Anda di halaman 1dari 64

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN

AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN


Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN IBU NIFAS
(2-6 1AM PASCA PERSALINAN dan 2-6 MINGGU PASCA SALIN)

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

No. KOMPONEN PENILAIAN
PERSIAPAN 0 1 2 3 4
1
Persiapan alat :
a. Tensi
b. Stetoskop
c. Sarung tangan
d. Kom berisi kapas sublimat dan air DTT
e. Bengkok
I. Larutan chlorine 0,5
g. Sabun dan handuk tangan

2
Observasi tingkat energi dan keadaan emosi ibu waktu
kunjungan

3 Pemeriksaan tanda tanda vital (TD, Nadi, Suhu)
4
Jelaskan kepada ibu tentang pemeriksaan yanga akan
dilakukan

5
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan lembut
dan sempurna kemudian keringkan dengan handuk yang
bersih

6
Melakukan pemeriksaan payudara :
Ibu tidur telentang dengan lengan kiri diatas kepala
secara sistematis lekukan perabaan /raba payudara
sampai axial bagian kiri, perhatikan apakah ada
benjolan, pembesaran kelanjar atau abses.
Ulangi dengan prosedur yang sama pada payudara
sampai axilla bagian kanan.

7
Melakukan pemeriksaan abdomen :
Lihat apakah ada bekas operasi (jika baru)
Palpasi untuk mendeteksi apakah uterus diatas
pubis atau tidak
Palpasi untuk mendeteksi apakah ada massa atau
konsistensi/otot parut


8
Memeriksa kaki untuk melihat apakah :
Ada varises
Adakah warna kemerahan pada betis
Tulang kering, kaki untuk melihat edema
(perhatikan tingkat/derajat edema jika ada)


Menekuk kedua kaki untuk menilai adakah nyeri betis
(tanpa hoIman)

10 Membantu mengatur posisi untuk memeriksa perinium
11 Mengenakan sarung tangan pemeriksaan yang bersih
12
Menanyakan tentang tanda bahaya tanda bahaya :
Kelelahan, sulit tidur
Demam
Nyeri atau perasaan panas pada waktu buang air
kecil
Sembelit, haemoroid
Sakit kepala yang terus menerus, nyeri bengakak
Nyeri abdomen
Cairan vagina /lokhia yang berbau busuk
Pembengkakan payudara, pembesaran putting atau
putting yang pecah pecah/terbelah
Kesulitan dalam menyusui
Perasaan sedih
Merasa kurang mampu merawat bayi secara
mandiri
Rabun senja









































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK
EKTRAKSI FORCEPS UUK KIRI DEPAN

Nama mahasiswa : ....................................................
Nama penilai : ....................................................
Tanggal penilai : ....................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :
1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau
tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak
dikerjakan.
2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan
berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara
eIisien tidak ada kemajuan dari langkah langkah.
3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai
dengan urutan (jika harus berurutan)


No. Langkah/Tugas
Skor Penilaian
1 2 3
1 Menyiapakan alat dan bahan
2 Menyiapakan ibu dalam posisi litotomi
3 Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
4 Melakukan prekontruksi (cara pemasangan alat awal) dari
ektraksi Iorceps

5 Memasukkan sendok Iorceps kiri kedalam vakum sakralis
dengan posisi tangan kiri memegang handle seperti seperti
memegang pena, dan empat jari tangan sebagai rel

6 Memasukkan sendok Iorceps kanan kedalam kavum sakralis
dengan posisi tangan kiri memegang handle seperti
memegang pena,dan empat jari tangan kiri sebagai rel

7 Mengunci sendok Iorceps
8 Menilai hasil pemasangan sendok Iorceps secara digital
dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk menilai apakah
ada jaringan yang terjepit. Bila ada maka sendok Iorceps
dilepaskan dan lakukan pemasangan kembali dari langkah
awal

Memegang Iorceps dengan posisi traksi untuk melakukan
traksi Iorceps percobaan secara ringan untuk menilai apakah
pemasangan Iorceps dapat menghasilkan tarikan sesuai
dengan yang diharapkan

10 Memastikan posisi sendok Iorceps pada kepala anak dalam
posisi biparietal melintang terhadap kepala, simetris kanan
dan kiri

11 Menarik Iorceps curam kebawah dengan tarikan yang
adekuat sampai batas tumbuh rambut anak pada leher
tampak, setelah melakukan episiotomi awal

12 Mengarahkan Iorceps keatas secara perlahan (sesuai sumbu
lahir) sampai seluruh kepala lahir.membuka dan melepaskan
Sendok Iorceps.


YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK
KOMPRESI BIMANUAL EKSTERNA (KBE)

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO LANGKAH KER1A
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan
kompresi bimanual eksterna

2
Membaringkan ibu pada bed gynekologi dengan posisi terlentang dan
kaki ditekukan pada tempat tidur

3
Memberikan cairan intravena NaCl 0, dan RL yang berisi oksitosin
yang berisi 20 IU dengan tetesan cepat

4
Mencuci tangan degan sabun dibawah air mengalir, yang sebelumnnya
semua perhiasan dilepaskan

5
Memastikan tetesan cairan inIuse yang berisi oksitosin 20 IU berjalan
dengan baik dan ergometrin 0,4 mg sudah diberikan secara IM

6
Memasang sarung tangan steril dengan mengambil sarung tangan kiri
dengan tangan kanan, memegangnya pada bagian ang terlipat keluar,
dan memakai sarung tangan kiri dengan menarik bagian yang terlipat
keluar kemudian ambilnsarung tangan kanan degan menaruh sarung
tangan kiri yang telah bersarung tangan dibagian bawah yang terlipat
keluar.

7
Penolong berdiri menghadap pada sisi kanan ibu (sambil perhatikan
perdarahan yang keluar)

8
Meletakan satu tangan pada abdomen, didepan uterus tepat berada pada
simIisis Iubis


Meletakan satu tangan yang lain pada dinding abdomen (sejajar dengan
Iundus uteri ). Usahakan memegang bagian belakang uterus sebesar
mungkin

10
Merapatkan kedua tangan sambil melakukan kompresi pembuluh darah
dinding uterus dengan cara menekan uterus diantara kedua tangan. Ini
akan membantu uterus berkontraksi dan menekan pumbuluh darah

11
Memasukkan kedua tangan kedalam wadah yang berisi larutan klorin
0,5 bersihkan sarung tangan dari darah atau cairan tubuh pasien

12
Melepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam wadah
tersebut

13
Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dibawah air yang mengalir
dan keringkan

14
Memasang sarung tangan DTT yang baru secara benar (jika akan
melakukan kompresi bimanual eksterna, jika perdarahan belum berhenti





YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK
KOMPRESI BIMANUAL INTERNA (KBI)

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO LANGKAH KER1A
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1
Penolong berarti didepan vulva, membasahi tangan kanan dengan
larutan antiseptic

2
Membuka kedua labia mayor ke lateral dengan menggunakan ibu
jari dan telunjuk

3
Memasukkan tangan lain secara obstetric melalui introitus vagina
(bila diperlukan berikan analgetik)

4
Mengubah tangan obstetric menjadi kepalan dan meletakan
dataran punggung dari telunjuk hingga kelingking pada Iorniks
anterior dan dorong segmenbawah uterus kekrsnio anterior

5
Meletakkan telapak tangan luar pada dinding perut dan
mengupayakan untuk mencakup bagian belakang korpus
uteri/sebanyak mungkin

6
Melakukan kompresi uterus dengan jalan pendekatan telapak
tangan luar dengan kepalan tangan dalam Iorniks anterior

7
Bila perdarahan berhenti, merpertahankan posisi demikian hingga
uterus membaik (bila perdarahan berhenti melakukan kompresi
aorta abdominalis)

8
Mengeluarkan perlahan lahan dengan mengubah kepalan
menjadi tangan obstetric

9
Memasukkan kedua tangan kedalam wadah yang berisi larutan
klorin 0,5 membersihkan sarung tangan dari darah atau cairan
tubuh pasien

10
Melepaskan sarung tangan secara terbalik dan merendam dalam
wadah tersebut

11
Mencuci tangan dengan air sabun, mengeringkan tangan dengan
handuk bersih dan kering

12
Memakai sarung tangan DTT yang baru secara benar (jika akan
melakukan kompresi aorta abdominalis, jika perdarahan belum
berhenti







YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK MANUAL PLASENTA

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

No KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1 Persiapan alat :
a.Trolley dengan alasnya :
1.Bagian atas berisi :
a. Bak intrumen yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
Benang tali pusat / klem umbilical
2 arteri klem
Gunting tali pusat
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. Kom tertutup berisi De Lee
c. Kom kecil berisi :
Oksitosin 1 ampul
Lidokain 1 1 ampul
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Bak intrumen yang berisi hecting set :
Hand scone
Spuit 10 cc
Pinset
Needle holder
2 buah nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald
kulit dan 1 buah nald otot
Cut gut (chromic)
I. Tensi meter
g. Stetoskop
h. Thermometer
2. Bagian bawah berisi :
a. Leanec
b. 1 buah nierbekken
c. 1 buah piring plasenta
d. Schort
e. Masker
I. Goggle ( kaca mata)

g. Sepatu boot/sandal tertutup
h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan
i. 3 buah kain bersih
j. 2 buah handuk bersih
k. Pakaian bayi terdiri dari :
Kain vernal/bedong
Popok bayi
Baju bayi
a. Pakaian ibu yang terdiri dari :
Pakaian dalam
Pembalut
Baju ibu
3. Tiga buah tempat sampah :
a. 1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering
b. 1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah
inIeksius
c. 1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor
4. Satu buah ember berisi larutan klorin 0,5
5. partograI

b. Baki dengan alasnya berisi :
Peralatan inIuse :
Cairan NaCl 0, dan RL
Abocath
Kassa
Plester
Gunting
Bak intrumen berisi :
1 Hand scone panjang steril
1 hand scone pendek steril
oley kateter steril
Kocher
Spuit 5 cc
c. Kassa dalam tempat
d. Kapas DTT
e. Medikamentosa :
Analgetik (petidin 1 2 mg / kg BB ). Ketamin Hcl 0,5
mg / kg BB.Tremadol 1 2 mg/ kg BB.
Sedative (diazepam 10 mg)
Atropine sulIas 0,25 0,50 mg / ml
Uteronika (oksitosin, ergometrin, prostaglandin)
I. Oksigen dengan regulatornya
g. Larutan klorin 0,5 dan tempatnya
h. Persiapan pasien

2 Langkah kerja
1.Beritahu ibu tindakan yanga akan dilakukan (inIormed consent)
2.Lakukan pemasangan inIuse
3.Beri sedative dan analgetik melalui selang inIuse
4.Atur klien dalam posisi litotomi
5.Cuci tangan hingga siku dengan air dan sabun kemudian
keringkan
6.Pakai hand scone panjang di kanan dan yang pendek tetap kiri
7.Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT
8.Lakukan kateterisasi kandung kemih (lihat prosedur
kateterisasi)
pastikan kateter masuk kedalam kandung kemih dengan
benar(prinsip pencegahan inIeksi)
cabut kateter setelah kandung kemih dikosongkan
.Jepit tali pusat dengan klem /kocher 5 10 cm dari vulva
kemudian tegangkan tali pusat sejajar lantai menggunakan
tangan kiri
10.Tangan kanan masuk secara obstetric (punggung tangan
kebawah) kedalam vagina dengan menelusuri tali pusat bagian
bawah mengikuti tali pusat hingga lokas tali pusat berada.
11.Saat plasenta teraba biarkan tali pusat, tangan diatas perut
menyangga Iundusdan tidak melakukan penarikan untuk
mencegah inversion uteri
12.Gerakkan jari jari didalam uterus dari pinggir hingga tepi
plasenta berada
13.pertahankan jari jari secara rata, letakakn pinggir tangan
diantara plasenta dan dinding uterus dengan telapak tangan
menghadap ke plasenta
14.Secara bertahap gerakkan tangan kekanan dan kekiri dengan
gerakan yang lembut sampai seluruh plasenta terpisah dari
dinding uterus denagan gerakan menyamping curigai adanya
plasenta akreta dan siapkan untuk tindakan bedah
15.Sementara satu tangan dalam kavum uteri,lakukan eksplorisasi
ulang untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yng masih
melekat pada dinding uterus
16.Pindahkan tangan luar ke supra simpisis untuk menahan uterus
pada saat plasenta dikeluarkan
17.Saat plasenta terlepas seluruhnya dan yakin semua jaringan
plasenta terambil tarik dengan tangan secara pelahan dengan
membawa plasenta keluar
18.Lakukan masase agar uterus tetap berkontraksi
1.Periksa plasenta untuk menyakinkan bahwa plasenta lengkap
dan periksa robekan jalan lahir
20.Berikan 10 IU oksitosin dalam 500 ml cairan normal (Nacl 0,
atau RL dengan 60 tetes / menit
21.Jika ada perdarahan hebat berlanjut berikan argometrin 0,2 mg
IM atau berikan prostaglandin
22.Lakukan dekomentasi pasca tindakan
23.rendam hand scone dalam larutan klorin 0,5
24.Rapikan klien dan bereskan alat alat
25.Cuci tangan dengan air dan sabun kemudian keringkan
26.Perawatan pasca tindakan
Periksa kembali tanda vital klien setiap 15 menit pada jam
pertama kemudian 30 menit pada jam kedua
Yakinkan uterus tetap berkontraksi
Catat kondisi pasien


Hal -hal yang perlu diperhatikan
1. Sambil melakukan tindakan perhatikan keadaan ibu/klien
2. Lakukan penangan yang sesuai jika terjadi penyulit

YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK MANUVER MC.ROBERT

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.


NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1 Persiapan alat :
a. Partus set yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat
Benang tali pusat/klem inkubinasi
Kassa steril
De lee
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. Oksitosin
c. Lidokain
d. Kom yang berisi kapas DTT
e. Kom yang berisi betadine
I. Nierbekken
g. Piring plasenta
h. 3 kain bersih
i. 2 handuk bersih
j. Shcrot
k. Sepatu boot / sandal tertutup
l. Masker
m. Goggle (kaca mata)
n. 3 buah tempat sampah
o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5
p. Leanec
q. PartograI
r. Tensi meter
s. Stetoskop
t. Thermometer
u. Hecting set yang berisi :
Spuit 10 cc
Hand scone
Pinset

Needle holder
Nald hecting (1 buah untuk kulit, 1 buah untuk otot)
Cut gut (benang kromik)

2 Persiapan tempat :
Bersih, aman, nyaman, rapi dan tenang
3 Persiapan lingkungan :
a. Menutupi pintu dan jendela
b. Memasang sampiran

4 Persiapan pasien :
Memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
(inIormed consent)

5 Beritahu ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
6 Atur posisi ibu, usahakan dalm posisi litotomi
Posisi ibu litotomi dengan cara kedua kaki ditekuk dan
dibuka lebar sehingga memudahkan untuk bekerja

7 Lakukan episiotomi sekucupnya :
Sabaiknya dilakukan episiotomi medio lateral, dan jangan
terlalu lebar agar tidak terjadi perdarahan

8 Lakukan maneuver Mc Robert ;
Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya, minta ibu
untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin kearah
dadanya
Minta 2 asisten (boleh suami atau anggota keluarganya
untuk membantu ibu)

Tekan kepala bayi secara mantap :
Terus menerus kearah bawah atau kearah anus ibu untuk
menggerakan bahu anterior dibawah simIisis pubis dan hindari
tekanan yang berlebihan pada kepala bayi karena mungkin
akan melukainya.

10 Minta asisten menekan supra pubis kearah bawah dengan lembut
Jangan lakukan dorongan kuat pada Iundus uteri kanan
karena akan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa
menyebabkan rupture uteri

11 Lakukan pertolongan persalinan selanjutnya seperti biasa :
Setelah bahu lahir langsung lahirkan badan bayi seperti
pertolongan persalinan normal
























YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PEMASANGAN AKDR / IUD

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.


NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1 Persiapan Alat :
a. Tensi
b. Stetoscope
c. Tempat tidur gynekologi
d. Bak instrument yang berisi :
2 pasang hand scone
Kain steril / doek
Speculum (kecil, sedang atau besar)2 buah
Kassa steril
Sonde uterus
Tenakulum
Tampon tang
Gunting
e. AKDR / IUD cut 380 A
I. Kom steril berisi kapas DTT
g. Korentang
h. Kom berisi cairan betadine
i. Lampu sorot
j. Sabun dan handuk tangan


2 Persiapan pasien
a. Pastikan klien benar benar memilih metode kontrasepsi
IUD sebagai pilihannya
b. Jelaskan pada klien prosedur yanga akan dilakukan
c. Mempersilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan bila
kurang mengerti
d. Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit
sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti
akan diberitahu bila sampai pada langkah langkah
tersebut
e. Pastikan klien telah megkosongkan kandung kemihnya.

MEKANISME KER1A
3 Memberi salam pada klien dan sapa dengan ramah dan hangat
4 Dekatkan alat alat dekat pasien
Alat alat untuk pemeriksaan Iisik dan pemasangan IUD

Siapkan lampu untuk memasang IUD
5 Pasang sampiran
6 Cuci tangan
Dibawah air mengalir dengan sabun dan keringkan dengan
handuk

7 Timbang berat badan klien
8 Ukur tekanan darah
Lakukan pemeriksaan payudara
Ajari klien cara memeriksa payudara sendiri

10 Palpasi daerah perut dan periksa apakah ada nyeri, tumor atau
kelainan lainnya didaerah supra pubik

11 Cuci tangan
12 Pasang sarung tangan steril
13 Pasang doek steril
14 Posisi klien dalam posisi litotomi
15 Lakukan vulva hygiene
16 Periksa genetalia eksterna
Adakah ulkus,pembengkakan kelenjar getah bening,
pembengkakan kelenjar bartolini

18 Periksa dalam
Pastikan gerakan serviks bebas
Tentukan besar dan posisi uterus
Pastikan tidak adanya kehamilan
Pastikan tidak ada inIeksi dan kehamilan lanjutkan ketahap
berikutnya.
1angan dilakukan pemasangan jika ada tanda infeksi dan
kehamilan

1 Masukkan lengan IUD Copper T 380 A didalam kemasan steril
dengan tehnik tanpa sentuh`
Buka sebagian plastic penutupnya dan lipat kebelakang
Masukan pendorong kedalam tabung inserter
Selipkan kertas pengukur dibawah lengan IUD
Pegang kedua lengan IUD dan dorong tabung inserter
sampai kepangkal lengan sehingga lengan akan melipat
Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung inserter
dari bawah lipatan lengan
Angkat sedikit tabung inserter, dorong dan putar untuk
memasukkan lengan IUD yang sudah terlipat tersebut ke
tabung inserter

1 Cuci tangan dengan air klorin 0,5 dan lepaskan dalam posisi
terbalik

MASUKKAN LENGAN IUD
20 Lakukan pemeriksaan speculum
Masukkan speculum vagina
Periksa adakah ada lesi atau keputihan pada portio
Inspeksi serviks
Pemeriksaan mikroskopik bila diperlukan

PEMASANGAN IUD
21 Pakai kembali sarung tangan yang baru
22 Usap vagina dan serviks dengan menggunakan antiseptic
Usap seluruh portio dengan larutan antiseptic (betadine) 2
kali atau lebih
Berikan anastesi local hanya bila diperlukan

23 Jepit serviks menggunakan tenakulum
Pasang tenakulum secara hati hati pada posisi vertical
(jam 10 atau jam 2)
Lakukan hanya satu tempat untuk mengurangi sakit

24 Masukkan sonde uterus dengan no touch technique '(tidak
sentuh)

Masukkan sonde secara hati hati ke dalam rongga uterus
denga sekali masuk tampa menyentuh dinding vagina
ataupun bibir speculum
25 Tentukan posisi uterus dan kedalam rongga uterus / kavum uteri
26 Keluarkan sonde dan ukur kedalam rongga uterus pada tabung
inserter yang masih berada didalam kemasan sterilnya dengan
menggeser leher biru pada tabung inserter

27 Buka seluruh plastic penutup kemasan
28 Keluarkan inserter dari tempat kemasan
Jangan sampai pendorongnya terdorong

2 Masukkan tabung inserter secara hati hati kedalam kavum uteri
Pegang inserter dengan posisi leher biru dalam posisi
horizontal (sejajar dengan IUD)
Masukkan kedalam kavum uteri sampai leher biru tresebut
menyentuh serviks atau sampai terasa ada tahanan

30 Lepas lengan IUD dengan menggunakan tehnik menarik (with
drawal).tarik keluar pendorong
Pergunakan tenakulum untuk menahan saat melepas lengan
IUD

31 Setelah lengan IUD, dorong secara perlahan lahan tabung
inserter kedalam kavum uteri sampai leher biru menyentuh serviks

32 Tarik keluar sebagian tabung inserter
33 Potong benang IUD kira kira 3 4 cm panjangnya
Pastikan sisa benang IUD yang telah terpotong masih
berada didalam tabung inserter untuk memudahkan
pembuangan

34 Keluarkan tabung inserter
35 Lepaskan dan keluarkan tenakulum dengan hati hati
36 Periksa serviks
Bila ada perdarahan dari bekas jepitan tenakulum tekan
dengan kassa selama 30 60 detik

37 Keluarkan speculum dengan hati hati
TINDAKAN PASCA PEMASANGAN
38 Buang bahan bahan habis pakai yang pakai terkontaminasi
3 Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai dengan larutan
klorin 0,5 selama 10 menit

40 Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5 kemudian lepaskan
sarung tangan dalam posisi terbalik

KONSELING PASCA TINDAKAN
41 Lengkapi rekam medik
42 Ajari klien cara memeriksa sendiri benang IUD
43 Minta klien menunggu di klinik selama 15 30 menit setelah
pemasangan

44 Yakinkan bahwa klien dapat datangke klinik setiap saat bila
memerlukan konsultasi















YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PEMASANGAN IMPLANT

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.


NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1
Persiapan alat
a.Tensi
b.Stetoskop
c.Tempat tidur periksa
d.Alat penyangga lengan
e.Perlak dan pengalas
I.Bak intrumen yang berisi
1 pasang hand scone steril
Kassa steril / doek
Kom steril
g. Batang norplant (6 buah) dalam kantong
h. Kom berisi cairan betadine
i. Anastesi local kosentrasi 1
j. EpineIrin untuk rejatan analIilatik
k. Semprit 5 cc dan jarum no.22
l. Trokart no. 10
m. Skapel no.11 / 15
n. Plaster / band aid
o. Klem penjepit
p. Pinset
q. Bengkok
r. Larutan klorin 0,5
s. Sabun dan handuk tangan


2 Persiapan pasien
a. Persiapan klien benar benar memilih metode kontrasepsi
implant sebagai pilihanya
b. Jelaskan pada pasien prosedur yang akan dilakukan
c. Mempersilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan bila
kurang mengerti
d. Sampaikan kepada klienkemungkinan akan merasa sedikit
sakit pada beberapa langkah waktu pemasangan dan nanti
akan diberitahu bila sampai pada langkah langkah tersebut
e. Minta klien untuk mencuci daerah yang akan dipasang
implant

MEKANISME KER1A
3 Memberi salam pada klien dan sapa dengan ramah dan hangat
4 Dekatkan alat alat dekat pasien
Alat alat untuk pemeriksaan Iisik dan pemasangan implant
Siapkan ruangan dengan cahaya yang cukup

5 Pasang sampiran
6 Cuci tangan
Dibawah air mengalir dengan sabun dan keringkan dengan
handuk

7 Timbang berat badan klien
8 Ukur tekanan darah
Lakukan pemeriksaan payudara
Ajari klien cara memeriksa payudara sendiri

10 Pasang penyangga lengan
11 Letakkan perlak dan alas perlak pada bagian bawah lengan
12 Tentukan tempat pemasangan yang optimal
8 cm dari atas lipatan siku
Gunakan pola dan spidol untuk menandai tempat insisi

13 Siapkan batang implant
Buka bungkus steril tanpa penyentuhnya
Letakkan pada kom steril

PEMASANGAN IMPLANT
14 Atur alat dan bahan sehingga mudah dipakai
15 Pakai sarung tangan steril
16 Hitung jumlah kapsul untuk memastikan jumlahnya
17 Persiapakan tempat insisi dengan larutan antiseptic
Gunakan klem steril untuk memegang kassa berantiseptik
Mulai mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi
keluar dengan gerakan melingkar sekitar 8 13 cm dan
biarkan kering sekitar 2 menit

