ اﻮُﻗ

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

1. Umar bin Khottob berkata : saat turun ayat ini, bertanya kepada Rasul. Kami akan

jaga diri kami, lalu bagaimana dengan keluarga kami ? Jawab Rasul : Kau larang

mereka apa yang Allah telah larang dari-Nya, kamu perintah mereka dengan apa

yang Allah telah perintah dari-Nya, jika itu kau lakukan, akan menyelamatkan

mereka dari neraka.

2. Al-Qurtubi berkata : Di dalamnya hanya ada satu masalah : yaitu penjagaan

seseorang terhadap diri dan keluarganya dari siksa neraka.

3. Ali bin Abi Tolhah berkata dari Ibnu Abbas : Jaga diri dan keluargamu, suruhlah

mereka dzikir dan doa kepada Allah, sehingga Allah menyelamatkan kamu dan

mereka dari neraka

4. Sebagian Ulama berkata : kalau dikatakan Qu anfusakum : mencakup arti anak-

anak, karena anak adalah bagian dari mereka. Maka hendaklah orang tua

22

22

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

mengajarkan tentang halal dan haram dan menjauhkannya dari kemaksiatan dan

dosa, juga mengajarkan hukum-hukum lain selain hal tersebut.

5. Ali bin Abi Tholib berkata : Didiklah dan ta’limlah ( ajarlah ) mereka ( dirimu &

keluargamu.)

6. Ibnu Abbas berkata : Ta’atlah kamu kepada Allah. Janganlah bermaksiat kepada-

Nya, Suruhlah keluargamu untuk dzikir mengingat Allah, niscaya Allah akan

selamatkannya dari neraka.

7. Mujahid berkata : Takwalah kepada Allah dan suruhlah keluargamu untuk takwa

kepada-Nya.

8. Qotadah berkata : Kau suruh keluargamu untuk taat kepada Allah, kau cegah

mereka supaya tidak maksiat. Jika kamu lihat maksiat di antara keluargamu, maka

ingatkan mereka dan tinggalkan kemaksiatannya

9. Adh-Dhohak berkata : Hak seorang muslim adalah supaya mengajari keluarga dan

sanak kerabatnya tentang kewajiban mereka kepada Allah dan memberitahu

larangan-larangan-Nya.

10. Ulama Fiqih berkata : Demikian juga seperti mengajarkan masalah-masalah

shoum, agar keluarga membiasakan ibadah, agar mereka terus-menerus dalam

kondisi selalu ibadah, taat kepada Allah, menjauhi larangan dan meninggalkan

kemungkaran. Al-Maroghi berkata : Hai orang-orang yang membenarkan Allah

dan Rasul-Nya, hendaklah di antara kamu memberitahukan satu dengan yang lain,

yaitu apa-apa yang menyelamatkan kamu dari neraka, selamatkanlah diri kalian

darinya, yaitu dengan taat kepada Allah melaksanakan perintah-Nya, beritahulah

keluargamu, tentang ketaatan kepada Allah, karena dengan itu akan

menyelamatkan jiwa mereka dari neraka, berilah mereka nasehat dan pendidikan.

Hendaklah seorang lelaki itu membenahi dirinya dengan ketaatan kepada Allah,

juga membenahi keluarganya sebagai rasa tanggungjawabnya sebagai pemimpin

dan yang dipimpinnya.

11. Al Qurthubi mengingatkan lagi : Hak anak terhadap orang tua, hendaklah orang

tua memberikan nama yang baik, mengajarkannya tulis menulis dan menikahkan

bila telah baligh. Tidak ada pemberian orang tua terhadap anak yang lebih baik

daripada mendidiknya dengan didikan yang baik. Perintahlah anak-anakmu sholat

jika sudah berumur 7 tahun, dan pukullah jika umur 10 th, jika meninggalkan

sholatnya, pisahkan tempat tidur mereka. Lalu dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala “Peliharalah dirimu dan keluargamu

dari api Neraka”, Mujahid (komentar Sufyan As-Sauri kepada Mujahid

mengatakan, “Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari Mujahid, hal itu sudah

cukup bagimu”) mengatakan : “Bertaqwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada

23

23

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

keluarga kalian untuk bertaqwa kepada Allah”. Sedangkan Qatadah

mengemukakan : “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada

Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau

menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk

menjalankannya, serta membantu mereka dalam menjalankannya. Jika engkau

melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah

mereka.”Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Adh Dhahhak dan Muqatil bin

Hayyan, dimana mereka mengatakan : “Setiap muslim berkewajiban mengajari

keluarganya, termasuk kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-

hal yang diwajibkan Allah Ta’ala kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.

12. Tafsir dari Depag mengenai ayat ini :

Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada

Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya

dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan

patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya

taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api

neraka. Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan

salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT. Dan perintahkanlah kepada

keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu mengerjakannya (Q.S Taha:

132). dan dijelaskan pula dengan firman-Nya:

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S Asy

Syu’ara’: 214).

Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke 6 ini turun, Umar berkata: “Wahai

Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga

kami?” Rasulullah SAW. menjawab: “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu

dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa yang Allah

memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya meluputkan mereka

dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang

pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat, mereka dikuasakan mengadakan

penyiksaan di dalam neraka, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang

diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang

diperintahkan Allah.

C. Pelajaran Dari Ayat :

a. Perintah Taqwa Kepada Allah SWT Dan Berdakwah.

Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya

kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga

dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan

24

24

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya

supaya taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari

api neraka. Api neraka disediakan bagi para kafir / pendurhaka yang tidak mau taat

kepada Allah dan yang selalu berbuat maksiat.

Neraka adalah balasan setimpal bagi para pembuat kemungkaran,

kemusyrikan dan kekacauan. Bahan bakar api neraka seperti dijelaskan dalam ayat

diatas adalah manusia, sungguh mengerikan tidak dapat kita bayangkan manusia

menjadi bahan bakar dan juga bahan bakarnya adalah batu, dalam tafsir ibnu katsir

dijelaskan bahwa batu yang dimaksud adalah batu yang sering dijadikan

sesembahan oleh para musyrikin atau berhala.

