Anda di halaman 1dari 4

27/09/13

Contoh opini | Andri_Na

11th June

Contoh opini

PUTUS SEKOLAH?? Perlukah??


Banyaknya kasus tentang putus sekolah sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bahkan hal tersebut sudah menjadi hal yang sudah biasa terjadi. Selain itu juga putus sekolah juga sering diartikan sebagai trend masa kini, kebanyakan dari mereka enggan berlama-lama duduk dan dicekoki mata pelajaran dari pagi hingga siang tetapi mereka lebih suka duduk santai dipinggir jalan atau ditempat yang sering mereka jadikan tempat tongkrongan. Namun, masalah ekonomi yang terjadi dikeluarga mereka hingga lingkungan pergaulan mereka juga bisa menjadi pemicu terjadinya putus sekolah. Memang hal tersebut banyak terjadi dikalangan tengah kebawah namun juga tidak menutup kemungkinan juga terjadi dikalangan atas atau yang akrab kita sebut dengan kaum borjuis. Selain itu juga putus sekolah tidak terjadi dikalangan pelajar saja tetapi juga terjadi kalangan mahasiswa. Banyak dari kita yang di dropout (DO) karena telah terlalu santai dalam perkuliahan tetapi ada juga yang dikeluarkan karena masalah biaya studi. Sebenarnya yang menjadi pertanyaan kita adalah masalah biaya pendidikan atau minat kita untuk belajar ??? Kadang hal tersebut membuat kita mereview ulang niatan kita dari awal. Apakah kita berniat untuk belajar ??? ataukah hanya membuang-buang uang saja??? Atau bahkan hanya untuk sekedar trend ??? apa kita tidak melihat jerih payah orang tua kita ?? ataukah kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan ?? Faktor Pemicu Putus Sekolah Tentusaja tidak ada asap jika tidak ada api. Setiap permasalahan tentunya mempunyai penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Pertama, masalah perekonomian yang terjadi di setiap keluarga. Seringkali hal tersebut menjadi pemicu utama terjadinya putus sekolah. Ketidakmampuan orang tua mereka dalam membiayai sekolah mereka karena biaya terlalu mahal walaupun sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap saja mereka harus membayar iuran entah iuran wajib ataupun yang lainnya. Begitu juga yang terjadi di kalangan mahasiswa banyak dari mereka yang keluar karena malu jika mereka harus dispensasi terus-menerus mereka tidak ingin dikenal oleh petugas sebagai mahasiswa aktif untuk meminta dispensasi. Selain itu juga, rasa minder mereka terhadap teman yang kehidupannya lebih berkecukupan membuat mereka harus memiliki apa yang orang lain punya seperti halnya, kendaraan bermotor, kadang mereka merasa iri bila teman mereka mempunyai dan mereka tidak. Jika mereka tidak bisa mengontrol rasa ego mereka apa yang terjadi ??? mereka tidak segan-segan untuk memaksa orang tua mereka untuk membelikannya. Dengan begitu hasrat mereka untuk out dari bangku sekolah ataupun perkuliahan pun meningkat bahkan mau tidak mau mereka harus memenuhinya.
fitrotul-isna.blogspot.com/2013/06/contoh-opini_11.html 1/4

27/09/13

Contoh opini | Andri_Na

Kedua, lingkungan pergaulan mereka. Kebanyakan dari mereka yang keluar karena masalah tertentu seringkali bersangkutpautan dengan masalah pertemanan atau pergaulan mereka. Mereka cenderung tidak suka bila harus memilih ketika dihadapkan dengan opsi mereka ikut dikeluarkan atau hanya teman mereka saja yang dikeluarkan. Hal tersebut kadang membuat kita dilema dengan pilihan mana yang harus didahulukan apakah masalaah pertemanan atau masa depan kita. Ketiga, sekolah ataupun perkuliahan dijadikan sebagai trend bukan untuk menuntut ilmu tetapi dijadikan ajang pamer terhadap teman-teman mereka yang tidak bisa seperti mereka. Kadang mereka tidak menyadari tujuan mereka menempuh jenjang pendidikan untuk apa, kebanyakan dari mereka hanya menjalankan apa yang orang tua mereka perintahkan. Memang tidak menutup kemungkinan kebanyakan dari mereka ada juga yang menempuh jenjang pendidikan karena keinginan mereka sendiri tetapi ketika mereka ada yang mempunyai minat justru dari keadaan keluarga mereka tidak menginginkan. Keempat, kurangnya pengawasan terhadap mereka. Tanpa orang tua mereka sadari, mereka melakukan kesalahan ataupuh hal-hal yang tidak di sukai oleh orang tua mereka karena mereka ingin menarik perhartan dari orang tua mereka. Cenderung perhatian orang tua mereka berkurang karena mereka telah dewasa. Kebanyakan dari orang tua menganggap jika anaknya mereka telah dewasa berarti mereka bisa mengurusi diri mereka sendiri. Namun, anggapan tersebut tidak selamanya benar sebab ketika mereka telah dewasa mereka lebih suka mengajak kedua orang tuanya untuk berdiskusi membahas masa depan mereka. Kenyataannya, orang tua mereka justru mengacuhkan hal tersebut mereka hanya memperpedulikan mereka ketika mereka membutuhkan dan memintanya sendiri. Padahal kita tahu jarang sekali mereka mendekati orang tua mereka jika membutuhkan, tetapi mereka lebih suka jika orang tua mereka yang mengerti dengan keadaan mereka. Putus sekolah??? Katakan tidak !!! Wacana tentang anti putus sekolah seharusnya disebarluaskan kepada masyarakat ataupun kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Apapun bahkan alasan apa saja yang pada akhirnya terjadi putus sekolah seharusnya dicegah bahkab kalau bisa tdak ada kata putus sekolah di dunia pendidikan kita ini. Karena putus sekkolah hanya akan menciptakan pengangguran, memang tdak ada jamnan ketika kita sekolah kita akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun, disisi lain ketika kita belajar kita telah mengetahui akan sesuatu dan tentu saja hal itu bermanfaat untuk kita kelak nanti. Seperti halnya, ketika kita diberi tugas dan tugas tersebut merupakan hasil dari pikiran kita sendiri. Hal itu membuat kita harus berusaha dengan semaksimal mungkin dengan begitu kita telah menjadi professor bagi diri kita sendiri. Memang untuk mencegah terjadinya putus sekolah terhadap mereka tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Seperti halnya kita bisa melakukan yang pertama, pengengertian dan memberikan pemahaman orang tua terhapad anak. Dengan memberikan pengertian
fitrotul-isna.blogspot.com/2013/06/contoh-opini_11.html 2/4