18 Pasang doek bolong steril
1 Pastikan klien tidak alergi terhdap anastesi
20 Lakukan anastesi local
Masukkan jarum tepat dibawah kulit pada tempat insisi
Pastikan tidak masuk dalam pembuluh darah
Tanpa memindahkan jarum masukankebawah kulit sekitar 4
cm
Suntikan masing masing 1 cc diantara pola pemasangan
1&2, 3 & 4, 5, & 6

21 Uji eIek anastesi
22 Buat insisi dangkal selebar 2 mm dengan skapel
23 Sambil mengunkit kulit, tusuk trokart dan pendorongnya sampai
batas tanda 1 dekat pangkal trokart

24 Tarik pendorong keluar
25 Masukkan kapsul implant kedalam trokart dengan tangan atau
pinset

26 Masukkan kembali pendorong dan dorong kapsul sampai ada
tahanan

27 Tarik trokart dan pendorongnya bersama sama sampai pada batas
ujung trokrat
Ujung trokart harus tetap berada dibawah kulit

28 iksasi ujung implant yang telah dipasang
2 Arahkan ujng trokart untuk memasang kapsul berikutnya sesuai
dengan pola

30 Cabut trokart setelah kapsul terakhir dipasang
31 Raba kapsul untuk mengetahui enam kapsul implant telah
terpasang dengan deretan seperti kipas

32 Periksa daerah insisi untuk mengetahui seluruh kapsul berada jauh
dari insisi

33 Dekatkan ujung ujung insisi
34 Pasang plaster / band aid
35 Buang bahan bahan habis pakai yang terkotaminasi
36 Rendam seluruh peralatan yang sudah terpakai dengan larutan
klorin 0,5 10 mnt

37 Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5 kemudian lepaskan
sarung tangan dalam posisi terbalik

KONSELING PASCA TNDAKAN
38 Lengkapi rekam medik
3 Minta klien menunggu di klinik selama 15 20 menit setelah
pemasangan

40 Berikan petunjuk pada klien tentang perawatan luka insisi di
rumah

41 Bila ada terdapat tanda tanda inIeksi segera kembali ke klinik
42 Yakinkan bahwa klien dapat datang ke klinik setiap saat
memerlukan konsultasi













































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PEN1AHITAN LASERASI PERINIUM / EPISIOTOMI

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
MEMPERSIAPKAN PEN1AHITAN
1 Bantu ibu mengambil posisi litotomi sehingga bokongnya berada
ditepi tempat tidur /meja. Topang kakinya dengan alat penopang
/minta anggota keluarga untuk memegang kaki ibu sehingga ibu
berada dalam posisi litotomi

2 Tempatkan handuk/kain bersih dibawah bokong ibu
3 Jika mungkin, tempatkan lampu sedemikian rupa sehingga
perinium bisa dilihat dengan jelas

4 Gunakan tehnik aseptik pada saat memeriksa robekan /episiotomi
memberikan anastesi local dan menjahit luka

5 Cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir
6 Pakai sarung tangan DTT/steril
7 Dengan menggunakan tehnik antiseptik, persiapkan peralatan dan
bahan bahan DTT untuk penjahitan

8 Duduk dengan posisi santai dan nyaman sehingga luka bisa
dengan mudah dilihat dan penjahitan bisa dilakukan tanpa
kesulitan

Gunakan kain / kassa DTT/bersih untuk menyeka vulva, vagina
dan perinium ibu dengan lembut bersihkan darah /bekuan darah
yang ada sambil menilai dalam dan luasnya luka

10 Periksa vagina, serviks dan perinium secara lengkap. Pastikan
bahwa laserisasi /sayatan perinium hanya merupakan derajat satu /
dua

11 Ganti sarung tangan dengan sarung tangan DTT /steril yang baru
setelah melakukan pemeriksaan rectum

12 Siapkan jarum dan benang. Gunakan benang kromik 2-0 atau 3-0
benang kromik bersiIat lentur, kuat, tahan lama dan paling sedikit
menimbulkan reaksi jaringan

13 Tempatkan jarum pada pemegang jarum dengan sudut 0 jepit
tersebut.

MEMBERIKAN ANASTESI LOKAL
14 Jelaskan pada ibu apa yang anda lakukan dan bantu ibu merasa
santai

15 Hisap 10 ml larutan lidokain 1 kedalam alat suntik sekali pakai
ukuran 10 ml (tabung suntik yang lebih besar boleh digunakan
jika diperlukan ) jika lidokain 1 tidak tersedia, lanjutkan 1

bagian lidokain 2 dengan 1 bagian normal salin /air steril yang
sudah diseling
16 Tempelkan jarum ukuran 22 sepanjang 4 cm ke tabung suntik
tersebut

17 Tusukkan jarum keujung /pojok laserisasi /sayatan lalu tarik jarum
sepanjang tepi luka (kearah bawak mukosa dan kullit perinium)

18 Aspirasi (tarik pendorong tabung suntik )untuk memastikan
bahwa jarum tidak berada dalam pembuluh darah. 1ika darah
masuk ketabung suntik , jangan suntikkan lidokain dan tarik
jarum seluruhnya.
Pindahkan posisi jarum dan suntikkan kembali

1 Suntikkan anastesia sejajar dengan permukaan luka pada saat
jarum suntik ditarik perlahan lahan

20 Tarik jarum hingga sampai kebawah tempat dimana jarum
tersebut disuntikan

21 Arahkan lagi jarum kedaerah luka dan ulangi langkah ke 17
tusukan jarum untuk ketiga kalinya dan sekali lagi ulangi langkah
17 sehingga 3 garis di satu sisi luka mendapatkan anastesi lokal.
Ulangi proses ini di sisi luka mendapatkan anastesi luka. Ulangi
proses ini disisi dari luka tersebut . setiap sisi luka akan
memerlukan kurang adri 5 ml lidokain 1 untuk mendapatkan
anastesi yang cukup

22 Tunggu selama 2 menit dan biarkan anastesi tersebut bekerja dan
kemudian uji daerah yang di anastesi dengan cara dicubit dengan
Iorseps /disentuh dengan jarum yang tajam. Jika ibu merasakan
jarum/ dicubit tersebut, tunggu 2 menit lagi dan kemudian uji
kembali sebelum mulai menjahit luka

PENJAHITAN LASERISASI PADA PERINIUM
23 Setelah memberikan anastesi lokal dan memastikan bahwa daerah
tersebut sudah dianastesi telusuri dengan hati hati menggunakan
satu jari untuk secara jelas menentukan batas batas luka.
Dekatkan tepi laserisasi untuk menentukan bagaimana cara
menjahitnya menjadi satu dengan mudah

24 Buka jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserisasi
divagina bagian dalam, setelah membuat tusukan pertama, buka
ikatan dan potong pendek benang yang lebih pendek dari ikatan
bisa dilakukan tanpa kesulitan

25 Tutup muka vagina dengan jahitan jelujur, jahit kebawah kearah
cincin hymen

26 Tepat sebelum cincin hymen masukkan jarum kedalam mukosa
vagina lalu kebawah laserisasi. Perhatikan seberapa dekat jarum
kepuncak luka

27 Teruskan kearah bawah tepi tepat pada luka, menggunakan jahitan
jelujur, hingga mencapai bagian bawah laserisasi. Pastikan bahwa
jarak setiap jahitan sama dan otot yang terluka telah dijahit. Jika
laserisasi meluas kedalam otot, mungkin perlu untuk melakukan
satu/dua lapisan jahitan terputus putus untuk menghentikan
perdarahan dan /atau mendekatkan jaringan tubuh secara eIektiI

28 Setelah mencapai ujung laserisasi, arahkan jarum keatas dan
teruskan penjahitan, menggunakan jahitan jelujur untuk menutup
lapisan subkutikuler jahitan ini akan menjadi jahitan lapis kedua.
Periksa lubang bekas jarum jahit lapisan kedua ini meninggalkan
luka yang tepat terbuka berukuran 0,5 cm atau kurang , luka ini
akan menutup dengan sendirinya pada saat penyembuhan luka

2 Tusuk jarum dari robekan perinium kedalam vagina jarum harus
keluar dari belakang cincin hymen

30 Ikat benang dengan membuat simpul didalam vagina. Potong
ujung benag dan sisakan sekitar 1,5 cm jika ujung benang
dipotong terlalu pendek simpul akan longgar dan laserisasi akan

membuka
31 Ulangi pemeriksaan vagina dengan lembut untuk memastikan
bahwa tidak ada kassa/peralatan lain tertinggal di dalam

32 Dengan lembut masukan jari paling kecil kedalam anus raba
apakah ada jahitan pada rektum enam minggu pasca persalinan.
Jika ada jahitan yang teraba, ulangi pemeriksaan rectum enam
minggu pasca persalinan. Jika peenyembuhan belum sempurna
(misalnya ada Iistula recto vagina / jika melaporkan inkontinesa
alvi/Ieses), ibu segera rujuk ke Iasilitas kesehatan /rujukan

33 Cuci daerah genetal dengan lembut dengan sabun dan air DDT,
kemudian dikeringkan. Bantu ibu mencari posisi yang lebih
nyaman

34 Nasehati ibu untuk :
Menjaga periniumnya selalu bersih dan kering
Hindari pengguna obat obatan tradisional pada
periniumnya
Cuci periniumnya dengan sabun dan air bersih yang
mengalir 3 4 kali perhari
Kembali dalam waktu seminggu untuk memeriksa
penyembuhan lukanya. Ibu harus kembali awal jika ia
mengalami demam / mengeluarkan cairan yang berbau dan
daerah tersebut menjadi lebih nyeri







































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA BRACHT

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
Persiapan alat :
Trolley dengan alasannya :
1. Bagian atas berisi :
a. Bak Instrumen yang berisi partus set :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. Kom tertutup berisi De lee
c. Kom kecil yang berisi
Oksitosin 1 ampul
Lidokain 1 ampul
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Bak intrumen yang berisi hecting set :
Hsnd scone
Spuit 10 cc
Pinset
Needle holder
2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan
1 buah nald otot
Cut gut (chromik)
g. Tensi meter
h. Stetoskop
i. Termometer
2.Bagian bawah berisi :
a. Leanec
b. 1 buah nierbekken
c. 1 buah piring plasenta
d. Schort
e. Masker
I. Google(kaca mata)
g. Sepatu boot / sendal tertutup
h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan
i. 3 buah kain bersih
j. 2 buah handuk bersih

k. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Kain vernel / bedong
Popok bayi
Baju bayi
l. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Pakaian dalam
Pembalut
Baju ibu
3.Tiga Buah Tempat sampah
1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering
1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah inIeksius
1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor
1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5

I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum
dan/atau vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang
siap digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan
tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set.

3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku,
mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir
dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi
yang bersih


5. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
pemeriksaan dalam


6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan
memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan
meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung
suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
1ANIN BAIK

7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-
hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau
kasa yang sudah dibasahi air desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh
kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari
depan ke belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah
yang tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua
sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin
0,5,langkah )

8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan
dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah
lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan
sudah lengkap lakukan amniotomi

. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan
chlorin 0.5 dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik
serta merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 selama 10
menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT

10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi
untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 150
kali/menit )
OAmbil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
ODokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil
penilaian serta asuhan lainnya pada partograI
IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK
MEMBANTU PROSES PIMPINAN MENERAN

11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
baik.
O Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
keinginannya
OTunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan
pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai
dengan pedoman persalinan aktiI dan mendokumentasikan
hasil yang didapatkan


12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi
ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi
setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)

13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran :
OBimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan
meneran
ODukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.
OBantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
OAnjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
OAnjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat
pada ibu
OAnjurkan asupan cairan peroral
OLakukan penilaian DJJ setiap 5 menit
OJika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk
primipara dan 60 menit (1 jam )untuk multipara.
14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
O Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil
posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam
60 menit anjurkan ibu untuk mulai meneran pada puncak
kontraksi dan beristirahat diantara kontraksi.
O Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan
terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan
segera.

V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
15. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6 cm,
letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi
O Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi
persalinan (asIiksia neonatorum) disebelah bawah kaki
ibu ditempat yang datar dan alas yang keras. Alaskan 2
kain dan 1 handuk dengan lampu sorot 60 watt (jarak 60
cm dari tubuh bayi)

16. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
17. Buka partus set
18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
1. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 6 cm,
biarkan bokong keluar perlahan lahan. Segera setelah bokong
lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong
sejajar dengan panjang paha, jari jari yang lain memegang
daerah panggul).
OJangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya
janin

20. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.
21. lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus skapula inIerior
tampak dibawah shimpisis (dengan mengikuti gerak rotasi
anterior, yaitu punggung janin didekatkan keperut ibu tanpa
tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan janin.
O Bila pada tahap ini ternyata terjadi hambatan pengeluaran
saat tubuh janin mencapai daerah skapula inIerior, segera
lakukan pertolongan dengan cara klasik atau muller

22. Gerakan keatas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi, kepala
VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
23. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, naIas,
spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam
penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas maka
lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas perut ibu
dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya (bila tali
pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang
memungkinkan.

24. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi
kecuali bagian tali pusat

25. Jepit tali pusat menggunakan klem kira kira 3 cm dari pusat
bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah
ibu dan memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama
(kearah ibu)

26. Pegang tali pusat dengan satu tangan,lindungi bayi dari gunting
dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut

27. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau
selimut yang bersih dan kering. Tutupi bagian kepala dan biarkan
tali pusat terbuka
O Jika bayi mengalami kesulitan bernaIas ambil tindakan
yang sesuai

2. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan untuk memeluk bayinya dan
memulai pemberian ASI jika ibu menghendaki

VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III
30. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk
menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.

31. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik.

32. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan
suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas
Ibu bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu


IX. MENGELUARKAN PLASENTA
32. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.

33. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat
diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi
kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem
dengan tangan kanan.

34. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah
bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan
arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara
menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial )
dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio
uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.

Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga
diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.

35. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti
kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah
pada uterus.

Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga
berjarak 5-10 cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan
tali pusat selama 15 menit :
O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan
kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan
tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15
menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30
menit sejak melahirkan.

37. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan
dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam
hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan
lahirkan selaput ketuban tersebut.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi
tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina
dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan
atau klem desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
melepaskan bagian selaput yang terlepas.
X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMI1ATAN) UTERUS
38. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan
massage uterus, letakan telapak tangan diIundus dan lakukan
massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus
berkontraksi (Iundus menjadi keras).

XI. MENILAI PENDARAHAN
3. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke
ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap
dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau
tempat khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage
selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai.

3. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan
segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.


XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
40. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi
dengan baik.
Lakukan perrdarahan pervaginam.
41. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air desinIeksi tingkat tinggi
dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
42. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau
steril atau lakukan pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi
dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat.
43. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat
yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
44. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan
klorin 0,5 .
45. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan
kainnya bersih dan kering.
46. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.


XIII. EVALUASI
47. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan
pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan

Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan,
lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan
tehnik yang sesuai.
48. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage
terus dan memeriksa kontraksi uterus.
4. Evaluasi kehilangan darah.
50. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap
15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30
menit selama jam kedua pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam
pertama perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang
tidak normal.

XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN
51. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 untuk
dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan
setelah di dekontaminasi.

52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat
sampah yang sesuai.

53. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban, lendir
dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang bersih dan
kering.

54. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan
ASI dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu
minum/makan yang diinginkan

55. Lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk
melahirkan dengan larutan klorin 0,5 dan segera bilas dengan
air bersih.

56. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 ,
balik bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin
0,5 selama 10 menit.

57. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
58. DOKUMENTASI



























YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA LOVSET

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
Persiapan alat :
Trolley dengan alasannya :
1. Bagian atas berisi :
a. Bak Instrumen yang berisi partus set :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. Kom tertutup berisi De lee
c. Kom kecil yang berisi
Oksitosin 1 ampul
Lidokain 1 ampul
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Bak intrumen yang berisi hecting set :
Hsnd scone
Spuit 10 cc
Pinset
Needle holder
2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan
1 buah nald otot
Cut gut (chromik)
g. Tensi meter
h. Stetoskop
i. Termometer
2. Bagian bawah berisi :
a. Leanec
b. 1 buah nierbekken
c. 1 buah piring plasenta
d. Schort
e. Masker
I. Google(kaca mata)
g. Sepatu boot / sendal tertutup
h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan
i. 3 buah kain bersih
j. 2 buah handuk bersih

k. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Kain vernel / bedong
Popok bayi
Baju bayi
l. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Pakaian dalam
Pembalut
Baju ibu
3. Tiga Buah Tempat sampah
1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering
1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah inIeksius
1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor
1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5

I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum
dan/atau vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2.Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap
digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan tabung
suntik steril sekali pakai didalam partus set.

3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci
kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan
mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang
bersih


5. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
pemeriksaan dalam


6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan
memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan
meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung
suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
1ANIN BAIK

7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati
dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang
sudah dibasahi air desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh
kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari
depan ke belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang
tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung
tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin
0,5,langkah )

8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan
dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah
lengkap lakukan amniotomi

. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin
0.5 dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta
merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 selama 10 menit.
Mencuci kedua tangan dengan air DTT

10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 150 kali/menit )

O Ambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
O Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil
penilaian serta asuhan lainnya pada partograI

IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU
PROSES PIMPINAN MENERAN

11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
keinginannya
O Tunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan
pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai
dengan pedoman persalinan aktiI dan mendokumentasikan hasil
yang didapatkan

12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu
untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah
duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)

13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran :
O Bimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan
meneran
O Dukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.
O Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
O Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
O Anjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat
pada ibu
O Anjurkan asupan cairan peroral
O Lakukan penilaian DJJ setiap 5 menit
O Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk primipara
dan 60 menit meneran,rujuk ibu dengan segera.
14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
O Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi
yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit
O Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera.

V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
15. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6 cm,
letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi
Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan
(asIiksia neonatorum) disebelah bawah kaki ibu ditempat yang
datar dan alas yang keras. Alaskan 2 kain dan 1 handuk dengan
lampu sorot 60 watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi)

16. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
17. Buka partus set
18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
1. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 6 cm,
biarkan bokong keluar perlahan lahan. Segera setelah bokong
lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong
sejajar dengan panjang paha, jari jari yang lain memegang daerah
panggul).
O Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin

20. segera setelah bokong lahir longgarkan tali pusat setelah lahirnya
perut dan sebagian dada.

21. segera setelah badan janin lahir letakkan diatas tangan kiri penolong
sehingga posisi bayi seperti menunggang kuda .

22. jari tengah dimasukkan kedalam mulut , jari telunjuk dan jari manis
mencengkeram leher.

23. tangan kanan memegang atau mencengkeram bahu dan tengkuk
janin

24. minta seorang asisten untuk menekan Iundus uteri
25. Bersamaan dengan adanya his, asisten menekan Iundus uteri,
penolong melakukan tarikan kebawah sesuai arah sumbu jalan lahir
dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut.

26. Bila sub oksiput tampak dibawah simpisis, kepala janin dielevasi
keatas (mendekati perut ibu ) sehingga berturut - turut dari dagu,
mulut, hidung, mata, dahi, lalu lahirlah semua kepala janin.

VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
27. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, naIas,
spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam
penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas maka
lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas perut ibu
dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya (bila tali
pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang memungkinkan.
28. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi
kecuali bagian tali pusat

2. jepit tali pusat menggunakan klem kira kira 3 cm dari pusat bayi.
Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah ibu dan
memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama (kearah ibu)

30. pegang tali pusat dengan satu tangan ,lindungi bayi dari gunting dan
potong tali pusat diantara 2 klem tersebut
31. ganti handuk yang basah dan selimut bayi dengan kain atau selimut
yang bersih dan kering.tutupi bagian kepala dan biarkan tali pusat
terbuka
O jika bayi mengalami kesulitan bernaIas ambil tindakan yang
sesuai
32. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayinya
dan memulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya


VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III
33. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk
menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.

34. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik.

35. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan
suntikan oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu
bagian luar , Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu


IX. MENGELUARKAN PLASENTA
36. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.

37. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas
tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi
dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan
kanan.

38. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah bawah
pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan arah
berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan
uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial ) dengan hati-hati
untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio uteri. Jika plasenta
tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan penegangan tali pusat dan
tunggu hingga kontraksi berikutnya.

O Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga
diminta untuk melakukan rangsangan putting susu
3. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti
kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada
uterus.
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga
berjarak 5-10 cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan

tali pusat selama 15 menit :
O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan
kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan
tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15
menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30
menit sejak kelahiran bayi.
40. jika plasenta terlihat di introitus vagina, pegang palsenta dengan
dua tangan dan dengan hati hati memutar plasenta searah jarum
jam hingga selaput ketuban terpilih. Dengan lembut dan perlahan
lahirkan selaput ketuban terpilh.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi
tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan
serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem
desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk melepaskan bagian
selaput yang terlepas.
X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMI1ATAN) UTERUS
38. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage
uterus, letakan telapak tangan diIundus dan lakukan massage
dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus
berkontraksi (Iundus menjadi keras).

XI. MENILAI PENDARAHAN
3. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke
ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap
dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat
khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage
selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai.

40. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan
segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.


XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
41. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi
dengan baik.
42. Lakukan perrdarahan pervaginam.
43. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air desinIeksi tingkat tinggi dan
keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
44. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau steril
atau lakukan pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi dengan simpul
mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat.
45. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
46. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin
0,5 .
47. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan
kainnya bersih dan kering.
48. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.


XIII. EVALUASI
4. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan
pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan,
lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan

tehnik yang sesuai.
50. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage
terusdan memeriksa kontraksi uterus.
51. Evaluasi kehilangan darah.
52. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15
menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit
selama jam kedua pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam
pertama perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang
tidak normal.

XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN
53. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 untuk
dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah
di dekontaminasi.

54. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat sampah
yang sesuai.

55. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban, lendir
dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang bersih dan
kering.

56. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan ASI
dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang
diinginkan

.
57. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 , balik
bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin 0,5
selama 10 menit.

58. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
5. DOKUMENTASI
































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERSALINAN SECARA MAURICEAU

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
Persiapan alat :
Trolley dengan alasannya :
1. Bagian atas berisi :
d. Bak Instrumen yang berisi partus set :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
e. Kom tertutup berisi De lee
I. Kom kecil yang berisi
Oksitosin 1 ampul
Lidokain 1 ampul
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Bak intrumen yang berisi hecting set :
Hsnd scone
Spuit 10 cc
Pinset
Needle holder
2 bauh nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald kulit dan
1 buah nald otot
Cut gut (chromik)
g. Tensi meter
h. Stetoskop
i. Termometer
2. Bagian bawah berisi :
a. Leanec
b. 1 buah nierbekken
c. 1 buah piring plasenta
d. Schort
e. Masker
I. Google(kaca mata)
g. Sepatu boot / sendal tertutup
h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan
i. 3 buah kain bersih
j. 2 buah handuk bersih

k. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Kain vernel / bedong
Popok bayi
Baju bayi
l. Pakaian bayi yang terdiri dari :
Pakaian dalam
Pembalut
Baju ibu
3. Tiga Buah Tempat sampah
1 buah berwarna merah untuk tempat sampah kering
1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah inIeksius
1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor
1 buah ember berisi larutan klorin berisi 0,5

I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum
dan/atau vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang
siap digunakan.mematahkan ampul 10 unit dan menempatkan
tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set.

3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku,
mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir
dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi
yang bersih


5. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
pemeriksaan dalam


6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan
memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan
meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung
suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
1ANIN BAIK

7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-
hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau
kasa yang sudah dibasahi air desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh
kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari
depan ke belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah
yang tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua
sarung tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin
0,5,langkah )

8. Dengan menggunakan tehnik antiseptik, Melakukan pemeriksaan
dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik sudah
lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan
sudah lengkap lakukan amniotomi

. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin
0.5 dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta
merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 selama 10 menit.
Mencuci kedua tangan dengan air DTT

10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 150 kali/menit
)
OAmbil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
ODokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil
penilaian serta asuhan lainnya pada partograI
IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU
PROSES PIMPINAN MENERAN

11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
keinginannya
OTunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan
pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai
dengan pedoman persalinan aktiI dan mendokumentasikan hasil
yang didapatkan


12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi
ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi
setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)

13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran :
OBimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan
meneran
ODukung dan beri semangat atas usaha ibu untuk meneran.
OBantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
OAnjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
OAnjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat
pada ibu
OAnjurkan asupan cairan peroral
OLakukan penilaian DJJ setiap 5 menit
OJika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk
primipara dan 60 menit meneran,rujuk ibu dengan segera.
14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
O Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil
posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam
60 menit
O Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan
terjadi segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan
segera.