Oleh karena itu manusia beriman diwajibkan oleh Allah untuk taat kepada-

Nya supaya selamat daripada siksa-Nya. Caranya membina diri sendiri terlebih

dahulu dalam mendalami akidah dan adab islam kemudian setelah mampu

melaksanakan maka diwajibkan mendakwahkan kepada yang lain yaitu orang-

orang terdekat atau keluarga yaitu orang tua, istri, anak, adik, kakak dan karib

kerabat, diijelaskan dengan firman-Nya:

َﻦﯿِﺑَﺮْﻗَﺄْﻟا َﻚَﺗَﺮﯿِﺸَﻋ ْرِﺬْﻧَأَو

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S Asy Syu'ara': 214)

Kemudian jika diri sendiri sudah mapan maka hendaknya berdakwah

dengan mereka, maka setelah itu dituntut untuk menyebarkan kepada pihak

masyarakat setelah berhasil maka masyarakat itu dituntut menyebarkan dakwah

seluas-luasnya keluar daerahnya. Dengan hal inilah kita akan menyebarkan

sebagian dari rahmat-Nya (kasih sayang Allah) yaitu ajaran islam yang penuh

dengan keselamatan dan kedamaian.

Kemudian juga ayat ini terkait juga tentang perintah Allah yang tercantum

dalam surat al-Ashr tentang kerugian manusia kecuali yang beramal shalih dan

saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Rugi yang dimaksud adalah

hakikat rugi yang sesungguhnya yaitu kerugian waktu karena banyak disia-siakan

dan kerugian kehidupan diakhirat yang kekal. Sedangkan manusia kebanyakan

hanya tahu kalau yang dimaksud rugi dikaitkan dengan untung ruginya harta

benda. Padahal menurut Allah bisa jadi sebaliknya kelihatannya harta benda itu

kurang tapi hakikatnya bertambah. Yaitu harta yang di sedekahkan dijalan

ALLAH SWT kelihatannya berkurang padahal hakikatnya bertambah berkahnya

dan Allah SWT juga akan membalasnya berlipat-lipat baik didunia maupun

akhirat.

25

25

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

b. Anjuran menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka

Banyak sekali amalan shalih yang menjadikan seseorang masuk surga dan

dijauhkan dari api neraka, misalnya bersedekah, berdakwah, berakhlaq baik, saling

tolong menolong dalam kebaikan dan sebagainya. Di antara cara menyelamatkan

diri dari api neraka itu ialah mendirikan shalat dan bersabar, sebagaimana firman

Allah SWT.

ﺎَﮭْﯿَﻠَﻋ ْﺮِﺒَﻄْﺻاَو ِةﺎَﻠﱠﺼﻟﺎِﺑ َﻚَﻠْھَأ ْﺮُﻣْأَو

Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu mengerjakannya (Q.S Taha: 132).

c. Pentingnya pendidikan islam sejak dini

Memang sudah menjadi fitrah dari setiap manusia yang sudah berkeluarga

senantiasa mendambakan seorang anak. Anak yang lahir akan disambut dengan

sukacita; sang istri bahagia merasa dinobatkan menjadi ‘ibu’, suatu predikat yang

sangat mulia; sang suami merasa seakan sempurna akan dipanggil ‘ayah’.

Kebahagiaan ini akan senantiasa bertambah jika tumbuh kembang sang

‘anak’ sehat dan si anak menunjukkan prestasi yang sesuai dengan harapan ayah

dan ibunya. Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orangtualah anak-anak

tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Saat si kecil tumbuh dan berkembang, ia

begitu lincah dan memikat. Anda begitu mencintai dan bangga kepadanya. Namun

mungkin banyak dari kita para orangtua yang belum menyadari bahwa

sesungguhnya dalam diri si kecil terjadi perkembangan potensi yang kelak akan

berharga sebagai sumber daya manusia. Banyak orang tua “salah asuh” kepada anak

sehingga perkembangan fisik yang cepat diera globalisasi ini tidak diiringi dengan

perkembangan mental dan spiritual yang benar kepada anak sehingga banyak

prilaku kenakalan-kenalakan oleh para Remaja.

Dalam lima tahun pertama seorang anak mempunyai potensi yang sangat

besar untuk berkembang. Pada usia ini 90% dari fisik otak anak sudah terbentuk.

Karena itu, di masa-masa inilah anak-anak seyogyanya mulai diarahkan. Karena

saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua kali, sebagai orang tua yang proaktif

kita harus memperhatikan benar hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan sang

buah hati, amanah Allah. Rasulullah juga memeberitahu betapa pentingnya /

Urgensi mendidik anak sejak dini , dalam hadits Rasulullah SAW :

ْوَأ ِﮫِﻧاَﺮﱢﺼَﻨُﯾ ْوَأ ِﮫِﻧاَدﱢﻮَﮭُﯾ ُهاَﻮَﺑَﺄَﻓ ، ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﯾ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ َءﺎَﻋْﺪَﺟ ﺎَﮭﯿِﻓ ىَﺮَﺗ ْﻞَھ ، َﺔَﻤﯿِﮭَﺒْﻟا ُﺞَﺘْﻨُﺗ ِﺔَﻤﯿِﮭَﺒْﻟا ِﻞَﺜَﻤَﻛ ، ِﮫِﻧﺎَﺴﱢﺠَﻤُﯾ

“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka hanya kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya seorang yahudi atau seorang nasrani atau seorang majusi”. (HR.Bukhari)

26

26

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Dari hadits di atas jelaslah bahwa setiap bani adam yang terlahirkan di

dunia ini dalam keadaan fitrah karena setiap anak terlahirkan ke dunia saat dalam

kandungan ia sudah berikrar dengan kalimat syahadat. Sedangkan yang menjadikan

anak itu menjadi seorang yahudi, nasrani, dan majusi melainkan itu semua karena

peranan dari kedua orang tuanya.

Anak pada usia 0 sampai 6 tahun bagian otak yang berfungsi hanyalah

otak bagian kiri yang berperan menangkap apa-apa yang ada di sekitarnya (masa-

masa membeo), sedangkan otak yang berperan sebagai penyaring (otak bagian

kanan) belum berfungsi, ketika anak berusia 7-8 tahun otak bagian kanan baru mulai

berfungsi, dan baru mampu membedakan mana yang boleh dan tidak, mana yang

baik dan buruk. Maka sebagai orang tua yang ingin anaknya menjadi anak saleh

maka tidak akan menyia-nyiakan masa ini (umur 5-9 tahun) untuk mengajari anak

disiplin, tata pergaulan, rajin sholat dan mengaji, mengajari adab dan sopan santun,

mengajari ilmu-ilmu terapan dsb.

