Anda di halaman 1dari 18

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

KESELAMATAN KERJA DI DALAM LABORATORIUM


Agar terhindar dari kecelakaan, berikut beberapa aspek yg perlu diperhatikan : 1. 2. 3. 4. Laboratorium dg perabotnya Listrik Sumber panas dan kebakaran Bahan kimia
2

a. Perabot kecelakaan sering terjadi krn penempatan bangku dan meja tdk sesuai. sekolah2 di indonesia umumnya punya luas lab 7 x 8 m2 atau 8 x 9 m2, sedangkan jlh siswa setiap klsnya 40 siswa/lebih. Ukuran lab yg sesuai utk 40 siswa itu minimal 90m2. dituntut kemampuan guru utk memene tempat duduk mereka.

b. Lemari yang bisa dikunci dan Pintu Darurat jika di lab. Terdapat bahan/alat2 yg berbahaya/mdh rusak bila digunakan tanpa melalui tahapan yg benar, sehingga diperlukan lemari yg dpt dikunci. bila perlu, disediakan pintu darurat bila terjadi kecelakaan. misal, terjadinya ledakan, kebakaran, timbulnya gas beracun.

c. Ruang tempat menyimpan bahan Jika lab punya ruang khusus penyimpan bahan praktikum, ruang tersebut hrs memiliki ventilasi yg cukup baik utk sirkulasi udara. rak2 tmpat menyimpan zat kimia sebaiknya terbuat dari bahan yg tdk terpengaruh oleh uap zat kimia,misalnya terbuat dari poralon, kayu, dll. label zat kimia hrs terlihat jelas. d. Jika punya pipa, kabel listrik, stop kontak dan silinder sebaiknya diberi kode2 warna
5

e. Harus tersedia kotak PPPK yg berisi :


1. spalk, dua buah/kayu utk org patah 2. pembalut , 2 sampai 3 rol 3. pembalut steril 1 rol 4. kain pembalut segitiga/pengikat 5. plester 1 rol 6. gunting kecil 1 buah 7. peniti 10 15 buah 8. pinset, 1 buah 9. termometer badan, 1buah 10.obat merah, betadine 11.Boorwater/pencucu mata 12.obat-obat penghilang nyeri, pening, diare, dll 13.Soda obat racun serangga, dll.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan


Beberapa contoh kecelakaan Kerja : 1. Luka : jika kecil gunakan obat merah/betadine, jika besar/mengangah dlm keadaan steril pinggirnya beri obat merah lalu dibalut dg kain kasa sambil ditekan dan bawa ke dokter 2. Mata terkena debu : bersihkan mata dari debu dg bantuan orang lain atau mengedipkan mata 3. Terpercik cairan korosif : cuci dg air sebersihbersihnya, jika mengenai mata gunakan boorwater/pencuci mata
7

Pertolongan Pertama

Lanjutan

4. Tertelan cairan beracun/korosif : minum air putih sebanyaknya, minum susu kental manis krn bisa melarutkan zat kimia. 5. Gigitan hewan : Jika disengat lebah madu, nyamuk, laba-laba gosoklah dg kapas dg mengolesi soda, krn sengatnya bersifat asam. Jika digigit tawon olesi dg asam cuka krn bisa tawon bersifat basa.

Pertolongan Pertama

Lanjutan

6. Pingsan krn tercium gas tertentu : baringkan, dg posisi kepala lebih rendah dari badan/tdk pake bantal agar aliran darah ke otak lancar. Ciumkan bebaun yg merangsang penciuman (minyak kayu putih/ minyak wangi, dll). 7. Terkena sengatan listrik : tangan balut dengan isolator lalu matikan sumber listrik 8. Terbakar : tutuplah dg kain jarang yg telah diolesi vaselin/minyak kelapa/putih telur/minyak ikan,dll.
9

PERATURAN UMUM KESELAMATAN LABORATORIUM


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Yg tidak berkepentingan dilarang masuk Gunakan baju lab./jas lab. Dilarang makan, minum, meroko dan meudah Jgn lakukan eksperimen sblm tahu penggunaan alat n bhn Kenali selrh alat kslmatan kerja terlbh dulu Dilarang berlarian di lab. Tulis lebel yg lengkap pd setiap wadah. Hrs mengetahui penggunaan alat emergensi Dilarang mengisap bahan kimia dg mulut Jgn mencium bhn kimia secara langsung Dilarang memakai alat labor utk menyimpan makanan 10 Dilarang pakai sepatu, sandal yg licin.

PERALATAN KESELAMATAN DI LABORATORIUM


1. Jas Lab. untuk menghindari dari bahaya percikan zat berbahaya 2. Sarung Tangan untuk melindungi tangan dari zat2 yg berbahaya 3. Masker melindungi dari debu, uap gas beracun, dll. 11

4. Pemadam Kebakaran/ Fire Exstingiushers 5. Tangga 6. Karet pengisap/pada pipet tetes) 7. Tanda bahaya, dll

12

IMPLIKASI PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA


1. Penyiapan SDM 2. Penyiapan sarana dan prasarana Lab. IPA

3. Pengadministrasian lab IPA


4. Pemanfaatan Lab. IPA 5. Perawatan Lab. IPA 6. Pengembangan Lab. IPA 7. Budgeting Pemanfaatan dan Pengembangan Lab. IPA 8. Evaluasi Pemanfaatan Lab. IPA
13

IMPLIKASI PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA


a. jenis-jenis peralatan yang diperlukan untuk pembelajaran IPA : pengembangan KIT IPA: - model troli angin untuk menjelaskan cara kerja roket secara sederhana; - model tuas kombinasi, untuk menjelaskan konsep kuasa usaha yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari; - model gambar dinding (Charta) Lingkungan, Kesehatan dan Makanan; - model Jaringan Listrik Rumah; - model Pengembangan Optik, Mekanika, Listrik-Magnet, Bunyi, Panas, dan Konsep-konsep Dasar Biologi Tubuh (Fisiologi), Model Mikroskop.
14

b. Variasi Model-model Laboratorium IPA: 1) Kebun Sekolah , berisikan fenomena alam dan pemanfaatannya, misal kincir angin, model PLTA, model energi surya, dan keanekaragaman hayati, hewan peliharaan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
15

2) Ruang Kelas sebagai Kelas IPA (Untuk Moving Class) berisikan:


Charta-charta, model-model Fenomena

Objek , Slides Film, permainan interaktif, kartu-kartu games, model rancang bangun, awetan kering\basah

3) Virtual Laboratory (Audio-Video) melalui: (a) TV, (b) Video, (c) Komputer 4) Rumah Kaca
16

HARAPAN KE DEPAN
- Laboratorium IPA sebagai bagian integral yang sangat strategis untuk mewujudkan pembelajaran yang berorientasi PAKEM - Perlu dipersiapkan secara komprehensif - Perlu kerja keras - Perlu komitmen semua pihak - Perlu terobosan Inovatif - Perlu Kesadaran menyerap akses terhadap perkembangan Inovasi Teknologi dan perubahan-perubahan Lingkungan - Perlu jiwa enterprenership
17

TERIMA KASIH
18