27/09/13

Contoh opini | Andri_Na

terhadap anak dan menjelaskan kondisi dari orang tua setidaknya mereka akan mau mengerti akan kondisi yang mereka alami dengan begitu antara orang tua dan mereka tercipta sebuah keterbukaan satu dengan yang lainnya. Dengan begitu mereka akan merasa di anggap bahkan mereka akan merasa senang jika orang tua mereka mau berbagi dengan mereka. Karena mereka bukanlah oranglain melainkan darah daging mereka sendiri. Kedua, adanya komunikasi. Dengan berkomunikasi kita akan saling mengerti keadaan dan kondisi masingmasing. Tentunya dengan adanya komunikasi bisa membuat mereka diperhatikan. Walaupun, kadang mereka enggan untuk diperlakukan berlebihan tetapi demi menjaga komunikasi antara mereka dengan oranglain mereka pasti mau mengerti. Karena tanpa mereka sadari orang tua mereka mencurahkan kasih sayang kepada mereka melalui komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling penting bahkan paling utama dalam terjalinnya sebuah hubungan yang baik. Ketiga, kebjakan pemerintah tentang adanya program BOS dan sekolah gratis sebisa mungkin bahkan menjadi sebuah keharusan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab kedua program ini merupakan program yang menguntungkan bagi negara. Karena dengan itu semua sama saja mereka menciptakan warga negara yang berkependidkan. Tentu saja hal itu akan menjadi sebuah kebanggaan dalam negara karena semua warga negaranya tanpa terkecuali telah berpendidikan. Memang dengan adanya BOS beban orang tua kita terkurangi dalam pembiayaan namun tidak menutup juga kemungkinan justru membuat orang tua mereka harus merogoh kocek mereka lagi, karena ada hal lain yang harus dipenuhi. Kondisi sepertinya memang telah terjadi di negara kita. Alangkah baiknya jika semua pendidikan digratiskan sehingga mempermudah proses pembelajaran. Karena dengan begitu hak warga negara untuk memperolah pendidikan telah terwujud. Jadi, kebijakan pemerintah dibidang pendidikan perlu mendapat pengawasan yang khusus. Terlebih lagi jika diperbolehkan membuat undang-undang larangan untuk putus sekolah bahkan bagi yang melanggar akan dikenakan denda atau sanksi. Selain itu juga telah dijelaskan dalam kitab yang inti dari bab tersebut yaitu ketika kita belajar sesuatu maka kita harus menyelesaikannya sampai benar-benar selesai begitu juga dengan pemerintah ketika memberika kebijakan tentunya harus dituntaskan juga jangan sampai berhenti di tengah jalan saja. Keempat, adanya badan konseling(BK) yang berfungsi mengurusi permasalah anak-anak yang bermasalah. Begitu juga dengan BK yang kiprahnya dalam dunia pendidikan sangat di utamakan terlebih lagi dalam menghadapi anak-anak yang sedang mencari perhatian. Seharunya BK juga tanggap kondisi ana-anak jadinya BK bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan apa yang mereka rasakan. Dengan begitu kecil kemungkinan terjadinya putus sekolah. Mencegah terjadinya putus sekolah bisa dilakukan dengan berbagai cara ataupun pendekatan terhadap
fitrotul-isna.blogspot.com/2013/06/contoh-opini_11.html 3/4

27/09/13

Contoh opini | Andri_Na

orang yang bersangkutan. Karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda tentunya sifat yang berbeda. Maka dari itu, tentu saja setiap orang mempunyai metode penyelesaian yang berbeda pula. Oleh karena itu, mari kita sebagai warga negara lndonesia bersama-sama bangkit untuk melawan putus sekolah dan membuktikan kepada negara lain bahwa kita sebagi bangsa lndonesia sanggup membuktikan tujuan negara lndonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.( fitrotul lsna)
Diposkan 11th June oleh Fitrotul Isna ( Sekar Kusuma Fyana Jannaty)
0

Add a comment

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai:

Google Account

Publikasikan

Pratinjau

fitrotul-isna.blogspot.com/2013/06/contoh-opini_11.html

4/4