Karena bagi anak hal itu akan lebih mudah diserap daripada mengajari

anak jika telah menginjak usia remaja hal itu tentu akan lebih sulit tak bahkan

jarang orang tua akan menemukan pembangkangan dari anak, karena seperti

pepatah “belajar diwaktu kecil seperti mengukir diatas batu dan masuknya ilmu

semudah masuknya sesuatu kedalam air”, “belajar diwaktu dewasa seperti mengukir

diatas air dan masuknya ilmu sesulit mengukir diatas batu.

Inilah Pendidikan Islam sejak dini yang sering diremehkan oleh

kebanyakan orang tua jaman sekarang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya

masing-masing sehingga lupa tanggung jawab yang besar yaitu pendidikan

mengenal Tuhannya atau pendidikan Islam yang merupakan faktor utama kemajuan

sebuah bangsa. Sebuah bangsa akan maju jika umat manusia patuh kepada perintah

Allah SWT, karena kemajuan sebuah bangsa tidak akan tercapai tanpa ridha dari

Allah SWT. Seperti zaman keemasan pada saat Rasulullah SAW masih hidup

kemudian diteruskan oleh para sahabatnya/khulafaurrasyidin.

Untuk lebih menambah pengetahuan kita, saya akan mengutip pernyataan

ilmuwan pendidikan Dorothy Law Nolte yang pernah menyatakan bahwa anak

belajar dari kehidupan lingkungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut :

§ Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

§ Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

§ Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri

§ Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyeasali diri

§ Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

§ Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

27

27

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

§ Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan

§ Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

§ Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

§ Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar

menemukan cinta dalam kehidupan.

Oleh karena itu gerakan dalam membentengi kelangsungan hidup umat

manusia dari ancaman HIV/AIDS dan narkoba perlu dilakukan sebagai berikut:

1. Memberikan pengetahuan seluas-luasnya tentang HIV/AIDS dan Narkoba, sebisa

mungkin dapat dikendalikan oleh siapa pun. informasi ini bermanfaat bagi tua,

muda, masyarakat tentang bahayanya yang dapat berdampak pemutusan suatu

generasi dalam kesia-siaan hidup. Allah SWT. ingatkan dalam Q.S. 23:71,

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan

bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan

kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari

kebanggaan itu.”

2. Penerangan dan penyuluhan yang terencana dan terprogram, baik dalam bentuk

kajian dan informasi yang intens melalui ceramah, khutbah, dan tema lebih

produktif dan inovatif penting terus diupayakan. Allah memberikan pencerahan

dalam firman-Nya: “Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami

angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik

dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan

makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. 17: 70).

3. Mengupayakan pembinaan secara intensif dan integratif kepada para pelaku,

pemakai obat-obat terlarang. Derajat keimanan dalam peribadatan seseorang dalam

menjalankan ibadah agamanya, atau lemahnya internalisasi diri pada norma-norma

dan nilai-nilai agama dapat berakibat seseorang mudah melakukan hal-hal yang

terlarang. Karena itu kembalikan mereka pada habitat amalan ibadah dalam

agamanya dengan sebaik-baiknya.

28

28

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

DOA SEBAGAI UPAYA MEMPERKOKOH RUMAH TANGGASAKINAH DENGAN DZURIYATAN THOYIBAH

Oleh Muh. Choirus Shalihin S.Ag

A. Kekuatan Doa

Doa merupakan sebuah kekuatan besar yan.g dimiliki oleh orang orang yang

beriman. Doa bukan sebuah keterputus asaan dan kemalasan akan tetapi merupakan

sebuah harapan yang disandarkan oleh orang beriman kepada penciptanya. Begitu juga

dalam sebuah keluarga. Pencapaian dari tujuan pernikahan untuk mendapat kehidupan

yang sakinah dibutuhkan usaha dari keluarga tersebut dengan iringan doa. Doa

merupakan faktor terpenting dalam mewujudkan sebuah usaha dan pasti Allah akan

menjawab doa tersebut. Allah SWT berfirman :

َنﻮُﻠُﺧْﺪَﯿَﺳ ﻲِﺗَدﺎَﺒِﻋ ْﻦَﻋ َنوُﺮِﺒْﻜَﺘْﺴَﯾ َﻦﯾِﺬﱠﻟا ﱠنِإ ْﻢُﻜَﻟ ْﺐِﺠَﺘْﺳَأ ﻲِﻧﻮُﻋْدا ُﻢُﻜﱡﺑَر َلﺎَﻗَو (٦٠) َﻦﯾِﺮِﺧاَد َﻢﱠﻨَﮭَﺟ

Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina’.” (QS Al-Mukmin: 60)

Doa di samping untuk memohon keinginan, doa juga merupakan perintah Allah

Swt sehingga bagi siapa saja yang berdoa dinilai ibadah, sebagaimana yang disabdakan

rasulullah saw dalam hadist nya yang berbunyi :

ُةَدﺎَﺒِﻌْﻟا َﻮُھ ُءﺎَﻋﱡﺪﻟا

Doa ialah Ibadah.

Allah SWT didalam al-Quran menegaskan bahwa Ia lebih mencintai hamba

hambanya yang selalu berdoa kepadanya. Mengajukan permohonan atas segala

keinginan menandakan bahwa seseorang menyadari akan kekurangannya. Keyakinan

akan kebesaran, kekuasaan dan kehebatan Allah SWT merupakan manifestasi dari

perbuatan orang orang yang beriman. Manusia sangat membutuhka adanya sebuah

kekuatan yang luar biasa dari luar dirinya. Saat berdoa itulah seorang manusia akan

semakin memiliki kekuatan karena merasa begitu dekat dengan sang sutradara

kehidupan. Sehingga dengan doa setiap langkah yang diayunkan dilakukan dengan

penuh semangat dan optimis. Doa merupakan sport terbesar bagi jiwa manusia dalam

kehidupan ini.

29

29

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

B. Kaitan Do'a Dengan Pembentukan Keluarga Sakinah

Sebagaimana diketahui bersama, keluarga merupakan komponen yang bisa

membuat manusia merasakan arti sebuah kebahagiaan dalam hidup dan kehidupan.

Seperti yang sering di pahami oleh banyak orang bahwa rumah tangga yang dimaksud

itu dengan istilah rumah tangga sakinah. Adapun rumah tangga sakinah adalah suatu

situasi kehidupan, dimana keluarga tersebut mampu mengatasi problema dan benih

benih perpecahan serta perbedaan sehingga mampu mendatangkan kebahagian lahir

batin. Sementara mendapatkan hidup bahagia dalam rumah tangga merupakan hak

setiap manusia, Sehingga setiap manusia yang melaksanakan pernikahan bertujuan

menjadikan rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah.

