Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN

Mata Kuliah : Teori Belajar dan Pembelajaran Dosen : Siti Zulaikha, S.Ag, M.Pd

Disusun Oleh : Kelompok 2 1. Andi Rachman H. 2. Awalien Dhea Sy. 3. Lely Ester N 4. Nurfitriana D. 5. Toton Syafrudin 1445120040 1445125571 1445125830 1445125833 1445121172

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN 2012 A FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2013
1

Kata Pengantar
Puji syukur alhamdulillah penyusun mengucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayahNya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengajaran dan Pembelajaran. Penyusunan makalah ini digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran yang dibimbing oleh Ibu Siti Zulaikha, S.Ag, M.Pd. Pada kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Siti Zulaikha, S.Ag, M.Pd selaku dosen mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran. 2. Semua pihak yang telah membantu penyelesain tugas ini. Sehingga tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu kami sadar dalam laporan observasi ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf dan kiranya sudi memberikan kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya. Sekian dari kami semoga tugas ini sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat bermanfaaat bagi yang membacanya.

Jakarta, September 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................. 1 Kata Pengantar .......................................................................................................... 2 Daftar Isi ................................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN A. B. C. Latar Belakang ................................................................................................ 4 Rumusan Masalah ........................................................................................... 4 Tujuan Penulisan .............................................................................................. 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. B. C. D. E. Definisi dan Ciri-ciri Pengajaran ....................................................................... 6 Definisi dan Ciri-ciri Pembelajaran .................................................................... 6 Perbedaan Pengajaran dan Pembelajaran .......................................................... 8 Prinsip Pembelajaran Gagne dan Penerapannya dalam Pembelajaran ............... 8 Prinsip Pembelajaran Atwi Suparman dan Penerapannya dalam

Pembelajaran ................................................................................................... 12 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ....................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pengajaran dan pembelajaran merupakan hal yang menarik untuk dipelajari. Pembelajaran dapat dialami oleh semua individu dan pendidikan merupakan kegiatan interaksinya. Di dalam pembelajaran terdapat sejumlah pengetahuan dan norma-norma yang ditanamkan ke dalam diri anak didik. Pengajarlah yang menanamkan norma-norma tersebut guna membelajarkan anak didik. Pengajar yang mengajar dan anak didik yang belajar. Dari kedua unsur manusiawi ini lahirilah interaksi pendidikan dengan memanfaatkan bahan sebagai medianya. Di sana semua komponen pengajaran di perankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan. Sebagai kegiatan yang bernilai pendidikan pembelajaran dan pengajaran mempunyai definisi, ciri dan perbedaan masing-masing. Maka dari itu dalam makalah ini penyusunan mengambil judul Pengajaran dan Pembelajaran.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, dapat dirancang rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa definisi dan ciri dari pengajaran? 2. Apa definisi dan ciri dari pembelajaran? 3. Apa perbedaan pengajaran dengan pembelajaran? 4. Apa Prinsip Pembelajaran Gagne dan Penerapannya dalam

Pembelajaran? 5. Apa Prinsip Pembelajaran Atwi Suparman dan Penerapannya dalam Pembelajaran?
4

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini antara lain: 1. Mengetahui definisi dan ciri dari pengajaran. 2. Mengetahui definisi dan ciri dari pembelajaran. 3. perbedaan pengajaran dengan pembelajaran. 4. Mengetahui Prinsip Pembelajaran Gagne dan Penerapannya dalam Pembelajaran. 5. Mengetahui Apa Prinsip Pembelajaran Atwi Suparman dan

Penerapannya dalam Pembelajaran?

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi dan Ciri Pengajaran Definisi Pengajaran Pengajaran merupakan proses yang melibatkan system aktivitasaktivitas yang ditujukan kepada murid dengan tujuan membawa perubahan-perubahan tingkah laku dikalangan mereka. Proses pengajaran merangkumi perancangan, pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian. Ciri-Ciri Pengajaran Melibatkan dua pihak, pengajar dan anak didik. Ada rancangan mengajar. Ada objektif pelajaran, tempat belajar, alat bantu, serta strategi dan teknik mengajar.

B. Definisi dan Ciri Pembelajaran Definisi Pembelajaran Pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadiankejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa.1 Pembelajaran sebagai peraturan peristiwa secara saksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuatnya berhasil guna.2 Pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksaannya terkendali.3

1 2

Winkel, 1991 Gagne, 1985

Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut ialah : 1. Pembelajaran sebagai suatu usaha memperoleh perubahan perilaku. Prinsip ini bermakna bahwa prosees pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. 2. Hasil pembelajarn ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. 3. Pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ini mengandung makna bahwa pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang berkesinambungan. 4. Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sustu tujuan yang ingin dicapai. 5. Pembelajaran merupakan suatu pengalaman.