V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6
cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan
bayi
O Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan
(asIiksia neonatorum) disebelah bawah kaki ibu ditempat
yang datar dan alas yang keras. Alaskan 2 kain dan 1 handuk
dengan lampu sorot 60 watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi)

16. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
17. Buka partus set
18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
1. Saat bokong bayi membuka vulva dengan diameter 5 6 cm,
biarkan bokong keluar perlahan lahan. Segera setelah bokong
lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong
sejajar dengan panjang paha, jari jari yang lain memegang
daerah panggul).
OJangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya
janin

20. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.
21. lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus skapula inIerior
tampak dibawah shimpisis (dengan mengikuti gerak rotasi

anterior, yaitu punggung janin didekatkan keperut ibu tanpa
tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan janin.
O Bila pada tahap ini ternyata terjadi hambatan pengeluaran
saat tubuh janin mencapai daerah skapula inIerior, segera
lakukan pertolongan dengan cara klasik atau muller
22. Gerakan keatas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi, kepala
VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
23. Lakukan penilaian bayi dengan cepat (cairan ketuban, naIas,
spontan warna kulit, tonus otot dan usia kehamilan). Jika dalam
penilaian terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan diatas
maka lakukan langkah awal, kemudian letakkan bayi diatas
perut ibu dengan posisi kepala bayi lebihrendah bdari tubuhnya
(bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang
memungkinkan.

24. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi
kecuali bagian tali pusat

25. Jepit tali pusat menggunakan klem kira kira 3 cm dari pusat
bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kearah
ibu dan memasang klem kedua 2 cm dan dari klem pertama
(kearah ibu)

26. Pegang tali pusat dengan satu tangan,lindungi bayi dari gunting
dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut

27. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau
selimut yang bersih dan kering. Tutupi bagian kepala dan
biarkan tali pusat terbuka
O Jika bayi mengalami kesulitan bernaIas ambil tindakan yang
sesuai

28. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan untuk memeluk bayinya dan
memulai pemberian ASI jika ibu menghendaki

VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III
2. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk
menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.

30. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik.

31. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan
oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar
, Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu


IX. MENGELUARKAN PLASENTA
32. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.

33. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat
diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi
kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem
dengan tangan kanan.

34. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah
bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan
arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara
menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial )
dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio
uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.

O Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga
diminta untuk melakukan rangsangan putting susu
35. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti
kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah
pada uterus.
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga
berjarak 5-10 cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan
tali pusat selama 15 menit :

O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan
kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan
tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15
menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30
menit sejak melahirkan.

36. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan
dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam
hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan
lahirkan selaput ketuban tersebut.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi
tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina
dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan
atau klem desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
melepaskan bagian selaput yang terlepas.
X. RANGSANGAN TAKTIL (PEMI1ATAN) UTERUS
37. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan
massage uterus, letakan telapak tangan diIundus dan lakukan
massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga
uterus berkontraksi (Iundus menjadi keras).

XI. MENILAI PENDARAHAN
38. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel
ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan
lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik
atau tempat khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage
selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai.
3. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum
dan segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.


XII. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
40. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus
berkontraksi dengan baik.
Lakukan perrdarahan pervaginam.
41. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air desinIeksi tingkat tinggi
dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
42. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau
steril atau lakukan pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi
dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat.
43. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat
yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
44. Segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan
klorin 0,5 .
45. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan
kainnya bersih dan kering.
46. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.


XIII. EVALUASI
47. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan
pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan,
lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan
tehnik yang sesuai.

48. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage
terus dan memeriksa kontraksi uterus.
4. Evaluasi kehilangan darah.
50. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap
15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30
menit selama jam kedua pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam
pertama perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang
tidak normal.

XIV. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN
51. Masukan semua peralatan ke dalam larutan klorin 0,5 untuk
dekontaminasi (selama 10 menit). Cuci dan bilas peralatan
setelah di dekontaminasi.

52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam tempat
sampah yang sesuai.

53. Bersihkan ibu dengan air DTT. Bersihkan cairan ketuban,
lendir dan darah. Bantu ibu untk mengenakan pakaian yang
bersih dan kering.

54. Pastikan bahwa ibu merasa aman, Bantu ibu untuk memberikan
ASI dan anjurkan keluarga untuk memberikan ibu
minum/makan yang diinginkan

55. Lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk
melahirkan dengan larutan klorin 0,5 dan segera bilas dengan
air bersih.

56. Masukan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5 ,
balik bagian dalam keluar dan rendam kedalam larutan klorin
0,5 selama 10 menit.

57. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
58. DOKUMENTASI































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN EKSTRAKSI BOKONG

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1. Persiapan alat :
a. Partus set yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. oksitosin
c. lidokain 1
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Nierbeken
g. Piring plasenta
h. 3 kain bersih
i. 2 handuk bersih
j. Scort
k. Sepatu boot/sandal tertutup
l. Masker
m. Goggle
n. 3 buah tempat sampah
o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5
p. Leanec
q. PartograI
r. Tensimeter
s. Stetoskop
t. Thermometer
u. Hecting set yang berisi :
O Spuit 10 cc
O Hand scone
O Pinset
O Needle holder
O Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot
O Cut gut (benang khromik)
2. persiapan tempat :
bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang
1.persiapan lingkungan

a.menutupi pintu dan jendela
b.memasang sampiran
2.persiapan pasien
memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
(inIormed consent)

LANGKAH KER1A
I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum
dan/atau vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang
siap dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan
menenpatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set.


3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
5. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku,
mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang
mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali
pakai / pribadi yang bersih


6. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
pemeriksaan dalam


7. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan
memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan
meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung
suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
1ANIN BAIK

8. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati
dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa
yang sudah dibasahi air desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi
oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan
menyeka dari depan ke belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam
wadah yang tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan
kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam
larutan klorin 0,5,langkah )

15. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa
pembukaan servik sudah lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan
sudah lengkap lakukan amniotomi


16. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin
0.5 dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta
merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 selama 10 menit.
Mencuci kedua tangan dengan air DTT


17. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 180 kali/menit
)
OAmbil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
a.Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil
penilaian serta asuhan lainnya pada partograI

IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN
MENERAN
18. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
keinginannya
OTunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan
pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai
dengan pedoman persalinan aktiI dan mendokumentasikan hasil
yang didapatkan
OJelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat
mendukung dan memberi semangat kepada ibu, saat ibu
meneran


1. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi
ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah
duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)


20. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran :
OBimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan eIektiI
ODukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara
meneran apabila caranya tidak sesuai.
OBantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
OAnjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
OAnjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat
pada ibu
OAnjurkan asupan cairan peroral
OLakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai
OSegera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir
setelah 120 menit (2 jam)meneran pada primigravida atau 60
menit (1 jam)untuk multigravida.
Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
O Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil
posisi yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam
60 menit
Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera.


V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
21. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6
cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan
bayi
Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan
(asIiksia neonatorum)


22. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
23. Buka partus set
24. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
25. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran
dengan benar jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong
turun didasar panggul.


26. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan episiotomi
O Lakukan episiotomi saat bokong membuka vulvadan
perinium sudah tipis

21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda - kuda


LAHIRNYA BAHU
22. lahirkan janin secara manual aid (klasik, muller, atau lovset)


LAHIRNYA KEPALA
23. jika pada tahap ini terjadi hambatan pengeluaran kepala janin
segera lakukan pertolongan dengan cara mauriceu.

24. setelah bayi lahir letakkan bayi diperut ibu, bungkus bayi dengan
handuk, segera lakukan penanganan bayi baru lahir.


VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
25. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, naIas
spontan, warna kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika
dalam penilaiannya terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan
di atas maka dilakukan langkah awal. Kemudian letakkan bayi
di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari
tubuhnya ( bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat
yang memungkin kan ).


26. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi
kecuali bagian tali pusat.


27. Jepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat
bayi melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem ke arah
ibu dan memasang klem ke 2 cm dari klem pertama ( kearah
ibu).


28. Pegang tali pusat dengan satu tangan, lindungi bayi dari gunting
dan potong tali pusat diantara ke 2 klem tersebut.


2. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau
selimut yang berrsih dan kering. Tutupi bagian kepala dan
biarkan tali pusat terbuka.
Jika bayi mengalami kesulitan bernaIas ambil tindakan
yang sesuai.



30. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi
nya dan mulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya.


VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III
OKSITOSIN

31. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen
untuk menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.

32. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik.
33. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan
oksitosin 10 unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar
, Setelah mengaspirasinya terlebih dahulu

PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI
34. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.
35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat
diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan
palpasi kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan
klem dengan tangan kanan.

36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah
bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan
arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara
menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial )
dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio
uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.

Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga
diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.


MENGELUARKAN PLASENTA
37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas,
ikuti kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan
arah pada uterus.
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga
berjarak 5-10 cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan
tali pusat selama 15 menit :
O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan
kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan
tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15
menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30
menit sejak melahirkan.

38. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan
dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam
hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan
lahirkan selaput ketuban tersebut.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi
tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina
dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan
atau klem desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
melepaskan bagian selaput yang terlepas
RANGSANGAN TAKTIL (PEMI1ATAN) UTERUS
3. Seger setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan
massage uterus, letakan telapak tangan diIundus dan lakukan
massage dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga
uterus berkontraksi (Iundus menjadi keras).


IX. MENILAI PENDARAHAN
40. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel
ke ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan
lengkap dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik
atau tempat khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage
selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai.

41. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan
segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.

X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
42. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi
dengan baik.
Lakukan perrdarahan pervaginam.
43. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air desinIeksi tingkat tinggi
dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
44. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau
steril atau lakukan pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi
dengan simpul mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat.

45. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat
yang bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
46. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan
klorin 0,5 .
47. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan
kainnya bersih dan kering.
48. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.

EVALUASI
4. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan
pervaginam:

2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan,
lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan
tehnik yang sesuai.
50. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage
terus dan memeriksa kontraksi uterus.
51. Evaluasi kehilangan darah.
52. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap
15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30
menit selama jam kedua pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam
pertama perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang
tidak normal.
Kebersihan dan Keamanan
53. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 untuk
dekontaminasi.
54. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang
sesuai
55. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinIeksi tingkat
tinggi. Bersihkan ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk
mengenakan pakaian yang bersih dan kering.
56. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan
ASI dan menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu
minum/makan yang diinginkan.
57. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk
melahirkan dengan larutan klorin 0,5 dan segera bilas dengan
air bersih.
58. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5 balik
bagian dalam keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5
selama 10 menit.
5. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir.
60. DOKUMENTASI



























YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN SUNGSANG KLASIK

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.


NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1. Persiapan alat :
a. Partus set yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. oksitosin
c. lidokain 1
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Nierbeken
g. Piring plasenta
h. 3 kain bersih
i. 2 handuk bersih
j. Scort
k. Sepatu boot/sandal tertutup
l. Masker
m. Goggle
n. 3 buah tempat sampah
o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5
p. Leanec
q. PartograI
r. Tensimeter
s. Stetoskop
t. Thermometer
u. Hecting set yang berisi :
O Spuit 10 cc
O Hand scone
O Pinset
O Needle holder
O Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot
O Cut gut (benang khromik)
2. persiapan tempat :
bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang

3. persiapan lingkungan
a.menutupi pintu dan jendela
b.memasang sampiran
4.persiapan pasien
memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan (inIormed
consent)

LANGKAH KER1A
I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan/atau
vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang siap
dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menenpatkan tabung suntik
steril sekali pakai didalam partus set.