Dari sinilah ada bentuk nilai usaha manusia untuk menciptakan keluarganya

menjadi sakinah. Sementara setiap orang tahu bahwa secara kodrati manusia adalah

mahkluk lemah yang memiliki kekurangan dan kesempurnaan yang terbatas. Artinya

manusia tidak akan pernah mampu menciptakan keinginan maupun tujuanya tanpa

adanya pertolongan Allah SWT, ada istilah usaha tanpa doa maka akan sia-sia ( tidak

ada nilai barokah ). Sehingga Manusia di perintahkan untuk selalu berdoa dalam setiap

keinginannya.

Keluarga sakinah merupakan dambaan setiap manusia, sementara salah satu

tipologi keluarga sakinah adalah adanya kedekatan dengan Allah Swt. Salah satu

pendekatanya dengan Allah SWT dengab selalu berdoa. Berdoa merupakan salah satu

bentuk kepedulian dan loyalitas anggota keluarga antara satu dengan yang lainya,

Seorang suami mendoakan istrinya, istri mendoakan suaminya. Anak mendoakan

orang tuanya. Seakan keluarga sakinah tidak pernah berhenti dari aktifitas berdoa

kapanpun dan dimanapun berada. Sehingga bisa di katakan bahwa dengan berdoa

terimplemantasi rasa kasih sayang antar anggota. Sedangkan rasa kasih sayang antara

suami istri merupakan fundamental dalam menciptakan keluarga sakinah.

C. Anak Sholeh Merupakan Aspek Kebahagian Dalam Keluarga

Mendapatkan kebahagian merupakan hak setiap individu, sementara tidak ada

ukuran yang konkrit siapakah orang yang berbahagia. Kebahagian tidak diukur dari

orang yang berlimpah harta benda, jabatan tinggi, ataupun status sosial yang mumpuni,

sebagai mana realita sosial yang ada. Kekuatan dan bergelimangan materi bukan tolok

ukur dan bukan jaminan untuk bisa di sebut orang yang bahagia.

Nabi Muhamad SAW memberi ukuran bahwa orang akan mendapatkan

kebahagian dalam rumah tangga salah satu aspeknya adalah jika mempunyai anak –

anak yang baik ( Auladuhu Abroron). Aspek kebahagiaan seseorang dalam

30

30

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

membangun keluarga yang sakinah dengan memiliki Anak-anak yang baik. Sedangkan

lahirnya anak-anak yang berkualitas dalam arti mandiri, memiliki ketahanan mental

dan spiritual, tentunya tidak mudah menjadikan anak-anak menjadi seperti apa yang

kita harapkan tentunya. Orang tua yang mempunya otoritas penuh dalam menciptakan

generasi penerus yang berkwalitas. Anak sebagai investasi yang tidak ternilai tentunya

tidak mudah mewujudkanya tanpa ada usaha secara lahiriah dengan memberikan

pendidikan agama, juga doa orang tua untuk memperkokoh bathiniyah anak dalam

menghadapi dinamika kehidupanya .

D. Ketauladanan Doa Para Nabi Untuk Mewujudkan Dzurriyatan Thoyyibah

Para nabi-nabi Allah memberi ketauladanan dalam menghantarkan anak

anaknya menjadi anak sholeh sholihah. Disamping usaha dan pengarahan tanpa lelah

juga mengiringinya dengan berbagai doa sebagaimana yang dilakukan para nabi yang

telah diuraikan dalam al-Quran.

1. Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam, berkata,

َﻦﯿِﺤِﻟﺎﱠﺼﻟا َﻦِﻣ ﻲِﻟ ْﺐَھ ﱢبَر

Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang- orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

Ini adalah do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta Keturunan, terutama keturunan yang sholeh.

2. Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdo’a,

ِءﺎَﻋﱡﺪﻟا ُﻊﯿِﻤَﺳ َﻚﱠﻧِإ ًﺔَﺒﱢﯿَﻃ ًﺔﱠﯾﱢرُذ َﻚْﻧُﺪَﻟ ْﻦِﻣ ﻲِﻟ ْﺐَھ ﱢبَر

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).

Ibnu Katsir rahimahullah, dalam tafsirnya mengartikan “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54)

3. Bentuk do’a dalam Alqur’an untuk mendapatkan kebaikan untuk anak- anak nya

َﻞَﻤْﻋَأ ْنَأَو ﱠيَﺪِﻟاَو ﻰَﻠَﻋَو ﱠﻲَﻠَﻋ َﺖْﻤَﻌْﻧَأ ﻲِﺘﱠﻟا َﻚَﺘَﻤْﻌِﻧ َﺮُﻜْﺷَأ ْنَأ ﻲِﻨْﻋِزْوَأ ﱢبر َﻦﯿِﻤِﻠْﺴُﻤْﻟا َﻦِﻣ ﻲﱢﻧِإَو َﻚْﯿَﻟِإ ُﺖْﺒُﺗ ﻲﱢﻧِإ ﻲِﺘﱠﯾﱢرُذ ﻲِﻓ ﻲِﻟ ْﺢِﻠْﺻَأَو ُهﺎَﺿْﺮَﺗ ﺎًﺤِﻟﺎَﺻ

“ Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri]

31

31

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

4. ‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a,

ﺎًﻣﺎَﻣِإ َﻦﯿِﻘﱠﺘُﻤْﻠِﻟ ﺎَﻨْﻠَﻌْﺟاَو ٍﻦُﯿْﻋَأ َةﱠﺮُﻗ ﺎَﻨِﺗﺎﱠﯾﱢرُذَو ﺎَﻨِﺟاَوْزَأ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺐَھ ﺎَﻨﱠﺑَر

Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)

Untuk dapat mewujudkan keluarga sakinah, tidak semudah membalikan

telapak tangan. Dalam dinamika kehidupan berkeluarga, perjalanan pasangan

suami istri tidak terlepas dari rintangan, bahkan terkadang krikil-krikil kecil sering

menyertai kehidupan berkeluarga.di antara masalahnya adalah mempunyai anak

yang tidak baik ( Tidak Sholeh), dari sinilah peran doa dalam memperkokoh

rumah tangga yang sakinah terutama dalam masalah yang sangat krusial yaitu

menjadikan anak-anak menjadi yang terbaik dalam keluarga,dan masyarakatnya.