Ciri-Ciri Pembelajaran Merupakan upaya sadar dan disengaja. Membuat siswa belajar. Tujuan ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan. Pelaksanaan terkendali, baik isinya, waktu, proses, maupun hasilnya.

Miarso, 1993

C. Perbedaan Pengajaran dan Pembelajaran No. 1. Pengajaran Dilaksanakan oleh mereka yang berprofesi sebagai pengajar. Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yang dapat membuat orang belajar.

2.

Tujuannya menyampaikan informasi kepada si pebelajar.

Tujuannya agar terjadi belajar pada diri siswa/si pebelajar. Merupakan cara untuk mengembangkan rencana yang terorganisir untuk keperluan belajar.

3.

Merupakan salah satu penerapan strategi pembelajaran.

4.

Kegiatan belajar berlangsung bila ada guru/pengajar.

Kegiatan belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru.

D. Prinsip Pembelajaran menurut Gagne dan Penerapannya dalam Pembelajaran Robert Gagne memberi kerangka pada analisis kondisi belajar yang memengaruhi belajar manusia dari perspektif pengidentifikasian faktor-faktor yang dapat memberi perbedaan dalam pembelajaran. Akibatnya, peralihan dari prinsip belajar secara teoretis ke dalam prinsip pembelajaran tidak membutuhkan penerjemahan. Menurut asumsi Gagne, pembelajaran di kelas mencakup sifat dari pembelajaran dan proses yang disebut sebagai desain pembelajaran. Desain pembelajaran yang dimaksud adalah untuk menangani semua kejadian yang mungkin mempengaruhi belajar individual. Prinsip Gagne untuk desain dan pengembangan pembelajaran adalah bagian dari upaya yang lebih besar yang dikenal sebagai desain sistem. Lima asumsi yang mendukung rekomendasi Gagne untuk desain pembelajaran yakni sebagai berikut
8

No. 1.

Asumsi Pembelajaran harus dirancang Meskipun

Alasan siswa sering

untuk menfasilitasi belajar siswa dikelompokkan untuk pembelajaran, individual. belajar terjadi di dalam individual.

2.

Baik itu tahapan jangka panjang Guru atau perancang pembelajaran, maupun dimasukkan pembelajaran. menengah dalam harus merencanakan pelajaran haria, namun desain pelajaran itu harus berada di dalam segmen unit dan pelajaran yang lebih luas danharus serasi

3.

Perencanaan pembelajaran tidak Perencanaan yang sembarangan dapat boleh sembarangan atau sekadar melahirkan orang dewasa yang tidak memberikan lingkungan yang kompeten. Karena itu, pembelajaran mengasuh. harus dikembangkan sesitematis

mungkin. 4. Pembelajaran harus didesain Pendakatan sistem adalah pemilihan komponen yang terorganisasi daan sekuensial yang : (a) menggunakan data, informasi dan prinsip teoretis sebagai masukan untuk setiap tahap perencanaan; (b) tes dan cek silang hasil dari tahap perkembangan ; dan (c) membuat perubahan jika

menggunakan pendekatan sisem

diperlukan. 5. Desain pembelajaran harus Data dari temuan riset dan uji coba

didasarkan pada cara manusia pembelajarandapat memberi informasi belajar hal-hal yang berhasil dikerjakan.

Dalam buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut: 1. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiksi, atau kompleks. 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. 3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. 4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) :

menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. 5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. 6. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) ; siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau

penguasaannya terhadap materi. 7. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 8. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberitahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. 9. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer
10

dengan

memberikan

rangkuman,

mengadakan

review

atau

mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Aplikasi penerapan teori belajar Gagne erat kaitannya dengan fase fase belajar dan Sembilan peristiwa pembelajaran yang ditemukan oleh Gagne. Gagne menemukan teori teorinya bukan melalui suatu proses penemuan atau penerimaan seperti yang silakukan oleh ahli ahli lainyanya namun, menurutnya yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah kualitas, penetapan (daya guna), dan kegunaan belajar. Hubungan antara fase-fase belajar dan Sembilan peristiwa pembelajaran dapat kita cermati melalui tabel di bawah ini : Proses Belajar Peristiwa Pembelajaran

Perhatian Pengharapan

Memberi perhatian Menjelaskan tujuan belajar pada siswa

Membangkitkan Ingatan Persepsi Seleksi Penyimpanan Jangka Panjang Respon Reinforcement (penguatan) dalam

Merangsang ingatan Menyajikan materi perangsang Memory Memberikan bimbingan belajar

Keterampilan kemampuan Member umpan balik Menilai kemampuan

Retrival (pengulangan)