3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku, mencuci kedua
tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan
dengan handuk satu kali pakai / pribadi yang bersih


5. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk pemeriksaan
dalam


6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan memakai sarung
tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakkan kembali ke dalam
partus set mengkontaminasi tabung suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN 1ANIN
BAIK

7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan
ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah dibasahi air
desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi oleh kotoran
ibu,bersihkan dengan seksama dengan menyeka dari depan ke
belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam wadah yang
tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung
tangan tersebut dengan benar di dalam larutan klorin 0,5,langkah )

8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan servik
sudah lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap
lakukan amniotomi


. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih
memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin 0.5 dan kemudian
melepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya didalam larutan
chlorin 0.5 selama 10 menit. Mencuci kedua tangan dengan air DTT


10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk memastikan
bahwa DJJ dalam batas normal (100 180 kali/menit )
OAmbil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
b.Dokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil penilaian
serta asuhan lainnya pada partograI


IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN
MENERAN
11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya
OTunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan pemantauan
kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman
persalinan aktiI dan mendokumentasikan hasil yang didapatkan
OJelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan
memberi semangat kepada ibu, saat ibu meneran

12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi ibu untuk
meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan
ibu merasa nyaman)


13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk
meneran :
OBimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan eIektiI
ODukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran
apabila caranya tidak sesuai.
OBantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
OAnjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
OAnjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu
OAnjurkan asupan cairan peroral
OLakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai
OSegera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir setelah 120 menit
(2 jam)meneran pada primigravida atau 60 menit (1 jam)untuk multigravida.
14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi yang
nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit
Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah
60 menit meneran rujuk ibu dengan segera.


V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6 cm, letakkan
handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi
Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan (asIiksia
neonatorum)


16. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
17. Buka partus set
18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
1. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran dengan benar
jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong turun didasar panggul.


20. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan episiotomi.
OLakukan episiotomi saat bokong membuka vulvadan perinium sudah tipis.

21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda - kuda



22. segera setelah bokong lahir, bokong dipegang secara bracht
Okedua ibu jari penolong sejajar pada daerah paha, jari jari yang lain
memegang panggul


23. jangan lakukan tarikan ikuti saja prosedur keluarnya bayi
24. longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut sebagian dada
LAHIRNYA BAHU
25. untuk melahirkan bahu belakang pegang kedua kaki janin dengan satu tangan
penolong pada pergelangan kakinya kemudian di elevasikan ke atas sejauh
mungkinsehingga perut janin mendekati perut ibu.

26. Setelah tubuh dan lengan lahir, meluruskan tangan yang ada diatas (anterior)
dari punggung ke arah kaki bayi untuk menyanggahnya saat punggung dan
kaki lahir. Pegang kedua mata kaki bayi dengan hati-hati membantu kelahiran
kaki.



27. bersamaan dengan itu tangan lain penolong dimasukkan kedalam jalan lahir
dengan jari tengah dan telunjuk menelusuri bahu janin sampai pada Iosa
kubiti, kemudian lengan bawah dilahirkan dengan gerakan seolah olah
lengan bawah mengusap muka janin .


28. untuk melahirkan lengan depan tangan penoloing yang telah digunakan
memegang pergelangan janin berubah menelusuri bahu janin sampai Iosa
kubiti dan tangan yang lain memegang pergelangan kaki janin sambil ditarik
curam kebawah sehingga punggung janin mendekati punggung janin .



2. dengan cara yang sama lengan depan dilahirkan.


30. bila lengan depan sukar dilahirkan, maka harus diputar menjadi lengan
belakang.
OCengkram gelang bahu dan lengan yang sudah lahir dengan kedua tangan
penolong dimana kedua ibu jarinterletak dipunggung dan sejajar dengan
sumbu badan janin sedangkan jari jari yang lain mencengkram dada janin,
sehingga lengan depan berada dibelakang kemudian lengan belakang
dilahirkan dengan tehnik tersebut diatas.

LAHIRNYA KEPALA
31. Jika pada tahap ini terjadi hambatanpengeluaran kepala janin segera lakukan
pertolongan dengan cara mauriceu.


32. setelah bayi lahir letakkan bayi diperut ibu, bungkus bayi dengan handuk
segera lakukan penanganan bayi baru lahir

VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
33. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, naIas spontan, warna
kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika dalam penilaiannya terdapat
jawaban yang tidak sesuai dengan di atas maka dilakukan langkah awal.
Kemudian letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih
rendah dari tubuhnya ( bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat
yang memungkin kan ).



VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III OKSITOSIN

34. Letakkan kain kering dan bersih lakukan palpasi abdomen untuk
menghilangkan kemungkinan adanya bayi kedua.


35. Beritahu pada ibu bahwa ia akan disuntik.

36. Dalam waktu 2 menit setelah melahirkan bayi, berikan suntikan oksitosin 10
unit IM disepertiga paha kanan atas Ibu bagian luar , Setelah
mengaspirasinya terlebih dahulu

34. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi nya dan mulai
pemberian ASI jika ibu menghendakinya.



35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang
pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan
menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan.

PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI
35. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.
36. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat diatas tulang
pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan
menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan.
MENGELUARKAN PLASENTA
37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil menarik tali
pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti kurva jalan lahir sambil
meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak 5-10

cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan tali pusat
selama 15 menit :
O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan kateterisasi
kandung kemih dengan menggunakan tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15 menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit sejak
melahirkan.

61. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan dua tangan
dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput ketuban
terpilin. Dengan lembut dan perlahan lahirkan selaput ketuban tersebut.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi tingkat
tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina dan serviks ibu
dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan atau klem desinIeksi tingkat
tinggi atau steril untuk melepaskan bagian selaput yang terlepas
IX. MENILAI PENDARAHAN
46. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke ibu maupun
janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap dan utuh. Letakkan
plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage selama 15 detik
segera ambil langkah yang sesuai.

47. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan segera
menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.

X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
48. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi dengan baik.
Lakukan perrdarahan pervaginam.
4. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin
0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih bersarung tangan tersebut dengan
air desinIeksi tingkat tinggi dan keringkan dengan kain yang bersih dan
kering.
50. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau steril atau lakukan
pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi dengan simpul mati disekeliling tali
pusat 1 cm dari pusat.

51. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
52. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin 0,5 .
53. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan kainnya bersih
dan kering.
54. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.

EVALUASI
55. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan perawatan yang
sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan
dengan anastesi lokal dan menggunakan tehnik yang sesuai.
56. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage terus dan
memeriksa kontraksi uterus.
57. Evaluasi kehilangan darah.
58. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit
selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua
pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama
perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang tidak
normal.


Kebersihan dan Keamanan
5. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 untuk dekontaminasi.
60. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang sesuai
61. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinIeksi tingkat tinggi. Bersihkan
ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk mengenakan pakaian yang bersih
dan kering.
62. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan ASI dan
menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan yang
diinginkan.
63. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan
larutan klorin 0,5 dan segera bilas dengan air bersih.
64. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5 balik bagian dalam
keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5 selama 10 menit.
65. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir.
66. DOKUMENTASI















































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK PERTOLONGAN PERSALINAN SUNGSANG MULLER

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.


NO KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1. Persiapan alat :
a. Partus set yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
2 arteri klem
Gunting tali pusat / klem umbilikal
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. oksitosin
c. lidokain 1
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Nierbeken
g. Piring plasenta
h. 3 kain bersih
i. 2 handuk bersih
j. Scort
k. Sepatu boot/sandal tertutup
l. Masker
m. Goggle
n. 3 buah tempat sampah
o. Ember yang berisi larutan klorin 0,5
p. Leanec
q. PartograI
r. Tensimeter
s. Stetoskop
t. Thermometer
u. Hecting set yang berisi :
O Spuit 10 cc
O Hand scone
O Pinset
O Needle holder
O Nald hecting berbentuk kulit 1 buah untuk otot
O Cut gut (benang khromik)
2. persiapan tempat :
bersih, aman, nyaman, rapi, dan tenang

3. persiapan lingkungan
a.menutupi pintu dan jendela
b.memasang sampiran
4. persiapan pasien
memberitahu kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
(inIormed consent)

LANGKAH KER1A
I. MELIHAT TANDA DAN GE1ALA KALA II
1. Amati tanda dan gejala kala dua
O Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
O Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum
dan/atau vaginanya
O Perineum menonjol
O 'ulva vagina dan sIingter ani membuka

II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan essensial yang
siap dipakai.mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan
menenpatkan tabung suntik steril sekali pakai didalam partus set.


3. Menggunakan baju penutup atau celemek yang bersih
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai dibawah siku,
mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir
dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi
yang bersih


5. Memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
pemeriksaan dalam


6. Menghisap oksitosin 10 unit ke dalam tabung suntik (dengan
memakai sarung tangan desinIeksi tingkat tinggi atau steril) dan
meletakkan kembali ke dalam partus set mengkontaminasi tabung
suntik
Gunakan one hand touch


III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
1ANIN BAIK

7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati
dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa
yang sudah dibasahi air desinIeksi tingkat tinggi.
O Jika introitus vagina,perinium dan anus terkontaminasi
oleh kotoran ibu,bersihkan dengan seksama dengan
menyeka dari depan ke belakang
O Buang kapas atau kasa yang terkontaminasi dalam
wadah yang tersedia
O Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan
kedua sarung tangan tersebut dengan benar di dalam
larutan klorin 0,5,langkah )

8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa
pembukaan servik sudah lengkap.
O Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan
sudah lengkap lakukan amniotomi


. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan chlorin
0.5 dan kemudian melepaskan dalam keadaan terbalik serta
merendamnya didalam larutan chlorin 0.5 selama 10 menit.
Mencuci kedua tangan dengan air DTT

10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) diantara kedua kontraksi untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100 180
kali/menit)
OAmbil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
ODokumentasikan hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil
penilaian serta asuhan lainnya pada partograI

IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES PIMPINAN
MENERAN
11. Beritahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin
baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai
keinginannya
OTunggu ibu hingga mempunyai keinginan meneran. Lanjutkan
pemantauan kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai
dengan pedoman persalinan aktiI dan mendokumentasikan hasil
yang didapatkan
OJelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat
mendukung dan memberi semangat kepada ibu, saat ibu
meneran


12. Anjurkan kepada keluarga untuk membantu menyiapkan posisi
ibu untuk meneran (pada saat his, bantu ibu dalam posisi setengah
duduk dan pastikan ibu merasa nyaman)


13. Lakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran :
OBimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan eIektiI
ODukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara
meneran apabila caranya tidak sesuai.
OBantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya(kecuali posisi terlentang dalam waktu yang lama)
OAnjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
OAnjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat
pada ibu
OAnjurkan asupan cairan peroral
OLakukan pemerksaan DJJ setiap kontraksi uterus selesai
OSegera merujuk jika bayi belum lahir atau tidak akan lahir
setelah 120 menit (2 jam)meneran pada primigravida atau 60
menit (1 jam)untuk multigravida.
14. Jika ibu tidak ada keinginan untuk meneran :
Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau mengambil posisi
yang nyaman jika ibu belum ingin meneran dalam 60 menit
Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi
segera setelah 60 menit meneran rujuk ibu dengan segera.


V. PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
15. Jika bokong bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 6
cm, letakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan
bayi
Sediakan untuk antisipasi terjadinya komplikasi persalinan
(asIiksia neonatorum)


16. Letakkan kain yang dilipat
1
/
3
bagian dibawah bokong ibu
17. Buka partus set
18. Gunakan sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan
VI. MENOLONG KELAHIRAN BAYI
LAHIRNYA BOKONG
1. Saat bokong bayi membuka vulva instruksi klien untuk meneran
dengan benar jika ada his, pimpin berulang kali hingga bokong
turun didasar panggul.


20. Periksa perinium, jika perinium kaku lakukan epsiotomi
OLakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perinium
sudah tipis

21. penolong berada didepan vulva dalam posisi kuda kuda


22. segera setelahbokong lahir, bokong dipegang secara bracht
Okedua ibu jari penolong sejajar pada daerah paha, jari jari
yang lain memegang daerah panggul

23. jangan melakukan tarikan, ikuti saja prosedur keluarnya bayi
24. longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada
LAHIRNYA BAHU
25. untuk melahirkan bahu depan bokong janin dipegang secara
Iemuro pelviks
Okedua ibu jari penolong diletakkan pada bokong dan jari
telunjuk pada krista iliaka dan jari jari yang lain
mengcengkram paha bagian depan
26. dengan pegangan ini badan janin ditarik curam kebawah sejauh
mungkin sampai bahu depan tampak dibawah simpisis
Obila lengan depan belum lahir lakukan dengan mengait lengan
bawahnya (jari tengah dan telunjuk menelusuri bahu janin
sampai pada Iosa kubiti, kemudian lengan bawah mengusap
muka janin) .




27. setelah bahu depan dan lengan depan lahir, maka badan janin
yang masih dipegang secara Iemuro pelviks ditarik keatas
sampai bahu belakang lahir.

LAHIRNYA KEPALA
28. jika pada tahap ini terjadi hambatan pengeluaran kepala janin
segera lakukan pertolongan dengan cara mauriceu.