Dan untuk mewujudkan itu semua tidakungkin terwujud tanpa adanya doa dari

seluruh anggota keluarga, mari kita berdoa bersama semoga rumah tangga kita di

jadikan sakinah dengan dzuriyatan thoyibah Aminya robbal alamin .

32

32

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG TELAH MENINGGAL

Oleh : W Wahyudin Santoso S.Ag

Setiap manusia memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua. Orang

tua adalah orang yang secara biologis telah mewujudkan kehadiran seseorang terlahir

kedunia ini. Allah SWT telah menempatkan kedudukan orang tua sangat tinggi terbukti

dengan peringatan rasulullah saw dalam sabdanya bahwa ridho Allah SWT tergantung

ridho orang tua. Aturan aturan seorang anak untuk bersikap terhadap kedua orang tua juga

telah dijelaskan dalam al-Quran dalam QS

َكَﺪْﻨِﻋ ﱠﻦَﻐُﻠْﺒَﯾ ﺎﱠﻣِإ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِإ ِﻦْﯾَﺪِﻟاَﻮْﻟﺎِﺑَو ُهﺎﱠﯾِإ ﺎﱠﻟِإ اوُﺪُﺒْﻌَﺗ ﺎﱠﻟَأ َﻚﱡﺑَر ﻰَﻀَﻗَو ﺎًﻟْﻮَﻗ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻗَو ﺎَﻤُھْﺮَﮭْﻨَﺗ ﺎَﻟَو ﱟفُأ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﺎَﻠَﻓ ﺎَﻤُھﺎَﻠِﻛ ْوَأ ﺎَﻤُھُﺪَﺣَأ َﺮَﺒِﻜْﻟا ﱢبَر ْﻞُﻗَو ِﺔَﻤْﺣﱠﺮﻟا َﻦِﻣ ﱢلﱡﺬﻟا َحﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﮭَﻟ ْﺾِﻔْﺧاَو (23) ﺎًﻤﯾِﺮَﻛ اًﺮﯿِﻐَﺻ ﻲِﻧﺎَﯿﱠﺑَر ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﮭْﻤَﺣْرا

Artinya : Alloh berfirman, “TuhanMu telah memutuskan janganlah kamu

menyembah kecuali hanya kepadaNya, dan terhadap ayah bunda berbuat baiklah, apabila

telah tua usia salah seorang ayah / bunda ,atau keduanya, maka janganlah berkata “uff”

(yang menunjukkan kejemuan), jangan membentak keduanya, dan berkata pada keduanya

dengan kata-kata yang lunak ramah (lemah lembut). Dan rendahkanlah terhadap keduanya

dengan sayap kerendahanmu karena kasih sayang dan rohmat, dan doakanlah: Wahai

Tuhanku kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memeliharaka dimasa

kecilku.(AL Isra’ 23-24).

Islam sangat menjaga hak orang tua yang harus dilaksanakan seorang anak.

Bersikap sopan santun dan memulyakannya adalah perbuatan yang mulia. Rambu rambu

berbakti kepada orang tua dalam islam berkisar kepada kebaktian yang selama tidak

menentang syariatAllah. Akan tetapi jikalau orang tua mengajarkan dan memerintahkan

untuk perbuatan tercela, maka seorang anakpun masih memiliki kewajiban untuk menolak

dengan cara yang santun dan lembut. Orang tua memang memiliki kedudukan tinggi.

Bahkan berkata ah saja tidak diperkenankan. Apalagi menyakiti hati keduanya. Rasulullah

saw sendiri menegaskan bahwa syurga akan tercium aroma keharumannya dalam jarak

tempuh 1000 tahun perjalanan manusia. Akan tetapi syurga tidak akan pernah tercium

baunya oleh orang orang yang durhaka kepada kedua orang tua.

B. Ketika Orang Tua Telah Meninggal

Terkadang kesedihan seseorang begitu mendalam atas meninggalnya orang tua.

Perasaan itu muncul dengan kuatnya karena merasa bahwa semasa mereka hidup, belum

33

33

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

maksimal dalam berbakti kepada kedua orang tua. Atau terkadang menyesal karena

belum pernah melakukan sesuatu yang membuat keduanya berbangga dan melihat

kesuksesan yang diraihnya. Bahkan terkadang penyesalan yang tiada henti sebab pernah

menyakiti kedua orang tuanya.

B.1. Dengan cara mendoakannya

Berbakti kepada orang tua yang telah meninggal masih tetap harus

dilakukan oleh seorang anak. Doa merupakan salah satu amaliyah yang dilakukan

oleh seorang anak yang sholih baik saat orang tua masih hidup atau sudah

meninggal. Terbukti dari hadist rasulullah saw yang diriwayatkan abu huroirah

yang berbunyi :

َلﺎَﻗ َﻢَّﻠَﺳَو ِﮫْﯿَﻠَﻋ ُﮫَّﻠﻟا ﻰَّﻠَﺻ ِﮫَّﻠﻟا َلﻮُﺳَر َّنَأ َةَﺮْﯾَﺮُھ ﻲِﺑَأ ْﻦَﻋ ٍﺔَﻗَﺪَﺻ ْﻦِﻣ ﺎَّﻟِإ ٍﺔَﺛﺎَﻠَﺛ ْﻦِﻣ ﺎَّﻟِإ ُﮫُﻠَﻤَﻋ ُﮫْﻨَﻋ َﻊَﻄَﻘْﻧا ُنﺎَﺴْﻧِﺈْﻟا َتﺎَﻣ اَذِإ ُﮫَﻟ ﻮُﻋْﺪَﯾ ٍﺢِﻟﺎَﺻ ٍﺪَﻟَو ْوَأ ِﮫِﺑ ُﻊَﻔَﺘْﻨُﯾ ٍﻢْﻠِﻋ ْوَأ ٍﺔَﯾِرﺎَﺟ

Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya."

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa do’a itu

bersetatus memperbaharui amal. Ini merupakan dalil bahwa mendo’akan

kedua orang tua setelah meninggal adalah lebih utama daripada ibadah umrah

(mengumrahkan) mereka, membacakan Al-Qur’an untuk mereka dan shalat

untuk mereka, karena tidak mungkin Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

menggantikan yang utama dengan yang tidak utama, bahkan tentunya beliau

pasti menjelaskan yang lebih utama dan menerangkan bolehnya yang tidak

utama. Dalam hadits tadi beliau menjelaskan yang lebih utama.