Meningkatkan retensi dan transfer

11

E. Prinsip Pembelajaran menurut Atwi Suparman dan Penerapannya dalam Pembelajaran Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974), sebagai berikut : 1. Respon-respon baru diualang sebagai akibat dari respon tersebut. Bila respon itu berakibat menyenangkan, mahasiswa (learner) cenderung untuk mengulang respon tersebut karena memelihara akibat yang

menyenangkan. Implikasi dalam kegiatan pembelajaran antara lain: perlunya pemberian umpan balik positif dengan segera atas keberhasilan atau respon yang benar dari peserta didik dan sebaliknya peserta didik harus aktif membuat respon. 2. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon, tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda prinsip yang terdapat dalam ini pada teknologi

lingkungan peserta didik. Implikasi

pembelajaran adalah perlunya menyatakan tujuan pembelajaran secara jelas kepada peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. 3. Perilaku yang ditimbulkan oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan pemberian akibat yang menyenamgkan. Implikasi prinsip ini adalah pemberian isi pelajaran yang berguna pada peserta didik di dunia luar dan memberikan umpan balik berupa imbalan dan penghargaan terhadap keberhasilannya. 4. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Imlikasinya adalah pemberian kegiatan belajar pada peserta didik yang sesuai dan berhubungan dengan dunia nyata/kehidupan sehari-hari. 5. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti pemecahan masalah. Implikasi dari prinsip ini adalah pemberian contoh secara jelas atas materi pelajaran yang diberikan kepada peserta didik.
12

6. Status

mental

mahasiswa

untuk

menghadapi

pelajaran

akan

mempengaruhi perhatian dan ketekunan mahasiswa selama proses belajar. Imlplikasinya adalah pentingnya menarik perhatian peserta didik untuk mempelajari isi pelajaran. 7. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik untuk penyelesaian setiap langkah akan membantu sebagian besar mahasiswa. Implikasinya adalah digunakannya bahan belajar terprogram dan analisis pengalaman belajar peserta didik menjadi kegiatan-kegiatan kecil disertai latihan dan pemberian umpan balik. 8. Kebutuhan memecah materi belajar yang kompleks menjadi kegiatankegiatan kecil akan dapat dikurangi bila materi belajar yang kompleks dapat diwujudkan dalam suatu model. Implikasinya adalah penggunaan media dan metode pembelajaran yang dapat menggambarkan materi yang kompleks. 9. Keterampilan tingkat tinggi seperti keterampilan mermecahkan

masalah adalah perilaku kompleks yang terbentuk dari komposisi keterampilan dasar yang lebih sederhana. Implikasinya adalah perumusan tujuan umum pembelajaran dalam bentuk hasil belajar yang operasional agar dapat dianalisis menjadi tujuan-tujuan yang lebih khusus. 10. Belajar cenderung menjadi cepat dan efisien serta menyenangkan bila mahasiswa diberi informasi bahwa ia menjadi lebih mampu dalam keterampilan memecahkan masalah. Implikasinya adalah pengurutan pelajaran harus dimulai dari yang sederhana secara bertahap menuju kepada yang lebih komples dan kemajuan peserta didik dalam menyelesaikan pelajaran harus diinformasikan kepadanya agar

keyakinan kepada kemampuan dirinya lebih besar. 11. Perkembangan dan kecepatan belajar mahasiswa bervariasi, ada yang maju dengan cepat, ada yang lebih lambat. Implikasinya adalah

pentingnya penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran menjadi


13

prasarat sebelum mempelajari materi selanjutnya dan peserta didik diberikan kesemapatan maju menurut kecepatan masing-masing. 12. Dengan persiapan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Implikasinya

adalah pemberian kemungkinan bagi peserta didik untuk memilih waktu, cara, dan sumber-sumber lain disamping yang sudah ditetapkan.

14

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sebagai kegiatan yang bernilai pendidikan pembelajaran dan pengajaran mempunyai definisi, ciri dan perbedaan masing-masing. Pengajaran merupakan proses yang melibatkan system aktivitas-aktivitas yang ditujukan kepada murid dengan tujuan membawa perubahanperubahan tingkah laku dikalangan mereka. Proses pengajaran

merangkumi perancangan, pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian. Sedangkan pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksaannya terkendali. Pengajaran dan pembelajaran memiliki ciri masing-masing dan perbedaan antara keduanya serta kaitannya bahwa pengajaran untuk memfasilitasi pembelajaran (proses belajar), melalui penataan informasi dan lingkungan.

15

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron (1996), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT.Dunia Pustaka Jaya Prasetya Irawan dkk (1997), Teori Belajar, Motivasi dan Ketrampilan Mengajar, Jakarta: PAU-PPAI Dirjen Dikti Depdikbud Suparman, Atwi (2001), Desain Instruksional, Jakarta: PAU-PPAI Dirjen Dikti Depdikbud. W.S.Winkel (1991), Psikologi Pengajaran, Jakarta: Penerbit PT.Grasindo

16