VII PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
2. Lakukan penilaian bayi dengan cepat ( cairan ketuban, naIas
spontan, warna kulit tonus otot dan usia kehamilan ). Jika dalam
penilaiannya terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan di atas
maka dilakukan langkah awal. Kemudian letakkan bayi di atas
perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya (
bila tali pusat terlalu pendek, letakan bayi di tempat yang
memungkin kan ).


30. Keringkan bayi dengan segera, bungkus kepala dan badan bayi
kecuali bagian tali pusat.



31. Jepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi
melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem ke arah ibu dan
memasang klem ke 2 cm dari klem pertama ( kearah ibu).



32. Pegang tali pusat dengan satu tangan, lindungi bayi dari gunting
dan potong tali pusat diantara ke 2 klem tersebut.


33. Ganti handuk yang basah dan selimuti bayi dengan kain atau
selimut yang berrsih dan kering. Tutupi bagian kepala dan
biarkan tali pusat terbuka.
Jika bayi mengalami kesulitan bernaIas ambil tindakan
yang sesuai.


34. Berikan bayi pada ibu dan anjurkan ibu untuk memeluk bayi nya
dan mulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya.


35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat
diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi
kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem
dengan tangan kanan.

36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah
bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan
arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara
menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial )
dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio
uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.


37. Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga diminta
untuk melakukan rangsangan putting susu.

PENEGANGAN TALI PUSAT TERKENDALI
34. Pindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari vulva.
35. Letakkan tangan kiri di atas kain yang ada di perut Ibu, tepat
diatas tulang pubis, gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi
kontraksi dan menstabilkan uterus pegang tali pusat dan klem
dengan tangan kanan.

36. Tunggu uterus berkontraksi dan lakukan penegangan kearah
bawah pada tali pusat dengan lembut lakukan tekanan dengan
arah berlawanan arah pada bagian bawah uterus dengan cara
menekan uterus ke arah atas dan belakang ( dorso kranial )
dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya terjadinya inversio
uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga kontraksi berikutnya.

Jika uterus tidak berkontraksi, ibu atau anggota keluarga
diminta untuk melakukan rangsangan putting susu.


MENGELUARKAN PLASENTA
37. Setelah plasenta terlepas, anjnurkan ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas, ikuti
kurva jalan lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah
pada uterus.
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga
berjarak 5-10 cm di depan vulva
Jika plasenta tidak lepas setelah melakukan penegangan
tali pusat selama 15 menit :
O Ulangi pembersihan oksitosin 10 unit/IM
O Lakukan penilaian kandung kemih dan lakukan
kateterisasi kandung kemih dengan menggunakan
tehnik abseptik jika perlu
O Anjurkan pada keluarga untuk menyiapkan rujukan
O Lakukan penegangan tali pusat kembali selama 15
menit berikutnya
O Rujuk ibu jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30
menit sejak melahirkan.

38. Jika plasenta terlihat di introitus vagina pegang plasenta dengan
dua tangan dengan hati-hati memutar plasenta searah jarum jam
hingga selaput ketuban terpilin. Dengan lembut dan perlahan
lahirkan selaput ketuban tersebut.
Jika selaput ketuban robek, gunakan handschoon desinIeksi
tingkat tinggi atau steril dan lakukan pemeriksaan vagina
dan serviks ibu dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan
atau klem desinIeksi tingkat tinggi atau steril untuk
melepaskan bagian selaput yang terlepas

RANGSANGAN TAKTIL (PEMI1ATAN) UTERUS
3. Seger setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan massage
uterus, letakan telapak tangan diIundus dan lakukan massage
dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus
berkontraksi (Iundus menjadi keras).


IX. MENILAI PENDARAHAN
40. Lakukan pemeriksaan kedua sisi plasenta baik yang merempel ke
ibu maupun janin dan selaput ketuban untuk memastikan lengkap
dan utuh. Letakkan plasenta ke dalam kantong plastik atau tempat
khusus.

Jika terus tidak berkontraksi setelah melakukan massage
selama 15 detik segera ambil langkah yang sesuai.

41. Lakukan evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum dan

segera menjahit laserasi yang mengalami pendarahan aktiI.
X. MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
42. Lakukan penilaian ulang uterus dan pastikan uterus berkontraksi
dengan baik.
43. Lakukan perrdarahan pervaginam.
44. Masukan ke dua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5. Segera bilas kedua tangan yang masih
bersarung tangan tersebut dengan air desinIeksi tingkat tinggi dan
keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
45. Menempatkan klem tali pusat desinIeksi tingkat tinggi atau steril
atau lakukan pengikatan tali desinIeksi tingkat tinggi dengan simpul
mati disekeliling tali pusat 1 cm dari pusat.

46. Lakukan pengikatan satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
bersebrangan dengan simpul mati yang pertama.
47. segera lepaskan klem kocher dan masukan kedalam larutan klorin
0,5 .
48. Selimuti bayi dan tutupi bagian kepalanya pastikan handuk dan
kainnya bersih dan kering.
4. Anjurkan Ibu untuk memulai pemberian ASI.

EVALUASI
50. Lanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan pendarahan
pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus tidak berkontrakasi dengan baik laksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika di temukan laserasi yang memerlukan penjahitan,
lakukan penjahitan dengan anastesi lokal dan menggunakan
tehnik yang sesuai.
51. Ajarkan pada Ibu atau keluarga bagaimana melakukan massage
terus dan memeriksa kontraksi uterus.
52. Evaluasi kehilangan darah.
53. Periksa tekanan darah, nadi dan keadaan kandung kemih setiap 15
menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit
selama jam kedua pasca persalinan.
Periksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam
pertama perrsalinan.
Lakukan tindakan yang sesuai jika menemukan keadaan yang
tidak normal.

Kebersihan dan Keamanan
54. Masukan semua peralatan kedalam larutan klorin 0,5 untuk
dekontaminasi.
55. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi kedalam sampah yang
sesuai
56. Bersihkan Ibu dengan menggunakan air desinIeksi tingkat tinggi.
Bersihkan ketuban, lendir dan darah. Bantu Ibu untuk mengenakan
pakaian yang bersih dan kering.
57. Pastikan bahwa ibu merasa aman, bantu ibu untuk memberikan ASI
dan menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minum/makan
yang diinginkan.
58. lakukan dekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan
dengan larutan klorin 0,5 dan segera bilas dengan air bersih.
5. Masukan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5 balik
bagian dalam keluar dan rendam ke dalam larutan klorin 0,5
selama 10 menit.
60. cuci kedua tangan dengan sabun gan air mengalir.


DOKUMENTASI
61. Melengkapi partograI (halaman depan dan belakang).





YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK
EKSTRAKSI VAKUM

Nama mahasiswa : ....................................................
Nama penilai : ....................................................
Tanggal penilai : ....................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :
1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau
tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak
dikerjakan.
2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan
berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara
eIisien tidak ada kemajuan dari langkah langkah.
3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai
dengan urutan (jika harus berurutan)



DAFTAR TILIK EKSTRAKSI VAKUM
LANGKAH TUGAS KASUS
A. KOMUNIKASI
1. Menyambut ibu dan seseorang yang menemani ibu
2. Memperkenalkan diri kepada ibu
3. Menanyakan Nama dan Usia ibu
B. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK
1. Perkenalkan diri anda selaku petugas yang akan menolong pasien
2. Jelaskan diagnosa, penata laksanaan dan komplikasi Kala II ( Dua) Lama
3. Jelaskan bahwa tindakan klinik
4. Pasien yang keluarganya diberitahu pastikan mengerti
5. Buat persetujuan, surat ijin tindakan medik
C. PERSIAPAN ALAT
1. Instrument
E Partus Set
E Gunting Episiotomi

2. Siapkan ekstraktor vakum
E Pipa karet panjang dan pendek
E Cup yang besarnya sesuai pembukaan serviks
E Memasukan rantai cup kedalam pipa karet dan diganjal dengan paku
sedemikian rupa sehingga rantai lebih pendek dari pipa karet, kepala
paku ditutup dengan skrup khusus.
E Memasang pipa panjang paa botol dengan manometer
E Kalau perlu mangkuk dibasahi dengan spritus sabun atau air steril
(tidakboleh dengan minyak)

E.PERSIAPAN PENOLONG
1. Topi, masker, kaca mata pelindung, celemek, baju, dan alas kaki kamar
tindakan
2. Cuci tangan dan lengan sampai siku, keringkan dengan handuk
3. Pakai perlengkapan kamar tindakan dan sarung tangan

. TINDAKAN MEDIK
1. Pasien dengan posisi litotomi, pasangkan dengan kain penutup
2. Ektraktor vakum uji Iungsinya dengan tangan penolong
3. Letakkan mangkuk vakum pada tempatnya
4. Lakukan periksa dalam
5. Ganti sarung tangan
6. Pada kepala, kecuali anak dalam letak ,muka,mangkuk dipasang dibagian
terendah kepala jangan sampai ada jaringan ibu yang terjepit

7. Lakukan pemompaan tekanan negative secara bertahap, mulai dari 0,2
Hg/m
2
, 2 kemudian dipompa lagi sampai 0,4/2 kemudian dipompa sampai
0,6/0,7 (tekanan maksimal tidak boleh dari 8 menit pada kepala bayi)

8. Lakukan penarikan secara bersamaan dengan his, posisi dan cara mengedan
harus dilakukan dengan benar

. Lakukan penarikan pada his berikutnya,apabial pada his sebelumnya bayi
belum dapat dilahirkan pada primigravida/perinium yang kaku lakukan
episiotomi medialateralis

10. Bila ada his lakukan penarikan sambil meneran, arah tarikan sesuai dengan
sumbu jalan lahir hingga kepala bayi

11. Buka skrup pada manometer
12. Pegang kepala secara biparietal, gerakan kebawah untuk melahirkan
13. Bahu depan, keatas untuk melahirksn bahu belakang
14. Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga kepala, leher, dan baju janin
bagian posterior dengan posisi ibu jari pada leher ( bagian bawah kepala )
dan keempat jari pada bahu dan dada/punggung janin bagian anterior saat
badan dan lengan lahir

15. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah
bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah( selipkan
jari telunjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin

G. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
1. Setelah seluruh badan bayi baru lahir pegang bayi bertumpu lengan kanan
sedemikian rupa hingga bayi menghadap kearah penolong, nilai bayi
kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah
dari badan (bila tali pusat terlalu pendek, letakkan bayi ditempat yang
memungkinkan)

2. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala dan badan bayi kecuali
bagian tali pusat

3. Memeriksa Iundus uteri utuk memastikan kehamilan tunggal
4. Menberitahu ibu akan disuntik
5. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara intra muscular pada bagian luar paha
1/3 atas setelah melakukan aspirasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa
ujung jarum tidak mengenai pembuluh darah

6. Mengganti penmbungkus bayi dengan kain kering dan bersih,
membungkusbayi hingga kepala

7. Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui bila ibu menghendaki
H. PENATALAKSANAAN AKTI PERSALINAN KALA III
1. Memindahkan klem pada tali pusat 5 10 cm dari pulva
2. Meletakan tangan kiri diatas kain yang ada diperut ibu, tepat diatas simIisis,
gunakan tangan ini untuk melakukan palpasi kontraksi dan menstabilkan
uterus. Pegang tali pusat dan klem dengan tangan kanan

3. Saat uterus berkontraksi kemudian regangkan tapi pusat kearah bawah dengan
lembut. Sambil mendorong uterus ke arah belakang-atas (dorso kranial)

I. MENGELUARKAN PLASENTA
1. Jika dengan Penegangan tali pusat terkendali, tali pusat terlihat bertambah
panjang dan adanya pelepasan plasenta. Minta ibu untuk meneran sedikit
sedangkan tangan kanan menarik tali pusat kearah bawah kemudian keatas
sesuai dengan kurva jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva

Bila tali pusat bertambah panjang tetapi plasenta belum lahir, pindahkan
kembali klem hingga berjarak 5 10 cm dari vulva

Bila plasenta belum lepas setelah mencoba langkah no.3 ( peregangan tali
pusat terkendali ) dalam waktu 15 menit
E Suntik ulang 10 unit oksitosin i.m

E Periksa kandung kemih, lakuka kateterisasi bila perlu
E Beritahu keluarga untuk persiapan merujuk
E Ulangi lagi langkah no.3 ( peregangan tali pusat terkendali ) selama 15
menit
E Rujuk ibu bila plasenta tidak lahir setelah mencoba langkah no.3 (
peregangan tali pusat terkendali ) dalam waktu 15 menit ke 2 ( Lihat
bab ' )
2. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati
hati. Bila perlu ( terasa ada tahanan ), pegang plasenta dengan kedua tangan
dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran, plasenta dan
mencegah robeknya selaput ketuban.