Pada suatu hari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya

tentang bagaimana caranya berbakti kepada kedua orang tua ? Dan apakah boleh

ibadah umrah (mengumrahkan) untuk salah seorang mereka walaupun pernah

melaksanakannya ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh beliau bahwa berbakti

kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka dengan materi

maupun non materi hukumnya wajib. Sedangkan durhaka kepada kedua orang tua

termasuk perbuatan yang berdosa besar, yaitu tidak memenuhi hak-hak mereka.

Adapun setelah meninggal, maka cara berbaktinya adalah dengan:

1. Mendo’akan dan memohonkan ampunan bagi mereka,

34

34

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

2. Melaksanakan wasiat mereka,

3. Menghormati teman-teman mereka

4. Memelihara hubungan kekerabatan yang ada tidak akan punya

hubungan kekerabatan dengan mereka tanpa keduanya.

Itulah lima perkara yang merupakan bakti kepada kedua orang tua setelah

mereka meninggal dunia.Bersedekah atas nama keduanya hukumnya boleh. Tapi

tidak harus, misalnya dengan mengatakan kepada sang anak, “Bersedekahlah”.

Namun yang lebih tepat, “Jika engkau bersedekah, maka itu boleh”. Jika tidak

bersedekah, maka mendo’akan mereka adalah lebih utama.

B.2. Dengan Bersedekah atas namanya

Adapun tentang bolehnya yang tidak utama, disebutkan dalam hadits Sa’d bin

Ubaidillah, yaitu saat ia meminta izin kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

untuk bersedekah atas nama ibunya, lalu beliau mengizinkannya sebagaimana

disebutkan dalam hadits sebagai berikut :

َلﺎَﻗ ٍﺞْﯾَﺮُﺟ ُﻦْﺑا ﺎَﻧَﺮَﺒْﺧَأ َﺪﯾِﺰَﯾ ُﻦْﺑ ُﺪَﻠْﺨَﻣ ﺎَﻧَﺮَﺒْﺧَأ ٍمﺎَﻠَﺳ ُﻦْﺑ ُﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻨَﺛَّﺪَﺣ ﺎَﻤُﮭْﻨَﻋ ُﮫَّﻠﻟا َﻲِﺿَر ٍسﺎَّﺒَﻋ ُﻦْﺑا ﺎَﻧَﺄَﺒْﻧَأ ُلﻮُﻘَﯾ َﺔَﻣِﺮْﻜِﻋ َﻊِﻤَﺳ ُﮫَّﻧَأ ﻰَﻠْﻌَﯾ ﻲِﻧَﺮَﺒْﺧَأ ﺎَﯾ َلﺎَﻘَﻓ ﺎَﮭْﻨَﻋ ٌﺐِﺋﺎَﻏ َﻮُھَو ُﮫُّﻣُأ ْﺖَﯿِّﻓُﻮُﺗ ﮫُْ ﻨَﻋ ُﮫَّﻠﻟا َﻲِﺿَر َةَدﺎَﺒُﻋ َﻦْﺑ َﺪْﻌَﺳ َّنَأ ِﮫِﺑ ُﺖْﻗَّﺪَﺼَﺗ ْنِإ ٌءْﻲَﺷ ﺎَﮭُﻌَﻔْﻨَﯾَأ ﺎَﮭْﻨَﻋ ٌﺐِﺋﺎَﻏ ﺎَﻧَأَو ْﺖَﯿِّﻓُﻮُﺗ ﻲِّﻣُأ َّنِإ ِﮫَّﻠﻟا َلﻮُﺳَر ﺎَﮭْﯿَﻠَﻋ ٌﺔَﻗَﺪَﺻ َفاَﺮْﺨِﻤْﻟا َﻲِﻄِﺋﺎَﺣ َّنَأ َكُﺪِﮭْﺷُأ ﻲِّﻧِﺈَﻓ َلﺎَﻗ ْﻢَﻌَﻧ َلﺎَﻗ ﺎَﮭْﻨَﻋ

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Salam telah mengabarkan kepada kami Makhlad bin Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata telah bercerita kepadaku Ya'laa bahwa dia mendengar 'Ikrimah berkata; telah memberitakan kepada kami Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Sa'ad bin 'Ubadah radliallahu 'anhu ibunya meninggal dunia saat dia tidak ada disisinya. Kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dunia saat aku tidak ada. Apakah akan bermanfaat baginya bila aku menshadaqahkan sesuatu?" Beliau bersabda: "Ya". Dia berkata: "Aku bersaksi kepada Tuan bahwa kebunku yang penuh dengan bebuahannya ini aku shadaqahkan atas (nama) nya"

.

Juga seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa

sallam , “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal tiba-tiba, dan aku lihat, seandainya

ia sampai berbicara, tentu ia akan bersedekah. Bolehkah aku besedekah atas

namanya ?” Beliau menjawab, “Boleh sebagaimana disebutkan dalam hadits :

ُﻦْﺑ ُمﺎَﺸِھ ﻲِﻧَﺮَﺒْﺧَأ َلﺎَﻗ ٍﺮَﻔْﻌَﺟ ُﻦْﺑ ُﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻨَﺛَّﺪَﺣ َﻢَﯾْﺮَﻣ ﻲِﺑَأ ُﻦْﺑ ُﺪﯿِﻌَﺳ ﺎَﻨَﺛَّﺪَﺣ ﻰَّﻠَﺻ ِّﻲِﺒَّﻨﻠِﻟ َلﺎَﻗ ﺎًﻠُﺟَر َّنَأ ﺎَﮭْﻨَﻋ ُﮫَّﻠﻟا َﻲِﺿَر َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﻦَﻋ ِﮫﯿِﺑَأ ْﻦَﻋ َةَوْﺮُﻋ ْﻞَﮭَﻓ ْﺖَﻗَّﺪَﺼَﺗ ْﺖَﻤَّﻠَﻜَﺗ ْﻮَﻟ ﺎَﮭُّﻨُﻇَأَو ﺎَﮭُﺴْﻔَﻧ ْﺖَﺘِﻠُﺘْﻓا ﻲِّﻣُأ َّنِإ َﻢَّﻠَﺳَو ِﮫْﯿَﻠَﻋ ُﮫَّﻠﻟا ْﻢَﻌَﻧ َلﺎَﻗ ﺎَﮭْﻨَﻋ ُﺖْﻗَّﺪَﺼَﺗ ْنِإ ٌﺮْﺟَأ ﺎَﮭَﻟ

35

35

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

Shahih Bukhari 1299: dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bershadaqah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bershadaqah untuknya (atas namanya)?". Beliau menjawab: "Ya, benar".

36

36

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

KELANGGENGAN SEBUAH RUMAH TANGGA

Oleh : Ifayatul masluchah

A. Peranan Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakan yang terdiri atas kepala keluarga

dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam

keadaan saling ketergantungan.

Peran keluarga menggambarkan seperangkat prilaku antar pribadi,sifat kegiatan

yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. peranan pribadi

dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga,kelompok dan

masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut : Ayah

sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anakny. Ayah berperan sebagai pencari

nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman. Ayah juga sebagai kepala keluarga,

sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari

lingkungannya.

Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk

mengurus rumah tangga. Ibu juga sebagai pengasuh, pelindung dan pendidik anak-

anaknya. Bahkan ibu juga sebagai salah satu kelompok dari peranan sosial dan sebagai

anggota masyarakat dari lingkungannya. Terkadang seorang ibu juga dapat berperan

sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan

psikosial sesuai dengan tingkatan perkembangannya baik fisik ,mental, sosial dan

spiritual.

B. Keharmonisan Sebuah Keluarga

Setiap manusia yang membuat ikatan dalam sebuah pernikahan pasti memiliki

suatu harapan untuk membentuk keluarga yang harmonis. Bentuk dari keharmonisan

sebuah keluarga tidak serta merta langsung didapat oleh setiap orang usai menjalankan

pernikahan. Upaya untuk menuju kebahagiaan menyankut berbagai komponen dari

rumah tangga yang dibentuknya. Hal ini tidak bisa diupayakan hanya dari salah satu

pihak akan tetapi pencapaiannya akan menunjukkan hasil maksimal jikalau dlakukan

bersama sama. Allah SWT didalam al-Quran memaparkan adanya konsep keseimbangan

yang didapat dari perbedaan fungsi dan peran serta hak dan kewajiban dari suami isteri.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam al-QS. An-Nisa' (4): 34 yang berbunyi :

37

37

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

ٍﺾْﻌَﺑ ﻰَﻠَﻋ ْﻢُﮭَﻀْﻌَﺑ ُﮫﱠﻠﻟا َﻞﱠﻀَﻓ ﺎَﻤِﺑ ِءﺎَﺴﱢﻨﻟا ﻰَﻠَﻋ َنﻮُﻣاﱠﻮَﻗ ُلﺎَﺟﱢﺮﻟا ﺎَﻤِﺑ ِﺐْﯿَﻐْﻠِﻟ ٌتﺎَﻈِﻓﺎَﺣ ٌتﺎَﺘِﻧﺎَﻗ ُتﺎَﺤِﻟﺎﱠﺼﻟﺎَﻓ ْﻢِﮭِﻟاَﻮْﻣَأ ْﻦِﻣ اﻮُﻘَﻔْﻧَأ ﺎَﻤِﺑَو ﻲِﻓ ﱠﻦُھوُﺮُﺠْھاَو ﱠﻦُھﻮُﻈِﻌَﻓ ﱠﻦُھَزﻮُﺸُﻧ َنﻮُﻓﺎَﺨَﺗ ﻲِﺗﺎﱠﻠﻟاَو ُﮫﱠﻠﻟا َﻆِﻔَﺣ ﱠنِإ ﺎًﻠﯿِﺒَﺳ ﱠﻦِﮭْﯿَﻠَﻋ اﻮُﻐْﺒَﺗ ﺎَﻠَﻓ ْﻢُﻜَﻨْﻌَﻃَأ ْنِﺈَﻓ ﱠﻦُھﻮُﺑِﺮْﺿاَو ِﻊِﺟﺎَﻀَﻤْﻟا اًﺮﯿِﺒَﻛ ﺎﯿِﻠَﻋ َنﺎَﻛ َﮫﱠﻠﻟا

kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

Dalam ayat tersebut diatas terdapat akhlak dan adab bagi suami isteri yakni

berupa hak dan kewajiban antara keduaya. Dijelaskan bahwa para suami mempunyai

satu tingkatan kelebihan dari pada isteri dalam hal tanggung jawab nafkah atau ekonomi.

Kepeimpinan laki laki sebagai suami ini tidak membuat kedudukannya dalam rumah

tangganya penuh keotoritasan. Allah SWT dalam penggunaan lafadz qowwamun yang

artinya pemimpin memberikan peluang antara suami isteri untuk beraktifitas sesuai

dengan hak dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab keduanya.

Begitu pula dengan para isteri juga mempunyai hak yang seimbang dengan

kewajibannya Aturan aturan bagi wanita yang harus difahami oleh seorang suami

sehingga akan mengerti dan tidak mudah membuat larangan yang tidak masuk akal.

Bagaimanapun juga dalam kehidupan rumah tangga setiap orang akan mengalami

permasalahan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan

adanya kebijakan lokal yang akan menghantarkan sebuah keluarga menuju

kelanggengan. Langgeng kebahagiaan dan langgeng keharmonisan harus timbul secara

balance dari seluruh institusi keluarga tersebut. Ada beberapa point yang haus diusahan

oleh suami isteri diantaranya :

1. Suami isteri hendaknya saling menumbuhkan suasana mawadah dan Rahmah yaitu

memiliki rasa kasih sayang antara keduanya.

2. Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangan, dan

menumbuhkan rasa saling percaya antar kedua belah pihak, jangan sekali-kali

dikotori dengan keraguan terhadap kejujuran,amanah dan keikhlasannya.

3. Hendak menghiasi dengan pergaulan yang harmonis (An Nisa’ : 19)

38

38

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

ﺎًﺌْﯿَﺷ اﻮُھَﺮْﻜَﺗ ْنَأ ﻰَﺴَﻌَﻓ ﱠﻦُھﻮُﻤُﺘْھِﺮَﻛ ْنِﺈَﻓ ِفوُﺮْﻌَﻤْﻟﺎِﺑ ﱠﻦُھوُﺮِﺷﺎَﻋَو (19) اًﺮﯿِﺜَﻛ اًﺮْﯿَﺧ ِﮫﯿِﻓ ُﮫﱠﻠﻟا َﻞَﻌْﺠَﯾَو

dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

C. Keharmonisan Dalam Rumah Tangga

Harmonisnya hubungan sebuah keluarga selalu muncul dari keakrapan masing-

masing keluarga,ini bisa terjadi jika mereka mampu menciptakan suatu hubungan yang

teratur,terutama sekali hubungan Ayah,Ibu serta anaknya,bila dalam keluarga terjadi

jalinan hubungan yang harmonis,maka anak akan lebih mudah untuk tumbuh secara

wajar dan sehat secara kejiwaan maupun fisik.