Bila selaput ketuban robek dapat digunaka klem untuk menarik selaput
ketuban tersebut atau masukkan jari telunjuk dan jari tengah tanga kanan
kedalam vagina untuk melepaska selaput ketuban dari mulut rahim

J. MASASE UTERUS
1. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada Iundus uteri dengan
menggosok Iundus secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri
hingga kontraksi uterus baik ( Iundus teraba keras )

K. MEMERIKSA KEMUNGKINAN ADANYA PERDARAHAN PASCA
PERSALINAN

1. Sambil tangan kiri melakukan masase pada Iundus uteri, periksa bagian maternal
dan bagian Ietal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh
kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap dan masukkan kedalam
kantong plastik yang sudah tersedia

Bila plasenta tidak lahir lengkap atau ada perdarahan, lihat BAB '
Bila kontraksi unterus tidak baik selama 15 detik melakukan masase, melalui
kompresi bimanual interna ( lihat penaggulangan atonia uteri BAB ' )

2.memeriksa apakah ada robekan pada introitus vagina dan perinium yang
menimbulkan perdarahan aktiI, segera lakukan penjahitan

L. PASCA TINDAKAN
1. Periksa kembali kontraksi uterus dan tanda adanya perdarahan pervaginam,
pastikan kontraksi uterus baik

2. Membersihkan sarung tangan dari lendir dan darah di dalam larutan klorin 0.5,
kemudian bilas tangan yang masih mengenakan sarung tangandengan air yang
sudah didesinIeksi tingkat tinggi dan mengeringkannya

M. MENGIKAT TALI PUSAT
1. Mengikat tali pusat kurang lebih 1 cm dari umbilicus dari simpul mati
2. Mengikat balik tali pusat dengan simpul mati untuk kedua kalinya
3. Melepaskan klem pada tali pusat dam memasukkan kedalam wadah berisi larutan
klorin 0,5

4. Membungkus kembali bayi
5. Berikan bayi kepada ibu utntuk disusui
N. E'ALUASI
1. Lanjutkan pemantauan terhadap kontraksi uterus, tanda perdarahan pervaginam
dan tanda vital ibu
E 2-3 kali dalam 10 menit
E Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pastikan kontraksi
E Setiap 20-30 menit pada jam kedua pastikan kontraksi

Bila kontraksi uterus tidak baik, lakukan masase uterus dan beri metilergometrin
0,2 mg i.m

2.mengajarkan ibu/ keluarga untuk memeriksa /mersakan uterus yang memiliki
kontraksi baik dan mengajarkan untuk melakukan masase uterus apabila
kontraksi uterus tidak baik

3.mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi
4.memeriksa tekanan darah dan nadi ibu
Bila terdapat robekan jalan lahir yang memerlukan penjahitan, lakukan penjahitan
(lihat PB penjahitan robekan perinium)

O.KEBERSIHAN DAN KEAMANAN
1. Meremdam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5
2. Membuang bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang disediakan
3. Membersihkan ibu dari sisa air ketuban, lendir dan darah serta menganti
pakaiannya dengan pakaiannya dengan pakaian bersih /kering

4. Memastikan ibu merasa nyaman dan memberitahu keluarga untuk membantu
apabila ibu ingin minum

5. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5
6. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5 melepaskan sarung
tangan dalam keadaan terbalik dan meremdamnya dalam larutan klorin 0,5

7. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
8. Melengkapi dengan partograI


















































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK EKTRAKSI KAKI

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

No KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1 Persiapan alat :
A. Trolley dengan alasnya :
1. Bagian atas berisi :
a. Bak intrumen yang berisi :
2 pasang hand scone
kocher
Gunting episiotomi
Benang tali pusat / klem umbilical
2 arteri klem
Gunting tali pusat
Kassa steril
Spuit 3 cc
Kateter nelaton
b. Kom tertutup berisi De Lee
c. Kom kecil berisi :
Oksitosin 1 ampul
Lidokain 1 1 ampul
d. Kom kecil yang berisi kapas DTT
e. Kom kecil yang berisi betadine
I. Hecting set yang berisi :
Hand scone
Spuit 10 cc
Pinset
Needle holder
2 buah nald hecting yang terdiri dari 1 buah nald
kulit dan 1 buah nald otot
Cut gut (chromic)
g. Tensi meter
h. Stetoskop
i. Thermometer
2. Bagian bawah berisi :
a. Leanec
b. 1 buah nierbekken
c. 1 buah piring plasenta
d. Schort
e. Masker

I. Goggle ( kaca mata)
g. Sepatu boot/sandal tertutup
h. 1 buah handuk kecil untuk cuci tangan
i. 3 buah kain bersih
j. 2 buah handuk bersih
k. Pakaian bayi terdiri dari :
Kain vernal/bedong
Popok bayi
Baju bayi
L. Pakaian ibu yang terdiri dari :
Pakaian dalam
Pembalut
Baju ibu
3.Tiga buah tempat sampah :
a. 1 buah berwarna merah untuk tempat sampah
kering
b. 1 buah berwarna kuning untuk tempat sampah
inIeksius
c. 1 buah berwarna hitam untuk pakaian kotor
4.Satu buah ember berisi larutan klorin 0,5
B.Baki dengan alasnya berisi :
Peralatan inIuse :
Cairan NaCl 0, dan RL
Abocath
Kassa
Plester
Gunting
C.Bak intrumen berisi :
1 Hand scone panjang steril
1 hand scone pendek steril
oley kateter steril
Kocher
Spuit 5 cc
Kassa dalam tempat
Kapas DTT
Medikamentosa :
Analgetik (petidin 1 2 mg / kg BB ). Ketamin
Hcl 0,5 mg / kg BB.Tremadol 1 2 mg/ kg BB.
Sedative (diazepam 10 mg)
Atropine sulIas 0,25 0,50 mg / ml
Uteronika (oksitosin, ergometrin, prostaglandin)
Oksigen dengan regulatornya
Larutan klorin 0,5 dan tempatnya
Persiapan pasien

Langkah kerja :
1. Beritahukan ibu tindakan yang akan dilakukan (inIormed
consent)
2. Dekatkan alat alat ke dekat pasien
3. Atur klien dalam posisi litotomi
4. Cuci tangan
5. Gunakan hand scone steril
6. Lakukan vulva hygiene dengan menggunakan kapas DTT
7. Kosongkan kandung kemih dengan melakukan kateterisasi
8. Masukkan tangan penolong yang berdekatan dengan
bagian kecil janin ke jalan lahir secara obstetrik, sedangkan
tangan lain sebelumnya membuka vulva
. Tangan dalam menelusuri bokong pangkal paha sampai
lutut, kemudian melakukan abduksi dan Ileksi pada paha
janin sehingga kaki bawah menjadi Ileksi tangan yang lain

mendorong Iundus ke bawah
10.Setelah kaki Ileksi, pergelangan kaki dipegang dengan 2
jari dan dituntun keluar vagina sampai batas lutut
11.Kedua tangan penolong memegang betis janin yaitu kedua
ibu jari diletakkan dibelakang betis sejajar sumbu belakang
paha
12.Lalu pegangan dipindah ke pangkal paha setinggi mungkin
dengan kedua ibu jari dibelakang paha sejajar sumbu
panjang sedangkan jari lain didepan paha
13.Pangkal paha ditarik curam kebawah sampai trokanter
depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang
sama dielevasi hingga trokanter belakang lahir(berarti
bokong lahir)
14.Setelah bokong lahir maka dilakukan cara muller, klasik,
maupun lovset
15.Lahirkan kepala janin, dengan tehnik mauriceau
16.Setelah bayi lahir bungkus bayi dengan handuk, segera
lakukan penanganan bayi baru lahir
17.Lepaskan sarung tangan secara terbalikdan rendam dalam
larutan klorin 0,5
18.Rapikan pasien
1.Bereskan alat alat
20.Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Hal hal yang perlu diperhatikan
1. Sambil melakukan tindakan perhatikan keadaan ibu/klien
2. Melakukan penanganan yang sesuai jika terjadi penyulit



































YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK AMNIOTOMI

Nilai setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut :
0 Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.
1 Kurang :
Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai prosedur.
2 Cukup :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang terampil
atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu
yang diperlukan relatiI lebih lama dalam menyelesaaikan
tugas.
3 Baik :
Langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya
diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu
yang dapat dipertanggungjawabkan.
4 Sangat baik / Mahir :
Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan
waktu eIisien.

No KOMPONEN
PENILAIAN
0 1 2 3 4
1 Persiapan alat :
a. Tempat tidur pasien
b. Bak steril / wadah DTT
c. Bengkok
d. Kapas cebok
e. kocher
I. Handscone
g. otoskop
h. Jam
i. Ember berisi larutan klorin 0,5


2 Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk amniotomi
3 Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dibawah air mengalir
4 Memeriksa denyut jantung janin
5 Pasang hand scone
6 Melaukan vulva hygiene
7 Melakukan periksa dalam, serviks, konsistensi, posisi, penipisan
dan bukaan, pastikan kepala sudah masuk PAP

8 Masukkan kocher yang dipegang tangan kiri dengan bimbingan
telunjuk dan jari tengah tangan kanan, hingga menyentuh selaput
ketuban

Gerakan kedua ujung jari tangan dalam bentuk menorehkan gigi
kocher hingga merobek selaput ketuban

10 Mencatat cairan ketuban yang mengalir keluar warnanya,
kejernihannya, pewarnaan mekonium

11 Setelah cairan keluar, keluarkan kocher dari vagina masukkan
kedalam ember berisi larutan klorin 0,5

12 Mempertahankan jari tangan dalam vagina agar cairan keluar
perlahan, dan yakin bahwa tidak teraba bagian kecil janin atau tali
pusat menumbung

13 Keluarkan jari tangan dari vagina, masukkan handscone kedalam
ember yang berisi larutan klorin 0,5

14 Setelah amniotomi memeriksa DJJ pada saat kontraksi dan segera
setelah kontraksi



YAYASAN BINA HUSADA BANTEN
AKADEMI KEBIDANAN BINA HUSADA BANTEN
Jl. Raya Jakarta Km 05 Ds. Malandang Kec. Walantaka serang.
Telp : (0254) 282054


DAFTAR TILIK
BREAST CARE

Nama mahasiswa : ....................................................
Nama penilai : ....................................................
Tanggal penilai : ....................................................

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :
1. Perlu Perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar atau
tidak sesuai urutan (jika harus berurutan) atau tidak
dikerjakan.
2. Mampu : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar dan
berurutan (jika harus berurutan, tetapi peserta secara
eIisien tidak ada kemajuan dari langkah langkah.
3. Mahir : Langkah atau tugas dikerjakan dengan benar sesuai
dengan urutan (jika harus berurutan)



DAFTAR TILIK BREAST CARE
LANGKAH TUGAS KASUS
PERSIAPAN ALAT
1. Handuk
2. Waslap 2 buah
3. Minyak kelapa/ baby oil
4. bengkok
5. tisue
6. baskom berisi air dingin dan air hangat
Cara kerja
1. mendekatkatkan alat
2. mencuci tangan dan memberitahu pasien
3. pasang handuk di punggung dan depan perut ibu
4. licinkan kedua tangan dengan minyak
5. kedua tangan ditempatkan diantara kedua payudara, urut kearah tengah,
samping, bawah, melintang sehingga tangan menopang payudara lakukan
sebanyak 15-20 kali

6. telapak tangan kiri menopang payudara kiri telapak tangan kanan dirapatkan
sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara dari pangkal kearah puting
susu. Begitu pula dengan payudara sebelah kanan, lakukan 15-20 kali

7. telapak tangan kiri menopang payudara kiri telapak tangan kanan mengurut
payudara dari dalam keluar

8. telapak tangan kiri menopang payudara kiri kepalkan tangan kanan lalu
urutlah payudara dengan buku buku jari lakukan 15-20 kali

. kemudian ketuklah payudara dengan buku-buku jari tangan kanan secara
teratur 15-20 kali

10.siram atau kompres payudara dengan air dingin dan air hangat, bergantian 5
kali

11.keringkan dengan waslap kering