Agar keharmonisan hubungan dalam keluarga tetap terjaga,maka setiap dari

anggota keluarga itu harus mengerti tanggung jawab masing-masing dan mau

melaksanakan dengan baik dan konsisten. Demikian pula dengan hak yang dimiliki

harus bisa di peroleh sesuai porsinya tanpa menuntut yang berlebih. Usahakan agar

tercipta suatu surga dalam rumah,maksud surga di rumah adalah segala hal yang

membuat setiap anggota keluarga bisa betah untuk selalu tinggal dirumah tanpa pernah

merasa bosan apalagi jenuh dan jengkel. Bila ada waktu luang dihari libur semua

anggota keluarga bisa melakukan kegiatan yang dilakukan bersama-sama,misalnya

memasak, berlibur atau piknik ke suatu tempat dan menikmati kegembiraan seperti

layaknya dengan teman sendiri.

E. Sumber Perpecahan Rumah Tangga

Sebuah keluarga dalam menjalankan biduk rumah tangganya tidak akan

berjalan semulus yang diharapkannya.Perbedaan yang timbul dari masing masing

institusi keluarga sering terjadi. Banyaknya faktor penyebab yang menjadikan keretakan

keretakan. Masing masing fihak tidak bisa membebankan kepada lainnya. Seberapapun

seorang istri berusaha menjaga keharmonisan jikalau suami tidak maka lambat laun

perpecahan akan terjadi juga. Begitu juga sebaliknya jika suami melakukan tetapi

seorang istri masa bodoh. Kelanggengan akan diperoleh jika semua faktor penyebab

keretakan itu ditanggulangi secara bersama sama.

Jika dari salah satu dari hak itu tidak dilaksanakan oleh pasangan suami

isteri atau ditengah perjalanan hidup mereka muncul kecurigaan atau berkurangnya rasa

saling percaya antara keduanya,misalkan jarangnya ketemu karena kesibukan masing-

masing jadi komunikasi yang kurang atau bisa juga terjadinya miss komunikasi dan akan

menjadikan jarak makin jauh. Jikalau masalah-masalah kecil itu terjadi dibiarkan akan

39

39

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

menjadi masalah besar dan tidak segera diselesaikan akan menjadikan sumber

perpecahan dalam keluarga,untuk itu masalah keluarga harus diselesaikan dengan

keluarga itu sendiri sesegera mungkin dan jangan sampai diketahui orang lain.

Perbedaan prinsip juga bisa dijadikan sebagai sumber perpecahan dalam

keluarga, sebenarnya setiap orang mempunyai prinsip yang berbeda-beda , tetapi

mereka menjadikan perbedaan itu sebagai sumber dari perpecahan dalam

keluarga,mereka sama-sama mempertahankan prinsip mereka sendiri,sampai akhirnya

timbul perpecahan dalam keluarga.

Kalau kita memahami arti sebuah keluarga yang sebenarnya kita tidak akan

terjerumus dalam sebuah perpecahan dalam keluarga,keluarga adalah bagian dari hidup

kita, kita bisa menangis, tertawa gembira senang dan menangis lagi dan tertawa lagi dan

seterusnya,keluarga adalah tempat kita berbagi kebahagiaan,kesedihan,keluarga ibarat

sekujur tubuh manusia, jika salah satu dari anggota tubuh itu terluka pasti anggota

lainnya ikut merasakan sakit, jadi saling ketergantungan.

Harta atau warisan juga dapat dikatakan sebagai sumber dari perpecahan

keluarga, banyak sekali yang berkeluh kesah tentang pembagian harta waris di

keluarganya. Ada yang bapak atau ibunya telah meninggal puluhan tahun hingga saat ini

harta warisnya belum terbagi semua. Ada pula yang mengadu karena rumah warisan

orang tua dijadikan agunan ke bank oleh salah satu ahli warisnya.

Menurut ketentuan agama (Islam) memperlambat pembagian harta waris

merupakan bentuk kedurhakaan kepada orang yang meninggal dan belum bisa tenang

dialam kubur. Segeralah dibagai sesuai dengan ketentuan hukum agama. Membagi harta

waris itu ada aturannya, tidak boleh asal membagi tanpa berpegang kepada aturan

agama.

Sesungguhnya harta waris bisa menjadi sumber kebaikan dan juga sumber

perpecahan sebuah keluarga. Oleh karena itu bagi orang tua bijak akan berusaha

membentengi anak dengan mewariskan ilmu dan mental yang kuat. Tidak membuat

perhitungan yang berbelit belit untuk mengeluarkan harta demi meningkatkan ilmu dan

menguatkan mental yang menjadi ahli warisnya. apalagi di jaman sekarang yang

semakin canggih. Mewariskan harta yang sedikit namun ilmu dan mental ahli waris

tercukupi akan lebih baik dari pada mewariskan harta yang berlimpah tetapi ilmu dan

mental ahli waris lemah, karena hal ini adalah sumber perpecahan dalam sebuah

keluarga.Orientasi pendidikan anak-anak menjadi utama dan bukan hanya ilmu di

bangku sekolah, kuliah tetapi juga ilmu-ilmu lain yang mampu membentuk karakter dan

kepribadian anak memiliki tingkatan spiritual juga sangatlah penting.

Selain itu, mensedekahkan dan membelanjakan harta untuk kebaikan sesama.

untuk memberdayakan orang lain, memutus rantai kemiskinan, mensyiarkan agama dan

40

40

Karya Tulis Materi Penyuluhan Penyuluh Agama Islam Kab. Nganjuk Tahun 2013

mempermudah orang lain dalam memperluas kebaikan. Harta yang diberikan kepada

orang lain saat masih hidup juga merupakan warisan dan tabungan terbanyak untuk

akhirat yang seharusnya tidak pernah dilupakan dan tidak pernah di tinggalkan.

Sehingga dengan yang dilakukan seseorang akan membuat ahli waris hidup dengan

limahan ilmu pengetahuan dan ahlak. Bahkan orang orang disekitarnya akan

mengingingat kebaikan yang dilakukan semasa hidupnya. Yang paling penting adalah

meninggalkanlah anak yang soleh dan banyak kebaikan, maka harta waris yang di

tinggalkan akan menjadi sumber keberkahan.

41

41